Anda di halaman 1dari 217

KUMPULAN PRESENTASI DAN TULISAN

MENGEKPLORASI
PROGRAM PELATIHAN
SERTA
PERTANDINGAN
SEPAKBOLA
USIA DINI DAN MUDA
GRASSROOTS & YOUTH
FOOTBALL DEVELOPMENT

M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2016

DAFTAR ISI DAN HALAMAN BUKU :

DAFTAR ISI

KALAM PENGANTAR

PENDAHULUAN

MENATA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS


MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA
USIA DINI

PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ANTAR SSB


SEKOTA DAN ANTAR KOTA

11

DESAIN MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI


MEMBANGUN BASIS PEMBINAAN SEPAKBOLA INDONESIA

20

MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN


PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI
PROGRAM DAN JADUAL KEGIATAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12
ANTAR SSB TAHUN 2011
PENGANTAR FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA UDIN
GRASSROOT FOOTBALL FESTIVAL INTRODUCTION
UNTUK MEMAJUKAN SEPAKBOLA INDONESIA

28

FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI


UNTUK MEMAJUKAN SEPAKBOLA INDONESIA

49

BERMAIN DI LAHAN TERBATAS BAGI PEMAIN USIA DINI DAN MUDA


DALAM 4 ZONA BERMAIN UNTUK MEMBANGUN FONDASI
FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI
(GRASSROOTS FOOTBALL MATCH FESTIVAL)
PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN
ORGANISASI PERTANDINGAN DAN ORGANISASI SEPAKBOLA USIA DINI
MITRA TANDING U12 8 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN
ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI
MITRA TANDING U14 4 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN
ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA MUDA
MERANCANG JADUAL PERTANDINGAN LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA
12 PESERTA
MENDUKUNG PESEPAKBOLA ANAK2 PADA USIA DINI (GRASSROOTS)
PROGRAM PENGEMBANGAN BOLA UDIN DAN BOLA UMUD
PEMBINAAN USIA DINI
INVESTASI MASA DEPAN SEPAKBOLA INDONESIA

57

34
42

63
69
100
109
118
123
139
145

STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN USIA DINI


7 LAWAN 7 UNTUK U9 DAN U10, 9 LAWAN 9 UNTUK U11 DAN U12
STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN USIA MUDA
MENYIAPKAN, MELAKSANAKAN, MENGEVALUASI DAN MENYUSUN LAPORAN
LIGA SEPAKBOLA ANAK PADA KEGIATAN LAN 2013
EVERY SUNDAY PROGRAMME FOR GRASSROOTS
PROGRAM SETIAP HARI MINGGU UNTUK PEMAIN CILIK
PERTEMUAN MANAJER FESTIVAL SEPAKBOLA U11 CALCI JUNIOR CUP 2014
BAGAIMANA MENYUSUN JADUAL PERTANDINGAN DENGAN JUMLAH
BERTANDING SAMA ANTARA TIM MENANG DAN TIM KALAH DI BABAK
PENYISIHAN DALAM SEBUAH TURNAMEN ATAU FESTIVAL
CONTOH PROGRAM PEMUSATAN LATIHAN PEMAIN USIA DINI U12
WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR)
PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR)
KALAM PENUTUP

