Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PENDAHULUAN

PASIEN DENGAN HIPERTENSI HEART DISEASE ( HHD )
I.

KONSEP DASAR PENYAKIT
A. Definisi
Hipertensi heart disease adalah penyakit jantung yang disebabkan
oleh hipertensi. Hipertensi yang tak terkontrol dalam waktu yang lama
menimbulkan hypertrophy pada ventrikel kiri (LVH) .
Hipertensi

heart

disease

ditegakan

bila

dideteksi

adanya

hypertrophy pada ventrikel kiri sebagai akibat peningkatan bertahap
tahanan pembuluh darah periver dan ventrikel kiri. Fungsi ventrikel
selama hipertensi berhubungan erat dengan penyebab hypertrophy dan
terjadinya arterosklerosis koroner. Yang mempengaruhi hypertrophy
ventrikel kiri adalah lamanya peningkatan diastolic dan adanya factor
genetik.
B. Epidemiologi
Jumlah pasti penderita dengan HHD belum diketahui dengan pasti,
namun pada beberapa studi disebutkan pada penderita hipertensi akan
berkembang menjadi penyakit jantung. Secara umum resiko terjadinya
LVH meningkat pada penderita obesitas dua kali lipat. Sebanyak 5060% penderita hipertensi akan mengalami resiko gagal jantung dan
kondisi ini meningkat dua kali lipat pada pria dan wanita tiga kali lipat.
C. Penyebab
Sebab utama dari hipertensi heart disease adalah hipertensi yang
berlangsung kronis. Hipertensi pada orang dewasa sendiri disebabkan
oleh beberapa hal diantaranya:
1.

Hipertensi esensial yang terjadi pada 90% kasus hipertensi pada
orang dewasa.

2.

Hipertensi sekunder sebesar 10% dari kasus hipertensi pada orang
dewasa yang disebabkan oleh adanya kelainan pada ginjal, kelainan
endokrin, peningkatan TIK dll.

D. Pathofisiologi
Pada stadium permulaan hipertensi, hypertrophy yang terjadi
konsentrik (difus). Belum ada perubahan yang berarti pada fungsi
pompa efektif ventrikel kiri. Pada stadium selanjutnya, akibat hipertensi
yang terus menerus, maka hipertropi menjadi tak teratur (eksentrik).
Pada kondisi ini terjadi penurunan fungsi pompa ventrikel secara
menyeluruh yang berakibat pada penurunan fraksi injeksi, peningkatan
tegangan dinding ventrikel pada saat sistolik, peningkatan konsumsi
oksigen otot jantung, serta penurunan efek mekanik pompa jantung.
Kondisi ini akan lebih diperburuk bila terjadi penyakit jantung koroner.
Pada kondisi hypertrophy maka tekanan perfusi pada koroner akan
meningkat dan diikuti dengan peningkatan tahanan pembuluh koroner.
Sebagai akibatnya cadangan aliran darah koroner akan berkurang.
Ada dua factor utama penyebab penurunan cadangan aliran darah
koroner yaitu:
1. Penebalan arteri koroner, yaitu bagian dari hiprtrophy umum otot
polos pembuluh darah seluruh tubuh. Kemudian terjadi retensi
garam dan air yang mengakibatkan berkurangnya compliance
pembuluh darah dan meningkatnya tahanan perifer.
2. Peningkatan hypertrophy mengakibatkan berkurangnya kepadatan
kapiler unit otot jantung terutama pada hypertrophy eksentrik.
Jadi factor koroner pada hipertensi berkembang menjadi
akibat penyakit, meskipun tampak sebagai penyebab patologis yang
utama dari gangguan aktivitas mekanik ventrikel kiri.

Tingkat III: Tampak adanya hypertrophy ventrikel kiri pada pemeriksaan EKG dan radiology. Gejala Klinis Pada stadium dini hipertensi. besar jantung dalam batas normal. Pemeriksaan fisik Pada palpasi. belum terlihat kelainan jantung pada pemeriksaan EKG maupun radiology. Terjadi hiper sirkulasi yang mungkin diakibatkan oleh peningkatan aktifitas dan system neurohumoral disertai dengan hipervolumia.E. maka akan didapat penambahan iktus cordis. Pemeriksaan Penunjang Pada foto thorak posisi posterioanterior pasien hiperthrophy konsentrik. Tingkat II : Tampak kelainan atrium kiri pada pemeriksaan EKG dan adanya suara jantung ke-4 (atrial gallop) sebagai tanda adanya hypertrophy ventrikel kiri. Klasifikasi Fronlich membagi kelainan jantung akibat hipertensi menjadi empat tingkatan yaitu. F. Pada stadium lanjut. oleh karena hypertrophy. G. H. Pada auskultasi akan ditemukan S4 dan bila terjadi dilatasi jantung didapat tanda-tanda insufisiensi mitral relative. akan tampak tanda-tanda akibat adanya rangsangan simpatik yang kronik. akan timbul mekanisme kompensasi pada otot jantung berupa hypertrophy ventrikel kiri dan peningkatan tahanan pembuluh darah perifer. Tingkat I : Besarnya jantung masih normal. Tingkat IV : Adanya kegagalan jantung kiri. Pembesaran jantung kiri . Akan tampak sesaknafas pada pasien oleh karena adanya gangguan diastolic. maka iktus cordis akan bergeser kekiri bawah. Jantung berdenyut lebih cepatdan kuat. Bila terjadi dilatasi ventrikel kiri.

