Anda di halaman 1dari 9

Rhinitis Alergy Therapy

Aletha Ayu 1310211140

Tatalaksana • Menghindari alergen secara edukasi • Farmakoterapi • Imunoterapi .

kapuk dan menyingkirkan mainan berbulu dari kamar tidur • Mencuci selimut. plastik atau logam dan hindari sofa dari kain • Pembersihan yang sering dan teratur dengan penghisap debu atau dengan lap basah • Hindari binatang peliharaan . bed cover.Edukasi • Tidak menggunakan karpet. sprei. sarung bantal dan guling serta kain kordin pada suhu 600 C • Melapisi kasur. bantal dan guling dari bahan yang impermeabel/anti tembus tungau • Menggunakan perabot yang mudah dibersihkan seperti dari kayu.

Farmakoterapi • Penderita rinitis alergi harus menggunakan obat secara teratur dan konsisten untuk mengontrol inflamasi mukosa dan mengurangi terjadinya komplikasi • Pemilihan harus memperhatikan terapi secara individual berdasarkan berat ringannya penyakit .

pandangan kabur. Lama kerja setelah pemberian dosis tunggal kira-kira 4-6 jam • Efek samping : sedasi. rinore. penat. sediaan : kapsul 25 mg dan 50 mg. vertigo. dosis tunggal dewasa 50 mg • Farmakokinetik : Efek timbul 15 – 30 mnt max setelah 1-2 jam. mual munah. nafsu makan berkurang . gatal tetapi hanya mempunyai efek yang minimal atau tidak efektif untuk mengatasi sumbatan hidung • Difenhidramin HCl. lelah.Antihistamin • Farmakologi : antagonis histamin reseptor H1 yang bekerja secara inhibisi kompetitif pada reseptor H1 pada otot polos • mengurangi gejala bersin. tinnitus.

fenilefrin 3 – 5 hari . 2 tablets orally every 4 to 6 hours Dekongestan topikal : oxymetazolin.Dekongestan Nasal • Farmakologi : Venokontriksi dalam mukosa hidung melalui reseptor α1 sehingga mengurangi volume mukosa dan mengurangi penyumbatan hidung • Farmakokinetik: Efek vasokonstriksi terjadi dalam 10 menit. berlangsung selama 1 sampai 12 jam • Dekongestan oral : Pseudoefedrin 2 mg-15 mg tab.

Kombinasi Antihistamin dan Dekongestan • Tujuan pemberian ke dua obat ini dalam satu sediaan seperti loratadin. feksofenadin dan cetirizin dengan pseudoefedrin 120 mg • mengatasi semua gejala rinitis alergi termasuk sumbatan hidung yang tidak dapat diatasi bila hanya menggunakan antihistamin saja .

Budesonide. Tapi pemakaian dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan mukosa hidung menjadi atropi dan dapat memicu tumbuhnya jamur. Flunisonide acetate fluticasone dan Triamcinolone acetonide dinilai lebih baik karena mempunyai efek antiinflamasi yang kuat dan mempunyai afinitas yang tinggi pada reseptornya. .Kortikosteroid • Kortikosteroid oral sangat efektif dalam mengurangi gejala rinitis alergi terutama dalam episode akut • Pemakaian kortikosteroid topikal (intranasal) untuk rinitis alergi seperti Beclomethason dipropionat. serta memiliki efek samping sitemik yang lebih kecil.

Imunoterapi • Diberikan pada pasien gejala berat dan sudah berlangsung lama • Tujuan untuk membentuk IgG blocking antibody dan penurunan IgE • Diberikan secara intradermal dan sub-lingual • Pemberian dengan menggunakan ekstrak alergen standar selama 3 tahun. terbukti memiliki efek preventif pada anak penderita asma yang disertai seasonal rhinoconjunctivitis mencapai 7 tahun setelah imunoterapi dihentikan .