Anda di halaman 1dari 41

PENDAHULUAN IMUNOLOGI

Ronal 160121130001
Agus Dwi Sastrawan 160121130002
Lira Masri 160121130002

Pembimbing :
Dr. Usep Abdullah Husin, dr., Sp.MK., MS

Pendahuluan
Imunologi

adalah suatu ilmu yang mempelajari


mekanisme
fisiologik
bersifat
mempunyai
kemampuan mengenali suatu benda sebagai zat
asing ("non self) atau diri ("self) dan kemudian
mampu untuk melakukan netralisasi, eliminasi atau
melakukan metabolisme zat-zat asing tersebut.
Metamorfosis imunologi berkembang di dunia
kedokteran bermula dari keingin-tahuantentang
perlindungan
terhadap
sesuatu
hingga
ke
pengetahuan modernyang terfokus pada penelitian
kedokteran molekuler

PERKEMBANGAN IMUNOLOGI
Ditinjau dari perkembangannya,
imunologi berkembang melalui
beberapa tahap :
Tahap

empirik
Mithridatisme
Mithridates Eupatoris VI seorang
raja dari Pontis di Yunani yang
hidup antara tahun 132 - 63 S.M

Minum berbagai jenis racun yang


berbahaya sedikit demi sedikit sehingga
akhirnya tidak menimbulkan efek yang
merugikan apabila minum racun dalam
dosis besar.
Abad

ke-11, bangsa Cina


Mereka dengan sengaja menggunakan
cairan atau kerak yang berasal dari kulit
penderita cacar yang tidak begitu parah,
untuk dioleskan kepada kulit orang lain
yang masih sehat agar diharapkan nantinya
terlindung dari serangan penyakit cacar

Lady Mary Wortley Montagu


(1689-1762) istri Duta Besar
Inggris di Turki pada saat itu,
yang memperkenalkan
inokulasi sebagai sarana untuk
mencegah penyakit cacar di
Inggris pada tahun 1722.
Jenner
menggunakan
bibit
penyakit cacar dari sapi untk
mendapatkan
kekebalan
tubuh
terhadap
penyakit.
Dipakai istilah vaksinasi yg
berasal
dari
kata
vacca,
artinya sapi.

Tahap

Ilmiah
Pendekatan ilmiah berarti melakukan
percobaan-percobaan di laboratorium

Louis Pasteur (1822-1895), Prancis..Dia


berhasil mengimunisasi domba dan ternak
terhadap Anthrax, teknik terming "Vaksinasi"
untuk menghormati Jenner.Dia menggunakan
bakteri dan virus dilemahkan untuk vaksinasi

Elie

Metchnikoff (1845-1916) Lahir di Ivanovska,


Ukraina. Dia mendapatkan gelar Ph.D di
University of Odessa.Ia mempelajari sel fagositik
larva bintang laut pada tahun 1884 dalam sebuah
laboratorium laut di Italia.Memberikan kontribusi
dasar untuk teori fagositik selular kekebalan.Dia
juga membuat banyak kontribusi untuk imunologi
dan bakteriologi.

Jules

Baptiste Vincent
Bordet
(1870-1961)
Dia
preparateur
di
laboratorium
Metchnikoff di Institut Pasteur
1894-1901,
di
mana
ia
menemukan
kekebalan
hemolisis
dan
menguraikan
mekanisme
diperantarai
komplemen-lisis bakteri.

Wright

Jean

dan
Douglas
(1903),
menjembatani tentang teori humoral
& seluler, bahwa mekanisme efektor
baik secara seluler maupun humoral
tidak bertentangan, bahkan bekerja
sama saling memperkuat

Tahap

Modern
J.F. A.P. Miller
di
London
dengan
diungkapkannya peran sentral kelenjar
Timus yang sebelumnya diabaikan begitu
saja atau keliru memahami fungsinya.
cabang-cabang baru dari imunologi
seperti : imunopatologi, imunogenetika,
imunologi tumor, imunologi transplantasi,
imunokimia dan pengetahuan yang
secara
khusus
mempelajari
penyimpangan-penyimpangan
sistem
imun seperti alergi dan otoimunitas

Tahun

1980 merupakan tahun


kebahagiaan bagi para pakar
Benacerraf, Dausset dan Snell,
oleh karena mereka menerima
Hadiah Nobel berkat jasanya
dalam mengungkapkan masalah
antigen permukaan sel-sel yang
penting dalam usaha orang untuk
mencangkokkan
organ,
yaitu
sistem HLA

Susumu

Tonegawa
(1939),
kelahiran Jepang yang bekerja di
AS.Ia menerima Hadiah Nobel pada
1987 untuk penelitiannya pada
immunoglobulin keanekaragaman
gen dan antibodi.

