Anda di halaman 1dari 6

INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Istilah

Infeksi Menular seksual

Faktor Risiko Servisitis

Pasangan seksual positif GO/infeksi klamidial

Usia <21 tahun

Lajang

Pasangan seksual > 1

Pasangan seksual baru dalam 3 bulan terakhir

GO Nonkomplikata pada Pria
 Setelah paparan tunggal dengan kontak yang terinfeksi 
sekitar 25% pria mengalami gonore
 Uretritis anterior

Subyektif
gatal & panas sekitar orifisium uretra eksterna (OUE), disuria,
polakisuria, duh tubuh uretra, nyeri ereksi

Obyektif
serviks erimatosa, erosi, secret mukopurulen

15% memberi keluhan minimal atau
asimtomatik  tidak
mendapat terapi à mampu menyebarkan penyakit
 Proktitis

Umumnya asimtomatik

Subyektif
Organisme Penyebab
Rasa gatal/terbakar di daerah anus,
nyeri defekasi

Bakteri

Virus

Obyektif

Jamur
Mukosa eritematosa, edematosa, tertutup sekret mukopurulen

Protozoa
 Orofaringitis

Ektoparasit

Faringitis & tonsilitis  lebih sering
Sindrom Klinis

Umumnya asimtomatik

Duh tubuh uretra

Subyektif

Duh tubuh vagina
nyeri tenggorookan

Ulkus genital

Obyektif

Bubo inguinal
sekret mukopurulen

Pembengkakan skrotum
GO Nonkomplikata pada Wanita

Nyeri perut bawah pada wanita
 30 – 60% wanita terinfeksi akan memberi gejala minimal atau

Konjungtivitis neonatarum
asimtomatik  karier

Vegetasi genital
 Servisitis
Vagina Normal

Subyektif

Flora
Duh tubuh vagina, nyeri pinggang/abdomen bawah
bakteri-bakteri
aerob, Lactobacillus spp. penghasil H2O2

pH < 4,5

Obyektif

Sekret vagina normal
Serviks eritematosa, erosi, secret mukopurulen
konsistensi floccular, warna putih, di forniks posterior
 Uretritis

Dihasilkan oleh:

Subyektif

Sekresi vulva (kelenjar sebasea, kelenjar keringat, kelenjar
disuria, polakisuria
Bartholin, kelenjar Skene)

Obyektif

Transudat dinding vagina
OUE eritematosa, edematosa, sekret mukopurulen

Eksfoliasi sel-sel vaginal dan serviks
 Proktitis

Mukus serviks
Karena hubungan
anogenital atau kontaminasi dari duh tubuh

Cairan endometrial dan oviduktal
vagina

Mikroorganisme dan produk metabolitnya
 Orofaringitis
Hal-hal yang mempengaruhi sekret vagina normal
 Vaginitis

Usia
Jarang pada wanita usia subur
Prepubertal
Reproduksi
Pascamenopause
GO Komplikata

Hormonal
 Komplikasi pada pria
Kontrasepsi

Lokal
Perubahan siklus hormon
tinositis, parauretritis, littritis, cowperitis
Kehamilan

Asendes

Faktor lokal
trigonitis, prostatitis, vesikulitis, funikulitis, epididimitis  gangguan
Menstruasi
fertilitas
Postpartum

Diseminata
Semen
artritis, dermatitis, miokarditis, endokarditis, perikarditis, meningitis
Sekresi Vagina tidak Normal
 Komplikasi pada wanita

Peningkatan jumlah, atau

Lokal

Bau yang tidak seperti biasa, atau
parauretritis, bartholinitis

Perubahan warna

Asendens

Terkadang disertai rasa gatal
salpingitis, penyakit radang panggul  infertilitas, kehamilan ektopik

