Anda di halaman 1dari 20

ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT

LINGKUNGAN ETIKA DAN AKUNTASI

Kelompok 5:
Prasaja Suganda

(1506315006)

Made Subianta Adnyana

(1506315015)

Ni Luh Nyoman Sherina Devi

(1506315016)

Ni Wayan Indah Suwarningsih

(1506315017)

Edhi Praptono

(1506315019)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015

0

LINGKUNGAN ETIKA DAN AKUNTASI

I.

PRAKTIK BISNIS TIDAK BERETIKA
Adam Smith percaya bahwa peran bisnis melalui pasar persaingan bebas akan

menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Perusahaan akan berlomba-lomba menciptakan
suatu barang dan jasa dengan harga yang lebih murah dan lebih baik.
Pada tahun 1920-an harapan Adam Smith tidak sepenuhnya terwujud. Banyak
perusahaan di Amerika Serikat yang melakukan manipulasi laporan keuangan yang kemudian
mendorong optimisme yang berlebihan dari pasar modal dan berakhir dengan kepanikan,
market crash, dan depresiasi ekonomi yang berkepanjangan.
Pada tahun 1970’an bisnis kembali menjadi sorotan. Para eksekutif yang mendapatkan
remunerasinya berdasarkan ukuran perusahaan berupaya untuk menekan biaya dan harga,
mereka membuat produk yang membahayakan konsumen, seperti yang terjadi pada Ford
Pinto. Ada juga beberapa eksekutif melakukan merjer dan akuisisi yang menyebabkan
perusahaan menjadi besar dan tidak efisien sehingga merugikan pemegang saham. Selain itu
pada tahun 1970-an terjadi skandal penyuapan di luar negeri untk mendapatkan kontrak yang
dilakukan Lockheed. Setidaknya terdapat 3 kasus praktik bisnis tidak beretika pada tahun
1970’an.
Pada tahun 1990’an investor institusional mulai terlibat dalam pengendalian
perusahaan, mereka mengubah sistem remunerasi eksekutif yang sebelumnya berbasis ukuran
menjadi berbasis kinerja yang menjadi kompensasi berbasis ekuitas dalam bentuk stock
option. Dengan ini membantu para eksekutif untuk menunjukan kinerjanya yang
mengesankan pasar, sehingga harga saham perusahaan terus mengalami kenaikan dan mereka
memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut. Pertumbuhan dan laba
merupakan dua kriteria kinerja yang paling populer digunakan. Dengan kinerja yang
mengalahkan estimasi analisis sehingga harga saham perusahaan akan terus meningkat.
Angka pertumbuhan perusahaan yang lebih tinggi dibandingkan pesaing mencerminkan
kemenangan dan keungulan daya saing perusahaan, dengan ini perusahaan lebih mudah
menarik pembeli dan lebih memiliki posisi tawar untuk menekan pemasok, penyandang dana,
dan sumber daya manusia dibandingkan perusahaan pesaing yang lebih kecil.
Permasalahan kembali timbul yaitu bisnis tidak dapat mengharapkan pertumbuhan
dengan melayani kebutuhan manusia saja, karena kebutuhan manusia terbatas, sedangkan
perusahaan bertambah dengan perusahaan-perusahaan baru. Perusahaan kemudian mencoba
mencari celah untuk pertumbuhan dengan berbagai cara yaitu menciptakan produk sesuai
1

akan tetapi investasi ini dapat menimbulkan kerugian yang begitu besar yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan. Dengan adanya planned obsolescence perusahaan merencanakan bisnis yang tidak beretika dengan mempercapat perputaran kepemilikikan batang dengan memperpendek masa maanfaat barang dan merancang barang agar tidak dapat diperbaiki. Untuk itu efisiensi dan produktivitas merupakan kunci keunggulan.dengan keinginan manusia. Selain itu perusahaan juga menciptakan keinginan melalui iklan dan promosi serta mengupayakan terjaminnya pembelian yang berkelanjutan melalui planned obsolescence. bahkan perekonomi secara keseluruhan. Persaingan berubah menjadi peperangan. salah satunya adalah membebankan biaya pada para pemangku kepentingan. kepada pekerja. dan invidious consumption konsumsi yang akan menimbulkan rasa cemburu. dimana tujuannya adalah untuk memamerkan kekayaan dan status sosial. Selanjutnya dikembangkan berbagai cara untuk meningkatkan efisiensi sampai dalam bentuk menggantikan tenaga kerja dengan mesin dan teknologi informasi. bersaing untuk menjadi yang pertama di pasar dan bersaing untuk merebut konsumen pertama. Banyak cara yang dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan produktifitas. kepada pemerintah dan masyarakat negara lain. SDM merupakan objek utama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. termasuk pembebanan biaya kepada konsumen. Penyususnan rencana tahunan perusahaan dapat menjadi semacam rencana penyerangan dan bahkan rencana “pembunuhan” terhadap produk. Secara tradisional arena utama persaingan adalah harga. Investasi ini diharapkan akan menghasilkan pertumbuhan yang cepat. Permasalahan yang lain pun timbul yaitu para eksekutif bisnis berlomba – lomba menyediakan pembiayaan dalam bentuk kartu kredit ataupun kredit – kredit konsumsi lainnya. Perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga tetapi juga di berbagai kegiatan perusahaan seperti inovasi dan pengembangan produk baru. Permasalahan lainnya adalah barang yang dibelanjakan tidak atau jarang digunakan padahal untuk memproduksi suatu barang membutuhkan sumber daya alam yang besar. Perusahaan juga mendorong konsumerisme melalui conspicuous consumption. Dalam persaingan ini perusahaan berupaya mempertahankan pelanggannya menciptakan pasar baru dan merebut pelanggan pesaing. Akir nya pilihan startegi pertumbuhan lainnya melalui pengambangan atau investasi pada instrumen investasi derivatif. Kedua jenis konsumsi ini menimbulkan masalah ekonomi dan sosial. SKANDAL KORPORASI 2 . kepada pemerintah dan masyarakat di sekitarnya. II.

