Anda di halaman 1dari 35

BATUK

Dr Rahmini Shabariah SpA

Batuk
• Mekanisme pertahanan saluran napas
• Pertahanan non imun
– Filter aerodinamik
– Refleks aliran udara
– Mukus
– Bahan-bahan sekresi
– Silia
– Epitel saluran pernapasan

Mekanisme pertahanan dari saluran
pernapasan
• Pertahanan imun
– Seluler
– Humoral

otot-otot Nervus Frenikus. trakea dan bronkus Trakea Bronkus Efektor Nervus vagus Telinga Lambung Hidung Sinus paranasalis Nervus trigeminus Faring Nervus glosofaringus Perikardium diafragma Nervus frenikus Tersebar merata di medula dekat pusat pernapasan : di bawah kontrol pusat Diafragma. abdominal & otot lumbal Saraf-saraf Trigeminus. Fasialis Hipoglosus.KOMPONEN REFLEKS BATUK Reseptor Aferen Laring Cabang nervus vagus Pusat batuk Eferen Otot. yang lebih tinggi Interkostal & lumbaris Interkostal. Laring.dll Otot saluran napas dan otot bantu napas .

REFLEKS BATUK DAPAT GAGAL Tidak mampu bernapas efisien (ada paralisis otot pernapasan)  Kegagalan menutup dan membuka glotis  Kegagalan menggunakan otot pernapasan  Kegagalan ekspirasi eksplosif  Anestesi lokal saluran napas atau pemasangan endotracheal tube  Depresi susunan saraf pusat  .

TERJADINYA BATUK SECARA PATOLOGIK Inhalasi partikel atau gas polutan atau gas iritatif  Aspirasi benda asing  Mukus berlebihan  Peradangan mukosa  Kelainan mukosa lain  .

PENDERITA DATANG KE DOKTER KARENA ADA KELUHAN Keluhan dapat merupakan satu atau kumpulan gejala Gejala Patofisiologi Patologi .

PENCEGAHAN Menghindari faktor-faktor iritan .

PENGOBATAN Prinsip : obati kelainan dasar Bila perlu simptomatik .

Tidak disengaja (refleks) Patologis .KESIMPULAN Batuk : Normal .Disengaja .

MEKANISME PERTAHANAN SALURAN NAPAS Sistem “Air conditioning” Sistem “Prossesing” Sistem “Transporting” Sistem Imunologik .

75% saluran napas atas .25% saluran napas bawah .PROSES HUMIDIFIKASI Rongga hidung Saluran napas bawah 33º – 34º C Jenuh Evaporasi : 37º C Jenuh .

Rongga mulut Saluran napas bawah Bernapas lewat mulut Evaporasi : 100% saluran napas bawah lendir kental .

This diagram also depicts the mechanisms that operate to clear particles from the Respiratory tract according to size .PARTICLE SIZE IMPACTION > 10  SEDIMENTATION 5-10  Nasal cavity Trachea Primary bronchus 2-5 SEDIMENTATION + DIFFUSION DIFFUSION Secondary bronchus  Terminal bronchus <2  <2  Respiratory bronchiole Alveoli Alveolar Ducts & Sacs Particles penetrate the respiratory tract to different degrees according to their size.

.

BRONKIEKTASIS Dr Rahmini Shabariah SpA .

SINDROMA Infeksi kronik  Dilatasi/destruksi dinding bronkus  Gejala klinik :  Batuk kronik Sputum purulen .

PATOGENESIS Pasca infeksi paru (pneumonia)  Infeksi sekunder pada daerah paru yang kolaps/atelektatik  .

Faktor predisposisi • Defek mekanisme pertahanan saluran napas • Alergi • Heriditer .

Klasifikasi • Berdasarkan reversibilitas : – “Psedobronchiectasis” – “True bronchiectasis” • Berdasarkan bentuk kelainan : – Fusiform – Silindris – Sakuler .

Diagnosis • Klinik : • Laboratorik • Radiologik : – Foto Rö polos – Foto Rö dengan kontras – CT-scan .

Pengobatan • Konservatif : – Fisioterapi – Mencegah jangan sampai dehidrasi – Antibiotika • Operatif : – Segmentektomi – Lobektomi/pneumektomi .

Komplikasi • “Cor pulmonale” .

Pencegahan • Penting : identifikasi adanya faktor predisposisi .