Anda di halaman 1dari 39

BAB II

LANDASAN TEORI

A. MATERIAL FINISHING LANTAI


Pengertian lantai adalah bagian dasar sebuah ruang, yang memiliki peran penting
untuk memperkuat eksistensi obyek yang berada di dalam ruang. Fungsi lantai
secara umum adalah: menunjang aktivitas dalam ruang dan membentuk karakter
ruang. Ketika orang berjalan di atas lantai, maka karakter yang muncul adalah:
tahan lama, tidak licin dan berwarna netral (tidak dominan). Lantai rumah
digunakan untuk meletakkan barang-barang seperti kursi, meja, almari, dan
sebagainya serta mendukung berbagai aktivitas seperti berjalan, anak-anak
berlari, duduk di lantai, dan lain-lain.
Dilihat dari sisi struktur, beban yang diterima oleh lantai kadang cukup
besar, misalnya ketika kita memindahkan benda berat seperti almari dengan cara
menyeretnya. Dengan demikian lantai memiliki peran penting mendukung
beban-beban langsung dari barang-barang dan aktivitas di atasnya.
Dari sisi estetika, lantai berfungsi untuk memperindah ruang dan
membentuk karakter ruang. Tema warna dan image yang ditampilkan dapat
mengambil konsep apa pun sesuai karakter yang dimunculkan.
I. TEGEL
Untuk mendapatkan kualitas pemasangan tegel keramik dinding dan lantai perlu
adanya pemahaman tentang teknologi bahan dan metode kerja yang menunjang
dalam meningkatkan kecepatan dan ketepatan serta keawetan hasil dari
pekerjaan tersebut.
Pada pekerjaan tegel keramik ada dua metode kerja yang dipakai dalam
mengaplikasian tegel keramik yaitu cara tipis (tin bad method) dan cara tebal
(tick bed method). Penggunaan tick bed method (cara tebal) adalah suatu cara
memasang keramik secara konvensional, dapat digambarkan dimana adukan
1

atau spesi diletakan diatas punggung tegel keramik kemudian ditempelkan


kepermukaan dinding sesuai ketebalan yang disyaratkan yaitu maksimal 1-2 cm.
Sedangkan thin bed method (cara tipis) adalah menggunakan bahan (tile
adhesive) dan peralatan khusus (roskam bergerigi) dimana cara kerjanya adalah
spesi diaplikasikan pada bidang dinding dengan meggunakan alat roskam yang
telah di buat alur (gerigi) sehingga membentuk jalur dengan ketebalan maksimal
5-8 mm.
Fungsi pasangan tegel keramik :
-

Lapisan penutup pada lantai dan dinding rumah atau gedung

Untuk memberi kesan bersih pada bidang yang terpasang.

Memberikan kesan indah dari segi estetika.

Fungsi siar atau nat :


-

Anti slip/jika keramik sedang dalam keadaan basah atau licin.

Penguat antar keramik/memperkokoh antar keramik.

Menyamakan kesan ukuran keramik yang tidak sama.


-

Mengisi celah yang kosong akibat spesi yang berongga.

Persyaratan pasangan tegel keramik :


Untuk mendapatkan pasangan tegel keramik yang berkualitas dan awet
maka perlu memperhatikan dan mengikuti aturan dan persyaratan yang telah
ditetap oleh industri. Adapun persyaratan dan peraturan dalam pemasangan
tegel keramik menurut industri adalah :
1. Spesi ; spesi harus plastis, padat dan terisi penuh dan sesuai dengan
prosedur dan persyaratan dari industri.

2. Siar ; siar harus lurus dan seragam dengan toleransi kesalahan 1 mm,
permukaan sedikit cekong berwarna seragam,bersih tidak bernoda serta
Ketebalan siar untuk dinding adalah antara 2 3 mm, sedangkan untuk
lantai antara 3 5 mm.
3. Keramik ; permukaan / glasur harus keras, bagian badan padat dan
keras, rata, ukuran sama serta sudut siku.
4. Ketepatan ; ukuran, ketegakan, kerataan, kesikuan,kedataran terkontrol
dengan toleransi kesalahan 1-2 mm serta selisih ketinggian antar tegel
keramik tidak lebih 1 mm.
5. Syarat pemasangan; permukaan media bersih bebas dari minyak dan
debu, rata, tegak, siku, keramik tidak perlu dibasahi (cara tipis),
diaplikasikan dengan roskam bergerigi, pemotongan bagian pingir sama
besar tidak boleh kurang dari lebar keramik yang akan dipasang serta.

Keunggulan dan kelemahan cara tipis :


Pemasangan dengan cara tipis sangat menguntung dibandingkan dengan
cara konvensional , seperti berikut ini :
a) Keunggulan ; Waktu pemasangan lebih cepat (30 m2/hari), Spesi tipis
(antara 3-5 mm setelah terpasang), Kualitas spesi terjamin,Ketepatan
pasangan mudah dikontrol, Membutuhkan waktu tidak terlalu lama
untuk belajar memasang, Lingkungan kerja bersih, Keamanan pada
keramik relatif baik (tidak mudah jatuh/lepas pada saat dipasang),
Dapat dipasangan pada semua media (kayu,beton,baja,plastik dll).
b) Kelemahan ; Memerlukan media yang presisi atu tembok harus diplester
terlebih dulu, Bahan dan peralatan terbatas pada perkotaan besar,Bahan
agak sdikit mahal , Belum banyak dikenal oleh pekerja konstruksi pada
umumnya.

Peralatan dan bahan :


1. Peralatan kerja pada pemasangan tegel keramik cara tipis
a) Alat utama; roskam bergerigi, cetok, siku besar, meter rol, peralatan
potong serta waterpass
b) Alat bantu: mixer,bak spesi, busa pembersih, jidar dan spacer
(penjaga jarak keramik)
2. Bahan Perekat
Adapun bahan tersebut diproduksi oleh beberapa industri bahan
bangunan yang sering dijumpai dipasaran terutama untuk bahan khusus
perekat tegel keramik, antara lain :
-

Lemkra

Dry Mix

Sika Indonesia

Mortal Utama

AM

Pemasangan tegel keramik cara tipis :


1. Pekerjaan Persiapan
a) Marking dan Leveling ; Marking dan leveling perlu dilakukan untuk
mengetahui dimensi ruangan yang akan dipasang sehingga dapat
ditentukan as bangunan. Dengan leveling juga akan mengukur
ketebalan dan siku pasangan keramik.

