Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM SUMBERDAYA AIR TANAH ( TA 4211)

PENGARUH UKURAN DAN SORTING BUTIR TERHADAP


POROSITAS

Disusun oleh :
Gagah Arofat 12113045

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FASKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN
PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015/2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Penambangan adalah proses pengambil material yang dapat diektraksi dari dalam bumi.
Material tersebut berupa betuan yang terdapat kadungan mineral berharga. Batuan merupakan
material yang berada dalam kerak bumi yang tersusun dari mineral mineral. Batuan tersebut
sangat menentukan dalam proses penambangan dan produksi bahan tambang, maka
diperlukannya pengetahuan tentang karakteristik suatu batuan, salah satunya porositas.
Porositas adalah perbandingan antara volume ruang yang terdapat dalam batuan berupa
pori pori terhadap volume batuan secara keseluruhan. Nilai Porositas ini dapat mempengaruhi
besarnya kohesi dalam batuan, dimana pada akhirnya berpengaruh pada faktor keamanan suatu
desain tambangan.
1.2 Tujuan
1.2.1 Menghitung nilai porositas kelereng besar , kecil, pasir dan lempung
1.2.2 Menghitung nilai spesific yield da spesific retention
1.2.3 Menentukan pengaruh ukuran butiran dan sorting terhadap nilai porositas .

1.3 Alat dan bahan

1. Kotak mika

2. Kelereng ( besar dan kecil)

3. Clay

4. sand

5. Gelas Ukur

6. Jangka Sorong

7. Corong

1.4 Langkah kerja


1.4.1.Pengukuran Dimensi
1.4.1.1 Mengukur diameter 5 kelereng besar dan 5 kelereng kecil menggunakan jangka sorong
kemudian menghitung rata-rata diameter kelereng besar dan kecil.
1.4.1.2 Mengukur volume dalam kotak mika menggunakan jangka sorong.

1.4.2. Pengambilan data kelereng


1.4.2.1 Memasukan kelereng kecil secara teratur ke kotak mika sampai penuh.
1.4.2.2 Mengisi air pada kotak berisi kelereng tersebut sampai penuh.
1.4.2.3 Menuangkan air dalam kotak tersebut pada gelas ukur (dengan corong) kemudian
mencatat volumenya.
1.4.2.4 Mengulangi prosedur 1.4.2.1-1.4.2.3 menggunakan kelereng besar

1.4.2.5 Memasukan kelereng kecil secara tidak teratur ke kotak mika sampai penuh lalu ulangi
prosedur 1.4.2.2-1.4.2.3
1.4.2.6 Mengulangi prosedur 1.4.2.5 dengan menganti kelereng kecil dengan kelereng besar
1.4.2.7 Mengulangi prosedur 1.4.2.5 dengan memasukan kelereng kecil dan besar

1.4.3. Pengambilan data pasir dan lempung


1.4.3.1 Memasukan lempung dalam kotak mika sampai penuh.
1.4.3.2 Mengisi air dalam kotak mika sampai penuh.
1.4.3.3 Menuangkan air dalam kotak tersebut pada gelas ukur (dengan corong) kemudian
mencatat volume dengan gelas ukur.
1.4.3.4 Mengulangi prosedur 1.4.3.1-1.4.3.3 dengan menganti pasir dengan lempung.

BAB II
DASAR TEORI

Nilai Porositas suatu batuan dapan ditentukan dengan persaman sebagai berikut :

Keterangan =

= Porositas %

Vm

= Volume matriks m3

Vp

= Volume porositas m3

Lapisan lapisan geologi ait tanah dapat dibagi menjadi 4 , diantaranya :


1. Aquifer adalah formasi geologi yang dapat mengandung dan melepas air dalam jumlah
yang cukup.
2. Akuiklude adalah formasi geologi yang dapat meyimpan air tetapi tidak dapat melepas
air dalam jumlah yang cukup.
3. Akuitar adalah formasi geologi yang dapat meyimpan air tetapi tidak dapat melepas air
dalam jumlah yang sedikit.
4. Aquifuge adalah formasi geologi yang tidak dapat meyimpan air dan melepas air.

