Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak era tahun 1978, terjadi banyak kemajuan penting dalam bidang Genetika,
utamanya tentang Genetika molekuler, yang mengaplikasikan secara singkat dan
komprehensif mengenai hal-hal penting tentang sifat-sifat kromosom serta mekanisme
pewarisan sifat baik secara dominan ataupun resesif yang melekat pada autosom maupun
gonosom. Genetika sangat perlu untuk mempelajari penyebab kelainan genetik sehingga
perlu diketahui subtansi-subtansi genetik yang terkait dengan kelainan tersebut dimulai
dari gen, kromosom, dan seluruh genom yang terdapat dalam tubuh manusia. Dengan
mengetahui hal ini, tentu saja fenomena penurunan sifat dari suatu generasi ke generasi
selanjutnya dapat dimengerti (Susanto, 2011:10).
Kelainan genetik yang terjadi pada suatu individu tentu saja harus dikaji mulai dari
tingkat gen, karena manifestasi umum yang dapat dilihat merupakan akibat kelainan
yang terjadi ditingkat yang paling rendah, sehingga pemahaman tentang kromosom,
DNA, dan gen merupakan modal untuk memahami akibat-akibat yang tampak. Genetika
menjadi objek kajian tentang mekanisme terjadinya perubahan-perubahan baik pada
genotip maupun fenotip organisme. Perubahan yang dikenal dengan proses mutasi ini
menjadi kejadian utama terhadap pembentukan varian-varian genetik baru (mutan) yang
menjadi proses penting terhadap perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang
(evolusi) yang terjadi secara progresif maupun retrogresif.
Peranan genetika terhadap proses evolusi yaitu melalui mekanisme mutasi yang
menjadi variasi genetik dan seleksi alam yang akan menjadi faktor penghambat terhadap
variasi genetik. Evolusi dalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat terwariskan
suatu organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam kaitan dengan
pewarisan sifat sendiri, perubahan sifat sifat yang mendasari evaluasi bergantung pada
gen yang diwariskan (Brotowidjoyo, 1989 : 315).

1.2 Rumusan Masalah
1

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apa pengertian DNA dan RNA pada subtansi genetik?
Bagaimana struktur dari suatu kromosom?
Apa yang dimaksud dengan gen?
Apa saja jenis- jenis dari mutasi?
Bagaimana peran rekombinasi gen dalam menghasilkan varian baru?
Apa saja bukti dari adanya evolusi dan bagaimana mekanisme evolusi?
Bagaimana persamaan Hukum Hardy Weinberg?

1.2 Tujuan
1. Mendeskripsikan pengertian DNA dan RNA pada subtansi genetik.
2. Mendeskripsikan bagaimana struktur dari suatu kromosom.
3. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan gen.
4. Mendeskripsikan saja jenis- jenis dari mutasi.
5. Mengetahui dan memahami peran rekombinasi gen dalam menghasilkan varian baru.
6. Mendeskripsikan bukti adanya evolusi dan mekanisme dari evolusi.
7. Mengetahui persamaan hukum Hardy Weinberg.
1.3 Manfaat
1. Agar pembaca dapat mendeskripsikan pengertian DNA dan RNA pada subtansi
2.
3.
4.
5.

genetik.
Agar pembaca dapat mendeskripsikan bagaimana struktur dari suatu kromosom.
Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan gen.
Agar pembaca dapat mendeskripsikan saja jenis- jenis dari mutasi.
Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami peran rekombinasi gen dalam

menghasilkan varian baru.
6. Agar pembaca dapat mendeskripsikan bukti adanya evolusi dan mekanisme dari
evolusi.
7. Agar pembaca dapat mengetahui persamaan hukum Hardy Weinberg.

BAB II
PEMBAHASAN
2 DNA dan RNA
2.1.1 DNA (deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat)
DNA merupakan suatu makromolekul yang tersusun oleh nukleotida sebagai
molekul dasarnya yang membawa sifat gen. DNA sering disebut juga asam
nukleat atau asam inti, karena DNA biasanya terdapat dalam nukleus (inti). Ada
pula DNA yang terdapat di luar nukleus, misalnya di dalam kloroplas, dan
mitokondria.
2

