Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

PEMBAHASAN
A. Pengkajian
Asuhan

keperawatan

pada

Ny.

L

dengan

Gangguan

Sistem

Kardiovaskuler : Hipertensi Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Margono
Soekarjo yang dikelola selama tiga hari yaitu pada tanggal 11-13 februari
2015, ditemukan tiga diagnosa yang muncul pada saat pengkajian. Penulis
melakukan pengkajian dengan metode observasi secara langsung pada pasien,
wawancara (dengan pasien dan keluarga), dan dokumentasi keperawatan
dengan mempelajari rekam medik dan buku status pasien, maka diperoleh hasil
sebagai berikut:
Kesadaran pasien composmetis, Tekanan darah190/110 mmHg, nadi 80
x/m, Respirasi 20 x/m, Suhu 36,0oC, Tinggi badan pasien 150 cm dan Berat
badan pasien 45 kg. Bntuk kepala pasienmesochepal, rambutnya beruban dan
kondisikepala bersih. Pemeriksaan mata secara sederhana mata simetris dan
konjungtiva anemis serta sklera ikhterik.Hidung kondisinya bersih,bentuknya
simetris dan tidak terdapat polip. Telinga simetris antara telinga kanan dan kiri,
tidak ada serumen.Mulut kondidinya bersih mukosa bibir kering. Gigi kotor
dan terdapat caries. Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid pada leher.
Pemeriksaan thorak meliputi payudara, jantung dan paru. Hasil
pemeriksaan fisik payudara tidak ditemukan benjolan yang abnormal dan
bentuknya simetris antara kanan dan kiri. Untuk pemeriksaan fisik dada
terdapat pemeriksaan dada dan jantung yang meliputi empat cara yaitu
inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.Pemeriksaan fisik paru dengan cara
inspeksi menunjukan bentuk dada simetris. Palpasi diagfragma sama antara
kanan dan kiri. Auskultasi terdapat bunyi vasicular dan perkusi terdengar
sonor.Pemeriksaan fisik jantung dengan cara inspeksi menunjukan tidak ada
jejas. Palpasi denyut jantung teraba tidak ada pembesaran jantung.perkusi tidak
ada bunyi pekak, auskultasi tidak ada bunyi murmur dan gallop.

antara lain yaitu : adanya nyeri pada kepala bagian belakang bawah. Penulis juga memperoleh data pengkajian kasus nyata yang tidak ada dalam teori menurut NANDA (2013) adalah :Resiko Ketidakseimbangan nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh karena pasien mengalami penurunan nafsu makan. mengkaji tentang riwayat kesehatan Ny. L untuk mengetahui tentang sebab Ny. Penulis memperoleh data yang sesuai dengan kasus nyata. ada pembesaran abdomen dan palpasi tidak terdapat massa dalam abdomen dan tidak ada ada nyeri tekan. Dalam melakukan pengkajian penulis tidak mengalami kesulitan karena pasien dan keluarga pasien merespons dengan baik semua pertanyaan yang diberikan untuk mendapatkan data-data yang akurat. .Data yang sudah dianalisis kemudian ditegakkan diagnosa keperawatan. Hal ini tidak sesuai dengan kasus Hipertensi pada Ny. Punggung normal. Pengkajian identitas pada Ny. L tidak mengalami keluhan jantung terasa berdebardebar. Adapun pengkajian teori yang tidak terapat dalam kasus nyata menurut NANDA(2013) adalah : Resiko Penurunan Curah Jantung. L.Pemeriksaan fisik abdomen meliputi inspeksi dan palpasi. L dirawat. Setelah penulis melakukan pengkajian terdapat perbedaan pengkajian antara teori dan kasus nyata. Ekstreminitas bawah normal. L karena Ny. Inspeksi menunjukan tidak ada jejas.. pasien menjadi sulit untuk menoleh dan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas. Pengkajian berdasarkan teori menurut NANDA (2013) tentang Hipertensi adalah langkah pertama dari proses keperawatan dengan mengumpulkan data-data yang akurat dari pasien sehingga akan diketahui berbagai permasalahan yang ada. Tingkat kesadaran yang dimiliki pasien saat pengkajian adalah composmetis. mukosa bibir pasien kering. tidak ada jejas dan nyeri tekan dan ekstreminitas atas terpasang infus D5% 20 tpm ditangan kiri. dan pemeriksaan menunjang berupa pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyakit penyerta pada Ny. L.Pasien mengalami kekakuan pada leher belakang. dapat digerakan sesuai fungsinya. L untuk mengetahui identitas dari Ny.

