Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
Vertigo merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam praktek yang sering digambarkan
dengan rasa berputar, rasa oleng, tak stabil (giddines, unsteadyness) atau rasa pusing (dizzines).(1)
Vertigo berasal dari kata latin Vetere yang berarti memutar. Vertigo didalam kamus bahasa
diterjemahkan dengan pusing. Diantara keluhan keluhan penderita yang dikemukakan kepada dokter,
pusing yang merupakan keluhan yang umum setelah nyeri kepala dan batuk. Penulis lain menunjukkan
15 % diantara penderita yang dikonsultasikan ke ahli saraf atau ahli THT, mengemukakan keluhan
vertigo.(2)
Vertigo adalah perasaan berputar-putar. Dalam bahasa indonesia istilah pusing sangat
membingungkan, sebab terlalu luas pemakaiannya, ada istilah daerah yang lebih tepat. Misalnya pusing
tujuh keliling, oyong dan ileur dapat dipakai sebagai pengganti vertigo. Istilah pusing yang tidak
berputar dipakai kata pening, sedangkan untuk vertigo (pening berputar) dapat dipakai kata pusing. (3)

BAB II
LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama

: Fitriani

Agama

Umur

: 28 Tahun

Status perkawinan

: menikah Menikah

Jenis kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: IRT

1

: Islam

Alamat

: tualang Cut

Masuk rumah sakit

: 17 Juni 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Pusin gberputar
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke RSUD Langsa melalui IGD dengan keluhan kepala pusing, pusing dirasakan
seperti berputar-putar, keluhan dirasakan sudah + 3 hari sebelum amsuk rumah sakit. Dan keluhan
dirasakan memberat ketika pasien bangun pagi dan juga pada saat pasien duduk. Pasien juga
mengeluhkan 2 hari tidak bisa bangun dan juga berkativitas karena pusiing yang berputar-putar, pasien
juga merasakan mual (+), muntah (+), muntah terjadi ketika pasien mengalami sakit kepala, demam (-),
BAK dalam batas normal, BAB dalam batas normal.
Riwayat Penyakit Dahulu
-

Riwayat hipertensi ( + )

Riwayat Penyakit Keluarga
-

Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal.

Riwayat Penggunaan Obatan
-

Os mengkonsumsi obaat yang diberikan bidan (os lupa nama obatnya)

ANAMNESIS SISTEM
Sistem serebrospinal

: Pusing Berputar

Sistem kardiovaskuler

: jantung terasa berdebar (+) hipertensi (+)

Sistem respirasi

: Sesak nafas (-), batuk (-)

Sistem gastrointestinal

: Nyeri ulu hati (-), mual (-), muntah (-)

Sistem muskuloskeletal

: Tidak ada

Sistem integumentun

: Tidak ada

Sistem urogenital

: Retensi urin (-), disuria (-), hematuria (-)
2

DIAGNOSA SEMENTARA Diagnosis klinis : Pusing berputar Diagnosis topis : sistem non vestibular Diagnosis etiologis : vertigo non vestibuler PEMERIKSAAN FISIK I. Status Generalis BB : 80 kg TB : 155 cm Pernafasan 27 x/menit Suhu 37.RESUME ANAMNESIS Pasien datang dengan keluhan nyeri kepala seperti berputar yang memberat pada saat bangun tidur pagi dan juga pada saat pasien duduk. pasien juga mengeluhkan mual dan muntah. : Nyeri tekan (-) : Sonor : Vesikuler (+/+) rhonki (+/+) Wheezing (+/+) : Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis teraba (+)di ICS V linea mid clavicularis sinistra Abdomen Hepar Lien / Splen II. Perkusi : Redup Auskultasi : BJ I > BJ II : Inspeksi : distensi (-) Palpasi : soepel (+). Pasien mempunya riwayat hipertensi.2 oC Keadaan umum : Baik Status gizi : Baik Paru-paru : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung : Inspeksi Palpasi Tekanan darah : Denyut nadi : kanan kiri kanan kiri 110/60 mmHg 110/60 mmHg 80 x/menit 80 x/menit : Simetris. Nyeri tekan (-) Perkusi : Tympani Auskultasi : Peristaltik (+) : Tidak terdapat perbesaran hepatomegali (-) : Tidak terdapat perbesaran splenomegali (-) Status Neurologis 55t 3Kesadaran kualitatif : ( compos mentis ) Kesadaran kuantitatif : GCS : ( E4V5E6 ) 3 .

) Valsava ( .III (Okulomotorius) kanan kiri Ptosis kanan ( .) Lhermitte (+) Nafziger ( .) “kiri” ( .I (Olfaktorius) : daya pembau “kanan” ( normal ) “kiri” (normal ) N.) ( .) 4 .II (Optikus) kanan Daya penglihatan Pengenalan warna penglihatan kiri (normal ) (normal) (normal ) (normal ) (normal) Medan (normal) N.Tingkah laku ( baik ) Perasaan hati ( cemas (baik) ) Orientasi : Tempat ( baik ) Waktu ( baik ) Orang ( baik ) Sekitar ( baik ) Jalan pikiran ( bagus ) Kecerdasan ( baik ) Daya ingat kejadian “baru” ( baik ) “lama” ( baik ) Kemampuan bicara : ( baik ) Sikap tubuh ( normal ) Cara berjalan ( dalam batas normal ) Gerakan abnormal ( tremor (-) ) Kepala : Bentuk ( normochepali ) Ukuran ( dalam batas normal ) Pulsasi ( + ) Nyeri tekan ( .) Bising ( .) Bentuk vertebra (normal) Nyeri tekan vertebra ( + ) pulsasi ( + ) Bising karotis “kanan” ( .) Leher : Gerakan ( bebas ) Kaku kuduk ( .) ( .) Bising subklavia “kanan” ( .) Brudzinski (tidak dilakukan) Saraf otak N.) kiri Refleks cahaya langsung (+) (+) Gerak “medial” ( + ) ( + ) Refleks cahaya tak langsung (+) (+ ) Mata “atas” ( +) Refleks akomodatif (+) (+ ) Ke ( + ) “bawah” ( + ) ( + ) Ukuran pupil (3mm) (3mm ) Strabismus divergen (.IV (Troklearis) kanan kiri Gerak mata ke medial bawah ( + ) ( +) Strabismus konvergen ( .) (.) Bentuk pupil (bulat) Diplopia ( -) (-) (bulat) N.) “kiri” ( .