Dengan demikian.1.2 RNA 3 .1 stuktur DNA Seutas polinukleotida pada molekul DNA tersusun atas rangkaian nukleotida. Fosfat menghubungkan gula pada satu nukleotida ke gula pada nukleotida berikutnya untuk membentuk polinukleotida. Adenin berpasangan dengan timin dan guanin berpasangan dengan sitosin. Strukturnya dapat diibaratkan sebagai tangga.a. Basa nitrogen penyusun DNA terdiri dari basa purin. Adapun pasangan basa nitrogen C dan G dihubungkan oleh tiga atom hidrogen (C≡G). Ikatan antara gula pentosa dan basa nitrogen disebut nukleosida. serta basa pirimidin yaitu sitosin (C) dan timin (T). Basa nitrogen pada utas yang satu memiliki pasangan yang tetap dengan basa-basa nitrogen pada utas yang lain. Struktur DNA DNA terdiri atas dua utas benang polinukleotida yang saling berpilin membentuk heliks ganda (double helix). Pasangan basa nitrogen A dan T dihubungkan oleh dua atom hidrogen (A=T).. Gambar 2. yaitu adenin (A) dan guanin (G). dimana ibu tangganya adalah gula deoksiribosa dan anak tangganya adalah susunan basa nitrogen. 2. Setiap nukleotida tersusun atas :    Gugusan gula deoksiribosa Gugusan fosfat Gugusan basa nitrogen Ketiga gugus tersebut saling terkait dan membentuk “tulang punggung” (spinal) yang sangat panjang bagi heliks ganda. kedua polinukleotida pada satu DNA saling komplemen.1. Ikatan basa-gula-fosfat disebut sebagai deoksiribonukleotida atau sering disebut nukleotida.

Kedua 4 . sitoplasma dan Bentuk kloroplas.3 Perbedaan DNA dan RNA Letak DNA (Deoxyribo Nukleat Acid) Dalam inti sel.3 Perbedaan DNA dan RNA Di bawah ini adalah tabel perbedaan DNA dan RNA Tabel 2. Tiap rantai RNA merupakan polinukleotida yang tersusun atas rangkaian ribonukleotida. Polinukleotida tunggal dan Gula Basanya terpilin panjang Deoxyribosa Golongan purin : adenin dan pendek Ribosan Golongan purin : adenin dan guanin guanin Golongan pirimidin : sitosin dan Golongan pirimidin : sitosin timin dan urasil sintesis protein Fungsi  mengontrol sifat yang menurun  Kadarnya sintesis protein  sintesis RNA Tidak dipengaruhi sintesis Dipengaruhi sintesis protein. senriol. Polinukleotida ganda yang ribosom. kebanyakan RNA ditemukan di dalam sitoplasma. dan gugusan fosfat.RNA (ribonucleic acid atau asam ribonukleat). terutama di ribosom. Basa nitrogen RNA juga dibedakan menjadi basa purin dan basa pirimidin. Basa purinnya sama dengan DNA tersusun atas adenin (A) dan guanin (G). RNA memiliki bentuk rantai tunggal dan tidak berpilin. basa nitrogen. Cytosin dengan Guanin. RNA (Ribo Nukleat Acid) Dalam inti sel. sedangkan basa pirimidinnya berbeda dengan DNA yaitu tersusun atas sitosin (C) dan urasil (U). mitokondria.Letak basa nitrogen dari protein. Tiap ribonukleotida tersusun atas gula ribose.1. 2.1.Macam RNA : kedua pita DNA saling RNA duta berhadapan dengan pasangan RNA transfer yang tetap yaitu Adenin selalu RNA ribosom berpasangan dengan Timin.

2Kromosom Kromosom adalah suatu struktur padat yang terdiri dari dua komponen molekul. Karena mengandung molekul DNA. yaitu histon menjadi suatu bentukan yang disebut unit nukleosom. Berikut adalah gambar dari kromosom. Benang – benang kromatin tersusun memadat menjadi lengan kromatid.pita itu diikatkan oleh ikatan hidrogen. Lipatan solenoid tersusun padat menjadi benang kromatin. a. Di dalam kromosom terdapat 35% DNA dari keseluruhan kromosom. Untai DNA dipintal pada suatu set protein. DNA merupakan molekul hidup dan dapat mengadakan replikasi (menggandakan diri). yaitu protein dan DNA. Lengan kromatid kembar disebut kromosom. oleh karena itu kromosom mempunyai arti penting dalam genetika. Unit – unit nukleosom tersusun padat membentuk benang yang lebih padat dan terpintal menjadi lipatan – lipatan solenoid. Struktur dan Bentuk Kromosom tersusun atas molekul DNA yang membawa informasi genetik. kromosompun dapat menggandakan diri. 5 . 2.

