Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar didunia.
Dengan potensi ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil
ikan yang cukup besar. Salah satu dari potensi perikanan laut tersebut adalah
ikan teri (Stolephorus sp.)
Ikan teri (Stolephorus sp.) adalah ikan yang termasuk ke dalam
kelompok ikan pelagis kecil, yang diduga merupakan salah satu sumberdaya
perikanan paling melimpah di Indonesia. Sumberdaya ini merupakan sumber
daya neritik, karena penyebarannya terutama adalah di perairan dekat pantai.
Pada wilayah dimana terjadi proses peningkatan massa air (upwelling),
sumberdaya ini dapat membentuk biomassa yang besar (Csirke, 1988 dalam
Giri, 2008).
Sebagai penghasil teri nasi dengan jumlah yang melimpah dengan hasil
penangkapan tahun 2010 sampai 2012 yaitu 175.726 ton, 204.839 ton, dan
203.220 ton, Indonesia menjadikan teri nasi sebagai produk ekspor dengan
sebagian besar hasil pengolahan ikan teri nasi yang dikeringkan (KKP, 2013).
Pada periode 2005-2009 perkembangan produksi ikan teri di perairan
Indonesia meningkat

yaitu dari 1.009.686,7 ton pada tahun 2005 menjadi

1.184.637,8 ton pada tahun 2009. Sumenep merupakan salah satu kabupaten
yang memproduksi ikan teri hingga mencapai 1.357 ton per tahun (Anonimous,
2009).
Dengan demikian, peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke pasar
internasional masih terbuka luas dalam hal pemanfaatan sumber daya perikanan
khususnya

ikan

teri

tak

terkecuali

kabupaten

Sumenep

tetapi

untuk

mengembangkan usaha di sektor perikanan masih banyak kendala yang harus


dihadapi misalnya tentang mutu dan keamanan pangan (Wahono, 2006).
Setiap perindustrian perikanan mengharapkan produksi
yang tinggi
dengan mutu baik, sehingga diperoleh harga jual yang tinggi di pasaran. PT.
Kelola Mina Laut Unit Lobuk - Sumenep merupakan salah satu perusahaan
pengolahan ikan yang cukup berkualitas dan berdedikasi. Produk yang dihasilkan
adalah ikan teri nasi kering. Hal ini dapat ditinjau dari segi teknologi yang
digunakan dan mutu produk yang dihasilkan. Respon pasar yang baik terhadap

produk ini dibeberapa daerah, mendorong penulis untuk mengetahui proses


pengolahan dan teknologi yang digunakan secara rinci dan juga sebagai bahan
perbandingan terhadap teori yang telah didapatkan di kampus.

1. Tujuan
Tujuan yang diharapkan dari Praktik Kerja Lapangan di PT. Kelola Mina Laut
Unit Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten
1 Sumenep, yaitu :
a. Mengetahui secara langsung proses pengolahan ikan teri nasi kering mulai
bahan baku sampai siap untuk dikonsumsi, dan mampu melaksanakan
perbandingan antara teori yang sudah diterima selama kuliah di Program
Studi Teknologi Pangan UPN Veteran Jawa Timur dengan penerapannya di
pabrik.
b. Menjalin kerja sama antara PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk Kecamatan
Bluto Kabupaten Sumenep dengan Program Studi Teknologi Pangan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.
2. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari Praktik Kerja Lapang di PT. Kelola Mina Laut
Unit Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, yaitu :
a. Bagi Perguruan Tinggi
Sebagai tambahan referensi khususnya mengenai perkembangan industri
pengolahan ikan teri nasi kering di Indonesia maupun proses dan teknologi yang
mutakhir, dan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang memerlukan.
b. Bagi Perusahaan
Hasil pengamatan yang dilakukan selama kerja praktik dapat menjadi
bahan masukan bagi perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan perusahaan
di masa yang akan datang.
c. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dapat mengetahui secara lebih mendalam tentang kenyataan
yang ada dalam dunia industri sehingga nantinya diharapkan mampu
menerapkan ilmu yang telah didapat ke dalam bidang industri.
B. Sejarah Perusahaan
Perseroan terbatas (PT) Kelola Mina Laut didirikan pada tanggal 17 Agustus
1994 oleh Ir. H. Mohammad Nadjikh. PT. Kelola Mina Laut merupakan
perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan hasil laut. Perusahaan ini
pertama kali didirikan di desa Sobontoro Kecamatan Tambak Boyo Kabupaten
Tuban Jawa Timur. Kantor pusat PT. Kelola Mina Laut bertempat di Jl. KIG. Raya
Selatan kav C-5 (Kawasan Industri Gresik) yang dimana produk yang akan

