Anda di halaman 1dari 16

Abstrak

Hormon pertumbuhan (Growth Hormon/GH) merupakan hormon yang dikeluarkan oleh hifopisis
anterior. Hormon ini bepengaruh secara langsung terhadap seluruh atau hampir seluruh jaringan tubuh.
Salah satunya ialah hormon pertumbuhan yang mempengaruhi sel hati dan beberapa protein kecil lain
untuk membentuk sebuah protein yang disebut somatomedin, karena efek somatomedin miripdengan
efek insulin terhadap pertumbuhan sehingga disebut juga dengan factor pertumbuhan yang mirip
insulin (IGF). Ada beberapa IGF yang telah dikenal tetapi yang paling penting adalah IGF 1 dan IGF 2
dan akan berperan pada pertumbuhan tulang.Selain yang sudah disebutkan ada beberapa fungsi
hormone pertumbuhan yaituMeningkatkan penguraian lemak, menurunkan penyerapan glukosan oleh
otot,meningkatkan sintesis protein serta metabolisme mineral . Jika terjadi gangguan pada GH maka
akan terjadi dwarfisme (jika kekurangan GH), gigantisme (jika berlebihan GH).
Kata kunci : defisiensi GH, hipotiroid, keterlamabatan pubertas, kelenjar pituitary, perkembangan
prenatal.
Pada

bagian

anterior

pituitaria

ukuran tubuh yang normal dan terlihat lebih

menghasilkan enam hormon peptida, salah

muda dibandingkan anak normal yang sama

satu jenis sel nya yaitu somatotrop yang

usianya.

menghasilkan

atau

Defisiensi GH terjadi pada 4% penderita

growth hormon. GH pada manusia adalah

dengan celah bibir atau celah palatum dan

protein dengan 191 asam amino. Growth

32% di antara mereka juga memiliki perawakan

hormone deficiency (GHD) adalah suatu

pendek

hormon

kelenjar

pertumbuhan

kelainan yang terjadi pada kelenjar hipofisis.


Pada keadaan ini, kelenjar hipofisis tidak dapat

Anamnesis

memproduksi GH (growth hormone) secara

Anamnesis adalah pengambilan data yang

adekuat, sehingga menyebabkan pertumbuhan

dilakukan

yang lebih lambat dari keadaan normal.

serangkaian wawancara. Anamnesis dapat

Pola pertumbuhan anak-anak merupakan hal

langsung dilakukan terhadap pasien (auto-

penting dalam menentukan suatu pertumbuhan

anamanesis) atau terhadap keluarganya

yang normal. Pertumbuhan normal pada anak-

atau pengantarnya (alo-anamnesis).1

anak sekitar 2 inchi per tahun, sedangkan pada


anak-anak

yang

mengalami

GHD

dengan

Identitas:

cara

melakukan

menanyakan

pertumbuhannya kurang dari 2 inchi per tahun.

umur,

jenis

Walaupun jauh lebih kecil dari keadaan normal,

informasi

seorang anak dengan GHD memiliki proporsi

keluarga,dll), dan lain-lain.

nama,

kelamin,

pemberi

(misalnya

pasien,

Keluhan

utama:

pernyataan

dalam bahasa pasien tentang


permasalahan

yang

dihadapinya.
Riwayat penyakit

sedang
sekarang

(RPS): jelaskan penyakitnya, latar


belakang, waktu termasuk kapan
penyakitnya
faktor

apa

dirasakan,
yang

faktor-

Proporsi tubuh harus dievaluasi. Anggota


badan yang relative pendek dibanding panjang
badan

baik

hipotiroidisme jangka panjang atau salah satu


bentuk

kondrodistrofi

seperti

cebol

achondroplastic.2

penyakitnya membaik, memburuk.


Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)
Riwayat Keluarga: umur, status

berat badan. Anak pendek yang berat

keluarga.
Riwayat psychosocial (sosial):

badannya dibawah tinggi seusianya mungkin


sedang mengalami malnutrisi atau penyakit
sistemik. Sebaliknya, anak pendek yang
beratnya

melebihi

menunjukkan

adanya

usia

cenderung

penyakit

endokrin.

stressor (lingkungan kerja atau

Pasien dengan Cushing, defisiensi GH, atau

sekolah, tempat tinggal), faktor

hipotiroidisme sering mempunyai berat badan

resiko

diatas berat yang sesuai tingginya. 2

gaya

hidup

(makan

makanan sembarangan).1

Pada tahun 2006, WHO mengeluarkan sebuah


kurva

Yang terpenting untuk dikaji lagi adalah riwayat


penyakit meliputi berat dan usia gestasi saat
kelahiran, pertumbuhan dan perkembangan
awal masa bayi dan adanya penyakit sistemik.
Penting juga memeriksa ukuran tubuh orang
tua dan saudara sepupu maupun misan dan
juga harus diperhatikan pola pertumbuhan dan
perkembangan pubertas orang tua, saudara
kembar, dan anggota keluarga lainnya. Riwayat
keluarga adanya perkembangan pubertas yang
diagnosis.2

adanya

Penting juga dicatat rasio antara tinggi dan

masalah kesehatan pada anggota

lambat

menunjukkan

membuat

anggota keluarga (hidup, mati) dan

Pemeriksaan Fisik

sangat

berguna

menegakkan

pertumbuhan

standar

yang

menggambarkan pertumbuhan anak umur 0-59


bulan di lingkungan yang diyakini dapat
mendukung pertumbuhan optimal anak. Untuk
membuat kurva

pertumbuhan ini, WHO

melakukan penelitian multisenter pada tahun


1997 sampai 2003 dengan tujuan untuk
menggambarkan pertumbuhan anak yang
hidup di lingkungan yang tidak memiliki faktor
penghambat pertumbuhan. Data dikumpulkan
dari 6 negara yaitu Brazil, Ghana, India,
Norwegia, dan Amerika. Penelitian ini terdiri
atas dua bagian; pertama adalah penelitian
longitudinal (subyek diikuti dari lahir sampai
2

usia 2 tahun); dan kedua adalah penelitian

Tentukan angka yang berada pada

cross-sectional (pada anak usia 1,5 sampai 5

garis horisontal / mendatar pada kurva.