Telomer berfungsi menjaga stabilitas bagian ujung kromosom agar DNA tidak terurai. (2) Kromatid adalah hasil pembelahan kromosom secara longitudinal. membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang hampir sama panjang.Gambar 2.2 Kromosom (1) Sentromer adalah daerah yang mengerut dari kromosom saat proses mitosis atau meiosis dan merupakan tempat melekatnya benang-benang gelendong. Kromatid melekat satu sama lain pada bagian sentromer. 6 . Dalam daerah sentromer tampak adanya struktur seperti benang-benang yang dinamakan mikrotubulus. kromosom dibedakan menjadi: (1) Metasentrik adalah sentromer terletak di tengah. Berdasarkan letak sentromer. b. (3) Telomer adalah daerah terujung pada kromosom. Di dalam kromatid tampak adanya dua rantai berbentuk spiral (DNA).

Satu lengan kromosom sangat panjang. gen terletak pada kromosom secara teratur dalam satu deret secara linear dan lurus beraturan.2 Kromosom berdasarkan letak sentromernya 2. dan individu yang mengalami mutasi disebut mutan. sehingga tidak dapat ditentukan batas gen yang satu dengan yang lain.(2) Submetasentrik : sentromer terletak di submedian (ke arah salah satu ujung kromosom) dan membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang tidak sama panjang. 2. Mutasi somatik. Beberapa macam kriteria mutasi adalah sebagai berikut: 2.4Mutasi Substansi genetik pada makhluk hidup akan mengalami perubahan-perubahan terutama pada DNA.1 Berdasarkan tempat terjadi mutasi a. Kromosom manusia tidak ada yang berbentuk telosentrik. sedangkan lengan lainnya sangat pendek. (4) Telosentrik adalah sentromer terletak di sangat dekat dengan ujung kromosom sehingga kromosom nampak seperti hanya memiliki sebuah lengan. Gen dalam kromosom tidak memiliki batas-batas jelas. Gambar 2. b. yaitu mutasi yang terjadi pada sel-sel germinal (sel kelamin) dan akan diwariskan pada generasi berikutnya. Namun dapat dianalogikan. (3) Akrosentrik adalah sentromer terletak di dekat ujung kromosom. Mutasi germinal.3 Gen Gen adalah suatu unit keturunan berupa segmen tertentu dari molekul DNA yang umumnya terletak dalam kromosom dan memperlihatkan ekspresinya berupa fenotip. yaitu mutasi yang terjadi pada sel-sel somatis (sel tubuh) dan tidak diturunkan. Proses perubahan pada substansi genetika yang terjadi pada bagian tertentu dari DNA ini biasanya disebut mutasi. Faktor penyebab mutasi disebut mutagen. 7 .4.

asam amino yang dikode oleh triplettriplet mRNA/RNAd tidak menyebabkan pergantian jenis asam amino sehingga tidak terjadi perubahan fenotip yang signifikan. terbagi menjadi transisi dan transversi Transisi yaitu terjadi penggantian basa purin dari satu rantai DNA dengan purin lainnya atau dari pirimidin satu dengan pirimidin yang lainnya. dan dapat juga dilakukan secara eksperimental dengan induksi bahan kimia atau radiasi. Macam dari mutasi gen yaitu: (1) Penggantian pasangan basa (Substitusi). mutasi ini terjadi proses penggantian pasangan basa atau pengurangan/penyisipan basa pada molekul DNA.4. Delesi b. Sedangkan transversi adalah penggantian basa purin dengan pirimidin atau sebaliknya. Perubahan ini umumnya dapat dilihat pada sel selama mitosis atau miosis. Mutasi kromosom Mutasi kromosom juga dikenal dengan istilah aberasi kromosom. (2) Pengurangan/penyisipan basa Proses pengurangan satu atau lebih pasangan basa nitrogen pada rantai DNA disebut delesi. 8 . yang dikenal dengan istilah polimorfisme. Adisi Gambar b. Mutasi gen Mutasi ini juga disebut mutasi titik (point mutation). Mutasi kromosom terbagi menjadi 2 tipe yaitu perubahan struktur dan perubahan jumlah kromosom. hanya merubah struktur genotip saja.2 Berdasarkan tingkat mutasi a. Mutasi karena perubahan struktur kromosom berlangsung secara spontan.2. (1) Perubahan struktur Kromosom Defisiensi/delesi adalah pengurangan segmen kromosom yang mengandung gen karena patah. Dikenal dengan istilah mutasi titik karena apabila terjadi pergantian ataupun pengurangan/penyisipan basa. Gambar a. Adisi dan delesi dapat dilihat pada pada gambar a dan b berikut. sedangkan penyisipan satu atau lebih basa nitrogen disebut adisi/ insersi.