Gbr. Marking dan leveling untuk lanta

Gbr. Marking dan leveling pada dinding


b) Persiapan bahan dan peralatan; Siapkan bahan dan peralatan yang
dibutuhkan dilingkungan kerja. (keramik tidak boleh direndam).

Gbr. Contoh peralatan


c) Persiapan adukan/spesi; Pencampuran Spesi dapat digunakan alat
mixer yang dibantu oleh bor elektrik, segingga spesi rata dan
homogen serta menjadi plastis. .

Gbr. Mencampur spesi dengan Mixer.


d) Persiapan Media; Media yang sudah diplester harus dibersihkan dari
debu atau minyak , jika menggunakan bahan perekat 2 komponen
(epoxy) maka penggunaan air untuk pembersihan harus dihindarkan.

Gbr. Cara membersihkan permukaan tegel keramik


2. Memasang Tegel keramik
a) Lapisan pertama;
Pasang papan landasan (kayu masif) sebagai penahan dan perata
lapisan keramik paling bawah, kontrol kedataran dan kerataannya.

Aplikasikan spesi pada permukaan tembok dengan roskam/trowel


bergerigi pada permukaan tembok untuk menempelkan tegel
keramik.

Gbr. Cara aplikasi spesi dengan roskam bergerigi.


6

Pasang keramik pada bagian kanan dan kiri serta bagian tengah
sebagai kepala kemdian kontrol kerataan dan kerataan tegel keramik.

Gbr. Pemasangan lapisan kepala


Kemudian pasang tegel keramik berikutnya hingga lapisan pertama
selesai, kontrol kedataran dan kerataan pasangan, dan bersihkan dari
kotoran. Gunakan palu karet utnuk mengetuk/memukul tegel
keramik saat memasang dan untuk menjaga jarak gunakan spacer.

Gbr. Penyelesaian lapisan pertama


b) Lapisan kedua
Proses pemasangan lapisan kedua hampis sama dengan lapisan
pertama. Yaitu aplikasikan spesi dengan mengunakan roskam
bergerigi untuk 2 atau 3 lapisan keatas kemudia pasang tegel
keramik pada bagian pinggir tengah kemudian kontrol kedataran,
kerataan serta ketegakannya.

Gbr. Pemasangan lapisan kedua


Kemudian pasang tegel keramik hingga lapisan kedua selesai, setiap
lapisan harus kontrol ketepatannya.

Gbr. Pemasangan lapisan kedua


Selanjutnya pasang tegel keramik lapis demi lapis hingga selesai
secara keseluruhan dan bersihkan sisa spesi atau kotoran yang
menempel pada permukaan dan pada sela-sela nat dengan kain lap
dan kapi plat.
3. Grouting (pengisian nat).
Grouting atau pengisian nat adalah pekerjaan untuk menutupi celah atau
rongga akibat kurang padatnya spesi pada saat proses pengerjaan
pemasangan tegel keramik. Adapun metode grouting atau pengisian nat
keramik adalah sebagai berikut :
a) Pembersihan nat/siar
Bersihkan siar atau nat dengan alat yang tipis dan kaku, agar kotoran
yang mengeras dapat dibersihkan.

Gbr. Proses Pembersihan siar atau nat

b) Pembuatan adonan.
Adonan untuk pengisian nat untuk dinding diharapkan tidak terlalu
encer, sedangkan untuk lantai sedikit encer.

Gbr. Proses pembuatan adonan nat


c) Proses grouting
Aplikasi adonan sebaiknya dilakukan dengan arah diagonal agar
adonan bisa ditekan dan masuk ke dalam celah atau rongga dengan
sempurna.

d) Proses pembersihan.
Proses pembersihan dilakukan setelah grouitng selesai dan
dipastikan celah atau rongga terisi penuh kemudian beri waktu jeda
kurang lebih 3 5 menit agar adononan sedikit mengering.Untuk
melakukan pembersihan permukaan tegel keramik dengan urutan
sebagai berikut :
-

Gosok permukaan keramik secara memutar atau diagonal dengan


kain lap setengah basah.

Bersihkan kain lap, kemudian gosok kembali permukaan


keramik hingga kotoran kasar bersih, lakukan 2 3 kali
penggosokan.

Kemudian gosok kembali permukaan keramik dengan kain


kering secara berulang-ulang hingga permukaan tegel keramik
bersih dan mengkilat.

Gbr. Proses finishing permukaan tegel keramik


Sumber: http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/departemenbangunan-30/886-thin-be-method
II.

BETON EKPOSE
Istilah beton ekspose mungkin kurang tepat, karena sebetulnya yang diekspose
adalah material semen yang menjadi bahan utama untuk plesteran dan acian
dinding. Setelah selesai dinding dibiarkan apa adanya tanpa finishing
sedikitpun. Warna abu-abu mentah yang dihasilkan oleh semen yang telah
mengering justru bisa menghasilkan nuansa yang eksotis. Karena identik
dengan warna beton, maka sistem semen ekspose seperti ini biasa dikenal
dengan istilah beton ekspose.
Hampir pada tiap elemen bangunan, baik interior maupun eksterior. Efek
beton ekspose ini bisa diaplikasikan pada bidang dinding, lantai, plafond, dan
lain-lain.
Dengan material yang sama, dengan warna yang sama, bisa diperoleh
beberapa jenis tekstur dengan teknik yang berbeda :

Plesteran biasa. Setelah selesai diplester seperti biasa, dinding bata tidak
diaci, melainkan dibiarkan begitu saja. Efek yang dihasilkan adalah

10

permukaan dinding yang setengah kasar, tetapi tetap rata, karena


sebelumnya plesteran sudah digosok hingga rata

Plesteran kamprot. Dengan teknik ini akan diperoleh bidang permukaan


yang kasar dan bertekstur. Teknik ini bisa diterapkan di bidang-bidang
tertentu yang dipilih menjadi aksen. Teknis pengerjaannya tentu lebih sulit
daripada plesteran biasa.

