Anda di halaman 1dari 146

MODUL 1

MASALAH KESEHATAN DI
PUSKESMAS
Plan of action (POA)

MODUL 1
MASALAH KESEHATAN DI KOMUNITAS
DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa dapat
membuat perencanaan puskesmas (menyusun plan of
action) dari topik yang diberikan berdasarkan hasil
investigasi dan analisis masalah kesehatan yang
ditemukan di puskesmas.

KOMPETENSI MINIMAL :
level 4

4.

Mampu membuat diagnosis masalah
berdasarkan hasil penyelidikan
epidemiologis, meenganalisis prioritas
masalah, mengkaji penyebab masalah,
menyusun pemecahan masalah dan
mampu membuat perencanaan
puskesmas (plan of action) dari masalah
yang ditemukan secara mandiri,
berdasarkan standar akademik.

Tujuan khusus 1. 2. Melakukan identifikasi masalah dgn melihat indikator SPM di puskesmas. Melakukan penilaian besar masalah dengan rumus interval 3. Menentukan besar masalah dari masing-masing indikator .

5.Tujuan khusus 4. Menentukan kegawatan masalah dari aspek keganasan. tingkat urgensi dan biaya. Menghitung kemudahan penanggulangan 6. Menghitung PEARL FAKTOR 7. Melakukan pengkajian dimensi mutu . Menentukan prioritas masalah dengan rumus NPD & NPT 8. Mengidentifikasi penyebab masalah untuk masalah dengan prioritas tertinggi 9.

Membuat PLAN OF ACTION 19.10.Menentukan kriteria mutlak dari rencana kegiatan 16.Membuat tabel kumulatif dari hasil paired comparison untuk penyelesaian masalah 13.Membuat rencana kegiatan 15.Menentukankriteria keinginan dari rencana kegiatan 17.Melakukan Lokakarya Mini Puskesmas (Pleno) .Melakukan analisis penyebab masalah 11.Menentukan program yang akan dilaksanakan 18.Menentukan penyebab masalah yang perlu diselesaikan berdasar nilai kumulatif 14.Melakukan paired comparison 12.

TOPIK MODUL 1 No TOPIK MDG PUSKESMAS s KELOMPOK 1 MALNUTRISI 1 1 2 KEMATIAN BAYI 4 2 3 KEMATIAN IBU 5 3 4 TUBERKULOSIS 6 4 5 INFEKSI SALURAN NAPAS 6 5 6 DBD 6 6 .

NEXT .

NEXT .

Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan .

.

NEXT .

Menurunkan Angka Kematian Anak MENURUNKAN KEMATIAN ANAK .

NEXT .

Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi di Posyandu .

Puncak Risiko Kematian pada Masa Sekitar Kelahiran .

POSYANDU NEXT .

NEXT .

NEXT .

Meningkatkan Kesehatan Ibu .

NEXT .

NEXT .

Memerangi HIV/AIDS. ISPA.DBD) . Malaria dan Penyakit Menular Lainnya ( TB.

TOPIK MODUL 1 No TOPIK MDG PUSKESMAS s KELOMPOK 1 MALNUTRISI 1 1 2 KEMATIAN BAYI 4 2 3 KEMATIAN IBU 5 3 4 TUBERKULOSIS 6 4 5 INFEKSI SALURAN NAPAS DBD 6 5 6 6 6 .

CONTOH: KEMATIAN IBU Plan of action (POA) FK UNHALU -2012 .

•Namun th(2008) hanya mencapai 307. persalinan. .000 KH) •Akibat komplikasi nifas. / 100. •Di Kota KENDARI (2010) AKI sebanyak … kasus dari …… denominator ( …. dan kehamilan.Latar Belakang •Salah satu indikator pembangunan bidang kesehatan  (MDGs) adalah angka kematian ibu •390 (1990)  110 (2015).

memiliki peran yang strategis.Latar Belakang •Salah satu upaya untuk mencegah komplikasi  kunjungan lengkap (K4) •Puskesmas ……. •SPM  target cakupan kunjungan ibu hamil K4 adalah 90%. (misal) . hasil  77%.

–usulan alternatif pemecahan. –pembuatan rencana kegiatan  plan of action (POA). •Hal tersebut  –analisis penyebab masalah.Latar Belakang • Adanya anjuran sebuah aplikasi manajemen kesehatan  cakupan kunjungan ibu hamil K4. .

Tujuan Umum Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar K4 di Puskesmas ………………. .

Melakukan identifikasi masalah dgn melihat indikator SPM di puskesmas. 2.Tujuan khusus 1. Melakukan penilaian besar masalah dengan rumus interval 3. Menentukan besar masalah dari masing-masing indikator .

5. Menentukan kegawatan masalah dari aspek keganasan. Menghitung kemudahan penanggulangan 6. Mengidentifikasi penyebab masalah untuk masalah dengan prioritas tertinggi 9.Tujuan khusus 4. Melakukan pengkajian dimensi mutu . Menentukan prioritas masalah dengan rumus NPD & NPT 8. Menghitung PEARL FAKTOR 7. tingkat urgensi dan biaya.