) (-) Muka “tengah” ( + ) (+ ) Refleks zigomatikus ( .) kanan kiri Refleks kornea (+) ( tidak dilakukan ) (+) (+) Refleks bersin (+) (+ ) Refleks maseter (+) Membuka mulut (.VIII (Akustikus) Mendengar suara berbisik kanan ( + ) kiri (+) kanan Tes Rinne 5 kiri (tdk dilakukan) Sensibilitas “atas” .) Diplopia ( .VI (Abdusen) Gerak mata ke lateral ( + ) ( + ) Strabismus konvergen ( .V (Trigeminus) Mengigit ( .) ( .) (-) “bawah” ( + ) (+ ) Trismus ( .) (-) kanan kiri N.VII (Fasialis) kanan kiri kanan Kerutan kulit dahi (+) (+) Kedipan mata (+) (+) Lakrimasi Lipatan naso-labial ( + ) ( +) Daya kecap lidah Sudut mulut (+) (+ ) 2/3 depan Mengerutkan dahi (+) (+) Refleks visuopapebra (+ ) (+) Mengerutkan alis (+) (+) Refleks glabella (-) (-) Menutup mata (+) (+) Refleks aurikulopalpebral (+ ) Meringis (-) (-) Tanda Myerson Mengembungkan pipi (+ ) Bersiul ( +) Tik fasialis kiri (-) (-) (-) (-) (tdk dilakukan) (-) Tanda Chovstek (+ ) (-) (-) (-) (+) N.Diplopia N.) kanan kiri (+) (+ ) ( .) N.) ( .

) Trofi otot dada ( .) Daya kecap lidah 1/3 belakang (tdk dilakukan) Refleks muntah ( + ) ( + ) kanan kiri Arkus faring ( + ) ( + ) Bersuara ( + ) Nadi (+ ) ( + ) Menelan ( + ) kanan kiri N.XII (Hipoglosus) ( + ) kanan (+ ) kiri Mengangkat bahu ( + ) (simetris) (simetris) Trofi otot bahu kanan kiri (-) kanan Sikap lidah (baik) (baik) Kekuatan lidah Artikulasi (baik) (baik) Trofi otot lidah Tremor lidah ( .) (.XI (Aksesorius) Memalingkan kepala Sikap bahu N.) (-) Badan Trofi otot punggung ( .) Tersedak ( .Mendengar detik arloji ( + ) (+) Tes Weber (tdk dilakukan) Tes Schwabach (tdk dilakukan) N.X (Vagus) N.IX (Glosofaringeus) Arkus faring kanan kiri ( + ) ( + ) Sengau ( .) Nyeri membungkukkan badan ( + ) Palpasi dinding perut nyeri tekan ( - ) Kolumna vertebralis: bentuk ( normal ) gerakan ( normal ) nyeri tekan ( + ) Refleks dinding perut: kanan ( normal) kiri ( normal ) Refleks kremaster (-) Alat kelamin ( tidak dilakukan ) 6 .) Fasikulasi lidah Menjulurkan lidah ( + ) ( + ) (+) (+) kiri (+) ( eutrofi ) (.

) (-) palpasi: edema ( .) ( .) (.) ( .) Kontraktur (.) ( .) Lengan atas kanan Lengan bawah kiri kanan kiri Tangan kanan kiri Gerakan (Bebas) (bebas) (bebas) (bebas) (Bebas) (bebas) Kekuatan (5) (5) (5) (5 ) (5) (5 ) Tonus (+) (+) (+) (+) (+) (+) Trofi (-) (-) (-) (-) (-) (-) (+) (+) (+) ( + ) ( +) ( + ) ( + ) Sensibilitas: Nyeri (+) Termis ( tidak dilakukan ) Taktil (+) Diskriminasi Posisi (+) ( + ) ( + ) ( tidak dilakukan ) ( + ) Vibrasi (+) ( +) (+) (+) (+) ( tidak dilakukan ) Biseps kanan Refleks fisiologis ( + ) Triseps kiri (+) kanan (+) Radius kiri kanan (+) (+) kiri (+) ( .) ( .) Anggota Gerak Bawah Kanan kiri kanan kiri Inspeksi : drop foot ( .) ) kanan (+) Perluasan refleks Refleks patologis: kanan ( - Ulna kiri (+) (-) (-) (.) ( .) Refleks silang ( .Anggota Gerak Atas kanan kiri Inspeksi : drop hand (.) kontraktur warna kulit kanan ( .) ( .) (-) ( .) ( .) ( .) ( .) ( .) claw hand kiri (-) ( ) pitcher’s hand (-) ( coklat ) ( coklat) palpasi: (sebut kelainannya) ( .) (-) kiri ( .) ( .) ( .) Warna kulit (coklat) (coklat) 7 .

) kanan ( kanan ( +) - ( .) Rossolimo ( .) ( .) ( .) ( .) ( .) ( .) Mendel ( .) (.) Refleks patologis: kiri (+) ( .) Bing ( .) Gordon ( .) Oppenheim ( .Tungkai atas kanan Tungkai bawah kiri kanan kiri Kaki kanan kiri Gerakan (B) ( B) ( B) ( B) ( B) (B) Kekuatan (5) (5) ( 5) (5) ( 5) (5) (dbn) (dbn) (dbn) (dbn) (-) (-) (-) ( + ) ( +) ( + ) ( + ) ( + ) (+ ) ( + ) ( + ) Tonus (dbn) Trofi (-) (-) (dbn) (-) Sensibilitas: Nyeri ( + ) ( + ) Termis ( tidak dilakukan ) Taktil ( + ) Diskriminasi ( tidak dilakukan ) Posisi ( + ) Vibrasi ( tidak dilakukan ) ( + ) ( +) (+ ) ( + ) ( + ) Patella kanan Archilles kiri kanan Refleks fisiologis (+) (+) (+) Perluasan refleks ( .) ( .) ( .) Chaddock ( + ) ( .) kanan Brudzinski II 8 kiri (tidak dilakukan) .) ( .) Gonda ( .) ( .) Refleks silang ( .) ( .) Bechterew Laseque kanan kiri ( + ) ( .) Schaeffer ( .) ( .) ) kiri kiri kanan ( - ) kiri Babinsky ( .

