Anda di halaman 1dari 21

Katuranggan Ayam Aduan Menurut Warna

Dikutip dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (oleh Penerbit: Soemodidjojo Mahadewa di
Projo Dalem Ngyogyakarto Hadiningrat, buku asli milik Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat)
dapat disampaikan sebagai berikut:
1.

Wiring Galih, jengger Telon, mata kuning, kaki hitam, jalu bung alang-alang (hitam ujung
keputih-putihan), ekor lebat, sisik melik, ini adalah ayam aduan yang baik, sering mendapat
kemenangan sedangkan yang memelihara sering mendapatkan keberuntungan.

2.

Wiring Kuning, jengger Telon, mata kuning, kaki lontheng (bertaburan sisik warna hitam),
jalu hitam, ekor lebat, ini merupakan ciri ayam aduan yang baik, sering mendapat
kemenangan dan membuat senang pemiliknya.

3.

Wido Cepoko (wido berkaki kuning), jengger telon, kaki dan jalu berwarna kuning, ekor
lebat, sisik mulus (tanpa melik), supit pendek, ini merupakan ciri ayam aduan yang sangat
baik, sering mendapat kemenangan, pemiliknya mendapat keberuntungan dan keselamatan.

4.

Lurik, jengger telon, kepala besar, mata kuning, kaki lontheng, jalu renteng, sisik mulus, ini
adalah ciri ayam aduan yang bagus.

5.

Blorok, jengger telon, jengger telon ataupun wilah, kepala lebar, mata kuning, kaki dan jalu
berwarna hitam, sisik mulus. Ini ayam aduan yang baik, pemiliknya sering mendapat
keberuntungan.

6.

Blorok madu, jengger telon, kepala tebal, mata kuning, kaki warna hijau, jalu canthel, ekor
lebat, ayam seperti ini sering mendapat kemenangan dan pemiliknya mendapat
keberuntungan.

7.

Ayam putih mulus, beraura kehitaman, jengger telon ataupun jengger dlima, ini juga sangat
bagus karena dapat dipakai untuk tumbal ataupun ritual-ritual Kejawen. Namun tidak boleh
untuk ayam aduan.

Ayam Jago Suro


Sebagai pembuka kata dalam membahas dan mengulas Jago Suro, Primbon Betaljemur
Adammakna menegaskan bahwa :
Mulane diarani Jago Suro, sebab yen diadu menangan, matane awas lan arang kejalu, kejaba
yen tarung pada Jago Suro
(Maka dinamakan Jago Suro, sebab bila diadu sering menang, matanya awas dan jarang terkena
jalu, kecuali bila diadu dengan sesama Jago Suro)
Inilah yang disebut Jago Suro menurut Primbon tersebut :
1.

Warna wido cepoko, ekor mubal silap putih, jalu canthel dan jengger telon.

2.

Warna merah, sayap kanan kiri silap putih, paruh atas bagian yang paling atas bulat
memanjang sampai ke ujung (cucuk ndhuwur ndaler ngrante saeler bhs. jawa)

3.

Warna blorok, kaki hitam, jalu bungkus.

4.

Warna lurik, paruh dan kakinya trotol hitam, jalu canthel.

5.

Warna wiring galih, mata jalak, jengger telon, jalu panjang buntu.

6.

Jago apapun warnanya, namun tembolok ada di sebelah kiri juga disebut Jago Suro.

7.

Jago yang lancurnya mencuat ke atas satu ekor, disebut dengan Jago Suro Dhukun.

8.

Jago yang lancurnya mencuat ke atas dua ekor, disebut dengan Jago Suro Temanten.

9.

Jago yang jalunya bertingkat, namanya Jago Suro Tanjungkarang.

10.

Jago yang bila dipegang terus diangkat, di dalamnya terdengar seperti suara air, disebut
Jago Suro Kopyor.

Katuranggan Ayam Aduan Menurut Sisik Kaki


Dikutip dari Kitab Betaljemur Adammakna (oleh Penerbit : Soemodidjojo Mahadewa di Projo
Dalem Ngyogyakarto Hadiningrat, buku asli milik Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat),
mengenai sisik kaki ayam aduan dapat kami sampaikan sebagai berikut :
1.

Sisik jari pamunggul yang paling ujung, baik kanan maupun kiri pecah, disebut
dengan Tanjung Karang, pukulannya dapat membingungkan musuh,

2.

Kedua sisik kaki, baik kanan maupun kiri ubet, dinamakan Nagamangsa, watak
pukulannya hebat, dapat membuat goyah musuh,

3.

Sisik kaki belakang keduanya menghadap ke bawah, disebut Nagatumurun, pukulannya


dapat membuat musuh jadi rabun,

4.

Sisik kedua kaki seperti salak, disebut Nagabanda, pukulannya dapat membuat musuh
terkejut dan lari ketakutan,

5.

Sisik kedua jari manis semuanya pecah, dinamakan Tunggak Winorawan, musuh akan
menyerah sebelum laga berakhir (medhot banyon),

6.

Sisik-sisik di kedua jari banyak yang pecah-pecah, disebut Batukarang, wataknya


membutakan lawan,

7.

Sisik yang ada di kedua jari panunggul sebelah bawah, disebut Baturante, pukulannya
sangat ampuh, dapat membuat goyah musuh,

8.

Sisik yang berada di kedua telapak kaki, dinamakan Batulapak juga disebut dengan
Rajanya ayam. Ayam ini dianugrahi beragam kelebihan, tahan pukulan lawan yang berat,
musuh tidak akan kuat menghadapi pukulannya.

9.

Sisik melik di kedua kaki, tepat pada posisi jalu, disebut Putri Kinurung, kalau memukul
akan membuat musuh goyah,

10.

Sisik yang bersih mulus tanpa melik, dinamakan Satriya Sinekti, ayam yang kuat
menang,

11.

Bulunya ada yang bercabang 3 (siwil = bhs. jawa), disebut Satriya Manekung, wataknya
kuat menang,

12.

Bulu yang ada di dada besar-besar dan kasar, disebut Bimakurda, ayam ini juga termasuk
ayam yang kuat menang,

13.

