Anda di halaman 1dari 5

INFORMED CONSENT

Secara harfiah Consent artinya persetujuan, izin, atau lebih ‘tajam’ lagi. Jadi
Informed consent adalah persetujuan atau izin oleh pasien atau keluarga yang berhak
kepada dokter untuk melakukan tindakan medis pada pasien, seperti pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan lain-lain untuk menegakkan diagnosis, memberi obat, melakukan
suntikan, menolong bersalin, melakukan pembiusan, melakukan pembedahan, melakukan
tindak-lanjut jika terjadi kesulitan, dan sebagainya.
Selanjutnya kata Informed terkait dengan informasi atau penjelasan. Dapat
disimpulkan bahwa Informed Consent adalah persetujuan atau izin oleh pasien (atau
keluarga yang berhak) kepada dokter untuk melakukan tindakan medis atas dirinya,
setelah diberikan informasi atau penjelasan yang lengkap tentang tindakan itu oleh
dokter yang bersangkutan.
Mendapat penjelasan lengkap itu adalah salah satu hak pasien yang diakui oleh
undang-undang sehingga dengan kata lain Informed consent adalah Persetujuan Setelah
Penjelasan. Di kedokteran gigi, contoh kasus yang membutuhkan informed consent
dalam kedokteran gigi yaitu Perawatan Saluran Akar atau Pencabutan Gigi. Dalam
perawatan gigi anak, yang menandatangani surat persetujuan adalah orang tua atau wali.
A.

BENTUK INFORMED CONSENT

Ada 2 bentuk Persetujuan Tindakan Medis, yaitu :
1. Implied Consent (dianggap diberikan)

Umumnya implied consent diberikan dalam keadaan normal, artinya

dokter dapat menangkap persetujuan tindakan medis tersebut dari isyarat yang
diberikan/dilakukan pasien, misalnya pasien yang akan disuntik atau diperiksa
tekanan darahnya, langsung menyodorkan lengannya sebagai tanda menyetujui
tindakan yang akan dilakukan terhadap dirinya. Demikian pula pada kasus emergency
dimana dokter memerlukan tindakan segera sementara pasien dalam keadaan tidak
bisa memberikan persetujuan dan keluarganya tidak ada ditempat, maka dokter dapat
melakukan tindakan medik terbaik menurut dokter.

Persetujuan lisan biasanya untuk tindakan non-invasif yang risikonya tidak tinggi.← 2. Mencegah terjadinya penipuan atau paksaan. Namun. Proteksi dari pasien dan subyek. FUNGSI DAN TUJUAN INFORMED CONSENT Fungsi dari Informed Consent adalah : 1. Promosi dari hak otonomi perorangan. Expressed Consent (dinyatakan) ← Dapat dinyatakan secara lisan maupun tertulis. ← ← Persetujuan tertulis dalam suatu tindakan medis dibutuhkan saat : 1. ← 5. Guwandi adalah : ← 1. Bila tindakan kedokteran tersebut memiliki dampak yang bermakna bagi kedudukan kepegawaian atau kehidupan pribadi dan sosial pasien. ← 4. 2. ← 6. Bila tindakan kedokteran tersebut bukan dalam rangka terapi. 4. Melindungi pasien terhadap segala tindakan medis yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasien. dalam tindakan medis yang bersifat invasive dan mengandung resiko. atau yang secara umum dikenal di rumah sakit sebagai surat izin operasi. ← B. Promosi dari keputusan-keputusan rasional. setelah sebelumnya pihak pasien memperoleh informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medis serta risiko-risikonya. dokter sebaiknya mendapatkan persetujuan secara tertulis. ← 3. . Bila tindakan terapeutik bersifat kompleks atau menyangkut resiko atau efek samping yang bermakna. ← Tujuan dari Informed Consent menurut J. 3. ← 2. Menimbulkan rangsangan kepada profesi medis untuk mengadakan introspeksi terhadap diri sendiri. Keterlibatan masyarakat (dalam memajukan prinsip otonomi sebagai suatu nilai social dan mengadakan pengawasan dalam penyelidikan biomedik. Bila tindakan yang dilakukan adalah bagian dari suatu penelitian.