) ) ereksi ( tidak dilakukan ) .) Edelman ( tidak dilakukan) Kontra Patrick ( .7 o C 9 ) poliuria ( .) Koordinasi.) Kernig ( tidak dilakukan) Gaenslen ( tidak dilakukan ) Klonus paha ( .) Homan ( tidak dilakukan ) Klonus kaki ( . langkah.) retensi alvi ( - RESUME PEMERIKSAAN Dari pemeriksaan didapatkan : - Nyeri tekan pada belakang kepala (+) Reflek laseque (+) pada kaki kanan Reflek schaffer (+) pada kaki kanan Pandangan mata kabur Nyeri pada bagian pinggang Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos mentis GCS : E4 V5 M 6 Tanda vital : TD : 110/80 mmhg HR : 82 x/i RR : 27 x/i T : 36. dan keseimbangan Cara berjalan (dalam batas normal) Tes Romberg ( + ) Ataksia ( .) ( .) ( .) anuria ( - Defekasi: inkontinensia alvi ( .) Disdiadokokinesis (dalam batas normal ) Reboud Phenomen ( tidak dilakukan) Nistagmus ( - ) Dismetri: tes telunjuk hidung (dalam batas normal ) tes hidung-telunjuk-hidung (dalam batas normal ) Tes telunjuk-telunjuk (dalam batas normal) Gerakan abnormal: tremor ( - ) khorea ( - ) balismus ( - ) atetose ( - ) Fungsi Vegetatif Miksi: inkontinensia urin ( - ) retensi urin ( .O’Connel ( .) Guillan ( tidak dilakukan) Patrick ( .) ( .) ( .) ( .

1 Flunarizin 1 .9% 10 gtt/i Domperidon 3 x 1 B.0 – 0 PROGNOSIS Death : Dubia at bonam Disease : Dubia at bonam Disability : Dubia at bonam Discomfort : Dubia at bonam Dissatisfaction: Dubia at bonam Destitution : Dubia at bonam 10 .DIAGNOSA AKHIR Diagnosis Klinis : pusing berputar Diagnosa Topis : sistem non vestibuler Diagnosa etiologis : vertigo non vestibuler PENATALAKSANAAN - IVFD NaCl 0.0 . Complex 2 x 2mg Kloniton 0 .

Divisi koklearis dan vestibularis ini berjalan bersama dalam tulang petrosus menuju ke meatus auditorius internus. terdiri atas labirin membran yang berisi endolimfe dan labirin tulang yang berisi perilimfe. Otolith terbagi atas sepasang kantong yang disebut sakulus dan utrikulus. nervus vestibularis dan vestibularis sentral. mengaktifkan silia dan transmisi potensial aksi ke divisi vestibuler nervus kranialis VIII.(2) Neuron orde I dari nervus vestibullaris merelai informasi dari utrikulus.1 ANATOMI & FISIOLOGI KESEIMBANGAN Terdapat tiga sistem yang mengelola keseimbangan tubuh yaitu : sistem vestibular. melalui badan sel bipolar yang terletak dalam ganglion vestibularis (ganglion scarpa). sistem proprioseptif. Gerakan inersia endolimfe dalam kanalis semisirkularisselama percepatan rotasional akan memindah kupula. dimana kedua cairan ini mempunyai komposisi kimia berbeda dan tidak saling berhubungan. Makula terdiri dari sel sel rambut dan sel penyokong. Sistem vestibular meliputi labirin (aparatus vestibularis). Labirin terletak dalam pars petrosa os temporalis dan dibagi atas koklea (alat pendengaran) dan aparatus vestibularis (alat keseumbangan). menembus sub runsg subarakhnoid di sudut serebello 11 . Sakulus dan utrikulus masing masing mempunyai suatu penebalan atau makula sebagai mekanoreseptor khusus. dan sistem optik. Ketiga duktus semisirkularis terletak saling tegak lurus.BAB III TINJAUAN PUSTAKA 2. Labirin yang merupakan seri saluran. Hal ini akan mengubah silia dan meningkatkan atau menurunkan frekuensi potensial aksidivisi vestibularis nervus VIII. Kanalis semisirkularis adalah saluran labirin selaput berisi endolimfe. Percepatan linear menghasilkan pemindaha otolit dalam utrikulus dan sakulus.(2) Sistem vestibularis memberi respon terhadap percepatan rotasional dan linear (termasuk grafitasi) serta input visual proprioseptif dalam menjaga keseimbangan dan orientasi tubuh di ruangan.(2) Aparatus vestibularis terdiri atas satu pasang organ otolith dan tiga pasang kanalis semi sirkularis. sakulus dan kanalis semisirkularis ke nukleus vestibularis.

