Anda di halaman 1dari 36

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang penelitian
Pelayanan keperawatan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk
memberikan asuhan keperawatan kepada masyarakat sesuai dengan kaidah
profesi perawat. Pelayanan keperawatan profesional dilakukan diberbagai
tatanan pelayanan kesehatan termasuk di dalam masyarakat dan di rumah sakit
(Kusnanto, 2004). Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan yang dapat menentukan keberhasilan pelayanan
kesehatan (Kamaruzzaman, 2009).
Manusia pada masa bekerja tidak semua berjalan dengan lancar, dengan
muncul setres dalam bekerja. Setres merupakan suatu kondisi dinamik (selalu
berubah) pada individu yang diharapkan pada suatu peluang, kendala dengan
tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang diinginkan serta hasilnya
dipersepsikan sebagai tidak pasti dan tidak penting (Robbins, 2008).
Menurut penelitian Huber (1996, dalam Kamaruzzaman, 2009)
mengatakan bahwa sebanyak 90% pelayanan yang dilakukan di rumah
sakit

adalah

pelayanan keperawatan.

Pelayanan

keperawatan

yang

diberikan akan berdampak pada pasien sebagai penerima jasa layanan
keperawatan.

Dampak yang terjadi jika pelayanan keperawatan yang

diberikan tidak baik yaitu pasien akan merasa enggan untuk kembali berobat
ke rumah sakit tersebut (Kamaruzzaman, 2009).

1

2

Dalam

menjalankan tugasnya seorang perawat tidak dapat terlepas

dari stres, karena masalah stres tidak dapat dilepaskan dari dunia kerja.
Dengan semakin bertambahnya tuntutan dalam pekerjaan maka semakin
besar kemungkinan seorang perawat mengalami stres kerja, setiap jenis
pekerjaan tidak terlepas dari tekanan-tekanan baik dari dalam maupun
dari luar yang dapat menimbulkan stres bagi para pekerjanya. Dalam
proses bekerja hasil atau akibatnya perawat dapat mengalami stres, yang
dapat berkembang menjadikan perawat sakit fisik dan mental, sehingga
tidak dapat bekerja secara optimal. Menurut hasil survei dari PPNI
(Persatuan

Perawat

Nasional

Indonesia)

tahun 2006,

sekitar

50,9%

perawat yang bekerja di empat provinsi di Indonesia mengalami stres
kerja, sering pusing, lelah, tidak bisa beristirahat karena beban kerja
terlalu tinggi dan menyita waktu (Ratnasari,2009).
Kondisi stres kerja dan kelelahan emosional pada akhirnya akan
membawa dampak terhadap kinerja atau performance yang ditunjukkan oleh
pekerja, Kinerja atau performance didefiniskan sebagai kesuksesan seseorang
dalam melaksanakan suatu pekerjaan (As’ad, 2004). Stres tidak dialami orang
dengan cara yang sama. Dalam bentuk tertentu, dalam rentang berat ringan
yang berbeda dan dalam jangka waktu panjang-pendek yang tidak sama pula.
Dalam mengatasi stres dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti
pendekatan farmakologis, perilaku, kognitif, meditasi, hypnosis, dan terapi
musik (Hardjana, 2008).

3

Metode musik merupakan salah satu cara untuk membantu mengatasi
stres. Secara keseluruhan musik dapat berpengaruh secara fisik maupun
psikologis. Secara psikologis, musik dapat membuat seseorang menjadi rileks,
mengurangi stres, menimbulkan rasa aman dan sejahtera, melepaskan rasa
gembira dan sedih dan membantu serta melepaskan rasa sakit. Musik adalah
kesatuan dari kumpulan suara melodi, ritme dan harmoni yang dapat
membangkitkan emosi. Terapi adalah serangkaian upaya yang dirancang
untuk membantu atau menolong orang lain. Terapi musik adalah sebuah terapi
kesehatan yang menggunakan musik untuk meningkatkan dan memperbaiki
kondisi fisik, kognitif dan sosial bagi individu dalam berbagai usia (Djohan,
2006).
Menurut artikel jurnal Kemperetal. (2005) yang berjudul “ Music as
Therapy”. Mengatakan bahwa

musik

secara

luas digunakan untuk

meningkatkan kesejahteraan, mengurangi stres, dan mengalihkan perhatian
pasien dari gejala yang tidak menyenangkan. Musik bisa menjadi media untuk
membantu kaum muda mengurangi emosi negatif. Dalam meninjau satu
literatur

penelitian

menemukan

kurangnya

studi

ilmiah

tentang

psychophysiological efek dari berbagai jenis musik pada orang muda. Musik
merupakan aspek penting dari budaya kaum muda dan yang paling muda
orang mendengaran musik untuk berbagai alasan (Trzcinski 1994). Orangorang muda melaporkan bahwa musik dapat membantu mereka rileks dan
akan sering memiliki koleksi 'lagu' favorit yang mereka akan mendengarkan

dan mengalihkan perhatian pasien dari gejala yang tidak menyenangkan.4 ketika mereka merasa 'stres' (Knobloch dan Zillman 2002) dan Labbe 'et al. menurut artikel jurnal Kemper et al. Berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap 5 perawat diketahui bahwa 4 diantaranya mengeluhkan dengan pertambahan pasien dengan tindakan yang . sedih. mendengarkan musik dipilih sendiri mungkin berguna sebagai strategi manajemen stres. (2004). 2006). Peran musik dalam terapi musik tentunya bukan seperti obat yang dapat dengan segera menghilangkan rasa sakit. Studi pendahuluan yang di lakukan peneliti pada tanggal 02 Januari 2014 di ruang instalasi bedah sentral RSUD Kebumen terdapat 30 perawat. Contohnya. ketika kita mendengarkan suatu alunan musik (meskipun tanpa lagu). mengurangi stres. Mengatakan bahwa musik secara luas digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Ada musik yang membuat gembira. dan mengurangi sistem saraf simpatik gairah dibandingkan dengan duduk didiam atau mendengarkan musik heavy metal. The Effectiveness of Different Types of Music (2007) mendengarkan beberapa jenis genre musik menimbulkan keadaan emosional dan kognitif yang positif. semangat. terasa sunyi. (2005) yang berjudul “ Music as Therapy”. Namun secara perlahan – lahan dan bertahap efektivitas musik sebagai terapi akan terjadi jika dilakukan dengan benar dan tepat (Djohan. Oleh karena itu. Pengaruh musik sangat besar bagi pikiran dan tubuh. terharu. seketika kita dapat merasakan efek dari musik tersebut. mengingatkan masa lalu dan lain-lain.

