Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL PENELITIAN

Kepemimpinan dan Efektivitas Manajemen Dosen
(Studi di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya)

TIM PENGUSUL:
Dr. Sujarwoto, MSi (NIDN: 0030017504)
Dr. Irwan Noor, MA (NIDN: 0024106108)
Drs. Suwondo, MS (NIDN: 0001025303)
Drs. Stefanus Pani Rengu, MAP (NIDN: 0013115304)
Taufiq Akbar Al Fajri, SS MPd (NIDN: 0004128601)

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2015

1

Irwan Noor MA . Sifat Kegiatan 7. SS. MPd : Universitas Brawijaya Malang : Penelitian : Penunjang Suplementer : 5 (lima) bulan : Rp 49. Lokasi Penelitian 5.Dr.: BOPTN FIA Universitas Brawijaya Menyetujui Dekan FIA . Juni 2015 Ketua Peneliti.UB. Bambang Supriyono. MS NIP. Anggota Tim Penelitian : Kelompok 4. 19610905 198601 1 002 Dr.LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN Judul : Kepemimpinan dan Efektivitas Manajemen Dosen (Studi di Fakultas Ilmi Administrasi Universitas Brawijaya) Kategori Penelitian 2.525. 197501302003121002 1.Drs Stefanus Pani Rengu MAP . Prof.Taufiq Akbar Al Fajri. Judul: Kepemimpinan dan Efektifitas Manajemen Dosen (Studi di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya) 2 . Bentuk Kegiatan 6. MSi : Laki-Laki : IIIB/Asisten Ahli : 19520911 197903 1 002 : Dosen Tetap : Ilmu Administrasi/Administrasi Publik : Brawijaya Malang : . Biaya Penelitian 9. Malang.Drs Suwondo MS . Sujarwoto MSi NIP. Lama Penelitian 8. Dr. Sumber Dana : Dr.993. Sujarwoto. Ketua Tim Penelitian: Nama Lengkap dan gelar Jenis Kelamin Golongan/Pangkat NIP Jabatan Fungsional Fakultas/Jurusan Universitas 3.