Pemeriksaan laboratorium darah rutin yang diperlukan adalah pemeriksaan ureum dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Perubahan gaya hidup Implementasi gaya hidup yang mempengaruhi tekanan darah memiliki penatalaksanaan pengaruh hipertensi. I. Perubahan yang dapat dilihat adalah: 1. Medikasi Pengobatan ditujukan untuk menurunkan tekanan darah menjadi normal. serta tekanan akhir diastolic ventrikel kiri yang meningkat. Terdapat stenosis aorta pada hipertensi yang kronik dan tanda-tanda bendungan pembuluh paru pada stadium payah jantung hipertensi. Dilatasi venterikelyang dapat merupakan tanda-tanda payah jantung. Pada pemeriksaan EKG akan ditemukan tanda-tanda hypertrophy ventrikel kiri. Pemeriksaan Ekokardiografi dapat mendeteksi hypertrophy ventrikel kiri secara dini yang mencakup kelainan anatomic dan fungsional jantung. dan menurunkan factor resiko terhadap penyakit kardiovaskuler dengan maksimal.terjadi bila sudah ada dilatasi ventrikel kiri. Tanda-tanda hiper sirkulasi pada stadium dini 2. baik pada Modifikasi pencegahan gaya maupun hidup yang meningkatkan kesehatan direkomendasikan bagi individu dengan prehipertensi dan sebagai tambahan untuk terapi obat pada individu hipertensif. Tanda-tanda iskemik pada stadium lanjut. Penatalaksanaan 1. mengobati payah jantung akibat hipertensi. Intervensi-intervensi ini harus diarahkan untuk mengatasi risiko penyakit kardiovaskular secara keseluruhan. dan pemeriksaan elektrolit. . Hipertrophy yang konsentrik maupun yang eksentrik 3. menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskuler. 4. J.

bahkan menghasilkan jika reduksi intervensi-intervensi tekanan darah yang ini tidak cukup untuk menghindari terapi obat. Tabel Modifikasi gaya hidup untuk mengatasi hipertensi Reduksi berat badan Memperoleh dan Reduksi garam Adaptasi rencana diet jenis- mempertahankan BMI <25 kg/m2 < 6 g NaCl/hari Diet yang kaya buah-buahan. seperti Aktivitas fisik 3. pengurangan konsumsi alkohol. bahkan penurunan berat badan yang moderat dapat mengarah pada reduksi tekanan darah dan peningkatan sensitivitas insulin. Modifikasi diet yang secara efektif mengurangi tekanan darah adalah penurunan berat badan. Aktivitas fisik .2 kg. pada uji jangka-pendek.3/3/1 mmHg telah diamati terjadi dengan reduksi berat badan rata-rata sebesar 9. DASH sayur-sayuran. dan pola diet sehat secara keseluruhan. Reduksi tekanan darah rata-rata sebesar 6. Pencegahan dan penatalaksanaan jalan cepat selama 30 menit/hari obesitas adalah penting untuk mengurangi tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. dan produk susu rendah-lemak dengan kandungan lemak tersaturasi dan total yang Pengurangan konsumsi alkohol dikurangi Bagi mereka yang mengkonsumsi alkohol. 2. Pada individu hipertensif. Pada uji jangka-pendek. minumlah 2 gelas/hari untuk laki-laki dan 1 gelas/hari untuk wanita Aktivitas aerobik teratur.Walaupun efek dari intervensi gaya hidup pada tekanan darah adalah jauh lebih nyata pada individu dengan hipertensi. peningkatan masukan kalium. penurunan berat badan dan reduksi NaCl diet juga telah terbukti mencegah perkembangan hipertensi. reduksi masukan NaCl. namun jumlah pengobatan atau dosis yang diperlukan untuk kontrol tekanan darah dapat dikurangi.

