Anda di halaman 1dari 19

BAB III

POKOK-POKOK TENTANG
BIMBINGAN DAN KONSELING
A. PENGERTIAN, TUJUAN, DAN FUNGSI BIMBINGAN DAN
KONSELING
1. Pengertian dan Tujuan
“bimbingan merupakan bantuan yang di berikan kepada siswa dalam
rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan
masa depan”. Kalimat tersebut telah secara langsung memuat pengertian dan
tujuan pokok bimbingan konseling di sekolah. Bimbingan dalam rangka
menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan dan
kelemahan dirinya sendiri, serta menerimanya secara positif dan dinamis
sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Bimbingan dalam rangka
mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik mengenal secara
obyektif lingkungan, baik lingkungan social dan ekonomi, lingkungan budaya
yang sarat dengan nilai dan norma – norma, maupun lingkungan fisik, dan
menerima.
Upaya bimbingan dan konseling yang dimaksud di atas
diselenggarakan melalui pengembangan segenap potensi individu peserta
didik secara optimal, dengan memanfaatkan berbagai cara dan sarana,
berdasarkan norma-norma yang berlaku, dan mengikuti kaidah-kaidah
professional.

remaja.Bimbingan berasal dari terjemahan kata bahasa Inggris (Guide) yang artinya menunjukkan jalan. agar orang yang di bombing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri. . dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.ataupun memimpin. “bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan dan penyesuaian sederhana”. Bingan dilakasanakan atas prinsip-prinsip demokrasi bahwa setiap individu mempunyai hak dan kewajiban memilih jalan hidupnya sendiri. Bimbingan merupakan proses bantuan b. baik anak-anak.1956) “ suatu rangkaian pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan durinya secra lebih efektif dengan lingkungannya”. Sehingga secara garis besar arti bimbingan adalah “ proses pemberian bantuan yang di lakukan ahli kepada seseorang / beberapa orang individu.1970). Pengertian Konseling menurut (Mc Daniel.Staffire &stewart. Bimbingan bertujuan agar klien dapat membuat pilihan dan keperluan secara bijaksana d. Bimbingan diberikan kepada individu c. Pengertian bimbingan menurut (Jones. maupun dewasa. memberikan petunjuk. Rumusan Jones adalah: a. Pengertian Counseling berasal dari kata latin (bahasa Anglo-Saxum) “Sellan” yang artinya menyerahkan / menyampaikan.

Referensi dari buku : ( Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling . baik dengan dirinya sendiri maupun dengan lingkungannya. Tujuan dan pemberian bantu itu adalah agar klien dapat menyesuaikan dirinya.Prayitno.Dr.Sc. c. oleh Prof. dan Drs. Erman Amti terbitan RINEKA CIPTA ) .Rumusan pokoknya adalah : a. b. Konseling merupakan rangkaian pertemuan antar konselor dengan klien.Ed. Dalam pertemuan itu konselor membantu klien mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Pengertian singkatnya adalah “ konseling merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang menganalisis sesuatu masalh (klien) yang berwarna pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.M.

c. fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan lep[entingan pengembangan peserta didik. Fungsi-fungsi tersebut adalah : a. infirmasi jabatn/pekerjaan. dan informasi social dan budaya/nilainilai). fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yng akan menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan. terutama oleh peserta didik. fungsi yang berorientasi bahwa peserta didik yang dibimbing itu adalah orang yang sakit sehingga fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik. terutama peserta didik. guru dan guru pembimbing. 2. Pemahaman tentang lingkungan “ yang lebih luas” (termasuk di dalamnya informasi pendidikan.2. orang tua. pemahaman itu meliputi : 1. Fungsi pengentasan. fungsi yang akan menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi . Fungsi bimbingan dan konseling Fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. d. 3. Fungsi pencegahan . Pemahaman tentang diri peserta didik. b. Pemahaman tentang lingkungan peserta didik ( termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan sekolah). Fungsi pemahaman. terutama oleh peserta didik sendiri.