2. proses transfer ilmu pengetahuan dan penanaman nilai-nilai hanya akan tercapai apabila setiap dosen memiliki kemampuan untuk menentukan tujuan dan target pembelajaran secara jelas. Majalah Times Higher Education 2015 tidak menempatkan universitasuniversitas di Indonesia dalam jajaran 500 besar universitas terbaik di dunia. Hanya seorang dosen yang mempunyai jiwa kepemimpinanlah yang akan mampu bersikap adaptif dan antisipatif terhadap proses-proses perubahan ini (Danielson. kepemimpinan dan efektifitas manajemen dosen dalam mengelola kelas dan mengajar adalah faktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran di sebuah universitas. efektifitas manajemen sangat diperlukan dalam rangka mengelola dan melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari. memperlancar dan mempercepat proses transfer ilmu dan pengetahuan kepada mahasiswa. 2007). Karena itulah Bryman (2007) mengatakan bahwa pendidikan tinggi tidak akan mengalami perubahan apapun sepanjang para dosen dan guru tidak mau berubah. Hanya seorang dosen yang memiliki kemampuan untuk mengelola pekerjaannya secara efektif yang akan mampu melaksanakan tugas-tugas mengelola kelas dan mengajar dengan baik. Baswedan (2014) melaporkan bahwa hasil pemetaan 50 perguruan tinggi di Asia 3 . Sedangkan. membuat rencana kerja yang matang. menentukan metode pengawasan dan evaluasi yang sistematis dalam setiap kegiatan pengajaran. Pendahuluan Dosen memiliki peran penting dalam menentukan kualitas output pendidikan tinggi. Danielson (2007) menjelaskan bahwa mutu lulusan perguruan tinggi tidak saja dipengaruhi oleh ketersediaan berbagai fasilitas pendidikan tetapi yang paling penting adalah kompetensi dosen dimana dengan kompetensinya ia akan mampu mengarahkan fasilitas yang ada untuk mempermudah. Indikator-indikator penting mengenai kondisi pendidikan tinggi di Indonesia saat ini diantaranya adalah masih rendahnya kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Dalam hal ini. Sebagai aktor kunci dalam proses transfer ilmu dan nilai. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat menuntut dosen untuk selalu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. tidak adaptif dan antisipatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Penelitian ini 4 . Hasil penelitian di negara-negara maju tersebut tentunya menunjukkan pada kita bahwa akan pentingnya kepemimpinan dan efektifitas manajemen dosen dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa berbagai inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Inggris dan Amerika tidak terlepas dari adanya kepemimpinan transformatif dan manajemen yang efektif dari para dosen dan peneliti. Rendahnya kualitas perguruan tinggi ini salahsatu penyebab utamanya adalah masih rendahnya kompetensi dosen yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan transformatif dosen berhubungan kuat terhadap prestasi dan ranking universitas-universitas di US. McCaffery (2010) meneliti kepemimpinan dan efektif manajemen di beberapa negara di Inggris dan Amerika.Tenggara menempatkan Indonesia pada posisi 49. Seperti dijelaskan oleh Bank Dunia (2010) bahwa rendahnya kualitas pendidikan akan senantiasa berkaitan dengan rendahnya mutu guru atau dosen. Sebagaimana juga diungkapkan oleh Rachman (2008) bahwa buruknya kondisi pendidikan tinggi Indonesia tersebut salahsatunya disebabkan oleh kepemimpinan dan mutu manajemen dosen yang tidak transformatif. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap kepustakaan manajemen pendidikan tinggi pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya melalui pengembangan alat ukur kepemimpinan dan efektifitas manajemen dosen (Teacher Leadership and Effective Management Questionnaires). Seperti dikatakan oleh Rachman (2008) bahwa kepemimpinan dan manajemen efektif seorang dosen adalah salahsatu faktor utama untuk menghasilkan sarjana yang cerdas dan berdaya saing yang nantinya akan mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengetahuan dan budaya yang dikembangkannya. Penelitian ini akan mengkaji kepemimpinan dan efektifitas manajemen dosen di Fakultas Ilmu Administrasi Publik Universitas Brawijaya. Beberapa penelitian terdahulu tentang kepemimpinan dan efektifitas manajemen dosen telah dilakukan dibeberapa negara maju. Selanjutnya. Danielson (2007) misalnya meneliti tentang kepemimpinan transformatif dosen di beberapa perguruan tinggi di US.

Bowen dkk (2000) menjelaskan bahwa seorang guru atau dosen dikatakan memiliki kepemimpinan apabila setidaknya memiliki tiga ciri utama.juga akan mencoba merumuskan indek kepemimpinan dan efektivitas manajemen dosen yang nantinya bisa menjadi alat alternatif untuk mengevaluasi kinerja dosen. dan stimulasi intelektual (intellectual stimulation). esensi kepemimpinan transformatif adalah mengembangkan kepribadian dan mengoptimalkan potensi individu baik melalui penggunaan karisma (charismatic influence). Tinjauan pustaka Konsep dan praktek kepemimpinan dan efektifitas manajemen guru atau dosen telah dikenal secara luas dalam studi administrasi pendidikan (Barr dan Duke. Tujuan dan Kontribusi Penelitian Penelitian ini memiliki tiga tujuan: (1) menjelaskan dan menganalisis kepemimpinan dosen dalam mengelola kelas dan mengajar. 3. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi pada kepustakaan manajemen pendidikan tinggi dalam dua hal: (1) merekomendasikan alat ukur kepemimpinan dan efektivitas manajemen dosen (Teacher Leadership and Effective Management Questionnaires) untuk kontek negara berkembang. (2) memiliki kemampuan menanamkan nilai-nilai. (1) memiliki kompetensi professional sebagai seorang pendidik. 4. dan (3) memiliki kemampuan menginsipirasi melalui praktek-praktek pembelajaran yang cerdas. Apa yang dijelaskan oleh Bowen dkk (2000) tersebut sejalan dengan konsep kepemimpinan transformatif. Lebih lanjut. 2004). Perubahan tingkahlaku melalui 5 . khususnya dalam mengelola kelas dan mengajar. (2) merumuskan indek kepemimpinan dan efektivitas manajemen dosen yang nantinya bisa menjadi alat alternatif untuk mengevaluasi kinerja dosen. Barr dan Duke (2004) misalnya menjelaskan bahwa kepemimpinan guru sering dihubungkan dengan peran utama (core function) mereka dalam pengajaran dan pembelajaran. (3) menguji hubungan antara kepemimpinan dan efektivitas manajemen dosen dalam mengelola kelas dan mengajar. Seperti dijelaskan oleh Burns (1978). (2) menjelaskan dan menganalisis efektivitas manajemen dosen dalam mengelola kelas dan mengajar. motivasi (inspirational motivation).