Berdarkan fenomena tersebut. Bila menghadapi stress. Tujuan Umum Untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap stres kerja pada perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen 2. b. Musik bisa menjadi media untuk membantu mengurangi emosi negatif. Mengetahui tingkat stres kerja pada perawat instalasi bedah sentral (IBS) RSUD Kebumen yang diberikan terapi musik. . mereka menggunakan berbagai cara guna mencoba meredakan itu diantaranya mendengarkan musik. Tujuan Khusus a. B. C.5 beragam terkadang membuat perawat merasa stress. Perumusan Masalah Dari latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan masalah yaitu sebagai berikut : “Apakah ada pengaruh terapi musik terhadap stres kerja pada perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen ?”. Tujuan Penelitian 1. penulis berminat melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Terapi Musik Terhadap Stres Kerja Pada Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen”. Mengetahui tingkat stres kerja pada perawat instalasi bedah sentral (IBS) RSUD Kebumen yang tidak diberikan terapi musik.

Bagi Rumah Sakit Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pimpinan dan bahan pertimbangan di dalam mengatasi permasalahan yang timbul terutama dalam hal mengatasi setres kerja yang timbul pada tenaga perawat. Manfaat Penelitian 1. menambah informasi dan studi literatur mahasiswa tentang mengatasi stres kerja pada perawat. manfaat penelitian yang diharapkan : a. . Manfaat Teoritik Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kesehatan kerja terutama tentang pengaruh terapi musik terhadap stres kerja pada perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen. Bagi Perguruan Tinggi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi. c.6 D. b. 2. pengetahuan dan kreativitas dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan yang telah diterima selama kuliah. Manfaat Praktis Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai peneliti. Bagi Peneliti Dapat menambah wawasan.

Goetheng Taroenadibrata Purbalingga dengan effect size= 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen yang termasuk ke dalam pre test dan post test one group design.05. Primadita (2011) yang berjudul Efektifitas Intervensi Terapi Musik Klasik Terhadap Stress Dalam Menyusun Skripsi Pada Mahasiswa Psik Undip SEMARANG Metode.002 pada signifikan α = 0. Kurnianingsih (2013) yang berjudul efektifitas terapi musik klasik terhadap penurunan stres kerja perawat IGD DR.388.7 E. Analisis data menggunakan uji paired simple t test. Keaslian Penelitian Penelitian. R. Goetheng Tarnoenadibrata Purbaligga tahun 2013 Penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan metode one group pretest . Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah responden 31 orang.52 dan SD = 0. Pengumpulan data .post test. Hasil : Terdapat perbedaan antara stres kerja perawat sebelum dan setelah dilakukan terapi musik klasik. Dengan nilai p = 0. dengan nilai rata-rata sebelum dilakukan terapi musik klasik sebesar 2.01 2.17 dan SD = 0. Analisa data statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Match Pairs Test. R.penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti antara lain : 1.511 dan nilai rata-rata setelah dilakukan terapi musik klasik sebesar 2. Kesimpulan : Terapi musik klasik efektif dalam menurnkan stres kerja pada perawat di ruang IGD RSUD Dr. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 23 orang.

Berdasarkan penelitian ini terapi musik klasik efektif menurunkan stres dan diharapkan dapat memberi masukan kepada perawat dan institusi pendidikan. Hasil.000 yang lebih kecil dari α = 0. 11 orang mahasiswa (35%) menjadi normal.05. Sedangkan setelah dilakukan terapi musik klasik mengalami penurunan tingkat stres. terdapat perbedaan tingkat stres responden sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik. Simpulan.Perbedaan yang dapat dilihat adalah terjadinya penurunan jumlah responden sebelum dilakukan terapi musik klasik pada tingkat stres mahasiswa adalah 8 orang mahasiswa (26%) mengalami stres berat. 8 orang mahasiswa (26%) mengalami stres ringan dan 10 orang mahasiswa (32%) mengalami stres sedang.8 dilakukan pada saat sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik dengan menggunakan Instrumen DASS 42 yang dikembangkan oleh Lovibond dan Lovibond (1995) yang dijadikan alat ukur item stresnya. dan 15 orang mahasiswa (48%) mengalami stres sedang. Berdasarkan hasil penelitian. . hasil Uji Wilcoxon untuk tingkat stres sebelum dan sesudah terapi musik klasik kedua didapat hasil nilai signifikansi 0. 8 orang mahasiswa (26%) mengalami stres ringan. dan penelitian yang lain sehingga dapat mengatasi stres pada mahasiswa. sebanyak 2 orang mahasiswa (7%) mengalami stres ringan.