Menurunkan factor organic penyebab stress. 3. Mencegah/menghindari timbulnya masalah pada klien. Pemahaman tentang klien. a. 2. klien →proses konseling →aplikasi hasil konseling→masalah terentaskan. Fungsi pengentasan. dan dukungan kelompok. penilaian positif terhadap diri sendiri. Fungsi pemahaman. dan kondisi lingkungannya. sebabnya dan cara pengatasannya.merupakan titik tolak upaya pemberian bantuan terhadap klien. 1.pemahaman menyangkut latar belakang dan kepribadian klien. siswa/masyarakat perlu memahami dengan baik berbagai haak dan tanggung jawabnya yang meliputi lingkungan dan titik yang harus dipatuhi oleh siswa. Melalui : .dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan Setiap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada satu atau lebih fungsi – fungsi tersebut agar hasil yang hendak dicapainya secara jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi. 3. 2. 1. Fungsi pencegahan. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. c. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih “luas”. Klarifikasi masalah. b. kelemahan. menyingkirkan hambatan yang menjadi penghalang yang dapat menghambat perkembangan individu Pengertian pencegahan . kekuatan. Pemahaman permasalahan tentang masalah klien. seorang konselor harus mampu mengantarkan klien memahami masalah yang dihadapinya dan memberikan solusi mengenai pemahaman yang diberikan.

Pendekatan rasional.menentukan sebab.dan keadaan kondusif dipertahankan agar siswa lebih mudah belajar.Erman Amti . konselor perlu memiliki bahan dan keterampilan untuk menangani berbagai masalaj yang beraneka ragam itu.suku. Skinner) 3. Langkah –langkah pengentasan masalah.yaitu: a. oleh Prof. Diagnosis sosio emosional (hubungan dengan orang yang berpengaruh) 3. 2.kebiasaan) 2. terbitan RINEKA CIPTA) B.M. Funsi pemeliharaan di sekolah : 1. Referensi dari buku : ( Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling . 1.F. Ventilasi.agama.tempramen.Ed. . “ready therapy” (William Glasser)dll. Behavioristik (pemikiran berdasarkan tingkah laku oleh B. bermaksud membangun dan mengembangkan dan mempertahankan keadaan sebelumnya agar tetap utuh. masalah dan cara penyelesaiannya melalui. dan Drs.Dr. Diagnosis mental (sikap. Penyesuaian bentuk kursi dan meja agar sesuai de3ngan bentuk tubuh siswa. Prinsip-prinsip Berkenaan dengan Sasaran Layanan: a.jenis kelamin. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan. menggunakan teori 1.Prayitno. d. mengklarifikasi masalah. Pengentasan masalah berdasar teori konseling.1.suhu.Sc. Bimbingan dan Konseling melayani semua individu tanpa memandang umur. Gestalt Counseling (Frita Perl) 2. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling Dalam pelayanan perlu diperhatikan sejumlah prinsip. PRINSIP DAN ASAS-ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING 1. Pengentasan masalah berdasarkan diagnosis.dan status social ekonomi. 2.

Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan yang terendah sampai tertinggi. b.masyarakat.di sekolah serta dalam kaitannya dengan kontak social dan pekerjaan. Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis. Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian yang teratur dan terarah. Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat. b. c. Prinsip-prinsip Berkenaan dengan Program Layanan: a.kelamin dan RAS. Prinsip-prinsip Berkenaan dengan Tujuan dan Pelaksanaan pelayanan: a. a.dan pengaruh lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik individu. 2. b. Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah. tanpa memadandang umur. d.b. Program bimbingan dan konseling merupakan bagian integral daari upaya pendidikan dan pengembangan individu yang harus diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta didik. disesuaikan dengan kebutuhan individu.dan kebudayaan merupakan factor timbulnya masalah pada individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan konseling. . Bimbingan dan konseling melayani semua individu. Prinsip-prinsip Berkenaan dengan Permasalahan Individu : 1. Rumusannya : a. Program bimbingan dan konseling harus fleksibel. c.ekonomi. dan kondisi lembaga. Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya tahap dan berbagai aspek perkembangan individu. Kesenjangan social. Prinsip Berkenaan dengan Sasaran Pelayanan. c. Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalam menghadapi permasalahannya. d.