151
158
164
170
173
180

187
200
205
214

KALAM PENGANTAR
MELALUI PENULISAN BUKU SEDERHANA INI YANG BERJUDUL MENGEKSPLORASI PROGRAM
PELATIHAN SERTA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN MUDA (GRASSROOTS& YOUTH
FOOTBALL DEVELOPMENT), PENULIS INGIN BERBAGI PENGETAHUAN DENGAN PARA PENGGIAT
YANG MEMBINA SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA DI LINGKUNGAN SSB-SSB, AKADEMI
SEPAKBOLA, PUSDIKLAT SEPAKBOLA, PERKUMPULAN ATAU KLUB SEPAKBOLA MAUPUN DI
SENTRA PEMBINAAN SEPAKBOLA LAINNYA DI SELURUH PENJURU TANAH AIR.
MENGEKPLORASI LEBIH JAUH LAGI TENTANG MENGEMBANGKAN PROGRAM LATIHAN SERTA
PERTANDINGAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA HARUS DI LAKUKAN,
MENGINGAT SELAMA INI KEGIATAN PELATIHAN DAN PERTANDINGAN SEPERTI BERJALAN
TERPISAH, MAKA MENYATUKAN KEDUANYA DALAM SATU RANGKAIAN PEMBINAAN YANG
TERPROGRAM SUDAH MERUPAKAN KEHARUSANUNTUK MELAKUKAN UPAYA AKSELERASI
(PERCEPATAN) PENCAPAIAN PRESTASI.
KARENA HAL ITU SUDAH MERUPAKAN KEBUTUHAN MENDESAK, SEBABSAMPAI SAAT INI
PENDEKATAN PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA KURANG MEMPERHATIKAN
KETERKAITAN ANTARA KEDUANYA, BELUM LAGI KURANGNYA MEMPERHATIKAN FASE
PEMBINAAN YANG HARUS DI LAKUKAN, DI MANA PEMBINAAN USIA MUDA ADALAH UNTUK
MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, SEDANGKAN UNTUK
PEMBINAAN USIA MUDA ADALAH FASE PEMBENTUKAN BERMAIN DALAM POSISI DAN
FORMASI.
PENULISAN BUKU SEDERHANA INI JUGA DI MAKSUDKAN UNTUK MELENGKAPI BUKU-BUKU
PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA YANG SUDAH ADA, MUDAH-MUDAHAN
BUKU INI DAPAT DI PERGUNAKAN PULA SEBAGAI BUKU RUJUKAN ATAU UNTUK MENAMBAH
KHASANAH PENGETAHUAN BAGI PARA PEMBINA DAN PELATIH YANG MENANGANI PEMAIN
USIA DINI DAN USIA MUDA, KARENA ISINYA MEMUAT BANYAK MACAM DAN VARIASI CARA
MENANGANI PELATIHAN MAUPUN PERTANDINGAN YANG LEBIH DI EKSPLORASI.
EKSPLORASI PELATIHAN DAN PERTANDINGAN ADALAH CARA UNTUK MENGEMBANGKAN LEBIH
JAUH TENTANG PROGRAM PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA, DENGAN
PENDEKATAN KOMPREHENSIF YANG MELIPUTI BERAGAM AKTIFITAS PENYUSUNAN
PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN, PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN DAN EVALUASI
PELAKSANAAN KEGIATAN LATIHAN SERTA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA
MUDA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI PEMAIN DAN TIM KELOMPOK USIA.
ISI BUKU INI MERUPAKAN PENYEMPURNAAN HIMPUNAN PRESENTASI PENULIS TAHUN 2011
S/D 2015, YANG PERNAH DI SAMPAIKAN DI BERBAGAI ACARA WORKSHOP, PELATIHAN ATAU
DISKUSI DENGAN KAWAN-KAWAN PEMBINA SEPAKBOLA UDIN DAN UMUD, JUGA KAWANKAWAN GURU OLAHRAGA DI BERBAGAI DAERAH, ATAU TELAH BANYAK DI PUBLIKASIKAN PULA
MELALUI MEDIA INTERNET TERMASUK MELALUI BLOG, FESBUK DAN TWITER.
4

