Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL PRAKTIK KERJA INDUSTRI

TINJAUAN MUTU BAHAN BAKU TERHADAP KUALITAS
PRODUK AKHIR SNACK (MAKANAN RINGAN) PADA
PT. SINAR TOBOALI CIMAHI – JAWA BARAT

Oleh :
Mega Kusumah Putri

1200312

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI
FAKULTAS PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2016

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
PROPOSAL PRAKTIK KERJA INDUSTRI
Judul Praktik Kerja Industri : Tinjauan Mutu Bahan Baku Terhadap Kualitas Produk Akhir
Snack (Makanan Ringan) Pada PT. Sinar Toboali, Cimahi –
Jawa Barat
Nama Mahasiswa

: Mega Kusumah Putri

NIM

: 1200312
Bandung, Januari 2016
Menyetujui dan Mengesahkan
Pembimbing

(Puji Rahmawati, STP., M. Si.)
NIP. 198202172012122001

Mengetahui:
Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi
Agroindustri, FPTK UPI

(Dr. Yatti Sugiarti, M.P)
NIP. 196312071993032001

1

Cimahi – Jawa Barat” Praktik Kerja Industri merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasisiwa sebelum menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri. kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan proposal ini. M. Untuk itu. STP. Proposal praktik kerja industri ini berjudul : “Tinjauan Mutu Bahan Baku Terhadap Kualitas Produk Akhir Snack (Makanan Ringan) Pada PT. Dalam penyusunan proposal praktek industri ini. Penulis menyadari. bahwa penyusunan proposal ini masih terdapat banyak kekurangan. Januari 2016 Penulis 2 . sebagai dosen pembimbing praktik kerja industri. atas bantuan dari semua pihak yang tidak dapat disebut satu-persatu.. karena keterbatasan ilmu dan kemampuan. Si. penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan penulisan proposal ini baik secara langsung maupun tidak langsung. penulis mengucapkan terimaksih kepada ibu Puji Rahmawati. penulis ucapkan terima kasih. Bandung. Untuk itu. penulis mengharapkan tanggapan. Sinar Toboali. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal kegiatan praktik industri ini tepat pada waktunya.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT.

..2 1............................................................................................................................................................................2 1.....................................................................................................................................2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.............................DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN.............................................iii BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................................................................1 1...........................1 1....................4 Manfaat.........................................ii DAFTAR ISI...................................................................................................................................................................................................................................................................................3 Ruang Lingkup Praktek Kerja Industri................................................10 BAB IV JADWAL KERJA PRAKTEK INDUSTRI.4 BAB III METODOLOGI...................................................................................i KATA PENGANTAR..............................................1 Latar Belakang..................................................................................................13 3 .....................................................................12 LAMPIRAN-LAMPIRAN.........................2 Tujuan....................................................................................11 DAFTAR PUSTAKA.

Perusahaan tentu mempunyai standar kualitas mutu bahan untuk produk yang dihasilkan mempunyai mutu yang bagus. proses produksi hingga produk akhir. proses produksi maupun produk akhir. Pengawasan mutu bertujuan untuk mencapai sasaran dikembangkannya peraturan di bidang proses sehingga produk yang dihasilkan aman dan sesuai dengan keinginan masyarakat dan konsumen. Hal tersebut meliputi semua kegiatan dalam rangka pengawasan rutin mulai dari bahan baku. proses produksinya maupun produk akhir. Kegiatan pengendalian kualitas adalah mengevaluasi kinerja nyata proses dan membandingkan kinerja nyata proses dengan tujuan.BAB I PENDAHULUAN 1. perusahaan perlu melaksanakan pengendalian dan pengawasan secara intensif dan terus menerus baik pada kualitas bahan baku. serta pelayanan. Dalam program jaminan kualitas produk. perusahaan akan senantiasa berusaha melakukan kegiatan pengendalian kualitas yang intensif terhadap komponen bahan dasar produk. Perusahaan akan melakukan pengendalian kualitas untuk meminimalisir jumlah produk yang tidak sesuai standar mutu agar dapat menghindari produk yang tidak sesuai standar dapat sampai ke tangan konsumen. promosi. Perkembangan dan persaingan dalam dunia industri semakin pesat dan cukup ketat dalam persaingannya. Maka untuk menjaga kualitas produk yang sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan. 1 .1 Latar Belakang Dalam perkembangan industri ini dituntut untuk memiliki sumber daya manusia yang sangat berkualitas dan mampu memiliki intelektual yang cukup agar indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju. kebutuhan dan keinginan konsumen. Mutu adalah kesesuaian serangkaian karakteristik produk atau jasa dengan standar yang ditetapkan perusahaan berdasarkan syarat. Dalam keadaan seperti itu maka perusahaan dituntut untuk dapat mempertahankan usaha yang dikelolanya agar produk yang dihasilkan tetap dapat bersaing di pasar global. Pada pengendalian kualitas sangat erat kaitannya dengan standar mutu yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Mutu produk inilah yang akan dijadikan sebagai alat persaingan yang cukup penting daripada faktor-faktor lainnya seperti harga.

