Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN “MP”

DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG CENDRAWASIH 1
DI RSUD WANGAYA
TANGGAL 20 - 22 NOVEMBER 2013

OLEH :
NI MADE ARY PRIMAYANTI
P07120012020
2.1 REGULER

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2013

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN “MP”
DENGAN GASTROENTERITIS (GE) DI RUANG CENDRAWASIH
RSUD WANGAYA
PADA 20-22 NOVEMBER 2013

I.

Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada tanggal 20 November 2013 pukul 16.00 WITA di
ruang Cendrawasih 1 RSUD Wangaya. Data diperoleh dari pasien, keluarga pasien,
dan rekam medik pasien. No. RM. 498248
A. Identitas
Identitas Pasien
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Agama
Suku bangsa
Pendidikan
Status Perkawinan
Pekerjaan
Bahasa yang digunakan

“MP”
32 tahun
Laki-laki
Hindu
Bali
SMA
Sudah menikah
Wiraswasta
Bahasa Bali dan

Penanggung
“NS”
29 tahun
Laki-laki
Hindu
Bali
SMA
Belum Menikah
Wiraswasta
Bahasa Bali dan

Alamat
Diagnosa medis
Sumber biaya
Hub. dengan keluarga

Indonesia
Indonesia
Jalan raya Kuta no. 4B Denpasar
GE
JKBM
Adik Pasien

B. Alasan Masuk Rumah Sakit
1. Keluhan Utama
Pasien mengeluh mencret.
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh mencret sebanyak 2x sejak tadi pagi disertai muntah-muntah
sebanyak 5x. Sebelumnya, ia dapat membeli makanan di pinggir jalan kemarin
sore. Kemudian pasien diantar keluarganya ke RSUD Wangaya melalui IRD
pada 20 November 2013 pukul 14.00. Di IRD pasien didiagnosa menderita
GE. Selama dirawat di IRD pasien memperoleh terapi IVFD 30 tetes per menit
(tpm), Cefotaxime 3 x 1 gr, paracetamol 3 x 500mg, ondansentron 3 x4 mg,
diagit 2 x 2 tablet, pantoprazol 1 x 40 mg . Pada pukul 15.15, pasien dirawat

Riwayat Kesehatan 1. Kebersihan Diri Pasien mengatakan. Pasien BAK sebanyak 200cc. Rasa Aman Pasien mengatakan ia tidak terlalu memikirkan penyakitnya. 7. 5. 4. Px tampak meringis dan memegang perutnya 10. Istirahat dan Tidur Saat pengkajian. Gerak dan aktivitas Pasien mengatakan masih lemas. 11. Eliminasi Saat pengkajian. Data Bio-Psiko-Spiritual 1. tidak berlendir. Sosialisasi dan komunikasi Pasien dapat berkomunkasi dengan baik. Bernapas Pasien mengatakan ia dapat bernapas dengan normal. Riwayat Kesehatan Keluarga Pasien mengatakan tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit yang sama. DM. untuk berjalan ia masih dibantu istrinya. C. 9. TB Paru dan kanker. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak pernah menderita penyakit TB Paru. Riwayat Penyakit Lalu Pasien mengatakan bahwa ia tidak pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya. Pengaturan Suhu Tubuh Pasien mengatakan tubuhnya tidak terasa panas. mules-mules. Pasien minum 4 gelas (1 gelas = 200cc) 3. Pasien masih mengeluh mual dan muntah dan mencret sebanyak 2x setelah dirawat di rumah sakit. DM atau kanker sebelumnya. pasien mengatakan dapat tidur selama 7 jam. 12. Belajar Pasien mengatakan ia mengetahui tentang penyakitnya dan akan mengikuti pengobatan dengan baik. D. Feses berwarna kuning.00 WITA. Rasa Nyaman Pasien mengatakan nyeri dibagian perut. 6. Ia juga mengatakan tidak ada anggota keluarga lainnya. 2. Ia di lap olah istrinya. Pasien muntah sebanyak 5 kali sebanyak 500cc. Makan dan Minum Pasien mengatakan biasanya ia makan 3x sehari dan dapat menghabiskan 1 porsi. Rekreasi Pasien berekreasi bersama keluarga setiap ia mendapatkan libur. Ia dapat menghabiskan ¼ porsi makannya setiap makan. ibu.inap di ruang Cendrawasih 1. tidak sesak. skala nyeri 2 (dari 010). . kakek dan neneknya menderita penyakit Jantung. pasien mengatakan sudah 4x BAB dengan konsistensi cair sebanyak sekitar 400cc dari pukul 6. 8. 2. baik ayah.