9 mmHg pada individu hipertensif dan reduksi yang lebih rendah pada individu normotensif. . suplementasi kalium mungkin berhubungan dengan penurunan mortalitas stroke. 4. Reduksi masukan NaCl harian menjadi <6 g (100 mEq) menambah efek diet ini pada tekanan darah. Buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan sumber yang kaya akan kalium. dan produk susu rendah-lemak mengurangi tekanan darah pada individu dengan tekanan darah tinggi-normal atau hipertensi ringan.7-4.4 g (75-125 mEq) menghasilkan reduksi tekanan darah sebesar 3. dan mengurangi risiko keseluruhan untuk penyakit kardiovaskular. penurunan tekanan darah dengan pembatasan masukan NaCl harian menjadi 4. dan reduksi konsumsi alkohol berkaitan dengan reduksi tekanan darah. dan produk susu merupakan sumber kalsium yang penting. Perbandingan natrium-terhadap-kalium urin memiliki hubungan yang lebih kuat terhadap tekanan darah dibanding natrium atau kalium saja. Suplementasi kalium dan kalsium memiliki efek antihipertensif moderat yang tidak konsisten. dan serat.9/0. sayur-sayuran. dan. Uji DASH secara meyakinkan mendemonstrasikan bahwa pada periode 8 minggu. Penggunaan alkohol pada individu yang mengkonsumsi tiga atau lebih gelas per hari (satu gelas standar mengandung ~14 g etanol) berhubungan dengan tekanan darah yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil dari metaanalisis. Tekanan darah dapat dikurangi oleh aktivitas fisik intensitas moderat selama 30 menit. magnesium. mengurangi tekanan darah. dan magnesium berkaitan dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan prevalensi hipertensi yang lebih tinggi. kalsium. diet yang kaya buah-buahan. 6-7 hari per minggu. kalsium. atau alkohol dapat mempengaruhi tekanan darah masihlah belum diketahui. seperti jalan cepat.4-7. Diet yang kurang mengandung kalium. dan variasi ini mungkin memiliki dasar genetis. Mekanisme bagaimana kalium.9-2. tidak tergantung pada tekanan darah. Terdapat variasi individual dalam sensitivitas tekanan darah terhadap NaCl. atau oleh latihan dengan intensitas lebih dan frekuensi kurang. 5.teratur memudahkan penurunan berat badan.

resistansi insulin. Dosis biasa untuk hydrochlorothiazide berkisar dari 6. Thiazide menghambat pompa Na+/Cl. 7. Dalam jangka panjang. faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskular lain. Thiazide bersifat aman. Diuretik Diuretik thiazide dosis-rendah sering digunakan sebagai agen lini pertama. amiloride dan triamterene.6. atau penyekat reseptor angiotensin. Pemilihan agen-agen antihipertensif.di tubulus konvultus distal sehingga meningkatkan ekskresi natrium. sendiri atau dalam kombinasi dengan obat antihipertensif lain. dan murah serta mengurangi kejadian klinis. dan besarnya respon terhadap agen tunggal apapun dapat dibatasi oleh aktivasi mekanisme counter-regulasi yang melawan efek hipotensif dari agen tersebut. memiliki efikasi tinggi. harus dilakukan secara individual. dengan pertimbangan usia. dan pertimbangan praktis yang berkenaan dengan biaya. Sebaliknya. dan frekuensi pemberian obat. Risiko gagal jantung berkurang sebesar >50%. Dua diuretik hemat kalium. Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 10-12 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 56 mmHg bersama-sama memberikan reduksi risiko sebesar 35-40% untuk stroke dan 12-16% untuk CHD dalam 5 tahun dari mula penatalaksanaan. kondisi komorbid. Karena peningkatan insidensi efek samping metabolik (hipokalemia. dan kombinasi agen-agen. Derajat keuntungan yang diperoleh dari agen-agen antihipertensif berhubungan dengan besarnya reduksi tekanan darah. peningkatan kolesterol). Mereka memberikan efek penurunan-tekanan darah tambahan ketika dikombinasikan dengan beta blocker. Agen-agen ini adalah agen antihipertensif yang lemah namun dapat . efek samping. tingkat keparahan hipertensi. Terdapat variasi yang nyata dalam respon individual terhadap kelas-kelas agen antihipertensif yang berbeda. mereka juga dapat berfungsi sebagai vasodilator. ACE inhibitor. Terapi farmakologis Terapi obat direkomendasikan bagi individu dengan tekanan darah 140/90 mmHg.25 hingga 50 mg/hari. penambahan diuretik terhadap penyekat kanal kalsium adalah kurang efektif. dosis yang lebih tinggi tidaklah dianjurkan. bekerja dengan menghambat kanal natrium epitel di nefron distal.