Acian halus. Caranya sama persis dengan teknik yang biasa dilakukan
pada dinding konvensional. Setelah diplester, permukaan dinding lalu
diaci dengan menggunakan semen yang dicampur dengan air. Dengan cara
ini akan dihasilkan permukaan yang halus, doft (tidak mengkilat), dengan
warna abu-abu tua, dan tekstur yang dihasilkan oleh bekas gosokan.

Tali air. Untuk bidang semen ekspose yang luas, biasanya tali air
diperlukan untuk memberikan aksen sehingga menghasilkan bidangbidang yang lebih kecil. Adanya tali air ini memberikan efek seolah-olah
bidang dinding tersebut terbuat dari lempengan-lempengan beton pra
cetak.

Kelebihan beton ekspose:


1. Hasil akhir yang dihasilkan akan mempunyai aksen dan tekstur yang
sangat menarik dan alami, apalagi bila dikombinasikan dengan
permainan pencahayaan.
2. Terhindar kemungkinan terjadinya pemilihan warna yang kurang serasi.
Warna beton ekspose yang monokrom justru akan lebih menonjolkan
bentuk bangunan.
3. Mengurangi perawatan bangunan. Untuk finishing berupa cat, maka
bangunan harus dicat ulang paling tidak setiap 5 tahun sekali. Untuk
finishing beton ekspose cukup dibersihkan secara berkala.
11

4. Mengurangi biaya pembangunan, karena menghilangkan alokasi biaya


untuk finishing.
Kelemahan beton ekspose:
1. Harus mempergunakan tukang yang berpengalaman dan mempunyai
skill tinggi.
2. Kemungkinan timbulnya lumut, terutama pada material yang bertekstur
kasar. Hal tersebut bisa diatasi dengan penggunaan coating berwarna
clear dan doft.
Hasil akhir yang diperoleh dalam membuat material beton ekspose ini
tergantung pada :
1. Kualitas material. Material utama yang diperlukan adalah semen, pasir,
dan air. Pemilihan jenis semen yang baik diperlukan untuk mendapatkan
hasil yang baik pula. Pasir juga demikian, sebaiknya dipilih jenis pasir
muntilan yang bersih dari tanah dan lumpur, bertekstur sedang (tidak
terlalu halus dan tidak terlalu kasar). Dapat juga dipertimbangkan untuk
mempergunakan semen instan yang lebih praktis, karena tinggal
menuangkan

campuran

yang

sudah

tersedia

dalam

zak

dan

menambahkan air.
2. Kemampuan tukang. Mutlak diperlukan tukang yang berpengalaman dan
memiliki skill yang baik. Karena teknik beton ekspose ini identik
dengan style modern minimalis-modern yang mengutamakan kerapihan,
kesikuan, dan kelurusan sudut-sudut permukaan bidang.
3. Alat yang benar. Alat-alat yang diperlukan adalah :

Roskam kayu. Dipergunakan untuk mengaplikasikan plester.


Aplikasi plester ini setebal 8-15mm. Material kayu yang

12

dipergunakan akan menarik pasir ke permukaan, sehingga


menghasilkan tekstur yang cukup kasar. Tekstur yang agak kasar ini
diperlukan untuk menempelnya acian. Jangan mempergunakan
roskam

besi

untuk

plester,

hasilnya

akan

bergelombang,

menghasilkan tekstur yang terlalu halus, menarik air semen ke


permukaan, dan menyulitkan pengerjaan acian.

Jidar. Jidar diperlukan untuk meratakan permukaan plesteran. Jidar


yang baik terbuat dari aluminium ukuran 2x5cm dengan panjang 2m.
Sebaiknya, jangan mempergunakan jidar dari kayu, karena tidak bisa
dijamin tingkat kelurusannya.

Sendok semen. Diperlukan untuk mencampur adukan semen, pasir,


dan air, atau semen instan dan air.

Ember/Bucket. Untuk tempat pencampuran. Jangan mencampur


semen di atas permukaan tanah, karena akan memungkinkan
tercampurnya material-material dari luar. Mencampur di atas
keramik ataupun dak beton sebaiknya juga dihindari, karena akan
meninggalkan bekas yang sangat sulit dihilangkan.

Roskam besi. Dipergunakan untuk aplikasi acian / skimcoat. Lapisan


ini biasanya setebal 1-3mm. Jangan mempergunakan roskam kayu
untuk acian, karena akan menimbulkan bekas kekuningan. Alat yang
sama bisa dibuat sendiri oleh tukang dengan menggunakan pipa
paralon PVC yang dipotong dan diratakan.

Balok styrofoam atau karet. Dipergunakan untuk menggosok acian


yang setengah kering, guna menghasilkan permukaan yang keras,
halus, dan rata.

Kawat ayam dengan bingkai kayu. Kawat ayam ini diperlukan untuk
membuat plesteran kasar yang disebut plester kamprot. Sebaiknya
dinding yang akan dikamprot diplester rata dulu terlebih dahulu,

13

untuk menghasilkan hasil kamprotan yang lebih baik. Lempar


adukan semen ke arah dinding yang akan dikamprot dari jarak 30cm
menerobos kawat ayam. Untuk menghasilkan plester kamprotan bisa
diperoleh dengan teknik lain. Tempelkan dulu plesteran dengan
roskam ke bidang dinding seperti biasa, tunggu setengah kering, lalu
gosok dengan roskam kayu yang dilapisi kain dengan gerakan
melingkar
Selain hal-hal di atas, ada hal lain yang perlu diperhatikan pada saat
pembuatan permukaan beton ekspose, yaitu :

Material pasir harus dicuci dan diayak

Campuran antara pasir dengan semen untuk plester adalah 1 : 3, atau 1 :


5

Dinding yang akan diplester harus diberi kepalan/kelabangan setiap


jarak 1 meter, untuk acuan kelurusan dan kesikuan.