Sisik kedua kaki ubet, tepat pada posisi jalu, bila warnanya :
Wiring kuning
Wiring galih
Wido
Klawu

: disebut Mas Tinuwuh, ayam bagus


: disebut Mas Sinangling, ayam bagus
: disebut Begononda, ayam bagus
: disebut Basunonda, ayam bagus

CIRI-CIRI, CARA MELATIH, TEKNIK, DAN POLA MAKAN AYAM PETARUNG


BADAN BANTAT
Setiap pelatih selalu menginginkan ayam aduannya memiliki tubuh yang prima. Badan yang
tahan pukul, pukulan yang keras, lompatan yang tinggi dan keunggulan fisik lainnya. Untuk itu
mereka berupaya melatih ayamnya dengan berbagai metode seperti renang, jalan jongkok, jantur,
diputar (mengelilingi ayam lain dalam kurungan) dan metode lainnya.
Seringkali karena porsi latihan yang terlalu berat, otot ayam terbentuk sedemikian rupa mirip
seorang binaraga. Ayam yang terlalu berotot ini memang akan tahan pukul karena tebalnya otot
yang dimiliki terutama otot dada dan paha. Namun kondisi ini juga dibarengi dengan
menurunnya kelincahan ayam. Ayam menjadi kaku, susah bergerak dan jarang mampu
melompat. Dalam pertarungan yang berimbang kekuatan, ayam bantat akan menjadi terlalu pasif,
tidak produktif dan lebih cepat lelah.
Cara yang paling efektif untuk mengatasi badan ayam yang bantat adalah dengan berkipu, atau
mandi dengan pasir atau tanah halus. Ayampun secara alami akan senang melakukannya. Anda
tinggal menyediakan tempat untuk itu, sejengkal tanah yang diberi pasir atau tanah lembut
(debu). Selain itu beri kesempatan ayam untuk bergerak secara bebas pada ruang yang cukup dan
sediakan tempat bertengger agar sering melompat.
LEHER PERKASA
Leher ayam bangkok yang ideal adalah yang memenuhi kriteria antara lain lentur agar mudah
menghindar, kokoh untuk menahan pukulan dan liat sehingga efektif untuk mengunci.
Banyak cara untuk melatih leher ayam, salah satunya dengan rajin mengurut. Selain itu, ketika
ayam memasuki masa uji coba tarung (abar), maka setiap pukulan yang diterima leher secara
alami akan membuat otot leher terbentuk.
Ukuran leher ayam harus proporsional, tidak terlalu panjang dan terlalu pendek. Leher yang
terlalu panjang, akan membuat sulit menghindar dari pukulan lawan. Sebaliknya leher yang
terlalu pendek, akan membuat sulit untuk mengunci (ngalung) lawan. Yang terpenting lagi, selain
memiliki otot leher yang baik, ruas tulang leher juga harus rapat. Ini sangat penting untuk
menawan pukulan ke leher. Banyak kasus ayam KO adalah karena pukulan ke arah leher yang

membuat ruas tulang terbuka sehingga syaraf yang ada di leher terganggu sekaligus cedera
tulang leher.
BADAN BOTOL DAN BADAN BRONGGAL
Ayam bangkok jika dilihat dari depan maupun dari samping memang memiliki penampilan
paling gagah dibanding ayam ras lain. Secara umum badannya terlihat tegap, dengan dada yang
membusung dan otot paha yang kokoh.
Tetapi memilih bentuk badan yang ideal, tidaklah cukup dengan hanya mengamati
penampilannya. Mau tidak mau, badan ayam harus kita pegang untuk mengetahui secara persis
bagaimana bentuk badannya. Cara memegangnya adalah dengan meletakkan tangan di samping
kiri dan kanan badan ayam, kedua jempol bersentuhan di punggung dan dua jari tengah saling
bertemu di dada tepat pada pangkal paha bagian depan. Bentuk ayam yang ideal adalah bulat
memanjang seperti botol dengan bagian dada yang melebar. Bentuk bulat seperti botol ini tidak
tergantung dari ukuran ayam. Baik ayam berpostur kecil maupun besar, tetap pegangannya akan
terasa enak. Ayam yang pegangannya enak, biasanya akan memiliki teknik bertarung yang baik
dan gerakan yang bagus.
Dalam kasus tertentu, ada juga bentuk badan ayam yang menonjol pada tulang dada bawah
sehingga pegangannya jadi mengganjal dan tidak nyaman. Ayam ini disebut denganayam
bronggal. Sebenarnya teknik tarung ayam bronggal tidak selalu jelek, dalam beberapa kasus
malah punya kecenderungan pukulan yang keras dan tahan pukul. Tetapi ayam bronggal jelas
memiliki kerugian dalam hal gandeng. Karena pegangannya yang besar, seringkali harus
menghadapi lawan yang ukurannya di atasnya tetapi jatuhnya pegangan sama. Selain itu bentuk
badan bronggal juga membuat ayam relatif kalah gesit.
Badan bronggal adalah faktor genetik. Cara untuk menghindarinya adalah dengan mengawinkan
jago bronggal yang memiliki teknik tarung berkualitas dengan babon yang berbadan botol
sempurna dan ramping. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat tenggeran
untuk tidur bagi anak-anak ayam yang sejak kecil sudah bisa diidentifikasi akan berbadan
bronggal. Cara tidur yang bertengger akan membuat tulang dada bawah bersentuhan dengan
tenggeran yang akan membuatnya tidak terlalu berkembang menonjol.
POLA PERTARUNGAN