Batuk kering terjadi pada ~15% pasien. Kedua kelas agen-agen ini adalah agen antihipertensif yang efektif yang dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dalam kombinasi dengan diuretik. dan efek angiotensin II pada reseptor AT2 yang tidak tersekat dapat menambah efek hipotensif. Penyekat sistem renin-angiotensin ACE inhibitor mengurangi produksi angiotensin II. atau retensi natrium dan edema karena alasan-alasan lain seperti penatalaksanaan dengan vasodilator yang poten. dan mengurangi aktivitas sistem saraf simpatis.digunakan dalam kombinasi dengan thiazide untuk melindungi terhadap hipokalemia. seperti monoxidil. Penyekat reseptor angiotensin II menyediakan blokade reseptor AT1 secara selektif. Ia adalah agen yang terutama efektif pada pasien dengan hipertensi esensial rendah-renin. Target farmakologis utama untuk diuretik loop adalah kotransporter Na+-K+-2Cl. dan agen-agen penyekat alfa. Antagonis aldosteron Spironolakton adalah antogonis aldosteron nonselektif yang dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan diuretik thiazide. Angioedema paling sering terjadi pada individu yang berasal dari Asia dan lebih lazim terjadi pada orang Afrika Amerika dibanding orang Kaukasia. dan penggunaan obat-obat antiinflamasi non steroid. 8.di lengkung Henle ascenden tebal. CHF.5 mg/dL)]. Kondisi-kondisi predisposisi tambahan terhadap insufisiensi ginjal yang diinduksi oleh agen-agen ini antara lain adalah dehidrasi. Pada pasien . meningkatkan kadar bradikinin. Diuretik loop umumnya dicadangkan bagi pasien hipertensif dengan penurunan kecepatan filtrasi glomerular [kreatinin serum refleksi >220 mol/L (>2. Efek samping ACE inhibitor dan penyekat reseptor angiotensin antara lain adalah insufisiensi ginjal fungsional karena dilatasi arteriol eferen ginjal pada ginjal dengan lesi stenotik pada arteri renalis. Hiperkalemia yang disebabkan hipoaldosteronisme merupakan efek samping yang kadang terjadi baik pada penggunaan ACE inhibitor maupun penyekat reseptor angiotensin. antagonis kalsium. 9. hipertensi resistan. dan aldosteronisme primer. dan angioedema terjadi pada <1% pasien yang mengkonsumsi ACE inhibitor. CHF.

karena reduksi kecepatan detak jantung dan kontraktilitas. Pada dosis yang lebih rendah. Keuntungan potensial dari penyekatan kombinasi dan adrenergik dalam penatalaksanaan hipertensi masih perlu ditentukan. dan diuretik loop. impotensi. dan infark miokardium rekuren. digoxin. efek samping dapat berupa ginekomastia. Beta blocker tanpa aktivitas simpatomimetik intrinsik mengurangi tingkat kejadian kematian mendadak (sudden death). Eplerenone baru-baru ini disetujui di US untuk penatalaksanaan hipertensi 10. eplerenone. yang merupakan antagonis aldosteron selektif. Mekanisme lain yang diajukan mengenai bagaimana beta blocker mengurangi tekanan darah adalah efek pada sistem saraf pusat. dan tidaklah jelas apakah aktivitas ini memberikan keuntungan atau kerugian dalam terapi jantung. Karena spironolakton berikatan dengan reseptor progesteron dan androgen. beberapa beta blocker secara selektif menghambat reseptor memiliki pengaruh pada reseptor 2 1 jantung dan kurang pada sel-sel otot polos bronkus dan vaskular.dengan CHF. Beta blocker Penyekat reseptor adrenergik mengurangi tekanan darah melalui penurunan curah jantung. Efek-efek samping ini dihindari oleh agen yang lebih baru. beta blocker telah dibuktikan mengurangi risiko perawatan di rumah sakit dan mortalitas. dan abnormalitas menstruasi. Pada pasien dengan CHF. dan inhibisi pelepasan renin. Carvedilol dan labetalol menyekat kedua reseptor 1 dan 2 serta reseptor adrenergik perider. dan potensi hipotensif mereka dikuatkan oleh pemberian bersama diuretik. Penyekat adrenergik . mortalitas keseluruhan. namun tampak tidak terdapat perbedaan pada potensi antihipertensif beta blocker kardio selektif dan non kardio selektif. spironolakton dosis rendah mengurangi mortalitas dan perawatan di rumah sakit karena gagal jantung ketika diberikan sebagai tambahan terhadap terapi konvensional dengan ACE inhibitor. 11. Beta blocker tertentu memiliki aktivitas simpatomimetik intrinsik. Beta blocker terutama efektif pada pasien hipertensif dengan takikardia.