jalan pikiran dankondisi fisik seseorang. terhadap suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan terancam (fight or flaight). Menurut Grandjean. 2008) Menurut Anoraga (2009). beban. Stres adalah suatu kondisi ketegangan yangmenciptakan adanya ketidak 9 . Jadi sebenarnya stres adalah sesuatu yang alamiah.9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Stres yang tidak diatasi dengan baik biasanyaakan berakibat pada ketidak mampuan seseorang berinteraksi secarapositif dengan lingkungannya. baik dalam arti lingkungan pekerjaanmaupun diluarnya. secara sederhana stres merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang. mendefinisikan stres sebagai reaksiorganisme terhadap situasi yang mengancam (Winarsunu T. Menurut Rivai & Basri (2005). Tinjauan Pustaka 1. stres merupakan kondisiketegangan yang berpengaruh terhadap emosi. anxieti. kemurungan. danhilangnya daya. Artinya karyawan yang bersangkutan akanmenghadapi berbagai gejala negatif yang pada gilirannya berpengaruhpada prestasi kerja. baik secara fisik maupun mental. Stres Kerja Menurut Siagian (2009). stres sebagai istilah payungyang merangkumi tekanan.

emosional. b. hubungan dengan penyelia yang buruk. Menurut Selye. Faktor-Faktor Penyebab Stres Kerja. yangmempengaruhi emosi. perawatan anak yang tidak adekuat.10 seimbangan fisik dan psikis. Penyebab Organisasi: kurangnya otonomi dan kreativitas. selalu mengikuti perkembangan teknologi (downsizing) bertambahnya tanggung jawab tanpa pertambahannya gaji. proses pikir. diskriminasi . ketidak pastian ekonomi. Penyebab Individual: pertentangan antara karier dan tanggung jawab keluarga. konflik dengan rekan kerja.harapan. kebosanan. ketidakpuasan kerja. Penyebab Lingkungan: buruknya kondisi lingkungan kerja (pencahayaan. 2004). tenggat waktu. dan kuota yang tidak logis.fisik.dan lain-lain). dan spiritual manusia. kurangnya penghargaan dan pengakuan kerja. karier yang melelahkan. stres sebagaiketidak mampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental. kebisingan. dan kondisi seorang karyawan.H. 2004). suhu. relokasi pekerjaan. ventilasi. Menurut NSC (National Safety Council. pekerjaan dikorbankan. yang pada suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut 2. c. kurangnya pelatihan. stres merupakan respon tubuh yang bersifattidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya (Hidayat. Menurut National Safety Council (2004) penyebab stres kerja dikelompokkan ke dalam kategori: a. kejenuhan.

Adanya tugas yang terlalu banyak. yaitu tidak terdapatnya standar kerja. Adalah peran yang kabur. Dengan kata lain tidak ada pendelegasian wewenang. prosedur kerja dan lainnya. Hal ini berkaitan dengan hak dan kewajiban pegawai. Ambiguitas peran. Pegawai mendapatkan tugas dan pekerjaan tanpa diberikan wewenang yang sewajarnya. Stres timbul mana kala tugas terlalu banyak tapi tidak sebanding dengan kemampuan pegawai untuk melaksanakannya. sehingga pegawai menjadi stres akibat merasa dikejar-kejar waktu. kemacetan saat berangkat dan pulang kerja. . b. kemacetan saat berangkat dan pulang kerja. Terbatasnya waktu dalam mengerjakan pekerjaan. pelecehan sexual. kekerasan ditempat kerja.11 ras. sehingga merisaukan hati pegawai. tidak adanya diskripsi kerja. karena satu sisi dia harus mengerjakannya tapi di pihak lain tidak ada wewenang yang diberikan untuk pekerjaannya untuk mengambil keputusan serta harus selalu berkonsultasi dengan atasan. c. Menurut Davis & Newstorm dalam Iman ( 2007) penyebab stres kerja antara lain: a. d. Stres timbul akibat pegawai diberikan tugas oleh atasannya dengan pemberian waktu yang limit. Kurang mendapat tanggung jawab yang memadai.

karena pegawai tidak tahu harus berperan seperti apa. juga ketidak cukupan gaji dibanding kebutuhan hidupnya. Konflik peran yang timbul dalam instansi yang memiliki standar ganda. keahlian. harus menyampaikan laporan dan analisa maupun masukan bagi kebijakan secepatnya. terhambatnya kenaikan pangkat/golongan karena kebijakan instansi yang tidak memungkinkan. karena ternyata atasan mengharapkan inisiatif pegawai. Perbedaan nilai ini menjadikan konflik batin hingga dapat menimbulkan stres kerja. dan kebiasaan selama ini. maka hal ini dapat menimbulkan streas kerja. dengan perbedaan persepsi antara atasan dan bawahan yang menyolok. h. tanpa mengetahui tugas dan tanggung jawabnya sebagai pegawai. Perbedaan nilai. Perubahan tipe pekerjaan. Apabila hal ini terjadi pada instansi yang diburu dengan “dead line”. khususnya jika hal tersebut tidak umum. Frustasi. Frustasi timbul karena tidak ada harapan karir. tapi pegawai takut berinisiatif . Stress kerja bisa timbul dalam mutasi pegawai. apakah harus berinisiatif ataukah hanya menunggu perintah. Hanya menunggu perintah saja kadang salah. f. Konflik peran.12 Pegawai dibiarkan bekerja hanya sesuai perintah atasan saja. g. Adalah pegawai bekerja dalam kondisi yang bertentangan dari sudut nilai-nilai yang diyakininya dengan nilainailai yang diterapkan instansinya dimana dia bekerja. e. manakala pegawai dimutasikan kedalam bidang tugas yang sama sekali baru dan berbeda dari kemampuan.