berpartisipasi dalam proses penurunan tekanan darah. Diagnosa keperawatan nyeri akut pada kasus hipertensi. Diagnosa keperawatan yang muncul sesuai teori menurut NANDA (2013) a. pasien melaporkan bahwa nyeri berkurang.B. Tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3X24 jam diharapkan nyeri akut pada pasien dapat teratasi dengan kriteria hasil :pasien mampu memanagemen nyeri. Nyeri akut berhubungan denganpeningkatan tekanan serebral ditandai dengan adanya nyeri di kepala bagian belakang bawah. b.Penegakkan diagnosa keperawatan resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak perlu diperhatikan batasan karakteristiknya yaituterjadi hipertensi. Diagnosa keperawatan resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak pada kasus hipertensi menurut NANDA (2013) adalah suatu keadaan dimana individu mengalami gangguan sirkulasi darah yang menimbulkan gangguan kesehatan. 2. Diagnosa yang muncul tidak sesuai dengan teori NANDA (2013) adalah sebagai berikut : a. merupakan tindakan dimana individu mengalami nyeri. pasien menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah ditandai dengan terjadi hipertensi dan terjadi kekakuan pada leher.Penegakkan diagnosa keperawatan nyeri akut perlu diperhatikan batasan karakteristiknya yaitu sikap melindungi area nyeri dan melaporkan nyeri secara verbal. irama dan frekuensi jantung dalam rentang normal. Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang minat pada makanan ditandai dengan . Tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3X24 jam diharapkan resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak dapat teratasi dengan kriteria hasil :tekanan darah dalam rentang normal. terjadi kekakuan pada leher. Diagnosa Keperawatan 1. menurut NANDA (2013).

L tidak mengalami jantung terasa berdebar-debar dan tidak mengalami penurunan kesadaran. makan hanya habis 1/2 porsi makan yang diberikan rumah sakit. Resiko Penurunan Curah Jantung Resiko penurunan curah jantung menurut NANDA (2013)adalah ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Kelebihan volume cairan pada Ny. Resiko penurunan curah jantung tidak ditegakan pada kasus hipertensi pada Ny. makan hanya 1/2 porsi dan mukosa bibir pasien kering. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah ditandai dengan terjadi hipertensi dan terjadi kekakuan pada leher. kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat pengurang rasa nyeri.L ditegakan diagnosa tersebut karena Ny. Tetapi pada kasus Ny. Kelebihan Volume Cairan Kelebihan volume cairan menurut NANDA (2013) adalah peningkatan cairan isotonik yang terjadi pada tubuh individu. Intervensi Keperawatan Intervensi keperawatan dari diagnosa yang ditemukan pada kasus hipertensi pada Ny. 2.L tidak terjadi karena tidak terjadi oedema pada tubuh pasien dan berat badan pasien tidak mengalami kenaikan. minimalkan gangguan lingkungan yang dapat memicu nyeri timbul. 3. C.L mengalami penurunan nafsu makan. Diagnosa yang tidak muncul pada kasus nyata sesuai dengan teori NANDA (2013) a.mukosa bibir kering. Intervensi dari diagnosa nyeri akut adalah sebagai berikut : : Pertahankan tirah baring yang nyaman. lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif. .L karena Ny. b. lakukan penanganan nyeri dengan nafas dalam. Nyeri akut berhubungan denganpeningkatan tekanan serebral ditandai dengan adanya nyeri di kepala bagian belakang bawah.L adalah sebagai berikut : 1. Diagnosa keperawatan resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh tidak ditegakan pada kasus hipertensi menurut teori NANDA (2013).