1.2 Tujuan Tujuan umum dari praktik industri bagi mahasiswa adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dalam materi perkuliahan dan penerapannya di dunia nyata serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat setelah lulus. adalah untuk mengetahui mutu produk snack dari bahan baku. Dapat memberikan solusi. Manfaat bagi mahasiswa: a.1. hingga proses produksi snack yang dilaksanakan PT. yaitu secara langsung dapat menjumpai. maka penulis mengambil judul “Tinjauan Mutu Bahan Baku Terhadap Kualitas Produk Akhir Snack (Makanan Ringan) Pada PT. Aspek produksi dalam praktek kerja industri terdiri atas tinjauan mutu produk snack di PT. Cimahi – Jawa Barat”.4 Manfaat 1. 1.4. Sinar Toboali. Meningkatkan hubungan anatara perguruan tinggi. Mahasiswa memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja yang praktis.Berdasarkan gambaran permasalahan yang telah diuraikan di atas. Sinar Toboali.1. Adapun tujuan khusus dari praktik industri yang dilaksanakan di PT. instansi swasta. perusahaan dan masyarakat sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Tri darma Perguruan Tinggi. Sinar Toboali. pemerintah. 1. 1.2. Sinar Toboali. b.2.3. 1. jika terdapat masalah yang terjadi di industri dengan mencoba mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama di perkuliahan 2 .2. Untuk mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama berada di perkuliahan dengan cara terjun langsung ke dunia kerja.2. Untuk mendapat nilai tambahan ilmu baru di dunia kerja nyata c. produksi pengolahan menjadi snack beserta menyelesaikan masalah-masalah didalamnya dengan solusi yang efektif dan efisien. merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada di dalam kegiatan di bidang pengawasan mutu pada produk pangan.3 Ruang Lingkup Praktek Kerja Industri Kegiatan praktek kerja industri meliputi aspek peninjauan bahan baku produk.

d. Untuk memperoleh alternatif pemecahan masalah yang terjadi di perusahaan sesuai dengan ilmu yang dimiliki mahasiswa yang bersangkutan b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.2. Manfaat bagi universitas: a. 1.4. Manfaat bagi perusahaan: a. Menjalin kerjasama yang baik antara pihak perusahaan dan universitas. 1.1 Snack (makanan ringan) Snack adalah makanan ringan yang dimakan dalam waktu antara ketiga makanan utama dalam sehari (Muchtadi et al. Terpenuhinya program kurikulum yang telah ditetapkan b. Mengetatahui kemampuan para mahasiswa dalam melaksanakan praktik kerja industri. Memberikan pengajaran bagi para mahasiswa dalam melakasanakan tugas secara disiplin c.4. Mendapatkan pengalaman bekerja di suatu perusahaan guna bekal di masa yang akan datang.3.. 1988). Definisi snack menurut SNI 01-28862000 yaitu makanan ringan yang dibuat melalui proses ekstrusi dari bahan baku 3 .

