Anda di halaman 1dari 2

Kondisi Geografis Kabupaten Bireuen Kabupaten Bireuen sebelumnya merupakan

bagian dari Kabupaten Aceh Utara, kemudianm Melalui Undang-Undang Nomor 48
tahun 1999 dan diubah dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000, Bireuen
dimekarkan menjadi sebuah kabupaten yang berdiri sendiri (Otonom) dalam
ProvinsiAceh. Secara geografis, Kabupaten Bireuen memiliki posisi strategis, karena
terletak pada koridor pantai timur Sumatera dan pada jalur perdagangan daerah,
yaitu persimpangan jalur lalu lintas Banda Aceh-Medan dan Bener Meriah, pada
garis 04º54 '- 05º 18 lintang Utara dan 96º20 '- 97º 21 Bujur Timur, dengan batasbatas sebagai berikut : ·Sebelah Utara: Selat Malaka ·Sebelah Selatan: Kabupaten
Bener Meriah ·Sebelah Timur: Kabupaten Aceh Utara ·Sebelah Barat: kabupaten
Pidie Jaya Kabupaten Bireuen mempunyai luas wilayah 1.901,21 Km atau 190.121
Ha. Terbagi dalam 17 kecamatan, 75 Kemukiman, 609 Gampong.

Baru pada tahun 1999 Bireuen menjadi Kabupaten tersendiri setelah lepas dari
Aceh Utara selaku Kabupaten induk, pada 12 Oktober 1999, melalui Undang
Undang Nomor 48 tahun 1999.
Kabupaten Bireuen terletak pada jalur Banda Aceh – Medan yang di apit oleh tiga
(3) kabupaten, yaitu Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Pidiy Jaya dan
Kabupaten Aceh Utara yang membuat Bireuen sebagai daerah transit yang maju.
Daerah tingkat dua pecahan Aceh Utara ini termasuk Wilayah agraris. Sebanyak
52,2 persen wilayah Bireuen adalah wilayah pertanian. Kondisi itu pula yang
membuat 33,05 persen penduduknya bekerja di sektor agraris. Sisanya tersebar
di berbagai lapangan usaha seperti jasa perdagangan dan industri.
Dari lima kegiatan pada lapangan usaha pertanian, tanaman pangan memberi
kontribusi terbesar untuk pendapatan Kabupaten Bireuen. Produk andalan bidang
ini adalah padi dan kedelai dengan luas tanaman sekitar 29.814 hektar.