3 29. pupil ishokor.0 81. mukosa bibir kering. : Compos mentis : sedang. Ektremitas : Atas : kebersihan baik.0-47. Mata c.16 15. nyeri tekan (-) g. Kepala b. Pemeriksaan penunjang Hasil Pemeriksaan Laboratorium pada 20 November 2013 Data Jumlah leukosit Jumlah eritrosit Hemoglobin Hematokrit MCV MCH MCHC Jumlah Trombosit RDW-SD Hasil 16. penimbunan cairan (-) i. nyeri tekan (-) : mata simetris. pembesaran vena jugularis (-).40 12.0 27.0-36.5 Satuan 10^3/uL 10^6/uL g/dL % fL pg g/L 10^3/uL fL Normal 4. distribusi rambut merata. konjugtiva merah muda.0-37. Abdomen : bentuk simetris. E. pernapasan cuping hidung (-) : bentuk simetris. : bentuk simetris (-).0-96.3 194 39. : bentuk simetris. Dada :bentuk simetris.0-16. ia tidak bisa bekerja selama dirawat di rumah sakit. pembesaran tiroid (-).0 37. Gejala Kardinal Suhu Nadi TD RR 3.0 4. udema (-) Bawah : udema (-).0 31. nyeri tekan (-). : 37. Kesadaran Umum Kesadaran Postur tubuh Kebersihan diri Turgor kulit Warna kulit Berat Badan 2. Keadaan Fisik a. Pengkajian Fisik 1. nyeri tekan (-) Leher :bentuk simetris. Spritual Pasien hanya bisa berdoa dari tempat tidur saja.0 83.5 35.20-5. serum (-). kurus : baik : menurun : sawo matang : 70 kg. varises (-). nyeri tekan (+).54 5.13.2 43. bising usus = 20x/ menit. lesi (-). nyeri (-) F. Bekerja Pasien mengatakan.0-10. murmur (-) h.0 150-400 37-54 . 14. Hidung d. Mulut e.5 °C : 80 x / menit : 100/ 70 mmHg : 20 x /menit : bentuk simetris. Telinga f. bunyi jantung reguler.

3 0. perutnya.0 9.0 % fL fL % % % % % % % 11. bising usus = 20 x/ menit DS: . skala nyeri 2 0.0 9.0 13.35 50-70 20-40 2-8 0-4 0-1 Diagnosa keperawatan A.0-16. cair.0-13.3 10. .Px tampak meringis 3. bising usus = 20 x/ Bising usus = 5-12 x/ menit DS: .Px mengeluh mual DO: - tiga hari.0 0. Standar Normal DS: . Px menghabiskan ¼ porsi makannya menit Ketidakseimbangan Px tidak mual nutrisi kurang dari Px tidak muntah kebutuhan Px menghabiskan 1 porsi makannya.17-0.Konsistensi feses px 2.3 0.7 0.Px mengatakan BAB Px BAB sehari sekali- 4x sejak tadi pagi.9 9.0-17. memegang Px tampak tenang dan tidak memegang perutnya. 13.6 2. Feses berbentuk dan lembek bising usus = 5-12 x/ menit Nyeri akut Px tidak nyeri dan tidak pagi.19 90. mules-mules.0-43. Masalah Data Px muntah-muntah. Skala nyeri dan - Keperawatan Diare mules-mules dari tadi (dari skala 0-10) DO: . 1. Analisa Data No. DO: .7 22.Px mengatakan nyeri.2 6.RDW-CV PDW MPV P-LCR PCT Neutrofil Limfosit monosit Eosinofil Basofil II.

