Anda di halaman 1dari 8

BAB III

Larutan Elektrolit, Nonelektrolit dan Reaksi Redoks

Larutan elektrolit (larutan yang dapat menghantarkan arus listrik) . larutan tersusun dari pelarut dan zat terlarut. larutan dibagi menjadi : 1.Perbedaan larutan elektrolit dan non-elektrolit Larutan adalah campuran homogen dari dua zat atau lebih. Berdasarkan keelektrolitannya.

Larutan non-elektrolit (larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik) Tidak terionisasi dalam air (tetap sebagai molekul) . Elektrolit kuat Terionisasi sempurna dalam air Elektrolit lemah Terionisasi sebagian dalam air 2.

Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit 1) Reaksi Ionisasi Reaksi ionisasi adalah proses penguraian zat dalam air menjadi ion-ionnya. Larutan elektrolit bersumber dari senyawa ion (mempunyai ikatan ion) dan senyawa kovalen polar (mempunyai ikatan kovalen polar) yang berada dalam bentuk larutan. Hal ini dapat terjadi karena baik ikatan ion maupun ikatan kovalen polar akan terionisasi jika dilarutkan dalam air. . Semakin banyak jumlah ion yang terkandung dalam larutan elektrolit maka akan semakin tinggi pula daya hantar listriknya.

0<α<1 .•2)  Derajat Ionisasi Derajat ionisasi merupakan parameter larutan elektrolit. α= Elektrolit kuat. yaitu perbandingan jumlah mol dari zat yang terionisasi dengan zat mula-mula. α = 1 Elektrolit lemah.

sdangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator.Reaksi Redoks Reaksi redoks adalah reaksi yang melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi secara bersamaan. . Zat yang mengalami reaksi oksidasi disebut reduktor.

negatif. Biloks dapat berniali nol.Bilangan Oksidasi Bilangan oksidasi (biloks) adalah bilangan yang menyatakan muatan elektron dari satu unsur. Mg. sedangkan biloks O dalam senyawa = -2 . Bilangan oksidasi unsur bebas atau molekul unsur adalah nol. Bilangan oksidasi atom logam dalam senyawa adalah positif. senyawa. atau positif. Aturan-aturan menentukan biloks antaraa lain sebagai berikut : 1. O2 2. 3. Biloks H dalam senyawa = +1. maupun ion. H 2. contoh Na.

dan NH4+ = +1. contoh biloks SO42. AlH3) = -1 .= -2. Na2O2 dan BaO2) = -1 Biloks H dalam hidrida logam (NaH. Jumlah biloks seluruh atom dalam ion poliatom = jumlah muatannya.4. CaH2. Aturan khusus pengecualian aturan biloks :   Biloks O dalam OF2 = +2 Biloks O dalam KO2 = Biloks O dalam peroksida (H2O2.