Anda di halaman 1dari 8

Gangguan ovulasi

Gangguan ovulasi untuk infertilitas terjadi pada sekitar 33% persen


pasangan yang infertile. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kekurangan regulasi
hormon reproduksi oleh hipotalamus atau kelenjar hipofisis, atau masalah
pada ovarium itu sendiri. Anda dikatakan memiliki gangguan ovulasi jika
jarang berovulasi atau tidak sama sekali.
WHO membagi kelainan ovulasi ini dalam 4 kelas, yaitu:
Kelas 1 : Kegagalan pada hipotalamus hipofisis (hipogonadotropin
hipogonadism)
Karakteristik dari kelas ini adalah gonadotropin yang rendah, prolaktin
normal, dan rendahnya estradiol. Kelainan ini terjadi sekitar 10% dari seluruh
kelainan ovulasi.
Kelas 2 : Gangguan fungsi ovarium (normogonadotropin-normogonadism)
Karakteristik dari kelas ini adalah kelainan pada gonadotropin namun
estradiol normal. Anovulasi kelas 2 terjadi sekitar 85% dari seluruh kasus
kelainan ovulasi. Manifestasi klinik kelainan kelompok ini adalah
oligomenorea atau amenorea yang banyak terjadi pada kasus sindrom
ovarium polikistik (SOPK). Delapan puluh sampai sembilan puluh persen
pasien SOPK akan mengalami oligomenorea dan 30% akan mengalami
amenorea.
Kelas 3 : Kegagalan ovarium (hipergonadotropin-hipogonadism)
Karakteristik kelainan ini adalah kadar gonadotropin yang tinggi dengan
kadar estradiol yang rendah. Terjadi sekitar 4-5% dari seluruh gangguan
ovulasi.
Kelas 4 : Hiperprolaktinemia
GEJALA
FSH abnormal dan sekresi LH. Dua hormon ini bertanggung jawab untuk
merangsang ovulasi setiap bulan - follicle-stimulating hormone (FSH) dan
luteinizing hormone (LH) - diproduksi oleh kelenjar hipofisis dalam pola
tertentu selama siklus menstruasi. Stres fisik atau emosional yang
berlebihan, berat badan yang sangat tinggi atau sangat rendah, atau
kenaikan berat badan baru-baru ini (misalnya, 10 persen dari berat badan) dapat mengganggu pola ini dan mempengaruhi ovulasi. Tanda utama dari
masalah ini adalah menstruasi yang tidak teratur atau tidak terjadi. Dalam
kasus yang jarang, penyakit tertentu pada kelenjar di bawah otak, yang

biasanya berhubungan dengan kekurangan hormon lainnya atau dengan


kelebihan produksi prolaktin, mungkin menjadi penyebab dari gangguan
ovulasi.
Sindrom ovarium polikistik (SOPK). Pada SOPK, perubahan yang kompleks
terjadi di hipotalamus, hipofisis dan ovarium, hingga mengakibatkan
kelebihan produksi hormon pria (androgen), yang mempengaruhi ovulasi.
SOPK juga dapat dikaitkan dengan resistensi insulin dan obesitas.
Cacat fase luteal. Cacat fase luteal terjadi ketika ovarium tidak
menghasilkan cukup hormon progesteron setelah ovulasi. Progesteron
sangat penting dalam mempersiapkan lapisan rahim untuk ditempati telur
yang telah dibuahi.
Kegagalan ovarium prematur. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh
respon autoimun, di mana tubuh secara keliru menyerang jaringan ovarium.
Kondisi ini mengakibatkan hilangnya telur dalam ovarium, serta penurunan
produksi estrogen.
PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO
Kerusakan saluran tuba (infertilitas tuba)
Kerusakan saluran tuba (infertilitas tuba) Ketika saluran tuba menjadi rusak
atau diblokir, mereka menghalangi sperma untuk mendekati telur atau
menutup bagian telur yang telah dibuahi ketika masuk ke dalam rahim.
Penyebab kerusakan/penyumbatan tuba fallopi dapat meliputi:
Radang saluran tuba (salpingitis) karena klamidia atau gonore
Kehamilan ektopik sebelumnya, di mana telur yang dibuahi menjadi
tertanam dan berkembang dalam tabung tuba, bukan di rahim
Operasi di perut atau panggul sebelumnya

Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya tumbuh di rahim,
terimplan dan tumbuh di lokasi lain. Pertumbuhan jaringan ekstra dan
prosedur operasi pengangkatannya- dapat menyebabkan jaringan parut,
yang merusak kesuburan. Para peneliti berpikir bahwa kelebihan jaringan
juga dapat menghasilkan zat yang mengganggu pembuahan.
Penyempitan atau penyumbatan serviks
Stenosis serviks dapat disebabkan oleh kelainan bawaan atau kerusakan
leher rahim. Hasilnya adalah leher rahim yang tidak dapat menghasilkan
jenis lendir terbaik untuk mobilitas sperma dan pembuahan. Selain itu,
pembukaan serviks dapat menjadi tertutup, mencegah sperma untuk
mencapai sel telur.
Uterine
Polip jinak atau tumor (fibroid atau mioma) dalam rahim, yang sering terjadi
pada wanita di usia 30-an, bisa merusak kesuburan dengan memblokir
saluran tuba atau mengganggu implantasi. Namun, banyak wanita yang
memiliki fibroid dapat hamil. Jaringan parut di dalam rahim juga dapat
mengganggu implantasi, dan beberapa wanita terlahir dengan kelainan
rahim, semisal rahim (Bicornuate) yang berbentuk tidak normal, bisa
memiliki gangguan ovulasi atau justru bisa menjadi hamil.
Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan
Dalam beberapa kasus, penyebab infertilitas tidak pernah ditemukan. Ada
kemungkinan bahwa kombinasi faktor minor pada kedua pasangan menjadi

dasar dari masalah kesuburan. Kabar baiknya adalah bahwa pasangan


dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan memiliki tingkat kehamilan
spontan paling tinggi dari semua pasangan infertil.
Faktor risiko
Beberapa hal dapat menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi
dari infertilitas, antara lain:
Usia. Setelah usia 32, kuantitas dan kualitas telur seorang wanita mulai
menurun. Pada pertengahan usia 30-an, laju kehilangan folikel semakin
cepat, sehingga telur menjadi lebih sedikit dan kualitasnya menjadi lebih
miskin. Wanita di atas 35 juga berisiko tinggi untuk mengalami keguguran
dan mengalami kelainan kromosom.
Merokok. Selain merusak serviks dan saluran tuba, merokok juga
meningkatkan risiko kehamilan ektopik dan keguguran. Diduga pula merokok
dapat mempertua usia ovarium dan mengeluarkan telur secara prematur,
sehingga mengurangi kemampuan untuk hamil. Banyak spesialis kesuburan
merekomendasikan untuk berhenti merokok sebelum memulai perawatan
kesuburan.
Berat badan. Jika kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan
secara signifikan, hal tersebut dapat menghambat proses ovulasi normal.
Mempunyai indeks massa tubuh yang sehat (BMI) telah terbukti dapat
meningkatkan frekuensi ovulasi dan kemungkinan kehamilan.
Riwayat seksual. Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore
dapat menyebabkan kerusakan tuba fallopi. Memiliki hubungan seks tanpa
kondom dengan beberapa pasangan meningkatkan kemungkinan Anda
untuk tertular penyakit menular seksual (PMS) yang dapat menyebabkan
masalah kesuburan nantinya.
Alkohol. Peminum (alkohol) berat biasanya dikaitkan dengan peningkatan
risiko gangguan ovulasi dan endometriosis. Kafein. Mengonsumsi lebih dari
enam cangkir kopi sehari (900 miligram kafein) dapat menurunkan
kesuburan.
Gaya Hidup & Perawatan di Rumah
Pengobatan infertilitas tergantung pada penyebabnya, usia, berapa lama
seseorang sudah infertil dan tergantung pula pada pribadi. Meskipun
beberapa wanita membutuhkan hanya satu atau dua terapi untuk
memulihkan kesuburan, ada kemungkinan bahwa beberapa jenis
pengobatan mungkin diperlukan sebelum dapat hamil.
Pengobatan dapat ditujukan untuk mengembalikan kesuburan, dengan cara
pengobatan atau pembedahan, atau ditujukan untuk membantu reproduksi
dengan teknik yang canggih.
Restorasi kesuburan: Merangsang ovulasi dengan obat kesuburan