Akibat bila tidak ditanggulangi : malnutrisi 4. P : Diare E : infeksi S : Px mengatakan BAB 4x sejak tadi pagi. Akibat bila tidak ditanggulangi : mengganggu proses penyembuhan pasien. P : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan E : ketidakadekuatan asupan nutrisi S : Px mengeluh mual. skala nyeri 2 (dari skala 0-10). P: Kekurangan volume cairan E: kehilangan cairan aktif akibat diare dan muntah . muntah-muntah dan menghabiskan ¼ porsi makannya setiap kali makan. Proses terjadinya : peningkatan peristaltik usus merangsang nosiseptor sehingga pasien merasa nyeri. dan muntah 5 kali sebanyak 500cc. Proses terjadinya : rasa mual dan muntah menyebabkan asupan nutrisi px terganggu karena dimuntahkan kembali. Px tampak meringis dan memegang perutnya.Pasien sebanyak dengan Kekurangan volume BAB 4x 400cc konsistensi Pasien BAB sekali cairan dalam sehari dan tidak muntah. 3. Analisa masalah 1. bising usus = 20 x/ menit. P : Nyeri akut E : peningkatan peristaltik usus S : Px mengatakan nyeri. DS: . konsistensi feses px cair. mules-mules dari tadi pagi. Proses terjadinya : Infeksi saluran pencernaan menyebabkan peningkatan sekresi cairan ke lumen usus sehingga terjadi diare dengan peningkatkan frekuensi defekasi dan feses menjadi encer. 2.setiap kali makan 4. bising usus = 20 x/ menit. cair. Mukosa bibir lembab Turgor kulit elastis DO: - Mukosa bibir kering Turgor kulit menurun B. Akibat bila tidak ditanggulangi : kekurangan volume cairan dan asidosis metabolik.

Prioritas 1. dan muntah 5 kali sebanyak 500cc. Diare berhubungan dengan infeksi ditandai px mengatakan BAB 4x sejak tadi pagi. Px tampak meringis dan memegang perutnya. 4. B. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif akibat diare dan muntah ditandai dengan pasien BAB 4x sebanyak 400cc dengan konsistensi cair. 3. akibatnya terjadi kekurangan volume cairan.S: Pasien BAB 4x sebanyak 400cc dengan konsistensi cair. mules-mules dari tadi pagi. dan muntah 5 kali sebanyak 500cc. 2. Px tampak meringis dan memegang perutnya. skala nyeri 2 (dari skala 010). menyebabkan absorbsi air terganggu. konsistensi feses px cair. konsistensi feses px cair. bising usus = 20 x/ menit. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan peristaltik usus ditandai dengan px mengatakan nyeri. muntah-muntah dan menghabiskan ¼ porsi makannya setiap kali makan. mukosa bibir kering. 2. mukosa bibir kering. Proses terjadinya: Infeksi pada saluran cerna. Rencana Asuhan Keperawatan . turgor kulit menurun. turgor kulit menurun. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhungan dengan ketidakadekuatan ditandai dengan px mengeluh mual. 4. Perencanaan A. bising usus = 20 x/ menit. turgor kulit menurun. Diagnosa Keperawatan 1. dan muntah 5 kali sebanyak 500cc. skala nyeri 2 (dari skala 010). bising usus = 20 x/ menit. 3. mules-mules dari tadi pagi. III. muntah-muntah dan menghabiskan ¼ porsi makannya setiap kali makan. sehingga pengeluaran cairan lebih banyak terjadi daripada pemasukan. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif akibat diare dan muntah ditandai dengan pasien BAB 4x sebanyak 400cc dengan konsistensi cair. mukosa bibir kering. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhungan dengan ketidakadekuatan ditandai dengan px mengeluh mual. bising usus = 20 x/ menit. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan peristaltik usus ditandai dengan px mengatakan nyeri. Diare berhubungan dengan infeksi ditandai px mengatakan BAB 4x sejak tadi pagi. pengeluaran cairan itu berupa melalui diare dan muntah. Akibat bila tidak ditangani: syok hipovolemik C.

