Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL HEMODIALISA

1. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan
karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan,
kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang tetap mampu
meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakt agar terwujud
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. RSUD Soreang merupakan RS kabupaten
Bandung yang merupakan RS rujukan (PPK 2) yang banyak mendapatkan pasien rujukan
gagal ginjal. Jumlah pasien gagal ginjal yang diterima di RSUD Soreang semakin tahun
semakin meningkat dengan presentase kenaikan setiap tahunnya sebesar .. % .
Pada pasien penyakit ginjal dengan faal ginjal yang menurun atau yang masih tersisa
sudah sangat sedikit sehingga usaha-usaha pengobatan biasa yang berupa diet, pembatasan
minum, obat-obatan dan lain-lain tidak memberi pertolongan yang diharapkan lagi, maka
pasien perlu mendapat pengobatan atau terapi pengganti. Keadaan pasien di mana faal ginjal
sudah menurun, diukur dengan klirens kreatinin (KK) yang tidak lebih dari 15 ml/menit.
Keadaan ini disebut Gagal Ginjal Terminal (GGT).
Hemodialisis (cuci darah) diperlukan jika fungsi ginjal sudah sangat menurun atau
pada keadaan GGT. Pada keadaan ini ginjal tidak dapat lagi menyaring/membuang racun, sisa
pembakaran/metabolisme, mengatur keseimbangan garam maupun cairan di dalam tubuh
pasien. Dengan hemodialisis darah dibersihkan melalui mesin dengan menggunakan dialyzer
(ginjal buatan) dan cairan pembersih khusus. Sewaktu .cuci darah., sisa-sisa racun, sisa
metabolisme dibuang dari tubuh, garam dan cairan diseimbangkan sehingga tubuh menjadi
normal kembali. Pasien dengan gagal ginjal terminal perlu .cuci darah. 2-3 kali per minggu.
Setiap kali cuci darah butuh waktu rata-rata 4 jam. Pengobatan dengan proses hemodialisis
tersebut akan terus dibutuhkan jika pasien tidak menempuh proses pengobatan dengan
cangkok ginjal.

2. Tujuan
a. Meningkatkan kualitas hidup penderita Gagal Ginjal Kronik agar tetap aktif dan
produktif.
b. Memperoleh laba usaha sesuai dengan tujuan misi dan visi, minimal demi
kelangsungan penyelenggara dialysis.

c. Usaha sosial dalam rangka meringankan beban penderita Gagal Ginjal Kronik.

3. Pengertian
Unit dialysis didirikan terutama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup
penderita Gagal Ginjal Kronik agar dapat aktif dan produktif (dan tidak sekedar
memperpanjang hidup).

4. Persyaratan
Dalam melaksanakan pelayanan hemodialisis dibutuhkan beberapa prasarana dan
sarana antara lain:
a. Fasilitas ruangan
1) Ruang Hemodialisis dengan segala perlengkapannya antara lain tempat tidur
pasien, mesin hemodialisis, trolley, timbangan berat badan, meja makanpasien
(overbad table), meja pasien (nakhas), meja perawat, kursi, kulkasobat, lampu
tindakan, tiang infus, lemari obat, kursi, tempat sampah, tempatlinen kotor dan
lain sebagainya.
Demi kenyamanan pasien dan untuk mengusir kebosanan selama berlangsungnya
terapi hemodialisis, umumnya ruang hemodialisis dilengkapi dengan alat
pengatur suhu ruangan (AC) dan perangkat televisi. Lokasi ruang dialisis sebaiknya
berada dekat dengan ruang ICU / UGD dan dekat parkir mobil ( jika dilantai dasar ).

2)
3)
4)
5)

Ruang Konsultasi Dokter.


Ruang Perawat.
Ruang Gudang Penyimpanan Consumable Goods.
Ruang Water Treatment di mana sistem pemurni air yang dipakai adalah Reverse
Osmosis (RO) dengan perangkat seperti tangki air, pompa air, multimedia-filter,
activated carbon, softener, tabung reverse osmosis, ultravioletfilter, bacteria filter
dan lain sebagainya. Sumber air yang dianjurkan adalah air pam. Dan k ebutuhan
air RO adalah sebagai berikut :

- Reuse ( 1 x ) 20 liter / 1 dializer.


- Desinfectan mesin 18 liter / tindakan.
- Tindakan dialysis 180 liter / 6 jam.
6) Ruang reuse dialyzer di mana dialyzer yang sudah dipakai dibersihkan atau
diproses untuk dapat dipakai kembali pada pasien yang sama pada terapi
hemodialisis berikutnya.

7) Ruang Kamar Mandi (Pasien dan Perawat).


