Anda di halaman 1dari 6

Home > Vol 1, No 1 (2013) > Sudiatmika

EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY DAN
RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY TERHADAP
GEJALA DAN KEMAMPUAN MENGONTROL EMOSI
PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN
I Ketut Sudiatmika, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Abstract
Perilaku kekerasan merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat mengontrol perilaku marahnya
sehingga dieksprresikan dalam bentuk perilaku agresif fisik dan atau verbal yang dapat mencederai diri
sendiri, orang lain dan merusak lingkungan sehingga membutuhkan tindakan keperawatan yang
efektif dan tepat. Tindakan keperawatan spesialis yang dapat diberikan pada klien perilaku kekerasan
adalah cognitive behaviour therapy dan rational emotive behaviour therapy. Penelitian ini bertujuan
mengetahui efektivitas cognitive behaviour therapy (CBT) dan rational emotive behaviour therapy
(REBT) terhadap perubahan gejala dan kemampuan klien perilaku kekerasan di Rumah Sakit Dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil
penelitian ditemukan penurunan gejala perilaku kekerasan lebih besar pada klien yang mendapatkan
daripada yang tidak mendapatkan CBT dan REBT (p value < 0.05).
Kemampuan kognitif, afektif dan perilaku klien yang mendapatkan CBT dan REBT meningkat secara
bermakna (p value < 0.05). CBT dan REBT direkomendasikan sebagai terapi keperawatan pada klien
perilaku kekerasan dan halusinasi.
Kata kunci: perilaku kekerasan, kemampuan kognitif, afektif dan perilaku, cognitive behaviour therapy,
rational emotive behaviour therapy.

Full Text:
PDF

Refbacks

There are currently no refbacks.

JKAJ | Jurnal Keperawatan Jiwa | ISSN : 2330-2090
Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan | Universitas Muhammadiyah Semarang
Gedung NRC Lantai Dasar Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang

Cognitive-Behavior Therapy (CBT)