mis. oral. 4 mempertahankan 500cc. Tingkatkan 3 pemberian dan muntah 5 kali sebanyak mukosa hipotensi (termasuk postural).. seimbang.00 n dengan WITA kehilangan Rasional cairan aktif volume cairan yang dan feses. tidak Kaji tanda vital (TD. Berikan obat . elastisitas sebanyak 2 pemberian tanda pasien cairan. cairan Pukul berhubunga 16.Hari/ Diagnosa TGL Jam Rabu. Berikan cairan untuk memperbaiki parenteral turgor kulit sesuai indikasi. terlihat. akibat diare dengan KH: ditandai tentang 3 lembab. 2 b. suhu). demam baik. menurun Berikan 5 penggantian cairan obat 5 kehilangan. dapat respon dan/ nadi. Tidak ada dengan BAB 4x turgor 400cc konsistensi cair. istirahat usus akan mukosa memerlukan bibir 4 kering. digunakan untuk sesuai indikasi mengontrol anti diare. informasi keperawatan 2 x karakter keseimbangan 24 jam diharapkan jumlah pasien mengalami perkirakan keseimbangan kehilangan volume asuhan ber 2013. dan muntah a. pemasukan cairan. ada rasa haus menunjukan terhadap atau efek kehilangan cairan. mual/muntah. yang berlebihan. membran dengan meningkatkan cairan dehidrasi. CMCK berkeringat. kulit takikardial. 20 Kekuranga Novem- n Tujuan Intervensi Setelah diberikan 1 Kaji masukan 1 memberikan dan haluaran.

sereal. Observasi dan 1. Mulai lagi pemasukan peroral secara bertahap. an dengan Pukul infeksi 16. kolon dengan menghilangkan atau menurunkan rangsang makan .: 3. Feses tirah 4x sejak berikan tadi pagi. Membantu Novem- asuhan catat frekuensi membedakan keperawatan 2 x defekasi. Tingkatkan BAB a.00 ditandai px WITA mengata- pasien tidak diare lagi dengan KH: 2. bising infeksi atau usus = 20 perdarahan sebagai konsistensi feses px sekali-tiga hari. penyakit 24 jam diharapkan kateristik feses.Hari/ TGL Jam Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional antiemetic Rabu. minuman karbonat. kan b. Identifikasi makanan cairan dan yang mencetuskan diare. individu baring. dan berhubung- ber 2013. 2. 4. Memberikan istirahat 4. menurunkan laju metabolisme bila cair. produk susu. x/ menit. berbentuk BAB sehari mengkaji beratnya episode. komplikasi. sayuran segar dan buah. 20 Diare Setelah diberikan 1. Istirahat alat- menurunkan alat disamping motilitas usus juga tempat tidur. Menghidarkan iritan meningkatkan motilitas usus. Mis. bumbu. 3.

analgesik. 2. 20 Nyeri akut Setelah diberikan 1. Skala nyeri 0 menentukan kebutuhan nyeri a. pasien 2x terkontrol dengan px mengataknyeri. secara bertahan hindari cairan mencegah minuman kram dingin. melaporkan tidak nyeri lagi b.00 an WITA peristaltik usus nyeri pasien. berulang. 2. Kolaborasi pemberian obat antibiotik. rasa . Kaji Novem- berhubung- ber 2013. Pasien ditandai an asuhan supuratif lokal. minuman Makan kembali jernih tiap jam. mules- manajemen nyeri. 5. Mengobati infeksi Rabu. Ajarkan teknik relaksasi nafas dengan KH: dalam. tingkat 1. Kolaborasi pemberian obat menurunkan sekresi digestif untuk Antikolinergik dan antibiotik menghilangkan kram dan diare. Indikator dalam 3. 3.Hari/ TGL Jam Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional Tawarkan dingin/ cairan. an dengan Pukul peningkat16. Menurunkan motilitas GI dan 5. cairan dingin dapat dan diare meningkatkan motilitas usus. Membantu pengelolaan nyeri. Mengurangi nyeri. keperawatan 24 jam.