2007). Snack terbagi dalam tiga kelompok. Teknologi ekstrusi berperan penting di industri pangan karena merupakan proses yang bersifat efisien. polimer. plastik. 2. 4 . Saat ini. enkapsulasi. singkong dan cracker. Persyaratan untuk kadar air pada US Patent lebih ketat dibandingkan pada SNI makanan ringan ekstrudat yaitu berkisar antara 2-3%. Makanan ringan beragam dari segi bentuk. Aktivitas air disyaratkan karena apabila produk mempunyai aktivitas air di bawah 0. 2007). serta sterilisasi (Estiasih & Ahmadi. Ekstrusi adalah suatu proses dimana bahan dipaksakan oleh sistem ulir untuk mengalir dalam suatu ruangan yang sempit sehingga akan mengalami pencampuran dan pemasakan sekaligus. 1988). cara pengolahan dan penyajiannya (Muchtadi et al. dan produk makanan pasta. dan pembentukan. lebih sederhana dibandingkan dengan standar mutu yang dikeluarkan oleh SNI 01-2886-2000. pencetakan.. yaitu kelompok pertama seperti keripik kentang.tepung dan atau pati untuk pangan dengan penambahan bahan makanan lain serta bahan tambahan makanan lain yang diizinkan dengan atau tanpa melalui proses penggorengan. pengadonan. dilakukan kombinasi dari beberapa proses meliputi pencampuran. pembentukan cita rasa dan bau. Prinsip ekstrusi banyak digunakan untuk keperluankeperluan yang berkaitan dengan industri logam. Snack ekstrusi merupakan produk ekstrusi pati-patian.2 Standar Mutu Snack US Patent menetapkan persyaratan untuk makanan ringan ekstrudat hanya dua kriteria uji yaitu kadar air dan aktivitas air. 1981). Kelompok snack kedua. sedangkan untuk aktivitas air berkisar antara 0. ekstrusi dapat diterapkan pada proses pengolahan produk-produk makanan secara luas (Pratama.1-0. 2009).. Di dalam proses ekstrusi. tetapi karena prinsipnya yang sama. pemasakan. penghilangan senyawa volatil dan penurunan kadar air.99 maka bakteri tidak dapat hidup dengan baik (Oktavia.1988). sehingga memerlukan bahan yang mengandung banyak pati (Muchtadi et al. mengalami proses lebih lanjut setelah keluar dari ekstruder yaitu pemotongan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan pengeringan untuk menurunkan kadar air dan kelompok ketiga yaitu snack yang setelah diekstrusi masih memerlukan pengolahan lanjut seperti pengeringan dan penggorengan (Harper. pendinginan dan pemanasan. penghancuran.55. fungsi pengolahan dengan ekstrusi juga mencakup separasi.

Berdasarkan bahan baku yang digunakan. gula dan bumbu penyedap lainnya. proses produksi hingga produk akhir. Kegiatan pengawasan mutu adalah mengevaluasi kinerja nyata proses dan membandingkan kinerja nyata proses dengan tujuan.3 Pengawasan Mutu Pengawasan mutu adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin bahwa proses yang terjadi akan menghasilkan produk sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Harper (1981) menyatakan bahwa penambahan bahan tambahan seperti sumber protein maksimal 15% dengan tanpa terjadi perubahan karakteristik yang nyata pada snack ekstrusi yang dihasilkan. Protein hewani dapat dijadikan sebagai sumber alternatif pada makanan ringan produk ekstrusi (Muchtadi et al. Kelompok kedua adalah snack yang menggunakan bahan dasar dan bahan tambahan lainnya yang dicampur untuk memperoleh produk ekstrusi yang mempunyai nilai gizi yang baik.1988). Hal tersebut meliputi semua kegiatan dalam rangka pengawasan rutin mulai dari bahan baku. daya cerna dan mutu fisik serta organoleptik yang lebih tinggi.. snack dibedakan dua macam yaitu: snack yang menggunakan satu bahan utama seperti jagung atau beras yang hanya ditambahkan bahan pencita rasa seperti garam.Standar mutu untuk makanan ringan ekstrudat yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional pada tahun 2000 dapat dilihat pada Tabel 1. Pengawasan mutu bertujuan untuk mencapai sasaran 5 . 2.

sehingga merupakan suatu kerugian yang harus dihindari. Perusahaan tidak akan memperbaiki barang yang rusak (remade) dan proses produksi dalam perusahaan berjalan dengan baik. Pengembalian produk rusak yang sering terjadi. hal ini menyebabkan penurunan volume penjualan. Berdasarkan penjelasan. Pengawasan atau pengendalian mutu dilakukan selama proses produksi berlangsung sampai barang tersebut dikirim ke konsumen. Pengembalian produk rusak biasanya melalui pengecer atau distributor yang ditunjuk. Proses pembuatan tersebut disesuaikan dengan bentuk dan mutu barang yang ingin dihasilkan. Konsumen yang membeli produk rusak berhak mengembalikan produk. 6 . bila hal ini terjadi berarti merupakan promosi yang tidak baik. 2004). Artinya upaya mempertahankan mutu dengan mencegah kerusakan produk selama proses produksi merupakan suatu kegiatan yang penting untuk menghindari akibat yang buruk seperti penurunan pangsa pasarnya. Artinya.dikembangkannya peraturan di bidang proses sehingga produk yang dihasilkan aman dan sesuai dengan keinginan masyarakat dan konsumen (Puspitasari. Secara umum untuk memperoleh produk yang baik diperlukan pengawasan dalam proses produksi untuk mencegah kerusakan. Mencegah atau Menghindari Terjadi Kerusakan Barang (produk) Kiat utama dari pencegahan kerusakan suatu produk adalah kerusakan harus dicegah sebelum terjadi. Perusahaan akan kehilangan mata rantai distribusi untuk menjual barang. dapat disimpulkan bahwa mencegah kerusakan suatu produk berpengaruh pada pemasarannya. Konsumen tidak akan pernah mengembalikan produk yang telah dibelinya. Manfaat mencegah kerusakan produk adalah sebagai berikut (Baedhowie dan Pranggonowati. agar produk yang dihasilkan tidak rusak perlu diadakan pengawasan mutu secara seksama. 2005): a. Hal ini menyangkut nama baik produk. Kerusakan dan Mutu Produk Suatu barang (jasa) dibuat melalui suatu proses. Akibatnya akan banyak konsumen yang tidak menyukai produk tersebut. Pengawasan atas mutu suatu barang hasil produksi meliputi pengetahuan hal-hal berikut (Baedhowie dan Pranggonowati. b. 2005): 1. 2. membuat pengecer atau distributornya akan enggan untuk menjual produk tersebut.