Ditulis Oleh: Wahid Suharmawan Aaron T. akan tetapi bukan berarti mengabaikan masa lalu. menenangkan pikiran dan tubuh sehingga merasa lebih baik. pendekatan pada aspek behavior diarahkan untuk membangun hubungan yang baik antara situasi permasalahan dengan kebiasaan mereaksi permasalahan. Dengan mengubah status pikiran dan perasaannya. dari negatif menjadi positif.2003) berasumsi bahwa masa lalu tidak perlu menjadi fokus penting dalamkonseling. merasa dan bertindak. Sedangkan. Tujuan dari CBT yaitu mengajak individu untuk belajar mengubah perilaku. 2007). memutuskan. 2003: 6) pada dasarnya meyakini pola pemikiran manusia terbentuk melalui proses Stimulus-Kognisi-Respon (SKR). bertanya. keyakinan dan strategi perilaku yang mengganggu. 2007. merasa. Konselor diharapkan mampu menolong konseli untuk mencari keyakinan yang sifatnya dogmatis dalam diri konseli dan secara kuat mencoba menguranginya. dan bertindak dengan menekankan peran otak dalam menganalisa. Fokus konseling yaitu persepsi. dan memutuskan kembali. asumsi. (NACBT. merasa dan bertindak. dan memutuskan kembali. Proses konseling didasarkan pada konseptualisasi atau pemahaman konseli atas keyakinan khusus dan pola perilaku konseli. bertindak. bertindak. Dalam proses konseling. merasa dan bertindak. menenangkan pikiran dan tubuh sehingga merasa lebih baik. imajinasi dan memfasilitasi konseli belajar mengenali dan mengubah kesalahan dalam aspek kognitif. pengambil keputusan. CBT merupakan konseling yang dilakukan untuk meningkatkan dan merawat kesehatan mental. maka CBT adalah pendekatan konseling yang menitik beratkan pada restrukturisasi atau pembenahan kognitif yang menyimpang akibat kejadian yang merugikan dirinya baik secara fisik maupun psikis. kepercayaan dan pikiran. Sedangkan aspek behavioral dalam CBT yaitu mengubah hubungan yang salah antara situasi permasalahan dengan kebiasaan mereaksi permasalahan. Beck (1964) mendefinisikan CBT sebagai pendekatan konseling yang dirancang untuk menyelesaikan permasalahan konseli pada saat ini dengan cara melakukan restrukturisasi kognitif dan perilaku yang menyimpang. Fokus Konseling CBT merupakan konseling yang menitik beratkan pada restrukturisasi atau pembenahan kognitif yang menyimpang akibat kejadian yang merugikan dirinya baik secara fisik maupun psikis dan lebih melihat ke masa depan dibanding masa lalu. serta berpikir lebih jelas. beberapa ahli CBT (NACBT. 2003: 9) yaitu mengajak konseli untuk menentang pikiran dan emosi yang salah dengan menampilkan bukti-bukti yang bertentangan dengan keyakinan mereka tentang masalah yang dihadapi. . CBT tetap menghargai masa lalu sebagai bagian dari hidup konseli dan mencoba membuat konseli menerima masa lalunya. Teori Cognitive-Behavior (Oemarjoedi. belajar mengubah perilaku. Aspek kognitif dalam CBT antara lain mengubah cara berpikir. Berdasarkan paparan definisi mengenai CBT. untuk tetap melakukan perubahan pada pola pikir masa kini untuk mencapai perubahan di waktu yang akan datang. di mana pemikiran yang irasional dapat menimbulkan gangguan emosi dan tingkah laku yang menyimpang. di mana proses kognitif menjadi faktor penentu dalam menjelaskan bagaimana manusia berpikir. Tujuan Konseling CBT Tujuan dari konseling Cognitive-Behavior (Oemarjoedi. CBT lebih banyak bekerja pada status kognitif saat ini untuk dirubah dari status kognitif negatif menjadi status kognitif positif. yang saling berkaitan dan membentuk semacam jaringan SKR dalam otak manusia. dengan menekankan otak sebagai penganalisa. Oemarjoedi. sikap. kepercayaan. Oleh sebab itu. Sementara dengan adanya keyakinan bahwa manusia memiliki potensi untuk menyerap pemikiran yang rasional dan irasional. bertanya. Para ahli yang tergabung dalam National Association of CognitiveBehavioral Therapists (NACBT). Hingga pada akhirnya dengan CBT diharapkan dapat membantu konseli dalam menyelaraskan berpikir. Matson & Ollendick (1988: 44) mengungkapkan definisi cognitive-behavior therapy yaitu pendekatan dengan sejumlah prosedur yang secara spesifik menggunakan kognisi sebagai bagian utama konseling. maka CBT diarahkan pada modifikasi fungsi berfikir. konseli diharapkan dapat mengubah tingkah lakunya. Konseling ini akan diarahkan kepada modifikasi fungsi berpikir. mengungkapkan bahwa definisi dari cognitive-behavior therapy yaitu suatu pendekatan psikoterapi yang menekankan peran yang penting berpikir bagaimana kita merasakan dan apa yang kita lakukan. Harapan dari CBT yaitu munculnya restrukturisasi kognitif yang menyimpang dan sistem kepercayaan untuk membawa perubahan emosi dan perilaku ke arah yang lebih baik. Oleh sebab itu CBT dalam pelaksanaan konseling lebih menekankan kepada masa kini dari pada masa lalu. berpikir lebih jelas dan membantu membuat keputusan yang tepat. Pedekatan CBT didasarkan pada formulasi kognitif.