- 1 adrenergic blocker). 12. Mereka terutama berguna pada pasien dengan neuropati otonom yang memiliki variasi tekanan darah yang luas karena denervasi baroreseptor. Digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan agen-agen lain (ACE inhibitor. Agen-agen ini juga efektif dalam menangani gejala tractus urinarius bawah pada pria dengan hipertropi prostat.Antagonis adrenoreseptor selektif postsinaptik mengurangi tekanan darah melalui penurunan resistansi vaskular perifer. Walaupun merupakan agen antihipertensif yang potensial efektif. Antagonis adrenoreseptor nonseletif berikatan dengan reseptor postsinaptik dan presinaptik dan terutama digunakan untuk penatalaksanaan pasien dengan pheokromositoma. Penyekat kanal kalsium Antagonis kalsium mengurangi resistansi vaskular melalui penyekatan Lchannel. Mereka adalah agen antihipertensif yang efektif. Kelompok ini terdiri dari bermacam agen yang termasuk dalam tiga kelas berikut: phenylalkylamine (verapamil). Agen-agen simpatolitik Agonis simpatetik yang bekerja secara sentral mengurangi resistansi perifer dengan menghambat aliran simpatis. disfungsi seksual. Namun dalam uji klinis pada pasien hipertensif. penyekatan alfa tidak terbukti mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular ataupun menyediakan perlindungan terhadap CHF sebesar kelas-kelas agen antihipertensif lain. dan 1. beta blocker. dan berbagai interaksi obat. dan hipertensi rebound saat penghentian. Simpatolitik perifer mengurangi resistansi perifer dan konstriksi vena melalui pengosongan cadangan norepinefrin ujung saraf. benzothiazepine (diltiazem). apakah penambahan diuretik terhadap penyekat kalsium menghasilkan penurunan lebih lanjut pada tekanan darah adalah tidak . antagonis kalsium secara efektif mengurangi tekanan darah. yang digunakan sebagai monoterapi maupun dalam kombinasi dengan agen-agen lain. 13. yang mengurangi kalsium intraselular dan vasokonstriksi. kegunaan mereka dibatasi oleh hipotensi orthostatik. mulut kering.4-dihydropyridine (mirip-nifedipine). namun. Kerugian agen ini antara lain somnolens.

Efek samping seperti flushing. dan efek samping minoxidil antara lain adalah hipertrikosis dan efusi perikardial.jelas. Hydralazine adalah vasodilator direk yang poten yang memiliki efek antioksidan dan penambah NO. Vasodilator Langsung Agen-agen ini mengurangi resistensi perifer. dan edema dengan penggunaan dihydropyridine berhubungan dengan potensi mereka sebagai dilator arteriol. . sakit kepala. 14. dan bukan karena retensi garam dan cairan. dan minoxidil merupakan agen yang amat poten dan sering digunakan pada pasien dengan insufisiensi ginjal yang refrakter terhadap semua obat lain. Hydralazine dapat menyebabkan sindrom mirip-lupus. lazimnya mereka tidak dianggap sebagai agen lini pertama namun mereka paling efektif ketika ditambahkan dalam kombinasi yang menyertakan diuterik dan beta blocker. II. edema disebabkan peningkatan gradien tekanan transkapiler. Pengkajian. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN A.

h. takipnoe. Nama Umur Jenis Kelamin Agama Status perkawinan Pendidikan Pekerjaan Tanggal Masuk No. f. letih. j. Eliminasi  Tidak mengalami perubahan atau kesulitan dalam miksi atau pun defekasi. Perubahan irama jantung. takipneaan c. sianosis. Riwayat kesehatan Adanya riwayat hipertensi yang lama dan adanya riwayat hipertensi dan penyakit jantung pada keluarga. Pengkajian focus Biodata pasien yang meliputi : Identitas Pasien a. e. Register Diagnosa Medis 2. c. batuk tanpaatau dengan sputum. merokok Tanda. Data bio psiko sosial spiritual a. b. 3. e. i. d. ortopnea. Istirahat dan Tidur  Kesulitan tidur pada malam hari. adanya bunyi nafas tambahan. adanya riwayat  b. Data dasar pengkajian: 1.Pengkajian difokuskan pada kelainan fisik maupun psikis yang ditimbulkan oleh HHD. d. nafas pendek sampai sesak  Tanda : Frekuensi denyut jantung meningkat. Kebersihan Diri . Bernafas  Gejala: dispnoe berkaitan dengan aktivitas. g. penggunaan otot aksesori pernafasaan. Aktivitas/istirahat  Gejala: Adanya kelemahan.