penyakit gawat dan sebagainya. desakan waktu. yang tidak atau kurang harmonis. perilaku negativ anak-anak. Sumber stres di luar lingkungan pekerjaan antara lain: masalah keuangan. ada anggota keluarga yang meninggal. Menurut Siagian (2009). gelisah. ketidak seimbangan antara wewenang dan tanggung jawab. Sumber stress yang berasal dari pekerjaan antara lain: beban kerja yang terlalu berat. dan rasa bersalah yang merupakan tipe-tipe dasar stress. konflik.13 karena kemungkinan hal tersebut bukan yang diharapkan oleh atasannya. Menurut Anoraga (2009) bentuk stress pada dasarnya disebabkan karena kekurang mengertian manusia akan keterbatasanketerbatasannya sendiri. iklim kerja yang menimnulkan rasa tak aman kurangnya informasi dari umpan balik tentang prestasi kerja seseorang. kecelakaan. pada dasarnya berbagai sumber stres dapat digolongkan pada yang berasal dari dalam pekerjaan dan dari luar pekerjaan seseorang. penyeliaan yang kurang baik. frustasi yang ditimbulkan oleh intervensi pihak lain yang terlalu sering sehingga seseorang merasa terganggu konsentrasinya. Ketidak mampuan untuk melawan keterbatasan inilah yang akan menimbulkan frustasi. ketidak jelasan peran karyawan dalam keseluruhan kegiatan organiasasi. Faktor di lingkungan kerja yang dapat menyebabkan ketegangan antara lain: . pindah tempat tinggal. kehidupan keluarga.

konflik antar pribadi dan antar kelompok. j. perubahan yang terjadi ditempat tinggal. Di lain pihak stress kerja juga dapat disebabkan masalahmasalahyang terjadi di luar perusahaan.14 a. jaminan pekerjaan yang tidak pasti. . perkawinan/ perceraian. Tekanan yang tidak wajar untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan situasi kerja. d. kemenduaan peranan (role ambiguity). Masalah administrasi b. kematian dan sebagainya. kualitas supervise yang jelek. frustasi. Menurut Handoyo (2008) penyebab-penyebab stress antara lain: beban kerja yang terlalu berlebihan. tekanan waktu. Struktur birokrasi yang tidak tepat. Penyebab stress “of the job” antara lain: kekhawatiran financial. h. Perencanaan yang kurang baik. berbagai bentuk perubahan. e. Perebutan kedudukan. Anggaran yang terbatas. Sistem manajemen yang tidak sesuai. masalah-masalah yang bersangkutan dengan anak. f. Persaingan yang semakin ketat untuk memperoleh kemajuan g. wewenang yang tidak mencukupi untuk melaksanakan tanggung jawab. c. masalah-masalah fisik. iklim politis yang tidak aman. i. perbedaan antara nilainilai perusahan dan karyawan. umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai. Segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pekerjaan. Beban kerja yang semakin bertambah.

gelisah. Winarsunu (2008). jengkel. mertua dan lain-lain. serangan jantung . sakit perut. berdasarkan reaksi terhadap situasi stres dibedakan menjadi dua tipe. Orang dengan tipe A adalah mereka yang agresif dan kompetitif. fisik. istri. faktor-faktor penyebab stress kerja karyawan antara lain: beban kerja yang sulit dan berlebihan. mengelompokkan reaksi stress menjadi tiga kelompok yaitu yang berupa: reaksi psikologis. Reaksi psikologis berhubungan dengan respon-emosional seperti kecemasan marah. Mereka bahkan masih giat dalam kegiatan olah raga yang bersifat rekreasi dan kegiatankegiatan social kemasyarakatan. pindah kerja. konflik antara pribadi dengan pimpinan atau kelompok kerja. dan perilaku. dan merasa frustasi. ketidak puasan kerja. dan lainnya. menetapkan standar-standar tinggi dan meletakkan diri mereka di bawah tekanan waktu yang menetap (konstan). tekanan dan sikap pimpinan yang kurang adil dan wajar. dan pusing. waktu dan peralatan kerja yang kurang memadai. Sedangkan orang dengan tipe B adalah lebih rileks dan tidak suka . tidak semangat. sulit tidur.liver dan lainlain. balas jasa yang terlalu rendah. masalah-masalah keluarga seperti anak. Reaksi perilaku adalah respon terhadap stress kerja yang berupa kecelakaan. Mereka lebih cenderung mengalami gangguan fisik akibat stres seperti. yaitu tipe A dan tipe B. bangun pagi tidak segar. jantung. Reaksi fisik meliputi simptom-simptom seperti sakit kepala.15 Menurut Hasibuan (2009). Menurut Handoko (2008). Mereka sering tidak menyadari tekanan yang dirasakan.

b. produksi kolesterol dan adrenalin. cemas. Menurut Anoraga (2009). Gejala sosial: makin banyak merokok. vertigo). mudah menangis. was-was. Reaksi kimiawi tersebut pada dasarnya merupakan senjata yang diperlukan manusia untuk menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap gangguangangguan tersebut. menarik diri dari pergaulan sosial. tanggapan tersebut menimbulkan reaksi kimiawi dalam tubuh manusia yang mengakibatkan perubahan-perubahan. dan lain sebagainya. Mereka rileks dalam kaitannya dengan tekanan waktu. stres yang terlalu berlebihan dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan.16 menghadapi masalah atau easy going. serta tidak senang bersaing. dan lain sebagainya Handoko (2008). mual muntah. mudah bertengkar..pusing separoh. . Stres dapat sangat membantu atau fungsional. mimpi buruk. c. Menurut Anoraga (2009). tingkat metabolisme. Gejala emosional: pelupa mudah marah. antara lain meningkatnya: tekanan darah tinggi. keringta dingingangguan pola tidur. Gejala badan: sakit kepala( cekot-cekot.kawatir. ada 3(tiga) kategori umum akibat stres kerja antara lain: a. sehingga meraka lebih kecil kemungkinannya untuk menghadapi masalah yang berhubungan dengan stres. Mereka menerima situasi yang ada dan bekerja di dalamnya. pandangan putus asa. nafsu makan menurun. selama stres berlangsung.