Ada dua macam inversi. Poliploidi berdasarkan sumber kromosom dibedakan menjadi autopoliploidi dan alloploiploidi. lalu patahan tersebut tersambung pada kromosom homolognya. Bila peristiwa inversi tidak melibatkan perubahan posisi sentromer disebut inversi parasentrik. Yang semula 2n menjadi  3n. Yang semula 2n menjadi 4n. lalu patahan tersebut tersambung kembali tetapi dengan posisi terbalik. u inversi perisentrik bila peristiwa inversi melibatkan perubahan posisi sentromer. (c) Translokasi adalah patahnya sebagian segmen kromosom. (d) Katenasi adalah merupakan translokasi dua kromosom tidak homolog sedemikian rupa sehingga menyebabkan dua pasang kromosom membentuk struktur seperti lingkaran. (b) Inversi adalah sebagian segmen kromosom patah. Ada dua jenis translokasi yaitu translokasi resiprok (timbal balik) dan translokasi nonresiprok. Triploid (3n) yaitu terjadi penambahan 1 buah kromosom pada setiap / masing-masing set kromosom. Tetraploid (4n) yaitu terjadi penambahan 2 buah kromosom pada setiap / masing-masing set kromosom. lalu patahan tersebut tersambung pada kromosom lain yang tidak homolog. (2) Perubahan Jumlah Kromosom (a) Aneuploidi adalah mutasi yang menyebabkan perubahan (pengurangan atau penambahan set kromosom pada nomor kromosom tertentu. Autopoliploidi terjadi jika penambahan jumlah kromosom terjadi akibat duplikasi sendiri pada kromosom yang 9 .(a) Duplikasi/adisi adalah patahnya sebagian segmen kromosom. Terdiri dari:  Monosomi yaitu kehilangan satu buah kromosom (2N-1)  Nulisomi yaitu kehilangan sepasang kromosom (2N-2)  Trisomi yaitu kelebihan satu buah kromosom (2N+1)  Tetrasomi yaitu kehilagan sepasang kromosom (2N+2) (b) Euploidi merupakan perubahan set kromosom secara keseluruhan. Bila umumnya set kromosom organisme adalah diploid (2n). maka perubahan yang terjadi menyebabkan set kromosomnya menjadi:  Monoploid yaitu setiap kromosom ada dalam jumlah tunggal  (tidak berpasangan). Pada individu yang memiliki susunan triploid atau lebih disebut poliploidi.

proton. uranium. anggur. natrium nitrit) (c) Agen alkilasi (gas mustard. positron. dimetil dan dietil sulfat) (d) Kolkisin dan digitonin (3) Bahan Biologi Lebih dari 20 macam virus penyebab kerusakan kromosom.4. tetapi hukti fisik pertama tentang rekombinasi baru ditemukan pada 1931. yaitu mutasi yang dihasilkan oleh manipulasi manusia. batuan radioaktif (thorium. Diduga ada banyak jenis kanker dan tumor yang disebabkan karena inFeksi virus. Sedangkan allopoliploidi terjadi jika penambahan kromosom bukan dari kromosom yang bersangkutan melainkan dari luar akibat perkawinan silang dengan individu lain yang kromosomnya berbeda. diantaranya adalah: (1) Bahan Fisika. siklamat. Mutasi buatan. tomat. radium). dan isotop radioaktif (b) partikel yang dapat mengionisasi (netron. aziridin) (b) Makanan/minuman (kafein. Virus campak dan cacar juga dapat menimbulkan aberasi. b. Mutasi yang sengaja dilakukan manusia untuk tujuan tertentu. yaitu mutasi yang terjadi secara alami pada sel. Mutasi yang disebabkan oleh alam. asam nitrit. Mutasi alami. Misalnya dengan jalan induksi kolkisin pada tanaman kol. sesuatu yang tak jelas dalam metabolisme sehingga terjadi kekeliruan dalam sintesis bahan genetis. (5) radiasi ionisasi internal dari bahan radioaktif yang mungkin terkandung dalam jaringan lewat makanan atau minuman yang kena pencemaran radioaktif. dan semangka. Dugaan tentang rekombinasi sudah diajukan sejak 1911. 10 . elektron. sinar gamma. Saat ini mutasi buatan telah banyak dimanfaatkan untuk memperoleh tanaman yang poliploid. terdiri dari: (a) sinar X. proton) yang berasal dari angkasa luar. sinar ultraviolet matahari. 2.3 Berdasarkan penyebab mutasi a. 2. Mutasi buatan dapat disebabkan oleh beberapa mutagen. terdiri dari: (a) Pestisida (DDT.bersangkutan. partikel alva. dan ion-ion berat) (c) sinar ultra violet (d) suhu yang tinggi (2) Bahan kimia. misalnya oleh : (1) (2) (3) (4) sinar kosmis (foton.5 Rekombinasi Gen Peristiwa yang sering terjadi di dunia genetika sebagai pemicu terjadinya evolusi adalah rekombinasi. rekombinasi merupakan suatu peristiwa yang dapat menjelaskan bagaimana suatu makhluk hidup terbentuk.