selain cara kerja peralatan produksi yang mengolah bahan baku dipantau. maka barang tersebut harus dibuang atau remade dan mesin perlu disetel kembali agar beroperasi secara akurat. kelapa. Secara umum tujuan pengawasan mutu menurut Baedhowie dan Pranggonowati (2005) adalah sebagai berikut: a. sampai dengan saat bahan baku tersebut akan digunakan. 4. selanjutnya diproses dalam mesinmesin produksi untuk diolah menjadi barang jadi. Agar biaya desain produk. Pengawasan Pengepakan atau Kemasan Kemasan merupakan alat untuk melindungi produk agar tetap dalam kondisi sesuai dengan mutu. Akan tetapi.Terdapat empat jenis-jenis pengawasan mutu produk menurut Prawirosentono (2004) antara lain adalah sebagai berikut: 1. Pengawasan Mutu Bahan Baku Apakah bahan baku yang digunakan sesuai dengan mutu direncanakan? Hal ini perlu diamati sejak rencana pembelian bahan baku. singkong. Bila terdapat barang yang cacat. misalnya sayuran. ukuran dan standar mutu yang direncanakan. b. Dalam hal ini. dan sebagainya. 2. 3. Sekaligus untuk mengetes mesinmesin yang mengolah selama proses produksi. penerimaan bahan baku di gudang. juga hasil kerja mesin-mesin tersebut dipantau dengan cara statistik agar menghasilkan barang sesuai yang direncanakan. Bila produk atau produk setengah jadi sesuai dengan bentuk. biaya inspeksi dan biaya proses produksi berjalan secara efisien. Pengawasan Produk Jadi Pemeriksaan atas hasil produksi jadi untuk mengetahui apakah produk sesuai dengan rencana ukuran dan mutu atau tidak. penyimpanan bahan baku di gudang. Pengawasan Proses Produksi Bahan baku yang telah diterima gudang. Pelaksanaan pengendalian mutu dan kegiatan produksi harus dilaksanakan secara terus-menerus untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rencana 7 . Produk akhir mempunyai spesifikasi sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Tetapi ada pula produk yang tidak begitu memerlukan perhatian khusus dalam hal kemasan maupun alat angkut. tetap harus memilih alat angkut yang tepat agar produk sampai tujuan dengan mutu tetap prima. maka produk-produk tersebut dapat digudangkan dan dipasarkan (didistribusikan).

bila tidak sesuai berarti proses produksinya salah dan harus diperbaiki. Hal ini bertujuan agar produk cacat atau rusak tidak sampai ke konsumen. 3. untuk segera dilakukan perbaikan atau koreksi. selama penyimpan dan waktu bahan baku akan dimasukkan dalam proses produksi. Pengendalian Mutu Bahan Baku Mutu bahan baku sangat mempengaruhi hasil akhir dari produk yang dibuat. penyimpanan dan pengiriman kepada konsumen. 2.standar agar dapat segera diperbaiki. Pengendalian mutu selama proses produksi dilakukan dengan cara mengambil contoh (sampel) pada selang waktu yang sama. Pengendalian dalam Proses Pengolahan Sesuai dengan diagram alir produksi dapat dibuat tahap-tahap pengendalian mutu sebelum proses produksi berlangsung. Tiap tahap proses produksi diawasi sehingga kesalahan atau penyimpangan yang terjadi dalam proses produksi dapat diketahui. Bahan baku dengan mutu yang baik akan menghasilkan produk baik dan sebaliknya jika mutu bahan baku buruk akan menghasilkan produk buruk. Pengendalian Mutu Produk Akhir Produk akhir harus diawasi mutunya sejak awal proses produksi hingga tahap pengemasan. Pengendalian mutu bahan harus dilakukan sejak penerimaan bahan baku di gudang. Sampel tersebut dianalisis. pengendalian mutu menurut Prawirosentono (2004) dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Secara garis besar. 8 .