mengenali kekuatan dan kelemahan tiap individu. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling di Sekolah .yaitu konselor. Pelayanan Bimbingan dan konseling perlu menjangkau kekompleksan pribadi individu.serta mengetahui kesesuaian antara program yang direncanakan dan pelaksanaanya yang disusun dan diselenggarakan secara berkesinambungan kepada anak-anak sampai dengan orang dewasa. Program pelayanaan bimbingan dan konseling hendaknya diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sejauh mana hasil dan manfaat yang diperoleh.b. b.disesuaikan dengan kondisi lembaga (missal sekolah). Prinsip berkenaan dengan masalah individu a.kebutuhan individu dan masyarakat.tujuan layanan selanjutnya akan diwujudkan melalui proses tertentu yang dilaksanakan oleh tenaga ahli ndlam bidangnya. d. Perbedaan usia individu harus dipahami dalam memberikan bantuan. Prinsip-prinsip berkenaan dengan Pelaksanaan Layanan Pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling dimulai dengan pemahaman tentang tujuan layanan. Konselor perlu memahami.ekonomi yang kurang menguntungkan merupakan factor salah satu pada diri sendiri dan hal itu semua menuntut perhatian sesame dan para konselor dalam mengentaskan masalah klien. b. c. Keadaan social. melalui pelayanan incidental adalah pelayanan konselor yang menjalankan “praktek pribadi”. Prinsip – prinsip berkenaan dengan program pelayanan. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program layanan bimbingan dan konseling adalah a. e. Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan yang harus fleksibel. c. d. Bidang-bidang yang membatasi pelayanan bimbingan dan konseling adalah hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental dan fisik individu terhadap lingkungannya. b.

yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. Asas – asa tersebut adalah: a. asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap dta dan keterangan tentang peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan.asas yang menghendaki agar peserta didik (klien)yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. b.Erman Amti . Asas kesukarelaan. Referensi dari buku : ( Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling . asas yang menghendaki agar peserta didik (klien)yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelengarakan/kegiatan bimbingan. Asas-asas Bimbingan dan Konseling Pemenuhan asas asas itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layana/kegiatan. Asas Kerahasiaan.Ed.Sekolah merupakan lembaga yang wajah dan sosoknya sangat jelas. asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/menjalani layanan/ kegiatan yang diperuntukan baginya. d.Dr. c. baik dlam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri mauoun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Asa kegiatan.M. terbitan RINEKA CIPTA) 2. Asas keterbukaan.sekolah diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan amat baik mengingat sekolah merupakan lahan yang secara potensial sangat subur. e. dan Drs. asa yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan . oleh Prof.Sc.Prayitno. Asas kemandirian.

f. Asas kekinian. Asas kenormatifan. i. tidak monoton. j. asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (klien) dalam kondisinya sekarang. k. asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (klien) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. asas yang menghendaki agar layanan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah professional.peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarkan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas aatas suatu permasalahan peserta didik (klien) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. l. g. mampu mengambil keputusan. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas alih tangan. Asa keadilan. baik yang dilakukan guru pembimbing maupun pihak lain. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri sebagaimana telah diutarakan terdahulu. Asas keterpaduan. h. Asas tut wuri handayani. asa yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling .umum bimbingan dan konseling. asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan . Asas kedinamisan. asas yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan kinseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang ada.

