Anda di halaman 1dari 12

DEFINISI EPIDEMIOLOGI, EPIDEMIK,

ENDEMIK DAN PANDEMI

MAKALAH

oleh

Kelompok 1
Juwarti
Rischa Isrotul Nur Afida

NIM 142310101007
NIM 142310101067

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015

DEFINISI EPIDEMIOLOGI, EPIDEMIK,


ENDEMIK DAN PANDEMI

MAKALAH

diajukan guna menyelesaikan tugas makalah Ilmu Dasar Keperawatan IIB


dengan dosen pengampu Latifa Aini S., M.Kep., Sp.Kom

oleh
Kelompok 1
Juwarti
Rischa Isrotul Nur Afida

NIM 142310101007
NIM 142310101067

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015

Definisi Epidemiologi, Epidemik, Endemik dan Pandemi


1. Epidemiologi
1.1 Definisi Epidemiologi
Epidemiologi merupakan salah satu bagian dari ilmu kesehatan masyakat
yang menekankan perhatiannya terhadap masalah kesehatan baik penyakit maupun
non penyakit yang terjadi dalam masyarakat. Secara etimologis, epidemiologi
berarti ilmu mengenai kejadian yang menimpa penduduk. Kata epidemiologi itu
sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar, yaitu : Epi yang
berarti atas, Demos yang berati penduduk/rakyat dan Logos yang berarti ilmu.
Maka epidemiologi sebenarnya berarti : ilmu mengenai hal-hal yang terjadi pada
rakyat.
Epidemiologi juga didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sifat,
penyebab, pengendalian dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi dan
distribusi penyakit, kecacatan dan kematian dalam populasi manusia. Selain itu
epidemiologi juga mempelajari determinan atau faktor penentu dalam masalah
kesehatan masyarakat. Dari pengertian tersebut terlihat bahwa terdapat 3 hal yang
menjadi pokok dari epidemiologi yaitu sebagai berikut :
1. Frekuensi Masalah Kesehatan
Frekuensi disini menggambarkan besarnya masalah kesehatan yang
terdapat pada sekelompok manusia. Untuk mengetahui besarnya masalah
kesehatan masyarakat dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya
adalah melakukan survei kesehatan, studi kasus dan penelitian.
2. Distribusi (Penyebaran) Masalah Kesehatan
Distribusi menggambarkan pengelompokan maslah kesehatan menurut
suatu keadaan tertentu, yang dalam epidemiologinya dibedakan menurut ciriciri manusia (person), tempat (place) dan waktu (time).
3. Determinan (Faktor-faktor yang mempengaruhi)
Determinan menggambarkan faktor penyebab suatu masalah kesehatan
yang terjadi dalam suatu kelompok masyarakat.
Seiring dengan berkembangnya ilmu, epidemiologi mengalami perkembangan
pengertian dan mengalami perubahan dalam definisinya. Berikut definisi
epidemiologi menurut para ahli :
A. Menurut Greenwood (1934)
Greenwood mengatakan bahwa epidemiologi adalah ilmu penyakit dan
sesegala macam kejadian penyakit yang mengenai kelompok penduduk.
Epidemiologi menurut Greenwood ini menekankan pada kelompok penduduk
yang memberikan arahan distribusi dan metodologi terkait.
B. Menurut Galliam (1963)
Epidemiologi merupakan apa yang dilakukan para ahli epidemiologi.
Beliau menekankan epidemiologi pada semua kegiatan atau tindakan yang
dilakukan para ahli epidemiologi.