Di antara binatang lain, ayam memiliki keunikan dalam pertarungan. Dua ekor ayam yang
berhadapan, tidak serta merta berkelahi begitu saja. Ada tiga tahap dalam pertarungan ayam,
yaitu: tahap penjajagan (abar), tahap pertarungan, dan tahap penyelesaian.
Tahap Penjajagan (Abar)
Pertama kali berhadapan, dua ekor ayam yang bertarung akan melakukan tahap penjajagan. Pada
tahap ini dua ayam akan saling menyerang tapi sama-sama menjaga jarak. Pertarungapun lebih
sering terjadi di udara yaitu dua ayam sama-sama melompat kemudian melepaskan pukulan ke
depan, sehingga sering terjadi benturan dengan kaki lawan. Tahap ini digunakan oleh ayam untuk
saling mengukur tenaga dan kecepatan lawan. Lama tahap penjajagan ini bervariasi, jika sudah
merasa cukup maka seperti sepakat dua ayam yang bertarung akan mengubah ke pertarungan
yang sesungguhnya.
Tahap Pertarungan
Pada tahap ini, dua ekor ayam akan bertarung pada jarak dekat dengan berusaha saling membelit
atau menumpangkan leher di atas leher lawan. Teknik tarung ayam baru akan kelihatan pada
tahap ini. Dua ayam akan saling menyerang dengan pola tarung masing-masing, saling tukar
pukulan dan jarang sekali terjadi adu kaki seperti tahap abar. Tahap ini adalah pertarungan yang
sesungguhnya dan bisa berlangsung lama jika kedua ayam berimbang.
Tahap Penyelesaian
Pada saat kedua fisik ayam sudah sama-sama melemah, maka pertarungan akan berlangsung
lebih lambat dan terlihat kedua ayam mencoba memukul secara efisien. Yang terlihat adalah dua
ayam saling menumpangkan leher dengan gerakan lambat sambil bergerak memutar ke kiri dan
kanan. Jika kedua ayam bertarung secara berimbang pada babak sebelumnya, maka pada tahap
inilah betul-betul teruji seorang ayam petarung yang sempurna. Pada tahap ini secara umum akan
menjadi penentu siapa yang lebih kuat. Seekor ayam petarung yang baik biasanya memiliki
simpanan pukulan mematikan pada tahap ini. Namun ada juga ayam yang menguasai
pertarungan tapi tidak memiliki pukulan mematikan. Bisa terjadi meskipun lawan sudah tidak
mampu membalas, namun karena tidak punya pukulan mematikan pertarungan berakhir dengan
draw.

Tiga tahap tersebut adalah tahap normal. Jika ayam memiliki killing punch yang baik, dengan
taji maupun pukul, pertarungan bisa berakhir pada tahap mana saja.
MENGATASI AYAM LERES (JATUH MENTAL)
Ayam leres (jatuh mental) adalah salah satu masalah besar bagi para pemilik ayam aduan. Leres
atau jatuh mental adalah suatu kondisi ketika ayam menjadi tidak percaya diri dan tidak memiliki
keberanian bertarung. Jika beranipun biasanya akan segera lari begitu merasakan sakit. Ayam
leres bisa karena beberapa kondisi: (1) trauma kekalahan, (2) shock karena takut atau kaget, dan
(3) keturunan (genetik)
Trauma kekalahan
Ayam jago yang pernah kalah, apalagi kalah telak, bisa mengalami kondisi leres atau jatuh
mental. Karena rasa sakit yang diderita, ayam akan merasa takut berkelahi dan tidak memiliki
hati atau keberanian terhadap ayam lain.
Shock karena takut atau kaget
Ayam jago juga bisa mengalami leres karena takut atau kaget. Leres karena takut bisa terjadi jika
ayam mengalami kejadian dikejar binatang yang lebih besar, misal anjing. Sedang leres karena
kaget biasanya terjadi karena kejadian yang begitu tiba-tiba dan mengagetkan misalnya
kejatuhan dahan pohon atau ada kendaraan yang hampir menabraknya. Jika kejadian tersebut
memang amat menakutkan atau mengagetkan bagi si ayam, akan dapat membuat hati ayam
menjadi kecil dan tidak memiliki keberanian bertarung.
Keturunan (genetik)
Leres bisa juga karena keturunan. Ada ayam-ayam tertentu yang memiliki kecenderungan hati
yang lemah. Ayam-ayam seperti ini, meskipun memiliki teknik tarung dan postur yang baik,
biasanya bernyali kecil dan begitu merasa sakit atau terkena pukulan keras akan lari.
Menyembuhkan ayam leres bukanlah pekerjaan mudah. Perlu waktu lama dan kesabaran dalam
proses. Kegagalan dalam penanganan akan membuat proses harus dimulai dari awal atau malah
kehilangan peluang sama sekali.
Berikut adalah kiat-kiat untuk menyembuhkan ayam leres:

Fase 1, biarkan ayam jago yang leres berkumpul dengan ayam-ayam betina saja. Bisa juga kalau
dicampur dengan ayam-ayam yang masih kecil, yang tidak mungkin memiliki keberanian
berkelahi dengan si pasien. Lakukan ini antara 2 minggu sampai satu bulan, atau sampai anda
yakin ayam tersebut mulai memiliki kepercayaan diri. Selama proses ini jangan sampai ada jago
lain (meskipun lebih lemah) yang masuk ke wilayahnya. Yang perlu diperhatikan, area
penyembuhan ini juga benar-benar bebas dari intimidasi ayam jago lain, misal masih ada ayam
jago lain yang terlihat oleh ayam jago yang leres meskipun areanya dibatasi. Bahkan meskipun
tidak bisa melihat tapi suara kokok yang terlalu keras karena tempat yang berdekatan, bisa
membuat penyembuhan mentalnya berjalan lambat.
Fase 2, setelah melewati fase 1 dengan baik, tahap berikutnya adalah dengan memasukkan ayamayam lancur yang mulai berani kokok tapi belum memiliki keberanian bertarung. Keberadaan
ayam-ayam lancur yang secara fisik sudah besar tapi tidak berani berkelahi ini, akan membuat
ayam leres menjadi lebih percaya diri. Ia akan cenderung mengejar dan mengintimidasi ayamayam muda tersebut.
Fase 3, adalah fase uji coba mental. Setelah anda yakin fase 2 terlampaui dengan baik, anda bisa
mencoba mengadu ayam tersebut dengan ayam lain yang sudah pasti kalah. Bisa ayam yang
lebih muda dan lemah atau ayam kampung yang fisiknya lebih lemah. Kemenangan terhadap
ayam-ayam musuhnya tersebut sangat mempengaruhi kepercayaan dirinya. Lakukan berulang
kali dengan ayam-ayam lain yang lebih lemah sampai benar-benar kepercayaan dirinya pulih.
Jika fase 3 ini sudah dilakukan dengan baik, maka yang anda perlu lakukan tinggal menyiapkan
fisiknya secara baik untuk pertarungan yang sesungguhnya. Banyak orang yang berpendapat
bahwa ayam leres tidak dapat diambil keturunannya lagi karena rasa penakutnya akan turun ke
anak-anaknya kelak. Pendapatnya ini nampaknya tidak benar. Ayam leres dapat saja diambil
keturunannya, kecuali ayam leres yang memang karena garis keturunan.
JURUS-JURUS BERTARUNG
Ayam petarung, terutama ayam bangkok memiliki ragam teknik bertarung yang bervariasi.
Seorang pelatih tidak bisa mengubah teknik bertarung ayamnya. Yang bisa dilakukan adalah
meningkatkan daya tahan tubuh, memperpanjang nafas dan mengeraskan pukulan.
Beberapa ragam teknik bertarung antara lain:

KONTROL
Teknik ini adalah teknik bertarung yang paling polos. Ayam cenderung tidak berusaha mencari
peluang alternatif untuk memukul lawan, tetapi hanya berusaha agar posisi kepala tegak dan ada
di atas kepala lawan, mematuk lalu melepaskan pukulan. Keunggulan teknik ini adalah lebih
hemat dalam energi sehingga nafas bisa bertahan lebih lama.
SOLAH
Teknik ini adalah yang paling liar dan paling memakan energi. Ayam bertipe solah akan terus
bergerak dengan amat bervariasi. Dia seolah hendak melakukan satu teknik ngalung, tapi tidak
bersungguh dan lama, segera mengubah gerakan dari kiri ke kanan dan sebaliknya lalu segera
disusul dengan gerakan atau percobaan pukulan lain. Ayam solah biasanya amat memukau, tetapi
teknik ini amat menguras energi dan umumnya ayam solah kurang memiliki ketahanan badan.
PRANGGAL
Teknik ini adalah memukul tanpa mematuk lawan. Teknik pranggal memiliki kelebihan
dibanding dengan teknik lain karena pukulan bisa dilepaskan dengan seketika tanpa perlu sebuah
pegangan seperti teknik lain. Dalam teknik lainnya, ayam harus mematuk, menggigit lalu
memukul dengan kedua kaki.
MULAR
Ini adalah teknik tarung dengan lari dan jaga jarak. Ayam berteknik mular akan menjauh dari
lawannya ketika terdesak atau sulit memukul. Ketika lawannya mengejar di belakang, secara
tiba-tiba ia bisa berbalik dan melepaskan pukulan ketika lawannya belum siap. Ayam mular
umumnya memiliki pergerakan kaki yang baik serta nafas yang tahan lama.
NGALUNG
Teknik ini adalah merengkuh leher lawan dan menguncinya, seolah mengalungi. Dengan teknik
ini maka lawan akan kesulitan memukul, mati langkah dan selanjutnya bisa dipukul tanpa
mampu menghindar. Ayam ngalung umumnya memiliki urat leher yang bagus serta struktur
tulang leher yang rapat. Tanpa memukulpun ayam ngalung bisa membuat lawan frustasi.
NGGANDUL
Teknik ini mirip dengan ngalung tetapi gerakan leher lebih menumpang dibanding merengkuh
sehingga lawan juga akan menanggung beban karena ditumpangi.

NYAYAP
Teknik ini adalah kepala masuk ke sayap lawan, keluar dari ketiak dan setelah posisi
memungkinkan akan melepaskan pukulan ke arah kepala. Efek teknik nyayap, selain pukulan ke
kepala, juga akan menyakiti bahu dan sayap lawan karena dipaksa untuk renggang dari badan.
DONGKRAK
Teknik ini dilakukan dengan masuk di antara kaki lawan, ambil nafas dan mencari posisi, lalu
dengan sekuat tenaga berusaha muncul dari arah ekor lawan sehingga badan lawan akan
terangkat (didongkrak). Ketika lawan sedang berusaha menguasai keseimbangan, maka lawan
dapat dipukul pada berbagai sasaran dari arah belakang.
DOBRAK
Teknik ini agak langka, ayam biasanya akan masuk di antara dua kaki lawan lalu mematuk paha
dan memukul badan bagian bawah. Serangan ini sulit diantisipasi dan biasanya lawan akan
kesakitan dan sulit membalas karena posisi musuh selalu di bawah.
Pada beberapa daerah nama-nama teknik ini bisa berbeda-beda. Secara umum, seekor ayam
petarung akan memiliki salah satu teknik dominan sejak lahir. Satu atau dua teknik yang lain
mungkin untuk dimiliki sebagai kelebihan tapi sangat mustahil bagi seekor ayam untuk memiliki
semua teknik bertarung.
Melatih Ayam Bangkok I
Tangan kanan memegang bagian tubuh ayam (dada), sedangkan tangan kiri memegang bagian
belakang (bawah patat). Dalam posisi berjongkok, kita lemparkan ayam tersebut ke udara.
Karena lemparan itu, kedua sayap akan berkelebat, kedua kakinya bergerak seperti menghantam
sesuatu dan hampir semua otot meregang. Ketika mendarat di tanah, kedua kaki tersebut dalam
posisi siaga kembali.
Latihan ini dapat dilakukan secara bertahap, mula-mula cukup 5 kali lemparan saja, kemudian
frekuensinya ditingkatkan menjadi 10 kali pada hari berikutnya, dan demikian seterusnya. Bila
sudah terbiasa, kita dapat melemparkan ayam sebanyak 40-50 kali setiap hari.
Dengan cara demikian akan membuat ayam mempunyai otot dan tulang yang kokoh. Karena
gerakan tersebut membutuhkan energi dan stamina yang tinggi, maka ayam yang sudah terbiasa