PENDAHULUAN
SEBAGAIMANA JUDULNYA MENGEKPLORASI PROGRAM PELATIHAN SERTA PERTANDINGAN
SEPAKBOLA USIA DINI DAN MUDA DAN SEBAGAIMANA JUGA DI SEBUTKAN DALAM KALAM
PENGANTAR, BUKU INI MERUPAKAN KUMPULAN PRESENTASI DAN TULISAN GRASSROOTS &
YOUTH FOOTBALL DEVELOPMENT (PENGEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA),
YANG MELIPUTI BERBAGAI TOPIK YANG MENCERMINKAN RANGKAIAN UPAYA UNTUK
MENGEKPLORASI BERMACAM PROGRAM PELATIHAN DAN MENATA PERTANDINGAN GUNA
LEBIH MENINGKATKAN DAN MEMPERCEPAT (AKSELERASI) MENCAPAI PRESTASI PARA PEMAIN
USIA DINI DAN PEMAIN USIA MUDA.
TERUTAMA UNTUK MENEGASKAN BAHWA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN ITU BUKAN
BERDIRI SENDIRI-SENDIRI, TETAPI KEDUANYA MEMILIKI KORELASI ERAT YANG SATU DENGAN
YANG LAINNYA, PELATIHAN DI DESAIN UNTUK MENYIAPKAN PERTANDINGAN OLEH KARENA
ITU PERTANDINGAN HARUS DI DUKUNG DAN DI DAHULUI DENGAN PELATIHAN, SEHINGGA
KESANNYA BUKAN HANYA BERTANDING ATAU NOT ONLY GAME.ATAU SEBALIKNYA DALAM
PELAKSANAN PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI DAN MUDA ITU, HARUS MERUPAKAN
ARENA UNTUK MEMPERLIHATKAN HASIL LATIHAN YANG SEBELUMNYA TELAH DI DI IKUTI OLEH
SEMUA PEMAIN MASING-MASING TIM YANG BERTANDING SECARA TERPROGRAM.
TOPIK-TOPIK YANG DI SAJIKAN DALAM BUKU INI TERDIRI DARI 25 JUDUL, YANG MEMUAT
PENGETAHUAN TENTANG BAGAIMANA MENATA PELATIHAN DAN BAGAIMANA MENATA
PERTANDINGAN, MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM DAN PEMAIN, APA YANG DI
MAKSUD DENGAN CAMPFESTIVAL, SEPERTI APA BERMAIN DI LAHAN TERBATAS, FESTIVAL DAN
TURNAMEN, ORGANISASI PERTANDINGAN, MENDUKUNG ANAK-ANAK BERMAIN SEPAKBOLA,
PENGEMBANGAN DI DALAM MEMBINA PESEPAKBOLA USIA DINI, STANDAR MINIMAL TEKNIS
PERTANDINGAN, MERANCANG JADUAL PERTANDINGANDAN, MERANCANG PERTEMUAN
MANAJER, MENANGANI PEMUSATAN LATIHAN, WASIT PENDIDIK, PELATIH PENDIDIK DLL.
ADAPUN JUDUL PRESENTASI DAN TULISAN DI MAKSUD MULAI DARI YANG BERJUDUL MENATA
PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS.PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA
TANDING ANTAR SSB SEKOTA DAN ANTAR KOTA.DESAIN MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL
SEPAKBOLA USIA DINI.MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM SENDIRI DAN TIM
LAWAN PADA PERTANDINGANSEPAKBOLA USIA DINI.PROGRAM DAN JADUAL KEGIATAN
CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB TAHUN 2011. PENGANTAR FESTIVAL PELATIHAN
SEPAKBOLA USIA DINI.FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI.BERMAIN DI LAHAN
TERBATAS BAGI PEMAIN USIA DINI DAN MUDA.FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA
DINI.PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI.
MITRA TANDING U12, 8 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN
SEPAKBOLA USIA DINI. MITRA TANDING U14, 4 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN ORGANISASI
PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA MUDA. MERANCANG JADUAL PERTANDINGAN LIGA
SEPAKBOLA USIA MUDA 12 PESERTA. MENDUKUNG PESEPAKBOLA ANAK-ANAK PADA USIA
DINI. DAN MASIH ADA BANYAK JUDULPRESENTASI DAN TULISAN LAINNYA.
5

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES

MENATA PELATIHAN DAN


PERTANDINGAN GRASSROOTS
MEMBANGUN FONDASI
TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA USIA DINI
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

FESTIVAL PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS

MEMADUKAN PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS MERUPAKAN CARA


KOMPREHENSIF YANG BERTUJUAN MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA, BAGI PARA PEMAIN USIA 6 S/D 12 TAHUN DALAM RANGKAIAN WAKTU
DAN TEMPAT YANG SAMA DALAM SUASANA GEMBIRA DAN EDUKATIF.
FESTIVAL PELATIHAN DIADAKAN UNTUK MEMBERIKAN BERBAGAI TEKNIK DASAR
BERMAIN SEPAKBOLA, DIPANDU OLEH PELATIH PENDIDIK.
FESTIVAL PERTANDINGAN DIADAKAN UNTUK MEMPRAKTEKAN LANGSUNG SEMUA
HASIL PELATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA.