Diseminata = pada pria

(Sexually

Transmitted
Infections)
1998

Trichomonas vaginalis. m kontrasepsi hor Diabete Pemaka antibiotik jangk • • . bakteri lain (?) Tidak diketahui (???) • • Trikomoniasis Vaginosis bakterial Kandidosis vagina Peran sebagai penyebab penyakit pada pria masih diragukan Sindrom klinik akibat pergantian Lactobacillus spp. Gonokok. Bacteriodes ureolyticus. anogenital Melalui alat-alat. mis.Candida albicans. dan Mycoplasma hominis Analisis asam lemak cairan vagina Suksinat : laktat ↑  > 0. Mobiluncus spp.. pakaian.Gonore Inf. ragi. pH ↑ Deskuamasi sel epitel vagina à duh tubuh vagina khususnya C. vaginalis  Asam amino & deskuamasi sel epitel vagina Asam amino & deskuamasi sel epitel vagina  kuman-kuman anaerob + bakteri vagina fakultatif  amin  deskuamasi sel epitel vagina. subgrup A tipe serologik D – K Ureaplasma urealyticum (10-40%) mikroorganisme paling kecil. dsb. gonorrhoeae  tipe 1 & 2 patogenik Faktor virulensi Pili  membantu adherensi gonokoki pada permukaan mukosa atau resistensi terhadap fagositosis Produksi kapsular in vivo Resistensi terhadap kerja bakterisidal imun dari serum Kemampuan bertahan hidup meskipun terdapat berbagai macam orgnisme komensal yang berkompetisi Faktor virulensi Mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng immature  paling mudah terinfeksi Faktor virulensi Hubungan kelamin genitogenital. di forniks posterior Pembeda Pendahulua n Etiologi - - - Transmisi/ FR Neisseria gonorrhoeae Diplokokus. & Gardnerella vaginalis Infeksi genital nongonokok (IGNG) & uretritis nongonokok (UNG) à bukan disebabkan oleh gonokok Chlamydia trachomatis (3050%) obligat intraselular. Trichomonas vaginalis (protozoa)  epitel submukosa berlapis diduga alkalinasi vagina berulang pH ↑  G. Gram-negatif. atau serviks karena kuman nonspesifik Uretritis nonspesifik (UNS) peradangan uretra karena kuman nonspesifik Kuman spesifik kuman dengan fasilitas laboratorium biasa/ sederhana dapat ditemukan seketika. bau.). virus Herpes Simpleks. Genital non spesifik Konsistensi floccular. (81%) kadang C. warna putih. Gram-negatif. rektum. Penghasi H2O2 yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi (contoh: Bacteroides spp. sangat pleiomorfik. trachomatis & M. • • • • IGNS IMS berupa peradangan di uretra. sering bersamaan dengan C.g (16%). Haemophilus spp. orogenital. Gram-negatif Hospes alamiah manusia 4 tipe koloni N. Gardnerella vaginallis. Adenovirus. hominis Lain-lain (2030%): Jarang Trichomonas vaginalis. handuk. Candida s (3%) Flora normal Hub sexual Handuk/ pakaian terkontaminasi • Hormon (kehamilan. Mycoplasma genitalium.4 Utama  asam asetat Infeksi vagina da oleh kandida.