akan mepunyai ketahanan fisik yang lebih baik. Namun kita tidak boleh melempar terlalu tinggi
sebab dapat berakibat patah kaki atau ayam mengalami stress.
Melatih Ayam Bangkok II
Secara hati-hati, dalam posisi setengah membungkuk kita pegang pangkal ekor, yakni daerah
perbatasan antara punggung dengan kelenjar uropigial (brutu). Dengan gerakan lembut, pangkal
ekor kita angkat sehingga seluruh tubuh ayam akan bergerak secara bebas. Latihan ini sangat
berguna untuk mengembangkan kemampuan otot sayap, paha, kaki, pernapasan, urat saraf dan
sebagainya. Sama seperti latihan sebelumnya, kita tidak boleh terlalu tinggi ketika mengangkat
ayam, karena dapat menyebabkan stres. Jarak pengangkatan yang ideal kira-kira 1 meter dari
tanah.
Setelah sekian lama ayam bergerak bebas ketika diangkat, pangkal ekor kita lepaskan sehingga
ayam akan mendarat ditanah. Untuk tahap pertama, pengangkatan cukup setengah menit dahulu.
Apabila sudah terbiasa dapat ditingkatkan menjadi 1-2 menit. Jika ayam benar-benar sudah
terbiasa, maka kita dapat melakukannya setiap hari selama 5 menit.
Rawatan Gelanggang: Part 01 Phisik
Menurunkan ayam ke gelanggan adalah hal yang paling penting untuk mengukur sejauh mana
hasil ternakan ataupun hasil rawatan kita pada ayam selama ini. Akan tetapi turun gelanggang
juga menjadi momok bagi kebanyakan penggemar karena disinilah nama dan ayam bangkok
yang kita miliki sesungguhnya di ukur sejauh mana kualitas dan ketahanannya. Dan inilah yang
membuat kebanyakan penggemar selalu ragu untuk turun ke gelanggang.
Menurunkan ayam bangkok ke gelanggang bukanlah suatu hal yang mudah. Karena ayam harus
benar-benar dalam kondisi yang prima baik dari sisi mental, daya tahan, tenaga, kecepatan dan
faktor penting lainnya. Karena bila tidak, tak jarang turun ke gelanggang hanya membuat kita
mengorbankan ayam yang kita miliki dan tak jarang penggemar yang pulang dari gelanggang
harus membawa muka merah akibat kekalahan yang diterima. Sehingga kapanpun kita
memutuskan untuk turun gelanggan, maka segala sesuatunya harus siap, baik untuk ayam
maupun kita sendiri. Karena apapun ceritanya, sebagus manapun rawatan ayam yang telah kita
lakukan, yang namanya Ayam akan tetap kalah sama Ayam. Dan sampai sekarang tidak ada yang
bisa menjamin kalau ayam yang kita miliki akan selalu menang di gelanggang.

Disini kami akan mencoba untuk men-share sedikit tips untuk mempersiapkan ayam yang akan
diturunkan ke gelanggang, khususnya di dalam melakukan latihan phisik.
Persiapan Phisik Ayam
Ayam yang akan turun ke gelanggan, biasanya kami berikan training minimal selama 30 hari
penuh. Beberapa training yang kami lakukan setiap harinya yaitu:
Memberikan sedikit senam pada ayam di pagi hari (antara Jam 8-9 pagi) untuk melatih dan
melenturkan otot2. Training2 yang dapat dilakukan antar lain:
Senaman leher, dengan cara memutar leher ayam dengan tangan kearah kiri dan kanan sebanyak
masing2 30 putaran Putaran jangan dilakukan terlalu cepat, lakukan kira2 1 detik per putaran.
Fungsi senaman leher adalah melatih otot2 leher agar lebih lentur sewaktu menekuk leher lawan
ataupun mencari kepala lawan untuk dipukul.
Senaman badan, dengan cara memutar badan ayam kearah kiri dan kanan masing2 30 putaran.
Ayam diputar dengan cara memasukkan tangan kita ke salah satu celah sayap ayam dan
memutarnya secara perlahan (putaran kanan tangan di sayap kir, dan sebaliknya). Fungsi
senaman badan adalah untuk membiasakan ayam melakukan putaran saat bertarung, khususnya
posisi kaki2 dan badan. Senaman sayap + kaki, dengan cara mengangkat ayam pada dada dengan
menggunakan telapan tangan. Ayam akan terlihat seakan-akan memberikan pukulan kaki ke
lawan di depannya sekaligus mengepakkan sayapnya. latihan ini dapat diberikan 30 kali.
Senaman kaki, dengan cara menekang punggung ayam ke arah bawah sambil mendorongnya ke
arah depan. Latihan ini biasa disebut dengan push-up ayam. latihan juga dapat diberikan 30 kali
setiap harinya.
Senaman sayap, dengan cara menjantur ayam. Dalam menjantur ayam, jangan sekali2 melakukan
janturan secara statis, maksudnya ekor ayam dipegang trus menerus di atas sampai beberapa
detik. Janturan statis hanya akan membuat kerusakan pada ekor ayam dan tak jaran
menyebabkan kerusakan pada pinggang ayam. Janturan yang lebih bagus akan Janturan ikutan.
Dimana ayam diangkat setinggi2nya dengan kedua tangan, satu tangan memegang dada ayam
dan satunya lagi memegang ekor di dekat panggal. Kemudian tangan di dada ayam di lepas
sambil tangan satunya yang memegang pangkal ekor ikut turun kebawah searah dengan jatuhnya
ayam. Latihan ini dapat dilakukan 5-10 kali.

Senaman di atas sudahlah cukup di pagi harinya dan biasanya akan memakan waktu 5-10 menit
untuk menyelesaikan seluruh senaman tersebut. Setelah ayam mendapat senaman2, maka ayam
kita lepaskan sebentar untuk melemaskan kembali otot2nya sekitar 5 menit, kemudian langsung
bisa dimandikan dan dijemur di panas pagi hari. Memandikan ayam tidak perlu terlalu basah, ini
hanyalah untuk menyegarkan ayam setelah memperoleh senaman.Ayam dijemur jangan terlalu
lama, 15 menit waktu penjemuran sudahlah cukup. Dan setelah dijemur, ayam bisa dilepas
kembali ataupun dimasukkan ke kandang umbaran sampai siang hari. Dan di siang hari ayam
diistirahatkan di kandang tidurnya, kalau istilah kami diberikan Bobok Siang. Setelah
memperoleh Bobok Siang, di sore hari di pukul 16.00-17.00 ayam kembali kita beri training.
Training yang akan kita berikan adalah Training Lari yang dapat dilakukan melalui lari
kurung/songkok (sorry kalo istilahnya beda di kota lain, yang saya pakai adalah istilah medan
hehehe). Untuk lari kurung, alat bantu yang kita perlukan yaitu sepasang kurunan ukuran besar
dan kecil dan 1 ekor ayam pejantan lainnya. ayam jantan lainnya di letakkan di dalam kurungan
kecil, kemudian ditutup kembali dengan kurungan besar sehingga terdapat jarak sekitar 10cm.
Kemudian ayam yang akan kita latih dilepaskan di luar kurungan besar. Bila kita lakukan hal ini,
maka ayam yang menerima latihan akan mencoba untuk bertarung dengan ayam yang terletak di
dalam kurungan kecil. Dan karena adanya jarak antar kurung kecil dan besar, maka ayam akan
trus mencari2 celah untuk bertarung yang akhirnya membuatnya berlari trus menerus
mengelilingi kurungan besar. Lari ayam akan dimulai perlahan dan semakin cepat sejalan dengan
semangatnya untuk bertarung. Latihan ini bisa kita lakukan 15-30 menit setiap harinya.
Setelah memperoleh latihan lari, ayam kembali kita lepaskan 5 menitan untuk melemaskan
otot2nya. Dan setelah itu ayam akan kita berikan vitamin dan suplemen yang akan kami jelaskan
pada tulisan berikutnya. Hal yang perlu diingat, jangan terlalu memaksakan latihan/senaman
ayam. latihan/senaman di atas dapat ditingkatkan jumlahnya sejalan dengan perjalanan latihan
dari hari ke harinya.
Rawatan Gelanggang: Part 02 Mental
Setelah sehari-melakukan rawatan Phisik ayam seperti pada tulisan kami sebelumnya (Rawatan
Gelanggang: Part 01 Phisik), maka training yang selanjutnya harus kita lakukan adalah
memperkuat mental dan pengalaman tarung ayam. Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan
adalah dengan menjajal ayam dengan untulan ataupun ayam bangkok lainnya. Latihan ini sangat