Obat kesuburan, yang dapat mengatur atau merangsang ovulasi, adalah


pengobatan utama bagi perempuan yang tidak subur karena gangguan
ovulasi. Secara umum, mereka bekerja seperti hormon alami, folliclestimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH), yang mampu
memicu ovulasi.
Tatalaksana pada gangguan ovulasi
Penanganan gangguan ovulasi berdasarkan WHO, yaitu:
WHO kelas I
Pada perempuan yang memiliki IMT < 19, tindakan peningkatan berat badan
menjadi normal akan membantu mengembalikan ovulasi dan kesuburan.
Pengobatan yang disarankan untuk kelainan anovulasi pada kelompok ini
adalah kombinasi rekombinan FSH (rFSH)- rekombinan LH (rLH), hMG atau
hCG. Penggunaan kombinasi preparat gonadotropin (rFSH dan rLH)
dilaporkan lebih efektif dalam meningkatkan ovulasi dibandingkan
penggunaan rFSH saja (Evidence level 2a).
WHO Kelas II
Pengobatan gangguan ovulasi WHO kelas II (SOPK) dapat dilakukan dengan
cara pemberian obat pemicu ovulasi golongan anti estrogen (klomifen sitrat),
tindakan drilling ovarium, atau penyuntikan gonadotropin. Pengobatan lain
yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan insulin sensitizer seperti
metformin. Perempuan dengan gangguan ovulasi WHO kelas II dianjurkan
untuk mengkonsumsi klomifen sitrat sebagai penanganan awal selama
maksimal 6 bulan. Efek samping klomifen sitrat diantaranya adalah sindrom
hiperstilmulasi, rasa tidak nyaman di perut, serta kehamilan ganda. Pada
pasien SOPK dengan IMT > 25, kasus resisten klomifen sitrat dapat
dikombinasi dengan metformin karena diketahui dapat meningkatkan laju
ovulasi dan kehamilan.
Review sistematik terhadap 4 penelitian acak yang membandingkan klomifen
sitrat dan placebo pada pasien amenorea / oligomenorea, termasuk
diantaranya pasien SOPK, melaporkan bahwa penggunaan klomifen sitrat
dapat meningkatkan laju kehamilan per siklus (OR 3.41, 95% CI 4.23 to 9.48)
melalui efek peningkatan ovulasi (OR 4.6, 95% CI 2.84 to 7.45). (Evidence
level 1a)1
Tindakan drilling ovarium per-laparaskopi dengan tujuan menurunkan kadar
LH dan androgen adalah suatu tindakan bedah untuk memicu ovulasi
perempuan SOPK yang resisten terhadap klomifen sitrat.
Review sistematik terhadap empat penelitian acak melaporkan bahwa tidak
ada perbedaan bermakna dalam laju kehamilan (OR 1.42; 95% CI 0.84 to
2.42) atau laju keguguran (OR 0.61; 95% CI 0.17 to 2.16) antara 6-12 bulan
pasca tindakan drilling ovarium per-laparaskopi dibandingkan 3-6 siklus

pemicu ovulasi menggunakan gonadotropin pada perempuan SOPK yang


resisten terhadap klomifen sitrat. (Evidence Level 1a)
WHO Kelas III
Pada pasien yang mengalami gangguan ovulasi karena kegagalan fungsi
ovarium (WHO kelas III) sampai saat ini tidak ditemukan bukti yang cukup
kuat terhadap pilihan tindakan yang dapat dilakukan. Konseling yang baik
perlu dilakukan pada pasangan yang menderita gangguan ovulasi WHO kelas
III sampai kemungkinan tindakan adopsi anak.
WHO Kelas IV
Pemberian agonis dopamin (bromokriptin atau kabergolin) dapat membuat
pasien hiperprolaktinemia menjadi normoprolaktinemia sehingga gangguan
ovulasi dapat teratasi.
Risiko penggunaan obat kesuburan:
Hamil dengan bayi kembar atau kelipatan lainnya. Obat oral membawa
risiko yang cukup rendah untuk memiliki anak kembar (kurang dari 10
persen), tetapi kemungkinannya meningkat menjadi sekitar 15 sampai 20
persen dengan obat suntik. Umumnya, semakin banyak janin yang yang
dikandung, semakin besar risiko kelahiran prematur, berat badan yang
rendah, dan masalah perkembangan di kemudian hari. Kadang-kadang,
jumlah atau waktu dari obat akan mengalami perubahan dalam upaya untuk
menurunkan risiko kehamilan kembar. Siklus pengobatan dapat dibatalkan
jika dokter mendeteksi perkembangan folikel berlebih (terlalu banyak), yang
dapat mengakibatkan ovulasi lebih dari satu telur.
Mengembangkan pembesaran ovarium. Sindrom stimulasi ovarium
berlebih (OHSS) adalah suatu kondisi yang dapat terjadi akibat penggunaan
obat kesuburan. Dalam respon terhadap pengobatan, ovarium menjadi
terlalu bersemangat. Selain mengembangkan pembesaran ovarium, Anda
mungkin mengalami sakit perut dan distensi, masalah pencernaan, dan
sesak napas. Tanda dan gejala dapat muncul saat anda sedang menjalani
induksi ovulasi atau selama tahap awal kehamilan.
Restorasi kesuburan: Bedah/Operasi
Beberapa prosedur bedah dapat memperbaiki masalah atau meningkatkan
kesuburan wanita. Prosedur ini meliputi:
Penghapusan jaringan. Operasi ini menghilangkan jaringan endometrium
atau perlengketan pelvis dengan laser atau ablasi, yang dapat meningkatkan
peluang untuk mencapai kehamilan.
Tubal reversal surgery (mikroskopis). Setelah seorang wanita telah
menjalani pengikatan tabung untuk kontrasepsi permanen (ligasi tuba),