dan menekankan pada pencegahan. Melalui situasi konseling yang penuh dengan kehangatan. melakukan umpan balik terhadap perkembangan dari setiap sesi konseling. kemudian menetapkan agenda untuk setiap sesi konseling. Kedua. menganalisis perasaan dan emosi konseli. dan menanggapi pemikiran disfungsional dan keyakinan mereka. Pemahaman terhadap prinsip-prinsip ini diharapkan dapat mempermudah konselor dalam memahami konsep. diharapkan secara kontinyu konselor dapat membantu dan melatih konseli untuk melakukan self-help. Bagian akhir. Setiap sesi konseling selalu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan. Bagian awal. Konseli akan lebih aktif dalam mengikuti setiap sesi konseling. Kemudian merencanakan rancangan pelatihan untuk perubahan tingkah lakunya. Formulasi konseling terus diperbaiki seiring dengan perkembangan evaluasi dari setiap sesi konseling. Pertama. Pada kasus-kasus tertentu. ketika konseli terjebak pada proses berfikir yang menyimpang dan keyakinan konseli dimasa lalunya yang berpotensi merubah kepercayaan dan tingkahlaku ke arah yang lebih baik. serta penerapan teknik-teknik CBT. tentunya konselor harus memahami prinsip-prinsip yang mendasari CBT. Prinsip nomor 6: Cognitive-Behavior Therapy merupakan edukasi. Perhatian konseling beralih pada dua keadaan. Melalui evaluasi ini diharapkan adanya respon konseli terhadap pikiran-pikiran yang mengganggu tujuannya. Berikut adalah prinsip-prinsip dasar dari CBT berdasarkan kajian yang diungkapkan oleh Beck (2011): Prinsip nomor 1: Cognitive-Behavior Therapy didasarkan pada formulasi yang terus berkembang dari permasalahan konseli dan konseptualisasi kognitif konseli. Prinsip nomor 8: Sesi Cognitive-Behavior Therapy yang terstruktur. dan orisinilitas respon terhadap permasalahan konseli akan membuat pemahaman yang sama terhadap permasalahan yang dihadapi konseli. Prinsip nomor 7: Cognitive-Behavior Therapy berlangsung pada waktu yang terbatas. meninjau pelaksanaan tugas rumah (homework asigment). serta merancang pekerjaan rumah baru yang akan dilakukan. dengan kata lain tetap berfokus pada permasalahan konseli. Bagian tengah. konselor mengkoordinasikan penemuan-penemuan konseptualisasi kognitif konseli yang menyimpang dan meluruskannya sehingga dapat membantu konseli dalam penyesuaian antara berfikir. Sesi konseling yang terstruktur ini membuat proses konseling lebih dipahami oleh konseli dan meningkatkan kemungkinan mereka mampu melakukanself-help di akhir sesi konseling. menganalisis kejadian yang terjadi dalam satu minggu kebelakang. Setiap hari konseli memiliki kesempatan dalam pikiran-pikiran otomatisnya yang akan mempengaruhi suasana hati. Konseling dimulai dari menganalisis permasalahan konseli pada saat ini dan di sini (here and now). Prinsip nomor 2: Cognitive-Behavior Therapy didasarkan pada pemahaman yang sama antara konselor dan konseli terhadap permasalahan yang dihadapi konseli. merasa dan bertindak. Menempatkan konseli sebagai tim dalam konseling maka keputusan konseling merupakan keputusan yang disepakati dengan konseli. Prinsip nomor 9: Cognitive-Behavior Therapy mengajarkan konseli untuk mengidentifikasi. peduli. Pada momen yang strategis. Kondisi tersebut akan menunjukan sebuah keberhasilan dari konseling. Prinsip nomor 5: Cognitive-Behavior Therapy berfokus pada kejadiansaat ini. Konselor membantu menetapkan tujuan konseli. Prinsip nomor 3: Cognitive-Behavior Therapy memerlukan kolaborasi dan partisipasi aktif.Prinsip – Prinsip Cognitive-Behavior Therapy (CBT) Walaupun konseling harus disesuaikan dengan karakteristik atau permasalahan konseli. Agar proses konseling tidak membutuhkan waktu yang panjang. bertujuan mengajarkan konseli untuk menjadi terapis bagi dirinya sendiri. mengevaluasi. ketika konseli mengungkapkan sumber kekuatan dalam melakukan kesalahannya. konseling membutuhkan pertemuan antara 6 sampai 14 sesi. empati. mengidentifikasi dan mengevaluasi proses berfikir serta keyakinan konseli. membahas permasalahan yang muncul dari setiap sesi yang telah berlangsung. Sesi pertama CBT mengarahkan konseli untuk mempelajari sifat dan permasalahan yang dihadapinya termasuk proses konseling cognitive-behavior serta model kognitifnya karena CBT meyakini bahwa pikiran mempengaruhi emosi dan perilaku. Prinsip nomor 4: Cognitive-Behavior Therapy berorientasi pada tujuan dan berfokus pada permasalahan. karena konseli mengetahui apa yang harus dilakukan dari setiap sesi konseling. emosi . strategi dalam merencanakan proses konseling dari setiap sesi.Struktur ini terdiri dari tiga bagian konseling.