diperlukan oleh ayam bangkok yang akan diturunkan ke gelanggang untuk memperkuat mental
dan memberikan pengalaman tarung yang lebih padanya.
Dalam waktu 30 hari, semakin banyak latihan jajal yang kita lakukan maka semakin baik hasil
yang akan kita peroleh. Jajal bisa dilakukan 5 kali sehari, dan paling sedikit adalah 7 hari sekali,
sehingga dalam waktu training 30 hari, ayam akan menerima minimal 4-7 kali latihan tarung.
Jajalan yang biasa kami lakukan adalah di sore hari di pukul 16.00-17.00, dan bila ayam
memperoleh latihan jajal, maka latihan lari tidaklah perlu dilakukan. di Jajalan pertama, tidak
perlu dilakukan terlalu lama, biasanya hanya 1 ronde (10 menit) dan inipun dilakukan dengan
membungkus paruh dan jalu ayam baik untuk ayam yang akan dilatih maupun lawan tandingnya.
Tujuan membungkus paruh dan jalu ayam selain untuk menghindari terjadinya luka pada ayam
yang akan dilatih adalah untuk meningkatkan emosi ayam bila bertarung. Paruh dan jalu yang
dibungkus akan membuat ayam susah untuk melakukan pukulan dan kebanyakan hanya
mengeluarkan teknik2 yang memberikan banyak gerakan cepat sehingga sangat bagus untuk
otot2 ayam. Sampai dengan jajal ke-2, kita tetap membungkus paruh dan jalu ayam dan jajal
dilakukan sama selama 10 menit.
Di jajal ke-3 sampai ke-4, paruh dan jalu masih dalam keadaan terbungkus, akan tetapi durasi
jajal ditingkatkan menjadi 2 ronde (210 menit).
Di jajal ke-5, latihan mulai mencapai puncaknya dan jajal kita lakukan tetap 310 menit, dan
disini, paruh dan jalu ayam yang akan kita latih tidak akan kita bungkus, akan tetapi paruh dan
jalu lawan masih dalam kondisi dibungkus. Di jajal ke-5 ini, akan terlihat perbedaan dan
peningkatan gaya, kecepatan dan pengalaman tarung ayam yang sedang kita latih. Biarkan dia
sesuka dan sesenangnya melakukan pukulan2 ke arah lawan yang kondisi paruh dan jalunya
terbungkus, sehingga disinilah akan mulai membentuk mental tarung yang sepenuhnya. Mental
dan Rasa percaya diri ayam akan meningkat dengan baik karena terus-terusan bisa memukul
lawan dengan mudah. Walaupun terkesan seperti menyiksa lawan tarung, akan tetapi hal ini
sangat diperlukan bagi ayam yang kita latih. Di jajal ke-5 ini, bisa kita pastikan, kalau memang
ayam yang kita latih adalah tipe ayam pukul, maka rata2 pukulannya akan mengenai tempat2
vital lawan. Dan bila ayam tersebut adalah tipe jalu, maka minimal di 5 menit pertama, beberapa
tikaman sudah tersarang ke lawan tarungnya, dan bila tidak ada satupun tikaman jalu yang
tersarang, berarti ayam yang kita latih bukan tipe ayam jalu dan sebaiknya jalu yang dimilikinya

kita potong sajakarena akan merugikannya bila di gelanggang harus bertemu dengan lawan lain
yang memiliki jalu.
Di jajal ke-6, latihan sudah masuk ke tahap seperti aslinya. Paruh lawan tarung sudah tidak
dibungkus lagi, akan tetapi jalu lawan tetap kita bungkus untuk menghindari luka serius pada
ayam yang kita latih. Jajal ke-9 tetap selama 310 menit. Di jajal ini ayam yang kita latih akan
merasakan bagaimana menerima patukan2 dan banyak pukulan dari lawan. Dan yang pasti ayam
yang kita latih akan mengalami pendarahan disekitar mukanya akibat patukan. Hal yang kita
harapkan adalah, semakin banyak patukan dan darah di mukanya, maka semakin tinggi semangat
dan mental tarungnya. Hal ini karena ada sedikit mitos tentang ayam bangkok, bawah semakin
banyak darah yang dikeluarkannya maka akan semakin tinggi pula semangat tarungnya (but who
knows.).
Setelah jajal ke-6 adalah saatnya untuk istirahat minimal selama 5 hari untuk menyembuhkan
luka dan mengembalikan tenaganya. Ayam tidak perlu menerima latihan lari di sore hari akan
tetapi senaman pagi tetap kita lakukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan yang
terlalu tinggi pada ayam. Bila di jajal
ke-9 ayam mengalami banyak luka di bagian muka, maka pengobatan harus dilakukan agar luka2
cepat kering dan sembuh. Bekas-bekas luka yang timbul secara tidak langsung memberikan nilai
lebih bagi ayam, karena kulit2 mukanya akan semakin tebal dan lebih tidak mudah untuk terluka.
Setelah masa istirahat dan penyembuhan luka selesai, maka jajal ke-7 (terakhir) bisa kita
lakukan. Bagi kami, jajalan ini adalah yang terakhir sebelum ayam dapat turun ke gelanggang.
Jajalan dilakukan full 510 menit ataupun sampai lawannya lari, akan tetapi diusahakan untuk
mencari lawan tarung yang memiliki mental yang cukup kuat sehingga dapat menyelesaikan
maksimal tarung 510 menit.
Di jajal ke-7 ini, ayam yang kita latih harus mampu menyelesaikan 510 menit durasi tarung,
bila ternyata ayam tidak mampu dan dironde ke 4 atau ke-5 tenaga ayam habis dan tidak bisa
memukul lagi, maka jajal kita stop dan berarti ayam yang kita latih belum siap untuk turun ke
gelanggang. Ayam yang siap ke gelanggang adalah ayam harus mampu menyelesaikan durasi
tarung minimal 510 menit.
Hal yang perlu diingat bahwa, sebisanya lawan2 tanding yang diperoleh ayam yang kita latih
memiliki teknik tarung yang berbeda-beda sehingga pengalaman yang akan diperolehnya pun