10.Melakukan analisis penyebab masalah
11.Melakukan paired comparison
12.Membuat tabel kumulatif dari hasil paired
comparison untuk penyelesaian masalah
13.Menentukan penyebab masalah yang perlu
diselesaikan berdasar nilai kumulatif
14.Membuat rencana kegiatan
15.Menentukan kriteria mutlak dari rencana kegiatan
16.Menentukankriteria keinginan dari rencana
kegiatan
17.Menentukan program yang akan dilaksanakan
18.Membuat PLAN OF ACTION
19.Melakukan Lokakarya Mini Puskesmas (Pleno)

Manfaat
• Bagi Puskesmas
Meningkatkan upaya pelayanan
kunjungan ibu hamil sesuai standar
K4 sehingga tercapai derajat
kesehatan ibu hamil yang optimal di
wilayah kerja Puskesmas
Bagi Mahasiswa
Memperoleh pengalaman sehingga
dapat menjelaskan konsep public
health dan menejemen puskesmas
dengan cara membuat laporan modul
satu di Puskesmas ………….

Manfaat
• Bagi Masyarakat
Memperoleh pelayanan kesehatan
yang lebih baik terutama pada
pelayanan kesehatan ibu hamil.

K3 dan K4 : min dua kali kontak pd trimester ketiga .Tinjauan pustaka -Definisi : Pelayanan antenatal (antenatal care / ANC ) adalah pelayanan terhadap individu yang bersifat preventif care untuk mencegah terjadinya masalah yang kurang baik bagi ibu maupun janin. K2 : min satu kali kontak pd trimester kedua 3. K1 : min satu kali kontak pd trimester pertama 2. -Standar pelayanan ANC adalah K4 1.

PMS) .Kunjungan ibu hamil sesuai standar adalah pelayanan yang mencakup : 1. malaria. HIV. Temu wicara / pemberian komunikasi interpersonal dan konseling 7. TBC. Protein urin) dan berdasarkan indikasi (HbsAg. Test laboratorium sederhana (Hb. Skrining status imunisasi tetanus toksoid (TT) 4. Ukur tekanan darah 3. Pemberian tablet besi (Fe) 90 tablet selama kehamilan 6. Ukur tinggi fundus uteri 5. sifilis. Timbang badan dan ukur badan 2.

GAMBARAN UMUM PUSKESMAS ………. ..

KRITERIA • Kriteria A : Besar masalah (nilai 0-10) • Kriteria B : Kegawatan masalah (nilai 1-5) • Kriteria C : Kemudahan Penanggulangan (nilai 1-5) • Kriteria D: PEARL faktor (nilai 0 atau 1) .

BESAR MASALAH .A.

Identifikasi masalah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 MASALAH (INDIKATOR SPM) KIA / KB Pelayanan kesehatan bagi bumil sesuai standar untuk kunjungan lengkap (K4) Pelayanan nifas lengkap (ibu & neonatus) sesuai standar (KN) Pelayanan KN Kunjungan ibu nifas Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang balita (untuk kontak pertama) Akseptor KB aktif diwilayah kerja puskesmas (CU) Pelayanan komplikasi P2M Suspek ( TB Paru ) Imunisasi lengkap pada bayi BIAS DT anak sekolah kelas 1 SD/MI BIAS TT anak sekolah kelas 2 dan 3 SD/MI GIZI Pemberian kapsul vit.6 6.1 100 100 95 100 100 96.4 1.20 32.90 4.83 5.4 77 100 75.4 91 98.17 90 85 95 83.6 98.59 4 1.80 62.55 100 95.9 0 1.45 13 54. A (dosis 200.6 100 96 4 90 100 77 45.4 3.90 79.10 5.1 .000 SI) pada anak balita (1 – 5 th) Pemberian tablet besi (Fe 90) pada ibu hamil Perawatan kesehatan gigi pada SD/MI PENGOBATAN Pemeriksaan sputum TB Sasara Cakupan Selisi n % h % % 90 77 13 85 79.

15 ) = 1 + 3.79 =5 • Interval = ( nilai tertinggi – nilai terendah ) Jumlah kelas = ( 54.3 ( 1.• BESAR MASALAH • Penilaian besar masalah dengan menggunakan interval menggunakan rumus sebagai berikut: • Kelas N = 1 + 3.1 ) / 5 = 53.79 = 4.3 log 14 = 1 + 3.3 log n = 1 + 3.45 / 5 = 10.55 – 1.69 .

BE S A R N YA M A S AL A H (A ) .

B. KEGAWATAN MASALAH .

KEGAWATAN MASALAH Merupakan hasil rata-rata pengambilan suara dari 6 anggota kelompok mengen faktor tingkat kegawatan dengan bobot nilai: Keganasan Sangat ganas :5 Ganas :4 Cukup berpengaruh : 3 Kurang ganas :2 Tidak ganas :1 Urgensi Sangat mendesak Mendesak :4 Cukup mendesak Kurang mendesak Tidak mendesak :5 :3 :2 :1 Biaya Sangat murah :5 Murah :4 Cukup murah :3 Mahal :2 Sangat mahal :1 .

