Anda di halaman 1dari 5

GELOMBANG ELASTIS LONGITUDINAL DALAM BATANG PEJAL

Jika kita memberi gangguan di salah satu ujung dari suatu batang pejal, misalnya
dipukul dengan palu. Maka, gangguan ini akan merambat sepanjang batang dan dapat dirasakan
di ujung lain.
Sebelum masuk dalam penurunan persamaannya, ingat kembali mengenai stress,
strain dan modulus young.

Perhatikan suatu bagian batang pejal yang homogen bagian kiri dan kanan, luas
penampang A merupakan lingkaran yang mengalami stress sepanjang sumbu disebabkan oleh
gaya F (karena gangguan). Gaya F ini tidak perlu sama di setiap bagian penampang, jadi dapat
berubah sepanjang sumbu batang. Di setiap penampang, seperti 1.4 ada dua gaya yang sama tapi
berlawanan arah yaitu F dan F’ yang masing-masing bekerja pada bagian kanan (gambar 1.4b)
dan kiri (gambar 1.4a). pada gambar 1.4a gaya F merupakan pukulan yang kita berikan pada
ujung bagian kiri. F mendorong ke kanan (pada bagian kiri penampang) dan yang lain
mendorong ke kiri ( pada bagian kanan penampang)

artinya S adalah fungsi x. jarak A dan A’ dalam keadaan terganggu adalah deformasi batang pada daerah itu ialah dx +(S ’−S)=dx + dS . dalam batang di definisikan sebagai deformasi sepanjang sumbu persatuan panjang. penampang A akan bergeser sejauh S dan penampang A’ sejauh S’. Kita lebih tertarik jika dalam hal ini terjadi deformasi. S n= F A (1-8) (stress dinyatakan dalam Nm-2) Oleh karena gaya ini. Jadi. Maka strain normal ε dS=S ’ – S . S berubah sepanjang batang. Bila dikenal gaya F. maka tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk). Oleh karena deformasi terjadi pada panjang dx . maka tiap bagian dari batang mengalami pergeseran/simpangan S sejajar sumbu x. Jika simpangan ini sama besar di semua titik pada batang.Stress normal Sn di suatu bagian dari batang adalah komponen tegak lurus gaya per satuan luas penampang A. maka strain dalam batang itu : dS . jika dS .

Sebab ε Y . Jika diketahui  adalah kerapatan massa dari batang.ε= ∂S ∂x (1-9) Antara stress normal S n dan strain normal ε dari batang terdapat satu hubungan yang disebut HUKUM HOOKE. disebut juga Modulus Elastisitas Young tidak berdimensi. F’ arah ke kiri karena tarikan bagian kiri. stress normal berbanding lurus dengan strain normal.5. gayaF dan F’ tidak sama di sepanjang batang. Jadi pada tiap-tiap penampang batang setebal dx bekerja gaya resultan.” S=Yε (1-10) Dengan konstanta perbandingan dinyatakan dalam S n= N . yang mengatakan bahwa “Dalam limit elastik dari suatu material. F arah ke kanan karena dorongan bagian kanan (gaya aksi dari dorongan). .m −2 . F ∂S =Yε=Y A ∂x F ∂S =Y A ∂x Atau F=Y A ∂S ∂x Ketika batang tidak berada dalam keadaan setimbang. ke arah kanan. maka massa dari penampang setebal dx adalah dm. Lihat kembali Gambar 1. Gaya resultan ( ∂∂Fx )dx F−F' =dF= .

kita peroleh : ∂F ∂ ∂S =YA .dm=ρ dV =ρA dx jika percepatan dari massa ini adalah Menurut Newton Adx adalah volume dari penampang setebal dx . Untuk yang kedua adalah gaya F di tiap-tiap penampang. ∂2 S ∂ t2 F=m. Jika persamaan (1-11) kita turunkan terhadap x. a atau dF=a dm ∂F ∂2 S dx=ρA dx 2 ∂x ∂t ( ) Dalam masalah ini kita mempunyai dua medan . dengan F juga merupakan fungsi posisi dan waktu. yang pertama adalah simpangan dari tiap penampang batang dengan S adalah fungsi dari posisi dan waktu. maka ∂x ∂x ∂x ( ) 2 ∆F ∂ S =YA 2 ∆x ∂x (1-13) Jika kita substitusikan (1-13) ke (1-12) ∂2 S ∂2 S ρA 2 =YA 2 ∂x ∂x ∂2 S Y ∂2 S = ∂ t 2 ρ ∂ x2 atau (1-14) . Kedua medan ini mempunyai relasi seperti dinyatakan oleh persamaan (1-11) dan (1-12) yang disebut persamaan differensial dari medan elastik dari batang yang berubah bentuk atau yang melukiskan keadaan fisis dari batang itu.

Deformasi S dan gaya F bergetar searah dengan arah rambat gelombang (arah x).Y 2 Bentuk (1-14) sama dengan bentuk (1-5) jika v = ρ v= v √ maka Y ρ (1-15) adalah cepat rambat dari deforamsi sepanjang batang. gelombang yang demikian disebut gelombang longitudinal. . ∂2 F Y ∂2 F = 2 ρ ∂ x2 ∂t Yang menyatakan perambatan medan gaya F sepanjang batang mempunyai kecepatan yang sama dengan perambatan medan simpangan.