Fosil yang ditemukan dalam lapisan bumi dari lapisan 11 . b. jenis makhluk hidup di masa lampau berbeda dengan makhluk hidup saat ini. Teori evolusi masih dipertentangkan hingga saat ini. dan dinyatakan pula bahwa semua molekul DNA merupakan DNA rekombinan.Sudah ada pendapat yang menyatakan bahwa rekombinasi merupakan proses seluler esensial. Adanya variasi makhluk hidup terbukti tidak ada dua individu di dunia yang mempunyai sifat/ciri yang sama. Oleh karena itu. banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang asal usul berbagai jenis makhluk hidup yang ada di dunia (Villee. hal ini menunjukkan adanya variasi. adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru(Brotowidjoyo.6. Variasi Makhluk Hidup Variasi adalah perbedaan yang ditemukan pada individu satu spesies. 2. Banyak teori yang dikemukakan para ahli. tetapi belum ada satupun teori yang dapat menjawab semua fakta dan fenomena tentang sejarah perkembangan makhluk hidup. sekalipun sama-sama menimbulkan perubahan materi genetik. Antara rekombinasi dan mutasi tidak ada hubungan. Sejak abad ke-6 sebelum Masehi. Fosil dapat diartikan sisa makhluk hidup yang hidup di masa lampau dan membatu. Bila varian tersebut hidup pada lingkungan yang berbeda maka akan menghasilkan keturunan yang berbeda. Rekombinasi tertentu juga ikut mengatur ekspresi gen. rekombinasi merupakan salah satu cumber variasi genetik. Peran rekombinasi yang lain adalah memungkinkan sel memperbaiki urut-urutan nukleotida yang hilang misalnya akibat radiasi atau senyawa kimia. Fosil Fosil berasal dari bahasa latin Fossilisyang artinya menggali. Evolusi pertama kali kemukakan oleh Herbert Spencer seorang ahli filsafat dari Inggris. 1989 : 420).6 Evolusi Evolusi adalah suatu perubahan pada sifat terwariskan (genetis) suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Berdasarkan penemuan fosil dapat diketahui adanya makhluk hidup di masa lampau.1 Petunjuk adanya Evolusi a. Di dalam proses evolusi. 2. Akan tetapi. 1999 : 424). Rekombinasi antara lain diartikan sebagai peristiwa pembentukan asosiasi baru molekul-molekul DNA atau kromosom.

c.10 Homologi anggota tubuh depan berbagai macam hewan. Analogi adalah dua organ tubuh yang fungsinya sama. Contoh analogi antara lain:  Sayap kelelawar analog dengan sayap kupu. Homologi organ tubuh dan analogi organ tubuh Homologi adalah organ makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal (dasar) yang sama. 1989 : 325).yang tua sampai yang muda menunjukkan adanya perubahan secara berangsur. Dengan membandingkan fosil yang ditemukan di berbagai lapisan bumi dapat diketahui adanya proses evolusi(Brotowidjoyo. 1989 : 314). akan tetapi mempunya asal-usul yang berbeda. 2009 : 149. kedua sayap berfungsi sama untuk terbang 12 . kemudian berubah strukturnya sehingga fungsinya berbeda. Sumber: Rachmawati. Gambar 2. Contoh organ homolog antara lain:  Kaki depan kuda homolog dengan sayap burung  Tangan manusia homolog dengan kaki depan kuda  Kaki depan anjing homolog dengan sayap burung  Kaki depan kucing homolog dengan sirip dada ikan (Brotowidjoyo.

