Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOKIMIA II

UJI KUANTITATIF PROTEIN


Nama

: Lusiana Setiawati

NIM

: 06101181320028

Kelompok

: 1 ( Satu)

Anggota

:1. Diah Permata Sari


2. Nurul Mawaddah
3. Mety Trriany
4. Reni Marzela
5. Reni Oktavia Banjar Nahor
6. Wildan Tikto R

Dosen Pembimbing

: Desi, S.Pd., M.T.


Diah Kartika Sari, S.Pd., M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOKIMIA II


I.
II.
III.
IV.

PERCOBAAN KE
: 4 (Empat)
TANGGAL PRAKTIKUM : 12 Februari 2016
JUDUL PRAKTIKUM
: Uji Kuantitatif Protein
TUJUAN PRAKTIKUM
:
Menentukan kadar protein yang terdapat dalam sampel dengan metode titrasi formol.

V.

DASAR TEORI
Protein ditemukan di dalam semua sel dan semua bagian sel yang amat
bervariasi yaitu terdapat ratusan jenis yang berbeda dapat ditemukan dalam satu sel.
Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan
virus. Peranan penting protein antara lain untuk membentuk jaringan otot, zat pengatur
serta sebagai cadangan makanan dan energi dalam tubuh. Protein merupakan salah
satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang
merupakan penyusun utama makhluk hidup yang juga merupakan polimer dari
monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan
peptida.
Protein berasal dari bahasa Yunani protos, yang berarti yang paling utama.
Protein merupakan senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama
lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung komposisi rata-rata unsur
kimia yaitu karbon 50%, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 26%, dan kadang kala
sulfur 0-3% serta fosfor 0-3%. Protein dapat tidak stabil terhadap beberapa faktor yaitu
pH, radiasi, suhu, medium pelarut organik, dan detergen. Protein dapat diperoleh dari
makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan
disebut protein hewani, sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati.
Beberapa makanan sumber protein adalah daging, telur, susu, ikan, beras, kacang,
kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan. Tumbuhan membentuk protein dari CO 2,
H2O dan senyawa nitrogen. Hewan yang makan tumbuhan mengubah protein nabati
menjadi protein hewani. Disamping digunakan untuk pembentukan sel-sel tubuh,
protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kekurangan
karbohidrat dan lemak. Sangat luar biasa pula bahwa semua protein di dalam semua
makhluk, tanpa memandang fungsi dan aktivitas biologinya, dibangun oleh susunan
dasar yang sama, yaitu 20 asam amino baku, yang molekulnya sendiri tidak
mempunyai aktivitas biologi. Secara cukup sederhana, protein berbeda satu sama lain
karena masing-masing mempunyai deret unit asam amino sendiri-sendiri. Asam amino

merupakan abjad struktur protein, karena molekul-molekul ini dapat disusun dalam
jumlah deret yang hampir tidak terbatas, untuk membuat berbagai protein dalam
jumlah yang hampir tidak terbatas pula (Lehninger, 1982)
Dalam kehidupan, protein memegang peranan yang penting pula. Proses kimia
dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim, suatu protein yang
berfungsi sebagai biokatalis. Di samping itu hemoglobin dalam butir-butir darah
merah atau eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke
seluruh bagian tubuh, adalah salah satu jenis protein. Demikian pula zat-zat yang
berperan untuk melawan bakteri penyakit atau yang disebut antigen, juga suatu protein
(Poedjiadi, 2005).
VI.

ALAT DAN BAHAN


Alat
1. Erlenmeyer
2. Statif
3. Buret
4. Pipet tetes
5. Gelas ukur
6. Mortal
7. Cawan porselen
8. Kertas saring
Bahan
1. Larutan sampel ( coklat, tempe dan nasi)
2. NaOH 0,1 M
3. Aquadest
4. K-Oksalat jenuh
5. Formaldehid 40%

VII.

PROSEDUR PERCOBAAN
Gambar

Keterangan
Haluskan Sampel

Timbang Sampel sebanyak 5 gram

Larutkan sampel dengan 100 ml aquades

Saring larutan sampel

Mengambil 10 mL larutan sampel ke dalam


erlenmeyer 100 mL, kemudian menambahkan 20 mL
aquadest dan 0,4 mL K-oksalat jenuh serta 1 mL
indikator PP, dan mendiamkannya selama 2 menit.
Mentitrasi sampe dengan larutan NaOH 0,1 N
sampai larutan berwarna pink.

Kemudian menambahakan 2 mL larutan formaldehid


40 %, lalu melanjutkan menitrasi sampai larutan
berwarna pink.
Mencatat volume NaOH yang terpakai.

VIII. HASIL PENGAMATAN


Larutan Blanko
Titras

Vol

Penambaha

Vol

NaOH

NaOH

0,1 mL
0,1 mL

Formaldehid
Bening
0,1 mL
Bening
0,2 mL

1
2

Gambar

Larutan Sampel
Sampel
1
2

Vol NaOH
0,7 mL
0,8 mL

Tempe

1
2

0,7 mL
0,8 mL

1
2

0,3 mL
0,3 mL

Coklat

Nasi

Gambar

IX.