Secara sederhana hal ini berarti bahwa stres mempunyai potensi untuk mendorong atau mengganggu pelaksanaan kerja. Sebaliknya tidak sedikit orang yang daya tahan dan kemampuannya menghadapi stres rendah. stres yang tidak teratasi pasti berpengaruh terhadap prestasi kerja. oleh karenanya mampu mngatasi sendiri stres tersebut. bahwa kemampuan mengatasi sendiri stres yang dihadapi tidak sama pada semua orang. Sehingga stres harus diatasi sedini mungkin. suatu kondisi mental dan emosional serta kelelahan fisik karena stres yang berlanjut dan tidak teratasi. dan prestasi kerja cenderung rendah. prestasi kerja cenderung naik. Orang yang memiliki daya tahan yang tinggi menghadapi stres. tantangantantangan kerja juga tidak ada. . pemarah.bila tidak ada stres. dan suka menyendiri. Meningkatnya stres.17 tetapi dapat juga salah (dysfunctional) atau merusak prestasi kerja.ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu. karena stress membantu karyawan untuk mengerahkan segala sumber daya dalam memenuhi barbagai persyaratan atau kebutuhan pekerjaan. Hasibuan (2009). prestasi kerja karyawan yang mengalami stres pada umumnya akan menurun karena mengalami ketegangan pikiran dan berperilaku yang aneh. tergantung seberapa besar tingkat stres. Stres yang tidak teratasi dapat berakibat pada apa yang dikenal dengan burnout . Siagian (2009).

Pendekatan ini berfokus untuk mempengaruhi sistem saraf (nervous sistem). tidak mudah dijelaskan bagi orang awam dibidang kedokteran dan psikiatri. perilaku. membantu mengatasi stres. dan membantu serta melepaskan rasa sakit (Djohan. musik dapat membuat seseorang menjadi lebih rasa aman dan sejahtera. dan musik satu diperlukan stress. stres cara (Hardjana. bisa juga disekelilingnya (peripheral). mengurangi stres. Secara keseluruhan musik dapat berpengaruh secara fisik maupun psikologis. menimbulkan melepaskan rasa gembira dan sedih. Secara psikologis. rileks. Pendekatan ini memanfaatkan obat – obat penenang dan umumnya bersifat sementara. penyebab untuk menghadapi stres seperti meditasi. Pendekatan farmakologis (pharmalogical) Pendekatan ini dilakukan dokter yang juga ahli psikiatri.18 Dalam beberapa menghadapi metode mengatasi kognitif. Metode untuk mengatasi stres Menurut Hardjana (2008). faktor-faktor Metode musik merupakan salah untuk farmakologis. Jadi pendekatan farmakologi boleh disebut sebagai cara pengelolaan stres awal sebelum pada waktunya orang dibantu untuk mengelola stres . untuk 1994). 2006). Cara kerjanya rumit. 3. Metode : pendekatan hypnosis. bisa berada di pusat (central). metode untuk mengatasi stres diantaranya: a.

Metode meditasi dan hipnosis merupakn salah satu cara yang efektif. d. Mengatur kembali pola berfikir pada dasarnya merupakan proses menggantikan pikiran atau keyakinan yang mengurangi penilaian orang yang menderita stres terhadap ancaman atau kerugian yang dapat diakibatkan oleh hal. peristiwa. pemikiran atau bayangan. desentasisasi sintetesis. peristiwa. orang. orang yang dihadapinya. c.19 yang dialami dengan sungguh – sungguh. sebagai alternatif tanggapan terhadap stres tersebut. Meditasi merupakan cara untuk memusatkan diri dan perhatian pada suatu objek. Pendekatan perilaku (bahavioral) Pendekatan ini yang terarah pada perilaku. dalam arti masalah sendiri dikelola. Pendekatan kognitif Metode ini dilakukan untuk membantu orang dalam mengatasi stresnya karena kekurangan atau kesalahan pengertian. Tujuannya dalam mengelola stres adalah menambah kemampuan orang yang terkena stres berhadapan dengan hal. Intinya metode kognitif merupakan pemahaman untuk mengatasi stres diciptakan untuk mengatur kembali pola berfikirnya. Hipnosis merupakan perubahan kesadaran yang . keadaan yang mengakibatkan stres dengan menciptakan tanggapan rileks. b. meniru orang lain. bentuknya antara lain relaksasi. Meditasi dan hipnosis Stres dapat mempengaruhi gejolak mental. tenang. umpan balik.

. Manfaat musi salah satunya yaitu untuk mengendalikan diri.20 dihasilkan lewat sugesti tertentu dan dalam keadaan berubah itu orang dapat dibantu mengubah pemahaman. 5. Selain itu penelitian ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kemper et al. nada ribut. Teori musik a. Tanpa ada orang yang ahli dan dan orangnya sendiri tidak dapat dihipnosis.Musik adalah menyenangkan untuk didengar. dan mengalihkan perhatian pasien dari gejala yang tidak menyenangkan. dan perilaku. 2007). Orang cenderung untuk mengatakan indah terhadap musik yang disukainya. yang dan senang mendengarnya. Jika kadar stres pada seseorang terlalu tinggi maka sistem kekebalan tubuhnya akan berkurang oleh sebab itu seseorang perlu mewaspadai dirinya dari kondisi stres yang berlebihan. (2005) yang menyatakan bahwa musik secara luas dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan. kecemasan. Pengertian musik Mendengarkan musik yang dipilih sendiri dapat mengurangi tingkat stres. mengurangi stres. dan menggairahkan sistem saraf simpatik serta memberikan efek relaksasi (Labbe et al. emosi negatif. Musik lembut yang membuat orang bunyi atau dapat keras. metode hipnosis tidak dapat dilaksanakan. 4. ingatan. Terapi Musik Metode ini salah satu cara untuk membantu mengatasi stres.