saja.  Tidak dapat mencerna makanan. h. j. Pemeriksaan fisik a. Keadaan Umum Tingkat Kesadaran : compos mentis. Belajar  Dengan adanya proses pengobatan yang lama maka akan mengakibatkan stress pasa penderita yang bisa mengakibatkan penolakan terhadap pengobatan. m. turgor kulit baik. i. Rasa Aman  Perasaan tak berdaya / tak ada harapan. sakit kepala oksipital berat. n. Spiritual  Karena sesak napas.   Perubahan pola biasa dalam tangguang jaawab / perubahan kapasitas fisik untuk melaksankan peran Rekreasi  Tidak dapat dikaji. Bekerja  Klien merasa sesak ketika bekerja. l. Rasa Nyaman  Gejala. b.   menggigil   dan   atau berkeringat. gerak motorik aktif terkoordinasi. Pengaturan Suhu Tubuh  Demam   pada   malam   hari. nyeri dada dan batuk menyebabkan terganggunya aktivitas ibadah klien.  Penurunan BB. Makan dan Minum  Anoreksia. Ukuran-Ukuran BB sebelum dan sesudah sakit . Bangun tubuh kurus. terjadi angina. nyeri abdomen. Pasien mandi berapa kali atau hanya diLap ditempat tidur f. k. Sosialisasi dan Komunikasi  Perasaan isolasi / penolakan karena penyakit menular. kulit lembab. 4. g. nyeri hilang timbul pada tungkai sebagai indikasi adanya arteriosclerosis.

lembab. 2) Dada Bentuk simetris. ronchi (+). tempat dan waktu. terpasang IVFD NS 8 tts/menit pada tangan kiri. a) Payudara dan Ketiak Nyeri tekan tidak ada. kebersihan kepala cukup. retraksi otot dada ada. pergerakan dada simetris.c. b) Abdomen Hepar tidak teraba. Tanda-Tanda Vital TD : Temp: RR : Nadi : d. distribusi rambut merata. peristaaltik positif. nyeri tekan tidak ada.  Bawah Pergerakan normal terkoordinasi. Vena jugularis tampak menonjol. lembab f) Pemeriksaan neurologis  Status mental dan emosi: pasien tidak mengalami disorientasi orang. bengkak tidak ada.suara jantung S1-S2 iregular. d) Integumen Warna kulit sawo matang. kebersihan cukup. Keadaan Fisik 1) Kepala dan Leher Bentuk kepala simetris. c) Genetalia Tidak ada kelainan. Emosi pasien stabil  Fungsi psikomotorik: pasien tidak mengalami kelemahan pada ekstrimitas atas dan bawah . e) Ekstremitas  Atas Pergerakan tangan kiri & kanan terkoordinasi.

bunyi jantung ekstra (S3. ortopnea. perubahan tekanan darah. Resiko tinggi perubahan perfusi jaringan yang berhubungan dengan penurunan supali darah keperifer. peubahan struktur ventrikel kiri ditandai dengan takikardi. 3. axis normal. episode flutter di V1V3 Kesan susp. . 5. Hasil EKG Irama AF. S4). Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan tidak adekuatnya ventilasi ditandai dengan dispnoe saat beraktivitas. Pemeriksaan penunjang a. dispnoe. 5. adanya bunyi nafas tambahan dan terjadi sianosis 4. 1. c. perubahan nadi. 2. Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang sering muncul pada pasien dengan hipertensi heart desease adalah. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan umum ditandai dengan adanya ungkapan verbal tentang kelemahan. Nyeri akut berhubungan dengan iskemik jaringan ditandai dengan adanya keluhan nyeri pada dada. nyeri dada. adanya tanda-tanda iskemik yang dapat dilihat dari hasil pemeriksaan EKG. Data Laboratorium b. takipnoe. nadi perifer tak teraba. ekstremitas dingin. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontraktilitas miokard. LVH B. wajah meringis. Data hasil thorak P-A Kesan kardio megali +edema paru. disritmia. respon tensi terhadap aktivitas abnormal.tensi. gelisah sampai adanya perubahan tingkat kesadaran. adanya perasaan tidak nyaman saat beraktivitas. respon 100x/mt. perubahan irama dan frekuensi jantung. Psiko sensori: pengelihatan normal. reflek pupil positif isokhor.