Sebelum dinding diplester dan diaci, pastikan seluruh instalasi listrik


dan air sudah tertanam dalam bidang dinding untuk menghindari
pekerjaan

pembobokan

ulang.

Pembobokan

akan

menyebabkan

perbedaan warna dan tekstur (belang) antara plester/acian lama dan baru.

Setelah dinding selesai diplester, minimal 24 jam setelahnya baru boleh


dilakukan pekerjaan acian.

14

Sumber: https://septanabp.wordpress.com/2012/05/27/rumah-beton-ekspose/

III.

GRANIT
Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak
ditemukan. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak
digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah
2,75 gr/cm dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal
dari bahasa Latin granum.
Struktur pemasangan granit pada lantai :
1. Mulailah membongkar keramik yang lama. Dimulai dari bagian pintu
balkon atau kamar mandi, karena pada bagian tersebut biasanya terdapat

perbedaan ketinggian sehingga lebih mudah untuk melepaskan


keramiknya.
2. Lanjutkan membongkar ke arah pinggiran tembok, dilanjutkan ke area di
sekelilingnya.

15

3. Buang semua adukan lama hingga yang tersisa tinggal lapisan beton saja.

4. Berikan campuran pasir dan batu kerikil sebagai lapisan dasar. Selain
supaya tidak boros semen, lapisan pasir ini juga berfungsi untuk
meredam pergerakan struktur bangunan agar keramik tidak gampang
pecah atau retak sehingga nantinya dapat mengurangi risiko terjadinya
popping (Banyak kasus popping atau keramik yang meledak di lantai 2
terjadi karena kondisi beton yang kering atau adanya udara yang

terjebak di bawah keramik). Lapisan pasir ini juga berfungsi mengatur


kelembaban di bawah keramik agar keramik tidak meledak.
5. Timbang lagi semua sudut ruangan dengan menggunakan selang timbang,
terutama di bagian pintu. Karena ada kemungkinan pemasangan keramik
yang lama tidak terlalu bagus sehingga ada perbedaan ketinggian di tiap
ruangan atau pintu.
6. Setelah menimbang dan mengukur semua bagian pintu, ambil bagian
terendah dari ukuran pintu sebagai acuan. Hal ini bertujuan agar tidak
perlu merubah posisi ketinggian pintu lainnya.

16

Memastikan ketinggian benang agar sesuai dengan ketinggian keramik


sebelumnya.

7. Tentukan titik acuan/as-nya. Karena proyek kali ini lantai atas dan
bawahnya akan menggunakan jenis granit yang sama termasuk untuk
tangganya, maka kami mengambil as/titik acuannya dari posisi tangga
seperti pada gambar. Cara ini lebih sulit dan akan menghabiskan lebih
banyak granit karena akan ada banyak potongan di bagian sisi ruangan.
Usahakan untuk melebihkan jumlah granit/keramiknya sebanyak 20%
dari hitungan awal.

Ukur dengan seksama jarak yang diperlukan untuk pemasangan granit


pertama.

17

Mengukur dan menetapkan titik acuan dari tangga.


8. Setelah benang dipasang dan dicek ketinggiannya, jangan lupa perhatikan
juga bagian sikunya. Karena banyak rumah yang temboknya miring
sehingga bila salah mengambil acuan maka hasil pemasangan akan
terlihat jelek atau berantakan.

Mengecek apakah titik pertemuan benang sudah siku.


9. Sekarang masuk ke tahap pemasangan granitnya. Beri adukan semen dan
ratakan, lalu taburkan semen kering diatasnya. Karena tingkat
penyerapan air pada granit lebih sedikit dibandingkan keramik yang berbody merah, maka granit tidak perlu direndam air sebelumnya.

Menuang adukan semen.

18

10. Letakkan granit/keramik pada posisinya lalu ketuk-ketuk dengan palu


sehingga adukan di bawahnya padat dan tingginya sesuai dengan
ketinggian benang yang telah diukur sebelumnya. Bila masih ada ruang
kosong di bawah granit/keramik, ketika diketuk-ketuk akan terasa
seperti

ada

getaran

balik.

Jika

demikian,

angkat

kembali

granit/keramiknya dan berikan tambahan adukan di tempat yang kurang


padat lalu taburkan kembali semen keringnya.

11. Setelah granit/keramik pertama sebagai patokan terpasang, lanjutkan


dengan granit/keramik kedua di sebelahnya dengan cara pasang yang
sama. Bila adukan sudah cukup padat maka akan terlihat sedikit air
semen atau adukan yang keluar di nat antar granit/keramik tersebut.
Berikan sedikit jarak untuk nat, sekitar 1 mm antar granit/keramik.
Selain agar nat dapat menempel dengan baik, hal ini juga mencegah agar
granit/keramik tidak mudah gumpil bila diketuk dari samping. Nat
tersebut juga dapat menyamarkan ukuran granit/keramik yang kadang
tidak sama.
Usahakan agar granit/keramik kedua lebih tinggi 0,5mm dari
granit/keramik pertama karena pada saat adukan semen di bawahnya
mengering, akan terjadi penyusutan yang mengakibatkan granit/keramik
kedua sedikit turun.

19

Untuk permukaan granit/keramik yang sedikit cembung atau cekung,


sebaiknya perbedaan ketinggiannya disiasati dan diseimbangkan pada
saat pemasangan supaya hasil akhirnya tetap bagus.

Pemasangan granit kedua.

Air semen yang keluar dari celah nat.