tahun). Panjang badan diukur pada posisi tidur

Garis horisontal pada beberapa kurva

telentang untuk anak usia 0-2 tahun dan

pertumbuhan WHO menggambarkan

setelah usia 2 tahun tinggi badan diukur

umur dan panjang / tinggi badan.


Tentukan angka yang berada pada

sebagai tinggi berdiri.3

garis vertikal/lurus pada kurva. Garis

Penelitian Longitudinal
Pada awal penelitian terdapat 1737
subyek

yang

penelitian,

memenuhi

namun

data

vertikal pada kurva pertumbuhan WHO


menggambarkan panjang/berat badan,

kriteria
yang

digunakan adalah data 882 subyek

(plotted

rekomendasi WHO yaitu mendapat ASI

CARA

menetapkan

untuk

MENGINTERPRETASIKAN

KURVA

menggambarkan median, atau rata

usia 18-71 bulan yang masing-masing

telah

ini

PERTUMBUHAN WHO3
Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO

yang sama dengan subyek penelitian

IDAI

temu

WHO.

bulan. Ibu subyek penelitian tidak

dinilai dalam satu kali pengukuran.

Titik

anak berdasarkan kurva pertumbuhan

makanan tambahan setelah berumur 6

longitudinal. Terdapat 6669 subyek

point).

merupakan gambaran perkembangan

sampai usia 12 bulan dan mendapat

Penelitian cross-sectional
Subyek diambil dari strata demografik

garis

vertikal hingga mendapat titik temu

Subyek diberi makan sesuai dengan

pada

horisontal dengan angka pada garis

yang menyelesaikan penelitian ini.

merokok.3

umur, dan IMT.


Hubungkan angka

rata
Garis yang lain dinamakan garis zscore. Pada kurva pertumbuhan WHO

garis ini diberi angka positif (1, 2, 3)


atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang

skrining

pertumbuhan anak dengan umur sampai 5

berada

tahun dapat menggunakan kurva pertumbuhan

menggambarkan

WHO.

pertumbuhan.
Titik temu yang berada antara garis z-

score -2 dan -3 diartikan di bawah -2.


Titik temu yang berada antara garis z-

Cara mrnggunakan kurva WHO


Tentukan umur, panjang badan (anak
di bawah 2 tahun)/tinggi badan (anak
di atas 2 tahun), berat badan.

jauh

dari

garis

median
masalah

score 2 dan 3 diartikan di atas 2.

Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini


pada

kurva

pertumbuhan

WHO

dapat

menggunakan tabel berikut ini.3

d. Urinalisis
2. Tes endokrin
a. Tes fungsi tiroid
b. IGF-1 dan IGFBP-34.
Pemeriksaan Radiografi
Pada pasien hipopituitarisme yang diduga
akibat

tumor

hipofisis,

dilakukan pemeriksaan

perlu

radiografi

untuk

mencari kebenaranya. Tumor-tumor pada


hipofisis

ini

sering

menyebabkan

hipopituitarisme. Pada anak yang menunjukkan


gejala

dan

tanda

neurologis

sebaiknya

dilakukan pemeriksaan MRI dengan kontras.


Karena kelenjar hipofisis sangat kecil maka
agar dapat terlihat dengan baik perlu dilakukan
pembuatan potongan gambar yang lebih rapat,
lesi yang ada mungkin tidak tanpak pada
pemeriksaan MRI standar, sehingga dalam
pemeriksaan
Tabuel1.rvkmphtn

perlu

ditekankan

pada ahli radiologi agar memeriksa kelenjar hip


ofisis secara lebih teliti.4

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Biokimia

Pemeriksaan X-rays tulang epifisis dan


pergelangan tangan dengan bantuan Atlas
Gruelich dan Pyle adalah untuk menilai tingkat
pematangan tulang dan umur tulang.

Pasien dengan hipopituirarisme tidak akan


merespon jika diberikan pengujian hormon
perangsang

sekresi.