akan semakin banyak. Akhir kata, semakin banyak jajal yang diterima ayam yang kita latih,
maka akan semakin kuat mental dan pengelaman tarung yang diperolehnya. Akan tetapi semua
jajalan yang kita lakukan tetaplah harus memperhatikan unsur kehati-hatian, karena kalau tidak,
tak jarang upaya latihan yang telah kita berikan hanyalah sia-sia belaka.
Rawatan Gelanggang: Part 03 Pola Makan
Setelah sehari-melakukan rawatan Phisik dan Mental ayam seperti pada tulisan kami sebelumnya
(Rawatan Gelanggang: Part 01 Phisik, Rawatan Gelanggang: Part 02 Mental), maka
perawatan yang terpenting lainnya adalah menjaga pola makan dan suplemen yang akan kita
berikan ke ayam. Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur
dan disiplin, sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami
kekurangan gizi (sakit kuning).
Makanan Utama
Untuk pemberian makanan utama, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih. Bila
ayam yang dilatih adalah tipe pukul, maka makanan yang diberikan harus lebih banyak
mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot2nya. Kandungan lemak juga
penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan utama yang biasa kami
berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun campuran antara Jagung gabah
dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama diberikan di pagi hari setelah menerima
latihan senaman dan di sore hari setelah menerima latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima
latihan jajal, maka makan sore tidak perlu dilakukan. Untuk tipe ayam jalu, maka Makanan
utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan tetapi tidak perlu mengandung terlalu
banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan kelincahan pukulan sehingga kandungan
karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang kandungan lemak dan protein hanya akan
membuat ayam mengalami peningkatan berat badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu
diperlukan. Makanan yang biasa diberikan adalah gabah rendaman murni ataupun campuran
gabah jagung dengan perbandingan 3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas.
Dalam pemberian makanan utama, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai2 tembolok ayam
sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya, yang bisa diberikan
dengan perbandinga berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai dengan kebutuhannya.
Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali makan bisa diberikan sebanyak

200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan jangan lupa untuk memberikan
ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan.
Makanan/Vitamin Suplemen
Makanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam hari tepat sebelum ayam tidur di
malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan gizi yang diberikan dapat terserap
dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen yang diberikan rutin setiap harinya
adalah sebagai berikut:
Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing2 1 butir. Vitamin yang diberikan
tidak perlu vitamin yang mahal, kami biasa memberikan vitamin keluaran IPI. 1/2 jempol gula
merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat) 1/4 atau 1/2 buah Tomat.
(Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam) 1 Butir telur puyuh bulat yang telah
direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa
diperjarang menjadi 2-3 hari sekali. Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di
malam setelah ayam memperoleh latihan jajal):
1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu)
1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan)
1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam)
Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan
suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak
terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan. Perlu diingat
bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggan, latihan senam dan jajal yang kita
lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola makan dan
suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga keseimbangan
kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang diberikan oleh
penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas sudahlah sangat cukup
bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggan. Dan selain itu faktor biaya perawatan juga
harus menjadi perhatian kita.
Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen akan
sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal dengan

hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke gelanggan
memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan biaya yang kita
keluarkan akan terasa lebih ringan.
Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu
melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar.
Rawatan Gelanggang: Part 04 Penutup
Setelah kita selesai melakukan latihan senaman, latihan jajal serta menjaga pola makan dan
suplemen sehari-hari pada ayam yang kita latih, maka hal yang tetap perlu kita lakukan adalan
melihat sejauh mana perkembangan kemajuan persiapan ayam untuk turun ke gelanggang.
Seluruh latihan dan pola makan yang kita berikan kita harapkan nantinya akan mampu
memberikan hasil yang maksimal sewaktu ayam bertarung di gelanggang yang akhirnya akan
membuahkan kemenangan.
Dan sebagai penutup, hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah memberikan usaha terakhir
sebelum ayam turun di gelanggang. Dan hal ini kita lakukan adalah tepat di malam hari sebelum
ayam turun ke gelanggang. Hal yang kita lakukan dengan memberikan suplemen terakhir bagi
ayam kesayangan kita. Suplemen yang diberikan ditujukan agar ayam mampu mengeluarkan dan
menghasilkan tenaga yang maksimal sewaktu bertarung.
Banyak macam suplemen terakhir yang diberikan sebelum bertarung, akan tetapi hal yang biasa
kami berikan adalah dengan memberikan suntikan suplemen Neurobion cairsebanyak 2-3cc.
Memang ini terkesan seperti memberikan dopping ke ayam, akan tetapi dari pengalaman yang
kami peroleh cukup baik memberikan hasil bagi ayam yang diturunkan ke gelanggang.
Neurobion cair dapat dibeli secara bebas di apotik, dan ini memang diperuntukkan bagi manusia
untuk meningkatkan stamina, dan bagi ayam hal yang sama juga dapat kita peroleh.
Akan tetapi, pemberian suntikan neurobian tidak bisa sembarangan dilakukan, biasanya suntikan
diberikan tepat di malam hari sebelum ayam turun ke gelanggan di besoknya dan diberikan pada
saat ayam benar-benar dalam kondisi tenang, dan biasanya kami berikan tepat saat ayam akan
tidur di malam hari.