A (dosis 200.1 4.6 4.33 13.16 3.6 4.83 5 4.83 9.59 2 Pelayanan nifas lengkap (ibu & neonatus) sesuai standar (KN) 3.66 4.5 3.83 4.67 2.76 GIZI 11 Pemberian kapsul vit.16 3 2.000 SI) pada anak balita (1 – 5 th) 12 Pemberian tablet besi (Fe 90) pada ibu hamil 13 Perawatan kesehatan gigi pada SD/MI PENGOBATAN 14 Pemeriksaan sputum TB .5 10.33 3.82 5 Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang balita (untuk kontak pertama) 4 3.43 P2M 7 Suspek ( TB Paru ) 8 Imunisasi lengkap pada bayi 9 BIAS DT anak sekolah kelas 1 SD/MI 3.6 3.5 10 BIAS TT anak sekolah kelas 2 dan 3 SD/MI 3.6 4.83 3.83 13.67 3.16 12.5 10.KRITERIA B (Kegawatan Masalah) No MASALAH Keganasan Tingkat urgensi Biaya yang dikeluarkan Nilai (∑) KIA / KB 1 Pelayanan kesehatan bagi bumil sesuai standar untuk kunjungan lengkap (K4) 3.83 10.5 12.83 4.33 3.16 3.6 3.16 3.6 4 12.16 4.83 12.83 2.67 3.5 9.99 4 Kunjungan ibu nifas 3.83 11.5 4.17 3 Pelayanan KN 4.83 4.83 8.6 3 11.5 3.66 6 Akseptor KB aktif diwilayah kerja puskesmas (CU) 3 2.76 4 4.

C. KEMUDAHAN PENANGGULANGAN .

Kriteria C (Kemudahan Penanggulangan) .

D. PEARL FAKTOR .

masyarakat.• PEARL FAKTOR • Terdiri dari beberapa faktor yang saling menentukan yaitu : • Propriety : Kesesuaian dengan program daerah/ nasional/ dunia • Economy : Memenuhi syarat ekonomi untuk melaksanakannya • Acceptability : Dapat diterima oleh petugas. dan lembaga terkait • Resources : Tersedianya sumber daya • Legality : Tidak melanggar hukum dan etika •   • Skor yang digunakan diambil melalui voting 6 anggota kelompok • 1 = setuju • 0 = tidak setuju .

Kriteria D ( PEARL) .

dan D ditetapkan. nilai tersebut dimasukan ke dalam rumus . • Nilai Prioritas Dasar (NPD) = ( A+B ) x C • Nilai Prioritas Total ( NPT) = ( A+B ) x C x D . B.• PENILAIAN PRIORITAS MASALAH • Setelah Kriteria A. C.

25 NPT = (A + B)C .7 = 39.9 x 1 = 38.5 NPT = (A + B)C .7 x 1 = 39.3) 3.3) 3.2 x 0 = 0 Pelayanan kesehatan bagi bumil sesuai standar untuk kunjungan lengkap (K4) NPD = (A + B)C = (10 + 12.1 = 47.86 NPT = (A + B)C .15 Imunisasi lengkap pada bayi NPD = (A + B)C = (5 + 10.5= 26.5 ) 1.5 + 10 ) 4.D = (2.D = (5 + 10.9)2.5 +10.5 +10.4) 4.5 )2.9)2.D = (5 +9.43 NPT = (A + B)C .D = (7.5 )2.9 = 38. A NPD = (A + B)C = (2.4) 4.15 NPT = (A + B)C .D = (10 + 12.PENILAIAN PRIORITAS MASALAH Pemeriksaan sputum NPD = (A + B)C = (10 +7.2 = 73.1 x 1= 47.D = (10 +7.5 ) 1.4 x 0 = 0 .56 NPT = (A + B)C .5 + 10 ) 4.4 = 98.86 Perawatan kesehatan gigi pada SD/MI NPD= (A + B)C = (5 +9.43 Pemberian tablet besi (Fe ) pada ibu hamil NPD = (A + B)C = (7.5 x 0 = 0 Pemberian kapsul vit.

Akseptor KB aktif di wilayah kerja puskesmas (CU) 14. BIAS TT anak sekolah kelas 2 dan 3 SD/MI 11. Kunjungan ibu nifas 12. Pemeriksaan sputum TB 7. A (dosis 200. Pelayanan kesehatan bagi bumil sesuai standar untuk kunjungan lengkap (K4) 2. Suspek (TB Paru) . Pelayanan nifas lengkap (ibu&neonatus) sesuai standar (KN) 10.PRIORITAS MASALAH: 1. Pelayanan KN 8. BIAS DT anak sekolah kelas 1 SD/MI 9. Pemberian tablet besi (Fe ) pada ibu hamil 3. Imunisasi lengkap pada bayi 4. Perawatan kesehatan gigi pada SD/MI 5. Pemberian kapsul vit.000 SI) pada anak balita (1 – 5 th) 6. Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang balita (untuk kontak pertama) 13.

Identifikasi Penyebab Masalah (K4)dengan Analisis Pendekatan Sistem .

. Misal penggalian feed back kepada pasien. Sebagian wilayah masih mengalami kesulitan transportasi E. C. Teknik konseling K4 kurang terperinci. Migrasi bumil masih tinggi G.Analisis penyebab masalah A. Tingkat kesadaran masyarakat masih rendah F. sistematis dan terprogram baik di dalam maupun di luar puskesmas. Kurangnya sosialisasi yang disampaikan petugas kepada masyarakat D. Kurangnya pamflet / poster yang mempromosikan K4 B. Tidak terdapat penyuluhan mengenai K4 yang terjadwal.

Tabel Paired Comparison Tabel. Paired Comparison .

Tabel Kumulatif .