FESTIVAL PELATIHAN
PROGRAM PELATIHAN (COACHING CLINIC) :

GOOGLE IMAGES

MENENDANG BOLA
MENGONTROL BOLA
MENGGIRING BOLA
(PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA)
DITUTUP DENGAN BERMAIN BOLA DALAM LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME)
DIANTARA PESERTA PELATIHAN, DENGAN MEMBENTUK TIM-TIM SESUAI KELOMPOK
USIA DALAM SUASANA MENYENANGKAN.

FESTIVAL PERTANDINGAN

MODE PERTANDINGAN TURNAMEN KANDANG, PESERTA DI BAGI DALAM BEBERAPA


GRUP DAN DI BAGI DALAM BEBERAPA BABAK.
SISTIM PERTANDINGAN KOMPETISI PENUH (BILA PESERTANYA SEDIKIT) ATAU
KOMPETISI SETENGAH (BILA PESERTANYA BANYAK).

DENGAN MEMBUAT JUMLAH PERTANDINGAN SAMA ANTARA TIM PERINGKAT ATAS


DAN PERINGKAT BAWAH PADA BABAK PENYISIHAN, SAMA-SAMA MAJU KE BABAK
BERIKUTNYA (GRUP ATAS DAN GRUP BAWAH).
PADA SAAT MENGIKUTI FESTIVAL PERTANDINGAN, SAMPAIKAN KEPADA ANAK DIDIK
AGAR BERMAIN UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN BUKAN TUJUAN SEMATA,
KARENA YANG DIPENTINGKAN ADALAH MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR
BERMAIN SEPAKBOLA SETIAP PEMAIN, OLEH SEBAB ITU YANG PERLU DIPERHATIKAN
ADALAH PERKEMBANGAN HASIL LATIHAN DARI SETIAP PEMAIN DAN BUKAN UNTUK
MEMBENTUK TIM YANG HANYA MEMBURU KEMENANGAN.
UNTUK MENILAI PERKEMBANGAN KEMAJUAN PARA PEMAIN SAAT TAMPIL DI FESTIVAL
PERTANDINGAN YANG DI IKUTINYA, MAKA BISA DIBENTUK TSG/ GRUP STUDI TEKNIK,
ATAU JUGA DENGAN MENGGUNAKAN FORM PENILAIAN PELATIH ATAS PENAMPILAN
PEMAIN DARI TIM SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN SAAT BERTANDING, KEMUDIAN DI
BUAT REKAM JEJAKNYA DALAM BENTUK BUKU LAPORAN TEKNIK FESTIVAL
PERTANDINGAN DIMAKSUD.
PARA PEMAIN HARUS DI BIMBING BERMAIN SPORTIF ATAU FAIR PLAY DAN RESPEK
ATAU MENGHORMATI PEMAIN LAWAN, PERATURAN DAN WASIT YANG MEMIMPIN
PERTANDINGAN.
WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN HARUS BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK
MEMPERKENALKAN PERATURAN PERMAINAN DAN MEMBIMBING PEMAIN AGAR
BERMAIN SPORTIF DAN MENGGUNAKAN KARTU HIJAU SEBAGAI PENGHARGAAN BAGI
PEMAIN MAUPUN OFISIAL YANG BERLAKU SPORTIF SAAT BERTANDING.
PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN FESTIVAL HARUS DENGAN TEGAS MENYATAKAN
SEMUA PEMAIN HARUS DI MAINKAN, DENGAN CARA DI PARUH KEDUA DI GANTI
SEBAGIAN ATAU SEMUA, JUGA BISA DI GANTI SEBAGIAN ATAU DI GANTI SEMUA DI
PERTANDINGAN BERIKUTNYA.
DALAM FESTIVAL PERTANDINGAN, KETENTUANNYA TIM YANG BERHASIL MENDUDUKI
PERINGKAT TERATAS TIDAK DISEBUT JUARA TETAPI DISEBUT TIM TERBAIK.
KETENTUAN LAINNYA PEMAIN TERBAIK LEBIH BAGUS BILA PERLINI, SEPERTI PEMAIN
TERBAIK BARISAN DEPAN, BARISAN TENGAH, BARISAN BELAKANG DAN PENJAGA
GAWANG.
KEMUDIAN TANDA PENGHARGAAN PRESTASI TIDAK DALAM BENTUK PIALA/TROPHY
ATAU UANG, TETAPI CUKUP DALAM BENTUK SOVENIR, SERTIFIKAT ATAU BENTUK
LAINNYA YANG BERSIFAT MENDIDIK.
ATAU JALAN TENGAHNYA ADALAH MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA SSB YANG
TELAH BERHASIL MEMBINA PEMAIN DAN TIMNYA BERPRESTASI, DALAM BENTUK
PERLENGKAPAN SEPAKBOLA MISALNYA.
DAN JANGAN LUPA MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA ORANG TUA YANG TELAH
MENDUKUNG ANAKNYA BERMAIN BOLA, KEPADANYA BISA DIBERIKAN SERTIFIKAT
PENGHARGAAN ATAS PERAN SERTANYA.
FESTIVAL PELATIHAN DAN FESTIVAL PERTANDINGAN YANG DI PADUKAN
PELAKSANAANNYA SEPERTI CAMPFESTIVAL, IDEAL BILA DI LAKUKAN DI PENGHUJUNG
TAHUN, DENGAN TUJUAN UNTUK MENILAI DAN MENGEVALUASI HASIL LATIHAN YANG
8