12. Setelah memasang 3-4 granit/keramik, cek kembali posisi benang agar
tetap lurus dan siku. Jangan sampai tertekuk oleh granit/keramik.
Setelah selesai memasang satu baris, tarik benang untuk baris
disampingnya dan pasang granit/keramik kembali seperti langkah
sebelumnya.
13. Untuk bagian sisi atau pinggir ruangan, pemasangan dilakukan setelah
semua granit/keramik yang utuh terpasang. Ukur dulu dengan seksama,
jika ada tembok yang miring maka granit/keramik tersebut harus
menyesuaikan dengan temboknya dan ditanam sebagian di bawah
tembok.

20

Sumber

http://jumpinjack-design.blogspot.com/2011/10/mengganti-

keramik-di-lantai-2.html //
Kelebihan dari granit adalah :
- Granit lebi tahan lama dan anti gores tidak mudah pecah
- Memiliki ukuran yang bervariasi, kusus lantai biasanyaberukuran diatas
-

60 cm x 60 cm
Lebih presisi dan sambungan nat dapat sangat kecil sehingga terkesan

lebi mewah dan rata, bahkan nyaris seperti tidak ada sambungan.
Presentasi melentur atau melenting sangat kecil dan ukuran relative

sama.
- Dalam pemasangan tidak perlu direndam terlebih dahulu .
Kekurangan dari granit adalah :
- Memiliki varian corak dan warna yang terbatas
- Biaya pemasangan lebi mahal dari keramik.
- Dalam pengerjaannya harusb menggunakan mata pisau khusus yang harganya
cukup mahal untuk memotong granit
Sumber

http://jumpinjack-design.blogspot.com/2011/10/mengganti-keramik-dilantai-2.html

IV. VINYL

21

Lantai Vinyl adalah salah satu jenis lantai yang berbahan dasar PVC (bahan
untuk plastik). Lantai vinyl sekarang banyak diminati. Hal ini dikarenakan
lantai vinyl mempunyai sifat dan karakter :

Ringan

Elastis (lentur)

Mudah menyerap suara

Tahan guncangan dan gerakan

Tahan terhadap Cuaca

Mudah untuk perawatannya

Tahan rayap dan jamur

Dan Mudah untuk direnovasi ulang


Lantai vinyl mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan lantai marmer dan
mempunyai bermacam-macam corak, warna dan model tergantung selera
kita. Lantai vinyl memiliki berbagai macam jenis dan spesifikasi kegunaan
antara lain
Anti microbakterial, yaitu mempunyai ketahanan dan tidak mudah
terkontaminasi oleh bakteri maupun jamur sehingga selalu higienis dan
biasanya digunakan di rumah sakit

Anti static, yaitu tahan terhadap goncangan dan pergeseran ringan dan
tidak mudah rusak oleh hal tersebut

22

Anti chemical, yaitu mempunyai ketahanan pada berbagai macam


chemical dan tidak mudah rusak apabila ketumpahan chemical. Jenis ini
biasa digunakan dilaboratorium dan pabrik chemical

Moving load resistant, yaitu mempunyai ketahanan pada beban berat yang
bergerak seperti lintasan forklift trolley dan juga mempunyai heavy
resistance dan biasa digunakan di pabrik dan gudang

Anti slip, lantai Yaitu mempunyai daya resistance yang tinggi dan
mempunyai permukaan yang tidak licin sehingga tidak menimbulkan slip
atau terpeleset biasa digunakan pada jalan yang miring atau tangga datar
(untuk kaum difable)
Dengan berbagai macam variasi corak dan jenis, lantai ini sangat digemari,
apalagi mempumyai motif yang terkesan alami (motif kayu ) apalagi tahan
terhadap jamur, rayap dan air sehingga memberi nilai lebih untuk lantai jenis
vinyl. Proses untuk pemasangan lantai vinyl ini mudah, dengan ketebalan antara
0,4 mm 0,6 mm dan cara pemasangannya hanya ditempelkan pada bidang
lantai (dengan menggunakan lem khusus).
Keuntungan menggunakan lantai vinyl :
- Lantai vinyl pemasangannya sangat mudah, apalagi bila ruangan anda
tidak memiliku bentuk yang berliku-liku, maka anda pun bahkan bisa
-

memasangnya sendiri.
Tidak mahal, disbanding lantai parket, lantai vinyl memang mempunyai
harga yang relative lebih murah. Karena dengan tampilan seperti kayu,

tapi tidak menggunakan kayu sama sekali.


Karena mudah pemasangannya, maka ketika rusak anda dapat mudah

untuk menggantinya kembali


Karakterisitiknya lebih lentur sehingga nyaman untuk diinjak, bila
penyok sedikit akan bangkit kembali

23

- Tidak bisa dimakan rayap


Kerugian lantai vinyl :
- jahitannya dapat mudah dimasuki debu dan air (walaupun vinyl sendiri
-

tahan air)
serta kurang kuat untuk ruangan yang terlalu sering dilalu-lalang orang

sumber : http://www.tipsrawatrumah.com/2013/05/lantai-vinyl.html
http://meforze.com/2014/07/keuntungan-kerugian-lantai-vinyl-danparket/
Struktur pemasangan:
1. Langkah pertama, persiapkan bahan dan alat.
2. Bahan : Vinyl dengan motif sesuai keinginan. Banyaknya disesuaikan
dengan luas ruangan. Lem kuning / Doubel Tape. Jumlah di sesuaikan
dengan kebutuhan.

3. Langkah kedua, pengerjaan. Pengerjaan dimulai dengan mengukur

ruang. Pengukuran dimaksud untuk mempermudah proses pemasangan.


Pastikan lantai bersih. Selain disapu, pembersihan bisa dilakukan dengan
pel atau vacum cleaner
Setelah lantai bersih, pemasangan dapat dimulai. Dengan menggunakan
lem kuning : Tuang lem kuning pada lantai dan Vinyl. Pastikan lem

24

tersebar rata guna memaksimalkan perekatan.Tidak hanya pada lantai,


sisi dalam Vinyl juga diberi lem. Jangan lupa ratakan. Setelah merata
diamkan beberapa saat, hingga setengah kering. Trik ini dilakukan agar
antara lantai dan Vinyl merekat sempurna atau dengan menggunakan
doubel tape. Setelah vinyl merekat kuat pada lantai, pastikan permukaan
Vinyl rata. Jika ada yang menggelembung, segera ratakan. Gelembung
pada Vinyl disebabkan ada udara antara bahan dan lantai. Segera buka
kembali hasil rekatan Vinyl. Pasang kembali perlahan. Pastikan
perekatan merata di tiap sisi.