(2) Nukleus vestibularis tersusu atas (2) . integrasi / koordinasi dan persepsi. Tahap Transduksi Rangsang gerakan (mekanis. n optius.(2) Beberapa serabut nervus vestibularis membawa inpuls secara langsung tanpa sinap lewat traktus juxtarestiformis menuju lobus flokulonodularis serebelum (arkhi-serebellum).Nukleus vestibularis superior (Bechterew) . Implus dari nukleus superior dan medial secara tak langsung menuju serebellum melalui serabut vestibulo serebelaris. Ke empat nukleus vestibularis. yang penting dalam mengatur gerakan mata.Nukleus vestibularis lateral (Deiter) . Tahap transmisi Implus saraf yang dikirim oleh reseptor disalurkan oleh saraf aferennya menuju ke pusat-pusat keseimbangan di otak. yaitu (2) 1. komparasi. Beberapa serabut berlanjut melewati nukleus intertisial cajal dan darkchewitsch di mesencephalon untuk berjalan asenden menuju kel thalamus (reggio ventral posterior) dan korteks serebri.Nukleus vestibularis inferior (Roller) Serabut-serabut nervus vestibularis telah terbagi sebelum berakhir dalam kelompok sel nukleus vestibularis dimana akan menjadi neuron orde II. sebagian besar dari nukleus superior dan media mengirim serabutnya melalui fasikulus longitudinalis medialis. Saraf aferen tersebut adalah : n vestibularis. proprioseptif) yang ditangkap oleh reseptor tubuh diubah menjadi implus saraf (bioelektrokimia) yang selanjutnya diteruskan oleh saraf aferen. cahaya.(2) Neurofisiologi alat keseimbangan tubuh dipisahkan atas tiga tahap.XI dan nervi spinalis serfikal atas. masuk dan saling memisahkan diri pontomedullary juntion menuju nukleus vestibularis dekat dengan lantai ventrikel IV. Jalur ini menghubungkan nukleus vestibularis dengan nukleus III. n spinovestibuloserebellaris.pontin. Dari nukleus lateral turun sebagai traktus vestibulospinalis yang penting dalam mengatur tonus oto dan postur. Tahap modulasi Beberapa kelompok inti di otak berperan mengolah informasi yang disalurkan oleh saraf aferen untuk dilakukan proses modulasi.VI.IV. Kelompok inti yang 12 . numun jalur yang pasti sehingga sinyal dari vestibular sampai ke korteks belum diketahui. 2. 3. kepala dan leher dalam meresponstimulasi kanalis semisirkularis.Nukleus vestibularis medial (Schwalbe) .

atau dirinya yang bergerak). ada istilah daerah yang lebih tepat. formasio retikularis (termasuk inti locus coeruleus). Ini merupakan rasa bergerak (penderita merasa bahwa sekitarnya bergerak. Istilah kedokteran mencakup semua perasaan gangguan keseimbangan adalah vertigo. pusat akan memberikan informasi kepada organ pelaksana / efektor dalam bentuk rspon fisiologis. dan korteks serebri (termasuk limbik dan prefrontal). nistagmus (otot penggerak mata) dan gangguan keseimbangan.(5) II.(3) Gangguan keseimbangan dinyatakan sebagai pusing. baik yang datang dari sisi kiri terhadap kanan. yaitu menurut anatomi atau lokasi penyakitnya dan menurut gejala-gejalanya yang menonjol atau klinisnya.3 ETIOLOGI VERTIGO Vertigo hanya gejala yang dapat ditimbulkan oleh berbagai macam penyakit vertigo dapat berasal dari beberapa disiplin sehingga diusahakan membagi penyebabnya. okulomotorius. sebab terlalu luas pemakaiannya. mual. dan biasanya disertai oleh rasa tidak stabil dan kehilangan keseimbangan. maupun sebaliknya. visus dan reseptor proprioseptif tersebut diteruskan ke pusat keseimbangan di otak untuk dibandingkan. Berdasarkan anatomi penyebab vertigo dapat dibedakan atas 2 bentuk verigo. Dalam bahasa indonesia istilah pusing sangat membingungkan. pening rasa berputar-utar.(2) Apabila salah satu sisi atau sistem dari ketiga tahap tersebut diatas tidak bekerja sempurnaakan berakibat pada penyesuaian dengan muncunya respon yang tidak normal (patologik) berupa tanda kegawatan tanda kegawatan dalam bentuk vertigo (korteks serebri).2 DEFINISI VERTIGO Vertigo adalah perasaan berputar-putar.(6) 13 .(4) Vertigo merupakan keluhan yang sering dikemukakan oleh penderita dengan gangguan sistem vestibuler. muntah.terkait antara lain : inti vestibularis. Bila semuanya berfungsi normal informasi dari berbagai sumber itu adalah sesuai atau harmonis. serebelum (vestibulo serebelum). yang kemudian akan dijawab sebagai respon.(2) Informasi yang ditangkap vestibulum.(2) II. sempoyongan rasa seperti melayang atau merasakan badan atau dunia sekelilingnya berputar-putar dan jungkir balik. keringat dingin (otonom). hipotalamus (termasuk pusat mntah di batang otak).

misalnya. bukan oleh kelainan sistem vestibuler perifer. Nervus VIII : 3. dan diabetes mellitus. Migrain vestibular. (7) 14 .(7) 3. menunjukkan kecenderungan untuk perempuan. atherosclerosis. nervus VIII ata inti vestibularis ) :(6) 1.Vertigo non-sistematis. Sistem saraf pusat : Vertigo yang sistematis. Inti vestibulum ( batang otak ) : II. Proprioseptik 3. Usia SSP menyebabkan vertigo biasanya mempengaruhi kelompok populasi yang lebih tua karena faktor risiko yang terkait penyebab vaskular vertigo. Kelainan ini dapat terletak di :(6) 1. Jenis kelamin Pria dan wanita dipengaruhi secara berbeda oleh penyebab yang berbeda dari CNS vertigo. Ras Tidak ada predileksi rasial ada untuk SSP menyebabkan vertigo. Mata : 2. tumor serebelum mempengaruhi populasi bimodal dari anak-anak dan orang dewasa.4 EPIDEMIOLOGI 1. yaitu vertigo yang disebabkan oleh kelainan sistem vestibular ( yaitu labirin. yaitu vertigo yang disebabkan oleh kelainan sistem saraf pusat. Kelompok populasi yang lebih muda lebih sering terkena migren dan multiple sclerosis (MS). (7) 2. Telinga 2. seperti hipertensi. Tumor CPA biasanya mempengaruhi orang-orang di kelima dekade kedelapan hidup.