b. dan sosial bagi individu dari berbagai kalangan usia (Suhartini. kognitif. sehat. emosi. dan berbagai gangguan atau gejolak emosi negatif yang dialaminya. Hal ini dirasakan perlu. karena dengan adanya harmoni di dalam diri seseorang. 2003). ketegangan.21 Musik ialah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda bergantung kepada sejarah. ia akan lebih mudah mengatasi stres. Jadi. Melalui musik juga seseorang dapat berusaha untuk menemukan harmoni internal (inner harmony). 2004). musik adalah alat yang bermanfaat bagi seseorang untuk menemukan harmoni di dalam dirinya. serta analisi intelek dan fungsi kesadaran (Satiadarma. Selain itu musik melalui suaranya dapat mengubah frekuensi yang tidak harmonis tersebut kembali ke vibrasi yang normal. . Terapi musik adalah materi yang mampu mempengaruhi kondisi seseorang baik fisik maupun mental. dan dengan demikian memulihkan kembali keadaan yang normal (Merrit. berbicara. 2008). belajar. mendengar. 2010). budaya dan selera seseorang (Farida. rasa sakit. Pengertian Terapi Musik Terapi musik menggunakan musik adalah di sebuah mana terapi tujuannya kesehatan yang adalah untuk meningkatkan atau memperbaiki kondisi fisik. lokasi. Musik memberikan rangsangan pertumbuhan fungsi-fungsi otak seperti fungsi ingatan.

Salah satu alasannya karena musik menghasilkan rangsangan ritmis yang kemudian ditangkap melalui organ pendengaran dan diolah di dalam sistem saraf tubuh dan kelenjar pada otak yang selanjutnya mereorganisasi interpretasi bunyi ke dalam ritme internal . d. sehingga mampu mengatasi konflik batin dan mengatasi berbagai rintangan hidup. dan menenangkan. Sebab. meningkatkan pembelajaran dan daya ingat. Selain itu. yang gembira. Cara Kerja Terapi Musik Musik bersifat terapeutik artinya dapat menyembuhkan.22 c. memberi pandangan lain dalam melihat kehidupan dan mengembangkannya. memperkaya hidup dan memperluas dunia dengan keindahannya. merangsang kreatifitas dan imajinasi. menyegarkan. pribadi yang berani mengambil resiko. menemukan sapek-aspek kepribadian pada seseorang yang tidak diketahui sebelumnya. dan bebas. menurut Admin (2010) penggunaan terapi musik bisa diterapkan secara luas pada semua orang dalam berbagai kondisi. musik akan membantu mengurangi timbulnya rasa sakit dan memperbaiki mood pasien. serta membuat santai. Manfaat terapi Musik Adapun manfaat musik menurut Meritt (2003) adalah untuk menurunkan stres dan mendukung proses penyembuhan. Terapi musik bisa dilakukan untuk mengurangi rasa khawatir pasien yang menjalani berbagai operasi atau serangkaian proses berat di rumah sakit.

Cabang simpatis dari sistem saraf otonom bereaksi langsung pada otot polos dan organ internal untuk menghasilkan beberapa perubahan tubuh seperti peningkatan denyut jantung dan peningkatan tekanan darah. Hipotalamus juga dinamakan pusat stres otak karena fungsi gandanya dalam keadaan darurat. 2007).23 pendengarnya. Hipotalamus menghantarkan impuls saraf ke nukleus-nukleus di batang otak yang mengendalikan fungsi sistem saraf otonom. Sistem simpatis juga menstimulasi medula adrenal untuk melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin ke dalam pembuluh darah. mampu membangun sistem kekebalan yang lebih baik. tubuh lebih akan baik. dan norepinefrin secara tidak langsung melalui aksinya pada kelenjar hipofisis melepaskan gula dari hati. dan dengan sistem kekebalan yang lebih baik tubuh menjadi lebih tangguh terhadap kemungkinan serangan penyakit (Satiadarma. . Fungsi pertamanya adalah mengaktifkan cabang simpatis dan sistem saraf otonom. sehingga berdampak meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia sehingga prosesnya berlangsung Dengan metabolisme yang lebih dengan baik. Sebagian besar perubahan fisiologis tersebut terjadi akibat aktivitas dua sistem neuroendokrin yang dikendalikan oleh hipotalamus yaitu sistem simpatis dan sistem korteks adrenal (Prabowo & Regina. 2002).

musik Ketika mendengarkan terapi musik klien berbaring dengan posisi yang nyaman. Hal tersebut terjadi karena Ardenal Corticotropin Hormon adanya penurunan (ACTH) yang merupakan hormon stres (Djohan. Terapi Musik Untuk Penurunan Tingkat Stres Terapi musik adalah sebuah terapi kesehatan yang menggunakan musik untuk meningkatkan dan memperbaiki kondisi fisik. menimbulkan rasa aman dan sejahtera. 2009). 6. Tata Cara Pemberian Terapi Musik Belum ada rekomendasi mengenai durasi yang optimal dalam pemberian terapi musik. 2007). sehingga dapat menyebabkan penurunan kecemasan (Musbikin.24 Ardenal Corticotropin Hormon (ACTH) menstimulasi lapisan luar kelenjar adrenal (korteks adrenal) yang menyebabkan pelepasan hormon (salah satu yang utama adalah kortisol) yang meregulasi kadar glukosa dan mineral tertentu (Atkinson cit Primadita. Seringkali durasi yang diberikan dalam pemberian terapi musik adalah selama 20-35 menit. 2011) Pemberian intervensi terapi musik membuat seseorang menjadi rileks.70 ketukan/menit. menggunakan irama yang tenang (Schou. melepaskan rasa sakit dan menurunkan tingkat stres. sedangkan tempo harus sedikit lebih lambat. 2005). melepaskan rasa gembira dan sedih. 50 . e. kognitif dan . tetapi untuk masalah kesehatan diberikan dengan durasi yang lebih 30 sampai spesifik 45 terapi menit.