dapat menciptakan suasana yang mengayomi (memberikan rasa aman). agar memperlancar peran peserta didik di lingkungannya yang baru.memberikan rangsanagn dan dorongan serta kesempatan yang seluasluasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju. JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING Berbagai layanan perlu di lakukan sebagai bentuk perwujudan nyata layanan bimbingan dan konseling terutama terhadap peserta didik (klien). C. merupakan layanan yang memungkinkan peserta didik(klien) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru di masukinya. a. Begitu pentingnya asas-asas itu merupakan jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan pelayanan bimbingan dan konseling. 1. layanan yang memungkinkan peserta didik mendapatkan penempatan dan penyaluran yang tepat . b. Layanan informasi. Layanan orientasi. adalah layanan yang memungkinkan peserta didik/klien menerima informasi mengenai informsi pendidikan dan jabatan yang dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik itu sendiri.mengembangkan keteladanan. Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling Kegiatan bimbingan dan konseling dapat disebut layanan apabila dilakukan melalui kontak langsung terhadap klien dan berkenaan dengan masalah yang di hadapi maupun kepentingan tertentu yang dirasakan oleh sasaran layanan tersebut. *kegiatan ini dapat juga di tujukan ke sasaran lain(orang tua murid) agar mereka dapat memahami lingkungan si anak dan menerima informasi yang berguna untuk perkembangan anak mereka. Layanan penempatan dan penyaluran. c.

layanan yang memungkinkan peserta didik mendapatkan pembahasan dan pengentasan masalah yang di hadapinya secara face to face dengan guru pembimbing. magang. kegiatan ini di maksudkan untuk mendapatkan sejumlah data/keterangan yang akan membantu kelancaran dan keberhasilan layanan terhadap klien. Layanan konseling perorangan. Namun. melalui dinamika kelompok. kelompok belajar. Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling Kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang di lakukan di luar pelayanan bimbingan dan konseling. b. Layanan pembelajaran. Layanan konseling kelompok. layanan yang dilakukan dengan membentuk suatu dinamika/kelompok tertentu dan di pimpin oleh seorang guru pembimbing guna membahas suatu topik tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman anak mengenai lingkungan serta sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. program latihan. kecepatan dan kesulitan belajarnya serta berbagai aspek kegiatan belajar lainnya. f. g. layanan yang berfungsi sebagai bentuk pengembangan diri peserta didik berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan bimbingan kelompok. kegiatan ini pada umumnya tidak di tujukan secara langsung untuk memecahkan masalah klien. merupakan kegiatan yang datanya di dapatkan melalui tes/non tes. kegiatan yang di maksudkan untuk mendapatkan data dan keetrangan yang relevan dengan keperluan peserta .(penempatan jurusan. d. ekstrakulikuler. Penyelenggaraan himpunan data. dan lain-lain) sesuai dengan potensi/bakat mereka. a. merupakan layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik(klien) mendapatkan pembahasan dan penyelesaian masalah yang di alami oleh masing-masing anggota kelompok. Aplikasi insturmentasi bimbingan dan konseling. 2. e. yang di lakukan guna mendapatkan sejumlah keterangan tentang peserta didik dan lingkungan di sekitarnya maupun lingkungan yang ‘lebih luas’. materi belajar yang cocok.

keterangan dan informasi melalui orang tua dan anggota keluarga peserta didik dengan mengadakan kunjungan ke rumah peserta didik. menghimpun data perlu di lakukan secara sistematis. kegiatan yang di lakukan untuk mendapatkan data. Alih tangan kasus. Selain itu. Konferensi kasus. merupakan kegiatan yang di lakukan untuk mempermudah pemecahan masalah klien melalui pemindahan penanganan masalah kepada ahli yang di anggap dapat menyelesaikan masalah. c. kompeherensif. penyesuaian layanan yang di bantu kegiatan layanan pendukung perlu di lakukan sesuai dengan karateristik peserta didik yang akan di layani. terpadu dan bersifat tertutup. d. .didik. adalah kegiatan pendukung bimbingan dan konseling yang di lakukan untuk membahas suatu permasalahan yang di alami oleh klien dan menemukan solusinya dalam suatu forum yang di hadiri oleh pihak-pihak yang di anggap dapat memberikan rujukan bahan yang dapat memudahkan pemecahan masalah klien tersebut. Kegiatan layanan/pendukung layanan bimbingan dan konseling saling berkaitan satu sama lain menyangkut fungsi yang di emban tiap layanan. e. Kunjungan rumah.