pada duduk 3. asupan 1. Meningetahui nutrisi pasien 2. . membuat masukan makanan yang sulit sesuai dengan tinggi untuk Anoreksia menghabiskan porsi 2. mual. Anjurkan makan posisi tegak pada sore hari. Berat badan ideal badan. skala nyeri 2 (dari skala 0-10). bising usus = 20 x/ menit. Px tampak meringis dan memegang perutnya. paling juga buruk selama siang hari. Pasien terpenuhi dalam sering dapat tawarkan makan ditandai 1 paling besar. Makan banyak sulit bila dan kuatan mengeluh kebutuhan nutrisi pasien kurang dari diharapkan dengan px tingkat 3. mengatur pasien anoreksia. Menurunkan penuh rasa pada abdomen dan dapat meningkatkan pemasukan. muntahmuntah dan menghabis kan ½ porsi makannya pagi makannya b.Hari/ TGL Jam Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional mules dari tadi pagi. Kaji imbangan asuhan nutrisi keperawatan. Ketidakse- Setelah diberikan 1. Berikan makan kebutuhan kebutuhan nutrisi sedikit berhungan pasien frekuensi dengan dengan KH: ketidakade a.

Hari/tgl/jam Rabu. No . November Dx 20 1 2 Tindakan Keperawatan Mengkaji CMCK Mengkaji karakteristik Evaluasi Formatif CM = 1480 cc CK = 2150 cc Pasien mengatakan Paraf . Pelaksanaan No. Catatan: compazine dikontraindikasikan pada penyakit hati. Berguna dalam dukungan tim membuat program nutrisi diet untuk untuk memberikan memenuhi diet kebutuhan individu sesuai kebutuhan pasien 5. Kolaborasi makan. Kerja pada asam gaster.Hari/ TGL Jam Diagnosa Tujuan setiap kali Intervensi Rasional 4. pada makanan. IV. pada ahli diet. Diberian sebelum ½ jam makan. dapat menurunkan mual dan meningkatkan toleransi . dapat menurunkan iritasi/ risiko perdarahan. Kolaborasi pemberian Antiemetik dan Antasida 5. 1. 4.

Mengkaji asupan nutrisi Skala nyeri 2. Pasien meminum air banyak minum terutama sekitar 1 gelas air hangat 6. Menganjurkan pasien Pasien mau untuk istirahat ditempat beristirahat di tempat Pukul 16. Pukul 18. Pukul 16. Pasien mengatakan pasien.30 tidur saja Mengajarkan pasien tidur Pasien mengerti dan WITA teknik napas dalam dapat mengulangi 8.30 (1 sendok makan = 5 ml) Memberi pasien makan Pasien mengatakan dalam porsi kecil tapi masih mual dan sering.2°C RR = 20 x/ menit Pasien meminum antasida 1 sendok makan obatnya.15 Menganjurkan pasien dimuntahkan. Pukul 16. Pukul 16. Ia menghabiskan ¼ porsi makannya. No. muntah sebanyak 100 cc. Pukul 18.00 Tindakan BAB sebanyak 4x pasien dengan konsistensi Mengkaji tingkat nyeri cair Pasien merasa mules pasien di bagian perutnya. 10.20 kembali TD = 100/70 mmHg N = 78 x/ menit S = 37.00 Mengecek TTV pasien 9. hanya makan ¼ WITA 3 4 Evaluasi Formatif Keperawatan dan frekuensi defekasi porsi makan dan beberapa saat kemudian 5. Pukul 17.00 Delegasi pemberian obat 7. Hari/tgl/jam Dx 2013.No . Paraf .