Makna Ing ngarso sung tulodho sering diartikan sebagai seorang guru harus mampu memberikan suri tauladan bagi muridnya dan orang-orang disekitarnya. mewujudkan situasi kondisi proses pembelajaran. 6 . Konsep dan philosophy kepemimpinan transformatif dalam pendidikan sebenarnya juga telah dikembangkan di Indonesia. Karenanya ia harus memiliki kemampuan mengajarkan dan menciptakan inovasi-inovasi dalam pembelajaran maupun dilingkungannya. mbangun berarti membangkitkan atau menggugah. sedangkan tulodho berarti teladan. Suatu proses pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila mencapai target-target yang telah ditentukan. Makna “ing madyo mbangun karso” sering diartikan seorang guru harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat. 2004). Bowen dkk (2000) menjelaskan bahwa manajemen pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan secara sadar oleh seorang guru untuk mengatur agar proses pembelajaran dapat berjalan secara sistematis. Selanjutnya efektivitas manajemen pembelajaran guru atau dosen sering diartikan sebagai tata kelola pengajaran yang menjamin tercapainya target pembelajaran (Barr dan Duke. Doroangan moral dan semangat ini sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa untuk belajar dan berprestasi. diantaranya yang sangat dikenal adalah konsep kepemimpinan pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara: “Ing ngarso sun tulodho Ing madyo mbangun karso. penyiapan sarana dan alat peraga. Ing madyo artinya ditengah-tengah. dan karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. dan pengaturan waktu sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Ini berarti seorang guru harus mampu memberikan dorongan moral dan semangat kerja bagi siswanya. Sedangkan kata tut wuri handayani berasal dari kata tut wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. sun berasal dari kata ingsun yang artinya saya. Tut wuri handayani”.pengembangan kepribadian dan potensi siswa adalah esensi dari kepemimpinan transformatif ini (Rachman. pengaturan ruang belajar. Ing ngarso berarti didepan/dimuka. 2008). Usaha sadar itu mengarah pada persiapan belajar.

Kedua. atau klasikal disesuaikan dengan jenis kegiatan. keterlibatan siswa. Hampir seluruh survey mengenai keefektifan guru (teacher effectiveness) melaporkan bahwa kemampuan manajerial guru atau dosen dalam mengelola kelas adalah faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang efektif (Bowen dkk. Barr dan Duke. kelompok. manajemen kegiatan pembelajaran yang meliputi penyediaan pertanyaan yang mendorong siswa berpikir dan berproduksi. manajemen siswa yang dapat dilakukan baik secara perorangan. Alat Ukur dan Analisis Statistik Data dalam penelitian ini akan diambil dari seluruh dosen pada Fakultas Ilmu Administrasi Publik Universitas Brawijaya yang terdiri dari 74 dosen pada Jurusan Administrasi Bisnis dan 66 dosen pada Jurusan Administrasi Publik. Pertama. manajemen isi atau materi pembelajaran berkaitan dengan silabus dan sistem penilaian yang dibuat oleh guru atau dosen. Data. 2004). waktu belajar serta ketersediaan sarana dan prsarana serta keragaman karakteristik siswa. manajemen tempat belajar merupakan upaya mendayagunakan potensi kelas dengan cara melakukan seleksi terhadap penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. Sumber belajar adalah sumber-sumber yang dapat dipergunakan secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan siswa lain. Hal ini menegaskan bahwa kemampuan dalam bidang manajemen dalam hal ini tata kelola kelas menjadi salahsatu syarat guru atau dosen yang efektif. Ketiga. Kelima. manajerial.McCaffery (2010) mengemukakan beberapa komponen manajemen pembelajaran yang harus diperhatikan agar tercapai suatu pembelajaran yang efektif. 200. interaksi pembelajaran. berpasangan. penyediaan program penilaian yang mendorong semua siswa melakukan unjuk kerja. untuk memudahkan siswa belajar. merajut perilaku pada konteks dan situasi khusus hingga ke kebutuhan-kebutuhan spesifik siswa menurut momennya. penyediaan umpan balik yang bermakna. 7 . Keempat. manajemen sumber belajar. 5. keterampilan. Evertson (1976) lebih lanjut menjelaskan bahwa efektivitas manajemen pengajaran menuntut kemampuan guru atau dosen mengimplementasikan sederetan dimensi yang luas dari diagnostik pengajaran.