Akibat dari skandal Lockheed ini.Pada tahun 1920-an skandal korporasi di Amerika dapat ditelusuri di saat perekonomian mengalami kemakmuran ternyata ditopang oleh aksi spekulasi dari investor dan manipulasi laporan keuangan oleh emiten. Akan tetapi. Salah satunya adalah kasus Enron yang terkenal sebagai skandal terbesar yang terbongkar 3 . Setelah pengakuan Levine dan Boesky. Ivan Boesky menyampaikan bahwa keserakahan adalah baik. terungkap juga kecurangan yang dilakukan oleh Michael Milken. ketika sebuah subcommitte di senat berhasil menemukan serangkaian suap senilai $ 22 juta yang dilakukan oleh Lockheed Aircraft Corporation kepada pejabat tinggi di berbagai negara. Milken mengaku bersalah dan dihukum 10 tahun penjara serta membayar denda sebesar $600 juta. Salah satu perusahaan manipulasi laporan keuangan yang terkenal adalah McKesson & Robbins yang kasusnya terungkap pada akir tahun 1930’an. pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan Foreign Corrupt Practices Act pada tahun 1977 yang melarang perusahaan Amerika untuk terlibat dalam kegiatan korupsii di luar negeri. Skandal Insider Trading Salah satu skandal Insider Trading yang terkenal di Amerika adalah skandal Insider Trading yang melibatkan investment bank Drexel Burnham Lambert. Drexel menyerah dan mengaju bersalah serta membayar denda sebesar $650 juta. Pengakuan Denis Levine kemudian menyeret Ivan Boesky yang juga mengaku bersalah dan membayar denda kepada SRC sebesar $100 juta. Awal skandal ini terungkap bermula dari dari ditangkapnya Dennis Levine pada Maret 1986 yang kemudian mengaku bersalah dan membayar denda sebesar $12. dalam sebuah pidato acara wisuda. sepanjang tahun 1987 dan 1988. Dalam proses penuntutan. Skandal Suap Skandal penyuapan Lockheed terungkap pada tahun 1975.6 juta. pasar modal ini ternyata ditopang oleh manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh banyak korporasi Amerika. Setahun sebelumnya. SEC dan Kejaksaan New York Selatan terus mengejar Drexel Burnham Lambert dengan menggunakan Racketeer Influenced and Corrupt Organization Act (RICO) yang sesungguhnya biasa digunakan untuk menuntut kejahatan terorganisir. Akhirnya pada Desember 1988. Skandal Manipulasi Laporan Keuangan Korporasi Amerika Amerika Serikat kembali mengalami masa keemasan sepanjang tahun 1990 dengan semakin banyaknya penanaman modal oleh investor. Ivan Boesky (Seorang Arbitraguer) dan Michael Milken (Tokoh Wallstreet) yang terjadi pada akhir tahun 1980an. Dennis Levine (Managing Director dari Drexel Burnham Lamber).

Selain itu. AIG dapat menjua produk mereka juga kepada bukan pemilik CDO. 2) Credit Default Swap (CDS) Credit Default Swap adalah produk yang dikembangkan oleh AIG.5 milyar menjadi $100. Semakin tinggi resiko kegagalan. untuk melindungi pemilik CDO dari risiko kegagala kredit. Enron mengklaim keberhasilnya bersumber dari inovasi model bisnis yang mereka lakukan. Oleh karena itu. kerugian yang dihadapi oleh orang lain akan menjadi keuntungan 4 . Dengan demikian. Pendapatan Enron meningkat hampir 20 kali lipat dari $5. Risiko kredit tersebut kemudian dialihkan melalui sarana sekuritisasi asset melalui produk deviratif yang disebut Collatteralized Debt Obligation (CDO). perusahaan asuransi terbesar di dunai.pada awal periode 2000an. tertungkap juga berbagai skandal akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan besar Amerika diantaranya Xerox.8 milyar. lembaga kredit tersebut bahkan akan melakukan rekayasa untuk membuat kreditor yang tidak layat dapat memperoleh kredit. Akibat skandal korporasi Amerika ini. Kredit ini dikenal dengan istilah subprime mortgage dimana penyalurannya memberikan keuntungan yang lebih besar dengan membebankan bunga yang lebih tinggi. Belakangan terbongkar bahwa pertumbuhan Enron adalah karena adanya pemanfaatan celah dalam perlakukan akuntansi yang menggelembungkan pendapatan dan menyembunyikan hutang. sepanjang awal tahun 2000an. pemerintah Amerika mengeluarkan Sarbanes-Oxley Act yang mengatur lebih lengkap profesi akuntan dan tanggung jawab eksekutif atas laporan keuangan perusahaan. maka semakin disukai karena tingkat bunga yang dapat dibebankan menjadi semakin tinggi. para pembeli CDS ini akan memperoleh ganti rugi jika terjadi kegagalan atas pembayaran CDO. Skandal Industri Keuangan Skandal oleh industri keuangan dilakukan melalui dua kegiatan yang sangat spekulatif dan merugikan yaitu: 1) Predatory lending Predatory lending adalah pemberian kredit kepada orang atau badan yang sesungguhnya tidak memiliki akses kredit karena kurang memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Sebagai produk deviratif. AOL dan WorldCom. Adelphia.8 milyar dalam tempo sepuluh tahun (1991-2000) dimana puncak pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 1999-2000 dari $40 milyar menjadi $100. Enron mengalami kebangkrutan bersama dengan Kantor Akuntan Pablik Arthur Anderson. Enron akhirnya terjebak oleh pertumbuhan semu yang mereka ciptakan dan hanya dalam waktu satu setengan bulan setelah kerugian yang sesungguhnya terungkap. Walaupun tidak memiliki CDO dan tidak mengalami kerugian atas kegagalan CDO.

