Anda di halaman 1dari 14

FILSAFAT KETUHANAN

UNIVERSITAS ESA UNGGGUL
JAKARTA

(3) ilmu yang berintikan logika. philein atau philos berarti “cinta”. (4) falsafah .FILSAFAT KETUHANAN Filsafat berasal dari bahasa Yunani. sebab. dan hukumnya. dan epistemologi. (2) teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan. asal. hikmat atau pengetahuan”  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001). dan sophia berarti kebijaksanaan. Definisi Filsafat: (1) pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada. metafisika. estetika.

Tetapi agama Buddha jauh lebih luas dari filsafat  Filsafat Buddhis tergolong realisme. Agama Buddha dan filsafat tak dapat dipisahkan. maka Tuhan tidak dipandang sebagai suatu pribadi yang mengatur secara langsung kehidupan di alam semesta ini . bukan idealisme atau materialisme  Berkenaan dengan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa tidak dapat dijelaskan dengan bentuk dan perasaan makhluk (bebas dari konsep antropromorfisme dan antropopatisme).

serta yang nyata atau abstraks Dharma bukanlah ciptaan para Buddha . yang muncul atau tidak muncul.Dalam agama Buddha alam semesta ini beserta isinya diatur oleh Hukum Universal/Hukum Tertib Kosmis yang disebut Dhamma Niyama Dhamma Niyama merupakan hukum abadi yang meliputi alam semesta Dharma meliputi segala sesuatu yang bersyarat ataupun tidak bersyarat.

merupakan hukum yang abadi” (Dhamma Niyama Sutta). apakah para Tatagatha (Buddha) muncul di dunia atau tidak.Dharma tetap ada dan tetap akan ada selamanya Para Buddha hanya penemu Dharma “O Para Bikkhu. . Dharma akan tetap ada.

Jenis-Jenis Niyama 1. cuaca. tata surya. atau  Segala sesuatu yang berkaitan dengan energi (fisika dan kimia) .  Membantu pertumbuhan (metabolisme) manusia. gempa bumi. temperatur. binatang dan pohon. gunung meletus. angin. halilintar. ombak. planet. Utu Niyama Hukum universal tentang energi yang mengatur:  Terbentuk dan hancurnya bumi.

misalnya:  Bagaimana biji. Kamma Niyama Hukum universal tentang moral atau hukum Karma. bertumbuh. Bija Niyama Hukum universal tentang tumbuh-tumbuhan. batang. yaitu:   Perbuatan baik menghasilkan akibat yang baik (kebahagiaan) Perbuatan buruk menghasilkan akibat yang buruk (penderitaan) . daun dapat bertunas. dst 3. stek.2. berkembang dan berbuah. pucuk.

4.  Kesucian batin karena keberhasilan pelaksanaan Vipassana Bhavana . Citta Niyama Hukum universal tentang pikiran atau batin. misalnya:  Proses kesadaran  Timbul dan lenyapnya kesadaran  Kekuatan pikiran dari keberhasilan pelaksanaan Samatha Bhavana hingga mencapai jhana.

5. misalnya:  Terjadinya keajaiban alam pada waktu Bodhisattva lahir. mencapai penerangan sempurna. Dhamma Niyama Hukum universal tentang segala sesuatu yang tidak diatur oleh keempat Niyama tersebut di atas. dan lain-lain  Hukum gaya berat (gravitasi) dan hukum alam lainnya yang sejenis .

000 = 1.000 tata surya kecil (Culanika Lokadhatu) 1.000 X 1.000.000 = 1.000 tata surya menengah (Dvisahassi Majjhimanika Lokadhatu) 1.000. alam semesta ini luas sekali  Dalam alam semesta terdapat banyak tata surya yang jumlahnya tidak dapat dihitung  Hal ini diterangkan oleh Buddha sebagai jawaban atas pertanyaan Bhikkhu Ananda dalam Anguttara Nikaya sebagai berikut: 1. Menurut pandangan agama Buddha.000.000 tata surya besar (Tisahassi Mahasahassi Lokadhatu) .000 X 1.000 X 1.

kehidupan atau kelahiran manusia bukan baru sekali saja telah berulang-ulang kali  Pada suatu ketika bumi kita ini akan hancur lebur dan tidak ada. Kejadian bumi dan manusia menurut pandangan Buddhis adalah berlangsung dalam proses yang sangat lama sekali  Jadi menurut pandangan agama Buddha. tapi hancur leburnya bumi kita ini atau kiamat bukanlah merupakan akhir dari kehidupan kita .

Selanjutnya dengan berlangsungnya musim kemarau yang panjang ini mucullah matahari yang kedua. matahari keenam dan akhirnya muncul matahari ketujuh. diakibatkan oleh terjadinya musim kemarau yang lama sekali. . matahari kelima.Kiamat atau hancur leburnya bumi kita ini manurut Anguttara Nikaya. Pada waktu matahari ketujuh muncul. Sutta Nipata.. bumi kita ini terbakar hingga menjadi debu dan lenyap bertebaran di alam semesta. matahari keempat. lalu dengan berselangnya suatu masa yang lama matahari ketiga muncul.

SELESAI .

• • • • • KUIS II: Jelaskan pengertian filsafat! Jelaskan perbedaan antara agama Buddha dan filsafat! Uraikan Hukum Universal/Hukum Tertib Kosmis yang mengatur alam ini beserta isinya! Jelaskan pandangan agama Buddha tentang alam semesta! Jelaskan tentang kejadian bumi dan manusia pertama dalam agama Buddha! .