Jakarta: Kemendiknas. (2014) Gawat Darurat Pendidikan Nasional. A. 8 . (2) Policy paper yang menjadi masukan bagi pengambil kebijakan di tingkat fakultas yang berkaitan dengan peningkatan kepemimpinan dan efektivitas manajemen dosen dalam mengelola kelas dan mengajar. & Peter. 12-34. Daftar Pustaka Bank Dunia (2008). Adapun artikel hasil penelitian akan dikirimkan ke Journal of Higher Education Policy and Management. C. Paket software MPlus dan Stata 13. Barr.0 akan digunakan untuk analisis ini. 14 (3). pp.Selain itu juga akan diambil secara acak (random) data dari 200 responden mahasiswa S1 di Fakultas ilmu administrasi publik. Larry. Dalam hal ini variabel yang tidak teramati tersebut akan diuji dengan menggunakan logistic item response theory models dimana factor dengan indikator ordered categorical mengacu pada Samejima's graded response model (Muthen dan Muthen. 74 (3).. Multiple Indicator Multiple Causes (MIMIC) model akan digunakan untuk estimasi hubungan antara kepemimpinan dan efektif manajemen dosen. B. Jakarta: Bank Dunia. Model ini digunakan karena sifat variabel kepemimpinan dan efektif manajemen yang tidak teramati (latent variables). pp. Evaluasi Pendidikan Tinggi di Indonesia. Dalam penelitian ini alat ukur tersebut akan di validasi dan diadaptasi untuk kontek Indonesia dengan memasukkan nilai-nilai kepemimpinan dan manajemen pendidikan yang ada dalam konsenp dan philosofi yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. J. Bowen. K. 6. Review of Educational Research. K. Kepemimpinan dan efektivitas manajemen dosen akan diukur dengan alat ukur Teacher Leadership and Effective Management Measure Questionnaires yang merupakan pengembangan alat ukur yang sudah dikembangkan oleh Danielson (2007) dan McCaffery (2010) untuk negara-negara maju. (2000) Leadership and teacher management at higher education. Review of Educational Research. Presentasi Kemendiknas. & Duke. 255–316 Baswedan. 2010). (2004) What do we know about teacher leadership? Findings from two decades of scholarship. Ouput Penelitian Ada dua output penelitian yang diharapkan dari penelitian ini: (1) manuskrip artikel untuk jurnal Internasional bereputasi.

Rachman. McCaffery. Muthen. C. The Higher Education Manager’s Handbook: Effective Leadership and Management in Universities and Colleges. L. Chemers M. A. (2010). 14-19. A. An Integrative Theory of Leadership. (2007). Los Angeles: Muthen and Muthen. Jadwal Penelitian Adapun jadwal penelitian ini direncanakan dapat diselesaikan dalam kurun waktu enam bulan dengan rincian kegiatan penelitian sebagai berikut: Kegiatan Juli Agustus Penulisan proposal Pendistribusian kuisioner Olah dan analisis data Penulisan laporan akhir 9 2015 September Oktober November . The Many faces of leadership. B. Effective Leadership in Higher Education Summary of Findings. (2008). Research and Development Series: University of Leicester. MPlus users guide (six edition). Universitas Pendidikan Indonesia. (1997). Teachers as Leaders. Publishers Danielson.Bryman. (2007). 65(1). Routledge: New York. P. (2010). and Muthen. Lawrence Erlbaum Associates. Kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia. pp.