TELAH DI JALANI SEPANJANG TAHUN OLEH SEMUA PEMAIN DARI SSB MASING-MASING,
SEKALIGUS UNTUK MENYIAPKAN DIRI MENGHADAPI KEGIATAN TAHUN BERIKUTNYA.
RANGKAIAN KEGIATAN FESTIVAL LATIHAN DAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAPAT DI
KEMAS DALAM BENTUK CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA, YANG MELAKSANAKAN JUGA
KONTES JUGLING ATAU FREE STYLE, KEMUDIAN LOMBA KETERAMPILAN TEKNIK DASAR
BERMAIN SEPAKBOLA (TERMASUK PENJAGA GAWANG), BERMAIN DI LAHAN TERBATAS
(SMALL SIDE GAME) UNTUK MENGASAH KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA MELEWATI
LAWAN DENGAN CEPAT DAN KERJASAMA 1-2 SENTUHAN DENGAN KAWAN BERMAIN
UNTUK MELEWATI LAWAN BERMAIN DENGAN CEPAT.
MENGENAI KEMASAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA AKAN DI JELASKAN TERSENDIRI.

SUASANA FESTIVAL PERTANDINGAN :

DOKUMEN FOTO PRIBADI

PENONTON TIDAK MENDEKATI GARIS GAWANG MAUPUN GARIS SAMPING


LAPANGAN PERMAINAN.
TANAM FAIR PLAY DAN RESPEK SEJAK DINI:

FOTO FIFA FAIR PLAY-FOTO UEFA RESPECT-GOOGLE IMAGES

SEBELUM KEPADA ANAK DIDIK, TANAMKAN LEBIH DAHULU KEPADA KITA SENDIRI
SEBAGAI PEMBINA ATAU SEBAGAI ORANG TUA, BERI CONTOH YANG BAIK,
TUNJUKAN DALAM SETIAP PERTANDINGAN.
9

SELESAI
TERIMA KASIH
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013
SUMBER : PANDUAN FIFA GRASSROOTS,
CATATAN GRASSROOTS M. ACHWANI MSU,
FOTO
: FIFA FAIR PLAY
UEFA RESPECT
GOOGLE IMAGES
DAN DOKUMEN FOTO PRIBADI.