Uji

fungsi

hipofisis

kombinasi dapat dilakukan pada pasien ini


dengan menyuntikkan :4

Skrining awal
1. Pemeriksaan umum
a. Pemeriksaan
termasuk

tes

kimiawi,
faal

ginjal

1. Insulin

dan hepar
b. Pemeriksaan darah lengkap
c. .Laju endap darah
4

Insulin akan menyebabkan hipoglikemia, pada

cukup baik untuk screening hipotiroidisme,

saat hipoglikemia dengan kadar serumglukosa

namun bila di curigai menderita hipotiroidisme

yang kurang dari 40 mg/dl, normalnya

sekunder atau tersier, maka lebih baik

menyebabkan

dilakukan pemeriksaa kadar T4 bebas.

pelepasan

GH,

ACTH,

kortisol.Namun pada penderita hipopituitarisme


mungkin tidak terjadi pelepasan tersebut atau

b. Pemeriksaan ACTH, TSH, dan LH

hanya sedikit hormon yang dilepaskan

Hiperpigmentasi yang disertai dengan


pertambahan berat badan yang rendah

2. CRH

mengarah
Pada orang normal CRH akan merangsang

pada penyakit Addison, yang dapat die

hipofisis untuk mensekresikan ACTH, MSH.

valuasi dengan cara memeriksa kadar


kortisol dan ACTH pagi hari (jam

3. TRH
Pada normalnya penyuntikan TRH akan

08.00- 09.00).
c. Tes provokasi dengan menggunakan

merangsang hipofisis mensekresikan TSH.

stimulan atau supresan hormon, dan


dengan

4. GnRH

efeknya

hipopituitarisme gagal untuk merespon empat


rangsangan tersebut.
Pemeriksaan Diagnostik 4
a. Pemeriksaan kortisol, T3 dan T4, serta
esterogen atau testosterone
Hipertensi, striae, dan pertambahan berat

terhadap

pengukuran
kadar

hormon

serum.

Pada normalnya GnRH akan merangsang


pelepasan hormon FSH danLH.Pada penderita

melakukan

Working Diagnosis
Pertumbuhan meliputi baik peningkatan jumlah
total sel maupun sintesis makromolekul oleh
masing-masing

sel.

Kepentingan

relative

proses ini bervariasi dari organ ke organ dan


dengan usia.5
Perkembangan prenatal

badan yang berlebihan mengarahkan diagnosis

Laju pertumbuhan tercepat terjadi selama

pada sindroma Cushing. Diganosis sindroma

trimester kedua. Hormon pertumbuhan dan

ini dapat dipastikan dengan memeriksa rasio

tiroid

kortisol bebas terhadap kadar kreatinin urin

pertumbuhan selama kehidupan prenatal,

tampung 24 jam. Meskipun kadar T4 dan TSH

laju pertumbuhan prenatal tergantung pada

memiliki

peran

minor

terhadap

aliran darah uterin dan faktor maternal

masukan protein selama periode pertumbuhan

lainnya.harison Dari konsepsi sampai kelahiran

cepat selama anak-anak.5

massa janin meningkat 44 X 10 7 kali


dibandingkan dengan 20 kali peningkatan

Faktor Endokrin

yang terjadi sejak masa kelahiran sampai

Hormon-hormon

yang

berperan

pada

dewasa.5

pertumbuhan seperti growth hormone, hormon


tiroid, insulin, dan insulin like growth factor. 5

Faktor Genetik
Bentuk tubuh bersifat poligenik, sehingga

Defisiensi Growth Hormone

tidak ada metode yang mudah untuk

Growth Hormone atau GH merupakan bahan

memprediksi berdasarkan faktor genetic

yang sangat esensial bagi pertumbuhan akhir

tinggi badan dewasa dari seorang anak.

seseorang, akan tetapi selain GH ada

Tetapi ada korelasi antara tinggi badan rerata

hormone-hormon

orang tua dan tinggi rerata yang bisa dicapai

pertumbuhan seperti hormon tiroid, insulin, dan

anak mereka.5

hormon seks juga berperan sekunder dalam

lain

yang

mepengaruhi

mendorong pertumbuhan. Laju pertumbuhan

Potensi genetic:
Pada anak Laki-laki :
TB ayah + (TB ibu + 13cm) 8,5

tidaklah kontinyu, demikian juga faktor-faktor


yang mendorong pertumbuhan tidaklah sama
selama periode pertumbuhan.6
Anak
memperlihatkan dua

2
Pada anak Perempuan :
(TB ayah 13) + TB ibu 8,5

pertumbuhan

pesat,

yaitu

periode
lonjakan

pertumbuhan pasca lahir selama dua tahun


2

pertama dan lonjakan pertumbuhan pubertas.


Efek GH dalam mendorong pertumbuhan

Nutrisi

jaringan lunak dan pertumbuhan tulang. Saat


yang

jaringan peka terhadap efek pendorong

mempengaruhi pertumbuhan. Deprivasi nutrisi

pertumbuhan, GH merangsang jaringan lunak

yang berat seperti pada marasmus dan

dan tulang. GH mendorong pertumbuhan

kwarshiorkor dapat mengganggu pertumbuhan,

jaringan lunak dengan meningkatkan jumlah

seperti juga defisiensi selektif vitamin dan

sel (hyperplasia) dan meningkatkan ukuran sel

mineral seperti vitamin D dan defisiensi nutrisi

(hipertrofi). GH meningkatkan jumlah sel

subklinis. Kecenderungan perbaikan kearah

dengan merangsang pembelahan sel dan

bentuk

mencegah apoptosis (kematian sel terprogam)

Faktor

paling

tubuh

penting

dewasa

kedua

disebabkan

oleh

perbaikan makanan khususnya peningkatan


6

dan GH meningkatkan ukuran sel mendorong

Hormon pertumbuhan adalah hormon hipofisis

sintesis protein komponen structural utama sel.


Efek GH dalam pertumbuhan tulang adalah

anterior yang dampak utamanya adalah untuk

dengan mendorong pertumbuhan ketebalan


dan panjang tulang dengan merangsang
aktivitas osteoblas dan proliferasi tulang rawan
epifisis sehingga terbentuk ruang untuk

mempromosikan pertumbuhan jaringan tubuh.


