Anda di halaman 1dari 4

DEFINISI KACA

Kaca adalah amorf (non kritalin) material padat yang bening dan transparan (tembus pandang),
biasanya rapuh. Jenis yang paling banyak digunakan selama berabad abad adalah jendela dan
gelas minum. Kaca dibuat dari campuran 75% silikon dioksida (SiO2) plus Na2O, CaO, dan
beberapa zat tambahan. Suhu lelehnya adalah 2.000 derajat Celsius. Menurut Adams dan
Williamson, kaca adalah material amorf yang pada suhu biasa mempunyai bentuk yang keras,
tetapi apabila dipanaskan, lama kelamaan akan menjadi lunak, sesuai dengan suhu yang
meningkat dan akhirnya menjadi kental hingga mencapai keadaan cair. Selama proses pendinginan
terjadi proses yang berkebalikan dengan proses peleburan kaca. Kaca memiliki sifat yaitu tahan
terhadap bahan kimia, efektif sebagai isolator listrik, dapat menahan vakum. Selain memiliki sifatsifat tersebut, kaca merupakan bahan yang rapuh dan tidak tahan terhadap benturan.
-

REAKSI PEMBENTUKAN KACA

Secara umum dan ringkas reaksi pembentukan kaca adalah sebagai berikut :

Na2CO3+aSiO2–>Na2O.aSiO2+CO2
CaCO3+bSiO2–>CaO.bSiO2+CO2
Na2SO4+cSiO2+C->Na2O.cSiO2+SO2+SO2+CO
-

SIFAT-SIFAT KACA ATAU GELAS

Kaca atau gelas memiliki sifat-sifat yang sangat khas bila disbanding dengan keramik. Kehasan
sifat kaca ini disebabkan oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya. Beberapa sifat
kaca atau gelas yang sangat umum adalah sebagai berikut :
Gelas merupakan bahan yang dapat ditembus oleh cahaya tampak dan sinar infra merah, tetapi
tidak oleh sinar ultraviolet.
Padatan amorf (short range order).
Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.
Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s)
Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida. Karena itulah kaca banyak
dipakai untuk peralatan laboratorium.
Efektif sebagai isolator.
Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
Sifat kaca yang penting untuk dipahami adalah sifat pada saat kaca berbentuk fasa cair dan fasa
padatnya. Sifat fasa cair dari kaca digunakan dalam proses pengambangan (floating) dan
pembentukan kaca, sedangkan untuk sifat fasa padat dari kaca digunakan di dalam pemakaiannya
(kegunaannya).
-

BAHAN BAKU KACA

penggunaan Soda Ash adalah mempercepat pembakaran. Soda Ash (Na2CO3) Soda Ash ini digunakan sebagai sumber Na2O dan K2O. Cullet Cullet merupakan sisa – sisa dari pecahan kaca yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku utama dari produksi kaca. kaca lembaran. gelas atau barang pecah belah. sunber lainnya adalah bikarbonat. jendelamobil.H2O ) Dolomite digunakan sebagai sumber CaO dan MgO. Komposisi kimia dari cullet sama dengan komposisi kimia kaca yang diproduksi. Penggunaan dolomite sangat penting karena dapat mempermudah peleburan (menurunkan temperatur peleburan) serta mempercepat proses pendinginan kaca. menurunkan titik lebur. baik dari bahan organik maupun bahan anorganik. Fungsi dari Na2O adalah menurunkan titik lebur. kerak garam. Kaca Soda Gamping (soda lime glass) Merupakan 95 % dari semua kaca yang di hasilkan. Pasir silika berguna untuk membentuk cairan gelas yang sangat kental yang memiliki ketahanan terhadap perubahan temperatur yang mendadak. Kaca ini di gunkan untuk membuat segala macam bejana.yang tersebut terakhir ini sangat berguna untuk mengoksidasi besi dan unutk mempercepat pencairan. Dolomite (CaO. penggunaan cullet ini dapat memperkecil melting point atau titik lebur dari pembuatan kaca. Dolomite ini biasanya berupa mineral tambang berwarna putih. Soda (Na2O) Soda terutam di dapat soda abu padat Na2 CO3. dan natrium nitrat. - PROSEDUR PEMBUATAN KACA Prosedur pembuatan kaca dapat di bagi menjadi empat tahap utama yaitu : . Tujuan dari penggunaan cullet ini adalah mengurangi 3 bahan baku utama di atas sehingga biaya produksi dapat semakin kecil. antara lain : Pasir silika Pasir silika merupakan sumber dari SiO2. Secara umum. Api Pada proses peleburan kaca sarana yang di gunakan adalah api yang sangat panas untuk memanaskan tungku pemanas agar kaca dapat melelbur sesuai dengan suhu yang di inginkan atau tergantung pada jenis bahan yang di kehendaki. Pasir silika yang digunakan sebagai bahan baku kaca adalah pasir silika yang tidak banyak mengandung pengotor. Selain itu. sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar. mempermudah pembersihan gelembung dan mengoksidasi besi.MgO.Ada 4 jenis bahan baku utama yang dapat digunakan untuk menghasilkan kaca. atau lain-lain.