Istilah

"anafilaksis" diciptakan oleh


Charles Richet dan Paul Portier pada
tahun
-1902
untuk
menyatakan
keadaan letal dari shock yang
dihasilkan
oleh
injeksi/pemaparan
kedua dari antigen
Istilah

"alergi"
dikenalkan oleh Clemens
von Pirquet tahun 1906
untuk menyatakan reaksi
positif
terhadap
test
gores dengan tuberkulin
pada individu terinfeksi
tuberkulosa.

Cesar

Milstein (1927-2002)
lahir di Argentina, bekerja di
Inggris tahun 1984 Ia berbagi
Hadiah Nobel dengan Kohler
untuk produksi mereka dari
monoklonal antibodi oleh selsel myeloma hybridizing mutan
dengan antibodi - produksi sel
B (hybridoma teknik).

Rolf
Zinkernagel
(kanan)
(1944 -) dan Peter Doherty
(kiri) (1940 -) Penerima tahun
1996, Hadiah Nobel Fisiologi
atau
Kedokteran
untuk
demonstrasi mereka tentang
MHC.Dalam
penyelidikan
tentang bagaimana limfosit T
melindungi
tikus
melawan

Imunologi
Imunologi

: suatu cabang ilmu biomedis yang


mencakup kajian mengenai semua aspek sistem
imun (kekebalan) pada semua organisme
Sistem imun :
Sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang
dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu
organisme
Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit
dengan menghancurkan dan menghilangkan
mikroorganisme atau substansi asing (bakteri,
parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk
ke dalam tubuh, Menghilangkan jaringan atau sel yg
mati atau rusak untuk perbaikan jaringan, Mengenali
dan menghilangkan sel yang abnormal.

Fungsi sistem imun

Imunitas spesifik dapat terjadi

Antigen dan Antibodi


Antigen
. Pengertian :
. Antigen molekul asing yang dapat
menimbulkan respon imun spesifik dari
limfosit pada manusia dan hewan.
. Antigen meliputi molekul yang dimiliki
virus, bakteri, fungi, protozoa dan
cacing parasit. Molekul antigenic juga
ditemukan pada permukaan zat-zat
asing seperti serbuk sari dan jaringan
yang dicangkokkan.
1.

Letak

antigen :
Antigen ditemukan di permukaan seluruh sel,
tetapi dalam keadaan normal, sistem kekebalan
seseorang tidak bereaksi terhadap sel-nya
sendiri.
Antigen biasanya protein atau polisakarida,
tetapi dapat juga berupa molekul Iainnya.
Permukaan bakteri mengandung banyak protein
dan polisakarida yang bersifat antigen,
sehingga antigen bisa merupakan bakteri, virus,
protein, karbohidrat, sel-sel kanker, dan racun.

Karakteristik

Karakteristik antigen yang sangat menentukan


imunogenitas respon imun adalah sebagai berikut:
Asing (berbeda dari self )
Pada umumnya, molekul yang dikenal sebagai self
tidak bersifat imunogenik, jadi untuk menimbulkan
respon imun, molekul harus dikenal sebagai nonself.
Ukuran molekul
Imunogen yang paling poten biasanya merupakan
protein berukuran besar. Molekul dengan berat
molekul kurang dari 10.000 kurang bersifat
imunogenik dan yang berukuran sangat kecil seperti
asam amino tidak bersifat imunogenik.

Kompleksitas kimiawi dan struktural


Jumah tertentu kompleksitas kimiawi sangat diperlukan,
misalnya homopolimer asam amino kurang bersifat
imunogenik dibandingkan dengan heteropolimer yang
mengandung dua atau tiga asam amino yang berbeda.
Determinan antigenic (epitop)
Unit terkecil dari antigen kompleks yang dapat diikat antibodi
disebut dengan determinan antigenic atau epitop. Antigen
dapat mempunyai satu atau lebih determinan. Suatu
determinan mempunyai ukuran lima asam amino atau gula.
Tatanan genetic penjamu
Dua strain binatang dari spesies yang sama dapat
merespon secara berbeda terhadap antigen yang sama
karena perbedaan komposisi gen respon imun
Dosis, cara dan waktu pemberian antigen

Pembagian Antigen

Reaksi Antigen dan


Antibodi
Antige
n
Imunogen

Hapten

Carier
Membangkitkan
respon imun

Humoral

Limfosit B

Antibod

Seluler

Kategori Interaksi
Antigen-Antibodi

ANTIBODI

Proses Pembentukan
Antibodi

Klasifikasi Antibodi

Neutrof
l

Sel
T

Sel B

Terima Kasih