sosial dan spiritual. stres dapat mengancam keseimbangan fisiologis (Rasmun. Jika harmoni musik setara dengan irama internal tubuh kita. 2004). stres memberi dampak total pada individu yaitu terhadap fisik. Demikian pula organ vestibul (pada sekitar belakang telinga) yang merupakan alat keseimbangan manusia memperoleh dampak yang berarti dari adanya musik (Satiadarma. sebaliknya jika harmoni musik tidak setara dengan irama internal tubuh kita. suatu fenomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari dan tidak dapat dihindari. maka musik akan memberikan kesan yang kurang menyenangkan.24 tahun. maka musik akan memberikan kesan yang menyenangkan. hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadapa stres sebelum dan sesudah perlakuan. tetapi saraf pada kulit juga turut merasakannya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut . Stres adalah respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan tubuh yang terganggu. Dari hasil Penelitian Regina dan Prabowo tahun 2007 mengenai treatment meta musik untuk menurunkan stres dengan metoda mendengarkan musik pada mahasiswa yang berusia 19 . setiap orang mengalaminya. bukan hanya organ pendengaran atau telinga saja yang mampu menangkap stimulus musik. 2004). psikologis.25 sosial bagi individu dalam berbagai usia (Djohan. Musik dianggap dapat berpengaruh dalam penurunan tingkat stres pada dasarnya harmonisasi nada dan irama musik mempengaruhi kesan harmoni di dalam diri kita. intelektual. 2006). Karena musik dihasilkan oleh adanya getaran udara.

gundah. disebabkan karena pemberian terapi musik tersebut dapat menurunkan hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang merupakan hormon stres. Akibatnya jika kita mendengarkan musik kita cenderung menghentakkan kaki pada lantai atau mengetukkan tangan pada meja. Dengan demikian perasaan tegang. marah sebagai pemicu stres menjadi berkurang karena efek dari music yang bersifat menenangkan.26 dapat disimpulkan bahwa meta musik dapat digunakan dalam menurunkan stres pada mahasiswa. Neti Juniarti mengungkapkan penurunan tingkat stres yang terjadi pada remaja khususnya remaja yang tinggal di Panti asuhan Yayasan Bening Nurani Kabupaten Sumedang. atau membayangkan iramanya di dalam diri kita sendiri (Satiadarma. Musik merupakan getaran udara harmonis yang ditangkap oleh organ pendengaran dan melalui saraf di dalam tubuh kita dan disampaikan ke susunan saraf pusat sehingga menimbulkan kesan tertentu di dalam diri kita. 2004). . Selain itu terdapat penelitian dari Irma Rahmawati. Hartiah Haroen.

Sedang 3. Meditasi dan Hipnosis 5. Pendekatan Perilaku 3. Ringan 2. Stress Kerja Tingkat Stress Kerja 1. Pendekatan Farmakologis 2. Penyebab Individual 3. Kerangka Teori Penyebab Stres Kerja 1.27 B. Pendekatan Kognitif 4. Penyebab Organisasi 2. Terapi Musik . Penyebab Lingkungan. Berat Metode Untuk Mengatasi Stres Kerja 1.

Penyebab Individual 3. Kerangka Konsep Variabel Bebas Variabel Terikat Terapi Musik Stres Kerja Pada Perawat Variabel Pengganggu Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja 1. Penyebab Organisasi 2.28 C. Pendekatan Farmakologis 2. Pendekatan Perilaku 3. Penyebab Lingkungan. Metode Untuk Mengatasi Stres Kerja 1. Pendekatan Kognitif 4.2 Kerangka Konsep : tidak diteliti : diteliti D. Hipotesa Penelitian Hipotesa dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi musik terhadap stres kerja pada perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen . Meditasi dan Hipnosis 4. Gambar 2.

Pada rancangan penelitian ini. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) yang merupakan suatu penelitian dengan menggunakan dua kelompok perlakuan subjek.29 BAB III METODE PENELITIAN A. 29 . B. Adapun populasi target yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen sejumlah 30 orang. Menggunakan pendekatan non randomized pretest and posttest with control group design. 2008). subjek dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang semuanya akan dilakukan pengukuran sebelum dan setelah dilakukan prosedur (Dahlan. Populasi Penelitian Populasi adalah sekelompok subjek dengan karakteristik tertentu (Notoatmodjo. C. 2010). dengan pengukuran menggunakan dilakukan sebelum dan setelah kelompok control. Populasi dan Sampel 1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen pada bulan Mei 2014.

Menurut Al Ummah (2009) ukuran sampel minimal dalam penelitian adalah 30 sampel. Kriteria Inklusi Merupakan kriteria dimana subjek penelitian mewakili sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel (Nursalam. Penelitian ini mengambil 30 tenaga perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) yang diambil secara total sampling. . Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto. 2006). 2) Bersedia menjadi responden 3) Perawat tidak menggunakan obat-obatan penenang 4) Tidak sedang menjalani meditasi hipnosis. Kriteria sampel yang ada dalam penelitian ini adalah kriteria inklusi dan eksklusi. a. 2008). Tenaga perawat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan (diberikan terapi musik) dan kelompok kontrol (tidak diberikan terapi musik) dengan perbandingan 1:1 sehingga kelompok perlakukan sejumlah 15 perawat dan kelompok kontrol sejumlah 15 perawat.30 2. Pada penelitian ini yang menjadi kriteria inklusi adalah : 1) Perawat di di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Kebumen. Kelompok perlakuan merupakan perawat dengan daftar sift nomer ganjil dan kelompok kontrol merupakan perawat dengan daftar sift nomer genap.