dan lokus coeruleus ke arah simpatis (pucat. Yang bisa mengarah pada dominasi saraf parasimpatis atau simpatis.II.  Neurohumoral (sinaps) Munculnya sindroma vertigo berasal dari pelepasan corticotropin releasing factor (CRF) dari hipotalamus akibat rangsang gerakan. dimana akan merangsang korteks limbik/ hipokampus (ansietas). fasikulus longitudinalis medialis).(3) 15 . sampai terjadi : perubahan sensitifitas (hiposensitif) reseptor (down regulation).6 KLASIFIKASI VERTIGO Berdasarkan lokasinya vertigo terbagi atas perier dan sentral yang secara umum dapat dibedakan dari riwayat penyakit. vertigo) atau parasimpatis (hipersalivasi. Vertigo sentral dihasilkan dari kelainan yang terjadi pada batang otak (nukleus vestibularis. maka siklus perubahan dominasi saraf simpatis dan parasimpatis akan timbul bergantian. Keadaan ini bisa akibat rangsangan berlebihan. CRF meningkatkan sekresi stress hormon. Bila berlangsung terus akan muncul suatu adaptasi (sensory rerrengement theory)  Ketidak seimbanga saraf otonomik Teori ini didasarkan atas kerja obat anti vertigo dimana gejala muncul akibat ketidakseimbangan saraf otonom akibat rangsang gerakan. lesi sistem vestibular sentral atau perifer. Beberapa teori dikemukakan oleh para pakar adalah sebagai berikut :(2)  Konflik sensoris Vertigo timbul bila ada ketidakharmonisan antara masukan sensoris dari kedua sisi dan atau dari ketiga janis reseptor alat keseimbangan tubuh. Vertigo perifer melibatkan baik bagian akhir vestibula (kanalis semisirkularis) atau neuron perifer termasuk nervus VIII pars vestibula. serebelum (lobus flokulonodularis atau traktus vestibuloserebellaris) dan korteks lobus temporalis. muntah).  Neural mismatch Gejala timbul akibat adanya ‘mismatch’ (ketidaksesuaian) antara pengalaman gerakan yang sudah disimpan di otak dengan gerakan yang sedang berlangsung. Rangsangan yang baru tersebut dirasakan asing atau tidak sesuai dengan harapan di otak dan merangsang kagiatan yang berlebihan di SSP.5 PATOFISIOLOGI VERTIGO Bagaimana bisa timbul reaksi tersebut belum ada kesepakatan. II. Bila sindroma tersebut berulang akibat rangsangan / latihan. serta penurunan terhadap influks kalsium.

uji Dix-Hallpike yang semula positif menjadi negatif. Setelah melakukan manuver Epley. letargi. Benign paroxysmal positioning vertigo (BPVV):(6) Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) merupakan jenis vertigo vestibular perifer yang paling sering ditemui. Debris berupa kristal kalsium karbonat itu dalam keadaan normal tidak ada. Meski dibilang aman.000 penduduk. Selain itu. Vertigo perifer Terdapat tiga jenis vertigo perifer yang sering dialami yaitu BPPV. menghilang dalam waktu kurang dari 1 menit. Manuver ini bertujuan untuk mengembalikan debris dari kanalis semisirkularis posterior ke vestibular labirin. Uji itu dapat membedakan lesi perifer atau sentral. Berbeda dengan lesi sentral. tetap saja ada keadaan tertentu yang menjadi kontraindikasi melaksanakan manuver ini yaitu stenosis karotid berat. kiri dan kembali ke tengah. periode laten tidak ditemukan. didapatkan vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik. Bahkan. unstable angina. Diduga debris itu menyebabkan perubahan tekanan endolimfe dan defleksi kupula sehingga timbul gejala vertigo. berkurang dan menghilang bila uji diulang beberapa kali (fatigue). Angka rekurensi ditemukan 15% dalam 1 tahun. vertigo dan nistagmus berlangsung lebih dari 1 menit. Obat tidak diberikan secara rutin pada BPPV. Salah satu cara yang sangat mudah dikerjakan untuk mendiagnosis BPPV adalah uji Dix-Hallpike.1. Tanpa obat bukan berarti tidak ada terapi untuk mengurangi gejala vertigo pada BPPV. Jarang ditemukan pada orang berusia dibawah 35 tahun yang tidak memiliki riwayat cedera kepala Dari namanya. atau menengadah ke atas. dalam hal ini positif BPPV. kira-kira 107 kasus per 100. dan gangguan leher seperti spondilosis servikal dengan mielopati atau reumatoid artritis berat. pasien disarankan untuk tetap tegak lurus selama 24 16 . Adalah manuver Epley yang disinyalir merupakan terapi yang aman dan efektif. dan perburukan keseimbangan. Mekanisme pasti terjadinya BPPV masih samar. dan bila diulang gejala tetap ada (non fatigue). membungkuk. vestibular neuritis dan penyakit menierre :(6) a. jelas bahwa vertigo ini diakibatkan perubahan posisi kepala seperti saat berguling di tempat tidur. Malah cenderung dihindari karena penggunaan obat vestibular suppresant yang berkepanjangan hingga lebih dari 2 minggu dapat mengganggu mekanisme adaptasi susunan saraf pusat terhadap abnormalitas vestibular perifer yang sudah terjadi. Angka keberhasilan manuver Epley dapat mencapai 100% bila dilatih secara berkesinambungan. efek samping yang timbul berupa ngantuk. dan lebih banyak pada perempuan serta usia tua (51-57 tahun). Tapi penyebabnya sudah diketahui pasti yaitu debris yang terdapat pada kanalis semisirkularis biasanya pada kanalis posterior. Pada lesi perifer. yaitu dengan menggerakkan kepala pasien dengan cepat ke kanan.

