Anda di halaman 1dari 35

Usability

Lina Dianati F

What’s on today???
o What is usability?
o Why is usability important?
o How measuring usability?

What is poor usability?
“I really like it,
To end-users..
“It doesn’t do
but I don’t use it
“Can’t it be what I need it
much”
more like
to do”
Google?”
“I can’t find
what I’m
“I don’t think it
looking for”

seems trustworthy”

“It’s very fancy,
but it’s not very
useful”

“I find it a bit
frustrating”

What is poor usability? .

o Sejauh mana user dapat belajar dan menggunakan suatu produk untuk mencapai tujuannya dan sejauh mana kepuasan user dalam menggunakan produk tersebut.Definisi Usabilitas o Tingkat kualitas dari sistem yang mudah dipelajari. . mudah digunakan dan mendorong pengguna untuk menggunakannya sebagai alat bantu positif dalam menyelesaikan tugas.

Dimensi2 Usabilitas Menurut ISO 9241-11: o Efektivitas : seberapa besar produk dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Biasanya diukur dengan kuisioner. o Kepuasan : mengukur sejauh mana pengguna bebas dari ketidaknyamanan dan sikap mereka terhadap penggunaan produk. Biasanya diukur dengan waktu. Hal ini dapat dilihat dari berapa banyak kesalahan yang terjadi waktu digunakan. . keluhan2 dan ekspresi2 saat menggunakan produk. o Efisiensi : seberapa cepat pengguna dalam mencapai tujuan atau menyelesaikan pekerjaannya menggunakan produk tersebut.

Dimensi2 Usabilitas Menurut Jacob Nielson : o Learnability : seberapa lama user beradaptasi pertama kali terhadap produk o Efficiency : seberapa cepat user mengerjakan tugas setelah beradaptasi o Memorability : seberapa familier user terhadap penggunaan produk setelah tidak menggunakannya beberapa waktu o Error : seberapa banyak error yang dilakukan user saat menggunakan produk o Satisfaction : tingkat kepuasan user terhadap produk dan desainnya .

Dimensi2 Usabilitas .

Mengapa Usabilitas Penting? .

Dimana? o Pengujian usabilitas dapat dilakukan dimana saja o Di tempat kerja nyata o Atau di laboratorium .

Kapan? o Sebelum memulai desain baru. uji sekali lagi. Masalah usability yang tidak kelihatan sebelumnya akan nampak pada saat impelementasi . uji terlebih dahulu desain lama untuk mengenali bagian bagus yang harus disimpan dan lebih ditekankan untuk desain selanjutnya. dan bagian buruk yang memberi user masalah o Uji desain pesaing untuk mendapatkan data murah tentang interface alternatif yang mempunyai fitur yang mirip dengan interface yang sedang dikerjakan o Pada saat pembuatan prototype dari satu atau beberapa desain baru o Pada saat desain akhir sudah jadi dan memutuskan mengimplentasi desain akhir.

Metode Pengukuran Usabilitas Testing Usability methods Inspection Inquiry Model/Matric Based .

NAMA METODE Model/Metrics-based Inspection Testing Inquiry TEKNIK Layout Appropriateness Web Metrics GOMS and other models NIST WebMetrics Web Log Based Cognitive Walk-Through Heuristic Evaluation Varians of Euristic Evaluation Pluralistic Walk-Through Perspective-Based Inspection Thinking-Aloud Protocol Shadowing Method Co-Discovery Learning Coachhing Method Question-Asking Protocol Teaching Method Restrospective Testing Performance Measurement Remote Testing Eye Tracking Field Observation Focus Group Interviews Questinnaires .

.Usability Testing o Seorang pengguna diobservasi dengan cara memberikan beberapa tugas untuk berinteraksi dengan rancangan yang ingin diealuasi.

Thinking aloud o Peserta diminta memverbalisasi pikiran. dan pendapat saat berinteraksi dengan sistem. perasaan. o Direkam mengunakan video . o CTA (Concurent Think Aloud) : teknik evaluasi yang dilakukan ketika responden sedang berinteraksi dengan objek o RTA (Retrospective Think Aloud) : teknik evaluasi yang dilakukan ketika responden selesai melakukan interaksi dengan objek.