dieksport melalui tahap pengecekan kembali di kantor tersebut. Saat ini PT.
Kelola Mina Laut memiliki lima anak perusahaan. Masing masing adalah PT.
Kemilau Bintang Timur di Makassar, Sulawesi Selatan; PT. Muda Prima Insan di
Tuban, Jatim; PT. Catur Prima Madura di Sampang, PT. Salam Daya Mina di
Indramayu, Jawa Barat; dan PT. Ikrar Mina Lestari di Surabaya.(Anonymous,
2009)
PT. Kelola Mina Laut tersebar juga di wilayah Madura yaitu Bangkalan,
Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep
terdapat 6 perusahaan yaitu di desa Lobuk, desa Dungkek, desa Poteran, desa
Lombang, desa Sabu, dan desa Padike.
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan di PT. Kelola Mina
Laut unit Lobuk yang berperan dalam bidang pengolahan yang memanfaatkan
hasil laut berupa teri nasi yang tersebar di pulau Madura khususnya.
PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep awalnya merupakan perusahaan
pengolahan ikan teri nasi yang dimiliki oleh orang berkebangsaan Korea.
Kepemilikan perusahaan ini awalnya dimiliki oleh Jico Agung pada tahun 1991
1993, setelah itu berpindah kepemilikan menjadi Aneka Boka Nusantara pada
tahun 1993 1997, kemudian pada tahun 1997 2003 perusahaan ini dimiliki
oleh Miwon Mina Samudra yang pada akhirnya mulai tahun 2003 perusahaan ini
dimiliki oleh PT. Kelola Mina Laut. Perusahaan Perikanan PT. Kelola Mina Laut
Unit Sumenep ini menguasai sekitar 75% pasar teri yang diekspor ke Jepang.
PT. Kelola Mina Laut unit Sumenep ini merupakan cabang dari PT. Kelola Mina
Laut di Gresik sehingga setelah proses produksi ikan teri nasi yang siap ekspor
dikirim ke Gresik kemudian baru diekspor ke Jepang, Taiwan, China Korea
Selatan, Amerika Serikat, Australia, Eropa dan Timur Tengah.
Komoditas utama yang dihasilkan oleh PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep
Desa Lobuk Kecamatan Bluto yaitu ikan teri nasi (stolephorus Sp.) yang
dikeringkan. Ikan teri nasi kering yang dihasilkan dapat diklarifikasikan dengan 3
mutu antara lain Teri Nasi Mutu 1 (super), Teri Nasi Kualitas Spesial, dan Teri

1
Nasi Kualitas 1 2 . Ikan teri nasi kering mutu ekspor dipasarkan ke negara
tujuan yaitu Jepang.
Kebersihan dalam membuat produk yang bermutu

dan sesuai dengan

standar selalu menjadi keinginan dari setiap industry makanan begitu pula pada

PT. Kelola Mina Laut unit Lobuk kabupaten Sumenep. Produk yang bermutu dan
sesuai dengan standar hanya dapat dihasilkan jika menerapkan sisterm
pengendalian mutu secara menyeluruh. Mulai dari penerimaan bahan baku,
proses hingga menjadi produk akhir. Hal ini berarti setiap karyawan dan setiap
departemen/divisi yang memproduksi harus mempelajari, menerapkan

dan

berpartisipasi dalam kendali mutu.


Perusahaan ini juga memiliki kebijakan kebijakan mutu yang didefinisikan
sebagai berikut :
1. Menghasilkan produk yang bermutu, aman dan legal (quality, safety, and
legal product)sesuai kebutuhan pelanggan.
2. Melalui penerapan sistem jaminan mutu pangan atau HACCP (Hazard
Analysis Critical Control Point), Standar ISO 22000: 2005, BRC Global
Standard dan Aquaculture Certification Council (ACC).
3. Melibatkan seluruh karyawan dalam mewujudkan pengembangan mutu
secara berkelanjutan sehingga berubah dan tumbuh untuk memuaskan
pelanggan, perusahaan dan karyawan.
Adapun Visi dan Misi PT. Kelola Mina Laut sebagai berikut :
Visi : Menjadi perusahaan seafood terpadu Indonesia yang terbaik dan
paling kompetitif.
Misi : Mengembangkan kekuatan bisnis seafood melalui :
1. Berorientasi pada produk yang bernilai tambah
2. Menjunjung tinggi kualitas diatas segalanya
3. Memberikan pelayanan terbaik dalam upaya memuaskan pelanggan
4. Berorientasi pada efisiensi, efektifitas, dan produktifitas usaha
5. Menjalin kemitraan (partnership) dengan stakeholder
6. Manajemen usaha yang profesional
7. Mencapai kinerja perusahaan diatas rata rata pelaku bisnis
seafood yang didasari fundamental bisnis yang kuat.
PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep desa Lobuk Kecamatan Bluto
menetukan target pemasaran sesuai musim ikan yang ada pada tahun itu. Faktor
alam seperti cuaca maupun musim merupakan hal utama yang harus diprediksi
dan

