Anda di halaman 1dari 10

PEMERINTAH KABUPATEN NGADA

DINAS KESEHATAN
KECAMATAN SOA
PUSKESMAS WAEPANA
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS WAEPANA
NOMOR : Ksr 032.1/11/WPN/
/
/2015
TENTANG
AKSES TERHADAP REKAM MEDIK

1.Menimbang

11.Mengingat

a.bahwa dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan


kepada Pasien Khususnya
keberlanjutan
perawatan
kepada pasien maka di perlukan rekam medik pasien
yang menjamin keseluruhan riwayat penyakit,tindakan
perawatan dan rencana
tindak lanjut perawatan
pasien,mak di perlukan kerahasiaan rekam medik dan
akses terhadap rekam medik.
b. bahwa unuk maksud pada huruf a. akses terhadap
rekam medik Maka perlu ditetapkan Melalui Surat
Keputusan Kepala Puskesmas Waepana.
Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang
Kesehatan;

Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang


Perlindungan Konsumen ;

Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan


Aparatur Negara Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan
Publik;

Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang


Praktek kedokteran;

Peraturan Menteri Kesehatan No HK.02.02?


Menkes/148/I/2010 izin dan penyelenggaraan
praktik Perawat;

Peraturan Menteri Kesehatan no:1464


2010 tentang izin dan penyelenggaraan

tahun

Praktek Bidan;
.Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia
Nomor 36 tahun 2012 tentang
Rahasia
kedokteran;

KESATU
KEDUA

:
:

KETIGA

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang
Rekam Medik.

MEMUTUSKAN :
AKSES TERHADAP REKAM MEDIK
yang berhak mengakses rekam Medik adalah
Dokter,Dokter gigi,Perawat, Perawat Gigi atau Bidan
dan Petugas Rekam Medik.
Petugas lain yang hendak mengakses rekam medis
pasien harus mendapat persetujuan Kepala Puskesmas

KEEMPAT

dan di ketahui dokter yang merawat.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan,jika ada
kekeliruan di kemudian hari akan dilakukan perbaikan.

Waepana: 09 pebruari 2015


Kepala UPTD Puskesmas Waepana
= Margareta U.Kromen=
NIP:196906281989032005

PEMERINTAH KABUPATEN NGADA


DINAS KESEHATAN
KECAMATAN SOA
PUSKESMAS WAEPANA
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS WAEPANA
NOMOR : Ksr 032.1/11/WPN/
/ 02 /2015
1.Menimbang

II.Mengingat

TENTANG
STANDARISASI KODE KLASIFIKASI DIAGNOSA DAN TERMINOLOGI
: a.bahwa untuk menyamakan standarisasi kode klasifikasi
diagnosis
dan terminologi lain yang konsisten antara
puskesmas dan jaringannya maka perlu di buat aturan yang
baku tentang kode klasifikasi diagnosa di Puskesmas
Waepana.
b.bahwa untuk maksud huruf a standarisasi kode klasifikasi diagnosa
dan terminologi di Puskesmas Waepana perlu di tetapkan dengan Surat
Keputusan Kepala Puskesmas Waepana.
: 1.Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.
2. Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktek kedokteran
3. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia

Nomor 36 tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran


4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medik


5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :

1691/Menkes/ Per/ VIII/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit;


6.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 Tahun

2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.


MEMUTUSKAN
KESATU
KEDUA
KETIGA
KEEMPAT

: STANDARISASI
KODE
KLASIFIKASI
DIAGNOSA
DAN
TERMINOLOGI
: Semua pertugas di Puskesmas dan jaringan wajib mentaati standarisasi kode
Klasifikasi Diagnosa.
: Standarisasi Kode klasifikasi Diagnosa merupakan lampiran yang tak
terpisahkan dari Keputusan ini.
: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan


diadakan

perbaikan/perubahan

sebagaimana

mestinya

apabila

dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan


perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.
Waepana: 05
Pebruari 2015
Kepala
Puskesmas Waepana
=Margareta Ukromen=

NIP:196906281989032005

PEMERINTAH KABUPATEN NGADA


DINAS KESEHATAN
KECAMATAN SOA
PUSKESMAS WAEPANA
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS WAEPANA
NOMOR : Ksr 032.1/11/WPN/
/ 02 /2015
TENTANG
PELAYANAN REKAM MEDIS DAN METODE IDENTIFIKASI
: a.bahwa untuk menjamin keselamatan pasien terutama untu
1.Menimbang
mengetahui riawayat penyakit pasie selanjutnya perlu di
buatkan rekam medik bagi pasien yang datang dan dirawat di
Puskesmas Waepana.
b.bahwa untuk maksud huruf a pelayanan rekam medis dan metode
identifikasi perlu di tetapkan dengan Surat Keputusan kepala puskesmas
Waepana.
II.Mengingat
: 1.Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.
2. Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktek kedokteran
3. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia

Nomor 36 tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran


4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medik


5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :

1691/Menkes/ Per/ VIII/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit;


6.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 Tahun

2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.