(1. tuli sensorineural terhadap frekuensi rendah.(1. nistagmus.2) . ketidakstabilan postur. prevalensinya sebesar 1 per 1000 penduduk. Muncul gejala tuli sensorineural terhadap frekuensi rendah. pembedahan dipertimbangkan. menyebabkan peregangan pada kompartemen endolimfatik. Penyakit menierre Serangan yang khas dengan rasa penuh ditelinga. disertai nistagmus spontan. dan sensasi rasa penuh di telinga. Gejala biasanya mencapai puncak dalam 24 jam. Bisa terjadi pada anak-anak namun paling sering antara usia 20-50 tahun. genetik (autosom dominan). hingga gangguan psikologis. membaik setelah beberapa hari-minggu. Dari kelainan anatomi. Di Inggris. Vestibular neuritis Vertigo rotasional yang berat dengan onset akut. 17 . pasien dapat merasakan sensasi di telinga yang berlangsung selama 20 menit hingga beberapa jam. Ada 3 tingkat derajat keparahan penyakit Meniere.(2) c. dan nausea tanpa diikuti disfungsi auditorik. dan mual selama beberapa menit – beberapa jam. Sebelum gejala vertigo menyerang. pasien sama sekali normal.Derajat I : gejala awal berupa vertigo yang disertai mual dan muntah. Sering terjadi pada usia 30-50 tahun. Laki-laki atau perempuan mempunyai risiko yang sama. penurunan daya pendengaran serta tinitus.jam untuk mencegah kemungkinan debris kembali lagi ke kanal semisirkularis posterior. Selain vertigo. metabolik.Derajat II : gangguan pendengaran semakin menjadi-jadi dan berfluktuasi. Pada penyakit ini terjadi gangguan filtrasi endolimfatik dan ekskresi pada telinga dalam. Penyakit menierre disebabkan oleh hidrops indolimfatik yang berakhir dengan degenerasi sel-sel rambut pada koklea dan neuro epitel di kanalis semi sirkularis. meski sulit untuk membuktikan. tetap terjadi perbaikan dengan adanya perbaikan otak. .6) b. Bila pasien tidak ada perbaikan dengan manuver Epley dan medikamentosa. biasanya pasien juga mengalami keluhan di telinga berupa tinitus. Gejala penyakit Meniere lebih berat daripada BPPV. sebelum muncul vertigo rotasional. Disertai keluhan ketidakstabilan postur. Penyakit ini lebih “memilih” orang kulit putih. Diantara serangan. vaskular. autoimun. Meski kerusakan berupa hilangnya fungsi vestibular unilateral permanen. Penyebabnya multifaktor. virus. Vestibular neuritis dianggap sebagai akibat virus. Gangguan vagal seperti pucat dan berkeringat dapat terjadi.

Kali ini mengenai kedua telinga sehingga pasien seolah mengalami tuli total. Keuntungan injeksi intratimpani daripada sistemik adalah mencegah efek toksik berupa toksisitas koklea. Infark arteri basilar atau vertebral. atau dirinya yang bergerak). dapat terjadi remisi sempurna. Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik. Namun.7 MANIFESTASI KLINIS Vertigo merupakan keluhan yang sering dikemukakan oleh penderita dengan gangguan sistem vestibuler. Vertigo mulai berkurang atau menghilang. menandakan prognosis yang buruk. dan oscillopsia. dan diazepam berguna untuk menekan gejala. tapi sebagian kecil disebabkan proses patologis dari berbagai struktur mulai dari nukleus sampai korteks vestibularis. dan biasanya disertai oleh rasa tidak stabil dan kehilangan keseimbangan. Istilah kedokteran mencakup semua perasaan gangguan keseimbangan adalah vertigo.(5) Gangguan keseimbangan dinyatakan sebagai pusing. Intervensi lain berupa diet rendah garam (<1-2 gram per hari) dan diuretik seperti furosemid. Sebaliknya pada tipe sentral. pemakaian proklorperasin jangka panjang tidak dianjurkan karena menimbulkan efek samping ekstrapiramidal dan terkadang efek sedasinya kurang dapat ditoleransi. Ini merupakan rasa bergerak (penderita merasa bahwa sekitarnya bergerak. Semoga dengan kemajuan ilmu bedah saraf di masa yang akan datang. sinnarizin. dan hidroklorotiazid. Vertigo sentral Pada sebagian besar kasus sindroma vertigo sentral disebabkan disfungsi dari induksi suatu lesi. sempoyongan rasa seperti melayang atau merasakan badan atau dunia sekelilingnya berputar-putar dan jungkir balik. Obat-obatan seperti proklorperasin.(4) 18 . ataxia. amilorid. pasien terpaksa harus memilih intervensi bedah. diet dan diuretik. misalnya.. (1. misalnya endolimfatik shunt atau kokleosakulotomi. kurang efektif menghilangkan gejala tuli dan tinitus. Terapi ablasi sel rambut vestibular dengan injeksi intratimpani gentamisin juga efektif. pening rasa berputar-utar. Akan tetapi.(2) 2. vertigo tak lagi menjadi momok.Derajat III : gangguan pendengaran tidak lagi berfluktuasi namun progresif memburuk. khususnya kaum lansia. prometasin. prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya.2) 2. Pada kasus jarang dimana penyakit sudah kebal dengan terapi obat.