3. Langkah ketiga sekaligus terakhir: finishing. Tahap akhir tidaklah rumit.


Hanya pembersihan bagian permukaan Vinyl dengan lap bersih. Jangan
lupa, antar bagian lembaran Vinyl diberi lem warna yang senada dengan
Vinyl. Lem warna diberikan pada posisi, antar sambungan Vinyl dan sisi
terluarnya. Lem warna dimaksudkan untuk membiaskan warna.

25

Sumber

http://seijindeco.blogspot.com/p/bitmap-bitmap-bitmap-carainstalasi.html

V. TERRAZZO
Lantai terrazzo terbuat dari bahan dasar semen putih ( portland cement ) di
campur dengan serpihan / bubuk marmer ( marble chips ), di cetak dalam
bentuk matrix, kemudian di haluskan dengan mesin pemotong ( grinding )
Terrazzo ada dua jenis permukaan, yang mengkilap dan kasar (dop). Yang kasar
ini disebut Pebble Wash.

Sifat - sifat:
- Keras tetapi relatif mudah patah
- Permukaanya berpori pori

26

Bervariasi dalam bentuk / motif ( marble, kerang, kaca, batu batuan


Penampilanya sangat menarik ( di lihat dari segi estetis )

Kelebihan terrazzo:
- adanya berbagai variasi corak pada permukaannya
Kekurangan terrazzo:
- terrazzo mudah berlumut jika sering terkena air

Struktur pemasangan terrazzo:


1. membersihkan tempat atau lahan lantai yang akan ditutup dengan terrazzo,
sehingga permukaan menjadi rata dan datar.
2. Menyiapkan bahan yang di perlukan. Untuk terrazzo yang akan dipasang
pada ekterior, biasanya menggunakan jenis yang permukaannya lebih
kasar/pebble wash. Namun untuk keperluan interior lebih banyak
menggunakan terrazzo dengan permukaan halus.
3. Mengoleskan bahan perekat adhesive pada terrazzo. Tujuannya agar ubin
terrazzo dapat melekat dengan sempurna dan tidak mudah terlepas bila
sudah kering.
4. Melakukan pengecoran. Sebelum memasang ubin terrazzo, harus digosok
dalam jangka waktu yang lebih lama sehingga bisa menjadi lebih padat,
menghindari adanya lubang pada bagian yang masih kosong. jika tida,

27

maka lubang tersebut dapat membuat permukaan terrazzo menjadi retak


serta mudah pecah.
5. Setelah itu terrazzo dipasang satu persatu seperti memasang ubin lantai
dari bahan keramik.
Sumber : http://www.imagebali.net/detail-artikel/893-teknik-memasang-danmerawat-teraso.php
VI. GYPSUM
Papan gypsum terbuat dari kapur ditambah bahan aditif lain. Bentuknya berupa
lembaran berukuran 1,2 x 2,4m selain ukuran customized, tebal 9 -15mm dan
warna putih atau abu abu. Merk yang beredar adalah jayaboard, elephant, grc,
pro, kalsiboard, dll
Jenis perfoma:
-

Standar : varian umum dari papan gypsum, tebal 12 mm dan 15mm

Tahan api : durasi tahan api tergantung dari sistem dinding partisi yang
digunakan, tebal 12mm dan 15mm

Tahan kelembaban : cocok digunakan untuk daerah lembab dalam


bangunan seperti toilet yang disarankan dilapisi dengan keramik dinding
tebal 9mm, 12mm, 15mm

Ukuran : ukuran standarnya, tebal : 20mm, lebar 1200mm, panjang


2400mm, berat 84kg

Warna : putih dan abu-abu

Sifat penerapan : partisi, plafon dan lantai

Sistem pemeliharaan: jangan biarkan terbuka dan harus diberi bahan


finishing

Contoh penerapan : lantai pada gedung bioskop, gedung olahraga,


gedung otomotif, dll

28

Struktur pemasangan:
Menyekrupkan papan kalsi ke rangka baja kemudian diberikan finishing
seperti karpet, vinyl, parket maupun keramik. Penggunaan ini disarankan
hanya untuk penggunaan beban minimal, sedangkan untuk ruangan yang
memiliki beban besar disarankan untuk memakai mortar dan keramik,
pemakaian ini mengurangi efek getaran

Kelebihan :

Bila ada yang rusak, tidak perlu mengganti seluruh lembaran tapi cukup
bagian yang rusak

Perawatan dan perbaikan lebih mudah

Memiliki berat yang jauh lebih ringan

Tahan api

Kekurangan :
-

Harga mahal

Memerlukan cara pemasangan yang teliti dan tepat karena akan


berakibat fatal apabila terjadi kesalahan

Tidak dapat menahan beban yang terlalu besar tanpa diberi finishing

Sumber

http://www.slideshare.net/mobile/vivi93/bahan-lantai-materi-

bahan-bangunan
VII.

PARQUETTE
Parquet berarti menyusun potongan potongan kayu untuk dijadikan bahan
penutup lantai.