Bagi mereka. Mereka seolah-olah berjudi atas risiko yang dihadapi orang lain. kredit-kredit berisiko tinggi mulai mengalami kemacetan dan pada tahun 2008. terutama yang terjadi di inggris.bagi mereka. AIG menggunakan dana hasil penjualan CDS untuk membayar bonus yang besar kepada pegawainya yang berhasil menjuala CDS. Lehman Brothers segera dinyatakan bangkrut. Namun rencana akuisisi Barclay’s Bank terkendala persyaratan dari Regulator Inggris yang meminta jaminan dari Pemerintah Amerika namun pada akhirnya tidak dipenuhi oleh Paulson. Lehman Brother dan Merril Lynch mengalami kesulitan likuiditas. investment bank Bear Stearns menghadapi likuiditas dan diakuisisi oleh JP Morgan Chase dengan harga yang sangat murah dan dibiayai oleh dana jaminan darurat dari Federal Reserve. Lembaga penjaminan tidak dapat menjual kreditnya kepada investment bank. Sebaliknya jika terjadi kegagalan CDO. meka mereka akan kehilangan uangnya. AIG tidak melakukan reasuransi atas CDS yang dikeluarkan karena CDS bukan produk asuransi. Goldman Sachs dan Investment bank lainnya menjual produk CDO yang memiliki risiko kegagalan yang tinggi dan membeli produk CDS untuk memperoleh keuntungan dari kegagalan produk CDO mereka. banyak lembaga penjamin yang bangkrut. Penutupan Lehman Brothers ternyata meicu konsekensi yang tidak diperhitungkan Paulson sebelumnya. kredit macet dan penyitaan jaminan rumah meledak. pada hari jumat tanggal 12 September 2008. Lehman Brothers mengumumkan kerugian sebesar US$32 miliar. sebetulnya AIG menghadapi risiko ribuan kali risiko asuransi. Pada September 2008. Dengan demikian. Merril Lynch berhasil diselamatkan oleh Bank of America. Mereka mengandalkan penjualan CDS tahun berikutnya yang diharapkan semakin besar dan pada akhirnya menciptakan semacam ponzi scheme. kerugian investor merupakan sebuah keuntungan. Mereka melakukan 5 . Menteri Keuangan Henry Paulson. dimana Lehman Brothers banyak menjual surat berharga yang disebut REPO 105 di Inggris karena penjualan surat berharga tersebut dilarang di Amerika. tergantung dari jumlah pembeli CDS dan tidak ada alokasi dana untuk membayar kerugian yang mungkin terjadi. Kurang dari seminggu kemudian. Dengan berjalannya waktu. mantan CEO Goldman Sachs. Dengan semakin banyaknya kredit macet dan jaminan yang tidak dapat dilikuidasi. Dua hari kemudian. Pada Maret 2008. mengumumkan Bank Sentral mengambil alih dua lembaha kredit pemilikan rumah yaitu Fannie Mae dan Freddie Mac. Di lain sisi. sementara itu hanya Barclay’s Bank dari Inggris yang tertarik mengakuisisi Lehman Brother.

Terungkapnya skandal ini juga tidak lepas dari peran Michael Woodward. Sementara itu. lobbying dan kompensasi eksekutif. rakyat amerika menyaksikan para eksekutif bank yang menjadi penyebab kesulitan hidup mereka tetap menikmati kehidupan yang nyaman. Paulson dan Ben Bernake (Kepala Federal Reserve Amerika) mengajukan dana US$700 miliar untuk menyelamatkan bank-bank Selanjutnya dalam kesulitan dan penderitaannya. AIG harus segera memenuhi kewajiban sebesar US$13 miliar kepada pemegang CDS. tanggal 17 September Pemerintah pun mengambil alih AIG dan keesokan harinya. mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah menyembunyikan kerugian selama lebih dari sepuluh tahun dan menggunakan dana yang dinyatakan sebagai komisi akuisisi beberapa perusahaan untuk menutup kerugian tersebut. seorang executive managing director dari Olympus Medical Systems Eroupe yang akhirnya mencurigai adanya skandal ini dan mengungkapkannya ke publik sebagai bentuk perlawanan setelah dia diberhentikan oleh Board of Director Olympus. sebagaimana yang diharapkan sebelumnya. Masih dalam minggu yang sama. Belajar dari pengalaman Lehman Brother.penjualan ini untuk menyembunyikan kewajiban mereka yang sudah melebihi ambang batas. Mereka malah tetap menikmati bonusbonus yang diterima akibat keputusan-keputusan uang bermasalah. Akuisisi tersebut terjadi pada saat Kukugawa menjadi Presiden Olympus. Mereka tidak harus mempertanggungjawabkan keputusan-keputusan yang telah mereka buat yang menyebabkan kebangkrutan. tidak ada eksekutif lembaga keuangan yang ditangkap dan diadili atas tuduhan melakukan kecurangan dan tidak ada upaya untuk menggugat kompensasi yang diberikan kepada para eksekutif. Surat berharga yang tidak dapat dicairkan akibat penutupan perusahaan mengakibatkan kepanikan diberbagai belahan dunia. Pemerintah Amerika menanggapi skandal ini dengan mengeluarkan Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection Act yang dianggap lemah karena tidak ada pengaturan mengenai lembaga rating. 6 . Mereka terkesan hanya memikirkan kepentingannya dan tidak memperdulikan penderitaan orang banyak. Presiden Olympus Corporation yang baru dua minggu diangkat. Skandal Korporasi di Asia Salah satu skandal terbesar yang terjadi di Asia adalah skandal Olympus Corporation. Skandal tersebut mulai terungkap sejak Shuichi Takayama. Pasar surat berharga kolaps sehingga banyak perusahaan yang langsung mengalami kesulitan liquiditas dan harga saham pun jatuh berguguran.