Semua hewan multiseluler hasil reproduksi secara seksual akan mengalami tahap perkembangan tertentu. Tahap perkembangannya dimulai dari zigot sampai fase tertentu dan menunjukkan adanya persamaan pada berbagai jenis vertebrata. Adanya persamaan perkembangan pices. kedua sayap berfungsi sama untuk terbang tetapi struktur asalnya berbeda (Brotowidjoyo.11 Anologi sayap burung Sumber: Rachmawati. grastula.Perkembangan individu mulai dari sel telur hingga terbentuknya individu yang disebut ontogeni. dan akhirnya mengalami proses diferensiasi. Maka. reptil. 1989 : 325). blastula. 1989 : 326). bisa dikatakan bahwa “ontogeni merupakan ulangan (rekapitulasi) dari filogen”(Brotowidjoyo. yaitu sejarah perkembangan organisme dari filum yang paling sederhana hingga sempurna. Embriologi Perbandingan Embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio. Persamaan itu dimulai dari zigot. dan mamalia Antara hewan vertebrata menunjukkan adanya kekerabatan. aves. 2009 : 149. morula. Gambar 2. 13 . d. akan diperoleh kesesuaian. Sayap kupu-kupu analog dengan sayap burung. amfibi. Oleh karena itu. Jika dibandingkan dengan filogeni. sehingga membentuk organ tubuh.

Petunjuk alat tubuh yang tersisa 14 . 4) Pada sebagian manusia dalam darahnya ditemukan protein yang sama seperti protein yang ditemukan dalam darah kera Maccacus rhesus.12 Embriologi perbandingan Sumber: Rachmawati. f.Gambar 2. e. Misalnya: 1) Uji presipitin yaitu mengetahui adanya reaksi antara antigen-antibodi pada darah. Contoh: 1) Atas dasar struktur tubuh yang mirip dan memiliki kesamaan seperti: kristaloksi hemoglobin dari burung memiliki kemiripan. 3) Adanya kemiripan hormon tiroksin sapi dengan tiroksin manusia. 2009 : 150. dijumpai kemiripan fisiologi yang dapat ditinjau secara kimiawi (Brotowidjoyo. 1989 : 328). 2) Hormon insulin pada sapi mempunyai banyak persamaan dengan insulin manusia. ternyata dari pengujian serum darah manusia mempunyai kemiripan dengan pengujian pada serum darah gorilla dan simpanse. 2) Test presipitin untuk serum darah manusia mempunyai reaksi yang mirip jika dibanding dengan serum darah gorilla dan simpanse. Perbandingan Fisiologi/biokimia Secara fisiologi dari berbagai organisme. Untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup dapat diuji dengan analisa biokimia.

dan adanya selaput pada sudut mata sebelah dalam. sehingga populasi ngengat Biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan. Ngengat Biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industri jumlahnya lebih banyak daripada ngengat Biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri. 1999 : 436) b. namun setelah revolusi industri. Mutasi merupakan perubahan pada DNA organisme.2 embrionya mempunyai rambut Mekanisme Evolusi a. akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya(Villee. sedangkan mata pada ikan yang hidup di tempat yang terang berkembang dengan baik.6. Organ vestigial merupakan organ yang tersisa akibat adanya penyusutan (mereduksi) sehingga sudah tidak berfungsi sebagaimana organ yang belum mengalami reduksi(Brotowidjoyo. tulang ekor. 1989 : 334). rambut pada dada. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris. Seleksi alam Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri. sedangkan pada masa 2. Mutasi akan 15 . 3) Pada hewan yang hidup di laut yang dalam matanya mengalami reduksi sehingga tidak dapat melihat. udara di Inggris masih bebas dari asap industri. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat Biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. otot penggerak telinga.Pada beberapa hewan maupun pada manusia dapat kita temukan beberapa organ vestigial. sehingga populasi ngengat Biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. 2) Pada burung kiwi dan pinguin anggota gerak depan (sayap) mengalami penyusutan sehingga tidak dapat berfungsi untuk terbang. Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengatBiston betularia. bentuk gigi taring yang runcing. 4) Pada paus dewasa kulitnya tidak mempunyai rambut. Contoh: 1) Pada manusia ditemukan umbai cacing. jumlah ngengat Biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Mutasi Perubahan dalam DNA akan mengawali perubahan dalam individu atau spesies.