(B) 4. Tidak terdapat penyuluhan mengenai K4 yang terjadwal. Kurangnya sosialisasi yang disampaikan petugas kepada masyarakat ( ©) 2. (G) . Misal penggalian feed back kepada pasien. sistematis dan terprogram baik di dalam maupun di luar puskesmas. Kurangnya pamflet / poster yang mempromosikan K4 ( A) 3.Lanjutan Berdasarkan nilai kumulatif untuk menyelesaikan suatu masalah yang berupa rendahnnya cakupan pelayanan kesehatan bumil sesuai standar untuk kunjungan lengkap ( K4 ) cukup menyelesaikan 4 penyebab karena penyebab tersebut sudah mencapai 80%. diantarannya adalah 1. Teknik konseling K4 kurang terperinci.

agar mengingatkan bumil untuk K4 / ANC ke puskesmas. D. Pemberian himbauan di seluruh unit pelayanan puskesmas pada semua pasien dewasa yang berobat apabila memiliki keluarga/ orang terdekat yang sedang hamil. Penyuluhan sistematis di puskesmas dan posyandu B. Penyebaran pamflet dan leaflet di tempat tempat umum yang sering di akses oleh pasangan usia subur. C. Pembuatan SOP terperinci KIE tentang pentingnya K4 pada ANC. Peningkatan sosialisasi tentang program kelas ibu hamil. .Lanjutan Rencana kegiatan : A. E.

Kriteria Mutlak Input Kegiatan Output Keterangan Man Money Material Methode Marketing A 1 1 1 1 1 1 Dapat dilakukan B 1 0 1 1 1 0 Tidak Dapat dilakukan C 1 1 1 0 1 0 TIDAK Dapat dilakukan D 0 1 1 1 0 0 Tidak Dapat dilakukan E 1 1 1 1 1 1 Dapat dilakukan .

maka hanya 2 rencana kegiatan di atas yang dapat dijadikan rencana kegiatan / Plain of Action (POA). yaitu penyuluhan sistematis di puskesmas dan posyandu serta peningkatan sosialisasi tentang program kelas ibu hamil.Kriteria Keinginan Mudah (60) Berkembang (40) Berkelanjutan (20) € A 6X60=360 6X40 =240 6X20 = 120 720 E 6X60=360 6X40 =240 6X20 = 120 720 Berdasarkan kriteria mutlak dan kriteria keinginan. .

MENYUSUN PLAN OF ACTION .

TERIMAKASIH 63 .

CONTOH TOPIK INFEKSI SALURAN NAPAS .

Peningkatan cakupan kunjungan Pneumonia anak FK UNHALU 2012 .

PAPAN STRUKTURAL .

.PETA WILAYAH KERJA PKM …….

• Di KENDARI 3725 kasus (2010). .LATAR BELAKANG • Pneumonia merupakan penyebab kematian utama pada BALITA di dunia • ±1.6 juta anak meninggal karena pneumonia (4 anak/menit) • World health assembly (2010): tiap kepala negara harus menurnkan angka kematian pneumonia. yg berkunjung ke Pkm hanya 1774 kasus.

• Upaya pemerintah utk menurunkan angka kematian pneumonia BALITA: penemuan kasus sedini mungkin di yankes dasar • SPM: target cakupan jumlah pneumonia BALITA yg ditangani 10%. • Kesenjangan: 6. hasil  3.9 % .1%.

Tujuan Umum Meningkatkan cakupan kunjungan pneumonia anak di Puskesmas …. sesuai dengan kriteria WHO tahun 2009. .

Tujuan khusus 1. Melakukan penilaian besar masalah dengan rumus interval 3. Melakukan identifikasi masalah dgn melihat indikator SPM di puskesmas. 2. Menentukan besar masalah dari masing-masing indikator .

tingkat urgensi dan biaya. Menentukan kegawatan masalah dari aspek keganasan.Tujuan khusus 4. Menghitung PEARL FAKTOR 7. 5. Menghitung kemudahan penanggulangan 6. Mengidentifikasi penyebab masalah untuk masalah dengan prioritas tertinggi 9. Melakukan pengkajian dimensi mutu . Menentukan prioritas masalah dengan rumus NPD & NPT 8.

Membuat tabel kumulatif dari hasil paired comparison untuk penyelesaian masalah 13.10.Melakukan Lokakarya Mini Puskesmas (Pleno) .Melakukan paired comparison 12.Menentukan program yang akan dilaksanakan 18.Menentukan kriteria mutlak dari rencana kegiatan 16.Menentukankriteria keinginan dari rencana kegiatan 17.Menentukan penyebab masalah yang perlu diselesaikan berdasar nilai kumulatif 14.Membuat PLAN OF ACTION 19.Melakukan analisis penyebab masalah 11.Membuat rencana kegiatan 15.

Bagi Mahasiswa Memperoleh pengalaman sehingga dapat menjelaskan konsep public health dan menejemen puskesmas dengan cara membuat laporan modul satu di Puskesmas …. .. Bagi Puskesmas Meningkatkan upaya pelayanan kesehatan terhadap pasien pneumonia balita khususnya bidang promosi kesehatan sehingga dapat tercapai derajat kesehatan anak yang optimal di wilayah kerja Puskesmas ….Manfaat 1. 2.

. Bagi Masyarakat Memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik terutama pada pelayanan kesehatan anak.Next… 3.