operasi mungkin sjaa dilakukan untuk menyambung kembali mereka dan


mengembalikan kesuburan. Dokter akan menentukan apakah seorang pasien
yang baik (aman) untuk menjalani operasi.
Operasi tubal. Jika tuba falopi Anda diblokir atau berisi cairan (disebut
hidrosalping), operasi tuba dapat meningkatkan peluang untuk hamil.
OperasilLaparoskopi dilakukan untuk menghilangkan adhesi, melebarkan
tabung atau membuat pembukaan tuba baru. Operasi tuba lebih sukses
ketika bagian tabung yang tersumbat atau menyempit lebih dekat dengan
ovarium daripada rahim. Penyumbatan tuba yang dekat ke rahim mungkin
meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Dalam kasus yang parah ini dan
kasus lain dari penyumbatan atau hidrosalping, penghapusan tabung
(salpingectomy) dapat meningkatkan peluang untuk hamil dengan fertilisasi
in vitro.
Reproduksi bantuan: Fertilisasi in vitro
Teknik yang efektif ini melibatkan prosedur pengambilan telur matang dari
seorang wanita, pemupukan mereka dengan sperma laki-laki dalam sebuah
piring di laboratorium dan transfer embrio dalam rahim tiga sampai lima hari
setelah pembuahan. Fertilisasi in vitro (IVF) sering dianjurkan ketika kedua
tuba falopi tersumbat. Prosedur ini juga banyak digunakan untuk beberapa
kondisi lain, seperti endometriosis, infertilitas yang tidak dapat dijelaskan,
infertilitas serviks, infertilitas laki-laki dan gangguan ovulasi. IVF
meningkatkan peluang anda untuk memiliki anak kembar atau kelipatan lain
jika terdapat lebih dari satu embrio yang ditransfer ke rahim. IVF
membutuhkan tes darah yang sering dan suntikan hormon setiap hari.
Dukungan
Berurusan dengan infertilitas wanita dapat melelahkan secara fisik dan
emosional. Untuk mengatasi kemunduran pemeriksaan dan pengobatan
infertilitas, pertimbangkan pilihan berikut:
Bersiaplah. Ketidakpastian pengujian infertilitas dan perawatan bisa
menjadi sulit dan menimbulkan stres. Tanyakan kepada dokter untuk
menjelaskan langkah-langkah yang ia rencanakan untuk sehingga Anda
dapat mempersiapkan diri. Memahami proses dan langkah selanjutnya akan
mampu mengurangi sedikit kecemasan.
Carilah dukungan. Meskipun infertilitas dapat menjadi masalah yang
sangat pribadi, jangkaulah pasangan, anggota keluarga dekat atau teman
untuk mendapatkan dukungan. Banyak kelompok dukungan online yang
memungkinkan Anda untuk menjaga anonimitas sambil berdiskusi tentang
masalah yang berkaitan dengan infertilitas. Jangan ragu untuk mencari
bantuan profesional jika beban emosional menjadi terlalu berat bagi Anda
atau pasangan Anda.

Olahraga dan makan makanan yang sehat. Menjaga latihan moderat


secara rutin dan diet yang sehat dapat meningkatkan pandangan hidup anda
dan membuat anda tetap fokus untuk menjalani hidup meskipun Anda
memiliki masalah kesuburan.
Pertimbangkan pilihan lain. Tentukan alternatif lain- adopsi, donor sperma
atau sel telur, atau bahkan tidak memiliki anak, sedini mungkin dalam proses
pengobatan infertilitas. Hal ini dapat mengurangi kecemasan selama
perawatan dan kekecewaan jika tidak terjadi pembuahan.
Pencegahan
Ada beberapa cara untuk meningkatkan peluang memiliki kesuburan normal
yang bisa dilakukan wanita, antara lain:
Pertahankan berat badan normal. Wanita kelebihan atau kekurangan berat
badan berada pada peningkatan risiko gangguan ovulasi. Latihan berat dan
intens lebih dari tujuh jam seminggu telah disinyalir efektif untuk
meningkatkan kondisi wanita dengan gangguan ovulasi.
Berhenti merokok. Tembakau memiliki efek negatif pada kesuburan,
kesehatan umum dan kesehatan janin. Jika Anda merokok dan sedang
mempertimbangkan untuk hamil, berhentilah sekarang juga.
Batasi alkohol. Konsumsi alkohol berat, delapan atau lebih minuman
seminggu, dapat menyebabkan penurunan kesuburan.
Mengurangi stres. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa
pasangan yang mengalami stres psikologis memiliki hasil lebih buruk pada
pengobatan infertilitas. Jika bisa, temukan cara untuk mengurangi stres
dalam hidup sebelum mencoba untuk hamil.
Batasi kafein. Potong asupan kafein, kurang dari enam cangkir kopi setiap
hari.