diseminata • • • • • • • • • • • • • • Diagnosis Anamnesis coitus suspectus. mukosa atau bercampur nanah • (seropurulen). striktr uretra Berdasarkan  anamnesis. putih atau keabu abuan melekat pada dinding vagina pH vagina >4. • limfadenitis regional Obyektif Muara uretra edema & eritema ringan – berat Sekret uretra • serosa. paha atas: abses-abses kecil & maserasi Labium mayus & minus: edema eritema In spekulo Sekret banyak pada forniks posterior. melekat pada dinding vagina Tidak ditemukan inflamasi pada vagina & vulva Serviks tampak normal • Komplikasi korioamnionitis. hematuria. nyeri pelvis. dispareunia Obyektif tanda-tanda servisitis Komplikasi Prostatitis. dkk  3 dari 4 tanda Cairan vagina homogen. vesikulitis. • epididimitis. bau Gatal & perih pada vulva & sekitarnya Dispareunia. berbusa Serviks uteri: colpitis macularis / strawberry cervix (petekie pungtata) Ditemukan T. uretra Umumnya asimtomatik (simtomatik pada sekitar 30% kasus) Subyektif duh tubuh vagina. homogen. infeksi cairan amnion. polakisuria. limfadenopati. kadang d Tidak atau asam Gumpal kepala susu putih kekuning dinding vagina dasar & sekitarnya dapat meluas k perineum KVV rek > episode per t . selaput otak) Berdasarkan ada tidaknya komplikasi GO nonkomplikata GO komplikata lokal. asendens. gejala klinis. seromukosa.• 14 hari Wanita asimtomatik  • sulit ditentukan • Berdasarkan lokasi • Gonore genital Gonore ekstragenital (konjungtiva. • tipis. penyakit radang panggul. persendian. kulit. kelenjar Bartholin. disuria ringan. rasa gatal. ekstragenitalia Pemeriksaan penunjang  beberapa tahap • • Pada pria • Masa tunas 1-5• mgg (terutama 2-3 mgg) Umumnya tidak• seberat GO Simtomatik pada sekitar 75% kasus • Subyektif: • morning drops atau bercak di celana dalam pagi hari atau bercak di celana dalam • pagi hari disuria. oklusif. orofaring. infeksi pada masa nifas. anorektal. banyak atau sedikit Komplikasi prostatitis. noktuira • demam. jantung. epididimitis. kadang 1. kelahiran prematur. & cair. & pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium sederhana Tidak ditemukan kuman spesifik Sekret uretra Masa tunas Pada pria biasanya < 10 hari Pada wanita sulit ditentukan  antara 3-28 hari Pada pria Asimtomatik sampai uretritis hebat dengan komplikasi prostatitis Sebagian besar uretritis ringan (sulit dibedakan dari UNG lain) Pada wanita Keluhan Duh tubuh vagina banyak. kehijauan.• • Gejala       Masa tunas Pria 2-5 hari. keluhan Pemeriksaan klinis genitalia. vaginalis pada sediaan langsung/ basah (NaCl fisiologis) • atau pada biakan (media Feinberg atau Kupferberg) duh tubuh penderita Respon terapi menunjang • • diagnosis • Asimtomatik atau• bau vagina khas seperti ikan (amis) Sekret vagina • putih atau keabuan. striktur uretra Pada wanita • Infeksi serviks (epitel silindris) > vagina.5 Sekret vagina berbau seperti bau ikan Imunosu Meningk suhu kelembaban ketat. vesikulitis. s Iritasi/tr Duh tub kental. rasa terbakar atau tak enak saat BAK • rasa gatal di sal akencing ringan  • berat polakisuria. pendarahan pascacoitusm pendarahan intramenstrual Inspeksi Vulva. & his prematur Amsel. kehijauan.

dari endoserviks sensitivitas 4565%. uretra.• PP Sediaan langsung (pengecatan Gram) Diplokokus Gramnegatif intra& ekstraselular Pria bahan dari fosanavikularis. dinding posterior) Wanita bahan dari serviks. rektum. spesifitas 95-99%. spesifitas keduanya sama (>99%) Tes definitif Tes oksidasi • Larutan tetrametil-p fenilendiamin hidroklorida 1% • Semua Neisseria  rx positif: warna koloni bening menjadi merah muda sampai merah lembayung Tes fermentasi Untuk konfirmasi N. gonorrhoeae hanya meragikan glukosa Tes beta-laktamase Enzim betalaktamase  perubahan pengecatan Gram  leukosit PMN >5 per lapangan pandang 1000x Sekret serviks pengecatan Gram à leukosit PMN >30 per lapangan pandang 1000x Pemeriksaan NAATs (Nucleic Acid Amplification Tests)  sensitivitas & spesifitas tinggi Badan inklusi intra sitoplasma • sebelum atau setelah penambahan KOH 10% (tes Sniff/tes amin) Adanya clue cells pada sediaan basah (minimal pada 20% sel epitel) Tidak ditemukan inflamasi pada vagina & vulva Jumlah leukosit PMN cairan vagina < jumlah sel epitel . & orofaring Pemeriksaan duh uretra pria sensitivitas 9095%. media Transgrow (modifikasi Thayer-Martin  dapat untuk media pertumbuhan) Media pertumbuhan media Thayer-Martin (selektif). & orofaring (tonsil. muara kelenjar Bartholin. modifikasi Thayer-Martin. duh endoserviks 85-95%. rektum. agar coklat McLeod Sensitivitas kultur duh uretra 94-98%. spesifitas 90-99% Kultur (biakan) 2 macam media Media transport media Stuart.