Hormon hipofisis anterior lainnya secara tidak
langsung mempengaruhi pertumbuhan dengan
bekerja melalui kelenjar lainnya. Hormonhormon lain meliputi:7

pembentukan tulang lebih banyak selama


lepeng epifisis masih berupa tulang rawan,

Thyroid Stimulating Hormone (TSH) -

tetapi pada akhir masa remaja dibawah

menyebabkan kelenjar tiroid untuk

pengaruh hormon seks lempeng ini akan

menghasilkan hormon tiroid, yang

mengalami penulangan sempurna sehingga

mengatur metabolisme tubuh dan

tulang tidak bisa memanjang lagi.6

sangat penting untuk pertumbuhan


normal.

Hormon pertumbuhan adalah protein yang


dihasilkan oleh kelenjar pituitary ("master") dan

Hormon adrenokortikotropik (ACTH) -

sangat penting untuk pertumbuhan normal.

menyebabkan kelenjar adrenal untuk

Kekurangan

terjadi

menghasilkan kortisol (hormon stres)

ketika hormon ini tidak ada atau diproduksi

dan hormon lain yang memungkinkan

dalam jumlah tidak memadai. Jika hormon

tubuh untuk merespon stres. Terlalu

hipofisis lainnya kurang, kondisi ini disebut

banyak kortisol akan menyebabkan

hypopituitarism. Ketika semua hormon hipofisis

kegagalan pertumbuhan pada anak.

hormon

pertumbuhan

yang hilang, anak memiliki panhypopituitarism. 7

Luteinizing hormon (LH) dan Follicle

Kelenjar pituitari sering disebut kelenjar utama

Stimulating

karena menghasilkan beberapa hormon yang

menyebabkan kelenjar seks (ovarium

mengontrol fungsi kelenjar lainnya. Kelenjar ini

atau

terletak di tengah-tengah tengkorak di bawah

hormon seks, yang diperlukan untuk

bagian otak yang disebut hipotalamus. Kelenjar

perkembangan seksual remaja dan

pituitari memiliki dua bagian yang berbeda:

percepatan

Sebuah anterior (depan) lobus dan posterior

menyertai pubertas.

testis)

Hormone
untuk

(FSH)

memproduksi

pertumbuhan

yang

(belakang) lobus. Kelenjar pituitari mensekresi


hormon dalam respon terhadap pesan-pesan

Kekurangan hormon pertumbuhan dapat terjadi

kimiawi dari hipotalamus, bagian dari otak

dengan sendiri atau dalam kombinasi dengan

untuk yang terhubung.7

satu atau lebih kekurangan hormon hipofisis


7

lainnya.

Mungkin

pertumbuhan

jumlah

(ada

dengan

keterlambatan

pertumbuhan konstitusional (CGD), penyebab

(beberapa hormon pertumbuhan diproduksi,

paling umum dari perawakan pendek dan

tetapi

keterlambatan pubertas, biasanya memiliki

cukup

atau

Anak-anak

sebagian

tidak

diproduksi)

hormon

untuk

mendukung

pertumbuhan yang normal).7

pertumbuhan linier terbelakang dalam 3 tahun


pertama

Differential Diagnosis

dapat menurunkan kecepatan pertumbuhan


dan perkembangan skeletal, bila mula timbul
menyebabkan

varian

linier dan berat badan mulai melambat sejak

Defisiensi hormon tiroid diketahui sejak lama

atau

Dalam

pertumbuhan normal, kecepatan pertumbuhan

Hipotiroid

pada

kehidupan.

sebelum

kelahiran

retardasi

mental.

akan
Bentuk

tersembunyi hipotiroidisme congenital atau


didapat pada anak-anak yang lebih besar
(misal tiroiditis limfositik) dapat meyebabkan

usia 3-6 bulan, sehingga menyebabkan


menurunnya

persimpangan

persentil

pertumbuhan, yang sering berlanjut sampai


usia 2-3 tahun. Pada saat itu, pertumbuhan
berlanjut pada tingkat normal, dan anak-anak
ini tumbuh baik di sepanjang bawah persentil
pertumbuhan atau di bawah kurva tapi paralel
untuk itu untuk sisa tahun sebelum pubertas. 9

terjadinya kegagalan pertumbuhan di masa

Pada saat yang diharapkan pubertas, tinggi

kehidupan yang lebih lanjut, karakteristik

anak-anak dengan keterlambatan pertumbuhan

hipotiroidisme adalah penurunan kecepatan

konstitusional mulai menyimpang jauh dari

pertumbuhan dan postur pendek, retardasi

kurva pertumbuhan karena keterlambatan

umur tulang dan peninggian rasio US:LS

dalam timbulnya percepatan pertumbuhan

terhadap umur kronologik. Pasien apatis dan

pubertas. Catch up growth, pubertas, dan

melempem

percepatan pertumbuhan pubertas terjadi

dan

menderita

konstipasi,

brakikardi, kulit dan rambut menjadi kasar,

kemudian

suara serak, dan keterlambatan pubertas.

