Anda di halaman 1dari 8

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN ANTENATAL CARE

DI PUSKESMAS ANTARA KOTA MAKASSAR
Factors Related to the Utilization of Antenatal Care
at Public Health Center of Antara Makassar
Uswatul Hasana , Darmawansyah, Muhammad Yusran Amir
Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, FKM, Universitas Hasanuddin
(annagamekyu@gmail.com, darmawansyah akk@yahoo.com, yus2010@yahoo.com, 085242224815)
ABSTRAK
Antenatal care (ANC) untuk mendeteksi dini terjadinya risiko tinggi terhadap kehamilan dan
persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Salah satu tujuan
MDG’s yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan anak yang dapat dicapai dengan memanfaatkan
pelayanan ANC bagi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor
pengetahuan, sikap, media informasi, dukungan suami/keluarga, dan dukungan petugas kesehatan
dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah
penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional study. Jumlah populasi adalah
698 ibu hamil dan sampel sebanyak 88 ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling.
Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan uji phi. Hasil
penelitian variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan ANC adalah variabel pengetahuan
(p=0,019; ⱷ=0,280), variabel sikap ibu hamil (p=0,000; ⱷ=0,526), variabel media informasi (p=0,001;
ⱷ=0,385), variabel dukungan petugas kesehatan (p=0,000; ⱷ=0,496) dan variabel dukungan
suami/keluarga (p=0,001; ⱷ=0,396).
Kata Kunci : Antenatal care, ibu hamil
ABSTRACT
Antenatal care (ANC) to detect early the occurrence of high risk from pregnancyy and childbirth
can also reduce the number of deaths of mothers and monitors the state of the fetus. One of the goals
of the MDGs is to improve maternal and child health that can be achieved by making use of ANC
services for pregnant women. Research is aimed to know of the relationship between a factor of
knowledge, attitude, media information, support husband / family, and support health workers from
the utilization of service ANC at Public Health Center of Antara Makassar.A kind of this research is
research observational by using design cross sectional study.The number of the population is 698
pregnant women and as many as 88 samples pregnant women taken with purposive of sampling
techniques.Analysis of data is by univariat and bivariat by test chi square and a test of phi.An
research result of variable are associated with the utilization of ANC is variable knowledge (p=0.019;
ⱷ=0.280), variable the attitude of pregnant women (p=0.000; ⱷ=0.526),variable media information
(p=0.001; ⱷ=0.385),variable support health workers (p=0.000; ⱷ=0.496) and variable support
husband / family (p=0.001; ⱷ=0.396).
Keywords: Antenatal care, pregnant women

1

2 Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2008 jumlah kematian ibu adalah 121 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1991 menjadi 228 per 100. AKI di Indonesia belum mencapai target MDGs pada tahun 2015 yaitu dapat diturunkan menjadi 102 per 100. pada tahun 2011 pada cakupan K1 jumlah kunjungan sebanyak 664 orang (89. dan perawatan bayi baru lahir.6 Penyebab langsung kematian ibu umumnya adalah trias pendarahan-infeksi-eklamsia. bertujuan untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut lekas diketahui. Meskipun terdapat penurunan.0%) jumlah kunjungan.PENDAHULUAN Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Antenatal care (ANC) untuk mendeteksi dini terjadinya risiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin.0%) sedang untuk cakupan K4 sebanyak 672 orang (89. Namun apabila ibu memperoleh pelayanan antenatal care yang berkualitas. penyebab langsung itu ternyata bertumpu pada rendahnya status gizi dan kesehatan ibu hamil. Idealnya bila tiap wanita hamil mau memeriksakan kehamilannya. persalinan. dan nifas. dan hambatan geografis dalam menjaga kesehatan ibu hamil.0%) sedang untuk cakupan K4 adalah sebanyak 659 orang (88.4 Sedangkan cakupan pelayanan antenatal menurut kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa tahun 2008 tercatat sebesar 0.0%).000 kelahiran hidup dan tahun 2009 menurun menjadi 118 per 100.1 Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di Asia. komplikasi dapat lebih dini diketahui sehingga akan segera memperoleh penanganan dan pelayanan rujukan 2 . nifas.3 Tahun 2010 cakupan K1 di Indonesia baru delapan provinsi yang mencapai target MDGs dan pada cakupan K4 belum ada provinsi yang mencapai target MDGs. dan segera dapat diatasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan tersebut dengan melakukan pemeriksaan ANC. Tahun 2012 pada cakupan K1 jumlah kunjungan sebanyak 698 orang (92.29% dan tahun 2009 tercatat sebesar 11.000 kelahiran hidup. meningkatkan pelayanan KIA meliputi pelayanan ANC.000 kelahiran hidup tahun 2007. akibat masih ditemuinya hambatan informasi. hambatan sosial budaya. Penurunan AKI memerlukan berbagai upaya-upaya kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan.000 kelahiran hidup. penelusuran lebih lanjut.26% ibu hamil yang tidak teratur kunjungan antenatalnya.0%). hambatan ekonomi. Indonesia AKI mengalami penurunan dari 390 per 100. persalinan.5 Berdasarkan data dari Puskesmas Antara Kota Makassar. Data tersebut cakupan K4 belum mencapai targert renstra tahun 2012 yaitu (90.

Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang pernah memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Antara yaitu sebanyak 698 orang. 3 . Responden yang memperoleh media informasi yang cukup sebanyak 58 orang (65.0%) dan yang memiliki sikap negatif sebanyak 15 orang (17.0%) (Tabel 1). dan faktor-faktor pendorong atau penguat (reinforcing factors).3%) dan yang memiliki dukungan suami/keluarga yang kurang sebanyak 20 orang (22. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan uji phi. Tingkat pendidikan responden lebih banyak adalah tamat SMA yaitu 54 orang (61. Selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan dari tiga faktor yaitu faktor-faktor predisposisi (predisposing factors).7 Lawrence Green menganalisis perilaku perilaku manusia dari tingkat kesehatan. Responden yang memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 67 orang (76. yakni faktor perilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (non-behavior causes). Responden yang memiliki pengetahuan yang tinggi sebanyak 62 orang (70.9%).0%).8%) dan yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang kurang sebanyak 16 orang (18.2%). HASIL Sebagian besar responden termasuk dalam kelompok umur 24-30 tahun yaitu sebanyak 51 orang (58. Penarikan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 88 ibu hamil. Responden yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang cukup sebanyak 72 orang (81.5%).yang efektif.7%) (Tabel 2).1%).5%) dan yang memiliki pengetahuan yang rendah sebanyak 26 orang (29.4%) dan pekerjaan responden paling banyak sebagia wiraswasta yaitu 44 orang (50. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional study untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan. Responden yang memiliki sikap positif sebanyak 73 orang (83. dan dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara.0%) (Tabel 1). media informasi.6%) dan yang memiliki media informasi yang kurang sebanyak 30 orang (34.1%) dan yang tidak memanfaatkan sebanyak 21 orang (23.8 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan dengan pemanfaatan ANC di Puskesmas Antara. faktor-faktor pemungkin (enabling factors). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April tahun 2014. sikap. Data diolah secara komputerisasi dengan menggunakan SPSS yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. dukungan suami/keluarga.Responden yang memiliki dukungan suami/keluarga yang cukup sebanyak 68 orang (77.

000 atau nilai p<0.9%) dan yang memiliki media informasi yang cukup dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 7 orang (12. Sedangkan yang memiliki media informasi yang kurang dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 16 orang (53. Hasil analisis dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0.05.1%) dan yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang cukup dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 10 orang (13.019 atau nilai p<0. Variabel pengetahuan yang rendah dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 15 orang (57.1%).3%). Hasil analisis menunjukkan dari 88 ibu hamil yang memiliki media informasi yang cukup dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 51 orang (87. Hasil analisis dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0.7%) (Tabel 3).9%) dan dan ibu hamil yang memiliki pengetahuan yang tinggi dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 10 orang (16.7%).05.1%). Maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara (Tabel 3). Responden yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang cukup dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 62 orang (86.Responden yang memiliki pengetahuan yang tinggi dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 52 orang (83. Dengan demikian.8%). maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara (Tabel 3).019 atau nilai p<0.9%).3%) dan yang memiliki sikap positif dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 10 orang (13. Responden yang memiliki sikap positif dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 63 orang (86.2%) dan yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang kurang dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 11 orang (68.05. Sedangkan yang memiliki sikap negatif dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 4 orang (26. Maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara (Tabel 3).3%).7%) dan yang memiliki pengetahuan yang rendah dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 11 orang (42.3%) dan yang memiliki media informasi yang kurang dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 14 orang (46. 4 . Sedangkan yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang kurang dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 5 orang (31. Hasil analisis dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0.7%) dan yang memiliki sikap negatif dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 11 orang (73.