500mg .Diagit 2 x 2 tablet Memberikan pasien November 14.30 Delegasi pemberikan Pasien meminum WITA obat antasida 1 sendok obatnya. 21 beristirahat Delegasi pemberian obat oleh istrinya.Cefotaxime 3 x 1 gr . Hari/tgl/jam No.7 °C RR = 20 x/ menit KU pasien masih lemah.00 WITA sebanyak 150 cc. Pukul 21. Pasien dapat muntah pada jam 4. Pukul 6. 13.00 Pasien tidur ditemani Kamis. Pasien mengatakan dapat BAB sekali dengan konsistensi masih cair sekitar 100 cc dan BAK 500 cc sejak kemarin sore.No .00 Mengobservasi KU WITA pasien obat.00 - mg Pantoprazole 1 x 40mg Mengecek TTV pasien WITA 15. alergi (-) TD= 110/70 mmHg N = 76 x/ menit S = 36.00 WITA Pukul 5. Paraf .Ondansentron 3 x 4 dalam pemberian 2013 Pukul 00.00 Delegasi pemberian obat: . Pukul 19. 16. Pasien meminum Pukul 6. sebanyak ½ gelas. obat masuk.Paracetamol 3 x 12. Tindakan Dx Keperawatan Evaluasi Formatif Pasien minum 11. obatnya. Pasien kooperatif melalui injeksi IV: . rasa mulasnya sudah berkurang namun mual dan muntahnya masih.

Ondansentron 3 x 4 obatnya.Cefotaxime 3 x 1 gr . Delegasi pemberian obat Pasien meminum WITA 20.30 Memberi HE tentang Dan minum ½ gelas Pasien mengerti dan WITA makan sedikit tapi akan mencobanya. alergi (-) 21. Pukul 14.30 antasida 1 sendok makan obatnya.45 sering. Pasien mengatakan masih lemas. Pasien kooperatif. rasa Paraf . Ia dapat menghabiskan ½ porsi makannya. Pasien minum 1 24. Pukul 8. Ia dapat BAB dengan konsistensi yang lebih lembek.00 untuk istirahat Delegasi pemberian obat 23. 18. WITA Pukul 12. Pasien istirahat di tempat tidur. obat masuk. WITA Pukul 12. Dx Tindakan Evaluasi Formatif Pukul Keperawatan makan Memberi makan dan Pasien masih mual 7. Pukul 7.00 WITA Mengkaji KU pasien gelas. Ia dapat menghabiskan ¼ porsi makannya. Pukul 9. 17. dan muntah sebanyak 60 cc.Paracetamol 3 x 500 gram . Pukul 7.00 mg Menganjurkan pasien 22. Memberi makan dan Pasien makan WITA minum pasien. Pasien meminum sedikit-sedikit tapi sering. 19. Hari/tgl/jam No.No .00 WITA oral: .000WITA minum pasien.Diagit 2 x 1 tablet Delegasi pemberian obat melalui injeksi IV: .