LINGKUNGAN ETIKA DI INDONESIA Indonesia memiliki konteks yang sangat berbeda dengan Amerika Serikat. Peran pemerintah di Indonesia relative besar dibandingkan peran bisnis. Olympus diminta untuk segera merevisi Laporan Keuangannya selama lima tahun dan kantor Olympus digeledah oleh Kejaksaan setempat.Setelah pengakuan Takayama. Mereka melarang tiga bank untuk memberikan informasi yang diminta auditor sehingga gagal mendeteksi kecurangan yang terjadi. Setelah kejatuhan Soekarno. 7 . beberapa pengusaha yang dianggap kroni Soekarno menghadapi tuntutan hukum. korupsi telah terjadi jauh sejak awal keerdekaannya. di tahun 1950an. dengan pelaku yang bergantiganti tergantung siapa yang memegang kekuasaan. Sebagian bisnis menjadi tumbuh dan berkembang berkat bantuan Pemerintah ataupun hubungan istimewa dengan pemerintah yang berkuasa. Fokus masyarakat terhadap korupsi menyebabkan kecurangan yang dilakukan bisnis tidak terlalu terungkap ataupun mudah terlupakan. Olympus harus bersiap menghadapi tuntutan hukum dari lembaga penegak hukum di Jepang. Program ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan di dalam perekonomian yang sebelumnya didominasi oleh pengusaha Belanda dan Cina. Sementara itu. Kekuasaan ada pada tangan politisi sipil dengan pelaku korupsi yang semakin banyak. yang menular kepada orang-orang di sekitarnya. Sumber korupsi yang besar di masa demokrasi liberal adalah pelaksanaan Program Banteng. III. Resiko dari suatu peranan Negara yang besar adalah korupsi. Di Indonesia. yaitu dengan mengembangkan pengusaha pribumi melalui pemberian lisensi importer dan fasilitas kredit impor. tim independen menemukan adanya kerusakan moral (rotten to the core) pada Kikugawa dan beberapa eksekutif. Olympus memasuki babak baru. Mereka bekerja sama dengan tiga orang mantan bankir bank Nomura dalam merancang rekayasa transaksi akuisisi. Saham Olympus bahwa harus berada dalam pengawasan khusus dan terancam delisting pada Tokyo Stock Exchange. Harga saham semakin jatuh dan turun sebanyak 80% pada akhir Desember. mulai dari anggota parlemen birokrasi sampai ke penegak hukum. Padahal sebagian korupsi terjadi berkat dukungan dari pengusaha dan kolusi antara pemegang kekuasaan dan pebisnis. Sebagian bisnis masih tergantung kepada proyek Pemerintah. mereka dituduh melakukan penyuapan untuk mendapatkan lisensi dan kredit impor dan melakukan impor material dengan menggunakan perusahaan yang tidak memiliki lisensi. Inggris dan Amerika Serikat.

pengusaha mendapat dana yang lebih besar dan kesempatan untuk memperoleh pinjaman yang lebih besar lagi untuk mendirikan usaha baru yang kemudian kembali diakuisisi internal.5 triliun merupakan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). menurut Bank Dunia. yaitu nepotisme. Pada periode ini semakin sulit untuk dibedakan antara lembaga Pemerintah dan Perusahaan milik pribadi pejabat pemerintah. Sementara itu. pada saat keluarga pejabat marak menjadi pengusaha. BLBI kemudian menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah bisnis di Indonesia Permasalahan yang lebih besar muncul pada saat pemerintah kesulitan untuk melakukan penagihan. asset tetap dan piutang. setelah akuisisi internal dilarang. Para pejabat berlomba-lomba untuk memajukan bisnis anak-anaknya. Dengan akuisisi internal. 8 . Pengusaha juga mencari dana melalui utang luar negeri yang menawarkan bunga yang lebih rendah. BLBI diberikan kepada 48 Bank umum swasta nasional. sebagai salah satu sebab utama terjadinya krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998. melalui perjanjian master settlement and acquisition agrrement (MSAA). Awalnya pemerintah meminta pemilik bank yang tidak mampu membayar tunai dapat melakukan pengembalian BLBI dengan menyerahkan asetnya. Kebanyakan dari mereka adalah pengusaha yang telah lama menjalin hubungan dengan tentara di masa demokrasi terpimpin ataupun yang segera membangun hubungan dengan pejabat baru. namun memperoleh dana yang jauh lebih besar dari nilai perusahaan dengan melakukan rekayasa akuisisi internal. Krisis ekonomi telah membuat Pemerintah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 144. Akuisisi internal menyebabkan aset para konglomerat ini tumbuh berkali-kali lipat. pengusaha memanfaatkan kebijakan liberalisasi perbankan dengan mendirikan bank dan memanfaatkan dana masyarakat untuk pembiayaan kelompok usahanya. Mereka lalu memanfaatkan kebijakan liberalisasi pasar modal tidak sekedar untuk memperoleh dana. Mereka menjalankan berbagai usaha sepanjang ada kesempatan. baik berupa perusahaan. saham. Pada paruh kedua Orde Baru muncul turunan baru dari korupsi.Orde baru membawa pengusaha baru. Dalam tempo singkat jumlah utang swasta luar negeri meningkat dengan pesat sehingga melampui utang resmi pemerintah. Besarnya utang swasta ini. Karena itu mereka kemudian disebut sebagai konglomerat. Pemerintah meminta kesediaan pemilik Bank untuk membayar BLBI yang diberikan dengan imbalan akan diberikan pengecualian hokum atas berbagai pelanggaran yang dilakukan.