PERSAMAAN REAKSI

X.

PERHITUNGAN
%Protein=

Diketahui:

Volume NaOH N NaOH 14,008


100
Berat sampel 10 mL
Berat sampel : 5 gram
M NaOH
: 0,1 M
Volume NaOH=

Volume Titrasi I +Volume Titrasi 2


2

Tempe=

0,7 +0,8
=0,75 mL
2

Coklat=

Nasi=

Ditanya: % Protein?
Penyelesaian:

0,3+ 03,
=0,3 mL
2

%ProteinTempe=

0,75 0,1 14,008


100 =2,1
5 10 mL

%ProteinCoklat=

0,75 0,1 14,008


100 =2,1
5 10 mL

%Protein Nasi=

XI.

0,7+0,8
=0,75 mL
2

0,3 0,1 14,008


100 =0,8
5 10 mL

PEMBAHASAN
Percobaan kali ini yaitu tentang protein. Protein merupakan suatu senyawa
polimer yang terbentuk dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan oleh
ikatan peptida antara asam amino satu dengan asam amino lainnya. Protein berfungsi
membentuk jaringan atau bagian tubuh lain, untuk pertumbuhan, sebagai enzim
(merupakan katalisator), transport molekul di dalam darah dan sel, sebagai hormone
contohnya hormone insulin, sebagai pembentuk antibody, molekul yang membantu
kontraksi otot, keseimbangan cairan, transmisi saraf.
Dalam percobaan ini larutan sampel dibuat dengan melarutan 5 gram sampel
kedalam 100 mL aquades, ada perlakuan yang diberikan pada sampel larutan tempe,
larutan coklat dan larutan nasi. Seperti penambahan air pada ketiga sampel ini
bertujuan untuk menghidrolisis protein yang terdapat pada sampel tempe, coklat dan
nasi menjadi asam-asam amino. Penambahan dinatrium oksalat jenuh bertujuan untuk
memblokade gugus amina

(-NH2) pada asam amino sehingga hanya terdapat gugus

karboksil (-COOH) pada ujung rantai yang akan bereaksi dengan NaOH sampai lautan
tersebut berubah menjadi berwarna merah muda. Penambahan Indikator PP bertujuan
untuk sebagai batas penanda berakhirnya titrasi. Perlakuan selanjutnya semua larutan

dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N yang bertujuan untuk menetralkan gugus
karboksil yang terdapat pada asam amino. Saat mentitrasi ketiga sampel larutan dari
larutan tempe, coklat dan nasi, warna larutan berubah menjadi pink. Pada perlakuan
selanjutnya penambahan dengan formaldehid yang bertujuan untuk menguatkan sifat
asam dari asam amino hal ini ditandai dengan hilangnya warna pink pada larutan,
selanjutnya larutan dititrasi kembali sampai larutan berubah menjadi pink kembali.
Perubahan warna larutan menjadi pink disebabkan karena sifat dari indikator pp yang
akan berwarna pink pada larutan basa (seperti NaOH).
Pada bercobaan menggunakan larutan blanko digunakan aquades yang
ditambahkan dengan Dinatrium oksalat jenuh dan indikator pp warna larutan langsung
berubah pink, ini menandakan bahwa larutan blanko ini tidak mengandung protein.
Adapun tujuan dari larutan blanko ini yaitu untuk mengetahui jumlah ml NaOH yang
bereaksi dengan zat-zat kimia yang digunakan dalam analisis yaitu Dinatrium oksalat
jenuh, formaldehid, dan air.
Dari hasil titrasi diperoleh volume NaOH yang digunakan untuk larutan
tempe, coklat dan nasi adalah 0,75 mL, 0,75 mL dan 0,3 mL. Perbedaan volume
tersebut disebabkan karena kadar protein dari tiap-tip sampel berbeda. Berdasarkan
perhitungan, maka dapat diketahui kadar protein dari sampel yang digunakan, yaitu
untuk larutan sampel tempe 2,1%, coklat 2,1% dan nasi 0,8%.
XII.

KESIMPULAN
1. Prinsip titrasi formol adalah metode analisis cara penentuan protein dengan cara
titrasi formol untuk menghidrolisis protein dalam sampel.
2. Semakin banyak larutan NaOH yang digunakan maka semakin tinggi kadar
proteinnya, begitupun sebaliknya.
3. Sampel yang memiliki kadar protein tertinggi adalah tempe dan coklat sedangkan
yang memiliki kadar protein rendah adalah nasi.
4. Kadar protein yang diperoleh melalui percobaan untuk tempe adalah 2,1%, coklat
2,1% dan nasi 0,8%.

XIII. DAFTAR PUSTAKA


Fauziah, N. (2014, Juli). Analisa Protein. Dipetik Februari 09, 2016, dari http://nurulf-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-107796-Umum-Analisa
%20Protein.html.
Lehninger, A. L. (1982). Dasar - Dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.
Poedjiadi, A. (1994). Dasar - Dasar Biokimia . Jakarta: Universitas Indonesia.