b. Kebutuhan ruangan dialysis :
1) Tindakan dialysis (1 mesin + 1 tempat tidur) 3x3 untuk umum dan isolasi
2) Konsultasi dokter / ahli gizi 4 x 4
3) Kepala perawat dialysis 3 x 3
4) Kerja pelaksana perawat ( nurse station ) 3 x 3
5) Reverse Osmosis ( pre treatment dan RO ) 4 x 4
6) Reuse ( otomatis atau manual ) 3 x 3
7) Service mesin 3 x 3
8) Gudang cairan ( konsentrat ) 3 x 3
9) Disposable lainnya 3 x 3
10) Ruang Tunggu pasien dan keluarga sesuai kebutuhan
11) Administrasi 3 x 3
12) Ruang ganti pakaian perawat pria terpisah wanita terpisah3 x 3
13) Toilet pasien , perawat , dokter terpisah. 2 x 2
14) Wastafel ada 1 buah , minimal disetiap 4 mesin .
15) Wastafel ada 1 buah didekat pintu masuk ruang dialysis.
16) Dapur.
17) Ruang makan.
18) Perpustakaan atau ruang pertemuan .
19) Disposal ( alat kotor ). 2 x 2
20) Ruang linen 2 x 2

c. Bahan Habis Pakai (Consumable Goods) yang terdiri dari antara lain:
1) Dialyzer (ginjal buatan) dan blood-lines (selang darah).
2) Pada pasien GGT, hemodialisis dilakukan dengan mengalirkan darahmelalui
selang darah kedalam

dialyzer atau ginjal buatan yang

terdiri dari

duakompartemen. Kompartemen pertama adalah kompartemen darah yangdi


dalamnya mengalir darah dibatasi oleh selaput semipermeable buatandengan
kompartemen kedua berisi cairan untuk hemodialisis atau dialisat.Melalui
membrane inilah proses pembersihan darah pasien berlangsung.
3) Cairan dialisat merupakan cairan dengan komposisi khusus yang dipakaidalam
proses hemodialisis, yang terdiri dari cairan acetate dan bicarbonate.Saat ini yang
lebih

banyak

dipakai

adalah

bicarbonate

dialysis,

hemodialisisdengan

menggunakan cairan bicarbonate karena efek samping pascahemodialisis yang


lebih minimal.
4) Bahan medis lain yang dibutuhkan seperti set infus, cairan infus, spuit,
kapasalkohol, kassa steril, cairan antiseptik (seperti bethadine solution),
powderantibiotic, plester micropore, band-aid (pelekat), verban gulung,
sarungtangan dan lain sebagainya.
d. Peralatan medis yang dapat dipakai ulang antara lain: klem, gunting, piala
ginjal(nierbeken),

thermometer,

alas

perlak,

senter,

tourniquet,

steteskop,

mangkok,gelas ukur, tensimeter, ECG monitor, tabung oksigen, kertas observasi,


statuspasien, apron, masker, bantalan pasir berbagai ukuran dan lain sebagainya.
e. Untuk bahan linen dibutuhkan antara lain: selimut, sprei, sarung bantal,
waslap,handuk kecil, serbet tangan, dan sebagainya lainnya.
f. Untuk perawatan mesin diperlukan cairan desinfectant seperti Sodiumhypochloride
2.5%, Havox/Bayclin 5,25%, Citrosteril 3%, Puristeril 3%, Actril0,7%, Citic Acid
50% (Fresenius Medical Care, 2001).
g. Kebutuhan Listrik :
1) 1 mesin = 11 amper = 2200 watt.
2) Reverse Osmosis ( RO ) = 2200 watt.
3) Lampu ruangan dialysis = (tergantung jumlah pemakaian ).
4) Air Conditioner ( tergantung jumlah AC ).
5) Dispenser air.
6) Kulkas kecil untuk obat obatan.
7) Defibrilator.
8) Sterilisator ( kalau perlu ).
9) Diesel / jenset / U P S .
10) Stabilizer ( listrik yang tidak stabil ).
h. Pembuangan limbah dialysis
Limbah dialysis harus terpisah dengan pembuangan wastafel dan kamar mandi.
Limbah dialysis dapat disatukan dengan air reuse dializer dengan septic tank
tersendiri, terpisah dari septic tank pembuangan air besar (MCK )
i. SDM

a. Harus ada Dokter Nephrolog atau minimal Dokter Internist yang sudah
berpengalaman dibidang dialysis.
b. Jika diperlukan dokter umum, maka dokter tsb pernah mengikuti pelatihan
dialysis minimal 3 bulan dengan standard yang diberikan oleh Pernefri.
c. Perawat dialysis yang bersertifikat terakreditasi. (1 2 perawat untuk menangani
4 mesin dialysis).
d. Tenaga penunjang antara lain : ahli gizi, pekerja sosial, administrasi, pembantu
perawat dan tehnisi .
j. Pasien

Melakukan dialysis pada pasien baru / pertama kali dinyatakan gagal ginjal (first
treatment dialysis) dan hanya menerima dialysis untuk pasien yang sudah dilakukan
secara rutin.
k. Persiapan sebelum dimulai
RO dan mesin.

Pemeriksaan air RO(standard AAMI)

Pengecekan mesin ( test mesin dan alibrasi )

Pemeriksaan kualitas air terhadap :elektrolit (mesin) dan bakteri

Pengecekan alat penunjang ( tensi, timbangan BB, ECG

Inventaris barang yang datang dan akan dipakai

5. Operasional Pelayanan Hemodialisis


Kami lampirkan proposal kerjasama operasional pelayanan hemodialisis Fresnius
Medical Care yang memenuhi kebutuhan kami dalam membangun unit hemodialisis.
6. Penutup
Demikian proposal yang kami ajukan untuk pembangunan unit hemodialisa di RSUD Soreang
guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal
yang semakin tahun semakin meningkat jumlahnya. Besar harapan kami agar Direktur dapat
mempertimbangkan proposal yang kami ajukan. Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima
kasih.

Soreang, 14 Januari 2015


Ka SMF Penyakit Dalam

Dr. Henny K Koesna, Sp. PD


NIP 19590111 198511 2 001