Anda di halaman 1dari 10

Kita telah mempelajari gelombang mekanik.

Salah satu gelombang mekanik, yakni


gelombang longitudinal memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Gelombang
longitudinal yang merambat dalam medium udara disebut sebagai gelombang bunyi. Telinga
manusia sangat peka dan dapat mendeteksi gelombang bunyi meskipun intensitasnya sangat
rendah. Di samping berguna untuk mendengarkan lawan bicara, telinga manusia mampu
menangkap isyarat-isyarat dari lingkungan, misalnya suara binatang di malam hari hingga
bunyi klakson mobil yang bergerak mendekati. Telinga manusia sangat peka terhadap
perubahan tekanan. Oleh karena itu, dalam membahas gelombang bunyi pembahasan
perubahan tekanan seringkali sangat bermanfaat.
A. Gelombang Bunyi
Bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambat dalam suatu medium. Bunyi
dapat merambat dalam zat padat, zat cair, dan gas. Pada bagian ini hanya akan dibahas
gelombang bunyi di udara. Gelombang bunyi yang paling sederhana adalah gelombang
sinusoidal yang memiliki frekuensi, amplitudo, dan panjang gelombang tertentu. Telinga
manusia peka terhadap gelombang bunyi dengan jangkauan frekuensi antara 20 Hz
20.000 Hz. Jangkauan ini dikenal sebagai jangkauan suara yang dapat didengar (audible
range). Gelombang bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz disebut gelombang
ultrasonik. Anjing dan kelelawar adalah hewan yang dapat mendengar bunyi ultrasonik.
Gelombang bunyi yang frekuensinya di bawah 20 Hz disebut gelombang infrasonik.
Sumber-sumber gelombang infrasonik adalah gempa bumi, gunung meletus, halilintar,
dan gelombang-gelombang yang dihasilkan oleh getaran mesin yang sangat kuat.
Sekarang kita akan membahas gelombang bunyi sinusoidal yang merambat ke arah
sumbu

positif. Gelombang ini dapat dinyatakan dengan persamaan

y ( x, t ) A sin( t kx).
... (1)
Ingat, dalam gelombang longitudinal pergeseran partikel sejajar dengan arah perambatan.
Oleh karena itu,

dan

diukur sejajar tidak tegak lurus seperti pada gelombang

transversal.

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 1

Gelombang bunyi dapat juga dijelaskan sebagai perubahan tekanan di berbagai titik.
Untuk gelombang bunyi sinusoidal di udara, tekanannya berubah-ubah yakni dapat di atas

pa
atau di bawah tekanan atmosfer
perubahan tekanan ini.

. Telinga manusia bekerja dengan mengindera

Ketika gelombang bunyi memasuki telinga, ada perbedaan

tekanan pada kedua sisi gendang telinga sehingga gendang telinga bergetar.

Gambar 1. Volume gas berbentuk silinder dengan luas penampang S. Panjang dalam posisi
yang tidak digeserkan adalah x. Selama perambatan gelombang sepanjang sumbu,
ujung kiri digeserkan ke kanan sejauh y1 dan ujung kanan digeserkan sejauh y2 yang
berbeda. Perubahan volume yang dihasilkan adalah S(y1-y2)

Sumber: Fisika Universitas

p ( x, t )
Diandaikan

menunjukkan perubahan tekanan di titik

pada saat

t.

Artinya,

pa .

p ( x, t )
menunjukkan perbedaan tekanan di titik itu terhadap tekanan atmosfer

Untuk

melihat hubungan antara fluktuasi tekanan p(x,t) dan pergeseran y(x,t) dalam sebuah
gelombang bunyi yang merambat dalam arah x positif, kita tinjau sebuah silinder udara
imajiner dengan luas penampang S yang sumbunya sepanjang arah perambatan
(Gambar 1). Bila tidak ada gelombang bunyi, silinder itu mempunya panjang x dan
volume V= Sx seperti yang diperlihatkan oleh volume yang diarsir dalam (Gambar 1).
Bila sebuah gelombang muncul, pada waktu t ujung slinder yang pada mulanya di x
digeserkan sebanyak y1= y(x,t) dan ujung yang pada mulanya di x+x digeserkan
sebanyak y2 = y(x+x,t). Jika y2 y1 seperti yang diperlihatkan pada gambar 1, volume
silinder itu telah bertambah, yang menyebabkan penurunan tekanan. Jika y 2 y1,
volume silinder itu telah berkurang dan tekanan itu telah bertambah. Jika y 2=y1, silinder
Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 2

itu hanya digeserkan ke kiri atau ke kanan artinya tidak ada perubahan volume dan tidak
ada fluktuasi tekanan. Secara kuantitatif, perubahan volume

dari silinder itu

adalah
y
V =S

-y1) = S [(y(x+ x ,t) - y(x,t)]

Dalam limit x 0, perubahan volume fraksional


dV
V

lim

x 0

dV
V

adalah

y ( x + x ,t ) y( x , t) y ( x , t )
=
x
x

Perubahan volume itu dikaitkan dengan fluktuasi tekanan oleh modulus Bulk B dengan
persamaan sebagai berikut :

B=
p ( x, t ) B

p(x ,t )
dV
V

y ( x, t )
.
x

... (2)

Tanda negatif menunjukkan bahwa perubahan volume menyebabkan tekanan berkurang.