Banyak pertanyaan mengapa hal ini harus dilakukan pada saat kondisi ayam sedang tenang dan
saat hampir tidur. jawabannya adalah karena cairan neurobion ataupun sejenis dopping ayam
lainnya akan secara langsung berpengaruh terhadap metabolisme ayam khususnya aliran darah
dan jantung ayam. Sehingga bila diberikan saat ayam sedang aktif, maka lebih cenderung
menyebabkan ayam menjadi semakin aktif bahkan bisa2 tidak tidur semalaman yang
menyebabkan kecapaian di besok harinya. Dan tak jarang menyebabkan efek negatif terhadap
ayam seperti pernafasan yang berat (mulut cengap2) dan bisa2 muka ayam menjadi merah
padam bahkan biru. Sehingga atas alasan inilah mengapa pemberian harus kita lakukan saat
ayam tenang dan hampir tidur sehingga tubuh ayam lebih gampang menyesuaikan
cairan/dopping yang baru disuntikkan padanya.
Perlu diingat bahwa pemberian neurobion ataupun dopping lainnya haruslah sesuai dengan
dosisnya, jangan pernah memberikan suntikan neurobion lebih dari 3cc karena hanyalah efek
negatif yang jadinya akan timbul pada ayam. Dan setelah diberi suntikan, maka sebisa mungkin
ayam harus benar2 bisa kita istirahatkan dan tidur bila ayam menjadi semakin aktif maka bisa
dipastikan besok hari bukanlah waktu yang tepat untuk menurunkannya ke gelanggang
Di pagi hari sebelum ayam kita bawa ke gelanggang, hal terakhir yang biasa kami lakukan
adalah memberikan ayam setengah jempol gula merah lunak dan parutan 1/4 timun dan
diberikan minum secukupnya. Ayam tidak perlu diberikan makan karena masihlah cukup
kandungan gizi dari hasil pemberian kita di hari2 sebelumnya. Dan jangan lupa, pemberian
suplemen vitamin, minyak ikan, telur puyuh, dll harus di stop 1 hari sebelum ayam diturunkan ke
gelanggang.
Akhir kata, setelah seluruh upaya kita memberikan latihan dan menjaga pola makan pada ayam,
hal terakhir yang kita lakukan adalah berharap semoga ayam yang akan kita turunkan ke
gelanggan dapat menang.
Jangan lupa, apapun cerita dan hasilnya, Ayam akan kalah dengan ayam, Kalau memang kita
memutuskan untuk turun ke gelanggang, maka menang atau kalah adalah hal yang biasa dan
harus kita terima. Tapi walaupun gitu, paling tidak kita telah memberikan usaha yang maksimal
pada ayam kesayangan kita.
PERTARUNGAN ANTAR JAWARA

Bagaimana jika ayam bangkok, ayam vietnam dan ayam philipine saling diadu, mana yang akan
menang? Berikut adalah kemungkinan yang bisa terjadi.
Ayam Bangkok vs Ayam Vietnam.
Ayam bangkok sudah pasti unggul dalam hal teknik bertarung. Ayam vietnam, dalam beberapa
kasus, dapat memiliki kelebihan dalam kerasnya pukulan dan ketahanan menerima pukulan.
Secara umum, ayam bangkok memiliki peluang lebih besar untuk menang, terutama untuk tipe
solah, pranggal dan mular. Tetapi jika ayam bangkoknya bertipe kontrol maka kemungkinan
ayam vietnam dapat memenangkan pertarungan karena akan sering terjadi jual beli pukulan.
Ayam Bangkok vs Ayam Philipine.
Ayam bangkok sudah pasti unggul dalam ketahanan badan, postur dan teknik bertarung.
Sedangkan ayam philipine unggul dalam hal kecepatan dan kegesitan bergerak, dan memiliki
kelebihan dalam pergerakan di udara. Jika ayam bangkok berhasil memukul ayam philipine, di
bagian manapun baik kepala maupun badan, baik bertaji maupun tidak, akan berpengaruh berat
pada ayam philipine. Bisa saja sekali pukul ayam philipine langsung KO. Satu-satunya peluang
ayam philipine adalah memukul dengan taji pada bagian mematikan (mata, syaraf di kepala, dan
ruas leher). Pukulan taji di badan ayam bangkok tak akan langsung berpengaruh. Jika taji ayam
philipine tidak tajam, maka pukulan ayam philipine nyaris tak berpengaruh pada ayam bangkok.
Ayam bangkok juga bukan sasaran empuk bagi serangan cepat ayam philipine, karena umumnya
ayam bangkok memiliki teknik menghindar yang baik.
Ayam Philipine vs Ayam Vietnam
Ayam philipine memiliki kelebihan dalam kecepatan gerak dan pertarungan udara, ayam vietnam
memiliki kelebihan dalam kekerasan pukulan dan ketahanan badan. Ini pertarungan yang
memiliki peluang sama untuk menang, tapi sebenarnya kurang menarik untuk dilihat. Jika ayam
philipine bisa dengan cepat mengambil peluang, maka ayam vietnam adalah sasaran yang empuk
untuk tajinya karena umumnya ayam vietnam lebih mengandalkan ketahanan dibanding
kemampuan menghindar. Sebaliknya, jika sekali saja ayam vietnam mampu memukul kepala
ayam philipine, maka bisa langsung KO. Pukulan di badan maupun sayap juga bisa membuat
ayam philipine lemas. Jadi ini adalah soal siapa yang berhasil memukul duluan.
1. Kepala model buah pinang

2. Paruh panjang , tebal dan beralur


3. Leher lurus dan tebal
4. Badan panjang
5. Dada bidang
6. Bahu kuncup
7. Sayap rapat dan panjang
8. Pangkal ekor tebal, besar dan kaku
9. Paha bulat dan pipih (tdk banyak lemak)
10. Ekor lebat dan menyentuh tanah
11. Lutut menekuk
12. Kaki bulat dan kering
13. Jari panjang dan halus