Spesiasi allopatrik yaitu pembentukan jenis baru yang terjadi melalui pemisahan populasi-populasi yang diturunkan dari nenek moyang bersama dalam geografis yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut. mutagen kimia. virus ataupun akibat diinduksi oleh organisme itu sendiri oleh proses seluler seperti hipermutasi. tidak dapat melakukan reproduksi dengan kelompoklainnya.mengubah sekuen nukleotida dari material genetik organisme yang umumnya banyak terjadi akibat gangguan replikasi dan perbaikan DNA. Lebih lanjut mutasi umumnya disebutkan sebagai mekanisme utama aksi dari seleksi alam yang menjadi kejadian penting selama proses evolusi organisme. Spesiasi Spesiasi adalah proses terbentuknya spesies baru. yaitu: (1) Spesiasi Allopatrik Spesiasi Allopatrik adalah spesies-spesies yang terdapat di daerah-daerah geografis yang berlainan (atau dipisahkan oleh adanya barier ruang). spesies adalah populasi makhluk hidup yang mampumelakukan reproduksi sesamanya dan menghasilkan keturunan yang fertil. karena terjadiisolasi reproduksi antarspesies (Villee. Mutasi merupakan kejadian acak yang terjadi secara spontan pada level molekul dalam beberapa bentuk atau mungkin diinduksi oleh mutagen. Namun. Sehingga pada saat kedua subpopulasi tersebut bertemu kembali di 16 . Mutasi yang tidak baik (delesi) akan menurunkan frekuensi dalam gen pool oleh kondisi seleksi alam. Mutasi adalah sumber dari variasi genetik. 1999 : 438). c. sedangkan mutasi yang menguntungkan akan memungkinkan akumulasi gen pool dan menghasilkan perubahan adaptif evolusioner. Menurut pengertiannya. Mutasi juga disebabkan oleh paparan radiasi UV. Proses spesiasi allopatrik didahului oleh pemisahan suatu populasi menjadi dua group (subpopulasi) yang dikarenakan adanya barier ruang. Model-model Spesiasi Menurut Starr dan Taggart (1984:492-493) model spesiasi dibedakan menjadi 3 jenis. Selanjutnya kedua subpopulasi tersebut akan menempuh rute evolusi yang berbeda sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya dan membentuk subpopulasi yang berbeda antara satu dengan lainnya pada akhirnya. terlihat bahwa reproduksi antara satuspesies dengan spesies lain adalah hal yang tidak mungkin. Mutasi akan membentuk variasi di dalam gen pool. Kebanyakan spesies timbul dikarenakan spesiasi allopatrik ini.

Jadi Spesiasi Simpatrik yaitu terbentuknya jenis baru yang terjadi karena tinggal/terdapat pada daerah yang sama.suatu wilayah. Pada populasi tersebut terdapat suatu alela yang berdampak pada terjadinya isolasi reproduktif pada populasi tersebut. mereka tidak dapat melakukan perkawinan (tidak dapat melakukan pertukaran gen-gen). sehingga dapat dengan mudah dibedakan antara satu dengan yang lainnya. 2003: 54).2 Bentuk paruh burung finches Contoh dari spesies yang mengalami spesiasi allopatrik adalah burung-burung finches di kepulauan Galapagos. arus keluar-masuknya alela dari dan ke populasi menjadi terlarang akibat isolasi geografis.6. Contohnya adalah munculnya spesies baru tupai tanah terjadi karena munculnya pul gen baru gara-gara spesiasi alopatrik. Aliran genetik terhambat. (3) Spesiasi Simpatrik Pada spesies simpatrik terdapat pemisahan morfologi yang sangat kuat. Gambar 2. Meski hanya terhalang sungai. Mekanisme terjadinya spesiasi simpatrik adalah diawali dengan adanya suatu 17 . setelah spesiasi terjadi. (2) Spesiasi Parapatrik Pada spesiasi ini isolasi reproduksi berkembang dalam beberapa gen flow diantara populasi-populasi. Dalam hal ini perbedaan-perbedaan yang dimiliki seringkali ditonjolkan sehingga dapat dibedakan dengan mudah. 2 jenis “ground finches” (Geopisa) yang terdapat pada beberapa pulau-pulau yang lebih kecil (terisolasi secara geografis) mempunyai kemiripan dalam ukuran dan bentuk paruhnya. kedua populasi tupai tidak bisa lagi saling kawin. Sehingga spesies-spesies dalam populasi tersebut tidak dapat melakukan perkawinan (pertukaran gen) (Widodo dkk.