Dengan mengingat Persamaan (1), diperoleh :

p ( x, t ) BkA cos(t kx).


... (3)

Kuantitas

BkA

pada Persamaan (3) menunjukkan perubahan tekanan maksimum atau

p maks .
sering disebut sebagai amplitudo tekanan, dengn simbol

Jadi,

p maks BkA.
... (4)

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 3

p maks
Persamaan (4) menunjukkan bahwa amplitudo tekanan
amplitudo pergeseran
sebab

A.

berbanding lurus dengan

Amplitudo tekanan juga bergantung pada panjang gelombang,

k 2 / .

Contoh Soal 1 :
Gelombang bunyi di udara menghasilkan perbedaan tekanan yang dinyatakan dengan

p ( x, t ) 0,75 cos 12 (340 x ),


persamaan

dengan

dalam pascal,

dalam meter, dan

dalam sekon. Hitunglah (a) amplitudo tekanan, (b) panjang gelombang, (c) frekuensi, dan
(d) laju gelombang.
Penyelesaian

p( x, t ) 0,75 cos(170t 12 x)
Dengan

membandingkan

antara

persamaan

dan

Persamaan (3), diperoleh :

p maks 0,75
(a) amplitudo tekanan
k

(b)

2 1
2,

pascal,

panjang gelombang

2f 170 ,
(c)

meter,

f 85
frekuensi

Hz, dan

v f (85 Hz)(4 m) 340 m/s.


(d) laju gelombang
B.

Efek Doppler
Bila sebuah mobil bergerak mendekati Anda sambil membunyikan klakson, Anda
akan mendengar frekuensi bunyi klakson yang semakin tinggi. Sebaliknya, jika mobil itu
bergerak menjauhi Anda, Anda akan mendengar frekuensi bunyi klakson yang semakin
rendah. Fenomena ini pertama kali dijelaskan oleh ilmuwan berkebangsaan Austria
Christian Doppler sekitar abad pertengahan, sehingga dinamakan efek Doppler. Secara

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 4

umum, bila sumber bunyi dan pendengar bergerak relatif satu sama lain, maka frekuensi
bunyi yang didengar oleh pendengar tidak sama dengan frekuensi sumber bunyi.
Untuk menganalisis efek Doppler pada gelombang bunyi, kita akan menentukan
hubungan antara pergeseran frekuensi, kecepatan sumber, dan kecepatan pendengar
relatif terhadap medium (udara) yang dilalui oleh gelombang bunyi tersebut. Untuk
menyederhanakan, kita hanya akan membahas keadaan khusus di mana kecepatan
sumber dan pendengar keduanya terletak sepanjang garis lurus yang menghubungkan

vS
keduanya. Dalam membahas efek Doppler,

dan

vP

berturut-turut menunjukkan

komponen-komponen kecepatan sumber bunyi dan kecepatan pendengar, relatif terhadap


medium.
o Pendengar Bergerak

Gambar 2. Pendengar yang bergerak menuju sumber bunyi yang diam

Sumber: Fisika Universitas


Gambar 2 menunjukkan seorang pendengar P yang bergerak dengan kecepatan

vP

menuju sumber bunyi S yang diam. Sumber bunyi itu memancarkan gelombang bunyi

v / fS .

fS
dengan frekuensi

dan panjang gelombang

gelombang yang terpisah dengan jarak yang sama, yaitu

Perhatikan beberapa puncak

Puncak-puncak gelombang

yang mendekati pendengar yang bergerak itu mempunyai laju perambatan relatif

terhadap pendengar sebesar

v vP .

Jadi, frekuensi

fP

di mana puncak-puncak

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 5

gelombang itu tiba di posisi pendengar (artinya, frekuensi yang didengar oleh pendengar)
adalah :

fP

v vP v vP

v / fS
... (4)

fP 1 P fS .
v

... (5)

Dengan demikian, pendengar yang bergerak menuju sumber bunyi seperti pada
Gambar 2 akan mendengar frekuensi yang lebih tinggi daripada yang didengar oleh
pendengar yang diam. Sebaliknya, pendengar yang bergerak menjauhi sumber bunyi
akan mendengar frekuensi yang lebih rendah.
o Sumber Bunyi dan Pendengar Bergerak

Gambar 3. Puncak-puncak gelombang yang dipancarkan oleh sumber bunyi yang bergerak. Di
depan sumber bunyi puncak-puncak gelombang merapat, sedangkan di belakang sumber puncakpuncak gelombang merenggang.

