Anda di halaman 1dari 34

OBAT PARKINSON

Oleh
Anastasia Lusia Elfiana Bhato
1408010050

Defenisi
Penyakit parkinson atau paralisis
agitans merupakan sutu sindrom
dengan gejala utama berupa trias
gangguan neuromuskular:
tremor
rigiditas
akinesia(hipokinesia)
disertai kelainan postur tubuh dan
gaya berjalan.

1. Levodopa
MEKANISME KERJA
Mekanisme kerja levodopa pada
gejala
parkinsonisme
diduga
berdasarkan
pengisian
kembali
kekurangan DA korpus striatum.

Efek Samping
Efek gastrointestinal
Efek samping ini dapat dikurangi dengan memberikan obat dalam
dosis terbagi, sewaktu atau segera setelah makan dan dengan
meningkatkan dosis harian totas secara berlahan
anoreksia,mual dan muntah
Efek kardiovaskuler
takikardi, ekstrasistol ventrikular,dan vibrilasi atrial(jarang).
Hipertensi postural sering didapati, asimtomatik dan menghilang
seiring pengobatan.
aritmia jantung
Efek samping lain
Efek tingkah laku
Fluktuasi respon
Diskinesia

DOSIS
Masa pengobatan

Dosis

Frekwensi pemberian

Minggu ke 1

125 mg

sehari

Minggu ke 2

125 mg

sehari

Minggu ke 3

250 mg

sehari

Minggu ke 4

500 mg

sehari

Minggu ke 5

500 mg

sehari

Minngu ke 6

500 mg

sehari

Minggu ke 7

1 gr

sehari

Minggu ke 8

1 gr

3 x sehari + 500 mg
di malan hari.

INTERAKSI
OBAT
Dosis farmakologik piridoksin(vitamin B6)
meningkatkan metabolisme levodopa diluar
otak sehingga dapat mencegah efek
terapinya
kecuali
juga
digunakan
penghambat dekarboksilase perifer.
Levodopa tidak boleh digunakan kepada
pasien yang menggunakan penghambat
monoamin oksidase A atau dalam 2 minggu
setelah penghentiannya, karena kombinasi
kedua obat ini dapat menimbulkan krisi
hipertensi

AGONIS DOPAMIN

BROMOKRIPTIN
MEKANISME KERJA.

Bromokriptin
merangsang
reseptordopaminergik.
Organ yang dipengaruhi ialah yang
memiliki reseptor dopamin yaitu SSP,
kardiovaskular, poros hipotalamus-hipofisis
dan saluran cerna, Elektivitas bromokriptin
pada penyakit parkinson cukup nyata dan
lebih nyata lagi pada pasien dengan
derajat penyakit lebih berat.

EFEK
SAMPING
Mual, muntah dan hipotensi ortostatik merupakan efek samping
awal.
Fenomen dosis awal berupa kolaps kardiovaskular dapat terjadi.
Pemberian obat bersama antasid atau makanan, dan
memberikan dosis secara bertahap mengurangi mual yang berat.
Gangguan psikis berupa halusinasi penglihatan dan pendengaran
lebih sering ditemukan dibandingkan dengan pada pemberian
levodopa.
Efek samping yang jarang-jarang terjadi ialah: eritromelalgia,
kemerahan, nyeri, panas dan udem di tungkai bawah.
Hipotensi simtomatik dan levido retikularis kulit juga lebih sering
terjadi dibanding dengan levodopa; Diskinesia lebih jarang terjadi

DOSIS
Terapi
dengan
bromokriptin
dimulai
dengan
dosis 1,25 mg, dua kali sehari. Kemudian dosis dinaikkan
sampai elek terapi tercapai atau timbul efek samping. Obat
sebaiknya diberikan dengan makanan.
Peningkatan dosis dilakukan setiap 2-4 minggu sebanyak
2,5 mg/hari. Dengan pemberian bromokriptin, umumnya
dosis levodopa dapat dikurangi dengan 125-250 mg untuk
setiap penambah an 2,5 mg bromokriptin.
Dosis maksimum bromo_ kriptin yang dapat diterima
bervariasi untuk masing-masing pasien; 75 mg sehari masih
dapat diterima bila pasien tidak mendapat levodopa dosis
tinggi. Dosis optimum kira-kira 45 mg sehari (20-75 mg)
yang dapat dicapai dalam kira-kira 6 minggu (2_15
minggu).