kompeten yang dimaksud diartikan sebagai kapasitas untuk membuat . 2. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Dokter harus berusaha mengecek apakah penjelasannya memang dipahami dan diterima pasien. Alternatif tindakan lain dan risikonya. Prognosis ( kemungkinan hasil perawatan) terhadap tindakan yang dilakukan. Penjelasan seharusnya diberikan oleh dokter yang akan melakukan tindakan medis itu sendiri. Jika belum. bukan oleh orang lain. Sebaiknya. misalnya terhadap risk of treatment yang tak mungkin dihindarkan walaupun dokter sudah mengusahakan semaksimal mungkin dan bertindak dengan sangat hati-hati dan teliti. misalnya perawat. Memberikan perlindungan hukum kepada dokter terhadap akibat yang tidak terduga dan bersifat negatif. Karena itu. yaitu: 1. yaitu pemberi consent atau izin haruslah seseorang yang kompeten atau cakap. diberikan juga penjelasan yang berkaitan dengan pembiayaan. dan dokter yang merawatnya. 4. pasien juga berhak untuk menolak tindakan medis yang dianjurkan. Tujuan penjelasan yang lengkap adalah agar pasien menentukan sendiri keputusannya sesuai dengan pilihan dia sendiri (informed decision). Penjelasan diberikan dengan bahasa dan kata-kata yang dapat dipahami oleh pasien sesuai dengan tingkat pendidikan dan ‘kematangannya’. C. Pasal 45. Dokter tidak boleh berusaha mempengaruhi atau mengarahkan pasien untuk menerima dan menyetujui tindakan medis yang sebenarnya diinginkan dokter. serta situasi emosionalnya. dan 5. Selain itu. ayat (3) sekurang-kurangnya mencakup: 1. PENJELASAN MENGENAI INFORMED CONSENT Informasi yang harus diberikan oleh dokter dengan lengkap kepada pasien menurut UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. 3.2. Pasien juga berhak untuk meminta pendapat dokter lain (second opinion). terdapat tiga elemen informed consent. Diagnosis dan tata cara tindakan medis. Treshold Elements. Tujuan tindakan medis yang dilakukan. dokter harus mengulangi lagi uraiannya sampai pasien memahami benar.

terdiri dari dua bagian yaitu voluntariness (kesukarelaan. apabila pasien sendiri berada di bawah pengampuan. . setelah pasien sadar atau dalam kondisi yang sudah memungkinkan. segera diberikan penjelasan dan dibuat persetujuan. Proxy consent hanya boleh dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan ketat. antara lain suami/isteri. 3. Pasien sedang dalam keadaan stress emosional sehingga tidak mampu mencerna informasi 4. atau tidak ada waktu untuk tanya – jawab. Pasien tak mampu memahami. PROXY CONSENT Proxy consent adalah consent yang diberikan oleh orang yang bukan pasien itu sendiri. Pasien tidak mau diberitahu. Pasien dalam keadaan tidak sadar atau mengantuk. KESULITAN PADA INFORMED CONSENT Keluhan pasien: 1. 2. Perilaku dokter yang terlihat terburu-buru atau tidak perhatian. terdiri dari dua bagian yaitu disclosure (pengungkapan) dan understanding (pemahaman) 3. anak-anak kandung atau saudara-saudara kandung. Dalam keadaan gawat darurat. dan consent tersebut harus mendekati apa yang sekiranya akan diberikan oleh pasien. Consent Elements. kebebasan) dan authorization (persetujuan) D. dengan syarat bahwa pasien tidak mampu memberikan consent secara pribadi. Menurut penjelasan Pasal 45 UU Nomor 29 Tahun 2004. Namun. Information Elements.keputusan medis 2. E. ayah/ibu kandung. Keluhan dokter: 1. untuk menyelamatkan jiwa pasien tidak diperlukan persetujuan. persetujuan atau penolakan tindakan medis dapat diberikan oleh keluarga terdekat. Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan terlalu teknis 2.

Resiko terlalu umum atau terlalu jarang terjadi. 4.3. ← . Situasi gawat darurat atau waktu yang sempit.