Thinking aloud .

Shadowing Method o Saat responden telah menyelesaikan tugas. seorang ahli duduk di samping evaluator untuk menafsirkan apa yang responden lakukan. . o Hal ini berguna ketika evaluator tidak familiar dengan domain tugas.

dua orang pengguna berusaha untuk melakukan tugas bersamasama. mereka didorong untuk menjelaskan apa yang mereka pikirkan saat mengerjakan tugas. .Co-Discovery Learning o Selama tes usability. o Jika mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

peserta iperbolehkan untuk meminta ahli/evaluator untuk menanyakan hal yang berhubungan dengan tugas.Coaching Method o Selama tes. . o Tujuan dari teknik ini adalah untuk menemukan kebutuhan informasi pengguna atau untuk mendesain ulang interface guna menghindari kebutuhan akan pertanyaan2 yang dimiliki pengguna.

selain membiarkan peserta tes menceritakan pikiran mereka.Question-Asking Protocol o Selama tes. evaluator mendorong mereka dengan mengajukan pertanyaan langsung tentang produk/sistem. .

o Lalu setiap peserta tes diminta untuk menjelaskan kepada pengguna pemula tentang cara kerja sistem. o Kemudian peserta tes tersebut diperkenalkan kepada pengguna pemula. .Teaching Method o Peserta tes diminta berinteraksi dengan sistem yang pertama . sehingga mereka terbiasa dan memperoleh keahlian. dan bagaimana cara menyelesaikan tugas.

Restrospective Testing o Evaluator dan peserta tes menonton video sesi tes bersama-sama. o Evaluator memberikan pertanyaan tentang perilaku mereka selama pengujian. .

. o Gerak gerik peserta tes saat melakukan pengujian juga direkam. o Waktu setiap melakukan tugas tersebut diukur dan dicatat.Performance Measurement o Setiap peserta test diperintahkan untuk menerjakan beberapa runtutuan tugas terkait dengan produk/sistem yang diteliti.

.Remote Testing o Digunakan jika evaluator terpisah ruang atau waktu dengan peserta tes. o Evaluator dapat mengamati peserta ujian melalui jaringan komputer dan mendengar apa yang peserta tes katakan selala pengujian melalui jaringan telepon.

. dapat mengetahui apa yang orang tersebut anggap penting. o Selain itu.Eye Tracking o Mengidentifikasi gerakan mata dalam mencari objek dalam suatu bidang untuk mengetahui lokasi yang diharapkan responden untuk meletakkan suatu elemen. menarik atau membingungkan.

Setting up usability testing .

Focus Group .

Prinsip Pengujian o Menggunakan real user o Mendesain real task o Mencatat dan melaporkan hasil pengetesan .

and Ease of use) o serta beberapa paket kuisioner lainnya .Kuisioner o System Usability Scale (SUS) o Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) o WAMMI dan SUPR-Q untuk mengukur website o Single Ease Question (SEQ) o USE (Usefulness. Satisfaction.

System Usability Scale (SUS) .

System Usability Scale (SUS) Scoring SUS : • For odd items: subtract one from the user response. • Add up the converted responses for each user and multiply that total by 2. . • For even-numbered items: subtract the user responses from 5 • This scales all values from 0 to 4 (with four being the most positive response). • The average SUS score is a 68.5.

Single Ease Question (SEQ) .

Satisfaction.USE (Usefulness. and Ease of use) .

Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) .

Tugas Kelompok : Lakukan pengujian usabilitas pada website/aplikasi o Isi laporan : o Latar Belakang (alasan mengapa pengujian usabilitas terhadap website yang Anda pilih itu penting dilakukan) o Penelitian terdahulu yang sudah pernah ada (min. 2) o Deskripsi website o Metode Pengujian (task2 apa yang harus dikerjakan. sampel cara pengujian. dll) o Hasil pengujian dan analisis o Kesimpulan o Lampiran (foto saat pengujian dan data2 mentah hasil pengujian) .