MEMUTUSKAN
KESATU
KEDUA
KETIGA
KEEMPAT

: PELAYANAN REKAM MEDIS DAN METODE IDENTIFIKASI


: Rekam Medis Harus di buat secara tertulis
: Standarisasi Kode klasifikasi Diagnosa merupakan lampiran yang tak
terpisahkan dari Keputusan ini.
: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan


diadakan

perbaikan/perubahan

sebagaimana

mestinya

apabila

dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan


perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.
Waepana: 05
Pebruari 2015
Kepala
Puskesmas Waepana
=Margareta Ukromen=
NIP:196906281989032005

PEMERINTAH KABUPATEN NGADA


DINAS KESEHATAN
KECAMATAN SOA
PUSKESMAS WAEPANA
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS WAEPANA
NOMOR : Ksr 032.1/11/WPN/
/ 02 /2015
TENTANG
PELAYANAN REKAM MEDIS DAN METODE IDENTIFIKASI
: a.bahwa untuk menjamin keselamatan pasien terutama untuk
1.Menimbang
mengetahui riwayat penyakit pasien selanjutnya perlu di
buatkan rekam medik bagi pasien yang datang dan dirawat di
Puskesmas Waepana,
b.bahwa untuk maksud huruf a pelayanan rekam medis dan metode
identifikasi perlu di tetapkan dengan Surat Keputusan kepala puskesmas
Waepana.
II.Mengingat
: 1.Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.
2. Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktek kedokteran
3. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia

Nomor 36 tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran


4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medik
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
1691/Menkes/ Per/ VIII/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit;
6.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 Tahun

2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

MEMUTUSKAN

KESATU
KEDUA
KETIGA
KEEMPAT

: PELAYANAN REKAM MEDIS DAN METODE IDENTIFIKASI


: Rekam Medis Harus di buat secara tertulis,lengkap dan jelas atau secara
elektronik.
: Identifikasi Rekam medik di sesuaikan dengan Diganosa Penyakit Pasien.
: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan


diadakan

perbaikan/perubahan

sebagaimana

mestinya

apabila

dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan


perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.
Waepana: 05
Pebruari 2015
Kepala
Puskesmas Waepana
=Margareta Ukromen=

NIP:196906281989032005

PEMERINTAH KABUPATEN NGADA


DINAS KESEHATAN
KECAMATAN SOA
PUSKESMAS WAEPANA
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS WAEPANA
NOMOR : Ksr 032.1/11/WPN/
/ 02 /2015
TENTANG
SISTEM PENGKODEAN,PENYIMPANAN,DAN DOKUMENTASI REKAM MEDIK.
1.Menimbang

: a.bahwa untuk keberlanjutan riwayat penyakit pasien dan


rencana tindak lanjut terkait Penyakit pasien,dan untuk
mencatat pelayanan yang telah di berikan kepada Pasien di
perlukan rekam medik yang dapat ditemukan tepat waktu
b.bahwa untuk maksud huruf a Sistem Pengkodean,Penyimpanan,dan
dokumentasi Rekam Medik di Puskesmas Waepana perlu di tetapkan dengan
surat Keputusan Kepala Puskesmas Waepana.

II.Mengingat

: 1.Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.


2. Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktek kedokteran
3. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia

Nomor 36 tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran;


4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medik;


5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :

1691/Menkes/ Per/ VIII/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit;


6.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 Tahun

2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.


MEMUTUSKAN
KESATU

: SISTEM PENGKODEAN,PENYIMPANAN,DAN
REKAM MEDIK.

