Anda di halaman 1dari 32

Benda Asing (Biji

Jagung) di Kavum Nasi
Dextra

Oleh:
Lia Mahdi Agustiani, S.Ked
Shelvia Chalista, S.Ked
Frandi Wirajaya, S.Ked
Pembimbing: dr. Yoan Levia Magdi, Sp.THT-KL FICS

BAGIAN/ DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN THT-KL
FK UNSRI/ RSMH
2015

Benda Asing (Biji
Jagung) di Kavum Nasi
Dextra

Oleh:
Lia Mahdi Agustiani, S.Ked
Shelvia Chalista, S.Ked
Frandi Wirajaya, S.Ked
Pembimbing: dr. Yoan Levia Magdi, Sp.THT-KL FICS

BAGIAN/ DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN THT-KL
FK UNSRI/ RSMH
2015

LAPORAN KASUS

Puding Gg Delima. No. 99. Palembang Tanggal masuk : 14 Desember 2015 Nama Ayah : Usman (32 tahun) Pekerjaan Ayah : Tukang Ojek .IDENTITAS PENDERITA Nama : Livia Ramadhani Umur : 3 Tahun (24 Juli 2012) Status IGD : 0000927058 Jenis Kelamin Alamat : Perempuan : Jl.

ANAMNESIS (ALLOANAMNESIS) KELUHAN UTAMA Lubang hidung kanan kemasukan bijih jagung KELUHAN TAMBAHAN Pilek dan hidung berbau busuk .

demam (-). pilek (+) lubang cairan encer jernih.RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT 1 Minggu SMRS 12 Jam SMRS 1 jam SMRS Sulit sulit bernafas seperti adabertambah yang menyumbat. os. ingus menjadi kering. nyeri Ibu anaknya os telinga (-). membawa anaknya berobat.nyeri sakit demam (-).(-). dengan obat tetes ke hidung. benda batuk(-). darah kental kekuningan. menggunakan senter. pilek sering. hidung Masih bernafas. cairan Ibu melihat hidung osdarah dengan bau os (+). (-). Lalu ibu belum os tenggorok (-). hidung bau (+). (-). os telinga menetesi hidung membawa anaknya IGD RSMH. batuk sakit tenggorok kuning bulatLalu di ibu dalam hidung (-). (-). terlihat ada berwana bersin-bersin (-). tetapi hidung masih berbau busuk. RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA Tidak Ada .

PEMERIKSAAN FISIK STATUS GENERALIS Keadaan Umum : Tampak Sakit Ringan Kesadaran : Kompos Mentis Gizi : baik Nadi : 100 x/m Pernapasan : 24x/m Suhu : 36.5oC Jantung Paru-paru Abdomen Ekstremitas : Dbn : Dbn : Dbn : Dbn .

fistula (-) Lobulus aksesorius  dbn Aurikula Mikrotia. Pembengkakan. Krusta. Sekret. nyeri tekan tragus (-) Telinga Luar Lapang Meatus Akustikus EKsternus Oedema. keloid. pembengkakan fistula. Sagging. jaringan granulasi (-) Regio Zigomatikus Kista brakial klep. efusi perkondrium. Benda Asing. Epithelial plug.STATUS LOKALIS Regio retroaurikula Abses. Hiperemis. nyeri tekan aurikula. Cerumen plug (-) . Jaringan granulasi. Erosi. Bekuan Darah. Perdarahan. Exostosis. Debris. Sikatrik.

bulging. (serous/ ruptur.- Membran Timpani Warna kanan Putih Kiri Putih (putih/suram/hiperemis/hematoma) - Bentuk (Oval/bulat) Oval Oval - Pembuluh darah dbn dbn - Refleks cahaya Arah jarum Arah jam 5 jarum jam - 7 - Retraksi. polip. bulla. seromukus/ pulsasi. jaringan granulasi - Tulang pendengaran dbn dbn . perforasi (sentral/ perifer/marginal/atik). kolesteatoma. mukopus/ - sekret pus).

Tes Fungsi Hidung Tes aliran udara (+) Dorsum nasi. Puncak hidung. (tersumbat/ tersumbat)  tidak ada Rhinoskopi posterior Tidak diperiksa Erosi kulit. nasolakrimalis Tumor. Sisi hidung  tidak ada kelainan Deformitas. Ala Nasi. Hiperemis. Duktus tidak . Ulkus. Vulnus. Hidung Hidung luar Krepitasi. Hematoma. Pembengkakan.