dimana pemilik bank tidak menyerahkan asetnya. Permasalahan lainnya adalah pengelolaan perusahaan yang sudah diserahkan masih berada di tangan pemilik lama. gagaluntuk menepati pelunasan dalam tempo 4 tahun. Faktor pertama adalah mereka memperoleh perlindungan dari pejabat pemerintah. 8 Tahun 2002 tentang pemberian jaminan hukum kepada debitur yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitur yang tidak menyelesaikan kewajibannya berdasarkan penyelesaian kewajiban pemegang saham. Banyak faktor penyebab para pemilik bank tidak membayar kewajibannya. tapi hanya menjaminkan. Presiden Megawati mengeluarkan Inpres No. Pemerintah lalu memperbaiki MSAA dengan master refinancing agreement and note issuance agreement (MRNIA).Belakangan terungkap nilai asset yang diberikan digelembungkan. karena pemerintah (BPPN) merasa tidak memiliki kemampuan untuk mengambil alih pengelolaan. namun juga akibat kompetensi dan 9 . Baik dengan MSAA ataupun MRNIA pemilik bank diwajibka melunasi utangnya dalam tempo 4 tahun.lebih dari itu. Bahkan mereka membelinya dengan kredit dari bank. Hanya sebagian kecil yang dilimpahkan ke pengadilan. Krisis perekonomian 1998 dan permasalahan BLBI merupakan skandal bisnis terbesar yang terjadi di Indonesia baik dari segi jumlah kerugian yang diderita pemerintah (dan rakyat) Indonesia maupun dari segi jumlah pelaku bisnis yang terlibat. tidak terlalu banyak kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian hukum kasus BLBI. yang dikenal dengan Inpres Relaese and Discharge. Sampai tahun 2008. Faktor lainnya adalah banyak proses hukum dari pemilik bank yang berjalan lambat. Timbul resiko terjadi rekayasa asset dan keuntungan dari perusahaan-perusahaan tersebut. Skandal ini dapat terjadi tidak sekedar akibat perilaku dari pengusaha. Pada akhir tahun 2002. Sebagian lainnya sebetulnya sudah digadaikan ke pihak lain. Akibatnya. sebagian pemilik lama berupaya untuk mendapatkan kembali asset yang mereka seerahkan pada saat asset tersebut dijual Pemerintah dengan harga murah. Banyak pemilik bank yang telah menandatangani perjanjian. dengan pola MSAA ini. Pemerintah tidak melakukan tindakan tegas justru sempat diputuskan waktu pelunasan diperpanjang sampai 10 tahun dengan tingkat bunga yang lebih rendah dan pemberian diskon. Surat keterangan lunas yang telah diberikan kepada pemilik bank ternyata tidak sepenuhnya memberikan kepastian hukum. pemerintah harus menanggung kerugian karena hanya dapat menjua asset sekitar 20-30% dari nilai yang seharusnya diperoleh. Ternyata perjanjian tidak berjalan seperti yang diharapkan.

sesuai dengan posisinya yang bertugas di Direktorat Keberatan dan Banding. maupun yang diungkapkan Gayus dalam repliknya. Pendapatannya ketika itu meningkat hamper dua kali lipat menembus angka Rp 1 triliun. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1982 dan merupakan perusahaan kontruksi terbesar di Indonesia. Dalam repliknya. Kasus ini melibatkan beberapa anggota partai politik. Terdapat dua “pasar” untuk jual beli anggaran ini. Manajer Pemasaran Duta Graha dihukum dua tahun penjara oleh pengadilantindak pidana korupsi atas penyuapan kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga sebagai success fee atas proyek pembangunan wisma atlit di Palembang. sedangkan asetnya meningkat hamper tiga kali lipat. Instruksi Presiden ditindak lanjuti dengan cepat Kementrian Keuangan segera menyerahkan 151 dokumen wajib pajak yang terkait dengan Gayus. maka sebetulnya akan lebih banyak lagi pegawai pajak dan wajib pajak yang melakukan kecurangan pajak. Kasus korupsi yang ramai dibicarakan adalah kasus jual beli anggaran di DPR. pada saat perusahaan melaukan penawaran saham perdana ke pasar modal.6 milliar. Kasus lainnya yang banyak melibatkan perusahaan adalah kasus Gayus Tambunan yang terjadi di Tahun 2010. Gayus adalah Pegawai Negri Sipil golongan IIIA yang bekerja pada Direktorat Jendral Pajak Kementrian Keuangan. Pertumbuhan perusahaan yang signifikan terjadi pada tahun 2007. Dalam persidangan Gayus menyatakan kekayaannya diperoleh dari “membantu wajib pajak yang tengah dililit masalah di pengadilan pajak. Direktur utama Perusahaan mengaku bekerja sama denganNazarudin dalam berbagai proyek. serta kepentingan penegak hukum. Dalam kesaksiannya di pengadilan. Gayus mengaku hanyalah ikan teri. Pasar pertama adalah pada saat proses persetujuan anggaran yang diajukan oleh Kementrian dan Lembaga Negara. jika pengakuan gayus benar. Dengan demikian. Ia juga mengaku pemberian success fee kepada pihak-pihak yang membantu 10 . Salah satu perusahaan yang terlibat dalam kasus Nazarudin adalah PT Duta Graha Indah Tbk. Tidak diketahui kelanjutan dari hasil penelitian yang dilakukan sehingga belum terungkap pejabat pajak dan wajib pajak yang terlibat dalam kasus manipulasi pajak. Awalnya ia tertangkap karena terlibat tindak pidana pencucian uang akibat pencairan dana tidak wajar sebesar Rp 24. dan kasus pajak ini dapat menjadi skandal besar yang setara dengan skandal BLBI. baik yang terlibat daam tindak pidana yang dilakukan oleh Gayus. dan masih banyak big fish yang belum terkail.kepentingan dari (pejabat) pemerintah yang berkuasa ketika itu.