C. Menurut Brian MacMaahon dan Thomas F.Pugh (1970)


Epidemiology is the study of the distribution and determinants of disease
frequency in man ( epidemiologi merupakan study tentang penyebaran dan
penyebab kejadian penyakit pada manusia dan mengapa terjadi distribusi
semacam itu. Pengertian ini lebih menekankan pada pendekatan metodologik
dalam menentukan distribusi penyakit dan mencari penyebab terjadinya distribusi
tersebut.
D. Menurut Wade Hampton Frost (1972)
Epidemiologi merupakan suatu pengetahuan tentang berbagai fenomena
massal penyakit menular atau sebagai riwayat alamiah ( natural history) penyakit
menular. Epidemiologi ini hanya ditujukan pada masalah penyakit menular yang
terjadi di masyarakat.
E. Menurut Gary D. Friedman (1974)
Epidemiology is the study of disease occurance in human populations
(epidemiologi merupakan ilmu tentang terjadinya penyakit dalam populasi
manusia.
F. Menurut Morris (1964)
Morris mengatakan bahwa epidemiologi meripakan suatu pengetahuan
tentang sehat dan sakit, sehingga dari definisi ini Morris menekankan perngertian
epidemiologi pada bentuk pengetahuan penduduk terhadap status sehat-sakit.
G. Menurut Last (1988)
Epidemiologi juga berarti ilmu tentang distribusi dan determinandeterminan dari kejadian yang berhubungan dengan kesehatan dalam suatu
populasi tertentu, Obyek epidemiology adalah pada sekelompok individu
(masyarakat) dan mengamati semua kejadian / peristiwa dan semua faktor yang
menyertainya serta menganalisa hasil pengamatan tersebut. Ruang lingkup
epidemiologi terdiri dari :
1. Epidemiologi penyakit menular dan tidak menular
2. Epidemiologi klinis
3. Epidemiologi kependudukan
4. Epidemiologi pengelolaan pelayanan kesehatan
5. Epidemiologi lingkungan
6. Epidemiologi kesehatan keselamatan kerja
7. Epidemiologi kesehatan jiwa
8. Epidemiologi gizi
9. Epidemiologi perilaku
10. Epidemiologi genetika Perbedaan
H. Menurut Abdel R. Omran ( 1974)
Epidemiologi merupakan suatu ilmu mengenai terjadinya dan
distribusikeadaan kesehatan penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga
determinannya atau prnyebabnya serta akibat-akibat yang terjadi pada kelompok
penduduk.

I. Menurut W.A.Newman Dorland (2011)


Epidemiologi adalah ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan faktorfaktor yang menentukan atau mempengaruhi frekuensi dan distribusi suatu
penyakit, cedera, dan kejadian terkait kesehatan lainnya dan penyebabnya pada
suatu populasi manusia yang sudah jelas. Selain itu merupakan kumpulan
pengetahuan yang didapatkan melalui cara demikian
J. Menurut Dr. W.H.Welch
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, penjalaran,
dan pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi menular, dan pencegahan
penyakit terutama infeksi penyakit menular
K. Menurut WHO
Epidemiologi merupakan suatu studi tentang distribusi dan determinan
kesehatan yang berkaitan dengan kejadian di populasi dan aplikasi dari studi untuk
memecahkaan maslah kesehatan.
L. Menurut Center Of Disease Control (CDC) (2002)
Center Of Diasease Control juga mengemukakan pendapatkan tentang
definisi epidemiologi. Menurut tokoh-tokoh yang menjadi anggotanya menyatakan
bahwa definisi epidemiologi yaitu suatu bidang studi yang mempelajari distribusi
dan determinan panyakit dan keadaan kesehatan pada populasi penduduk atau
masyarakat yang juga disertakan penerapannya untuk mengendalikan dan
pencegahan maslah-maslah kesehatan. Sehingga dengan adanya pengertian ini
jelas bahwa epidemiologi merupakan suatu bidang studi, dan bidang studi itu
merupakan sebuah riset atau penelitian yang dilakukan secara sistematis untuk
diketahui kebenaran yang belum terungkap, sehingga kemuan apabila telah
ditemukan kebenaran tersebut akan dipublikasaikan untuk menjadi sebuah
pengetahuan umum yang nantinya dapat diterapkan dalam masyarakat.

Dari berbagai definisi yang telah dijelaskan menurut berbagai pendapat


para ahli epidemiologi dapat kami simpulkan bahwa secara umum definisi atau
pengertian semuanya pada dasarnya mempunyai pengertian yang hampir sama
antara yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat disimpulkan secara umum
bahwa definisi atau pengertian epidemiologi merupakan suatu ilmu yang
mempelajari tentang tiga komponen yaitu manusia (host), lingkungan
(environment), serta penyakit (agent) yang kemudian komponen tersebut saling
mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Namun apabila ketiganya
mengalami ketidakseimbangan maka suatu masalah kesehatan dalam masyarakat
akan terjadi. Selain itu epidemiologi juga mempelajari bagaimana terjadinya suatu
penyakit itu melalui pengkajian tentang frekuensi (besarnya masalah kesehatan)
atau banyaknya masyarakat yang mengalami maslah kesahatan tersebut, kemudian
penyebaran dari penyakit tersebut entah itu pola penyebarannya, jangkauan daerah
yang berpotensi menjadi penyebaran penyakit
hingga faktor-faktor yang
mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut dalam masyarakat yang nantinya
dikaitkan dengan pola hidup masyarakat terhadap perilakunya bagi lingkungan
yang turut serta dalam menjadi penentu adanya masalah kesehatan,sehingga
masyarakat mengalami masalah kesehatan yang nantinya akan berdampak pada
derajat kesehatan masyarakat.
1.2 Definisi Epidemiologi Ditinjau dari Berbagai Aspek