Furunkel.Sikatrik. Perdarahan. licin. merah muda Tumor tidak ada . Krusta  Vestibulum nasi Kolumela Tidak ada Sekret  purulen Utuh Tidak ada sikatrik dan ulkus Lapang Rhinoskopi Anterior Kavum Nasi Sekret  purulen Benda asing  bijih jagung di KND Krusta. basah. Tumor tidak ada Konka Inferior dan Media Mukosaeutrofi. Atresia. Rinolith dan Polip. Stenosis. Bekuan darah.

Perforasi.Meatus Media dan Lapang meatus inferior Sekret. Warna merah muda Septum Nasi Tumor. Spina. Tumor  tidak ada Rhinoskopi Anterior Mukosa  eutopi. Hematoma. Licin. Polip. basah. Deviasi . Erosi septum anterior tidak ada . Abses. Krista .

Lidah. permukaan rata. kripta tidak melebar. Dinding belakang faring  tenang Lateral band tidak menebal Tonsil palatina  T1-T1. Bukal. Pilar posterior dalam batas normal Faring Uvula. dentritus. tumor (-) . Gigi geligi dalam batas normal Tenggoroka n Palatum molle. Gusi. kenyal. Rongga Mulut Kelenjar ludah. Pilar anterior. Palatum durum. ulkus.

Pemeriksaan Penunjang Tidak ada Diagnonis Banding Tidak ada DIAGNOSIS KERJA Foreign Body (Biji Jagung) Kavum Nasi Dextra .

darah (+)  Hentikan perdarahan tampon  Kontrol ulang poli THT  Edukasi Farmakologi :  Cefadroxil syr 2x1 cth  Paracetamol syr 3x1 cth  BNS Nasal Spray 2x1 (kanan) Prognosis: Quo ad Vitam : Bonam Quo ad Fungsionam: Bonam . warna kuning ukuran 1x1 cm)  Evaluasi post ekstraksi  KND : lapang. sekret (+) kental kekuningan. deviasi septum (-). konka inferior eutrofi.Tatalaksana Non Farmakologi  Diet nasi biasa  Ekstraksi foreign body  berhasil (bijih jagung.

ANALISIS KASUS .

Anak usia 3 tahun dibawa ibunya ke IGD karena kemasukkan bijih jagung Suka mengekplorasi lingkungan sekitar ing Ser cenderung meletakkan sesuatu di mulut sambil bermain dan berlari Pertumbuhan gigi molar yang belum lengkap Belum dapat membedakan apa yang dapat dimakan/tidak Koordinasi menelan dan penutupan glotis yang belum sempurna .

sekret (+). tampak biji jagung. Nadi 100 x/m. Laju pernapasan 24 x/m. kompos mentis. hidung bau (+). Pada keadaan spesifik Rhinoskopi anterior KND didapatkan lapang. pilek (+) cairan kental Tanda Benda asing di hidung Pasien tampak sakit ringan.5oC. 1x1 cm Berwarna kuning Terdapt bercak darah .os mengeluh anaknya sulit bernafas seperti ada yang menyubat di hidung. Temperatur 36.

American Family Physician . S.W. nose. 2007. Lokasi benda asing di hidung Sumber: Heim. dkk.Gambar 1. Foreign bodies in the ear. and throat.

BENDA ASING Biji-bijian. tulang menyebabkan reaksi inflamasi mukosa yang lebih berat. paku. ORGANIK peniti menyebabkan obstruksi. daging. NON mainan. dapat timbul jaringan granulasi yang cepat Benda organik yang lebih kecil akan bermigrasi ke arah distal dan menyebabkan inflamasi kronik. kacangORGANIK kacangan. manik-manik. bersifat asimptomatis . Jarum.

Tampon jika ditemukan perdarahan .Ektraksi Benda asing  gunakan pengait (haak)/cunam Nortman/wire loop PENATALAKSANAAN Pemberian antibiotika sistemik selama 5-7 hari hanya diberikan pada kasus benda asing hidung yang telah menimbulkan infeksi hidung maupun sinus.

THANK YOU .

Tatalaksananya gimana? Azizah Indikasi cefradoxil (Antibiotik pada kasus ini). BNS Ami Kalo gak segera diekstraksi gimana Fitki Ada follow up selanjutnya? Apa yang difollow up . Imam Inform konsen dan edukasi kepada ibu pasien  Miko Bahaya mana benda asing organik dan an organik.