menjadi

bahan

pertimbangan

sehingga

pihak

perusahaan

dapat

memperkirakan target yang harus dicapai. Untuk tahun 2014 sebanyak 192 ton
akan tetapi semua itu juga tergantung dari musim ikan tahun ini. Beberapa upaya
yang ditempuh oleh PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep Desa Lobuk Kecamatan
Bluto untuk meningkatkan jumlah ikan teri yang akan diproduksi :
1. Membeli ikan teri kering pada nelayan sekitar perusahaan
2. Membeli ikan teri kering pada nelayan di desa lain

3. Apabila usaha satu dan dua sudah dilaksanakan dan belum dapat hasil,
PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep Desa Lobuk Kecamatan Bluto
beralih pada komoditi perikanan lain seperti udang atau telur ikan.
C. Lokasi dan Tata Letak Perusahaan
PT. Kelola Mina laut Unit Sumenep desa Lobuk Kecamatan Bluto berlokasi di
Desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep yang dimana jarak
perusahaan dengan jalan utama Pamekasan Sumenep berjarak 2 km dan
dengan jarak 15 km dari pusat kota Sumenep.
Perusahaan PT. Kelola Mina Laut unit sumenep ini memiliki 2 pabrik
pengolahan, yaitu pabrik I dipergunakan untuk pengolahan ikan teri nasi secara
tradisional dan pabrik II untuk pengolahan ikan teri nasi secara modern. Jarak
antara pabrik I dengan pabrik II sekitar 2 3 km. Perusahaan ini terletak didekat
pesisir pantai dikarenakan perusahaan akan lebih mudah dalam memperoleh
bahan baku segar dan mudah dalam menjalankan proses produksi dan
usahanya. Pedoman pemilihan letak dikarenakan :
1. Lingkungan masyarakat
Dengan adanya PT. Kelola Mina Laut unit Sumenep desa Lobuk ini dapat
sepenuhnya diterima oleh masyarakat sekitar dikarenakan hal ini dapat
membantu warga sekitar dalam mencari pekerjaan karena perusahaan dapat
memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka terutama pada bagian sortasi.
2. Ketersediaan Sumber Daya atau Bahan Baku
PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep Desa Lobuk mempunyai banyak
daerah hasil penangkapan ikan teri yaitu desa Dungkek, Poteran, Tamberu,
Pandike, Talesa, Nipa, Kombeng serta Desa Lobuk itu sendiri. Semua penghasil
bahan baku tersebut dapat mudah dijangku dari lokasi pabrik, yang nantinya
akan memudahkan dalam proses produksi.
3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia
PT. Kelola Mina Laut Unit Sumenep Desa Lobuk sendiri lebih banyak
membutuhkan tenaga kerja terlatih dari pada tenaga kerja terdidik, hal ini
dikarenakan tenaga kerja lebih banyak dibutuhkan di bagian sortasi. Kebutuhan
tenaga kerja ini umumnya didominasi oleh masyarakat sekitar.
4. Pemasaran
Daerah pemasaran bagi produk lokal dari PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk
ini adalah dengan masyarakat sekitar mendatangi pabrik secara langsung.
Sedangkan untuk produk lokal berupa teri nasi langsung ditangani oleh pihak
pabrik pusat yang berada di Gresik.
5. Bebas dari Pencemaran

PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk terletak di daerah yang tidak terlalu padat
penduduk, jauh dari pabrik pabrik lain, jauh dari tempat pembuangan atau
tempat lain yang akan menjadi pencemar dalam produk ini sehingga lokasi
mendukung dalam keamanan produk dari bahan bahan pencemar.
6. Sarana Transportasi
Meskipun jauh dari pusat kota Sumenep, PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk
dapat dijangkau dengan mudah dengan alat transportasi yang memadai
sehingga

sarana

transportasi

bukan

menjadi

kendala

dalam

produksi

perusahaan ini.
Pemilihan

lokasi

sangat

penting

bagi

perusahaan

karena

akan

mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan dan menentukan


kelangsungan hidup perusahaan. Tujuan penentuan lokasi perusahaan adalah
agar dapat berproduksi dengan lancar, efektif, dan efisien. Untuk peta lokasi PT.
Kelola Mina Laut Unit Lobuk dapat dilihat pada gambar 1.1. Sedangkan denah
PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk dapat dilihat pada gambar 1.2 dan denah alur
proses dapat dilihat pada gambar 1.3.
Bangunan pabrik pengolahan ikan teri nasi kering PT. Kelola Mina Laut
Unit Lobuk terletak di desa Lobuk yang terdiri dari gedung utama, gedung
produksi, dan gudang, serta kantor. Tata letak suatu pabrik dapat dikelompokkan
menjadi tata letak produk, proses, posisi tetap, dan selular (Hadiguna, 2008).
Tata letak yang digunakan pabrik pengolahan ikan teri nasi kering PT. Kelola
Mina Laut Unit Lobuk termasuk tipe tata letak proses di mana mesin-mesin dan
peralatan yang memiliki kesamaan fungsi diletakkan dalam satu ruangan. Luas
pabrik pengolahan ikan teri nasi kering PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk sebesar
600 m2.

Gambar 1.1 Peta Lokasi PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk Sumenep

Gambar 1.2 Denah PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk

Gambar 1.3 Denah Alur Proses PT. Kelola Mina Laut


D. STRUKTUR ORGANISASI
Organisasi merupakan suatu sistem kerja sama yang memiliki tujuan jelas
dengan pengembangan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Untuk
mencapai tujuan tersebut harus ada sistem kerja sama yang baik antar
karyawan. Kegiatan manajemen dalam suatu organisasi tidak pernah lepas dari
hubungan kerja sama antar individu maupun antara atasan dan bawahan. Tanpa
adanya hubungan kerja sama antar karyawan dan pembagian tugas maupun
wewenang yang jelas antar jabatan, maka tujuan yang ditetapkan sebelumnya
tidak akan pernah tercapai.
Pengorganisasian yang baik dapat meberikan manfaat antara lain
mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai posisi dalam
organisasi, mempertegas hubungan antara anggota satu dengan yang lain, dan
menciptakan pola hubungan kerja yang baik antara anggota organisasi demi
kemudahan tercapainya tujuan bersama (Suryantoro, 2007).
Struktur organisasi merupakan kerangka dan susunan perwujudan dari
pola tetap hubungan hubungan diantara fungsi fungsi, bagian bagian atau

posisi posisi, maupun orang orang yang menunjukkan kedudukan, tugas,


wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dalam suatu organisasi. Dengan
adanya struktur organisasi akan memudahkan dalam hal ketertiban kerja serta
sistem manajemen dan pengawasan sehingga kedisiplinan dalam suatu
perusahaan dapat terjamin. Direktur PT. Kelola Mina Laut tidak berkedudukan
dimasing-masing unit tetapi dikantor pusat di Jl. KIG. Raya Selatan kav C-5
(Kawasan Industri Gresik). Semua pabrik PT Kelola Mina Laut di Indonesia
bertanggung jawab kepada Supply Chain director. Struktur organisasi di PT.
Kelola Mina Laut unit Lobuk dapat dilihat pada gambar 1.4 dibawah ini :

Gambar 1.4. struktur organisasi PT. Kelola Mina Laut unit Lobuk
Setiap personel yang berada dalam struktur organisasi di PT. Kelola Mina
Laut Unit Sumenep mempunyai wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut :
1. Factory Manager (FM)
a. Pengawasan terhadap jalannya proses dan hasil produk melalui staf
QC dan penanggung jawab produksi.
b. Pengawasan terhadap bagian keuangan

perusahaan

melalui

departemen administrasi
2. Financial administration (FA)
a. Bertanggung jawab dalam bidang administrasi serta mencatat dan
mengatur segala pengeluaran dan pendapatan.