KEDUA

: Sistem Pengkodean Rekam Medik di sesuaikan dengan Pengkodean Diagnosa


Penyakit Pasien ( international Classvication of Diseases)
dan untuk ICD9 Cm untuk megkode Tindakan.( international
Classvication of Diseases)

KETIGA

: Rekam Medik pasien di simpan sesuai pelayanan Klinik yang di terima


Pasien,rawat jalan di simpan di loket Pendaftaran,rawat Inap di ruang rawat
inap dan untuk pasien KIA di simpan di ruang KIA.

DOKUMENTASI

KEEMPAT

: Semua Rekam medik pasien dilakukan pendokumentasian secara baik dan di


simpan untuk jangka waktu 5(Lima) tahun.

KELIMA

: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan


diadakan

perbaikan/perubahan

sebagaimana

mestinya

apabila

dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan


perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.
Waepana: 05
Pebruari 2015
Kepala
Puskesmas Waepana

=Margareta Ukromen=
NIP:196906281989032005

Pengkoedan adalaH kegiatan pengolahan data rekam medik untuk memberiak


kode dgan huruf atau angak atau kombinasi huruh dan anagka yang mewakili
kopmponen data .
Tujuan:1.Memudahakan pelayananan pd penyajian informasi.
2.

Pengkodean: icd 10 utk mengkode Penyalit.


ICOPIM dan ICD-9-Cm untuk mengkode Tindakan.
Komputer online untuk penykt dan tndakan. ( international Classvication of
Diseases)
Icd 10 terdiri dari 3 Volume.
1.klasifikasi utama.
2 pedoman penggunaan.
3.klasifikasi penyakit.
Prosedur: memberi Kode penyakit pd Diagnoasa pasien yang terdpat pd berkas
rekam medis sesaui dgn ICD 10.
2Menghubungi Dokter ang menanganai pasien apabila diagnosa pasien tdk
jel;as.
3.melakukan pengolahan Klasifikasi Penyaikt.
4 Memberikan pelayanan kpd Dokter sesuai indeks Peny.psdien
5. hasil diagnosos dokter merupaka diagnosos utama maupu sekunder atau
diagonsa lain berupa peny.kompilkasi maka harus menggyunak buku ICD 10p.
6.dalam mencari kode penykit dpt di cari berdasarkan abjad nama peny.yag dpt
dilihat dalam buku ICD 10.
7.Untuk indeksing dilakukan degn cara komputer juga di gunakan lemabaran
kode peny yang sering muncul untuk mempermudah propses pengkodean
Perawatan Koding
1.

PEMERINTAH KABUPATEN NGADA


DINAS KESEHATAN
KECAMATAN SOA
PUSKESMAS WAEPANA
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS WAEPANA
NOMOR : Ksr 032.1/11/WPN/
/ 02 /2015
1.Menimbang

II.Mengingat

TENTANG
PENYIMPANAN REKAM MEDIS
: a.bahwa untuk keberlanjutan riwayat penyakit pasien dan
rencana tindak lanjut terkait Penyakit pasien,dan untuk
mencatat pelayanan yang telah di berikan kepada Pasien di
perlukan rekam medik yang dapat ditemukan tepat
waktu,dengan penyimpanan yang baik.
b.bahwa untuk maksud huruf a Penyimpanan rekam Medis di
Puskesmas Waepana perlu di tetapkan dengan surat Keputusan Kepala
Puskesmas Waepana.
: 1.Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.
2. Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktek kedokteran;
3. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia

Nomor 36 tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran;


4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medik;


5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :

1691/Menkes/ Per/ VIII/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit;


6.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 Tahun

2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.


MEMUTUSKAN
KESATU

: PENYIMPANAN REKAM MEDIS

KEDUA

: Penyimpana Rekam medis pasien di sesuaikan dengan ruangan dimana pasien


di rawat,Khusus Rekam Medik rawat jalan di simpan di loket pendaftaran.

KETIGA

: Tanggung Jawab penyimpanan Rekam medik di bawa tanggung jawab


pengelola Ruangan dimana Rekam Medik di simpan.

KEEMPAT

: Rekam medik tidak boleh diakses oleh oramg lain selain Petugas,jika ada
pihak lain yang membutuhkan data Rekam Medik karena urusan tertentu
harus Mengetahu Kepala UPTD Puskesmas Waepana dan Seijin Dokter yang
Merawat.

KELIMA

: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan


diadakan

perbaikan/perubahan

sebagaimana

mestinya

apabila

dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan


perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.
Waepana: 10
Pebruari 2015
Kepala
Puskesmas Waepana

=Margareta Ukromen=
NIP:196906281989032005