sehingga perawakannya dewasa normal dan

Intelegensia

perkembangan seksual. Meskipun demikian

tidak

terpengaruh

pada

daripada

rata-rata

hipotiroidisme yang timbul belakangan, tapi

keterlambatan

apati

adalah varian dari pertumbuhan normal

dan

letargi

membuatnya

sebaliknya.8

tampak

konstitusional

daripada gangguan/ kelainan, keterlambatan


dalam

pertumbuhan

seksual
Constitutional Growth Delay

pertumbuhan

normalnya,

psikologis,

dapat

dan

perkembangan

menyebabkan

penjamin

pengobatan

kesulitan
untuk

beberapa individu. Studi menunjukkan bahwa


8

pasien yang dirujuk sebagian besar memberi

mereka hanya lebih pendek dari anak-anak

kesan bahwa perawakan pendek normal

lain. Anak dengan FSS memiliki ledakan

bertanggung

penyebab

pertumbuhan dan biasanya memasuki usia

dengan

pubertas pada usia normal dan mereka

perawakan pendek tidak berbeda dari orang-

seharusnya tumbuh kira-kira sama dengan

orang dengan tinggi badan lebih normal dalam

tinggi orang tuanya.10

masalah

jawab

menjadi

psikososial,

anak-anak

kinerja sekolah atau sosialisasi. Sebuah studi


baru-baru

ini

keterlambatan

menetapkan

pertumbuhan

bahwa

konstitusional

adalah penyebab paling umum dari perawakan


pendek pada anak.9

Etiologi11
Defek congenital
Hipoplasia

kelenjar

pituitary bisa terjadi

sebagai fenomena tersendiri atau bersama

Constitutional Growth Delay adalah penundaan

dengan kelainan perkembangan yang lebih

menyeluruh yang mempengaruhi semua sistem

luas, seperti an-ensefali, holoprosensefali.

organ. Keterlambatan dalam pertumbuhan dan


perkembangan seksual yang diukur dengan

Lesi destruktif

usia tulang, yang ditentukan dari studi

Setiap lesi yang merusak hipotalamus, tangkai

radiografi

kiri

dan

kelenjar pituitarim atau kelenjar pituitary

Pertumbuhan

dan

anterior bisa menyebabkan defisiensi hormon

perkembangan sesuai dengan usia biologis

kelenjar pituitary. Karena lesi tersebut tidak

individu (umur tulang) daripada usia kronologis

selektif, biasanya ditemukan defisiensi hormon

mereka. Waktu dan tempo pertumbuhan dan

multiple. Lesi yang paling lazim adalah

perkembangan yang tertunda sesuai dengan

kraniofaringioma.

keadaan kematangan biologis. Constitutional

eosinofilik,

growth

toksoplasmosis dan aneurisma sistem saraf

usia

pergelangan

tulang

tangan.

delay

dominan,

dapat

resesif,

tangan

diwariskan
atau

sebagai

x-linked

sifat

Germinoma,

tuberculosis,

granuloma
sarkoidosis,

sentral juga bisa menyebabkan destruksi

autosomal.9

hipotalamus-hipofisis.

Genetic Familial Short Stature

Hipopituitarisme Idiopatik
bukanlah

Kebanyakan penderita dengan hipopituitarisme

penyakit. Ini merupakan jenis pertumbuhan

tidak dapat menunjukkan lesi kelenjar pituitary

normal, anak dengan FSS sehat. Mereka tidak

atau hipotalamus. Pada kebanyakan, defek

menunjukan tanda-tanda sakit atau kondisi

fungsional

Genetic

medis

familial

yang

short

stature

mempengaruhi

adalah

hipotalamus

bukannya

pertubuhan,
9

kelenjar pituitaria. Defisiensi mungkin hanya

Mangunkusumo

GH atau hormon multiple.

Soetomo Surabaya dalam tahun 1989/1990

kasus.

RSUD

Dr.

antara 209 kasus rujukan.12

Dikenali dengan baik karena setidaknya


5%

Di

ditemukan 28 kasus perawakan pendek di

Bentuk Genetik Hipopituitarisme

merupakan

Jakarta.

Seperti

pada

Patofisiologi

hipopituitarisme idiopatik, defek bisa terbatas

Control utama pada penglepasan adalah

pada GH atau melibatkan multiple hormon.

GHRH dan somatostatin. GHRH memiliki

Pada klasifikasi defisiensi GH murni (Isolated

peranan dalam stimulasi sintesis serta sekresi

GH deficiency [IGHD]) McKusick, tipe I bersifat

GH. Sedangkan somatostatin menghambat

autosom resesif, tipe II adalah autosom

penglepasan GH sebagai respon dari GHRH

dominan, dan tipe III adalah terkait X. demikian

dan faktor stimulus lain, seperti rendahnya

juga defisiensi hormon kelenjar pituitary

konsentrasi glukosa darah. GH akan terikat

multiple autosom resesif adalah I dan bentuk

pada suatu Growth hormone- binding protein

terkait X adalah tipe III.

(GHBP) dan bersirkulasi ke seluruh jaringan


tubuh. Ketika GH beredar di dalam sirkulasi

Defek Reseptor Hormon Pertumbuhan

sistemik, terjadi pelepasan IGF-1 (insulin like

Anak dengan syndrome Laron memiliki semua

growth factor 1) yang akan berikatan dengan

tanda klinis penderita hipopituitarismem namun

IGF-binding proteins (IGFBPs). IGF-1 bekerja

anak ini mengalami peningkatan kadar GH

sebagai penghambat dari pelepasan GH. 2

dalam sirkulasi, kadar faktor-I pertumbuhan


seperti insulin (insulin like growth factor-I [IGFI]) adalah amat lamban dan gagal berespon
terhadap hGH eksogen. Tidak adanya aktivitas
ikatan

GH

memperkuat

diagnosis

dan

menunjukan suatu kelainan reseptor GH.