menghasilkan arti bahwa Anda. Apakah juga ada gangguan pendengaran yang biasanya menyertai/ditemukan pada lesi alat vestibuler atau n. penyakit jantung. vestibularis.(6) Vertigo hanya jenis tertentu pusing. gerak bola mata/nistagmus dan fungsi serebelum. progresif atau membaik. rasa naik perahu dan sebagainya. Juga kemungkinan trauma akustik. hipertensi. hilang timbul. ketegangan. Penggunaan obat-obatan seperti streptomisin. penyakit paru juga perlu ditanyakan. Beberapa penyakit tertentu mempunyai profil waktu yang karakteristik. diuji oleh dokter. Profil waktu: apakah timbulnya akut atau perlahan-lahan. dapat berupa pemeriksaan fungsi pendengaran dan keseimbangan. kronik. termasuk gangguan pendengaran.(1) 2. pada setiap penderita vertigo harus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan yang cermat dan terarah untuk menentukan bentuk vertigo. atau lingkungan Anda. mual. tinnitus.8 DIAGNOSIS VERTIGO Seperti diuraikan di atas vertigo bukan suatu penyakit tersendiri. Perlu diketahui juga keadaan yang memprovokasi timbulnya vertigo: perubahan posisi kepala dan tubuh. melainkan gejala dari penyakit yang letak lesi dan penyebabnya berbeda-beda. 2.Alih-alih menjadi suatu kondisi medis yang menunjukkan tanda-tanda dan gejala. Anamnesis Pertama-tama ditanyakan bentuk vertigonya: melayang. vertigo itu sendiri merupakan gejala tunggal. (6) Sebuah tanda gerakan mata klasik vertigo. bergerak atau berputar. paroksimal. baik kelainan sistemik.(1) 19 . Pemeriksaan Fisik Ditujukan untuk meneliti faktor-faktor penyebab. salisilat. goyang. kanamisin. hipotensi.(1) 1. Oleh karena itu. antimalaria dan lain-lain yang diketahui ototoksik/vestibulotoksik dan adanya penyakit sistemik seperti anemi. keletihan. otologik atau neurologik – vestibuler atau serebeler. letak lesi dan penyebabnya. gejala lainnya dapat menyertai vertigo. muntah atau perasaan penuh di telinga. berputar. tujuh keliling. namun. (6) Tergantung pada penyebabnya. nystagmus.

3. hipertensi. 20 . lalu letak lesi dan kemudian penyebabnya. dan pada kelainan serebeler penderita akan cenderung jatuh. Tandem Gait Penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti berganti. Pada kelainan vestibuler perjalanannya akan menyimpang. tekanan darah diukur dalam posisi berbaring. Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi.(1) Pemeriksaan Fisik Umum Pemeriksaan fisik diarahkan ke kemungkinan penyebab sistemik. hipotensi.Pendekatan klinis terhadap keluhan vertigo adalah untuk menentukan penyebab. b. Pemeriksaan Neurologis Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan perhatian khusus pada:(1) 1. pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Uji Romberg Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan.(1) Faktor sistemik yang juga harus dipikirkan/dicari antara lain aritmi jantung. serebelum. atau berkaitan dengan sistim vestibuler/otologik. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. bising karotis. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup.duduk dan berdiri. Fungsi vestibuler/serebeler a. selain itu harus dipertimbangkan pula faktor psikologik/psikiatrik yang dapat mendasari keluhan vertigo tersebut. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). gagal jantung kongestif. irama (denyut jantung) dan pulsasi nadi perifer juga perlu diperiksa. anemi.(1) Dalam menghadapi kasus vertigo. hipoglikemi. apakah akibat kelainan sentral – yang berkaitan dengan kelainan susunan saraf pusat – korteks serebri. agar dapat diberikan terapi kausal yang tepat dan terapi simtomatik yang sesuai.batang otak. pertama-tama harus ditentukan bentuk vertigonya.

Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. Bekesy Audiometry. Uji Unterberger. Fungsi Pendengaran a. 21 . Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup. b. Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi.fungsi sensorik (hipestesi. pendengaran. parestesi) dan serebeler (tremor. gangguan cara berjalan).c. kepala dan badan berputar ke arah lesi. sensorik wajah. kampus visus. Tes garpu tala Tes ini digunakan untuk membedakan tuli konduktif dan tuli perseptif. Weber lateralisasi ke sisi yang tuli. 2. Weber dan Schwabach. kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa. okulomotor. kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. otot wajah. Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany) Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan. Pemeriksaan saraf-saraf otak lain meliputi: acies visus. Audiometri Ada beberapa macam pemeriksaan audiometri seperti Loudness Balance Test. Tone Decay. dengan tes-tes Rinne. Pada tuli konduktif tes Rinne negatif. Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram. SISI. penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas. dan fungsi menelan. Juga fungsi motorik (kelumpuhan ekstremitas). Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi d. dan Schwabach memendek.

kemudian kepalanya dimiringkan 45º ke kanan lalu ke kiri. sedangkan directional preponderance menunjukkan lesi sentral. baik setelah rangsang air hangat maupun air dingin. Canal paresis menunjukkan lesi perifer di labirin atau n. Perhatikan saat timbul dan hilangnya vertigo dan nistagmus.(1) 1. bila diulangulang reaksi tetap seperti semula (non-fatigue). sehingga kepalanya meng-gantung 45º di bawah garis horisontal. Tes Kalori Penderita berbaring dengan kepala fleksi 30º. Uji Dix Hallpike(1) 22 . sedangkan directional preponderance ialah jika abnormalitas ditemukan pada arah nistagmus yang sama di masing-masing telinga. VIII. akan berkurang atau menghilang bila tes diulang-ulang beberapa kali (fatigue). penderita dibaring-kan ke belakang dengan cepat. Fungsi Vestibuler Gambar 1. a. Nistagmus yang timbul dihitung lamanya sejak permulaan irigasi sampai hilangnya nistagmus tersebut (normal 90-150 detik).Canal paresis ialah jika abnormalitas ditemukan di satu telinga. sehingga kanalis semisirkularis lateralis dalam posisi vertikal. Kedua telinga diirigasi bergantian dengan air dingin (30ºC) dan air hangat (44ºC) masing-masing selama 40 detik dan jarak setiap irigasi 5 menit. Dengan tes ini dapat ditentukan adanya canal paresis atau directional preponderance ke kiri atau ke kanan. nistagmus dan vertigo ber-langsung lebih dari 1 menit. Perifer (benign positional vertigo): vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik. hilang dalam waktu kurang dari 1 menit. Sentral: tidak ada periode laten.Pemeriksaan Khusus Oto-Neurologis Pemeriksaan ini terutama untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau perifer Dari posisi duduk di atas tempat tidur. dengan uji ini dapat dibedakan apakah lesinya perifer atau sentral.