Staphilcococcus. 1. adenovirus. Clamydia penumoiae. • Bakteri: Streptococcus pneumoniae. jamur. Respiratory syncytial virus. Haemophilus influenzae tipe b. Ascariasis.3 ETIOLOGI: • Virus: influenza. minyak tanah . rhinovorus.TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI: Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru (Alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus.2. Coccidioides immitis. Mycoplasma pneumoniae. • Parasit: Toxoplasma capsulatum. • Aspirasi makanan/ minuman: susu. serta bahan kimia yang diaspirasi. parasit. dan parainfluenza virus. • Jamur: Histopasma capsulatum. bakteri.

Faktor risiko pneumonia: -  -    -    -    -    -    BBLR Tidak ASI eksklusif Tidak (lengkap) imunisasi Paparan asap rokok dan polusi Defisiensi vitamin A Gizi buruk .

Napas cepat 2. Pada perkembangan selanjutnya akan timbul 2 gejala penting pneumonia yaitu: 1.Gambaran Klinik:1. Biasanya didahului gejala common cold berupa demam dan/atau batuk dan/atau pilek.  Gejala ini dapat disertai nyeri kepala dan hilang nafsu makan. Kesulitan bernapas / sesak napas .2 • Kriteria WHO Gejala pneumonia pada anak tergantung usia dan penyebabnya.

Identifikasi masalah .

KRITERIA • Kriteria A : Besar masalah (nilai 0-10) • Kriteria B : Kegawatan masalah (nilai 1-5) • Kriteria C : Kemudahan Penanggulangan (nilai 1-5) • Kriteria D: PEARL faktor (nilai 0 atau 1) .

28 52.2 3.93 .7 3 BIAS DT 100 95.3 0.1 4 BIAS TT 100 96.72 6 Pneumonia 100 31.No Masalah Kesehatan anak Sasaran % Cakupa n % Selisih % 1 Pelayanan deteksi dini tumbang BALITA 100 14.07 68.75 85.25 2 Imunisasi lengkap pada bayi 100 99.9 4.8 5 Diare 56 3.

3 log 6 = 1 + 3.3 ( 0.KRITERIA A BESAR MASALAH Penilaian besar masalah dengan menggunakan interval menggunakan rumus sebagai berikut: Kelas N = 1 + 3.541 =4 Interval = ( nilai tertinggi – nilai terendah ) Jumlah kelas = (85.541 = 3.55/ 4 =21.3 log n = 1 + 3.77 ) = 1 + 2.7) / 4 = 84.25 – 0.13 .

84 42.5 5 7.21.5 X 7.7 .BESAR MASALAH No Masalah Besar masalah terhadap pencapaian program Nilai Interval 0.5 X 10 .12 85.5 10 X 10 1 Pelayanan deteksi dini tumbang BALITA 2 Imunisasi lengkap pada bayi 3 BIAS DT X 5 4 BIAS TT X 5 5 Diare 6 Pneumonia X 2.83 21.98 64.11 64.25 Nilai 2.97 42.

8 5 9.1 10 6 Pneumonia 4.5 12.7 3.5 3.1 2.9 4.1 10.3 5 Diare 4.9 3.5 4 BIAS TT 3.3 7.2 5 10.2 3.4 4.9 3 BIAS DT 2.7 2.KRITERIA B KEGAWATAN MASALAH No Masalah Kesehatan anak Keganasan Tingkat urgensi Biaya yg dikeluarkan Nilai 1 Pelayanan deteksi dini tumbang BALITA 1.5 2 Imunisasi lengkap pada bayi 2.7 1.5 2.4 .

2 5 +3 + 5 +4 + 4+ 5 + 5 +4 + 5 +4 /10 =4.5 2 Imunisasi lengkap pada bayi 3 + 3+ 4 + 3 +1 +3 + 3 +3 +3 + 3 / 10 = 2.4 .9 3 BIAS DT 3 +2+2+4+3+3+3+3 +2 + 2 / 10 = 2.1 5 Diare 6 Pneumonia 5+ 3+4+3+4+5+5+4+5+4 /10 = 4.KRITERIA C KEMUDAHAN PENANGGULANGAN No Masalah Kesehatan anak Keganasan 1 Pelayanan deteksi dini tumbang BALITA 1 + 2 +1 + 2 + 2 + 1+ 2 + 1 +1 +2 / 10= 1.7 4 BIAS TT 3+4+3+3+3+3+3 +3+3 + 4 +2 / 10 = 3.

KRITERIA D PEARL FAKTOR N o Masalah Kesehatan anak P E A R L NILAI 1 Pelayanan deteksi dini tumbang BALITA 1 1 1 0 1 0 2 Imunisasi lengkap pada bayi 1 1 1 1 1 1 3 BIAS DT 1 1 1 1 1 1 4 BIAS TT 1 1 1 1 1 1 5 Diare 1 0 0 0 0 0 6 Pneumonia 1 1 1 1 1 1 .

Penilaian Prioritas Masalah .