GHD dapat terjadi karena adanya gangguan


pada axis GH di otak, hipotalamus, atau
hipofisis. Terdapat dua jenis GHD, yaitu MPHD
(Multiple Pituitary Hormone Defisiency) dan
IGHD (Isolated Growth Hormone Defisiency),
baik secara congenital ataupun didapat

Epidemiologi

(acquired).

Insidens defisiensi GH diperkirakan 1:4000

MPHD yang didapat (acquired) disebabkan

pada penduduk di Skotlandia dan mungkin

oleh lesi yang menyebabkan kerusakan

1:10.000 di seluruh dunia. Juruf

Rukman

hipotalamus, pituitary stalk, atau hipofisis

kasus

anterior yang mengakibatkan defisiensi hormon

perawakan pendek di antara 367 kasus dalam

hipofisis. Lesi yang biasa menyebabkan MPHD

tahun 1983-1985 di Rumah Sakit Cipto

didapat (acquired) adalah craniopharyngioma,

melaporkan

ditemukannya

68

10

yaitu suatu tumor intrakranial benigna berasal

terbentuk. Sesungguhnya, defek yang terjadi

dari sel-sel pada kantong Rathke atau pituitary

pada

stalk yang memiliki struktur kistik dan solid.

immunoglobulin, tetapi lebih pada sel B yang

Apabila craniopharyngioma menekan pituitary

memproduksi immunoglobulin. Sel B tidak

stalk atau mengenai area dari kelenjar

dapat memproduksi immunoglobulin karena

hipofisis,

adanya defek pada enzim yang penting dalam

maka

tumor

tersebut

dapat

XLA

tidak

maturasi

dari hormon hipofisis, salah satunya adalah

agammaglobulinemia tyrosine kinase (Btk),

GH.2

dimana gen pembentuk Btk ditemukan di

IGHD kongenital disebabkan oleh abnormalitas

kromosom X. Pada XLA terdapat defek

reseptor GHRH, gen GH, dan gen pada

kromosom X sehingga terjadi mutasi yang

kromosom X. IGHD tipe 1A diturunkan dengan

menyebabkan

pola

pasien

kemudian mengakibatkan maturasi sel B tidak

mengalami delesi, mutasi frameshift, dan

terjadi. Oleh karena maturasi sel B tidak terjadi,

mutasi nonsense pada gen GH. Pasien dengan

maka

IGHD tipe 1B mengalami mutasi splice site

terbentuk.2

resesif dan defisiensi GH inkomplit. Sedangkan

Penyebab

IGHD tipe 2 berkaitan dengan defisiensi GH

diantaranya adalah penggunaan radioterapi

autosomal dominan akibat adanya mutasi

untuk

splice site dan mutasi missense. Pada pasien

histiocytosis, dan trauma. Anak-anak yang

IGHD tipe 2 dengan defisiensi GH terkait

menjalani radioterapi untuk tumor CNS atau

kromosom X seringkali berkaitan dengan

untuk mencegah keganasan CNS, seperti

hypogammaglobulinemia.

yang

leukemia, memiliki resiko tinggi mengalami

dimaksud dengan hypogammaglobulinemia

defisiensi GH. Radiasi dari radioterapi dapat

merupakan suatu keadaan dimana tubuh

menyebabkan

kerusakan

pada

mengalami

somatotrope,

sehingga

mengganggu

autosomal,

dimana

Adapun

defisiensi

immunoglobulin.

Sehingga,

seluruh

jenis

tubuh

berada

B,

dengan

menyebabkan defisiensi parsial atau komplit

resesif

sel

berkaitan

yaitu

terjadinya

immunoglobulin
IGHD

kasus

Brutons

defek

pun
didapat

keganasan,

Btk

tidak

dan

dapat

(acquired)
meningitis,

sel

pelepasan dari GH.2

dalam keadaan imunodefisiensi dan tidak


dapat membentuk antibodi secara efektif.
Terdapat hipogammaglobulinemia yang terkait
dengan kromosom X, yang disebut sebagai Xlinked Agammaglobulinemia

(XLA).

Pada

keadaan tersebut kromosom X mengalami


defek

sehingga

immunoglobulin

tidak

Defisiensi GH juga dapat terjadi akibat nekrosis


hipoksik (kematian akibat kekurangan oksigen)
dan inflamasi hipofisis. Penyebab defisiensi GH
juga dapat berada di tingkat hipotalamus, yang
terjadi akibat malnutrisi, deprivasi tidur, atau
11