Kaji tindakan perawatan Rasionalisasi respon 1. tidak mengenal sumber informasi ditandai dengan pasien banyak bertanya tentang informasi penyakitnya. perubahan tanda stress aktivitas dan melaporkan vital. dipsnoe. terjadi terhadap kelelahan yang tingkat aktivitas diharapkan pasien aktivitas tersebut. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan sehubungan dengan kurangnya informasi. akan mampu berpartisipasi perhatikan mengkaji respon dalam aktivitas yang adanya fisiologis terhadap diinginkan. tidak tepat dalam menjalani intruksi/therapy. membantu kelebihan .6. Rencana Tindakan NO NO 1 DX Kep. bila muncul berarti peningkatan toleransi nyeri dada. 1 Tujuan Intervensi Setelah dilakukan 1. Dengan mengetahui pasien terhadap parameter aktivitas. C.

Setelah dilakukan 1. yang tenang sakit dan mengikuti farmakologi diberikan pasien theraphy komplikasinya. secara perlahan. pengurangan 2. berlebihan. Tindakan yang menurunkan tekanan dan vascular dan mampu relaksasi. Meminimalkan baring pada fase akut melaporkan nyeri/nyeri tindakan pasien distraksi terkontrol. 2 2. Intruksikan energi mengurangi pasien tentang penggunaan energi cara dan penghematan keseimbangan antara energi dan lakukan aktivitas membantu suplai dan kebutuhan oksigen. bantuan beri bantuan kebutuhan sesuai dengan mendorong kebutuhan.yang dapat diukur. Minimalkan untuk aktivitas 3. Dorong pasien 3. Aktivitas vasokonstriksi akan . Lakukan rasa stimulasi 2. dan meningkatkan relaksasi. Pertahankan tindakan perawatan diharapkanpasien mampu adanya tirah 1. yang 3. kerja memberi sesuai akan memandirikan pasien dalam beraktivitas. memblok respon mengungkapkan ciptakan simpatis efektif metode pengurangan lingkungan mengurangi rasa nyeri. 3. Tehnik menghemat 2. jika dapat ditolerir. Aktivitas bertahap untuk mencegah melakukan peningkatan aktivitas secara jantung secara tiba- bertahap tiba. 2.

3. seperti batuk panjang. memudahkan paru dan pernafasan. adekuat/ dispnea dan terjadi peningkatan nafas. 3. Kaji tindakan perawatan kedalaman pasien pernafasan diharapkan menunjukan ventilasi yang oksigenasi frekuensi. Untuk menurunkan/ pemberian mengontrol nyeri analgesic dengan mengontrol rangsangan system saraf simpatis. Pengubahan posisi meningkatkan pengisian segmen paru yang berbeda sehingga . dan ekspansi dada. Tinggikan posisi tinggi kepala dan Bantu memungkinkan dalam mengubah espansi posisi. 1. membungkuk dll. posisi kepala lebih 2. Kolaborasi 4. dengan kerja Ekspansi dada yang terbatas GDA menandakan adanya nyeri dada 2. Setelah dilakukan 1. vasokonstriksi meningkatkan yang tekanan dapat meningkatkan nyeri vascular jantung. Frekuensi nafas biasanya meningkat. 4.mengurangi nyeri.

Latihan aktif /pasif menurunkan statis vena. pingsan tanda vital kuat. Perasaan 3. 4. Perfusi 4. meningkatkan aliran balik vena. Pantau pernafasan jantung yang gagal dapat mencetuskan distress pernafasan. Memaksimalkan 4. serebral Setelah dilakukan 1. bingung. Pompa 3. 4. Dorong latihan orientasi pasien bagus. Dispnea terjadi yang tiba-tiba menunjukan adanya tromboemboli paru. 2. Bantu pasien takut bernafas mengatasi meningkatkan ketakutan dalam terjadinya bernafas hipoksemia 4. . menurunkan resiko tromboflebitis. Awasi langsung berkaitan tindakan perawatan perubahan dengan mental continue jantung diharapkan jaringan perfusi adekuat seperti cemas. nadi perifer letargi. seperti akral hangat. normal. Untuk mengetahui . 3.memperbaiki difusi gas 3. kerja tambahan 1.Kolaborasi bernafas dan pemberian menurunkan oksigen nafas. 2. curah aktif/pasif rasanyeri berkurang.

