Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TUGAS AKHIR

STUDI VENTILASI KUALITAS DAN KUANTITAS UDARA


BERSIH YANG DIBUTUHKAN PADA TAMBANG BAWAH TANAH
DI UNIT BISNIS PERTAMBANGAN EMAS (UBPE)
PT ANEKA TAMBANG PERSERO TBK PONGKOR
KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT
Diajukan sebagai syarat untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan
Dalam rangka penyusunan Tugas Akhir
Oleh:
ADYTHIA RAMDHANI PRAYOGA SETIANA
12051301

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN MINERAL

POLITEKNIK GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN AGP


BANDUNG
2016

LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL:

STUDI VENTILASI KUALITAS DAN KUANTITAS


UDARA

BERSIH

TAMBANG

YANG

BAWAH

PERTAMBANGAN

DIBUTUHKAN

TANAH

EMAS

DI

(UBPE)

PADA

UNIT

BISNIS

PT

ANEKA

TAMBANG PERSERO TBK PONGKOR KABUPATEN


BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT
Nama
NPM
Program
Program Studi

: Adythia Ramdhani Prayoga Setiana


: 12051301
: Diploma III
: Teknik Pertambangan Mineral

Bandung, Januari 2016


Menyetujui,

Mengetahui,
Direktur Politeknik Geologi dan Pertambangan AGP Bandung

Ir. Dadang Kadarisman, M.M.

PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal
tugas akhir ini dengan baik. Proposal tugas akhir ini dibuat sebagai salah satu syarat
mendapatkan kesempatan untuk melakukan tugas akhir di PT. ANEKA TAMBANG
Tbk.
Dalam proposal tugas akhir ini, penulis berencana mengajukan judul STUDI
VENTILASI

KUALITAS

DAN

KUANTITAS

UDARA

BERSIH

YANG

DIBUTUHKAN PADA TAMBANG BAWAH TANAH.


Adapun judul tugas akhir yang penulis ajukan tersebut dimaksudkan untuk
mengevaluasi Studi Ventilasi Kualitas dan Kuantitas Udara Bersih yang dibutuhkan
pada tambang bawah tanah di PT. ANEKA TAMBANG Tbk.
Penulis menyadari bahwa pada proposal tugas akhir ini terdapat kekurangan,
baik judul maupun isinya. Seandainya topic atau judul yang penulis ajukan tersebut
tidak cocok maka penulis bersedia dan siap apabila diberikan judul lain yang sesuai
dengan situasi dan kondisi yang ada di PT. ANEKA TAMBANG Tbk.
Semoga proposal ini menjadi pertimbangan dari segenap direksi dan karyawan
PT. ANEKA TAMBANG Tbk. Agar penulis dapat melaksanakan masud penulis untuk
melaksanakan kegiatan penelitian (tugas akhir) dan penulis juga menyampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini
sehingga dapat terselesaikan dengan baik.
Bandung, Januari 2016
a.n. Mahasiswa Tugas Akhir
Adythia Ramdhani P. S.
12051301

PROPOSAL TUGAS AKHIR


PT. ANEKA TAMBANG Tbk. UBPE Pongkor Kabupaten Bogor Jawa Barat
I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Industri pertambangan mineral merupakan salah satu bidang industri vital yang

dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi, politik, social, budaya, pertahanan dan


keamanan suatu Negara. Seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki
banyak potensi Sumber Daya Mineral yang melimpah dan mempunyai banyak industri
pertambangan mineral.
Emas (Au) merupakan salah satu bahan galian tambang yang dimiliki Indonesia.
Emas merupakan bahan galian yang tidak dapat diperbaharui keberadaannya.
PT. ANEKA TAMBANG Tbk. adalah salah satu perusahaan yang telah bergerak
dalam bidang pertambangan emas di Provinsi Jawa Barat.
1.2. Rumusan Masalah
Berikut rumusan masalah yang akan dibahas diantaranya :
a. Mengetahui system jaringan ventilasi yang diterapkan pada tambang bawah
tanah PT. ANEKA TAMBANG Tbk. UBPE Pongkor.
b. Mengetahui kendala jaringan ventilasi pada tambang bawah tanah PT. ANEKA
TAMBANG Tbk. Pongkor.
c. Membandingkan jaringan ventilasi pada tambang bawah tanah.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi studi ventilasi yang dibutuhkan
oleh pekerja supaya nyaman saat bekerja.
1.4. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang Lingkup penelitian, meliputi :
a. Lokasi penyelidikan area tambang bawah tanah PT. ANEKA TAMBANG Tbk.
Pongkor.