stimulasi somatostatin yang dilepaskan selama

apabila

periode

yang

gonadotropin

berkepanjangan.12
Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan

bersamaan.12

stress

fisik

atau

emosi

bahwa potensi pertumbuhan dapat berkurang

abnormalitas
terjadi

pada
secara

Defisiensi GH awitan-dewasa dapat

pada atlit remaja perempuan akibat olahraga

menyebabkan perubahan non-spesifik

fisik yang intens dan penuruna asupan nutrisi

fungsi, termasuk perubahan kesehatan

akibat diet. Kadar estrogen yang rendah sering

fisik dan mental, fungsi jantung, dan

dijumpai pada atlit wanita, yang juga dapat

parameter metabolik.12

mempengaruhi pertumbuhan.
Defisiensi GH juga dapat terjadi akibat

Individu dewasa yang mengalami


defisiensi GH dapat mengalami tingkat

abnormalitas genetik, akibat defek otak yang

energi dan libido rendah.12

terjadi secara kongenital, atau setelah infeksi


atau trauma atau akibat radiasi kranial yang

Anak

digunakan dalam terapi untuk tumor otak atau

pertumbuhan berperawakan kecil, dengan

untuk profilaksis leukemia.12

wajah dan tubuh gemuk. Laju pertumbuhan

Pada

kekurangan

hormon

dari semua bagian tubuh lambat, sehingga

Gejala Klinis

dengan

proporsi anak tetap normal. Inteligensi anak


anak,

defisiensi

GH

normal. Jika tinggi badan anak telah diplot

menyebabkan tubuh pendek yang

pada grafik pertumbuhan, maka akan tampak

proporsional (dibawah persentil ketiga

berbeda dan jatuh jauh dari kurva pertumbuhan

untuk usia mereka). Anak yang

anak normal. Jika kegagalan pertumbuhan

bersangkutan mengalami penurunan

telah hadir untuk waktu yang lama, anak

massa otot dan peningkatan simpanan

mungkin jauh lebih pendek daripada anak-anak

lemak

lain pada usia yang sama. Inilah sebabnya

subkutan.

Secara

mental

mereka biasanya cerdas.12

mengapa pengukuran tinggi dan berat badan


diplot pada grafik pertumbuhan begitu penting,

Tubuh pendek yang berbeda dari yang

lebih cepat kelainan pertumbuhan terdeteksi

diperkirakan

pola

dan diobati, semakin besar kesempatan anak

keluarga dapat diamati apabila terjadi

untuk mempertahankan tinggi normal masa

berdasarkan

penurunan potensi pertumbuhan.

12

Keterlambatan awitan pubertas dapat

kanak-kanak dan merealisasikan pertumbuhan


maksimal anak.9

menyertai defisiensi GH, terutama


12

emosional dan menderita perlakuan


kekanak-kanakan dari orang tua, guru,

Tatalaksana

dan kawan-kawannya. Kemampuan

a. Pemberian Hormon Pengganti


Anak

dengan

memerlukan

defisiensi

somatropin

akademik umumnya dibawah standar


walau intelegensia normal, hal ini

GH

berhubungan dengan terlambatnya

biosintetik

maturitas emosi atau citra diri buruk.

(natural sequence GH) dengan dosis

Sebuah lingkungan suportif dianjurkan

0,18-0,3 mg/kg/minggu atau somatrem

pada pasien defisiensi GH (ataupun

(GH metionil) dengan dosis 0,3

jenis lainnya), dimana pasien tidak

mg/kg/minggu yang diberikan satu

diijinkan bertingkah lebih muda dari

dosis 6-7 kali seminggu selama masa


aktif

pertumbuhan

epifisis.

sebelum

Peningkatan

umurnya ataupun mendapat tempat

fusi

khusus dalam keluarga.5

kecepatan

pertumbuhan paling jelas terlihat pada


terapi tahun pertama. Anak lebih tua
tidak memberikan respons sedemikian
baik dan memerlukan dosis lebih
besar. GH tidak akan meningkatkan
kecepatan pertumbuhan tanpa nutrisi

Komplikasi
Meskipun beberapa pasien mengalami efek
samping dari terapi hormon pertumbuhan,
komplikasi berikut telah diakui: 9

Metabolisme karbohidrat

adekuat dan status eutiroid. Antibodi


terhadap GH dalam jumlah yang dapat

Hormon pertumbuhan memiliki efek anti-

diukur di serum anak yang mendapat

insulin, dan metabolisme karbohidrat telah

GH. Sementara itu antibody lebih

dipantau dalam banyak studi klinis terapi

sering pada anak yang di terapi

hormon pertumbuhan. Dalam sebuah tinjauan

dengan

database besar berisi lebih dari 35.000 pasien

somatrem

daripada

dengan hormon pertumbuhan dan lebih dari

somatropin.5

75.000 pasien dengan pemaparan bertahun


b. Penanganan

Psikologik

dan

Konsekuensi
Anak-anak dengan

menunjukkan tidak ada insiden lebih besar dari


diabetes tipe 1 dari yang diharapkan pada

defisiensi

GH

memiliki trait kepribadian yang pasif


dari pada anak sehat. Anak-anak ini
mengalami keterlambatan pematangan

populasi umum dari anak sesuai usia. Satu


studi dari peningkatan insiden diabetes tipe 2
pada anak-anak menjalani terapi hormon
pertumbuhan dengan faktor risiko untuk
13

diabetes

menunjukkan

bahwa

hormon

pertumbuhan dapat menyebabkan ekspresi


awal dari kondisi ini.