dan sebagainya).3%) dan yang memiliki dukungan suami/keluarga yang cukup dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 10 orang (14.11 Menurut Allport yang dikutip oleh Notoatmodjo. Begitu pula sebaliknya. bahwa ”komponen pokok sikap terdiri dari kepercayaan atau keyakinan terhadap objek. Tana Toraja yang manyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemanfaatan pelayanan ANC.12 Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu hamil dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara ibu hamil yang memiliki sikap positif terhadap pemeriksaan kehamilan cenderung memanfaatkan pelayanan ANC.001 atau nilai p<0. Hasil analisis dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0. dan indra penglihatan (mata). Maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara dukungan suami/keluarga dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara (Tabel 3).Hasil analisis menunjukkan dari 88 ibu hamil yang memiliki dukungan suami/keluarga yang cukup dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 58 orang (85. PEMBAHASAN Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia. Dengan sendirinya pada waktu pengindraan sehingga menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata. Hasil penelitian Wardhani dan Lusiana juga mengemukakan bahwa semakin rendah pengetahuan ibu. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga). ibu hamil yang memiliki sikap negatif terhadap 5 . dan kecenderungan untuk bertindak”. Responden yang memiliki dukungan suami/keluarga yang kurang dan memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 9 orang (45%) dan yang memiliki dukungan suami/keluarga yang kurang dan tidak memanfaatkan pelayanan ANC sebanyak 11 orang (55%).8 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara.10 Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Indriani Sarpania Rasing di Puskesmas Kondoran.5% ibu hamil yang mempunyai pengetahuan cukup dan 5% ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang.9 Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Khotimah.7%).05.5% ibu hamil yang mempunyai pengetahuan baik. maka makin sedikit keinginannya untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. kehidupan emosional atau evaluasi terhadap objek. Menurut asumsi penulis bahwa pengetahuan ibu sangat berperan dalam melakukan kunjungan ANC. telinga. hidung. dengan menunjukan ibu yang patuh melaksanakan ANC sebanyak 57. Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda-beda. 37.

dukungan petugas kesehatan merupakan dukungan sosial dalam bentuk dukungan informasi. perasaan subjek bahwa lingkungan (petugas kesehatan) memberikan informasi yang jelas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adri yang menyatakan bahwa ibu hamil yang memiliki sikap positif terhadap ANC lebih banyak melakukan ANC daripada ibu dengan sikap negatif terhadap ANC.didapat dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang.19 Dukungan suami merupakan dorongan.13 Hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pongsibidang menunjukkan ada hubungan sikap ibu dengan keteraturan kunjungan antenatal.17 Menurut Sarfino dikutip oleh Saragih.pemeriksaan kehamilan cenderung tidak memanfaatkan pelayanan ANC. Sikap petugas berkontribusi sebesar. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Halim tentang demand pelayanan antenatal untuk kesehatan anak di Nepal menunjukkan bahwa dukungan keluarga terutama suami merupakan faktor yang mempengaruhi ibu hamil untuk memanfaatkan pelayanan ANC. Hal ini berarti sikap yang dimiliki ibu mempengaruhinya untuk melakukan kunjungan antenatal.14 Pengertian dari informasi secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan. motivasi terhadap istri.16 Penelitian yang dilakukan oleh Kassyou bahwa pemerintah dlam memberikan informasi mengenai ANC sangat membantu ibu hamil memperoleh informasi yang lebih baik. baik secara moral maupun material. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rauf ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sikap petugas dengan pemanfaatan pelayanan ANC dengan kekuatan hubungan sedang.18 Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara.21 6 .15 Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara media informasi dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara. Ibu yang memiliki sikap positif melakukan kunjungan antenatal lebih teratur dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap negatif. Seseorang yang dapat mengakses banyak media informasi memiliki pengetahuan yang lebih baik dari pada seseorang yang mengakses sedikit media informasi. Ibu hamil yang memperoleh informasi yang cukup dari media informasi dan memanfaatkan pelayanan ANC dikarenakan informasi yang. baik masa sekarang atau yang akan datang.20 Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara dukungan suami/ keluarga dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Antara.