dan bimbingan karier. yaitu instrumentasi bimbingan dan konseling. penempatan/penyaluran. Dari diagram diatas ditarik pengertian sebagai berikut: 1. Di atas itu semua.dan tahap kegiatan tertentu. Seluruh . setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang mengikuti pola umum itu harus mengandung unsure-unsur:bidang bimbingan. pola umum kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah juga mengikuti tahap-tahap kegiatan yang harus dilalui dalam penyelenggaraan setiap kegiatan.analisis hasil evaluasi e. jenis layanan atau kegiatan pendukung. dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. prinsip. Kegiatan BK dalam keempat bidang bimbingannya itu diselenggarakan melalui tujuh jenis layanan. 3. Untuk mendukung ketujuh jenis layanan itu diselenggarakan lima jenis kegiatan pendukung. bimbingan belajar. Kegiatan bimbingan dan konseling (BK) secara menyeluruh meliputi empat bidang bimbingan. 2. kegiatan BK didasari oleh satu pemahaman yang menyeluruh dan terpadu tentang wawasan BK yang meliputi pengertian.perencanaan /persiapan b. POLA UMUM DAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH 1. yaitu layanan orientasi.evaluasi d. konseling perorangan.pelaksanaan c. himpunan data. dan alih tangan kasus. dan konseling kelompok.informasi. dan asas-asa BK. bimbingan sosial. konferensi kasus. Di samping menyangkut bidang dan jenis layanan pendukung tersebut.tindak lanjut Dengan demikian. pembelajaran. 4.D. fungsi. tujuan. bimbingan kelompok. yaitu tahap-tahap: a. kunjungan rumah. Pola Umum Pola umum bimbingan dan konseling meliputi keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling yang mencakup bidang-bidang bimbingan. jenisjenis layanan. yaitu bimbingan pribadi.

Program satuan layanan dan kegiatan pendukung itulah yang menjadi inti dari keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. bulanan. yang sangat penting dan paling diutamakan ialah program satuan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Dari penyusunan dan pelaksanaan program-program satuan layanan dan kegiatan pendukung itulah kadar aktivitas Guru Pembimbing dab Guru Kelas akan dilihat (dalam kegiatan bimbingan dan konseling). caturwulan. sampai akhirnya terwujud dalam program-program satuan layanan dan pendukung bimbingan dan konseling. mingguan . E. 2. program-program bimbingan dan konseling di sekolah meliputi program tahunan. Guru Pembimbing dan Guru Kelas sebagai pelaksana program bimbingan dan konseling di sekolah dituntut benar-benar mampu membuat dan melaksanakan program-program satuan layanan dan kegiatan pendukung itu. teratur dan berkelanjutan.Dilihat dari volume dan jenisnya.serta program satuan layanan dan kegiatan pendukung.Program Kegiatan Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan secara terprogram. Dari semua jenis program itu.kegiatan tersebut ditujukan terhadap sejumlah peserta didik (siswa) yang secara langsung menjadi tanggung jawab Guru Pembimbing atau Guru Kelas.Modal Personal . PENYELENGGARA KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING 1. dan berdasarkan pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan pendukung itu pulalah angka kredit mereka akan diperhitungkan. Program-program yang volumenya lebih besar selanjutnya dirinci atau dijabarkan ke dalam program-program dalam volume yang lebih kecil.