Jadi. atau siklus itu di balik. seperti aliran kalor stabilitas logam. Ada beberapa jenis proses pembentukkan kaca. udara di panaskan dengan melewatkannya melalui ruang regemerasi yang telah di panaskan sebelumnya dan telah di campur denagn gas bahan bakar yang telah terbakar. yaitu antara 20 sampai 30 menit. Tanur periuk (pot furnace). sehingga suhu nyalanya menjadi lebih tinggi lagi. Proses Fourcault Bahan cair dialirkan secara vertikal ke atas melalui sebuah bagian yang dinamakan “debiteuse”. megalir ke bawah melalui satu perangkat ruang yang diisi penuh denagn pasangan baja terbuka atau bata rongga (checkerwork). dan jarak bebas bantalan merupakan masalh yang rumit sekali. tergantung kepada kemampuan reflaktorinya menampung ekspansi. aliran campuran udar bahan bakar. suhu akan menjadi terlalu tinggi sehingga kaca cair itu dapat menyerang dinding dan melarutkannya. dan hanya sebagian kecil yang termanfaatkan untuk pencairan. Bila tanur regenerasi itu sudah di panaskan. Tanur ini digunakann dalam pembuatan kaca optik dan kaca seni melalui proses cetak. kemudian melalui isian semula. Di atas debiteuse terdapat bagian sirkulasi air pendingin yang akan mendinginkan . Periuknya sebetulnya ialah suatu cawan yang terbuat dari lempung pilihan atau platina. dengan kapasitas sekitar 2 t atau kurang dapt di gunakan secara menguntungkana untuk membuat kaca khusus dalam jumlah kecil di mana tumpak cair itu harus di lindungi terhadap hasil pembakaran. Sebagian besar dari kandungan kalor sensibel gas keluar dari situ . Tanpa membiarkan dindingnya sedikit karena radiasi. dan isian itu berkisar antara 15000C di dekat pintu keluar. Kebanyakan kalor hilang dari tanur melalui radiasi. Untuk mengurangi aksi kaca cair. jelas sekali bahwa masalh rancang yang harus di selesaikan. di antaranya adalah : a. dan sekarang masuk tanur dari ujung yang berlawanan melaui isian yang tealh mendapat pemanasan sebelumnya. dan mencapai suhu yang lebih tinggi. Pencetakan Kaca Bahan kaca atau gelas yang berbentuk cair lalu dialirkan ke dalam alat-alat yang berfungsi untuk membentuk kaca padat sesuai yang diinginkan.Peleburan Tanur kaca dapat di klasifikasikan sebagai tanur periuk dan tanur tanki. Bagian ini terapung di permukaan kaca cair dengan celah sesuai dengan ketebalan kaca yang diinginkan. keculai biola bejana itu terbuat dari bejana platina. Kaca dapat di bentuk dengan mesin atau denagn cetak tangan. suhunya harus di pertahankan sekurang-kurangnya 12000C setiap waktu. (di bandingkan dengan jika udara tidak di panaskan terlebih dahulu). Faktor yang terpenting yang harus di perhatikan dalam cetak mesin (machine molding) ialah bahwa rancang mesin itu haruslah sedemikian rupa sehingga percetakan barang kaca dapat di selesaikan dalm tempo beberapa detik saja. Gas nyala setelah memberiakan kalornya pada waktu melalui tanur berisi akca cair. Pada selang waktu yang teratur. Suhu tanur yang baru mulai berproduksi hanya dapat di naikkan sedikit demi sedikit setiap hari. Keberhasilan mesin cetak kaca merupakan prestasi besar bagi para insinyur kaca. Sulit sekali melebur kaca didalm bejana ini tanpa produknya terkontaminasi atau tanpa sebagian bejana itu sendiri meleleh. Bersamaan dengan itu. Dalam waktu yang sangat singkat itu kaca berupa dari zat cair viscos menjadi zat cair yang berwarna bening. pada dinding tanur kadang-kadang di pasang pipa air pendingin.

maka pada proses Colburn kaca akan bergerak secara vertical kemudian diikuti gerakan horizontal setelah melewati roda-roda penjepit yang membentuk leburan gelas menjadi lembaran-lembaran. Kaca ini tetap berupa cairan dengan pasokan panas yang berasal dari pembakar di bagian atas kolam. gerakan kaca berlangsung secara vertikal. Kaca akan mengapung di atas cairan timah karena perbedaan densitas di antara keduanya. aliran kaca melewati daerah pendinginan (masih di dalam kolam) dan keluar dalam bentuk kaca lembaran bersuhu ±600oC. Selanjutnya. b. c. Proses Pilkington (float process) Bahan cair dialirkan ke dalam sebuah kolam berisi cairan timah (Sn) panas. Bahan yang biaanya digunakan untuk keperluan ini adalah gas nitrogen murni. Pada suhu tersebut kaca berubah menjadi pelat padat dan akan bergerak dengan didukung oleh roda pemutar (roller) yang menarik kaca tersebut ke atas. . Pengendalian temperatur di dalam kolam dilakukan agar kaca tetap rata di kedua sisinya serta pararel. Kecepatan aliran bahan cair ini merupakan pengatur tebal tipisnya kaca lembaran yang akan diproses.kaca hingga 650 – 670oC. Gambar di bawah ini melukiskan skema proses Fourcault. Proses Colburn (Libbey-Owens) Jika proses Fourcault .