10

b. Bertanggung jawab kepada atasan dengan melaporkan segala


laporan keuangan.
3. Bagian Quality Control (QC)
a. Pengawasan dan pencatatan semua kegiatan produksi dalam
kaitannya dengan standar dan membuat tindakan perbaikan jika
ditemukan ketidaksesuaian produk ditahap proses.
b. Mengaplikasikan sistem manajemen mutu.
4. Bagian pembelian
Bertanggung jawab dalam operasional produksi, fasilitas dan karyawan
mulai dari penerimaan sampai produk akhir, pengawasan proses produksi
berdasarkan SOP dan SSOP.
5. Bagian Sumber Daya Manusia (SDM).
a. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan SDM dan administrasi
kepegawaian sesuai dengan keputusan yang dibuat oleh direktur.
b. Melakukan evaluasi kerja karyawan.
c. Menerapkan dan mempertahankan peraturan, kebijakan, prosedur
yang berlaku.
d. Memberikan training karyawan secara rutin baik untuk karyawan yang
baru maupun karyawan yang sudah lama.
6. Bagian Produksi
Bertanggung jawab dalam setiap operasional produksi mulai dari segi
fasilitas penunjang produksi serta karyawan yang dimana pertanggung
jawaban ini dimulai sejak awal penerimaan bahan baku hingga produk
akhir.
7. Pengawas Produksi
Melakukan pengawasan produksi dimulai sejak penerimaan bahan
sampai produk akhir yang berdasarkan SOP atau SSOP
8. Bagian sanitasi dan Hygiene
Bertanggung jawab dalam kebersihan dan sanitasi pada setiap komponen
yang ada dipabrik berdasarkan ketentuan ketentuan yang berlaku.
9. Bagian proses operasional
Bertanggung jawab dalam memproduksi produk mulai dari penerimaan
bahan sampai produk akhir sesuai dengan alur proses yang telah
ditetapkan pabrik
10. Teknisi
a. Bertanggung jawab untuk operasional dan pemeliharaan mesin
produksi.
b. Mengatur operasionl mesin produksi
c. Mengontrol suhu, sirkulasi, serta kebersihan ruang pendimngin (cold
storage)
11. Bagian Penanggung Jawab Gudang

11

a. Bertanggung jawab dalam mengontrol barang barang yang berada


dalam gudang, baik gudang penyimpanan garam, bahan pengemas,
serta bahan kimia.
b. Bertanggung jawab mengontrol kebersihan dalam gudang.
12. Bagian Karyawan (Employee)
Melakukan kegiatan pengecekan terhadap karyawan sebelum melakukan
proses produksi. Pengecekan yang dimaksud mulai dari kelengkapan
atribut karyawan hingga kebersihan serta kesehatan karyawan.
13. Pengawas Hama dan Penyakit
Bertanggung jawab dalam pengawasan hama dan penyakit yang
dikhawatirkan menyerang produk atau bahan bahan lain yang sifatnya
dapat merugikan pabrik.
E. Ketenagakerjaan
Karyawan atau tenaga kerja merupakan faktor yang sangat penting agar
perusahaan dapat berjalan dengan baik. Karyawan merupakan orang yang
melaksanakan tugas sesuai perjanjian kerja.
Secara umum tenaga kerja PT. Kelola Mina Laut berasal dari penduduk
yang bertempat tinggal di

sekitar perusahaan. Pembagian karyawan di

perusahaan pengolahan ikan teri nasi PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk ini
diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu, berdasarkan status karyawan
dan bidang pekerjaan dengan jumlah karyawan sebanyak 540 yang terdiri dari
karyawan laki laki sebanyak 28 dan karyawan perempuan sebanyak 512.
Tenaga kerja di PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk terbagi menjadi dua bagian
yaitu bagian administrasi (office) dan opersional atau produksi. Penggolongan
karyawan di PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk bisa dilihat di tabel 1.1. Karyawan
di bagian administrasi mempunyai 6 hari kerja perminggu yaitu Senin Sabtu
dengan waktu mulai kerja pada pukul 08.00 16.00 WIB, jam istirahat pada
pukul 12.00 13. 00 WIB. Sedangkan pada bagian produksi juga bekerja selama
6 hari perminggu dengan libur pada hari Jumat, akan tetapi apabila sedang
membutuhkan banyak produksi maka mereka tetap masuk, bahkan disaat proses
mesin berlangsung dengan produksi ikan banyak waktu kerja mereka sampai
proses produksi mesin selesai.

