Anda di halaman 1dari 4

Juara Lomba Cerpen Guru

Akhirnyaakhirnyaakhirnyadiumumkan juga para pemenang lomba menulis cerpen


antarguru. Terjawablah sudah (bersambungpulang makan dulu, asam lambung sudah
meningkat membuat godaan makan semakin bertambah selain telpon dari istri yang
mendeklarasikan bahwa menu-menu andalannya sudah siap untuk merayakan acara makan
bersama keluarga dalam tradisi tionghua hari ini)

.
Lanjutan (Jumat, 26 Juni 2015)
Setelah sekian minggu, psikologis para peserta lomba terkoyak-koyak
(mengutip kalimat curhatan nan lebay dari pak Jimi-si empunya PR Terakhir), daftar para
pemenang akhirnya diumumkan pada hari senin, 15 Juni 2015 dalam acara rapat guru.
Berbagai manipulasi psikologis dan permainan kata-kata dalam obrolan live maupun online
berakhir sudah. Saling klaim pemenang sejak cerpen mulai di-vote telah melahirkan banyak
senyum dan tawa cekikikan yang kadang merindingkan bulu kuduk telinga di kantor guru
kini menjadi kenangan dengan cermin pink Dua Sisi Bu Tursih sebagai saksi bisunya.
Lihatlah foto di bawah ini yang diambil jauh hari sebelum pengumuman. Salah satu
manipulasi yang diperankan dengan begitu baik penuh percaya diri untuk mengisi
kekosongan akibat dahaga penantian pengumuman juara yang tidak kunjung tiba.

Merasakan pegang piala juara


Kembali ke beberapa minggu sebelumnya lagi, dikala istirahat siang, di kantor guru dengan
udara yang tidak mau kalah hangat dengan suasana obrolan ringan rekan-rekan guru,
muncullah ide untuk menerbitkan buku kumpulan cerpen karya guru-guru. Bagaikan gayung
bersambut (kenapa harus gayung??? Saya tidak mengerti sampai saat ini), ide ini pun
bersambut. Kenapa tidak kita lombakan saja dulu, supaya lebih termotivasi menulis
cerpennya, suara ngebass Pak Darwin si pengarang Pendidikanku Cita-Citaku.
Bagaikan special effect di film-film, rasanya ada lampu bolam 100 watt yang tiba-tiba
muncul di sebelah kanan atas kepalaku, menyala dan bersinar terang dicampur dengan
senyum manisku yang menampakkan sedikit gigi seri atas. Silauuubukan gigiku yang
silau, tapi lampu 100 watt tadi. Kalau dak percaya, coba dekatkan wajah kalian ke lampu
bolam 100 watt yang sedang menyala. Bukan cuma silau, tapi panas juga pastinya, telur ayam
saja menetas. Jangan tanyakan kenapa panas sebab pertanyaan ini akan memicuku
menjelaskan konsep kerja lampu bolam, hukum kekekalan energi, dan perpindahan kalor
dalam fisika. Intinya, berkat ide dan dukungan bersama, maka terealisasilah lomba menulis
cerpen antarguru yang sempat menjadi trending topik di dunia nyata maupun maya.
Inilah para pemenang lomba kali ini:
1. Juara I: Yosep Jimi, S.Pd. PR Terakhir
2. Juara II: Tursih, S.Pd. Dua Sisi
3. Juara III: Yudhi Astono, S.P. Pak Guru Randy

Juara I Pak Jimi

Juara II Bu Tursih (diwakili oleh Bu Rosita)

Juara III Pak Yudhi

Pembagian piala untuk pemenang sungguhan :)


Selamat bagi teman-teman yang menjadi juara. Ingatlah janji saat kampanye kalau menjadi
pemenang. Buat rekan-rekan guru yang belum masuk tiga besar, keep writing ya! Tetap
cemungud.
Bagi yang ingin membaca cerpen-cerpen yang dilombakan, berikut link beserta nama
pengarang.
Tursih Dua Sisi
Yudhi Pak Guru Randy
Yekho Intervensi Sapi
Agus Ufuk Langit Timur

Rafsanjani Dari Mora Untuk Dunia


Sukma Mereka
Yosep Jimi PR Terakhir
Susanto Senjata Untuk Guru
Damiana Betsy Aku
Darwin Pendidikanku Cita-Citaku
Fahmi DAMI