10

PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING


ANTAR SSB SEKOTA DAN ANTAR KOTA

DOKUMEN FOTO PRIBADI

M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2014

11

PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ANTAR SSB


PENGELOMPOKAN SEKOLAH-SEKOLAH SEPAKBOLA INI DIMAKSUDKAN UNTUK LEBIH
MENGGALI DAN MENGANGKAT POTENSI PARA PESEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA,
SERTA UNTUK LEBIH MENGEKPLORASI TEKNIK MENATA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN
DIANTARA PEMAIN SSB, DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBANGUN FONDASI SEPAKBOLA USIA
DINI DAN USIA MUDA YANG LEBIH KOKOH UNTUK MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN
SEPAKBOLA INDONESIA.
URAIAN PENGELOMPOKAN MITRA LATIH DAN MITRA TANDING YANG DIIKUTI 4 DAN 8 SSB
ADALAH SEPERTI SEBAGAI BERIKUT :
1. PENGELOMPOKAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN MISALNYA 4 SSB ATAU 8 SSB PESERTA.
2. UNTUK MELAKUKAN PROGRAM KEGIATAN FESTIVAL YANG MELIPUTI PELATIHAN,
MITRA LATIH DAN MITRA TANDING DIANTARA SSB SATU KELOMPOK SETIAP 2 ATAU 3
BULAN SEKALI.
3. PESERTA MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ADALAH 4 SSB ATAU 8 SSB YANG
TERGABUNG DALAM KELOMPOK SAMA, ATAU PENGELOMPOKAN DAPAT DIRUBAH
SETIAP 6 (12) BULAN.
4. KEGIATAN BERSAMA INI DIKOORDINIR OLEH PARA PENGURUS SSB YANG TERGABUNG
DI DALAMNYA DAN PELAKSANAAN DI LAPANGAN DIPANDU OLEH PARA PELATIH SSB
YANG TERGABUNG DI DALAMNYA DAN BERTINDAK SEBAGAI PELATIH PENDIDIK.
5. DILAKUKAN SECARA BERKALA 2 BULAN SEKALI DENGAN SSB KOTAYANG SAMA DAN 3
BULAN SEKALI DENGAN SSB KOTA YANG BERBEDA.
6. DILAKSANAKAN PADA HARI SABTU DAN MINGGU UNTUK KEGIATAN DENGAN SSB
SEKOTA (DUA HARI), HARI SABTU ATAU HARI MINGGU UNTUK KEGIATAN DENGAN SSB
LAIN KOTA (SEHARI).
7. UNTUK KEGIATAN KESELURUHAN DIMULAI PUKUL 08.00 S/D 17.00 (SEHARI).
8. KEGIATAN PELTIHAN DAN MITRA LATIH DIMULAI PUKUL 08.00 S/D 09.50.
9. KEGIATAN MITRA TANDING DIMULAI PUKUL 10.00 S/ 17.00 (SEHARI) .
10. KELOMPOK USIA 12 DAN 14 TAHUN.
11. 9 LAWAN 9 UNTUK USIA 12 TAHUN DENGAN WAKTU BERMAIN 2 X 20 MENIT DAN 11
LAWAN 11 UNTUK USIA 14 DENGAN WAKTU BERMAIN 2 X 25 MENIT (WAKTU
MINIMUM).
12. JUMLAH PEMAIN YANG DISERTAKAN 18 ORANG UNTUK USIA 12 TAHUN DAN 18
ORANG UNTUK USIA 14 TAHUN.
13. UKURAN LAPANGAN UNTUK USIA 12 TAHUN, 40 X 60 METER, LAPANGAN PERMAINAN
STANDAR DIBAGI 2 LAPANGAN, DENGAN UKURAN GAWANG 2 X5 METER DAN
MEMPERGUNAKAN BOLA NO. 4.
12