23 .Gambar 1a. Kepala harus menggantung ke bawah dari meja periksa kemudian cepat cepat kepala disuruh menengok ke kiri atau ke kanan (pertahankan 10-15 detik). Penderita duduk di meja periksa Gambar 1b. Secara cepat gerakkan pasien ke belakang (dari posisi duduk ke posisi terlentang) Gambar 1c.

Arteriografi. Ini harus di bedakan dengan Vertigo. Neurofisiologi:Elektroensefalografi(EEG). elektrolit dan fungsi tiroid membantu mengidentifikasi kasus pusing.Elektromiografi (EMG). dimenhidrinat (dramamine) 3 x 50 o o o o o mg/hr Histaminik : betahistine (meriston) 3 x 8 mg Fenotiazine (largaktil) 3 x 25 mg/hr Benzodiasepin 3 x 2-5 mg/hr Antiepileptik bila ada tanda kelainan epilepsi dan kelainan EEG Metoclopramide (primperan. Magnetic Resonance Imaging (MRI). audiometri tes digunakan untuk mendeteksi penyakit menierre. darah hitungan. obat obatan yang diginakan pada terapi simptomatik vertigo(1) 24 . Pemeriksaan Penunjang 1. lakukan uji ini ke kanan dan kiri kemudian kembali ke posisi duduk dan perhatikan kembali nistagmus (10-15 detik). Misalnya anemia dan gula darah rendah diketahui menyebabkan pusing. Pencitraan: CT Scan. 3. o Antihistamin : sinarsin (stugeron) 3 x 25 mg/hr. 2. Perhatikan adanya nistagmus.(1) Tabel 1. bila ada muntah.9 PENATALAKSANAAN   Terapi kausal sesuai dengan penyebabnya Terapi simptomatik : o Ca-entry blocker : flunarisin (sibelium) 3 x 5-10 mg/hr. Pemeriksaan laboratorium untuk gula darah. 2.Gambar 1d. raclonid) 3 x 10 mg/hr. Brainstem Auditory Evoked Pontential (BAEP). 4.

Selain itu dapat dicoba metode Brandt-Daroff sebagai upaya desensitisasi reseptor semisirkularis. tahan selama 30 detik.(1) Pasien duduk tegak di tepi tempat tidur dengan tungkai tergantung. kiri dan kanan me ngikuti gerak obyek yang makin lama 25 . kemudian duduk tegak kembali. tahan selama 30 detik. kemudian duduk tegak kembali. lalu tutup kedua mata dan berbaring dengan cepat ke salah satu sisi tubuh. Latihan ini dilakukan berulang (lima kali berturut-turut) pada pagi dan petang hari sampai tidak timbul vertigo lagi. Setelah 30 detik baringkan tubuh dengan cara yang sama ke sisi lain. berupa gerakan mata melirik ke atas.(1) Gambar 2. Latihan lain yang dapat dicoba ialah latihan visual-vestibular.brandt daroff. bawah.

makin cepat. ada istilah daerah yang lebih tepat. Ini merupakan rasa bergerak (penderita merasa bahwa sekitarnya bergerak.(4) Vertigo merupakan keluhan yang sering dikemukakan oleh penderita dengan gangguan sistem vestibuler.(1) Vertigo adalah perasaan berputar-putar. sempoyongan rasa seperti melayang atau merasakan badan atau dunia sekelilingnya berputar-putar dan jungkir balik. atau dirinya yang bergerak). pening rasa berputar-utar. dan biasanya disertai oleh rasa tidak stabil dan kehilangan keseimbangan. tak stabil (giddines. Dalam bahasa indonesia istilah pusing sangat membingungkan. sebab terlalu luas pemakaiannya. kemudian diikuti dengan gerakan fleksi–ekstensi kepala berulang dengan mata tertutup. rasa oleng. Istilah kedokteran mencakup semua perasaan gangguan keseimbangan adalah vertigo. yang makin lama makin cepat. unsteadyness) atau rasa pusing (dizzines).(3) Gangguan keseimbangan dinyatakan sebagai pusing. Terapi kausal tergantung pada penyebab yang (mungkin) ditemukan.(5) 26 .(1) BAB IV KESIMPULAN Vertigo merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam praktek yang sering digambarkan dengan rasa berputar.

SM. Vertigo cause. CNS Causes of Vertigo [Internet]. 67-75 6. Eds VI. treatment online : 29 Juni 2015 avaible at http://www. bogor. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Antunes MB. M. 94-101 4. 169-173 5. inndonesia 2004. 10. 2010 hal. simptom. 27 .Vertigo hanya gejala yang dapat ditimbulkan oleh berbagai macam penyakit vertigo dapat berasal dari beberapa disiplin sehingga diusahakan membagi penyebabnya. Tesis. Wreksoatmodjo Rianto Budi. yaitu menurut anatomi atau lokasi penyakitnya dan menurut gejala-gejalanya yang menonjol atau klinisnya. Gangguan Keseimbangan dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Lumbantobing. 2009.medicalnewstoday. Hal. 2000.com. 3. Avaible at http://cerminduniakedokteran. Mardjono. Hal 41-46 2. 2011. Program pendidikan dikter spesialis I Ilmu Penyakit Saraf Universitas Diponegoro Semarang. Dkk. Berdasarkan anatomi penyebab vertigo dapat dibedakan atas 2 bentuk verigo.php. dan Sidharta P. Diunduh tanggal 29 Juni 2015.(6) DAFTAR PUSTAKA 1. WebMD LLC. Gangguan Keseimbangan dalam neurologi klinis dasar. 7. aspek neurologi Rumah sakit Merzuki mahdi.com/article/884048-overview#showall.medscape. Efiaty Asyad. Hal. Soepardi. Bintoro Aris catur. Jakarta : Balai penerbit FKUI. Kecepatan Rerata Aliran Darah Otak Sistem Vertebrobasilar Pada Pasien Vertigo Sentral. Jakarta : Dian rakyat. Diunduh dari http://emedicine.com/articles/160900. Conrad Melissa. Online 29 Juni 2015. Saraf Vestibularis dalam Neurologi Klinik Pemeriksaan Fisik Dan Mental.