Kegiatan praktik kerja industri ini dilaksanakan selama 25 hari kerja dimana dalam 1 hari ada 8 jam kerja. Sinar Toboali Cimahi terutama mengenai kegiatan peninjauan mutu bahan baku snack (makanan ringan) dan proses produksi snack (makanan ringan). Cimahi. Wawancara dengan pihak yang terkait. 3.BAB III METODOLOGI 3. Studi Pustaka. 3. mencari dan mempelajari pustaka mengenai permasalahanpermasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan praktik industri. Waktu : 18 Januari 2016 – 11 Februari 2016. 2. 96 Leuwigajah. Praktik kerja dan pengamatan langsung di PT. 3. Dokumentasi. mendokumentasikan dan mencatat data-data atau hasil kegiatan selama praktik industri.1 Lokasi dan Waktu Tempat : PT. Sinar Toboali Cimahi Alamat : Jl. Maharmartanegara No.2 Metode Pelaksanaan 1. 4.3 Kegiatan Praktik Kerja Industri 9 .

10 .Kegiatan yang akan dilakukan selama menjalankan kegiatan praktik kerja industri tertera di dalam diagram alir kegiatan pada lampiran 1. BAB IV JADWAL KERJA PRAKTEK INDUSTRI Kegiatan praktek kerja industri dilaksanakan selama 25 hari kerja atau 192 jam dan jadwal kegiatan praktek kerja industri terdapat pada lampiran 2. yang dibuktikan dengan mengisi jurnal kegiatan harian yang terdapat pada lampiran 3.

Faklutas Peternakan. 2011. Anonim.id/~tin/images/stories/jurnal/TESIS. F. Winarno.13. Program Studi Teknologi Hasil Ternak. 2008. Kimia Pangan dan Gizi.http://fateta.pdf. 11 . SKRIPSI.ipb. Resty. 1997. Sifat Kimia. PT.. Gramedia PustakaUtama. Delvia.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Institut Pertanian Bogor. di akses pada tanggal 10 Januari 2016 pukul 7.ac.%20Tipus%20. Universitas Sumatera Utara. G. Tinjauan Pustaka – Makanan Ringan. Jakarta. Fisik dan Mikrobiologi Snack Ekstruksi yang Diperkaya Tepung Putih Telur Sebagai Sumber Protein Selama Penyimpanan.%20POSTER %20PENELITIAN/Nur%20Fitriani%20UA%20F351060101/Tesis %20PDF/2.

LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1. Tahapan Kegiatan Praktik Kerja Industri 12 .

13 .

Sinar Toboali Cimahi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14 1 0 11 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 23 2 4 25 . Jadwal Praktek Kerja Industri No .Lampiran 2. Hari keKegiatan 1 Orientasi lingkungan kerja 2 Peninjauan mutu bahan baku yang masuk 3 Praktik kerja dan pengamatan proses produksi 4 Praktik kerja dan pengamatan pengemasan 5 Pengamatan mutu snack (makanan ringan) yang dihasilkan 6 Pengumpulan informasi dari sumber-sumber terkait di PT.

Identitas Peserta Praktek Kerja Industri Nama : Mega Kusumah Putri 15 Paraf pembimbing .Lampiran 3.TP.si Tanggal Uraian kegiatan Lampiran 4. Jurnal Kegiatan Harian Praktek Kerja Industri Nama : Mega Kusumah Putri NIM : 1200312 Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri Tempat PI : PT. M. Sinar Toboali. S. Sinar Toboali. Cimahi. Cimahi – Jawa Barat Pembimbing No : Puji Rahmawati. Judul Laporan PI : Tinjauan Mutu Bahan Baku Terhadap Kualitas Produk Akhir Snack (Makanan Ringan) Pada PT.

kusumah@student. : 087823216321 : mega.upi. 40531. 13 November 1994 : Komplek Puri Fajar Blok A9 RT 07 RW 09 No.SMP .Jenis kelamin Tempat/Tgl Lahir Alamat : Perempuan : Cimahi.SD .edu : Islam : Mahasiswa Riyawat Pendidikan .Perguruan Tinggi : SDN Cibeber 2 Cimahi : SMPN 7 Cimahi : SMAN 1 Cimahi : Universitas Pendidikan Indonesia Pengalaman Organisasi - PMR SMPN 7 Cimahi. Cibeber – Telepon Email Agama Status Cimahi Selatan.SMA .17. BEM Jurusan – HIMAGRIN ( staff keuangan dan staff INFOKOM) 16 .