Interaksi Obat
Pemberian obat bersama antasid atau
makanan, mengurangi mual yang
berat.
Antipsikotropika
dan
metoklorpromida sebagai antagonis
dopamin, dapat mengurangi efeknya.

Inhibitor Monoamin Oksidase

1. Selegilin(deprenil)
Mekanisme kerja
Suatu inhibitor selektif ireversibel monoamin
oksidase B pada dosis normal ( pada dosis yang
lebih tinggi obat ini juga menghambat
monoamin oksidase A), menahan penguaraian
dopamin, sebagai konsekuensinya obat ini
memperkuat
dan
memperlama
efek
antiparkinsonisme levodopa ( sehinggah efek
levodopa dikurangi) serta mungkin mengurangi
fenomena on-off atau wearing-off yang ringan

Efek Samping
Selegin dapat menyebabkan insomnia jika diminum
pada sore hari.
Dosis
Dosis baku selegilin adalah 5 mg saat sarapan dan 5
mg saat makan siang.
Interaksi obat
Selegiline bekerja efektif jika dikombinasikan
denganobat -obatan lainnya, terutama levodopa
dancarbidopauntuk
mengobati
gangguan
pergerakan yang disebabkan oleh penyakitParkinson

b)Rasagilin
Mekanisme kerja
Rasagilin
merupakan
inhibitor
monoamin oksidase B lainnya, lebih
poten daripada selegilin dalam
mencegah parkinsonisme imbasMPTP pada saat ini digunakan untuk
terapi simtomatik dini. Dosis baku
adalah 1mg/hari.

Dosis
Dosis baku adalah 1mg/hari. Rasagilinjuga digunakan sebagai terapi
adjuvan dengan dosis o,5-1 mg/hr untuk memperlama efek levodopakarbidopa dengan pasien dengan stadium lanjut.
Efek Samping
Pemberian kombinasi levodopa pada kedua bentuk inhibitor monoamin
oksidase harus dihindari karena hal ini dapat menyebabkan krisis
hipertensi, mungkin karena akumulasi norepinefrin di perifer.
Interaksi obat
Rasagilin atau selegilin perlu diberikan hati-hati pada pasien yang sedang
mendapatkan terapi antidepresan trisiklikatau serotonin reuptake
inhibitor karena resiko teoritis interaksi toksik akut jenis sindrom
serotonin, efek samping levodopa mungkit meningkat dengan obat ini.

Inhibitor Katekol-o-metiltranferase

MEKANISME
KERJA
Inhibitor dopa dekarboksilase berkaitan dengan
pengaktifan
kompensatorik
jalur-jalur
lain
metabolisme
levodopa khususnya
katekol-Otranferase( COMT) dan hal ini meningkatkan kadar
3-O-metildopa( 3-OMD) plasma.
Inhibitor COMT selektif misalnya tolkapon dan
entekapon juga memperpanjang kerja levodopa
dengan
mengurangi
metabolisme
dijaringan
perifer. Klirens levodopa menurun, dan karenanya
ketersediaan hayati relatif levodopa meningkat.
Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak dan
konsentrasi maximal tidak meningkat.

Efek samping
Tokapon dapat menyebabkan peningkatan kadar
enzim-enzim hati dan kadang dapat menyebabkan
kematian pada penderita gagal hati akut.
Diare,
nyeriabdomen,
hopotensi
ortostatik,
gangguan tidur dan warna urin orange
Inhibitor COMT sebagian berkaiatan dengan
meningkatnya pajanan ke levodopa dan mencakup
diskinesia , mual, dan kekacauan pikiran. Dosis
harian levodopa harus diturunkan sekitar 30%
dalam 48 jam pertama untuk menghindari atau
memulihkan penyulit-penyulit tersebut.

DOSIS
Tolkapon diminum dengan dosis
100mg/3xsehari
,
sebaliknya
entekapon 200 mg perlu diminum
bersama setiap dosis levodopa
hingga 5 kali sehari.