Benign

rendah dan perlahan titrasi kembali ke dosis


biasa.

intracranial

Masalah tulang dan sendi

hypertension
Anak-anak yang menerima terapi hormon

(pseudotumor cerebri)

pertumbuhan lebih rentan terhadap Slipped


Hubungan

yang

jelas

antara

hipertensi

Capital Femoral Epiphysis (SCFE). Namun

intrakranial dan terapi hormon pertumbuhan

anak-anak

diamati. Insiden ini tampaknya menjadi sekitar

pertumbuhan (GHD), hipotiroidisme, penyakit

0,001 (21 kasus yang dilaporkan dari 19.000

ginjal atau tampaknya memiliki peningkatan

pasien yang menerima hormon pertumbuhan).

risiko untuk SCFE, bahkan tanpa terapi hormon

Biasanya, gejala sakit kepala berat (kadang-

pertumbuhan. Ketika menerima terapi hormon

kadang dengan muntah) terjadi selama 4 bulan

pertumbuhan anak mengeluh nyeri pinggul

pertama terapi. Risiko komplikasi ini meningkat

atau lutut, pemeriksaan fisik yang cermat

pada

hormon

sangat penting, dan, jika diperlukan, radiografi

pertumbuhan untuk insufisiensi ginjal kronis.

pinggul. Perkembangan skoliosis merupakan

Dalam kebanyakan kasus, penghentian terapi

komplikasi skeletal lain terkait terapi hormon

hormon pertumbuhan menyelesaikan keluhan

pertumbuhan. Scoliosis berkaitan dengan

hipertensi intrakranial, hormon pertumbuhan

pertumbuhan pesat yang terjadi dengan terapi

kemudian bisa ulang lagi dengan dosis rendah

dan bukan efek langsung dari hormon

dan perlahan-lahan dititrasi kembali ke dosis

pertumbuhan . Pasien dengan scoliosis yang

biasa.

diterapi dengan hormon pertumbuhan harus

anak

yang

menerima

pertumbuhan

defisiensi

hormon

dipantau scoliosis-nya selama terapi.

Homeostasis cairan

Hormon

dengan

Prapubertas ginekomastia

mempengaruhi

homeostasis cairan, yang dapat menyebabkan

Meskipun ginekomastia remaja adalah umum,

edema dan hingga sindrom carpal tunnel.

ginekomastia sebelum pubertas terjadi lebih

Masalah-masalah ini lebih sering terjadi pada

jarang. Kasus tersebut telah dilaporkan dalam

orang

hormon

kaitannya dengan terapi hormon pertumbuhan,

pertumbuhan. Ketika kejadian ini menjadi

meskipun apakah ginekomastia yang terkait

cukup serius untuk memerlukan tindakan,

dengan hormon pertumbuhan tidak jelas.

terapi hormon pertumbuhan dihentikan. Ulangi

Prapubertas ginekomastia adalah kondisi jinak

terapu hormon pertumbuhan pada dosis

yang sembuh tanpa sekuele.

dewasa

yang

menerima

14

penyakit dalam. Edisi ke 13. Jakarta:

Leukemia

Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2012.


Beberapa database di seluruh dunia telah
diperiksa dalam menanggapi laporan sporadis

p.2130-3
3. Kurva pertumbuhan WHO. Diunduh

leukemia pada pasien yang menjalani terapi

dari

hormon pertumbuhan. Ketika pengecualian

resources/growth-chart/kurva-

pasien dengan faktor risiko lain (misalnya,

pertumbuhan-who.html.

riwayat

leukemia,

radiasi,

kemoterapi)

dikecualikan, tidak ada peningkatan risiko


leukemia dibuktikan. Tidak ada bukti yang
menunjukkan hubungan antara terapi hormon
pertumbuhan dan leukemia pada anak-anak

http://idai.or.id/professionalTanggal

Februari 2016
4. Sacher RA, McPherson RA. Tinjauan
klinis hasil pemeriksaan laboratorium.
Edisi ke-11. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2004
5. Styne DM. Pertumbuhan

dalam:

yang sehat.

Endokrinologi dasar dan klinik. Edisi ke

Prognosis

4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran

Karena tersedianya recombinant DNAderived

EGC; 2010. p.167-198


6. Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel

anak-anak

ke sistem. Edisi ke-6. Jakarta: Penerbit

dengan kekurangan hormon pertumbuhan

Buku Kedokteran EGC; 2012


7. Sosnowski L, Stabler B, Thorner MO.

growth

hormone,

kebanyakan

mencapai perawakannya dewasa normal.


Durasi terapi memiliki korelasi yang paling
konsisten

dengan

respons

pertumbuhan

terhadap hormon pertumbuhan. Memulai terapi


hormon pertumbuhan sedini mungkin dan
kelanjutan

terapi

sampai

remaja

untuk

memastikan kesempatan untuk mencapai


potensi tinggi maksimal.

Adult growth hormone deficiency.


Diunduh

dari:

http://www.hgfound.org/res_aghd.signs
_symptoms.html. 1 Februari 2016
8. Hypothyroidism.
Diunduh
dari:
http://www.m.webmd.com/a-to-zguides/hypothyroidism-underactivethyroid-symptoms-causes-treatments.
1 Februari 2016
9. Kemp S. Pediatric growth hormone

Daftar Pustaka
1. Abdurrahman.

deficiency.

Diunduh

dari:

Anamnesis

&

Cetakan

ke-3.

http://emedicine.medscape.com/article/

Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit

919677-overview#a0104. 1 Februari

pemeriksaan

fisis.

Dalam FKUI; 2005. h.11-20


2. Hintz RL. Kelainan pertumbuhan
dalam:Harrison

prinsip-prinsip

ilmu

2016
10. Digeorge

AM,

Parks

JS.

Hipopituitarisme dalam: Nelson ilmu


15

kesehatan anak. Edisi ke-15. Jakarta:

12. Corwin EJ. Buku saku patofisiologi.

Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000.

Edisi ke-3. Jakarta: Penerbit Buku

p. 1913-20
11. Syahbuddin

Kedokteran EGC; 2009


S.

Gangguan

pertumbuhan dalam: Buku ajar ilmu


penyakit dalam. Edisi ke 3. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI; 1998. p.811-4

16