A. Aspek Akademik
Jika ditinjau dari aspek akademik, epidemiologi berarti analisa data kesehatan,
sosial ekonomi, dan tren yang terjadi untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan
perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau yang akan terjadi pada masyarakat
umum ataupun kelompok penduduk tertentu. Dalam aspek ini, epidemiologi
digunakan untuk menjadi sebuah ilmu yang nantinya akan memberikan manfaat
khususnya tenaga kesehatan dalam melakukan berbagai analisis data yang kemudian
analisis tersebut mampu menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan tenaga
kesehatan ketika sedang melakukan identifikasi dari berbagai bentuk kejadian atau
masalah kesehatan yang sedang terjadi atau bahkan yang masih berpotensi terjadi di
masyarakat luas.
B. Aspek Klinis
Ditinjau dari aspek klinis, epidemiologi berarti suatu usaha untuk mendeteksi
secara dini perubahan insidensi atau prevalensi yang dilakukan melalui penemuan
klinis atau laboratorium pada awal timbulnya penyakit baru dan awal terjadinya
epidemik. Epidemiologi pada aspek ini berarti melibatkan laboratorium dalam
menentukan dan mengidentifikasi penyakit atau maslah kesehatan yang terjadi
dimasyarakat. Dengan demikian, hasil identifikasi laboratorium sangat menentukan
untuk menyatakan penyakit tersebut atau maslaha kesehatan tersebut merupakan
sebuah wabah yang mengancam kesehatan masyarakat ataupun tidak. Hasil klinis
laboratorium juga nantinya akan menjadi acuan pemerintah maupun masyarakat
dalam melakukan Sistem Kewaspadaan Dini kejadian Luar Biasa (SKD-KLB) yang
akan terjadi dimasyarakat.
C. Aspek Praktis
Secara praktis epidemiologi berarti ilmu yang ditujukan pada upaya
pencegahan, penyebaran masalah kesehata yang menimpa inividu, kelompok,
penduduk atau masyarakat umum. Dengan dilakukannya pencegahan tersebut
diharapkan mampu menyelesaikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat
serta juga dilakukan pencegahan yang sesuai dengan masalah kesehatan tersebut guna
mencegah masalah kesehatan itu muncul kembali dalam paopulasi masyarakat dan
juga sekaligus untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
D. Aspek Administrasi
Epidemiologis secara administrasi yaitu suatu usaha mengetahui keadaan
masyarakat di suatu wilayah atau suatu negara agar dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam
pengertian ini, epidemiologi kebanyakan dilakukan dan digunakan oleh tenaga
kesehatan yang dalam tugasnya terus mengontrol dan memperhatikan kesehatan
masyarakat. Dengan mengetahui epidemiologi tersebut, tenaga kesehatan akan
berpedoman pada epidemiologi dalam mengkaji berbagai masalah kesehatan,
penyebaran penyakit dimasyarakat, strategi yang kemungkinan akan dipakai dan yang
akan digunakan dalam mengatasi masalah kesehatan tersebut, serta cara-cara
pengendalian dan pencegahan penyakit yang terjadi di masyarakat. Semua itu
dilakukan guna meningkatkan peleyanan dan pemberian asuhan kesehatan dalam
setiap elemen kesehatan masyarakat yang dibutuhkan masyarakat.