3. meminimalkan gangguan yang dapat memicu nyeri. makan hanya habis 1/2 porsi makan yang diberikan rumah sakit. berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi. mempertahankan tirah baring pasien. anjurkan makan/minum sedikit tapi sering pada pasien. Implementasi keperawatan dari diagnosa nyeri akut pada kasus hipertensi pada Ny. berikan lingkungan yang nyaman.L adalah sebagai berikut : 1.Intervensi dari diagnosa resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak adalah sebagai berikut :Intervensi dalam diagnosa resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak adalah sebagai berikut : Lakukan pengukuran tekanan darah secara teratur. Intervensi dari diagnosa resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah sebagai berikut : Intervensi dalam diagnosa reiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah sebagai berikut : Kaji adanya alergi makanan. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah ditandai dengan terjadi hipertensi dan terjadi kekakuan pada leher. . 2. D. melakukan nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri pasien.L adalah sebagai berikut : Melakukan pengkajian nyeri secara komrehensif. Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang minat pada makanan ditandai dengan mukosa bibir kering. pertahankan pembatasan aktivitas. kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian asupan nutrisi sesuai yang dibutuhkan pasien. kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat penurun tekanan darah. pantau respons pasien terhadap pemberian obat penurun tekanan darah. Implementasi Keperawatan Implementasi keperawatan yang dilakukan pada kasus hipertensi pada Ny. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan serebral ditandai dengan adanya nyeri di kepala bagian belakang bawah.

Implementasi keperawatan dari diagnosa resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak pada kasus hipertensi pada Ny. Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang minat pada makanan ditandai dengan mukosa bibir kering. E. Hasil evaluasi yang didapatkan pada Ny. menganjurkan pasien makan/minum sedikit tapi sering. melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat penurun darah tinggi. memberikan obat ranitidin untuk mempertahankan kondisi lambung yang baik.L adalah sebagai berikut : Implementasi yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut : Melakukan pengukuran tanda-tanda vital secara teratur. L pada tanggal 13 februari 2015 adalah masih terjadi kekakuan leher dan kepala masih pusing pada Ny. 2. L masih terasa sakit. 3. Implementasi keperawatan dari diagnosa resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada kasus hipertensi pada Ny. memberikan lingkungan yang nyaman bagi pasien.L adalah sebagai berikut : Mengkaji adanya alergi makanan. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan gangguan sirkulasi darah ditandai dengan terjadi hipertensi dan terjadi kekakuan pada leher. melakukan kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian asupan nutrisi pasien. saat dilakukan pengkajian skala nyeri 6 setelah dikelola 3 hari skala nyeri menjari 2 sehingga penulis menyimpulkan bahwa nyeri akut pasien belum teratasi. Hasil evaluasi yang didapatkan Ny. Dan dilanjutkan intervensi keperawatan : Lakukan penanganan nyeri dengan nafas dalam. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan serebral ditandai dengan adanya nyeri di kepala bagian belakang bawah. makan hanya habis 1/2 porsi makan yang diberikan rumah sakit. sehingga penulis menyimpulkan bahwamasalah resiko ketidakefektifan . L. L pada tanggal 13 februari 2015 adalah nyeri kepala pada Ny. Evaluasi Evaluasi yang dilakukan pada kasus hipertensi pada Ny.L adalah sebagai berikut : 1. mempertahankan pembatasan aktivitas pasien.