Perusahaan besar mendapatkan kritik sebagai penyebab terkikisnya hutan. Pernyataan Direktur Utama perusahaan tersebut memberikan bukti bagaimana bisnis berkembang di Indonesia dan bagaimana sikap eksekutif Indonesia. 1) Masalah Pencemaran Lingkungan: Pemanasan Global dan Krisis Energi Dampak dari pemanasan global dan krisis energy semakin dirasakan oelh semakin banyak orang dan dikhawatirkan semakin memburuk jika tidak dilakukan perubahan. INISIATIF UNTUK MENCIPTAKAN BISNIS YANG BERTANGGUNG JAWAB DAN BERKELANJUTAN 11 . TUNTUTAN MASYARAKAT TERHADAP BISNIS Beberapa permasalahan global yang terjadi membuat penderitaan dan menimbulkan perubahan dalam tata kehidupan manusia. menjaga dan memanfaatkan hubungan dengan penguasa. mendatangkan banyak proyek dan dapat menjadi sumber keberhasilan. manufaktur dan kehutanan dianggap memiliki kontribusi yang besar dalam emisi CO2.yang menumbulkan penderitaan fisik V. Perusahaan yang bergerak di industry pembangkit listrik. pemanfaatan tenaga kerjadi bawah - umur. pencemaran udara dan kerusakan lingkungan. Terdapat dua hal lainnya yang mengakibatkan pandangan yang negative terhadap perusahaan dan dunia usaha. ia tidak lagi mempersalahkan presentase pembagian fee yang disepakati. sampai dengan membuang sampah-sampah yang membahayakan lingkungan 2) Anti Globalisasi Sentimen ini terutama berdasarkan pada alasan bahwa investigasi asing tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.Investasi asing memberikan lapangan kerja bagi masyarakat tetapi dengan pengorbanan dalam bentuk diskriminasi gaji. IV. konsumerisme Investasi asing menimbulkan pembenturan budaya Investasi asing menguras SDA tanpa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat - sekitar Investasi asing menimbulkan biaya social dalam bentuk kerusakan lingkungan dari areal yang digarap. Keterampilan yang dibutuhkan bagi pengusaha dan eksekutif untuk berhasil berbisnis di Indonesia adalah kemampuan untuk membangun. terkurasnya perikanan dan barang tambang. transportasi. yaitu: . Situasi ini mendorong masyarakat untuk menuntut akuntabilitas dan yanggung jawab social perusahaan yang lebih besar. Menjalin hubungan dan kolusi dengan politisi dan pejabat pemerintah merupakan halyang biasa. Menurutnya selama sudah mendapatkan keuntungan.dalam bisnis kontruksi merupakan hal yang biasa.

1) Corporate Social Responsibility dari Word Business Council for Sustainable Development (WBCSD) Word Business Council for Sustainable Development (WBCSD) adalah 160 perusahaan internasional yang bergabung dengan komitmen yang sama terhadap lingkungan hidup dan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembagunan berkelanjutan. Framework for Action ini dapat digunakan dalam template yang dapat digunakan dalam proses kepemimpinan di dalam perusahaan dan diharapkan dapat saling melengkapi dengan prinsip dan pedoman Corporate Citizenship yang telah dikembangkan sebelumnya. adalah: - Pembangunan kapasitas dari masyarakat sehingga dapat membentuk modal social Pembangunan kemitraan dengan perusahaan lain dan kelompok-kelompok di dalam - masyarakat Kerjasama dalam bidang teknologi. Define What It Means For Your Company 12 . Mereka merekomendasikan suatu Framework for Action untuk pemimpin perusahaan sebagai penanggung jawab akhir penerapan Corporate Citizenship. Berikut ini beberapa inisiatif yang cukup besar. Provide Leadership Tetapkan arah startejik untuk corporate citizenship dan terlibat dalam perdebatan mengenai globalisasi dan peran dunia usaha dalam pembangunan b. WBCSD menyarankan beberapa prinsip yang dapat digunakan dalam perumusan strategi. sebagai bagian dari pembangunan kapasitas dan - pembagunan kemitraan Keterbukaan dan transparansi untuk mengkomunikasikan bukti-bukti perilaku perusahaan bertanggung jawab 2) Global Corporate Citizenship dari World Economic Forum CEO’s Sekitar 44 pemimpin perusahaan terkemuka yang bergabung dalam gugus tugas dari World Economic Forum CEO’s pada tahun 2002 membuat suatu pernyataan bahwa komitmen mereka untuk Global Corporate Citizenship sama dengan komitmen mereka menjalankan bisnis. pemerintah dan organisasi lain yang peduli terhadap lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. WBCSD bertujuan untuk menjadi katalisator perubahan dan membantu tercapainya kerjasama yang lebih erat antara dunia usaha. A Framework for Action yang direkomendasikan adalah: a.Banyak inisiatif yang telah dirintis untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Perusahaan diharapkan dapat berkontribusi secara sukarela melalui organisasi dan supply chain-nya.Definisikan isu kunci. dan hak asasi manusia Inti dari Global Impact adalah sepuluh prinsip yang dikembangkan berdasarkan konvensi dan kesepakatan internasional terhadap hak asasi manusia. Sepuluh prinsip tersebut adalah:  Hak Asasi Manusia 1. dan operasi perusahaan secara transparan dan tidak berlebihan 3) UN Global Impact UN Global Impact merupakan inisiatif yang diciptakan oleh PBB untuk mempromosikan corporate citizenship. atau LSM untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan baik pada masyarakat setempat atau secara internasional. kebijakan. Perusahan harus mendukung dan menghargai perlindungan terhadap hak asasi manusia yang berada pada cakupan pengaruhnya. Global Impact mengupayakan agar sepuluh prinsip ini menjadi bagian yang terintegrasi dari strategi dan operasi perusahaan. perlindungan terhadap lingkungan hidup dan anti korupsi. Perusahaan harus menjamin kebebasan berserikat dan menghargai hak untuk berunding bersama. Latar belakang inisiatif ini adalah terjadinya meningkatnya gerakan penolakan globalisasi sepanjang tahun 1990an. 13 . tenaga kerja. Pemerintah setempat. tenaga kerja. Be Transparent About It Membangun keyakinan pemangku kepentingan dengan mengkomunikasikan prinsip. PBB menginginkan keterlibatan perusahaan swasta untuk memecahkan beberapa masalah sosial dan lingkungan yang diakibatkan oleh globalisasi. dan 2. terlibat dalam dialog dan kemitraan dengan pemangku kepentingann untuk menyatukan corporate citizenship ke dalam strategi dan operasi perusahaan d. Gerakan anti globalisasi ini menolak kemungkinan perusahaan untuk bergerak bebas di pasar bebas dan globalisasi produksi dengan pengorbanan lingkungan hidup. Harus menjamin mereka tidak terlibat dalam pelanggaran HAM. pemangku kepentingan dan cakupan pengaruh yang relevan bagi perusahaan dan industri c. Make It Happen Mengembangkan dan melakukan kebijakan dan prosedur yang memadai. Perusahaan juga dapat bekerja sama dengan PBB.  Standar Pekerja 3.