2. Definisi Epidemik

Epidemik merupakan kejadian luar biasa yaitu timbulnya suatu penyakit yang
menimpa masyarakat pada suatu daerah yang melebihi perkiraan kejadian yang
normal dalam periode yang singkat. Berdasarkan batasan tersebut maka epidemik
mempunyai arti yang luas yaitu :
1. Epidemik berkaitan dengan berbagai macam penyakit termasuk juga
penyakit yang tidak menular
2. Tidak terdapat batasan geografis, jadi epidemic dapat mengenai
beberapa bagian atau seluruh wilayah bahkan seluruh dunia
3. Pada epidemi tidak terdapat batasan waktu
Selain pengertian yang telah disebutkan, terdapat ahli epidemiologi
mencoba mendefinisikan epidemik. Berikut definisi menurut para ahli :
A. Menurut Van Der Plank (1963)
Beliau mengatakan bahwa epidemik berarti peningkatan insiden
penyakit ( disease incidence) atau perkembangan penyakit dalam suatu
populasi dalam waktu yang singkat.
3. Definisi Endemik
Terdapat banyak sekali definisi tentang endemik menurut beberapa para ahli.
Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Menurut Cahyono ( 2009), endemik itu merupakan kata yang berasal dari
bahasa yunani yaitu En berarti didalam, kemudian Demos yang
berarti rakyat, sehingga dengan demikian endemik diartikan sebagai
penyakit yang umum dijumpai pada suatu populasi dengan angka kejadian
relatif konstan.
2. Menurut Noor ( 1997), menyatakan bahwa endemik merupakan adanya
penyakit atau agen yang menular yang tetap dalam suatu area geografis
tertentu sehingga dapat juga berkenaan dengan adanya penyakit yang
secara normal biasa timbul dalam suatu area tertentu.
3. Menurut Timmreck (2004) menyatakan bahwa endemik adalah
berlangsungnya suatu penyakit pada tingkatan yang sama atau keberadaan
suatu penyakit yang terus menerus di dalam populasi atau wilayah
tertentu ataupun prevalensi suatu penyakit yang biasa berlangsung di satu
wilayah atau kelompok tertentu.
4. Menurut Bustan dan Arsunan (1997), menyatakan bahwa endemi adalah
keadaan dimana penyakit atau penyebab penyakit tertrntu secara terus
menerus tetap ada pada populasi manusia dalam suatu arena geografis
tertent.
5. Menurut Budiman Chandra (2009 ) endemik adalah suatu berjangkitnya
prevalensi suatu jenis penyakit yang terjadi sepanjang tahun dengan
frekuensi yang rendah di suatu tempat.
6. Menurut Taufik Rohman Dhohiri,dkk, (2007) endemik adalah penyakit
yang terjangkit di suatu daerah tertentu; secara tepat terdapat di tempattempat atau kalangan orang-orang tertentu atau golongan suatu
masyarakat.
Dari semua pengertian endemik diatas dapat disimpulkan bahwa endemik
merupakan frekuensi suatu masalah kesehatan yang pada umumnya berupa sebuah
penyakit pada suatu wilayah tertentu yang menetap dalam waktu yang lama dan
berkaitan dengan penyakit yang secara normal biasa timbul dalam suatu wilayah
tertentu. Suatu infeksi dikatakan sebagai endemik pada suatu populasi jika infeksi
tersebut berlangsung di dalam populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar.
Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap orang yang terinfeksi
penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu orang lain (secara rata-rata). Bila
infeksi tersebut tidak lenyap dan jumlah orang yang terinfeksi tidak bertambah secara
eksponsial, suatu infeksi dikatakan berada dalam keadaan tunak endemik (endemic

steady state) suatu infeksi yang dimulai sebagai suatu epidemik pada akhirnya akan
lenyap atau mencapai tunak endemik, bergantung pada sejumlah faktor termasuk
virotensi dan cara penulisan penyakit bersangkutan. Namun, jika jika tingkatan
penyakit meningkat melampau jumlah endemik dan jumlah kasus yang muncul cukup
signifikan maka itu sudah mulai terjadi epidemi.

4. Definisi Pandemi
Pandemi adalah keadaan ketika terjadi masalah kesehatan (umumnya
penyakit), yang frekuensinya dalam waktu singkat meningkat tinggi dan dan
penyebarannya telah mencakup wilayah luas. Misalnya antar benua, atau bahkan
seluruh dunia. Dengan kata lain, pandemi itu merupakan suatu bentuk mewabahnya
epidemi (suatu penyakit) yang cakupan daerah yang terseranag wabah tersebut lebih
luas. Dan bahkan cakupan daerahnya itu dapat terjadi keseluruh dunia. Pandemi ini
sama halnya dengan pengertian wabah. Jadi pendemi dalam suatu wilayah itu sangat
berbahaya apabila terjadi, karena kemingkinan pandemi tersebut tidak hanya
menyerang wilayah itu, melainkan menyebar dengan cakupan daerah yang lebih luas
lagi.

PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari yang telah disampaikan dalam pengkajian literatur diatas, dapat kami
simpulkan bahwa secara umum definisi atau pengertian epidemiologi merupakan
suatu ilmu yang mempelajari tentang tiga komponen yaitu manusia (host),
lingkungan (environment), serta penyakit (agent) yang kemudian komponen
tersebut saling mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat serta hubungannya
dengan frekuensi timbulnya masalah kesehatan, distibusi atau penyebarannya,
serta faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan tersebut. Sedangkan untuk
pengertian epidemik, endemik, dan pandemi dapat kami simpulkan dengan
menggunakan tabel ringkasan berikut yang telah kami buat :
NO
1
2
3

Masalah kesehatan
Frekuensi/
( MK)
besarnya MK
Epidemik
Meningkat
Endemik
Stabil
Pendemi
Meningkat

Cakupan Wilayah

Waktu
Penyebaran
Daerah tertentu
Singkat
Daerah tertentu
Lama
Cakupan
daerah Singkat
luas

2. Saran
Studi literatur yang kami lakukan tentulah masih belum sempurna, untuk
itu kami menyarankan kepada pembaca untuk membaca literatur lain untuk lebih
menyempurnakan pemahaman pembaca tentang definisi epidemiologi, epidemik
endemik, dan juga pandemi.

LATIHAN SOAL
1. Rinda merupakan seorang mahasiswa kesehatan yang saat ini tengah
menyelidiki tentang timbulnya penyakit diare di area kostan mahasiswa
Universitas Jember. Selain itu dia juga mengkaji berapa frekuensi mahasiswa
yang terkena diare, serta faktor yang menyebabkan penyakit diare tersebut.
Menurut kajian yang Rinda lakukan, ilmu apakah yang saat ini tengah Rinda
pelajari ?
A. Public health
B. Psikologi
C. Biostatistika
D. Epidemiologi
E. Sanitation
2. Dalam ilmu epidemiologi juga beruhasa menjelaskan suatu analisa data
kesehatan, sosial ekonomi, dan tren yang terjadi untuk mengidentifikasi dan
menginterpretasikan perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau yang
akan terjadi pada masyarakat umum ataupun kelompok penduduk tertentu.
Dilihat dari definis diatas, definisi tersebut merupakan pengertian
epidemiologi dalam aspek ?
A. Aspek Klinis
B. Aspek Akademik
C. Aspek Administrasi
D. Aspek praktis
E. Aspek teoritis
3. Di kota Padang terdapat banyak warga yang terjangkit penyakit difteri. Pada
awalnya hanya 2 orang yang tejangkit, namun selang satu minggu dari
kejadian awal, 13 orang lainnya juga terjangkit penyakit difteri. Dari kasus
tersebut keadaan masalah kesehatan apakan yang terjadi pada masyarakat kota
padang ?
A. Epidemi
B. Endemik
C. Epidemiologi
D. Pandemi
E. Sporadik
4. Sofi merupakan mahasiswa kesehatan yang saat ini tengah melakukan
penelitian tentang korban penyakit demam berdarah di desa Mulyosari.
Setalah melakukan survei dan pengecekan data, tenyata muali awal bulan
Januari- Februari 2015 diketahui jumlah kasus yang terjadi di desa mulyosari
sebanyak 25 orang dengan 4 orang korban meninggal dunia. Berdsarkan kasus
diatas apakah tujuan Sofi melakukan kajian tersebut ?
A. Mengetahui faktor penyebab timbulnya penyakit DBD
B. Mengetahui distribusi penyakit
C. Mengetahui masalah kesehatan
D. Mengetahui frekuensi penyakit
E. Mengetahui gejala wabah
5. Epidemi dan pandemi merupakan bentuk mewabahnya suatu penyakit yang
menyebabkan masalah kesehatan bagi masyaarakat. Keduanya juga memiliki
persamaan dalam hal frekuensinya yang terus meningkat dan waktu
penyebarannya yang sangat singkat. Namun keduanya mempunyai perbedaan
yang sangat mencolok. Perbedaan apakah yang membedakan keduanya?
A. Jumlah penderitanya
B. Jumlah kematian
C. Cakupan daerah wilayah penyebaran wabah
D. Jenis penularan wabah
E. Jenis penyakitnya
6. Di Arab Saudi wabah penyakit MERS terus meningkat padahal jumlah
jamaah haji dari Indonesia sangat banyak jumlahnya yang berada di Arab