2005). Maka intervensi keperawatan dihentikan dan pasien diberikan informasi tentang makanan yang perlu dihindari bagi penderita hipertensi.Sementara dalam asuhan keperawatan yang telah dilakukan penulis pada Ny. Lsudah nafsu makan dan mukosa bibir lembab. Kesimpulan Hipertensi berkaitan dengan kenaikan tekanan sistolik atau tekanan diastolik atau tekanan keduanya. Hasil evaluasi yang didapatkan pada tanggal 12 Februari 2015 pada Ny. L dengan diagnosa medis hipertensi maka penulis melakukan asuhan keperawatan berdasarkan : 1 Pengkajian Pengkajian merupakan langkah pertama dari proses keperawatan dengan mengumpulkan data-data yang akurat dari klien/ pasien sehingga . Dan lanjutkan intervensi keperawatan :Lakukan pengukuran tanda-tanda vital secara teratur. sehingga penulis menyimpulkan bahwa masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh teratasi. Pada populasi manula. makan hanya habis 1/2 porsi makan yang diberikan rumah sakit.Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. 3. Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang minat pada makanan ditandai dengan mukosa bibir kering. berikan obat penurun darah tinggi pada pasien.perfusi jaringan otakbelum teratasi. BAB V PENUTUP A. L adalah Ny. hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg (Brunner & Suddarth.

Berdasarkan pengkajian pada tanggal 11 Februari 2015 tersebut kemudian dianalisa dan muncul diagnosa keperawatan nyeri akut. 3 Intervensi Keperawatan Intervensi merupakan rencana sebelum melakukan tindakan keperawatan. Pada pengumpulan data pada saat pengkajian pasien baik subyektif maupun obyektif didapatkan data pasien mengatakan sakit kepala pada bagian belakang bawah. Intervensi direncaakan sesuai dengan pengkajian dan diagnosa yang telah dilakukan sebelumnya. Penulis akan membahas masalah keperawatan yang muncul selama pemberian asuhan keperawatan. Penulis melakukan asuhan keperawatan yang muncul selama 3 hari. 4 efisien dan langsung tertuju pada pemecahan masalah. resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. terjadi kekakuan 2 pada leher dan nafsu makan berkurang. Evaluasi Keperawatan . keluarga.Setelah penulis melakukan pengkajian terhadap pasien dan pemeriksaan fisik head to toe terhadap pasien hampir semua hasil pengkajian yang penulis lakukan terhadap pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler: hipertensi ini mendukung teori yang dikemukakan. Implementasi Keperawatan Implementasi merupakan tindakan keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien. Implementasi dilakukan 5 sesuai dengan rencana keperawatan yang telah dilakukan sebelumnya. masyarakat tentang masalah kesehatan sebagai dasar seleksi intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangan perawat. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. Dengan demikian diharapkan pada hasil yang ingin dicapai teratasi serta tindakan yang dilakukan tidak menyimpang dari masalah keperawatan yang terjadi. sehingga tindakan menjadi efektif.akan diketahui berbagai permasalahan yang ada.

banyak senyum kepada pasien. Hendaklah memberi kesempatan pada mahasiswa praktek untuk melakukan suatu tindakan. d. c. Saran untuk perawat a. c. .karena kita semua sama. Saran untuk teman sejawat a. Hendaklah bersikap ramah. 2. Saran untuk Rumah Sakit a. teman sejawat.atau mahasiswa praktek. Sebaiknya ruangan setiap bangsal harus sesuai dengan penyakitnya. b. Saran 1. Sarana dan prasarana harus lebih lengkap dan jika ada yang rusak sebaiknya segera diperbaiki atau bahkan diganti dengan yang baru. B. Berikan sikap yang ramah. Jangan membeda-bedakan antara teman sejawat satu dengan yang lainya. dalam hal ini perawat akan mengetahuai hasil tindakan keperawatan akan teratasi atau belum teratasi. sopan. selalu tersenyum ketika bertemu dengan pasien karena akan memberikan motivasi perasaan tenang pada pasien dalam menghadapi penyakitnya. Jangan pernah lelah untuk memberikan motivasi untuk pasien. b. b. 3. Hendaklah bersabar dalam menghadapi pasien.lakukan dengan teliti dan sabar.Evaluasi merupakan hasil dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan perawat. Lakukan asuhan keperawatan dengan sebaik-baiknya. santun.