Klasifikasi besar butir menggunakan skala Wentworth

Sortasi dan derajan pemilahan

Karakteristik infiltrasi suatua air ada dua,yaitu :


1.Spesific yield adalah air yang bisa keluar dari dalam batuan setelah infiltrasi.
2.Spesific retention adalah air yang tertampung dalam massa batuan.

BAB III
DATA DAN PENGOLAHAN

3.1 Data

Volume kotak mika = 10,128 cm x 10,1 cm x 9,94 cm


= 1016, 790432 cm3

Volume pori pada kotak mika yang berisi kelereng

Volume air yang keluar dan tertahan pada kotak mika yang berisi material

3.2 Pengolahan
Menghitung nialai porositas dengan persaman

Hasil perhitungan porositas kelereng

Grafik porositas kelereng

Hasil perhitugan porositas material

Grafik porositas material

Perhitungan speifik yiel dan spesific retention


= Sy + Sr
Keterangan : Sy = spesific yield
Sr = spesific retention
Hasil perhitungan speifik yiel dan spesific retention

Urutan nilai porositas pada kelereng dari kecil besar


1.
2.
3.
4.
5.

Kelereng kecil dan besar


Kelereng kecil tidak teratur
Kelereng besar tidak teratur
Kelereng besar teratur
Kelereng kecil tertur

Urutan nilai porositas pada material dari kecil besar


1.Lempung
2. Pasir

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Jadi pada percobaan pengaruh ukuran dan sorting pada porositas yang dilakukan pada
tanggal Selasa, 9 Februari 2016 jam 16.00-18.00 WIB di Laboratorium Hidrogeologi dan
Geomekanika Teknik Pertambangan ITB diperoleh :

Pada percobaan ini terdapat kesalahan saat melakukan penghancuran material lempung
yang kurang seragam dikarenakan kerasnya material. Kurangnya kehati hatian dalam proses
penuangan air dari dalam gelas ukur sehingga air tumpah dari kotak mika, juga kurang rapatnya
penutupan kotak mika sehingga terjadi kebocoran.Pengaruh suhu dan kelembaban ruang
praktikum yang mempengaruhi infiltrasi pada material lempung yang diisi air.
Jadi dapat disimpulkan dari percobaan ini besar ukuran dan sortasi butir mempengaruhi
nilai porositas suatu batuan dimana batuan yang memiliki ukuran butir yang besar memiliki
porositas yang besar dibanding batuan yang memiliki ukuran butir yang kecil. Sedangkan
batuan yang disusun secara teratur memiliki porositas yang lebih besar dibanding yang tidak
teratur karena butiran batuan tersebut saling mengisi celah celah yanga kosong.
3.2 Saran
3.2.1 Menggunakan kelereng yang memiliki ukuran yang relatif sama pada percobaan kelereng
besar dan kecil
3.2.2 Menghaluskan lempung sampai halus dan ukurannya sama
3.2.3 Berhati-hati saat menuangkan air dalam kotak mika jangan sampai tumpah.
3.2.4 Mengambil dokumentasi dan mencatat data dalam setiap percobaan.
3.2.5 Menutup kotak mika dengan rapat agar air tidak keluar melalui bagian yang bocor.

Daftar Pustaka

Notosiswoyo, Sudarto dan Iskandar, Irwan.2015.MODUL PRAKTIKUM TA-3213


SUMBER DAYA AIRTANAH.Bandung : Program Studi Teknik Pertambangan,FTTM ITB.
Fetter, CW Applied Hydrogeology, Prentice Hall, 1994
http://toba-geoscience.blogspot.co.id/2014/03/sedimentologi-pengantar-sedimen.html
Diakses pada tanggal 9 Februari 2016, pukul 20.43 WIB
http://candrakurniawankasim.blogspot.co.id/2014/03/berbagi-pengetahuan-strukturdan.html Diakses pada tanggal 9 Februari 2015, pukul 21.03 WIB
http://archive.kaskus.co.id/thread/8828402/0/dasar-dasar-petrofisika
tanggal 9 Februari 2016, pukul 21.22 WIB

Diakses

pada

Lampiran