Berwawasan luas: memiliki pandangan dan oengetahuan yang luas. rasa kasih sayang ini ditampilkan oleh Guru Pembimbing/Guru Kelas benar-benar dari hati sanubarinya (tidak berpura-pura atau dibuat-buat) sehingga peserta didik secara langsung merasakan kasih sayang itu. segala tindakan yang diambil Guru Pembimbing/Guru Kelas didasarkan pada pertimbangan yang matang. Guru Pembimbing/Guru Kelas setia mengikuti tingkah laku dan perkembangan peserta didik sehari-hari dari waktu ke waktu. dengan memperhatikan berbagai aspek yang menyertai tingkah laku dan perkembangan tersebut. b. dan suka menolong. serta mengambil tindakan secara tepat . e. Menjadi contoh:tingkah laku.Modal dasar yang akan menjamin suksesnya penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah berbagai cirri personal yang ada dan dimiliki secara pribadi oleh tenaga penyeleggara bimbingan dan konseling. pemikiran. Teklun dan teliti. Sabar dan bijaksana: tidak mudah marah dan/atau mengambil tindakan keras dan emosional yang merugikan peserta didik serta tidak sesuai dengan kepentingan perkembangan mereka. perkembangan ilmu pengetahuan/teknologi/kesenian dan proses pembelajarannya. Tanggap dan mampu mengambil tindakan:Guru Pembimbing/Guru Kelas cepat memberikan perhatian terhadap apa yang terjadi dan/atau mungkin terjadi pada diri peserta didik. pendapat dan ucapan- ucapan Guru Pembimbing/Guru Kelas tidak tercela dan mampumenarik peserta didik untuk mengikutinya dengan senang hati dan suka rela. Modal personal tersebut adalah: a. c. g. terutama tentang perkembangan peserta didik pada usia sekolahnya. d. serta pengaruh lingkungan dan modernisasi terhadap peserta didik. Menyayangi anak: memiliki kasih sayang yang mendalam terhadap peserta didik. Lembut dan baik hati: tutur kata dan tindakan Guru Pembimbing/Guru Kelas selalu mengenakkan hati. f. hangat.

dan dengan bersenang hati berusaha sekuat tenaga melaksanakannya secara profesional sesuai dengan kepentingan dan perkembangan peserta didik. perlengkapan kerja sehari-hari. Modal Instrumental Pihak sekolah atau satuan pendidikan perlu menunjang perwujudan kegiatan Guru Pembimbing dan Guru Kelas itu dengan menyediakan berbagai prasarana dan sarana yang merupakan modal instrumental bagi suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling.dank ode etik profesionalnya.teknologinya.Modal Profesional Modal profesional mencakup kemantapan wawasan. nilai dan sikap dalam bidang kajia pelayanan bimbingan dan konseling. 2. keterampilan. pengetahuan. Disamping itu. Suasana pprofesional ini. selain mempersyaratkan teraktualiisasinya ketiga . yaitu dalam bentuk berbagai layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. seperti ruangan yang memadai. Memahami dan bersikap positif terhadap pelayanan bimbingan dan konseling.Guru Pembimbing/Guru Kelas memahami fungsi dan tujuan serta seluk-beluk pelayanan bimbingan dan konseling. Apabila semua modal personal dan modal professional tersebut dikembangkan dan dipadukan dalam diri Guru Pembimbing dan Guru Kelas serta diaplikasikan dalam wujudnya yang nyata terhadap peserta didik.Dengan modal profesional itu. h. dan sarana pendukung lainnya. instrumen BK. dapat diyakini pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan dengan lancer dan sukses. seorang tenaga pembimbing akan mampu secara nyata melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling menurut kaidah-kaidah keilmuannya. 3. Semuanya itu dapat diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan khusus dalam program pendidikan bimbingan dan konseling.untuk mengatasi dan/atau mengantisipasi apa yng terjadi dan/atau mungkin terjadi itu. suasana profesional pengembangan peserta didik secara menyeluruh perlu dikembangkan oleh seluruh personil sekolah.

kerja sama dan saling membesarkan diantara seluruh personil sekolah.jenis modal tersebut. BIMBINGAN DAN KONSELING POKOK-POKOK TENTANG BIMBINGAN DAN KONSELING .terlebih –lebih lagi adalah terwujudnya saling pengertian.

Di susun oleh: A’an Dwi Purwati (1305115013) Annisa Eky Anggraini (1305115023) Marlina Dewi (1305115026) Rasmiratih (1305115027) Kelas :PGSD A Pagi 2013 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA 2014 .