Melakukan inisiatif untuk mempromosikan tanggung jawab lingkungan yang lebih besar. Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia. Perusahaan harus bekerja melawan korupsi dalam segala bentuknya. mulai dari Amerika. Menghilangkan segala bentuk kerja paksa dan wajib (forced and compulsory labour). Diversifikasi usaha tersebut. Perusahaan harus mendukung pendekatan pencegahan terhadap tantangan lingkungan. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan. Enron. termasuk pemerasan dan penyuapan. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi. sampai ke Asia.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik. Enron mengaku penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 miliar.  Anti Korupsi 10. kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. dan 6. Enron mempekerjakan sekitar 21. Menghilangkan diskriminasi dalam kepegawaian dan pekerjaan.  Lingkungan Hidup 7. Sebelum bangkrutnya pada akhir 2001. VI. 5. gas alam.2 milyar.4. Kasus: Enron (Transaksi Enron yang Dipertanyakan) Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas.  Transaksi Chewco 14 . Mendorong pengembangan dan penyebaran teknologi ramah lingkungan. antara lain meliputi future transaction. dan 9. Eropa. bubur kertas dan kertas. Menghapus tenaga kerja di bawah umur. dan komunikasi. 8.

masalah yang timbul apakah LJM2 memenuhi syarat untuk nonkonsolidasi. pada bulan Oktober 2000. Cara ini.  Kemitraan LJM dan Raptor: LJM1 Enron menerima usulan Fastow untuk menjadi pengelola tunggal dalam LJM1 yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari investor luar agar dapat digunakan untuk melindungi kemungkinan hilangnya nilai pasar investasi Enron di Rhythms NetConnections. Chewco pada bulan November 1997 dibuatkan struktur modal baru oleh Enron dan Kopper. LJM1 menandatangani tiga transaksi dengan Enron (1) Upaya lindung nilai posisi Enron dalam Rhythms (2) Pembelian sebagian kepemilikan Enron dalam proyek pembangkit listrik Brasil. Tahun 2001 kasus Enron mulai terbongkar di depan umum dan Dewan Direksi memulai penyelidikan sehingga membawa pada pengajuan kebangkrutan. yang akan berfungsi sebagai mitra umum melalui perantara untuk mendorong investasi luar hingga $200 juta yang dapat digunakan untuk membeli berbagai asset yang disindikasi oleh Enron.500. Enron tidak mengeluarkan modal.Enron mengadakan proyek yang dinamakan Chewco. 278. Fastow mengusul kemitraan LJM kedua. akan memberikan Enron dana yang dibutuhkan untuk tumbuh dengan cepat dan dengan biaya yang sedikit dibandingkan dengan cara lain. Fastow melaporkan kepada investor LJM2 bahwa Raptor mendapatkan pengembalian sebesar 193. Inc. tetapi pda proyek ini pula Enron tidak juga mendapatkan investor luar.  Kemitraan LJM dan Raptor: LJM2 Pada bulan Oktober 1999. Pada LJM2. 2. Enron mencatat dalam laporan L/R dan pengakuan Enron terhadap kenaikan nilai sahamnya sendiri merupakan pengakuan yang biasanya tidak diizinkan oleh GAAP. dan itu tidak sesuai dengan pengaturan keuangan yang seharusnya 3 persen. Investasi Enron di Rhythms dari nilai $10 juta dalam 2 tahun meningkat menjadi $300 juta. di mana jauh melebihi 30 persen imbalan tahunan yang dijelaskan kepada 15 . dan 125 persen. Chewco tidak bisa menarik investor luar sehingga Enron mensiasati dengan cara memutar dana yang ada di perusahaan dan anak perusahaan. sekalipun mengeluarkan modal tetapi kurang dari 3 persen. Serangkaian transaksi dilakukan untuk menciptakan keuntungan pada laporan L/R Enron yang didasarkan pada asumsi bahwa LJM2 tidak akan dikonsolidasi berdasarkan aturan 3 persen. dan (3) Pembelian sertifikat dari suatu SPE. kata Fastow.  LJM2 dan Raptor Raptor tampak seperti akan berhasil. yaitu LJM2 Co- Investment LP (LJM2). Enron tetap kembali kepada sistem awal yaitu memutar dana yang ada di perusahaan. LJM1 tidak mendapatkan investor dari luar.

Meskipun pengaturan tidak transparan digunakan kembali. sebagai ukuran pengawasan alternative. pembayar pajak dan pemegang saham menjadi korbannya. Selain itu mereka juga tidak mematuhi kode etik perusahaan.Finance Committee di bulan Mei 2000. Enron berusaha menggunakan nilai “tertanam” dari ekuitasnya untuk mengatasi penurunan nilai tertentu investasi pedagangnya. Praktik yang tidak etis dan tidak jujur yang mereka lakukan membuat pekerja. menjaga agar perusahaan tidak mendapatkan masalah.  Keuntungan yang tidak semestinya dicatat pada saham treasuri yang digunakan atau dilindungi oleh lindung nilai yang tidak ada. Para direktur Enron menyadari bahwa kebijakan konflik kepentingan Enron akan dilanggar oleh manajemen SPE yang diusulkan Fastow dan kesepakatan operasi karena mereka menginstruksikan Fastow.  Para pejabat Enron dan pembantunya mengambil manfaat bagi diri mereka sendiri. serta Enron harus terlebih dahulu menerbitkan lebih banyak saham treasuri atau opsi saham untuk membeli mereka dengan harga khusus atau menggunakannya dalam pengaturan “costless collar”. konsumen. mencakup:  Enron melindungi nilai diri sendiri sehingga tidak ada lindung nilai ekonomi eksternal yang diciptakan. mengharuskan adanya pengiriman saham Enron yang begitu banyak sehingga membuat dilusi laba per saham Enron disadari menjadi terlalu besar untuk dipertahankan. Apakah yang salah dengan pilihan mereka? Perihal yang salah mengenai pilihan tindakan mereka adalah mereka membiarkan hal itu terjadi dengan tidak memikirkan masalah yang akan terjadi yang akan menimpa perusahaan Enron. 16 . dan seperti Enron mempertahankan risiko ekonomi. Bulan Agustus 2001 penurunan nilai saham Enron yang mengakibatkan penurunan kredit Raptor.  Harga saham Enron yang jatuh akhirnya mengikis ekuitas dasar dan kelaikan kredit yang ada. yang disebut SPE (entitas bertujuan khusus) yang digunakan untuk memalsukan akuntansi. Transaksi antara Enron dan LJM2 yang memberikan dampak terbesar pada laporan keuangan Enron melibatkan empat SPE yang dikenal sebagai “Raptor”. Enron menciptakan kemitraan dalam organisasi mereka sendiri yang menyebabkan mereka menciptakan hokum tiv keuangan baru. Jawaban Pertanyaan Kasus: 1. kekurangan yang ditemukan di pengaturan LJM1 akhirnya menjadi jelas dalam pengaturan LJM2. semuanya lebih bersifat dilutive terhadap laba per saham Enron. Memperluas konsep yang mendasari transaksi Rhythms.