5 x 0 = 0 Imunisasi NPD = (A + B)C = (2.D = (10 +7.5 )2.PENILAIAN PRIORITAS MASALAH Deteksi dini tumbang NPD = (A + B)C = (10 +7.5= 26.1 x 1= 47.43 Diare NPD = (A + B)C = (7.5 ) 1.D = (5 + 10.3) 3.9 x 1 = 38.7 = 39.25 NPT = (A + B)C .5 ) 1.1 = 47.15 NPT = (A + B)C .D = (7.86 BIAS DT NPD= (A + B)C = (5 +9.4 x 0 = 0 .9 = 38.5 NPT = (A + B)C .15 BIAS TT NPD = (A + B)C = (5 + 10.5 + 10 ) 4.2 x 0 = 0 Pneumonia NPD = (A + B)C = (10 + 12.2 = 73.D = (10 + 12.4) 4.86 NPT = (A + B)C .9)2.5 +10.D = (2.4) 4.5 +10.9)2.43 NPT = (A + B)C .56 NPT = (A + B)C .D = (5 +9.3) 3.7 x 1 = 39.5 )2.5 + 10 ) 4.4 = 98.

Perbedaannya diagnosa program dan diagnosa klinis MONEY Kurangnya biaya pelaksanaan program. P1 SOP tentang Pneumonia sdh ada. Kurangnya sumber daya petugas pelaksana program 2. MARKETING Kurangnya sosialisasi yang disampaikan petugas pada masyarakat. P2 Tidak tercapainya target WHO P3 Tidak ada masalah . 2. Tingginya polusi di wilayah kasus. LINGKUNGAN PROSES KEMUNGKINAN PENYEBAB MASALAH 1. Tingkatan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS yang masih rendah. MATERIAL Kurangnya pamflet / poster yang mempromosikan tentang pneumonia METODE Penyuluhan tentang pneumonia yang sistematis dan terprogram belum ada. namun teknik diagnosis kurang terperinci.Identifikasi Penyebab Masalah dengan Analisis Pendekatan Sistem KOMPONEN INPUT MAN 1.

c. Akses pelayanan Apakah pelayanan kesehatan mudah di jangkau ? Apakah transportasi menuju pelayanan kesehatan mudah ? Apakah biaya pelayan kesehatan terjangkau ? apakah waktu pelayanan tepat waktu ? Hubungan antar individu Apakah petugas memperlakukan anda secara baik ? Apakah petugas menggunakan bahasa yang mudah dimengerti Apakah petugas mendengarkan dengan seksama keluhan anda ? Apakah petugas memberikan pengertian atau penjelasan yang baik mengenai keadaan anda ? YA TIDAK TIDAK BERLAKU PRESENTASE 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % . d. b. B a. c.NO DIMENSI MUTU A a. d. b.

Apakah keadaan ruang pemeriksaan nyaman. Apakah dokter turun langsung memeriksa ? c. Apakah petugas menanyakan identitas anda dengan lengkap ? b. C D Apakah petugas tidak mengerjakan hal lain saat melayani anda ? Apakah ibu puas dengan pelayanan petugas ? Kenyamanan a. bersih dan tidak pengap ? Kompetensi teknis a. Apakah petugas melakukan pencatatan hasil pemeriksaan lengkap ? YA TIDAK TIDAK BERLAKU PRESENTASE 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % . f. Apakah jumlah trmpat duduk di ruang tunggu memadai ? b.NO DIMENSI MUTU e.

NO DIMENSI MUTU E Informasi a. Apakah anda mendapatkan kartu berobat yang harus dibawa ketika periksa kembali ke puskesmas ? YA TIDAK TIDAK BERLAKU PRESENTASE 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % 1 0 0 100 % . Apakah prosedur pelayanan rumit ? c. Apakah petugas tempat pelayanan kesehatan selalu ada saat anda datang pada jam kerja ? b. Apakah petugas bekerja sesuai tugasnya selama jam kerja ? d. Apakah pasien memahami penjelasan petugas ? F G Efisiensi a. Apakah petugas datang tepat waktu ? Kontinuitas a. Apakah petugas memberikan informasi dan edukasi tentang pelayanan kesehatan yang diberikan ? b.

D. F. Kurangnya biaya pelaksanaan program. Perbedaannya diagnosa program dan diagnosa klinis C. G. Penyuluhan tentang pneumonia yang sistematis dan terprogram belum ada. E. . Kurangnya sosialisasi (pamflet / poster ) yang disampaikan petugas pada masyarakat. Tingkatan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS yang masih rendah.Analisa penyebab masalah A. Tingginya polusi di wilayah kasus. Kurangnya sumber daya petugas pelaksana program B.

Tabel paired comparison A A B C D E F G Total B C A E A A 3 B D B B B 4 D E C C 2 D D D 3 E E 2 F 1 B C D E F G 0 Total vertikal 0 1 1 2 2 0 0 Total horizontal 3 4 2 3 2 1 0 Total 3 5 3 5 4 1 0 21 .

6 % E 4 4/21 x100% 19.80 % 47.Tabel kumulatif B 5 5/21 x 100% 23.04 % 66.28% 80.20% F 1 1/21 x 100% 4.64 % A 3 3/21 x100% 14.28% 95.92 % C 3 3/21 x100% 14.80 % 23.% .76% 100% G 0 0/21 x 100% 0 100% Jumlah 21 100.80 % D 5 5/21 x100% 23.

diantarannya adalah 1. cukup menyelesaikan 4 penyebab karena penyebab tersebut belum mencapai 80%. Kurangnya biaya pelaksanaan program. . Penyuluhan tentang pneumonia yang sistematis dan terprogram belum ada. Perbedaannya diagnosa program dan diagnosa klinis 2. 4. Kurangnya sumber daya petugas pelaksana program 3.Lanjutan Berdasarkan nilai kumulatif untuk mennyelesaikan suatu masalah yang berupa rendahnnya cakupan kunjungan pneumonia anak.