sehingga mereka sangat berpotensi terserang penyakit MERS. Hal ini


menyebabkan pemerintah Indonesia membuat kebijakan yaitu melakukan
pemeriksaan bagi jamaah haji yang tiba di Indonesia, dan terbukti
pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa beberapa jamaah haji telah terjangkit
MERS. Selain ke Indonesia, penyakit MERS juga menyebar ke berbagai
negara lainnya.
Berdasarkan kasus diatas bentuk maslah kesehatan yang terjadi pada tipe ?
A. Pandemi
B. Epidemik
C. Endemik
D. Sporadik
E. Epidemiologi
7. Mahasiswa keperawatan Universitas jember melakukan studi lapangan dengan
memberikan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan perilaku hidup bersih
guna meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan pendidikan kesehatan ini
membuat masyarakat paham akan perilaku hidup sehat yang dapat
meningkatkan derajat kesehatan mereka.
Berdasarkan kasus diatas pengetahuan tentang sehat-sakit juga menjadi salah
satu definisi dari epidemiologi yaitu yang dikemukakan oleh ?
A. Morris (1964)
B. Galliam (1963)
C. Greenwood (1934)
D. Van Der Plank (1963)
E. Timmreck (2004)
8. Salah satu definisi dari epidemialogi yaitu suatu usaha mengetahui keadaan
masyarakat di suatu wilayah atau suatu negara agar dapat memberikan
pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Dari pernyataan diatas, ditinjau berdasarkan apakah definisi
epidemiologi tersebut ?
A. Aspek Klinis
B. Aspek administrasi
C. Aspek akademik
D. Aspek praktis
E. Aspek mekanik
9. Penyakit filariasis terjadi secara massal di masyarakat desa Mimbo, hal ini
juga sudah pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Penyakit filariasis ini
memang terdapat di daerah tersebut. Namun akhir-akhir ini filariasis itu
muncul kembali karena perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap
kebersihan lingkungan sekitarnya, akibatnya penyebab penyakit filariasis itu
kembali muncul.
Berdasarkan kasus diatas, keadaan masalah kesehatan apakah yang terjadi di
daerah desa Mimbo?
A. Pandemi
B. Endemik
C. Epidemiologi
D. Epidemik
E. Sporadick
10. Banyak para para ahli yang mencoba mengemukakan tentang definisi dari
endemik, salah satunya yaitu definisi yang menyatakan bahwa Endemik
merupakan berlangsungnya suatu penyakit pada tingkatan yang sama atau
keberadaan suatu penyakit yang terus menerus di dalam populasi atau
wilayah tertentu ataupun prevalensi suatu penyakit yang biasa berlangsung di
satu wilayah atau kelompok tertentu. Berdasarkan definisi tersebut siapakah
yang menyatakan definisi tersebut ?
A. Cahyono (2009)
B. Morris (1964)
C. Timmreck (2004)
D. Gallian (1963)

E. Abdel R. Omran ( 1974)


DAFTAR PUSTAKA
Budiarto, Eko dan Anggraeni, Dwi.2003.Pengantar Epidemiologi Edisi 2.Jakarta:
EGC.
Bustan, M.N., dan Arsunan, A.2002.Pengantar Epidemiologi. Jakarta: PT RINEKA
CIPTA.
Dewanto, Harkati.1993. Aspek-aspek Epidemiologi MOLOKLUSI. Yogyakarta:
Gadjah Mada Press
Last, J.M. (2001).A dictionary of epidemiosslogy ,4th edn,Oxford: Oxford University
Press.
Maryani, Lydia, dan Rizki Muliani.2010.Epidemiologi Kesehatan Pendekatan
Penelitian.Yogyakarta:Graha ilmu
Noor, Nur Nasry.1997.Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular.Jakarta:PT
RINEKA CIPTA
Nugrahaeni, Dyan Kunthi.2010.Konsep Dasar Epidemiologi.Jakarta:EGC
Timmreck, Thomas.2004.Epidemiologi Suatu Pengantar Edisi 2.Alih Bahasa
Munaya Fauziah Jakarta:EGC.
Ryadi, A.L. Slamet, dan T. Wijayanti.2010.Dasar-Dasar EpidemiologiJakarta:
Salemba Medika
Van Der Plank, J.E. (1963). Epidemic and Control.New York:Academic Press
(www.Pengantar_Epidemialogi_Prof_Bhisma_Murti.pdf, diakses pada tanggal 28
Februari 2015, pukul 21.37 WIB )