Ukuran

90 cm x 10,2cm x 10mm

29

92,5cm x 10,2cm x 10mm

Tipe :
-

Solid wood : dibuat dengan potongan potongan kecil kayu dan berasal
dari satu kayu yaitu jati, snorkeling, merbau, oak dll

Engineering parquet : bagian atas hanya lapisan tipis sedangkan bagian


bawahnya berupa jenis kayu yang lebih rendah kualitasnya untuk
menghasilkan parquet dengan harga yang lebih murah

Laminate parquet : bubur kayu atau paper yang dicetak bersama lem
kemudian dilaminating dengan kertas

Cara perawatan :
-

Biasakan menyapu lantai rutin agar tidak berdebu dengan sapu yang
lembut atau vacuum cleaner lalu gunakan lap kering untuk
membersihkan sisanya

Hindari penggunaan air karena bisa terkelupas apabila menyerap ke


pori-pori kayu

Jika terkena noda makanan atau minuman gunakan tisu atau lap kering
lalu

gunakan

cairan

khusus

pembersih

kayu

parquet

untuk

permukaannya
-

Untuk tipe solid, lakukan waxing ulang setiap bulan dengan bahan
pengkilap kayu dan coating ulang setiap dua tahun sekali

Untuk membersihkan noda membandel dan kelihatan berkilau gunakan


air perasan lemon atau belimbing wuluh

Struktur pemasangan

30

Tongue and groove : sistem sambung dengan 100% harus lem. Mudah
renggang setelah beberapa bulan. Harga rp 70000 rp 90000/m2

snap looking : sistem sambung dengan 100% harus lem. Rawan


kenaikan permukaan lantai apabila terjadi pemuaian pada lantai hdf.
Harga rp 90000 rp 130000/m2

Single lock : sistem sambung dengan sedikit lem (pada sambungan


pendeknya) karena masih rentan terhadap renggang pada sambungan
pendek

Double dock : sistem sambung tanpa lem. Produk sempurna tanpa


renggang karena sambungan panjang dan pendek mengunci

Kelebihan :
-

Lantai parquet lebih lunak sehingga aman untuk balita

Lebih bersih, kotoran tidak dapat melekat baik untuk penderita alergi
debu

Tidak menyerap dingin, baik untuk penderita reumatik

Tidak dapat pecah/ retak

Tidak dapat bernoda

Kedap suara

Kekurangan :
- tidak tahan terhadap air, daya serap tinggi
Sumberc:

http://www.slideshare.net/mobile/vivi93/bahan-lantai-materi-bahanbangunan

VIII. KERAMIK

31

Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu
bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.
Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai
suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang
dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak
semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru
mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat.
(Yusuf, 1998:2).
Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia
dibandingkan elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah
felspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh
struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat
keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh.
Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan
keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi
konduktor panas yang jelek. Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh,
keras, dan kaku. Keramik secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik
dibanding kekuatan tariknya.
Struktur pemasangan keramik pada lantai
Hampir seluruh aktivitas yang kita lakukan di rumah selalu bersentuhan
dengan lantai. Kontak antara kaki dan lantai menjadi cukup dominan. Begitu
penting fungsi dan keberadaannya, menjadikan lantai salah satu elemen
penting dalam pembangunan rumah dan mendapatkan prioritas khusus. Saat
ini banyak kita jumpai berbagai material pelapis lantai, seperti keramik,
marmet, marmer dan sebagainya. Namun seringkali kita mengabaikan

32

keberadaan bahan pengisi nat lantai. Nat adalah bidang yang merupakan
celah sambungan antarkeramik
Sebagai salah satu bagian dari komponen lantai, nat tidak bisa kita abaikan
begitu saja. Selain memberi nilai tambah secara estetika, nat-pun bisa
membantu mencegah terjadinya rembesan terutama pada area basah, seperti
kamar mandi, bak mandi maupun dapur.

Berdasar jarak nat-nya,

pemasangan keramik dapat dibedakan menjadi 3 jenis :


Open joint
Opent joint adalah teknik pemasangan keramik dengan nat lebih besar
dari 3mm, biasanya dilakukan untuk pemasangan di lantai 2 yang
bertujuan untuk mentolerir terjadinya pemuaian dan penyusutan
keramik. Pemasangan keramik dengan sistem open joint memiliki
beberapa keuntungan diantaranya :
-

Dapat mentolerir adanya perbedaan ukuran keramik (terutama untuk


keramik KW 2) serta untuk keramik berglazur yang memiliki
porositas rendah. Meminimalkan penggunaan flexible joint, terutama

bila memakai bahan pengisi nat yang agak elastis.


Memudahkan dalam proses pengisian nat.

Closed joint
Closed joint adalah teknik pemasangan keramik dengan ukuran nat lebih
kecil dari 3mm. Sistem ini biasanya dipakai untuk memasang keramik
lantai atau dinding yang memiliki tingkat porositas rendah.
Expansion joint

33

Expansion

joint

adalah

sambungan

yang

sifatnya

membantu

mengantisipasi saat terjadi pergeseran struktur. Pergeseran ini kadang


mengakibatkan timbulnya peristiwa lantai meledak . Sambungan atau
nat tidak seluruhnya diisi semen, tetapi juga bahan karet, Styrofoam atau
bahan lain yang sifatnya elastis. Expansion joint biasanya dipergunakan
untuk ruangan yang luas.

Contoh expansion joint pada pemasangan keramik (www.profilpas.com)

Potongan expansion joint pada keramik (www.profilpas.com)


Proses pengisian nat atau lazim disebut grouting tidak bisa dianggap sepele
sebab mempunyai peran penting dalam menjaga kerbersihan, estetika maupun
ketahanan lantai atau dinding yang dilapisi keramik. Faktor utama kesuksesan
34

dalam proses pemasangan nat keramik adalah keyakinan dan ketepatan waktu.
Mengingat pengisiannya memerlukan ketepatan dan ketelitian agar memperoleh
hasil yang maksimal. Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, yaitu :
Proses pengisian nat pada keramik lantai dan dinding tidak jauh berbeda.
Dengan catatan proses pemasangan keramik yang dilakukan benar dan
sesuai standart. Ada beberapa hal yang perlu dicermati sebelum melakukan
proses pengisian nat , diantaranya :

Perhatikan celah antar keramik yang ada, sebab celah yang tidak cukup
lebar akan membuat Anda sulit mengisi nat hingga ke dasar lantai. Hal
ini berakibat pada daya tahan dan kekuatan nat serta mudah dimasuki
air.