Tabel 1.1. Penggolongan Karyawan PT. Kelola Mina Laut unit Lobuk

12

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Penggolongan
Factory Manager
Staf Quality Control
Pegawai kantor
Teknisi
Penanggung jawab produksi
Sortasi
Pengawas sortasi
Pemisahan Ukuran
Pengemasan
Cleaning Service
Keamanan (Satpam)
JUMLAH

Jumlah
1
1
6
4
14
450
14
40
6
2
2
540

Sumber : PT. Kelola Mina Laut


Pada karyawan dibidang produksi PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk hampir
tidak memiliki hari libur kerja terkecuali jika hari raya dan apabila tidak ada
produksi ikan.
Karyawan PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk memiliki latar belakang
pendidikan mulai tingkat SD sampai S1, dan sebagian besar terdiri dari karyawan
wanita. Tabel 1.2 merupakan penggolongan tingkat pendidikan pada karyawan
PT. Kelola Mina Laut unit Lobuk dan tabel 1.3 merupakan jumlah karyawan
berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 1.2. Tingkat Pendidikan Karyawan PT. Kelola Mina Laut unit Lobuk
N
o
1
2
3
4
5
6

Tingkat Pendidikan

Jumlah

SD
SMP
SMK
SMA
D3
S1
JUMLAH

234
146
9
38
6
2
540

Tabel 1.3. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin


N

Janis kelamin

Jumlah

13

o
1
2

Pria
Wanita
JUMLAH

28
512
540

F. Fasilitas dan kesejahteraan karyawan


Perusahaan menyediakan beberpa fasilitas yang bertujuan untuk menjamin
dan meningkatkan kesejateraan para karyawannya. Beberapa fasilitas tersebut
antara lain : penyimpanan pakaian (locker), ruang ganti, kantin, musholla, tempat
parkir, toilet dan tempat khusus pencucian tangan di ruang produksi. Adapun
fasilitas lain yang mendukung antara lain asuransi program BPJS. Hal ini sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2012 tentang
Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Kesehatan
dan Keselamatan Kerja sendiri merupakan segala kegiatan untuk menjamin dan
melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Berikut pula fasilitas fasilitas lain
yang diberikan :

pelayanan kesehatan yang terdiri dari pre-ployment

examination (pemeriksaan kesehatan sebelum tenaga kerja diterima) dan


periodical

examination

(pemeriksaan

kesehatan

secara

periodik),

THR,

pesangon pensiun, cuti, dan seragam kerja yang dilengkapi alat pelindung diri.
Untuk upaya meningkatkan kualitas pekerja agar sesuai dengan standar
HACCP perusahaan mengadakan pelatihan pelatihan untuk sumber daya
manusia

yang

terjadwal

secara

tahunan

dan

berkelanjutan.

Pelatihan

dilaksanakan didalam dan diluar perusahaan. Pelatihan pelatihan yang seperti


training karyawan, pelatihan hygiene dan sanitasi, pelatihan standarisasi (ISO),
pelatihan perbaikan dan pelayanan jaringa telekomunikasi, pelatihan kecerdasan
emosi dan spiritual (ESQ), pelatihan k3 dan pelatihan lainnya.
Sistem penggajian atau pengupahan di PT. Kelola Mina Laut Unit Lobuk
berdasarkan atas jabatan, keahlian, prestasi kerja dan tanggung jawab dari
karyawan yang bersangkutan. Adapun sistem penggajian atau pengupahannya
terdiri dari 4 kategori, yaitu :
1. Karyawan Bulanan Tetap
Pekerja yang diterima bekerja untuk waktu tidak tertentu dan telah
lulusa dari masa percobaan, dan masa percobaan dihitung sebagai masa kerja.
Sistem pembayaran gajinya diberikan perbulan.

14

2. Karyawan harian tetap


Pekerja yang bekerja di bagian departemen produksi yang terdiri dari
karyawan penanggung jawab sortasi, penanggung jawab pemisahan ukuran,
penanggung jawab pengemasan, dan pengadaan bahan baku. Sistem gajinya
diberikan perhari.
3. Karyawan harian lepas
Sistem penggajiannya dibayar berdasarkan absen dan ditentukan oleh
Factory Manager. Sistem harian lepas ini meliputi pengawa sortasi.
4. Sistem borongan
Borongan terdiri dari pelaksana sortasi, pemisahan ukuran, dan
penimbangan. Upah yang diterima karyawan ini berdasarkan jumlah bahan
baku tiap kilogram ikan yang dikerjakan. Sistem penggajiannya berdasarkan
hasil rendemen.