Psikoanalisis. sehingga dalam pengembangan intervensi terapeutik (O`Kelly. Mereka sering digabungkan karena bagaimana kita berperilaku sering mencerminkan bagaimana kita berpikir tentang hal-hal tertentu atau situasi. Misalnya. Konseli dilatih untuk menciptakan pengalaman barunya dengan cara menguji pemikiran mereka (misalnya: jika saya melihat gambar labalaba. Setiap orang akan memiliki cara berpikir sendiri. Konselor dan konseli bersama-sama menguji pemikiran konseli untuk mengembangkan respon yang lebih bermanfaat dan akurat. apa yang . Pertanyaan dalam bentuk sokratik merupakan inti atau kunci dari proses evaluasi konseling. Prinsip dasar dari CBT adalah bahwa cara kita berpikir dalam situasi tertentu mempengaruhi bagaimana kita merasa emosional dan fisik. masalah yang sedang ditangani. emosi. Dengan cara ini. dan mengubah perilaku kita. CBT tidak mempermasalahkan konselor menggunakan teknik-teknik dalam konseling lain seperti kenik Gestalt. tingkahlaku dan mengurangi kondisi psikologis negatif.dan tingkah laku mereka. respon individu terhadap peristiwa tertentu. selama teknik tersebut membantu proses konseling yang lebih saingkat dan memudahkan konelor dalam membantu konseli. konselor terlibat dalam eksperimen kolaboratif. perasaan dan perilaku yang membentuk reaksi dan memutuskan apakah tanggapan tersebut rasional dan bermanfaat. Prinsip nomor 10: Cognitive-Behavior Therapy menggunakan berbagai teknik untuk merubah pemikiran. Semua bidang kehidupan dapat terhubung seperti ini: lima bagian tadi. 2010). fisik/perasaan. dan mengubah perilaku kita. dan tingkah laku. dan tindakan. Konselor membantu konseli dalam mengidentifikasi pikirannya serta menyesuaikan dengan kondisi realita serta perspektif adaptif yang mengarahkan konseli untuk merasa lebih baik secara emosional. CBT bekerja pada asumsi bahwa keyakinan Anda mempengaruhi emosi dan perilaku Anda dan bahwa dengan mengidentifikasi dan mengatasi pikiran bermasalah Anda dapat membantu untuk mengubah perilaku Anda menjadi pengalaman yang lebih baik. Kunci dari CBT adalah untuk mengidentifikasi pikiran yang paling penting. maka akan saya merasa sangat cemas. Bagian-bagian ini adalah: Sebuah Situasi – masalah. Konselor juga menciptakan pengalaman baru yang disebut dengan eksperimen perilaku. Penekanan pada aspek kognitif atau perilaku terapi dapat bervariasi. CBT dapat membantu Anda untuk memahami masalah besar dengan memecahkan mereka ke bagian yang lebih kecil. Dari hal ini maka dapat mempengaruhi. namun saya pasti bisa menghilangkan perasaan cemas tersebut dan dapat melaluinya dengan baik). perasaan. Hal ini membuat lebih mudah untuk melihat bagaimana mereka terhubung dan bagaimana mereka mempengaruhi Anda. Membantu dan tidak membantu sebuah reaksi terhadap kebanyakan situasi. Jenis teknik yang dipilih akan dipengaruhi oleh konseptualisasi konselor tehadap konseli. Psikodinamik. Teori pengkondisian klasik Pavlov (1927) dan pengkondisian operan dari Skinner (1938) diikuti oleh karya Dollar dan Miller (1950) yang mencoba menulis ulang teori psikoanalisis menggunakan terminologi yang diasosiasikan dengan berbasis teori pembelajaran laboratorium. Cara Anda berpikir dapat membantu – atau tidak membantu. Wolpe (1958) membuat kontribusi besar dengan aplikasinya tentang pengetahuan laboratorium untuk interpretasi perilaku neurotik. sumber : Makalah “Cognitive-Behavior di Indonesia” oleh Idat Muqodas Therapy: Solusi Pendekatan Praktek Konseling Prinsip dasar dari CBT adalah bahwa cara kita berpikir dalam situasi tertentu mempengaruhi bagaimana kita merasa emosional dan fisik. peristiwa atau situasi yang sulit. Apa yang terjadi di salah satu bagian dapat mempengaruhi semua bagian lainnya. Bagaimana Anda berpikir tentang suatu masalah dapat mempengaruhi bagaimana Anda merasa secara fisik dan emosional. Hal ini banyak berevolusi dari psikologi perilaku dengan tradisi penelitian yang kuat dan penekanan pada teori belajar. Pertanyaanpertanyaan yang berbentuk sokratik memudahkan konselor dalam melakukan konseling cognitive-behavior. Ini adalah campuran dari terapi kognitif dan perilaku. tergantung pada kondisi klien/pasien. dan tujuan konselor dalam sesi konseling tersebut. tergantung pada bagaimana Anda berpikir tentang hal tersebut. seperti: pikiran. Dalam proses konseling. Masing-masing bagian dapat mempengaruhi orang lain.