Sumber: Fisika Universitas


Apa yang terjadi jika sumber bunyi bergerak ? Gambar 3 menunjukkan sebuah

vS .
sumber bunyi yang bergerak dengan kecepatan
terhadap medium (udara) adalah

v.

Laju gelombang bunyi relatif

Laju gelombang bunyi v bernilai

tetap, tidak

bergantung pada gerak sumber. Akan tetapi, panjang gelombang bunyi tidak sama dengan
Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 6

v / fS .
Mengapa demikian? Waktu untuk pancaran satu siklus gelombang sama dengan

T 1/ f S .
periode

T 1/ f S
Dalam waktu

vT v / f S
ini gelombang merambat sejauh

vS T vS / f S .
dan sumber bunyi merambat sejauh

Panjang gelombang adalah jarak

antara dua puncak gelombang yang berurutan. Seperti ditunjukkan pada Gambar 3,
panjang gelombang di depan sumber berbeda dengan panjang gelombang di belakang
sumber. Di depan sumber, yaitu di sebelah kanan Gambar 3, panjang gelombangnya
adalah :

v v S v vS

.
fS fS
fS

... (6)
Di belakang sumber, yaitu di sebelah kiri Gambar 3, panjang gelombangnya adalah

v vS v vS

.
fS fS
fS

... (7)
Perhatikan bahwa gelombang-gelombang di depan sumber merapat, sedangkan
gelombang-gelombang di belakang sumber merenggang.
Untuk menentukan frekuensi yang didengar oleh pendengar di belakang sumber, kita
substitusi Persamaan (7) ke Persamaan (4), diperoleh :

fP

v vP
v vP

(v v S ) / f S

fP

v vP
fS .
v vS

... (8)

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 7

Persamaan (8) berlaku untuk semua kemungkinan gerak sumber bunyi dan pendengar
(relatif terhadap medium udara) sepanjang garis yang menghubungkan sumber bunyi dan

pendengar itu. Jika pendengar diam,

v P 0.

Jika sumber bunyi dan pendengar keduanya

v P vS
diam atau memiliki kecepatan yang sama relatif terhadap medium,

fP fS .
dan

Jika arah kecepatan sumber mendekati pendengar dan arah kecepatan pendengar
menjauhi sumber maka pada persamaan (8) vp dan vs bertanda negatif.
Contoh Soal 2
Sebuah sirine mobil polisi memancarkan gelombang bunyi dengan frekuensi

f S 300 Hz.
Laju gelombang bunyi di udara

v 340 m/s.

(a) Hitunglah panjang

gelombang dari gelombang bunyi itu jika sirine diam. (b) Jika sirine bergerak dengan

108 km/jam,
laju

hitunglah panjang gelombang di depan dan di belakang sirine. (c) Jika

pendengar P berada dalam keadaan diam dan sirine bergerak menjauhi P dengan
kelajuan yang sama, berapakah frekuensi yang didengar oleh pendengar P?
Penyelesaian

v S 108 km/jam 30 m/s


Laju sumber bunyi

Laju gelombang bunyi

v 340 m/s

f S 300 Hz
Frekuensi sumber
(a)

Jika sirine diam, maka

(b)

v
340 m/s

1,13 m.
fS
300 Hz

Panjang gelombang di depan sirine dapat dihitung dengan Persamaan (6),

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 8

v v S 340 m/s 30 m/s

1,03 m.
fS
300 Hz

Panjang gelombang di depan sirine dapat dihitung dengan Persamaan (7),

v v S 340 m/s 30 m/s

1,23 m.
fS
300 Hz

(c) Pendengar dalam keadaan diam, artinya

v S 30 m/s

v P 0.

Laju sirine (sumber bunyi)

vS
(laju sumber bunyi

bertanda positif karena sirine bergerak dalam

arah yang sama seperti arah dari pendengar menuju sumber bunyi). Dengan
menggunakan Persamaan (8), diperoleh :

fP

v
340 m/s
fS
(300 Hz) 275,67 Hz.
v vS
340 m/s 30 m/s

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 9

DAFTAR PUSTAKA
Zemansky, Sears. 2000. Fisika Universitas : Edisi Sepuluh Jilid 2. Jakarta : Erlangga
Anonim. 2010. Gelombang dan Bunyi. (online), (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/SERI
%20FISIKA%20DASAR.doc, diunduh pada tanggal 12 Oktober 2015)

Gelombang Bunyi dan Efek Doppler 10