3 °C RR = 18 x/menit Paraf . Tindakan Dx Keperawatan Evaluasi Formatif mulasnya sudah menghilang. WITA Pukul 16.00 Delegasi pemberian obat 30.No .00 mg Memeriksa TTV pasien WITA muntah lagi. CM= 2560 cc CK= 2560 cc Pasien kooperatif.30 antasida 1 sendok makan obatnya. Pasien minum 1 31. Pasien istirahat di tempat tidur. Pukul 17. Pasien tidur ditemani 32.00 Menganjurkan pasien 26. Pukul 21. Pukul 16.15 Delegasi pemberian obat WITA melalui injeksi IV: . Ia mengatakan tidak 25. obat masuk.00 Memberikan pasien gelas. alergi (-) TD = 110/80 mmHg S = 36.Ondansentron 3 x 4 28. WITA Pukul 18. Pukul 15.00 untuk istirahat Mengkaji CMCK 27.3 °C N = 76 x/menit RR = 18x/menit Pasien meminum 29. 22 beristirahat Delegasi pemberian obat oleh istrinya. Memberi makan dan Pasien dapat WITA minum pasien. obat masuk.Cefotaxime 3 x 1 gr . Pasien BAK sebanyak 700cc sejak pagi.Ondansentron 3 x 4 dalam pemberian 2013 Pukul 00.00 WITA - mg Pantoprazole 1 x 40 mg Mengecek TTV pasien obat. WITA Jumat. alergi (-) TD= 120/80 mmHg N = 72 x/menit S = 36. Pasien kooperatif November melalui injeksi IV: . Hari/tgl/jam No. Pukul 5.Cefotaxime 3 x 1 gr . Pukul 18. menghabiskan ¾ porsi makannya.00 WITA 33.

dapat menghabiskan 1 porsi makannya.00 WITA Mengkaji KU pasien gelas. Pasien mengatakan merasa lebih segar dan tidak mual lagi.00 Keperawatan Mengobservasi KU Pasien merasa lebih WITA pasien segar. Pukul makan Memberi makan dan Pasien masih mual Ia 7. 36.Ondansentron 3 x 4 Dan minum 1 gelas Pasien kooperatif. Dx Tindakan Evaluasi Formatif Pukul 6. alergi (-) 38. Pasien BAK sebanyak 400 cc sejak tadi pagi. pasien masih mual. Pukul 6. Pasien meminum WITA obat antasida 1 sendok obatnya. Pukul 8.30 Delegasi pemberikan sebanyak 590cc. Paraf . 37.Cefotaxime 3 x 1 gr . rasa mulasnya sudah hilang. WITA Pukul 12.No . Pukul 12.00 mg Delegasi pemberian obat 39. Memberi makan dan Ia dapat WITA minum pasien. Pasien meminum menghabiskan 1 porsi makannya dan minum sebanyak 1 40. Pukul 16.00 Delegasi pemberian obat WITA melalui injeksi IV: . muntah (-) Pasien BAK 35.000WITA minum pasien.30 antasida 1 sendok makan obatnya. Hari/tgl/jam No. pasien dapat BAB sekali dengan konsistensi lembek. obat masuk. 34.

beri HE tentang asupan cairan oral untuk menjaga keseimbangan volume tubuh 2 S = Pasien mengatakan dapat BAB 1 kali sehari. masalah keperawatan teratasi 4 P = pertahankan kondisi pasien S = pasien mengatakan tidak mual lagi O= pasien menghabiskan 1 porsi makannya. O = konsistensi feses lembek berbentuk. masalah keperawatan teratasi P= pertahankan kondisi pasien. dan BAB 1 kali sehari. masalah keperawatan teratasi P = pertahankan dan tingkatkan kondisi 23 pasien S = pasien mengatakan tidak mulas lagi O = pasien tampak tenang dan tidak memegang perutnya. 22 No. Hari/tgl/jam Jumat.00 elastis. CK= 2040 cc) A = tujuan tercapai. 1. turgor kulit Pukul 16. masalah keperawatan teratasi P= pertahan kondisi pasien. beri HE tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh Paraf .V. A = tujuan tercapai. Evaluasi No . A = tujuan tercapai . CMCK seimbang (CM= 2040 cc. muntah (-) A= tujuan tercapai. Dx 1 November Evaluasi Sumatif S= pasien mengatakan lebih segar. 2013 O = Mukosa bibir lembab.

24 November 2014 Pembimbing Praktik/CI: Mahasiswa Putu Epriliani NIP.LEMBAR PENGESAHAN Denpasar. NIM.P07120214010 .

M.A.Pd.Ari Rasdini.Pd NIP.G.Mengetahui Pembimbing Akademik/CT: Ns.S.Kep. 19591015 198603 2 001 . I.S.