Contoh lain: Keyakinan tentang pengalaman yang sama dan emosi mereka sehingga mungkin kasus individu ditolak untuk pekerjaan. di mana Anda melakukannya. dan dia mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk melamar pekerjaan yang serupa di masa mendatang.Anda lakukan. mereka bereaksi dengan menarik diri dari orang lain. Dengan mengidentifikasi apakah reaksi membantu atau tidak membantu dalam mencapai tujuan hidup tertentu. Tidak ada reaksi individu benar atau salah. dan lain-lain. Namun. hampir seolah-olah mereka sedang berbicara . bagaimana Anda melakukannya. Aaron T. membangun dan mempertahankan kerja. dia mungkin merasa kecewa tapi tidak tertekan. ia percaya bahwa ia melewati karena bidang calon adalah sangat kuat. seorang psikiater. Beck di bawah ini. gangguan kepribadian. jika seseorang merasa tertekan. CBT dapat menjadi terapi yang efektif untuk masalah-masalah berikut: anger management kecemasan dan serangan panik permasalahan anak dan remaja kelelahan kronis sindrom gangguan kepribadian skizofrenia nyeri kronis depresi masalah narkoba atau alkohol kesulitan makan masalah kesehatan umum kebiasaan mood yang berubah-ubah obsesif-kompulsif fobia pasca-traumatic stress disorder (PTSD) masalah hubungan dan seksual masalah tidur Menurunkan Berat Badan dan masih banyak lagi Aaron T. CBT membantu individu untuk memahami masalah mereka serta menawarkan teknik yang memungkinkan orang untuk belajar untuk membuat perubahan di masing-masing bagian. dan pengalaman mungkin tidak akan menghalangi dia dari melamar pekerjaan yang serupa lainnya. dan pada kahirnya mencapai tujuan pribadi. Sebagai contoh. orang dapat membuat pilihan tentang bagaimana menanggapi situasi yang berbeda. Beck adalah seorang pakar di bidang kognitif yang sangat berpengaruh dalam perkembangan CBT. penarikan diri. Mari kita kita lihat sekilas tentang Aaron T. mempertahankan hubungan. pasien cenderung memiliki dialog internal yang terjadi di dalam pikiran mereka. yang hanya memperburuk suasana hati mereka lebih lanjut. mengamati bahwa selama sesi analitis. Dalam hal ini. Jika. ketidakpatuhan. Dia mungkin percaya bahwa ia melewati untuk pekerjaan itu karena dia dasarnya tidak kompeten. memperoleh keterampilan baru. yang mengarah ke peningkatan gejala emosional dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan mereka sendiri. Beck. Pada tahun 1960. dia juga mungkin menjadi tertekan. dan ketika Anda memilih untuk melakukannya maka itu mempengaruhi kemampuan Anda untuk memmbentuk. Masalah perilaku seperti agresi. di sisi lain. cara orang bereaksi terhadap peristiwa sering dapat memperburuk kehidupan mereka sebagai lingkaran setan.

