Anda di halaman 1dari 15

Anxiety and Depression in

Patient with Dry Eye
Syndrome

Dina Amalia
01.209.5875

001.  Tanda – tanda gangguan cemas dan depresi lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan dengan kelompok kontrol (P=0. P<0.003.Abstrak Tujuan  Untuk mengetahui apakah pasien dengan Dry Eye Syndrome (DES) lebih cenderung memiliki tanda – tanda gangguan cemas dan depresi dibandingkan dengan kontrol tanpa DES. Metode/Desain Penelitian  Studi kasus-kontrol Hasil  Skor SAS (Zung Self Rating Anxiety Scales) dan SDS (Zung Self Rating Depression Scales) pada kelompok kasus lebih tinggi dari kelompok kontrol (P < 0.001) .001). P< 0.

Abstrak… Kesimpulan Pasien dengan Dry Eye Syndrome (DES) lebih cenderung memiliki tanda – tanda gangguan cemas dan depresi dibandingkan dengan kontrol tanpa DES. .

Pendahuluan DES merupakan salah satu penyakit mata yang paling sering ditemui. . Berbagai literatur menyebutkan bahwa DES memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien secara umum dan kualitas penglihatan pasien.68 juta pria usia 50 tahun keatas di Amerika dilaporkan terdiagnosa DES atau mengalami gejala baik terus-menerus maupun sering. Sebanyak 1. Namun. status psikologi pasien yang menjadi bagian terpenting dari kualitas hidup seseorang sangat jarang di teliti.

pewarnaan kornea dengan fluorescein (FL). tes Schirmer 1 (S1T). status demografis pasien dengan gangguan cemas dan depresi pada pasien DES. visual acuity. .Pendahuluan… Gangguan cemas dan depresi merupakan dua gangguan jiwa yang sering muncul menyertai suatu penyakit. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Ocular Surface Disease Index (OSDI). Sebelumnya telah dilakukan beberapa penelitian tentang gangguan cemas dan depresi pada pasien DES. Penelitian dengan studi komparatif ini bertujuan untuk mengetahui status psikologi pasien DES (kelompok kasus) dan kelompok kontrol menggunakan kuesioner SAS dan SDS. tear break up time (BUT).

sebagai kelompok kasus. Kriteria responden penelitian Responden dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Informed consent Seluruh responden dalam penelitian telah memberikan persetujuan tertulis (written informed consent) setelah memperoleh penjelasan lengkap terkait penelitian ini. .Metode Jenis penelitian Studi kasus-kontrol (case control study) Pasien Penelitian ini menggunakan 89 orang pasien DES. dan 73 orang sukarelawan sebagai kelompok kontrol.

0 (Statacorp. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Analisa hasil Data hasil penelitian dianalisis menggunakan aplikasi Stata 9. Texas.Metode… Waktu penelitian Pengisian kuesioner SAS. . Analisa multivariat menggunakan uji regresi linear multipel dan uji regresi logistik. SDS dan OSDI dilakukan pada bulan Juni 2009 dan Desember 2009 di Republik Rakyat Cina. USA) dan dilaporkan dalam bentuk mean ± standar deviasi (SD).

Hasil .

.

.

.

.

 Terdapat korelasi negatif antara gejala gangguan cemas dan tingkat pendidikan pasien. al. . namun tidak berhubungan dengan parameter klinik yang diukur (BUT.  sesuai penelitian Meijer et. al. S1T dan FL).  Gangguan psikis (gangguan cemas dan depresi) tidak berhubungan dengan lamanya penyakit.Pembahasan Hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa :  Pasien DES lebih memiliki gangguan cemas dan depresi dibandingkan seseorang tanpa DES.  Skor SAS dan SDS berhubungan dengan skor OSDI.  sesuai dengan penelitian Erb et.

Pembahasan… Perlu adanya penelitian lebih lanjut yang menggunakan jumlah sampel lebih banyak dan metode penentuan gangguan jiwa pasien yang berbeda untuk mengetahui lebih jelas hubungan antara DES dan gangguan jiwa ini. .

Kesimpulan Agar memperoleh hasil pengobatan yang maksimal. dokter sangat dianjurkan untuk mengevaluasi status psikologi pasien DES ketika akan merencanakan pengobatan untuk pasien. .