3.[Skripsi]. 10. Jakata : Rineka Cipta.001. sikap ibu hamil (p=0.000. ⱷ=0.22 KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian ini dapat disimpullkan variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan ANC adalah pengetahuan (p=0. media poster dan media informasi lainnya. Saran kepada pihak puskesmas agar melakukan promosi/penyuluhan kesehatan. Profil Kesehatan Sulawesi Selatan tahun 2010. 2013. didukung sarana dan prasarana yang lebih baik diantaranya menggunakan media leaflet. ⱷ=0. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Indriani. DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta : Rineka Cipta. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Notoatmodjo S. [Tesis].. Notoatmodjo S. 2005 13.496) dan dukungan suami/keluarga (p=0. Ismaniar. Ibu hamil agar senantiasa ikut serta dalam program penyuluhan/promosi kesehatan yang terkait dengan pemanfaatan ANC agar ibu hamil dapat mengetahui pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan. ⱷ=0. Prawirohardjo S.396). 4. ⱷ=0. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2011. Data Cakupan K1 dan K4 di Puskesmas Antang tahun 2011-2012. Surabaya: Universitas Air Langga.526). dukungan petugas kesehatan (p=0. Ilmu Kebidanan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. 2013 8. 2009 6. L.R. Hubungan antara Pengetahuan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC di BPS X.Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Subekti yang menyatakan bahwa dukungan suami yang baik akan mempengaruhi perilaku istri dalam pemeriksaan kehamilan. Makassar: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. 2008 7 . Analisis Perilaku Konsumen terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Antenatal Care di Puskesmas Antara Kota Makassar [Skripsi]. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2011. 2010.019. 2. 9. 2008. Nur Inayah. 2008 11. 2012. Wardhani. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Cakupan Pemeriksaan Kehamilan (K1 dan K4) Di Puskesmas Ruding Kota Sabussalam Propinsi NAD. media informasi (p=0. 2010.385).000. Khotimah P. Makassar: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Ilmu Perilaku Kesehatan. [Skripsi] Makassar: Universitas Hasanuddin. Medan : Universitas Sumatera Utara. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.001. ⱷ=0. 12. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2010. 5. Hubungan Faktor Predisposisi dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal oleh Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Kondoran Tana Toraja. 2006. Puskesmas Antara. 2012. Makassar : Universitas Hasanuddin. Profil Kesehatan Sulawesi Selatan tahun 2011.280). Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Antenatal di Puskesmas Kabupaten Tulungagung (Sebagai Upaya Peningkatan Cakupan K4). [Skripsi]. 7. Desi. Makassar: Puskesmas Antara. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Adri. Sarpania.

S. [Skripsi]. Healthy Children: Does Maternal Demand for Antenatal care Matter for Child Health in Nepal. Makassar: Universitas Hasanuddin. Rauf. Medan : Universitas Sumatera Utara. [Thesis]. Makassar : Universitas Hasanuddin. Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. Jakarta : Rineka Cipta. Pongsibidang G. Jakarta: EGC. Nur Inayah. 17. [Skripsi]. Halim. Subekti.14. 18. Notoatmodjo. 2013. Keperawatan Keluarga. Pengaruh Faktor Predisposisi. 15. Hubungan Dukungan Suami dengan Keteraturan Antenatal Care pada Multigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Puedagel Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan (JIKK). S. Bobak. Perancangan Media Pembelajaran Bahaya Katarak Sebagai Salah Satu Risiko Kebutaan Berbasis Multimedia. 20. [Skripsi]. Setiyo. School of Graduate studies of Addis Abba University. et al. 2008. 8 . Pendukung dan Penguat terhadap Perawatan Kehamilan di Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun. Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar Tahun 2013. Healthy Mother. 22. 2007. 2012. [Skripsi] 2010. Yogyakarta : STIK AMIKOM. Faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan Kunjungan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Kapala Pitu Kabupaten Toraja Utara. 2013. 2010. Nafisa. Kassyou. Southern Tigray. 21. I(3):164-174. Budi. [Tesis]. 2005. 19. 2012 16. Factors Affecting Anenatal Care Attendance in Maichew Town. Saragih R. H. Jurnal Perencanaan dan Kebijakan Kesehatan.