Isilah celah dengan ketebalan nat 3 mm untuk keramik lantai dan 5mm
untuk keramik pada dinding. Pengisian nat yang terlalu tebal akan
menyulitkan Anda untuk mengikis dan membersihkannya pada saat
proses penyelesaian pemasangan keramik lantai maupun dinding.

Aplikasi nat pada keramik


1. Proses pengadukan bahan pengisi nat keramik
Proses pengadukan pengisi nat keramik atau bahan grout yang akan
digunakan harus tercampur dengan sempurna. Proses pengadukan yang
35

benar dan sempurna akan menghasilkan adukan yang kekentalannya


merata dan tidak menggumpal karena adukan yang menggumpal
menyebabkan ketidaksempurnaan proses pengisian nat.
2. Proses pengisian nat keramik
Dalam proses pengisian nat keramik, perhitungan waktu yang tepat
sangat dibutuhkan karena berpengaruh pada kesempurnaan hasil. Setelah
proses pengisian nat selesai dan mulai mengering, lap permukaan
keramik dengan spons basah untuk membersihkan kelebihan nat.
Kelebihan nat di permukaan keramik harus dilap 2-3 kali lagi sebelum
menjadi bersih dan biarkan hingga benar-benar kering. Jika masih
tampak sisa debu nat pada permukaan keramik, bersihkan dengan lap
kering.
3. Perawatan nat keramik
Setelah proses pengisian nat selesai dilakukan, langkah selanjutnya
adalah proses perawatan. Seringkali kita jumpai nat yang sudah

dipasang mudah rusak dan lepas dari sambungan antar keramiknya.


Salah satu penyebab utamanya adalah beban berlebih yang tidak dapat
diterima oleh nat hingga menyebabkan keretakan. Jika dibiarkan
berlarut-larut, kondisi ini dapat memicu terjadinya retak pada keramik.
Andai hal ini terjadi, Anda tidak hanya harus mengisi nat kembali,
melainkan mengulang proses pemasangan keramik yang lepas tersebut.
Permasalahan Nat

36

Proses pengisian nat seringkali tidak bisa berjalan dengan sempurna


sehingga menimbukan masalah dan perlu diwaspadai. Beberapa masalah
yang sering kita temui antara lain :
a. Timbulnya keretakan pada nat
Keretakan pada nat sering timbul secara tiba-tiba dan tidak terduga. Ada
beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keretakan tersebut

Salah satu penyebab timbulnya keretakan adalah nat yang tidak


cukup dalam. Oleh karena itu perhatikan kedalaman pengisian nat, 3
mm untuk keramik lantai dan 5 mm untuk keramik dinding.

Komposisi adukan yang tidak tepatpun bisa menjadi penyebab


timbulnya keretakan. Oleh karena itu perhatikan kandungan air
dalam campuran bahan pengisi nat. Kandungan air yang terlalu
banyak menjadi penyebab timbulnya retakan, karena pada akhirnya
kandungan air tersebut harus menguap dari adukan. Pada saat
penguapan terjadi, akan muncul lubang udara yang akan
melemahkan struktur nat.

b. Pengelupasan nat
Pengelupasan nat sering kita lihat di area basah seperti kamar mandi,
dapur, bak mandi serta ruang-ruang yang mempunyai intensitas kegiatan
cukup tinggi. Proses pengelupasan nat biasanya terjadi karena adanya
kesalahan pada awal pengerjaan. Ada beberapa faktor penyebab, salah
satunya pengisian nat menggunakan semen konvensional. Seringkali
adukan yang dibuat tidak merata sehingga timbul butiran-butiran semen
keras. Pada saat keramik lantai atau dinding diberi bahan pengisi nat

37

berupa semen konvensional, semen sulit masuk dan melekat dengan


baik. Selain itu penggunaan semen konvensional juga kurang baik bila
dipakai pada nat berukuran kecil, sebab butiran semen yang dihasilkan
lebih kasar dan daya rekatnya menjadi berkurang. Faktor lain adalah
area nat lantai dan dinding tidak dibersihkan dahulu dari debu dan pasir.
Bahan Khusus Pengisi Nat
Untuk memperoleh hasil maksimal, kita bisa menggunakan bahan khusus
untuk mengisi nat yang banyak dijual di pasaran. Pengisi nat memilik
banyak keunggulan diantaranya tahan terhadap zat lain yang merusak serta
cocok dipakai pada ruangan yang memiliki aktivitas tinggi. Bahan pengisi
nat khusus inipun cenderung lebih lunak dan lentur sehingga jika tidak
terjadi pergeseran tanah, lantai atau dinding yang dilapisi keramik tidak
akan mengalami pop up atau terangkat.
Kelebihan lain adalah daya rekat yang tinggi serta tidak memiliki pori-pori.
Kondisi ini cocok untuk pemakaian pada area basah seperti bak kamar
mandi, sehingga meminimalisir terjadinya kebocoran dan rembesan. Bahan
dasar yang dipergunakan adalah semen putih, kalsit, pasir silika, polimer
dan pewarna. 1 kg bahan pengisi nat dapat diaplikasikan untuk 4-5 meter
persegi keramik dengan ukuran 3030 cm maupun 4040 cm.

Adapun kelebihan dari keramik adalah :

38

Memiliki bobot yang cukup ringan perkepingnya


Corak, warna dan tekstur relative seragam perdusnya
Corak dan tekstur yang dapat disesuaikan dengan ruangan yang akan

dipasang keramik.
- perawatan keramik sangat mudah
Adapun kekurangan dari keramik adalah :
- Muda pecah jika terkena benturan ketika membawanya.
- Kadangkala terdapt cacat pada bagian ujung keramik terutama keramik
-

dengan harga yang murah


Mudah tergores jika terkena benda tajam

Proses pemasangan keramik dengan bahan khusus


Keberadaan nat tidak bisa disepelekan begitu saja. Selain memberi nilai
tambah pada keramik yang terpasang, kemampuannya untuk menahan
rembesan air merupakan sebuah keuntungan tersendiri
Sumber

https://19design.wordpress.com/2012/11/21/mengenal-lebih-

dekat-nat-keramik/

39