b. Tidak terjadi seleksi alam 18 . ukuran populasi harus besar agar frekuensi alel dalam gene poolselalu konstan. hal ini dapat mengubah gene pool. Ada isolasi dari populasi lain (tidak ada imigrasi dan emigrasi) Arus gen (gene flow) merupakan transfer alel antarpopulasiyang berhubungan dengan perpindahan individu atau gamet yang dapat merubah gene pool. Perkawinan acak (random) Jika individu memilih pasangannya dengan sifat tertentu (yang diturunkan). Dari perubahan genetik tersebut maka terjadilah isolasi reproduksi. maka pencampuran secara acak gamet seperti yang diharapkan pada keseimbangan HardyWeinberg tidak dapat terjadi. d. Hukum Hardy-Weinberg dirumuskan sebagai berikut. 2.7 Hukum Hardy-Weinberg Hukum Hardy-Weinberg menegaskan bahwa frekuensi alel dan genetik dalam suatu populasi (gene pool) selalu konstan dari generasi ke generasi dengan kondisi tertentu. maka menurut persamaan di atas: p2 = frekuensi individu homozigot dominan (AA) 2pq = frekuensi individu heterozigot (Aa). aliran genetik (genetic drift) merupakan kesempatan fluktuasi dalam gene pool dan dapat mengubah frekuensi alel. e. dan q2 = frekuensi individu homozigot resesif (aa) Hukum Hardy-Weinberg ini hanya berlaku jika memenuhi beberapa persyaratan berikut.populasi. Selanjutnya bagian dari populasi tersebut mengalami perbedaan genetik. Hal ini. dikemukakan oleh Godfrey Harold Hardy (ahli matematika dari Inggris) dan Wilhelm Weinberg (Brotowidjoyo. 1989 : 349). Jadi. Ukuran populasi harus besar Pada populasi yang kecil. Tidak terjadi mutasi Perubahan satu alel menjadi alel lainnya. mengakibatkanmutasi. c. (p+q)2 = p2 + 2pq + q2=1 Sebagai contoh alel gen A dan a.

Perubahanperubahan yang terjadi pada basa-basa nukleotida tersebut melalui mekanisme mutasi akan memunculkan variasi (varian-varian) genetik baru yang akan berekombinasi membentuk individu dengan genotip baru. Hal ini akan memungkinkan munculnya 19 .1 Kesimpulan Genetika dan Evolusi merupakan unsur dasar dalam Biologi yang tidak dapat dipisahkan. 1999 : 437).Keberhasilan mempertahankan hidup dan reproduksidapat mengubah gene pool karena mendukung adanya perpindahan beberapa alel dengan mengorbankan alel lainnya(Villee. BAB III KESIMPULAN 3. Unsur-unsur genetik pada makhluk hidup pada struktur terkecil yaitu urutan basa-basa nitrogen pada setiap nukleotida DNA pada gen-gen yang terdapat dalam kromosom menentukan tingkat kelangsungan hidup setiap organisme.

B. penulis menyarankan agar para pembaca khususnya kepada Mahasiswa biologi untuk dapat meningkatkan pemahamannya mengenai subtansi genetik dan evolusi. Pada dasarnya evolusi muncul akibat perubahan frekuensi alela dalam suatu populasi makhluk hidup oleh beberapa faktor pemicu.variasi pada fenotip organisme. Jakarta:Erlangga Crowder.A dan Reece.B. Jadi dapat disimpulkan bahwa genetika (gen) menjadi sumber utama dalam mekanisme evolusi makhluk hidup melalui proses mutasi dan rekombinasi genetik. Jakarta: Erlangga. Kami menyadari makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Yogyakarta: Graha Ilmu. J. 3. Lingkungan yang selalu berinteraksi dengan varian baru tersebut secara tidak langsung akan menjadi faktor pembatas dalam setiap progresi perubahan makhluk hidup. 20 . Zoologi.A dan Reece. 1990.H. 1994. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. 1990. Susanto. DAFTAR RUJUKAN Brotowidjoyo. Jakarta:Erlangga Campbell. N. oleh sebab itu kami menyarankan kepada pembaca untuk tetap terus menggali sumbersumber yang menunjang. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. 2008. Genetika. L.V.D. 2008. Seleksi alam merupakan komplemen dalam proses evolusi makhluk hidup yang menjadi faktor penentu akhir pada pembentukan organisme baru yang lebih adaptif (spesiasi). Radiopoetro. A. M. N. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Genetika Tumbuhan. Campbell. 2011. Setiap varian-varian yang mampu lebih adaptif terhadap progresi perubahan di lingkungan organisme akan cenderung lebih mampu untuk berjuang untuk mempertahankan hidupnya dan lebih survive. Jakarta: Erlangga. Setiap perubahan pada frekuensi alela akan menyebabkan terjadinya proses mikroevolusi dan berlanjut pada kejadian yang lebih besar yaitu makroevolusi. J. Zoologi Dasar.

Jakarta: Erlangga. Zoologi Umum. 21 . 1999. Barnes.Walker.Villee.