Anda di halaman 1dari 4

Rambut merupakan mahkota, dengan adanya rambut tersebut maka akan terlihat cantik,

kecantikan itu sendiri berasal dari kesehatan dan kesehatan akan didapat dari kebersihan.
Oleh karena itu kulit kepala dan rambut perlu perawatan sehingga tetap bersih dan
sehat, (Rostamailis, dkk, 2009: 112). Rostamailis, dkk, 2009.tata kecantikan rambut jilid
1.jakarta. direktorat pembinaan sekolah menengah kejuruan
2.1. Pertumbuhan Rambut
2.1.1. Anatomi Rambut
Rambut merupakan

salah satu adneksa kulit yang terdapat pada seluruh tubuh kecuali

telapak tangan, telapak kaki, kuku, dan bibir. Rambut juga berupa batang-batang tanduk
yang tertanam secara miring di dalam kantung (folikel) rambut.
Jenis rambut pada manusia pada garis besarnya dapat di golongkan 2 jenis :
1. Rambut terminal, rambut kasar yang mengandung banyak pigmen. Terdapat di kepala,
alis, bulu mata, ketiak, dan genitalia eksterna. Rambut terminal diproduksi oleh folikel-folikel
rambut besar yang ada di lapisan subkutis. Secara umum diameter rambut > 0,03mm.
2. Rambut velus, rambut halus sedikit mengandung pigmen, terdapat hampir di seluruh
tubuh. Rambut velus di produksi oleh folikel-folikel rambut yang sangat kecil yang ada
dilapisan dermis, diameternya < 0,03mm. (Lily Soepardiman. 2010; Kusumadewi, dkk;
Olsen. 1994)
Rambut dapat dibedakan menjadi bagian-bagian sebagai berikut:
a. Folikel Rambut, yaitu suatu tonjolan epidermis ke dalam berupa tabung yang
meliputi:

1) Akar rambut ( folicullus pili), yaitu bagian rambut yang tertanam secara miring di dalam
kulit dan terselubung oleh folikel rambut.
2) Umbi rambut (bulbus pili), yaitu ujung akar rambut terbawah yang melebar. Bagian
terbawah umbi rambut adalah matriks rambut, yaitu daerah yang terdiri dari sel-sel yang
membelah dengan cepat dan berperan dalam pembentukan batang rambut . Dasar umbi
rambut yang melekuk ini mencakup gumpalan jaringan ikat, pembuluh darah dan saraf yang
berguna untuk 16drene makanan kepada matriks rambut. (Kusumadewi, dkk; Robin dan Tony
Burns)
Selain itu, folikel rambut juga menyelubungi akar rambut, mulai dari permukaan kulit, mulai
dari permukaan kulit sampai di bagian terbawah umbi rambut. Pada selubung ini dapat di
bedakan 16drene yang bersal dari dermis dan 16drene yang berasal dari epidermis.
(Kusumadewi, dkk)
Unsur dari epidermis terdiri dari kandung akar luar dan kandung akar dalam. Kandung akar
luar terdiri atas sel bening, dan baru mulai berdifrensiasi pada daerah ismus tanpa membentuk
stratum granulosum. Kandung akar dalam terdiri atas 3 bagian yaitu: lapisan Henle, lapisan
Huxley, dan kutikula kandung dalam. (Kusumadewi, dkk; Erdina H.D. 2002)
b. Batang Rambut, yaitu bagian rambut yang berada di atas permukaan kulit berupa benangbenang halus yang terdiri dari zat tanduk atau keratin. Batang rambut terdiri atas 3 bagian,
yaitu kutikula (selaput rambut), yang terdiri dari 6-10 lapis sel tanduk dan tersusun seperti
genteng atap; korteks(kulit rambut), terdiri atas sel-sel tanduk yang membentuk kumparan,
tersusun secara memanjang , dan mengandung butir-butir melanin; dan medulla (sumsum
rambut), yang terdiri atas 3-4 lapis sel kubus yang berisi keratohialin, badan lemak, dan
rongga udara. (Lily Soepardiman. 2010; Kusumadewi, dkk; Endang, Zahida. 2001)

c. Otot Penegak Rambut (muskulus arector pili), merupakan otot polos yang berasal dari
batas dermo-epidermis dan melekat di bagian bawah kandung rambut. Otot-otot ini
dipersarafi oleh saraf-saraf 17 drenergic dan berperan untuk menegakkan rambut bila
kedinginan serta sewaktu mengalami tekanan emosional. (Kusumadewi, dkk; Robin dan Tony
Burns)
Siklus Aktivitas Folikel Rambut
Setelah pembentukan folikel rambut dan rambut, perkembangan folikel rambut selanjutnya
akan berhenti pada bulan ke-5 kehamilan. Folikel mengalami involusi memasuki fase
katagen, dimana papilla dermis akan mengalami regresi dan akhirnya folikel memasuki fase
istirahat. Sampai saat ini belum diketahui mengapa papilla dermis yang telah terbentuk harus
mengalami regresi terlebih dahulu dan kemudian mengalami aktivitas kembali. (Erdina H.D.
2002) Siklus pertumbuhan folikel rambut adalah demikian. Sejak pertama kali terbentuk
folikel rambut mengalami siklus pertumbuhan yang berulang. Fase pertumbuhan dan fase
istirahat bervariasi berdasarkan umur dan regio tempat rambut tersebut tumbuh dan juga
dipengaruhi faktor fisiologis maupun patologis. Siklus pertumbuhan yang normal adalah
masa anagen, masa katagen, dan masa telogen. (Lily Soepardiman. 2010)
1. Masa anagen: sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong selsel yang lebih tua ke atas. Aktivitas ini lamanya antara 2-6 tahun. (Lily Soepardiman.
2010)
2. Masa katagen: masa peralihan yang didahului oleh penebalan jaringan ikat di sekitar
folikel rambut, disusul oleh penebalan dan mengeriputnya selaput hialin. Papil rambut
lalu mengelisut dan tidak lagi berlangsung mitosis dalam matriks rambut. Bagian
tengah akar rambut menyempit dan bagian dibawahnya melebar dan mengalami
pertandukan sehingga terbentuk gada (club). Masa peralihan ini berlansung 2-3
minggu. (Kusumadewi, dk; Lily Soepardiman. 2010)

3. Masa telogen atau masa istirahat dimulai dengan memendeknya sel epitel dan

berbentuk tunas kecil yang membuat rambut baru sehingga rambut gada akan
trdorong keluar. (Lily Soepardiman. 2010) Lama masa anagen adalah berkisar 1000
hari, sedang masa telogen ekitar 100 hari sehingga perbandingan rambut anagen dan
telogen berkisar antara 9:1. Jumlah folikel rambut pada kepala manusia sekitar
100.000, rambut pirang dan merah jumlahnya lebih sedikit dari rambut hitam. Jumlah
rambut yang rontok per hari 100 helai. Densitas folikel rambut pada bayi 1135/cm2
dan berkurang menjadi 615/cm2 pada umur tiga puluhan, karena meluasnya
permukaan kulit. Pada umur 50 tahunan ada pengurangan atau kerusakan beberapa
folikel sehingga jumlah menjadi 485/cm2. Untuk mengetahui jumlah rambut anagen
dan telogen yang disebut trikogram, sedikitnya 50 helai rambut harus dicabut dan
diperiksa untuk menghindari deviasi standar yang tinggi. Jumlah rambut anagen pada
wanita + 85% dan laki-laki 83% dan jumlah rambut telogen pada wanita + 11%,
sedang pada laki-laki 15%. (Lily Soepardiman. 2010)