B. C. Penyuluhan sistematis di puskesmas dan posyandu D.Lanjutan Rencana kegiatan : A. Penambahan jumlah petugas program dengan mengaktifkan kembali kader – kader dan petugas kesehatan. Melakukan sosialisasi mengenai diagnosa program kepada dokter puskesmas. Pengusahaan pembiayaan program dari dinas kesehatan. .

Kriteria Mutlak Kegiatan Input Output Keterangan Man money Material Method marketing A 1 1 1 1 1 1 Dapat dilakukan B 1 1 1 1 1 1 Dapat dilakukan C 1 1 1 1 1 1 Dapat dilakukan D 0 0 1 1 1 0 Tidak Dapat dilakukan .

Kriteria Keinginan   A Mudah (60) Berkembang (40) 6X60=360 6X40 =240 Berkelanjutan (20) 6X20 = 120 € 720 B 6X60=360 6X40 =240 6X20 = 120 720 C 6X60=360 6X40 =240 6X20 = 120 720 .

Berdasarkan kriteria mutlak dan kriteria
keinginan, maka hanya 3 rencana kegiatan
di atas yang dapat dijadikan rencana
kegiatan / Plan of Action (POA), yaitu :
1. Melakukan sosialisasi mengenai diagnosa
program kepada dokter puskesmas ,
2. Penambahan jumlah petugas program
dengan mengaktifkan kembali kader –kader
dan petugas kesehatan,
3. Penyuluhan sistematis di puskesmas dan
posyandu

POA (Plan Of Action)
No

TUJUAN

KEGIATAN

SASARAN

1

Meningkatkan

a. Sosialisasi mengenai

a. Dokter

kinerja petugas

diagnosa program kepada

puskesmas

Bulan

puskesm

kesehatan dalam

dokter puskesmas

singgani

April-

as dan

Juni

kepala

penjaringan dan

b. Penambahan jumlah

b. kader-

pencegahan

petugas program

kader

penyakit

dengan mengaktifkan

posyandu

pneumonia pada

kembali kader –kader

anak

dan petugas

WAKTU

PIC

KET

Kepala

-

program

kesehatan,
2

Meningkatkan

Penyuluhan mengenai

Orang tua

Bulan

Kepala

pengetahuan

perilaku hidup bersih dan

anak

juli

program

keluarga terhadap

sehat khususnya pencegahan

puskesm

perilaku hidup

pneumonia pada anak

as

bersih dan sehat.

.

-

TERIMA KASIH

TERIMAKASIH

103

KLB DBD

.

He had the handle of the contaminated pump removed. ending the neighborhood epidemic which had taken more than 500 lives. John Snow's map of dots from 1855 mapping the «London Cholera Epidemic (1854)» is one of the first maps with epidemic data (each dot represents a cholera dead) in relation to the local water pump: «Snow observed that cholera occurred almost entirely among those who lived near (and drank from) the Broad Street water pump.» .Dr.

Data W2 Puskesmas Birobuli Jumlah kasus per minggu (X) .

Nilai mean .

.

1 7 5 .Standar deviasi 11 5.

Nilai batas ambang KLB Mean + 2. data yang kami peroleh belum bisa dikatakan wabah.SD = 17 + 2. . 5 = 27 Jadi.

.

.

.

TERIMAKASIH 115 .

CONTOH – PROGRAM LAINNYA .

CONTOH MALNUTRISI .

CONTOH MALNUTRISI NO INDIKATOR SPM 1 PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN 2 GIZI KURANG 3 CAKUPAN KMS 4 CAKUPAN DITIMBANG 5 CAKUPAN NAIK TIMBANGAN 6 CAKUPAN D/N 7 CAKUPAN K/S 8 BGM 9 KONSELING GIZI 10 TUMBANG BALITA TARGET CAKUPAN SELISIH .

CONTOH KEMATIAN BAYI .

CONTOH KEMATIAN BAYI NO INDIKATOR SPM 1 CAKUPAN KN 1 2 CAKUPAN KN LENGKAP 3 CAKUPAN NEONATUS DGN KOMPLIKASI YG DITANGANI 4 CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI 5 CAKUPAN KUNJ BALITA 6 KEMATIAN NEONATUS 7 KEMATIAN BAYI 8 DESA SIAGA 9 10 TARGE T CAKUPAN SELISIH .

.

07/1000 PENDUDUK 3 CONVERTION RATE 4 CURE RATE 5 PUTUS OBAT 6 PMO 7 8 CAKUP AN SELISIH .CONTOH PROGRAM TB NO INDIKATOR SPM TARGET 1 CAKUPAN SUSPEK TB JUMLAH GEJALA TB YG DIPERIKSA SPUTUM SPS 10.7 / 1000 PENDUDUK 2 CASE DETECTION RATE JUMLAH BTA + DIBANDING JLH TB YANG DIPERKIRAKAN 1.

TERIMAKASIH 123 .

.MODUL 1 MASALAH KESEHATAN DI KOMUNITAS DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari modul ini. mahasiswa dapat membuat perencanaan puskesmas (menyusun plan of action) dari topik yang diberikan berdasarkan hasil investigasi dan analisis masalah kesehatan yang ditemukan di puskesmas.

mengkaji penyebab masalah. berdasarkan standar akademik. . meenganalisis prioritas masalah. menyusun pemecahan masalah dan mampu membuat perencanaan puskesmas (plan of action) dari masalah yang ditemukan secara mandiri. Mampu membuat diagnosis masalah berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologis.KOMPETENSI MINIMAL : level 4 4.

