Anda di halaman 1dari 2

PEMANFAATAN POTENSI GRANIT DI KABUPATEN ACEH SELATAN

SEBAGAI USAHA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT
Granit termasuk ke dalam kelompok batuan beku dengan asosisasi kuarsa dan
alkali feldspar dengan sedikit campuran biotit dan hornblende. Sifat fisik granit
berupa tekstur yang fanerik yang mengidentifikasi bahwa batuan tersebut
terbentuk di dalam permukaan bumi atau disebut batuan intrusif yang terbentuk
dari hasil kristalisasi di bawah permukaan bumi ( winter,2001).
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sidikalang ( Aldiss, DT. Dkk,1983 ) dan Lembar
Tapaktuan
( Cameron, N.R..dkk., 1982 ) tersebut batuan tertua yang
terdapat Formasi Kluet (Puk), Formasi Gunung api Tapaktuan ( Mult / Muvt ) dan
formasi Kampleks Gneis Meukek (Migm). Dari hasil kegiatan inventarisasi dan
penyelidikan ini telah diidentifikasikan sebanyak sembilan jenis bahan galian
yang termasuk kelompok mineral non logam. Bahan galian tersebut yakni pasir
kuarsa, granit, sirtu, basal, batugamping, kuarsit, lempung, diorit, dan andesit.
Daerah keterdapatan granit di kabupaten Aceh Selatan yaitu di desa Lhok Pawoh
kecamatan Sawang dengan sumber daya hipotetik 125.000.000 ton. Desa
Kutablang kecamatan Samadua dengan sumber daya hipotetik 25.000.000 ton.
Desa Sawang Bunga dan Lubuk Layu kecamatan Samadua dengan sumber daya
hipotetik 105.000.000 ton. Desa Ujung Karang kecamatan Sawang dengan
sumber daya hipotetik 100.000.000 ton.
Batu granit merupakan salah satu bahan bangunan yang sering digunakan. Batu
alam ini telah digunakan selama ribuan tahun untuk aplikasi interior maupun
eksterior. Batu granit digunakan dalam konstruksi gedung-gedung, jembatan,
paving, monumen dan masih banyak proyek eksterior lainnya. Batu granit juga
dapat digunakan sebagai ubin, lantai keramik, tapak tangga dan masih banyak
lagi desain lainnya. Granit adalah bahan prestise yang digunakan dalam proyekproyek yang menghasilkan penampilan yang terlihat elegan dan berkualitas
tinggi. Granit adalah batu yang paling sering digali sebagai " batu dimensi "
( bahan batu alam yang telah dipotong menjadi balok atau lembaran tebal
panjang tertentu ). Granit tahan terhadap abrasi dan cukup kuat. Karakteristik ini
membuatnya menjadi batu dimensi yang sangat diinginkan dan berguna. Granit
telah digunakan selama ribuan tahun di kedua aspek interior dan eksterior.
Granit dipoles digunakan di gedung-gedung , jembatan , paving , monumen dan
banyak proyek eksterior lainnya
Granit juga digunakan sebagai agregat, bentuk ini digunakan sebagai bahan
dasar di lokasi konstruksi , sebagai agregat dalam pembangunan jalan , rel
kereta api ballast. Dalam bidang industri dan rekayasa, granit banyak dipakai
sebagai bidang acuan dalam berbagai pengukuran dan alat pengukur. Hal ini
dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis dan memiliki
koefisien ekspansi termal yang sangat rendah.
Dengan total cadangan hipotetik 355.000.000 pada 4 lokasi sebaran granit di
kabupaten Aceh Selatan jika di dimanfaatkan dan di tingkatkan nilai jualnya akan
menjadi salah satu usaha yang bisa di jalankan oleh masyarakat dengan Izin

.Pertambangan Rakyat ( IPR ) yang di awasi oleh pemeritah kabupaten dengan wilayah dan investasi yang telah di tentukan. yang kemudian menjadi suatu usaha peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Kelebihan dari penambangan batu granit sendiri tidak memerlukan peralatan mekanis dengan spesifikasi yang tinggi sehingga dapat di jalankan secara professional oleh masyarakat. sesuai dengan ketentuan Undang – Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.