b. Penelitian dilakukan untuk mempelajari dan membandingkan suhu iklim kerja


tambang bawah tanah.
Namun penentuan kegiatan dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan,
dalam hal ini PT. ANEKA TAMBANG Tbk. terkait dengan kondisi dan kebutuhan di
lapangan nantinya.
1.5. Metode Penelitian
Secara umum, metode peneltian yang digunakan dalam pelaksanaan Tugas Akhir
ini adalah sebagai berikut:
a. Identifikasi Masalah
Menganalisa data untuk menemukan permasalahan teknis yang ada pada saat
pengamatan di lapangan.
b. Mengumpulkan Data
Teknik mengumpulkan data yang dilakukan antara lain :
1) Pengumpulan data primer dengan melakukan studi lapangan
Mengadakan

pengamatan

secara

langsung

ke

perusahaan

yang

bersangkutan untuk mengumpulkan data primer, dengan cara sebagai


berikut :
a) Observasi
Mengadakan pengamatan langsung pada objek yang diteliti dan
mengumpulkan data yang dibutuhkan dapat dipercaya kebenarannya.
b) Wawancara
Menanyakan langsung kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan data
yang diperlukan dalam pengamatan.
2) Pengumpulan data sekunder
Pengumpulan data sekunder bertujuan untuk melengkapi data primer yang
telah didapatkan.
c. Pengolahan Data
Data yang sudah terkumpul diseleksi dan dikelompokkan berdasarkan objek
yang diamati, kemudian dianalisa dan dievaluasi.

d. Menarik Kesimpulan dan Saran


Menyimpulkan pembahasan dari seluruh data dan memberikan saran kepada
perusahaan berdasarkan hasil pengolahan data.
e. Menyusun Laporan
Hasil pengamatan keseluruhan dituangkan dalam bentuk karya tulis berupa
laporan

II. LANDASAN TEORI


2.1. Tambang Bawah Tanah
Sistem tambang bawah tanah adalah kegiatan penambangan yang diterapkan
terhadap endapan-endapan yang sulit dijangkau dari permukaan bumi sehingga ongkos
pengupasan overburden lebih besar dari ongkos produksi, maka tidak akan
menguntungkan apabila ditambang dengan metode tambang terbuka.
Tambang bawah tanah adalah penambangan yang segala kegiatannya dilakukan
dibawah permukaan bumi. Salah satu faktor terpenting dalam penambangan bawah
tanah yaitu sistem ventilasi. Sistem ini harus direncanakan dan dikerjakan dengan
optimal agar kegiatan penambangan berjalan dengan lancar.
2.2. Ventilasi Tambang
Ventilasi tambang bertujuan untuk sirkulasi udara bersih dari permukaan dan
membuang udara kotor ke permukaan, sehingga di dalam tambang akan tercipta kondisi
temperatur tambang yang baik untuk kenyamanan dan kesehatan pekerja.
Teknik pengaliran udara segar ke dalam tambang bawah tanah ada dua macam,
yaitu system ventilasi alam dan system ventilasi buatan. Pada system ventilasi alam,
udara segar akan mengalir secara alamiah kedalam tambang karena perbedaan
temperatur dan tekanan di kedua ujung lubang bukaan yang elevasinya berbeda.
Sedangkan pada system ventilasi buatan, di dalam tambang dilakukan dengan
membuat raise, yaitu lubang bukaan vertical atau agak miring yang terhubung dari level
bawah ke level atas. Selain raise yang berfungsi sebagai saluran untuk memasukkan
udara bersih dan mengeluarkan udara kotor, dipergunakan juga alat bantu hembus dan

hisap yaitu blower / fan (kipas angin) yang dihubungkan dengan saluran udara yang
berbentuk silinder memanjang terbuat dari bahan geotekstil.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam system ventilasi tambang bawah
tanah adalah :
a. Pengaturan kuantitas udara segar yang diperlukan oleh pekerja tambang, agar
diketahui jumlah aliran udara dan pengaturan jaringan ventilasi tambang.
b. Tercapainya temperatur udara yang nyaman bagi para pekerja.
c. Menurunkan konsentrasi gas-gas yang mengganggu (misalnya CO 2), gas
berbahaya (misalnya CH4) dan gas-gas beracun (misalnya CO, NO, NO2).
d. Kapasitas kipas penghembus (blower) dan kipas penghisap (exhaust) agar
dapat diketahui kapasitas udara yang masuk (in pit) dan udara yang dikeluarkan
(out pit).
e. Jarak waktu antara udara masuk (in pit) dan udara keluar (out pit) agar dapat
mengetahui seberapa besar pengaruh selisih antara udara masuk (in pit) dan
udara keluar (out pit) terhadap udara bersih dan udara kotor yang dihasilkan
kipas penghembus (blower) dan kipas penghisap (exhaust).
f. Pengaruh kapasitas kipas penghembus (blower) terhadap kapasitas kipas
penghisap (exhaust).
2.3. Standar Kualitas dan Kuantitas Udara Tambang Bawah Tanah
Komposisi udara segar normal yang dialirkan pada tambang terdiri dari Nitrogen
(N2), Oksigen (O2), Karbondioksida (CO2), Argon (Ar) dan gas lainnya seperti pada
tabel 2.1
Tabel 2.1
Komposisi Udara Segar