berfokus pada `di sini dan sekarang` masalah dan kesulitan. Beck menemukan bahwa orang-orang tidak selalu sepenuhnya menyadari pikiran seperti itu. menghasilkan respon Anda emosi dan perilaku. ia mencari cara untuk meningkatkan keadaan pikiran Anda sekarang. Sebagai contoh. CBT bagaimana Anda berpikir tentang diri Anda. kecemasan dalam kesulitan dalam kehidupan sosial. Beberapa studi mengungkapkan bahwa CBT lebih efektif daripada obat untuk pengobatan kecemasan dan depresi. dunia dan orang lain. CBT dapat memaksimalkan pada akal sehat Anda dan membantu Anda untuk melakukan hal-hal sehat yang Anda kadang-kadang dapat melakukannya secara alami dan tanpa berpikir dan meningkatkan secara teratur. CBT sejak menjalani percobaan ilmiah yang sukses di banyak tempat oleh tim yang berbeda. tetapi semua datang di bawah terapi perilaku kognitif istilah payung. Pikiran Anda. Dia menemukan pikiranpikiran otomatis istilah untuk menggambarkan pikiran emosi-diisi yang mungkin muncul dalam pikiran.” Pikiran kedua mungkin mengubah cara klien merasa. tapi bisa belajar untuk mengidentifikasi dan melaporkan mereka. atau merasa khawatir sepanjang waktu. dan telah diterapkan pada berbagai macam masalah. pikiran biasanya negatif dan tidak realistis atau membantu. Bagaimana yang Anda lakukan akan mempengaruhi pikiran dan perasaan Anda. keyakinan. CBT dapat membantu Anda untuk mengubah cara Anda berpikir (`Kognitif`) dan apa yang Anda lakukan (`Perilaku`). atau mungkin saya belum berbicara tentang hal yang paling penting. Bagaimana orang berperilaku mempengaruhi hidup mereka dan bagaimana mereka menerima dukungan dengan berpedoman pada pilihan mereka. dan makna yang Anda berikan ke suatu acara. Perubahan ini dapat membantu Anda untuk merasa lebih baik. Aku ingin tahu apakah dia kesal dengan saya “Pikiran-pikiran bisa membuat klien merasa sedikit cemas atau mungkin terganggu?. metode pengobatan yang singkat dan lebih intens telah dikembangkan untuk gangguan kecemasan tertentu seperti panik. Beck menemukan bahwa mengidentifikasi pikiran-pikiran adalah kunci untuk pemahaman klien dan mengatasi nya atau kesulitan nya. Reputasi CBT sebagai pengobatan yang sangat efektif berkembang. Efektivitas CBT untuk berbagai masalah psikologis telah diteliti secara luas daripada pendekatan psikoterapi lainnya. CBT berfokus pada penyebab permasalahan atau gejala di masa lalu. Beck menyadari bahwa hubungan antara pikiran dan perasaan itu sangat penting. dan perilaku menjadi satu pendekatan yang komprehensif untuk memahami dan mengatasi masalah psikologis yang umum. Ini sekarang dikenal sebagai terapi kognitif-perilaku (CBT) karena terapi menggunakan teknik perilaku juga. CBT mendorong Anda untuk memahami bahwa pikiran Anda atau keyakinan terletak antara peristiwa dan perasaan utama Anda dan tindakan. Tidak seperti beberapa perawatan berbicara lain. filosofis. Tapi mereka hanya akan melaporkan sebagian kecil dari pemikiran seperti ini kepadanya.dengan diri mereka sendiri. . Beck menyebutnya terapi kognitif karena pentingnya itu menempatkan pada pemikiran. Sebagai hasil dari penelitian ini. Dia kemudian bisa menanggapi pemikiran ini dengan lebih jauh berpikir: “Dia mungkin lelah. CBT adalah pengobatan yang kuat karena menggabungkan aspek ilmiah. dalam sebuah sesi terapi klien mungkin berpikir untuk dirinya sendiri: “Dia (terapis) belum mengatakan banyak saat ini. Keseimbangan antara kognitif dan perilaku elemen bervariasi antara terapi yang berbeda dari jenis ini. Jika seseorang merasa marah dalam beberapa cara.