dapat diterima. Catat bunyi jantung dihasilkan dari ventrikel yang distensi 3. Untuk mengetahui 4. 5. cemas. 5. Kaji kulit penurunan perfusi terhadap pucat akibat penurunan dan sianosis curah jantung 4. elektrolit. stress menghasilkan vaso konstriksi . Kaji perubahan pada sensori adekuatnya perfusi serebral terhadap seperti letargi.4. GDA 5. BUN. 1. jantung. penurunan bingung. Pucat menunjukan 3. Kolaborasi indicator pemeriksaan perfusi/fungsi lab organ. Berikan curah 5. Irama gallop umum 2. bebas dari gejala jantung. Digunakan sebagai 5. Kaji frekuensi takikardi tindakan perawatan kompensasi diharapkan pasien menunjukan tanda dan irama jantung penurunan kontraktilitas vital dalam batas yang ventrikel. Biasanya terjadi sebagai Setelah dilakukan 1. depresi. kaji fungsi dampak gastrointestinal pada dan perkemihan fungsi negative perfusi dan organ tersebut. Creatinin. 5. gagal 2.

vasodilator 7. Kolaborasi digunakan untuk pemberian meningkatkan vasodilator curah jantung 1. Setelah dilakukan 1. 7. Untuk 6. Jelaskan tentang tindakan perawatan tentang fungsi penyakit jantung normal danharapan dan kelainan memudahkan yang dialami diharapkan pengetahuan tentang pasien penyakitnya bertambah. Pemahaman untuk .istirahat dengan yang meningkatkan lingkungan tekanan darah dan yang tenang. Pemahaman episode 2. jaringan serta melawan efek kebutuhan hipoksia. 6. Pengetahuan 6. 3. therapiuntuk menurunkan proses 2.melakukan kerjasama perubahan mengontrol gejala. oleh pasien Melaksanakan berulang ketaatan dapat pada program pengibatan. Kolaborasi meningkatkan pemberian kesediaan oksigen oksigen dengan untuk kanul/masker miokard dan sesuai indikasi. pola perilaku yang perlu. meningkatkan Bantu pasien menghindari stress frekuensi kerja jantung 6. obat dan rasional pembatasan pengobatan meningkatkan dapat komplikasi. Kuatkan dan mencegah program.

control kondisi dan mencegah berulang/ komplikasi. 5. 4. . Diskusikan kebutuhan tentang terapiutik obat. mendiskusikan masalah dan membuat perubahan pola hidup perlu. pelaporan efek berikan samping dapat instruksi secara mencegah verbal maupun terjadinya tertulis. Jelaskan dan pengetahuan dan diskusikan memungkinkan peran pasien pasien untuk dalam membuat keputusan mengontrol berdasarkan factor resiko informasi dan factor sehubungan dengan pemberat. yang kapasitas pasien dan orang terdekat. Menambahkan 4.3. Kondisi kronis sering melemahkan 5. dan tujuan dan efek pentingnya samping. Berikan kemampuan koping kesempatan dan pasien dukungan untuk menanyakan. komplikasi obat.

Jakarta : EGC.Totalkesehatananda. Marulam. L. Perencanaan Keperawatan dan Dokumentasian keperawatan. 241 Doegoes. Jakarta: EGC. Inc. 2008. 7th Ed. Available at http://www.M.05) Panggabean.DAFTAR PUSTAKA Baim. Setyohadi B. Total Kesehatan .2013 .NOC . 2011. Hypertensive vascular disease in: Harrison’s Principles of Internal Medicine. . Nanda NIC. Dalam: Sudoyo AW. The Mcgraw-Hill Companies. Donald S. Index. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. editors. et all. Penyakit jantung hipetensi. (1999). USA.html Akses 22 November 2013 (13. p. Edisi IV. Alwi I.com/index. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis Edisi Revisi Jilid II.

Available from: http://www. Kamran. Hypertensive heart disease. 2006. (Serial Online: Desember 2008).htm. Akses 22 November 2013 (12:20) Riaz. Akses 22 November 2013 (12:00) Hipertensi Pathway : HHD Hipertensi heart disease Informasi kurang Hipertrophy ventrikel kiri jantung (LVH) Kurang Pengetahuan Vol.htm.com/MED/topic3432. sekuncup  Vol.edu/ency/article/000153.p. Hypertensive heart disease-treatment.umm.emedicine. Residu  Suplai O2 dan nutrisi ke jaringan menurun Kerja myocard meningkat Myocard iskemik Penurunan curah jantung Perfusi jaringan terganggu Pk infark myocard . Available from: http://www. (Serial Online: Desember 2008).Jakarta:Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.1654-55 Miller.

Nyeri dada Tekanan atrium kiri meningkat Pemenutan O2 tertrisis terganggu Nyeri Transudasi cairan interstitiil paru Pembentukan ATP terganggu Cairan masuk alveoli Kelelahan Aktivitas terganggu Oedema paru Sesak Pola nafas tidak efektif Intoleransi aktivitas Gangguan rasa nyaman nyeri (nyeri akut) .