INTERAKSI
OBAT
Tersedia suatu preparat yang dinamai stalevo yang
mengandung kobinasi levodopa dengan karbidopa
dan
entekapon.
Penggunaan
preparat
ini
mempermudah regimen obat,dan jumlah tablet yang
digunakan lebih sedikit dari preparat lainnya
Sediaan ini memiliki 3 kekuatan :
Stalevo 50 ( 50 mg levodopa+ 12,5 mg karbidopa+
200 mg entekapon)
Stalevo 100 ( 100 mg levodopa+ 25 mg karbidopa+
200 mg entekapon)
Stalevo 150 ( 150 mg levodopa+ 37,5 mg
karbidopa+ 200 mg entekapon)

APOMORFIN
Mekanisme Kerja
Penyuntikan subkutis apomorfin hidroklorida
( apokyn), suatu agonis dopamin poten ,
efektif untuk meredahkan secara teporer
periode off akinesia pada pasien yang
mendapat terapi dopaminergik optimal. Obat
ini cepat diserat kedalam darah kemudian
otak sehinggah manfaat klinis sudah mulai
dalam waktu sekitar 10 menit setelah injeksi
dan menetap hinggah 2 jam.

Efek Samping
Mual
khususnya
pada
pemberian apomorfin,
Diskinesia
Mengantuk
Nyeri dada berkeringat
Hipotensi
Memar ditempat penyuntikan

awal

Dosis
sebagian besar pasien memerlukan
dosis 3mg-6mg, dan dosis tidak boleh
diberikan 3 kali sehari.
Sering timbul mual yag mengganggu
khususnya pada awal pemberian
apomorfin, karena itu, dianjurkan
praterapi dengan antiemetik dan
kemudian lanjutkan paling kurang 1
bulan jika tidak selamanya.

Interaksi
Obat
trimetobenzamind ( 300mg/3xsehari)
selama 3 hari sebelum apomorfin
diberikan Dapat mengurangi efek
samping Obat berupa mual.

Amantidin
Mekanisme kerja
Belum diketahui dengan jelas tetapi obat ini
memperkuat fungsi dopaminergik dengan
mempengaruhi sintesis , pelepasan, dan
penyerapan kembali dopamin.
Obat ini dilaporkan mengantagonisasi efek
adenosin direseptor adenosin A2a, yaitu
reseptor yang menghambat fungsi reseptor
D2
.
Pelepasan
katekolamin
dari
penyimpanan perifer

Efek Samping
Edema perifer, penyulit lain yang telah dikenal, tidak
disertai oleh tanda-tanda kelainan jantung, hati, atau
ginjal
Efek samping lain terhadap amantidin adalah nyeri
kepala, gagal hati, hipotensi postural, retensi urin,
dan gangguan saluran cerna
Levido retikularis kadang terjadi
kegelisahan, depresi, iritabilitas, insomnia, agitasi,
kegairahan, halusinasi, dan kekacauan pikiran.
Kelebihan dosis dapt menimbulkan psikosis toksit
akut. Pada dosis beberapa kali lipat dibandingkan
dengan dosis anjuran dapat menyebabkan kejang.

Dosis

dosis baku adalah peroral 100mg/23xsehari.

Interaksi
Obat
Amantadin + Cotrimoxazol
Dapat meningkatkan kekacauan mental akut pada
pasien usia lanjut, namun bersifat reversible
Amantadin + Quinin & Qunidin
Pada kadar 200 mg quinine atau quinidin dapat
mengurangi metabolisme amantadin berturutturut sebanyak 36 %.
Amantadin + Thiazid
Menyebabkan ataksia (kehilangan keseimbangan
tubuh), gelisah dan halusinasi berkembang tidak
lebih.

Obat Penghambat
Asetilkolin
Mekanisme Kerja
memperbaiki
tremordan
rigiditas
pada parkinsonismetetapi hampir
tidak berefek pada bradikinesia

Efek Samping
Diskinesia timbul pada beberapa
kasus.kadang
terjadi
parotitif
supuratif akut akibat penyulitan
mulut.

Dosis
Beberapa
obat
antimuskarinikyang
parkinsonisme.
Obat

dengan
digunakan

sifat
pada

Dosis harian (mg)

Benztropin mesilat

1-6

Biperiden

2-12

Orfenadrin

150-400

Prosiklidin

7,5-30

Triheksifenidil

6-20

Referensi
Farmakologi dan Terapi edisi 4
farmakologi Katzung edisi 10

Terima Kasih