Unsur
Nitrogen (N2)

Persen Volume (%)


78,09

Persen Berat (%)


75,53

Oksigen (O2)

20,95

23,14

Karbondioksida (CO2)

0,03

0,046

Argon (Ar), dll

0,93

1,284

III. WAKTU DAN RENCANA KEGIATAN

Adapun waktu pelaksanaan Tugas Akhir ini direncanakan dilakukan selama 3


(tiga) bulan yaitu pada bulan Maret 2016 sampai dengan bulan Mei 2016. Perincian
jadwal rencana tugas akhir dapat dilihat pada tabel 3.1
Tabel 3.1
Rencana Kegiatan

Minggu keNo.
1

Kegiatan

1
0

11

12

Registrasi dan Induksi

K3
Orientasi Lapangan
Pengumpulan data-data

penunjang kegiatan
dan Studi Literatur
Pengamatan dan

pengambilan data

5
6
7

kegiatan di lapangan
Pengolahan Data
Penulisan Laporan
Evaluasi

IV. PESERTA
Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Mineral Politeknik Geologi dan
Pertambangan AGP yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan dalam rangka
Tugas Akhir adalah :
Nama

: ADYTHIA RAMDHANI PRAYOGA SETIANA

NPM

: 12051301

Alamat

: Kampus Politeknik Geologi dan Pertambangan AGP Jalan Sulaksana


No.21 Bandung

Email

: adythiaramdhani@gmail.com

Tlp/HP

: (022) 6625750 / 08170212210

V. PENUTUP
Demikianlah usulan proposal kegiatan Tugas Akhir yang akan dilaksanakan di PT.
ANEKA TAMBANG Tbk. semoga usulan kegiatan ini mendapat sambutan yang baik

dari pihak perusahaan. Dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki, maka penulis
mengharapkan bantuan dan dukungan moril maupun materil dari pihak perusahaan
untuk melancarkan Tugas Akhir ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi
bagi perusahaan dalam pemecahan masalah yang terjadi di lapangan.
Atas perhatian dan kerjasama dari Bapak/Ibu, penulis ucapkan terima kasih.
Bandung, Januari 2016
a.n. Mahasiswa Tugas Akhir

Adythia Ramdhani P. S.
12051301

SISTEMATIKA PENYAJIAN LAPORAN


BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1.2

Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3

Pembatasan Masalah

1.4

Metodologi Penelitian

1.5

Sistematika Penulisan

BAB II TINJAUAN UMUM


2.1

Sejarah Singkat Perusahaan

2.2

Lokasi dan Kesampaian Daerah

2.3

Tata Guna Lahan dan Kependudukan

2.4

Topografi

2.5

Iklim dan Curah Hujan

2.6

Kondisi Geologi

2.7

Urat Emas Pongkor


2.7.1 Urat Pasir Jawa
2.7.2 Urat Ciguha Timur
2.7.3 Urat Ciguha
2.7.4 Urat Kubang Cicau
2.7.5 Urat Ciurug
2.7.6 Urat Pamayonan

2.8

Kegiatan Penambangan
2.8.1

Pengeboran (Drilling)

2.8.2

Peledakan (Blasting)

2.8.3

Penyanggaan (Supporting)

2.8.4

Pemuatan (Loading)

2.8.5

Pengangkutan (Hauling)

2.8.6

Pengisian Ulang Stope (Back Filling)

BAB III TINJAUAN PUSTAKA


3.1

Tambang Bawah Tanah

3.2

Sistem Ventilasi

3.3

Hubungan Ventilasi dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Serta Lingkungan

3.4

3.5

Standar Kualitas dan Kuantitas Udara Tambang Bawah Tanah


3.4.1

Perhitungan Keperluan Udara Segar

3.4.2

Pengendalian Gas-Gas Tambang

3.4.3

Pengendalian Kuantitas Udara Tambang

3.4.4

Iklim Kerja

Psikometri Udara Tambang

BAB IV UJI COBA DI LAPANGAN


4.1

Lokasi Penelitian

4.2

Peralatan Ventilasi dan Alat Ukurnya


4.2.1

Fan

4.2.2

Flexible Duct

4.2.3

Gas Detector

4.2.4

Anemometer

4.2.5

Vaisala

4.2.6

Termometer Ruangan

4.2.7

Distometer

BAB V PEMBAHASAN
5.1

Pemasangan Jaringan Ventilasi

5.2

Kendala Pemasangan Jaringan Ventilasi

5.3

Perhitungan Kebutuhan Udara Tambang Bawah Tanah

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN


6.1

Kesimpulan

6.2

Saran

DAFTAR PUSTAKA