Hasil Ukur Dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu : 0. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau dianggap menentukan variabel terikat (Saryono. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah : perawat mengalami sakit fisik/mental.31 b. D. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah stres kerja pada perawat. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi (Saryono. E. 2008). Variabel Penelitian 1. Kelompok kontrol 1. 2008). Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Kebumen. Kelompok perlakuan Skala Nominal . Variabel bebas dalam penelitian ini adalah terapi musik. 2008). Definisi Operasional No Variabel 1 Terapi musik Definisi Operasional Alat Ukur Musik yang diperdengarkan pada perawat setelah menjalani pekerjaannya menggunakan Menggunakan handphone dan headset sesuai dengan musik yang disukai selama 10-20 menit Menggunakan handphone dan headset yang berisi beberapa jenis musik. Kriteria Eksklusi Merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian (Nursalam. 2.

Langkah . b. 2011). Jenis dan Cara Pengumpulan Data 1. 2011). 13-16 (berat) 5. 10-12 (sedang) 4. Jenis Data a. F. Data sekunder pada penelitian ini didapat dengan studi dokumen jumlah perawat di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Kebumen. Data Primer Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden (Sugiyono. 0-7 (normal) 2. Diperoleh nilai minimal 0 dan nilai maksimal 63 Nilai kemudian dikategorikan: 1.32 No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala 2 Suatu reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan.langkah Pengumpulan Data Peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner yang langsung diisi kepada responden. perubahan dan ketegangan emosi pada perawat yang diukur menggunakan Depression Anxiety Stres Scale 21 (DASS 21) 10 menit setelah menyelesaikan pekerjaan Menggunakan kuesioner sebanyak 21 soal dengan pengukuran linkert. Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain dan data sudah ada (Sugiyono. 2. skor untuk tiap jawaban 0-3 berdasarkan Depression Anxiety Stres Scale 21 (DASS 21). Data primer pada penelitian ini adalah data stress kerja perawat. 8-9 (ringan) 3. >16 (Sangat berat) Ordinal Stres kerja pada perawat. Peneliti dengan dibantu oleh asisten peneliti yang sebelumnya telah diberikan penjelasan tentang .

Pengukuran pre test stres kerja pada perawat pada kedua kelompok f. Langkah-langkah pengumpulan data yang digunakan yaitu: a. Responden 2) Insial Nama perawat e. Prosedur Terapi musik 1) Memposisikan perawat untuk duduk rileks. Bila responden tidak bersedia. peneliti kemudian bekerja sama dengan perawat ruangan dalam pengumpulan data. d. c. maka responden punya hak untuk menolak ataupun mengundurkan diri karena suatu hal tanpa sanksi apapun. menunjukkan serta mensosialisasikan kriteria sampel penelitian. 3) Menganjurkan perawat memilih musik yang disukai. 4) Menganjurkan perawat untuk disukainya selama 10-20 menit. b. 2) Memberikan handphone dan headset yang berisi beberapa jenis musik. Pengisian lembar observasi penelitian ini dilakukan secara manual yang terdiri dari : 1) No. Setelah mendapat izin dari pihak RSUD Kebumen.33 cara pengisian kuesioner. Bila responden bersedia dan menandatangani Informed Consent yang telah disediakan oleh peneliti. mendengarkan musik yang . Jaminan kerahasiaan menjadi salah satu informasi yang disampaikan kepada responden. Peneliti menginformasikan.

analisa data merupakan kegiatan untuk menganalisis data-data yang diperoleh dari hasil penelitian dengan teknikteknik tertentu. Pengukuran stress kerja dilakukan setelah dilakukan perlakuan terapi musik pada kedua kelompok. 1.x 100% N Keterangan: P = angka pesentase f = frekuensi N = banyaknya responden (Sugiyono.34 g. Data kualitatif dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Analisis Univariat (Analisis Deskriptif) Analisis univariat (deskriptif) digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan masing-masing variabel yang diteliti. Teknik Analisa Data Menurut Notoatmodjo (2010). berupa distribusi frekwensi atau grafik. G. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: f P= -------. Khusus untuk analisis kuantitatif. dapat dilakukan secara manual atau menggunakan program komputer. sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Kegiatan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. . 2011). Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis univariate (analisis deskriptif) dan analisis bevariate (analisis uji hipotesis).

maka Ho ditolak.35 2. Jika subyek bersedia menjadi responden. 2006). maka harus menandatangani lembar persetujuan . H. H. 2009). Untuk mengetahui efektifitas terapi musik terhadap stres kerja pada perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Kebumen menggunakan t-test independent dengan rumus sebagai berikut: Rumus untuk t test independent adalah Dimana nilai s diperoleh dari rumus : Selanjutnya hasil t hitung dibandingkan dengan t tabel. tabel t yang digunakan dengan derajat bebas (df=db=dk)=n-1. Etika Penelitian Etika dalam penelitian keperawatan meliputi : 1. Analisis Bivariat (Uji Hipotesis) Analisa bivariat adalah analisis yang menghubungkan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat (Arikunto. apabila t hitung > t tabel. menerima Ha (Riwidikdo. Inform Consent Tujuannya agar responden mengikuti maksud dan tujuan penelitian serta dampak yang diteliti selama pengumpulan data.

yang telah . Anomity Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden. Jika subjek menolak menjadi responden maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati haknya. 3.36 menjadi responden. 2. semua informasi dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. Lembar tersebut hanya diberi kode tertentu. Confidentiality Peneliti menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. peneliti tidak akan memberi nama responden kepada lembar pengumpulan data (kuisioner yang diisi oleh responden).