Sedangkan yang berasal dari dalam tubuh.BAB II TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI : Benda asing di dalam suatu organ ialah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh. biasanya masuk melalui hidung atau mulut. Benda asing yang berasal dari luar tubuh. disebut benda asing endogen . disebut benda asing eksogen. yang dalam keadaan normal tidak ada.

tindakan medik di daerah mulut dan faring.  Belum dapat membedakan yang dapat dimakan dengan yang tidak  Koordinasi menelan dan penutupan glotis yang belum sempurna  Aspirasi benda asing pada dewasa biasanya berhubungan dengan retardasi mental. khususnya anak usia 1-3 tahun. gangguan neurologis dan dimensia senilis . trauma maksilofasial. gangguan kesadaran. hal ini terjadi karena :  Anak-anak umur tersebut sedang mengekplorasi lingkungan sekitarnya dengan kecenderungan meletakkan sesuatu di mulut sambil bermain dan berlari  Pertumbuhan gigi molar yang belum lengkap sehingga proses mengunyah belum sempurna.EPIDEMIOLOGI  Aspirasi benda asing dapat terjadi pada semua umur. penggunaan alkohol dan sedatif. terbanyak pada anak.

ANATOMI .

 Kegagalan mekanisme proteksi yang normal (kelainan tidur. medikal dan surgikal (antara lain tindakan bedah. epilepsi). persiapan makanan yang kurang baik. makan atau minum yang tergesa-gesa. memberikan kacang atau permen pada anak yang gigi molarnya belum lengkap .  Ukuran dan bentuk serta sifat benda asing. jenis kelamin. pekerjaan. makan sambil bermain (pada anak-anak).  Faktor kecerobohan (antara lain meletakkan benda asing di mulut.  Proses menelan yang belum sempurna pada anak. belum tumbuhnya gigi molar pada anak yang berumur <4 tahun).FAKTOR PREDISPOSISI  Faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing ke dalam saluran napas antara lain :  Faktor personal (umur.  Faktor dental.  Faktor fisik (yaitu kelainan dan penyakit neurologik). ekstraksi gigi. gangguan psikis). tempat tinggal). alkoholisme. kesadaran menurun. kondisi sosial.  Faktor kejiwaan (antara lain emosi.

Lama fase ini tergantung lokasi benda asing. rasa tersumbat di tenggorok. kematian pada fase ini sangat tinggi  Fase asimptomatik yaitu interval bebas gejala terjadi karena benda asing tersangkut pada satu tempat. dapat berupa pneumonia. wheezing dan obstruksi nafas. abses dan hemoptisis . dapat juga disertai adanya sianosis terutama perioral. atelektasis paru. batuk-batuk hebat secara tiba-tiba.GEJALA KLINIS  DIBAGI 3 FASE  Fase awal yaitu saat benda asing teraspirasi. rasa tercekik. derajat obstruksi yang ditimbulkannya dan jenis benda asing yang teraspirasi serta kecenderungan benda asing untuk berubah posisi dan  Fase komplikasi yaitu telah terjadi komplikasi akibat benda asing. dapat terjadi dari beberapa menit sampai berbulan-bulan setelah fase pertama.

epistaksis dan bersin .Gejala yang paling sering berupa  Hidung tersumbat  Rinore unilateral dengan cairan kental dan berbau. demam.  Kadang-kadang terdapat rasa nyeri.

.DIAGNOSIS  Diagnosis aspirasi benda asing di jalan nafas ditegakkan berdasarkan anamnesis. pemeriksaan radiologik dan pemeriksaan endoskopi. pemeriksaan fisik.

suction. : wax hook. disamping juga digunakan untuk diagnosis pada kasus kecurigaan benda asing  beberapa metode yang sering digunakan dalam mengeluarkan benda asing di hidung. menggunakan forgarty catheter. maupun dengan metode‘Parent’sKis .PENATALKASANAAN  Bronkoskopi merupakan pilihan untuk ekstraksi benda asing di saluran nafas. metode tekanan positif.

dan atelektasis . bibir. tracheitis. iritasi .  Pada trakeobronkial paling sering dapat timbul infeksi paru dan kelainan lain seperti edema.Epiglotitis akut dan Difteria. bronkitis atau timbulnya jaringan granulasi. edema laring. Sinusitis. gusi dan laring  Pada hidung : Pendarahahn. Meningitis. Selulitis periorbital.. bronkospasme. trauma pada gigi.KOMPLIKASI  Komplikasi yang berhubungan dengan tindakan bronkoskopi (intra operatif) paling sering aritmia jantung. Otitis Media Akut. Perforasi septum nasi.