Apakah yang harus dilakukan oleh auditor internal untuk membantu direktur? Auditor internal bertindak sebagai fidusia professional yang menjaga kepentingan pemegang saham dan Dewan Direksi. sebab mereka juga merasa tidak mendapat keuntungan dari hal tersebut. sehingga terdapat kemungkinan Ken Lay tidak dapat mengelola tugasnya dari masing-masing jabatan yang ia kelola langsung secara bersamaan 3. tidak banyak whistle-blower yang berani bersuara.2. 6. insinyur. Enron menggunakan SPE untuk mendanai akuisisi cadangan gas dari produsen. Aspek manakah dari sistem tata kelola Enron yang gagal untuk bekerja dengan baik? Jelaskan? Sistem tata kelola Enron yang gagal untuk bekerja dengan baik disebabkan oleh manajemen Enron yang tidak terkendali. 5. Bagaimana cara mendorong whistle-blower (agar lebih berani bersuara)? Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengarahan serta bukti-bukti bahwa transaksi yang dijalankan enron hanya fiktif dan hanya menguntungkan pihak Enron. mengurangi tekanan akibat hutang dan menyembunyikan kinerja buruk investasi. mereka gagal untuk memahami peran mereka yang mencakup tantangan dan siklus kepatuhan. personil operasi dan ilmuwan yang terlibat dalam eksplorasi. Akibatnya. serta mempercayai terlalu banyak ketika mendapat bendera merah tanda peringatan bahwa pertanyaan-pertanyaan harus di tekan dan memberi kepercayaan dan jabatan kepada Fastow yang terbukti melakukan kecurangan dan membiarkan Ken Lay memiliki dua jabatan sekaligus 4. dan mengapa tidak ada yang membuat perbedaan yang signifikan? Hal ini disebabkan karena kasus enron melibatkan semua pihak internal dan mereka juga dijanjikan keuntungan yang besar dari transaksi-transaksi tersebut. Identifikasikan konflik kepentingan dalam: a) Berbagai Kegiatan SPE SPE adalah organisasi profesional dan teknis bagi manajer. Hal ini merupakan kesalahan para direktur sendiri. Enron menghilangkan aset tersebut dari neraca. Dalam kasus enron SPE aktifutas yang bertujuan untuk menjual aset-aset yang bermasalah ke rekanan. sebagai gantinya investor di SPE memperoleh pendapatan dari penjualan 17 . Mengapa tidak lebih banyak whistle-blower yang berani bersuara. Ken Lay duduk sebagai ketua Dewan dan CEO selama waktu itu. Bagaimana hal ini mungkin memberikan kontribusi pada kurangnya tata kelola yang benar? Ken Lay menduduki dua rangkap jabatan yang ditangani. pengeboran dan produksi sektor industri minyak dan gas di seluruh dunia.

Enron mengungkapkan pada Oktober 2011 bahwa mereka telah melanggar standar yaitu syarat yang pertama terkait SPE dimana setidaknya 3% dari total kewajiban dan ekuitas harus dimiliki oleh investor ekuitas independen. Salah seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut kepada CEO dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001. Enron dapat menghindari laporan konsolidasi dengan SPE. pada tahun 2001 barulah akuntan dari Arthur Andersen menyadari bahwa ada hal yang salah terkait dengan profit Enron. Akibatnya. b) Berbagai Kegiatan Eksekutif  Board of Director (dewan direktur. kebohongan serta dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan 18 . Hasilnya neraca Enron mencatat lebih rendah (understated) jumlah kewajibannya dan mencatat lebih (overstated) ekuitas dan labanya. termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut  terungkap kepada publik. 7) Bagaimana Arthur Andersen sebagai auditor Enron tidak menyadari penyalahgunaan SPE sejak awal dan membuat dewan direksi menyadari masalah tersebut? Auditor dari Arthur Andersen tidak menyari penyalahgunaan SPE ini kemungkinan disebabkan karena kurangnya dilakukan konfirmasi mengenai dana yang diperoleh oleh perusahaan Enron. direktur eksekutif dan direktur non eksekutif) membiarkan aktivitas bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa diakses oleh pihak dalam perusahaan (insider trading). dan ketidakindependennya investor yang menyokong proyek Enron.cadangan ini. Hasil investigasi oleh penasehat hokum tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan. Dengan mengabaikan aturan ini. CEO Enron menugaskan penasehat hokum perusahaan untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran tersebut tetapi tidak memperkenankan penasehat hokum untuk mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi akuntansi yang dipersoalkan. 8) Bagaimanakah anda akan menggolongkan budaya perusahaan Enron? Bagaimana budaya itu berkontribusi terhadap bencana yang terjadi? Budaya perusahaan Enron yang akhirnya terbentuk adalah dari ketidakjujuran.

sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum. Cengage Learning. & Accountants. 2015. 2012. DAFTAR PUSTAKA Brooks. Executives. Ikatan Akuntan Indonesia. Business & Professional Ethics for Directors. & Paul Dunn. Modul Chartered Accountant: Etika Profesi dan Tata Kelola Korporat. 19 . Seventh Edition. USA. Leonard J.