Melakukan penilaian besar masalah dengan rumus interval 3.Tujuan khusus 1. Melakukan identifikasi masalah dgn melihat indikator SPM di puskesmas. Menentukan besar masalah dari masing-masing indikator . 2.

Menentukan prioritas masalah dengan rumus NPD & NPT 8. 5. Melakukan pengkajian dimensi mutu . Mengidentifikasi penyebab masalah untuk masalah dengan prioritas tertinggi 9.Tujuan khusus 4. Menentukan kegawatan masalah dari aspek keganasan. Menghitung PEARL FAKTOR 7. tingkat urgensi dan biaya. Menghitung kemudahan penanggulangan 6.

Membuat PLAN OF ACTION 19.Melakukan paired comparison 12.Menentukan program yang akan dilaksanakan 18.Menentukan penyebab masalah yang perlu diselesaikan berdasar nilai kumulatif 14.Melakukan Lokakarya Mini Puskesmas (Pleno) .Menentukan kriteria mutlak dari rencana kegiatan 16.Menentukankriteria keinginan dari rencana kegiatan 17.10.Membuat tabel kumulatif dari hasil paired comparison untuk penyelesaian masalah 13.Membuat rencana kegiatan 15.Melakukan analisis penyebab masalah 11.

TAHAP PERTAMA: Merupakan pertemuan pertama dilakukan dalam kelas besar dengan tatap muka satu arah untuk penjelasan dan tanya jawab tentang TOPIK DARI MASALAH KESEHAN MASYARAKAT DI WILAYAH PUSKESMAS (TANGGAL 2 APRIL 2012)   .

d. mahasiswa ke puskesmas untuk mendapatkan data tentang indikator SPM sesuai topik masing2 e. Pada tahap ini. b. mahasiswa dibagi dalam 6 kelompok. Menyelesaikan tujuan khsus 1 h. Membuat dokumentasi (foto/video) . f. Pada tahap ini kegiatan berlangsung selama 2 X 50 menit. Mendiskusi dalam kelompok tentang hal-hal dan informasi yang masih diperlukan g. Tiap kelompok di dampingi oleh tutor dari Puskesmas dan atau dosen yang ditunjuk.TAHAP KEDUA Tahap kedua merupakan TUTORIAL PERTAMA. Dilaksanakan di Puskesmas c. a. Melakukan diskusi dan konsultasi dengan pengelola program di puskesmas untuk menggali informasi guna mendapatkan penjelasan menyeluruh dam lengkap tentang program dan kegiatan-kegiatan puskesmas sesuai dengan topik masing-masing.

a. Mencari literatur sesuai topik dan membandingkan dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh puskesmas c.TAHAP KETIGA. Menyelesaikan tujuan khusus 2 sampai 7 dan tinjauan pustaka . Menyusun tinjauan pustaka sesuai topik e. Mencari kesenjangan antara kegiatan puskesmas dengan literatur. b. Mahasiswa belajar mandiri untuk memecahkan masalah sesuai topik . (atau penjelasan dari kepala puskesmas / dokter puskesmas) d.

• Menyusun POA untuk diprogramkan oleh puskesmas tahun depan.TAHAP KEEMPAT DAN LIMA • Mahasiswa menyelesaikan tujuan khusus 7 sampai 19. contoh : mengkaji pengetahuan bumil tentang manfaat K4. dilaksanakan di kampus dan mencari informasi tambahan di puskesmas dan pasien • Misal untuk mencari penyebab masalah mahasiswa melalukan wawancara dengan pasien . maka dimasalahsukkan sebagai penyebab masalah. kalau sebagaian besar bumil tdk mengetahui manfaat K4 sehingga cakupan k4 kurang. .

• Menyerahkan hasil kegiatan ke Puskesmas. tim penggerak PKK. . Dinas Kesehatan.TAHAP KE ENAM • POA ini selanjutnya dipresentasikan dalam acara LOKAKARYA MINI PUSKESMAS (DISKUSI PANEL PADA TAHAP ENAM ) yang diadakan di kampus pada tanggal …… 2012 diikuti oleh kepala / dokter / staf puskesmas terkait . Lurah. sekaligus dilakukan proses TANYA PAKAR. • Dilanjutkan nanti dengan implementasi dalam bentuk pembuatan FC atau banner dan melakukan kegiatan penyuluhan di masyarakat atau puskesmas atau posyandu • Atau melatih kader posyandu sesuai topik masing-masing kelompok • FC (FLIP CHART) atau Banner di berikan ke Puskesmas sebagai kenangkenangan. kader posyndu dll.

.

LOKAKARYA MINI PUSKESMAS .

.

.

.

.

.

TERIMAKASIH 141 .

Efektivitas I. Informasi F. Kompetensi Teknis E. Hubungan antar individu C. Kenyamanan D. Safety . Kontinuitas H.Pendekatan Kompleks Problem A. Akses Pelayanan B. Efisiensi G.

Pendekatan Kompleks Problem .

Pendekatan Kompleks Problem .

Pendekatan Kompleks Problem .

BE S A R N YA M A S AL A H (A ) .