per hari selama 7 hari • Tinidazol 2 g p.o. per hari selama 7 hari. per hari• selama 7 hari • Terapi alternative Eritromisin basa 4 x 500 mg p.75% intravaginal.• • • • • • • • DD • • • • Tata laksana • • • • warna sefalosporin kromogenik dalam cefinase TM disc. • mis. dosis tunggal Rejimen alternatif: Metronidazol 2 x • 500 mg p.o.o. per hari selama 7 hari Rejimen alternative Metronidazol 2 g p. dosis tunggal Metronidazol gel 0. II keruh  panuretritis I jernih. per hari selama 7 hari Amoksisilin 500 mg + asam klavulanat 125 mg p.o. • vaginalis (-) Mitra seksual harus diobati sesuai dengan rejimen penderita Tx anjuran untuk Rejimen terapi Metronidazol 2 x 500 mg p.o. aplikator penuh (5 g) 2x/hari selama 5 hari Krim klindamisin 2% intravaginal.o. per hari• Rejimen anjuran Metronidazol 2 g p. dosis tunggal. II keruh  tak mungkin Pada pria Uretritis nongonokokal/ uretritis nonspesifik Pada wanita Infeksi genital nongonokokal/ infeksi genital nonspesifik Trikomoniasis Kandidosis Vaginosis bakterial Terapi GO selalu berubah sesuai dengan kerentanan gonokokus 15-35% pria koinfeksi dengan Chlamydia  tx kombinasi Edukasi penderita tentang IMS Anjuran abstinensia/ menggunakan kondom selama terapi Pasangan seksual harus diobati juga Terapi GO nonkomplikata pada dewasa: Sefiksim 400 mg p. aplikator penuh (5 g) saat akan tidur selama 7 hari Klindamisin 2 x 300 mg p. BBL 96192 dari kuning menjadi merah Pemeriksaan NAATs (Nucleic Acid Amplification Tests)  lebih sensitif dibandingkan kultur Tes Thomson Untuk mengetahui lokasi infeksi Syarat Kandung kemih harus mengandung urin minmal 80-100 ml Sebaiknya dilakukan setelah bangun pagi Urin dibagi dalam 2 gelas Tidak boleh menahan kencing dari gelas I ke II Hasil I jernih.o. Hidrogen peroksida 1-2 %.o. atau Amoksisilin 3 x 500 mg p.o. atau • Doksisiklin 2 x 100 mg p. atau Eritromisin etilsuksinat • 4x800 mg p.o. dosis tunggal. per hari selama 7 hari. atau Seftriakson 125 mg IM dosis tunggal. II jernih  tak ada infeksi I keruh. larutan asam laktat 4% Supositoria • trikomoniasidal Jel & krim trikomoniasidal • Sembuh bila Keluhan & gejala (-) Pemeriksaan sediaan basah: T. II jernih  uretritis anterios I keruh. 3x/hari selama 7 hari Sefaleksin 4 x 500 mg p.o.o. atau Ofloksasin 400 mg p.o.o. per hari selama 7 hari • Anjuran terapi pada ibu hamil Eritromisin basa 4• x 500 mg p. atau • Ofloksasin 2 x • 300 mg p. per hari selama 7 hari . dosis tunggal Rejimen topical Cairan irigasi. dosis tunggal Ditambah: (untuk • • • • • • • Edukasi penderita• tentang IMS Abstinensia/meng gunakan kondom • Pengobatan pasangan seksual • Anjuran terapi Azitromisin 1 g p.o. dosis tunggal.o.o.o. atau Siprofoksasin 500 mg p. per hari • selama 7 hari.

Sefalosporin atau kuionolon Spektinomisin 2 g IM dosis tunggal Kuinonolon & tetrasiklin KONTRAINDIKASI pada wanita hamil selama 7 hari Terapi dapat dilanjutkan sampai 4• minggu • Sembuh bila setelah terapi 7 hari tidak ada keluhan & pemeriksaan • laboratorium negarif sampai 3 x berturutturut UNS persisten • bila masih terdapat tanda uretritis setelah terapi selama 4 minggu UNS rekuren bila keluhan uretritis timbul lagi setelah 2 minggu terapi selesai mitra seksual pria: dosis multipel 7 hari Metronidazol Kehamilan trimester pertama bukan kotra indikasi mutlak Dosis efektif dapat diberikan pada kehamilan tiap semester Menghindari alcohol selama tx & 24 jam sesudahnya  efek lirdisulfiram (mual. flushing) . dosis tunggal.o.• • koinfeksi Chlamydia) Azitromisin 1 g p.o. selama 7 hari Bila tidak tahan gol. atau Doksisiklin 2 x 100 mg p.