Soesilo Zauhar.0 00 Rp2. Abdul Yuli Andi Gani.0 00 Rp138. 49.0 00 Rp2.0 00 Rp3.575 PPh.0 00 Rp2.00 0 Rp1.000 Prof. MS Rp750.500 Box File Rp30.750.000 Kertas A4 80 gram Bola dunia Rp50.000 Rp50.993.000 Dr Irwan Noer MA Rp2.305.500 Rp17.750.300.X PPh.50 0 Rp19. Dr. MS Rp750.300.0 00 Rp138.21 Rp3.000.00 0 Rp1.500 Drs Suwondo MS Rp2.000 Rp100.750.0 00 CV.750. Reviewer dan administrasi 1 Pajak yang Dipungut Jumlah PPN PPh.500 Drs Stefanus Pani Rengu MAP Rp2.0 00 Rp1. Dr.000 Rp1.500.0 00 Rp412.00 0 Dr Sujarwoto SIP MSI MPA Tenaga Adminstrasi 2 Tg l Pembelian ATK Rp225.0 00 Rp495.750.525 dengan rincian sebagai berikut: N o Penerima Uraian / Kegiatan Harga Satuan Sub Jumlah Honorarium Peneliti.22 Rp18.0 00 Rp1.0 00 Rp225.750.000 Taufik Fajar Al Fajri MPD Rp2.000 Outner File Rp40.0 00 Rp412.0 00 Rp2.750.000 Rp40.23 .500.000 Prof.300.000 10 Rp130.000 Rp30.000.00 0 Ballpoin Rp17.Rencana Anggaran Belanja Penelitian Anggaran belanja yang diusulkan untuk melakukan penelitian ini adalah sebesar Rp.750.

800.00 0 Rp250.0 00 Rp270.00 0 Rp1.000.Stick Note Pronto Rp10.500.000 Rp75.00 0 Rp75.000 Rp50.000.000 Fotokopi Laporan Penelitian Jilid Laporan penelitian Rp300.00 0 Staples + Isi staples Rp25.00 0 Rp35.000 Rp4.00 0 Rp280.000 Rp75.000 Rp300.0 00 11 Rp250.500 Rp37.000 Cartridge Colour Cartridge Hitam 3 CV.0 00 Rp3.800.X Penggandaan Fotokopi Proposal penelitian Rp45.000.000 Double Tip + Selotif Rp20.00 0 Rp1.0 00 Rp4.0 00 Rp210.000 Rp40.0 00 Pembelian Konsumsi Rapat Rp12.450 Rp1.500.630.000 Rp4.00 0 Rp200.000 Rp250.00 0 .0 00 Rp4.000 Rp5.050.500.00 0 Rp99.00 0 Rp1.000 Rp200.00 0 Rp500.00 0 Fotokopi dan Jilid draft seminar proposal penelitian Publikasi Ilmiah Penerbitan Jurnal Ilmiah 5 Rp6.500 Tinta Printer Rp35.0 00 Jurnal X Catering Bista Seminar proposal penelitian Seminar hasil penelitian Diskusi Kelompok Rp663.500.0 00 Fotokopi Jurnal internasional Rp350.00 0 Jilid Proposal 4 Rp10.000 Stop Map transparan Rp12.500.

6 Kuisioner Enumerator Rp3.50 0 Rp2.00 0 Rp49.02 5 Rp250.00 0 SUB TOTAL TOTAL ANGGARAN Rp793.993.000.0 00 Rp46.00 0 Rp3.000.000 Rp750.525 12 Rp119.735.096.00 0 .