14. UKURAN LAPANGAN UNTUK USIA 14 TAHUN 110 X 75 METER (100 X 64 METER),
DENGAN UKURAN GAWANG 2.44 X 7.32 METER, DENGAN MEMPERGUNAKAN BOLA
NO. 5.
15. WASIT YANG BERTUGAS UNTUK MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA 12 TAHUN SEBANYAK
4 ORANG (2 GRUP MASING-MASING TERDIRI DARI 2 ORANG) DAN SEORANG
PENGAWAS PERTANDINGAN YANG BERTINDAK JUGA SEBAGAI INSPEKTUR WASIT.
16. WASIT YANG BERTUGAS UNTUK MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA 14 TAHUN SEBANYAK
8 ORANG (2 GRUP MASING-MASING TERDIRI DARI 4 ORANG) DAN SEORANG
PENGAWAS PERTANDINGAN YANG BERTINDAK SEBAGAI INSPEKTUR WASIT.
17. SEMUA WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN YANG DISERTAKAN MEMIMPIN DAN
MENGAWASI PETANDINGAN ADALAH WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN
RELAWAN YANG SUDAH MEMAHAMI BAGAIMANA CARANYA MEMIMPIN
PERTANDINGAN USIA DINI MAUPUN USIA MUDA UNTUK MEMPERKENALKAN
PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME) DENGAN BAIK DAN BENAR SEJAK AWAL
(WASIT PENDIDIK DAN PENGAWAS PERTANDINGAN PENDIDIK).
18. SSB TUAN RUMAH PENYELENGGARA LATIHAN DAN PERTANDINGAN DILAKUKAN
SECARA BERGILIR ATAU BERGANTIAN DIANTARA SSB DALAM SATU KELOMPOK.
19. SSB TUAN RUMAH PENYELENGGARA LATIHAN MENYEDIAKAN LAPANGAN UNTUK MITRA
LATIH DAN MITRA TANDING.
20. JADUAL MITRA TANDING BERDASARKAN POLA JADUAL STANDAR YANG TELAH
DITETAPKAN.
21. SAAT MITRA TANDING, SSB YANG DISEBUT PERTAMA DALAM JADUAL PERTANDINGAN
(TIM A), MENYEDIAKAN BOLA UTAMA UNTUK MITRA TANDING, SSB YANG DISEBUT
KEDUA DALAM JADWAL PERTANDINGAN (TIM B,) MENYEDIAKAN BOLA CADANGAN
UNTUK MITRA TANDING.
22. MINUMAN MEMBAWA SENDIRI-SENDIRI
23. DAN SEMUA SSB ANGGOTA KELOMPOK IURAN MEMBAYAR WASIT DAN PP.
24. SEBELUM MELAKUKAN PROGRAM MITRA LATIH DAN MITRA TANDING, SEMINGGU
SEBELUMNYA DILAKUKAN TERLEBIH DAHULU PERTEMUAN PARA PELATIH YANG
MENANGANI SSB ANGGOTA KELOMPOK, UNTUK MEMBAHAS PERSIAPAN TENTANG
MATERI DAN KEGIATAN PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING, TERMASUK
MEMBAGI GRUP DAN JADUAL PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING.
25. SELAIN ITU PADA HARI PELAKSANAAN, SEBELUM MELAKUKAN MITRA TANDING,
TERLEBIH DAHULU DILAKUKAN PELATIHAN (COACHING CLINIC) GABUNGAN BAGI
SELURUH PEMAIN DARI SEMUA SSB PESERTA, DILANJUTKAN DENGAN MITRA LATIH
DIANTARA PESERTA PELATIHAN DENGAN TANPA MELIHAT ASAL SSB PEMAIN
BERSANGKUTAN.

13

26. BERTINDAK SEBAGAI PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR) PADA SAAT PELATIHAN
(COACHING CLINIC) ADALAH PELATIH SSB SELURUH ANGGOTA KELOMPOK, SECARA
BERSAMA-SAMA MEMANDU PELATIHAN.
27. SAAT BERLANGSUNG MITRA LATIH MAUPUN MITRA TANDING DIPIMPIN OLEH WASIT
PENDIDIK (REFEERE EDUCATOR) YANG MEMBIMBING PARA PEMAIN AGAR MEREKA
MEMAHAMI PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME) SEJAK DINI.
28. SAAT BERLANGSUNGNYA MITRA TANDING DIANTARA SSB PESERTA, PARA PELATIH
SETIAP USAI MITRA TANDING MENGISI FORM PENILAIAN PENAMPILAN TIM SENDIRI
MAUPUN TIM LAWAN.
29. SETELAH USAI MITRA LATIH DAN MITRA TANDING DILAKUKAN EVALUASI BERSAMA
OLEH SELURUH PELATIH SSB PESERTA (TERMASUK MELAKUKAN EVALUASI
PELAKSANAAN PELATIHAN).
30. POLA JADUAL STANDAR BILA DIIKUTI OLEH 4 SSB DENGAN SISTEM PERTANDINGAN
KOMPETISI SETENGAH (6 NOMOR PERTANDINGAN)DILAKSANAKAN SATU HARI :
NP.1 1 - 2
(SSB A SSB B)
NP.2 3 - 4 (SSB C SSB D)
NP.3 4 - 1 (SSB D - SSB A)
NP.4 2 - 3 (SSB B SSB C)
NP.5 4 - 2 (SSB D SSB B)
NP.6 1 - 3 (SSB C SSB C)
31. POLA JADUAL STANDAR BILA DIIKUTI OLEH 8 SSB DENGAN SISTEM PERTANDINGAN
KOMPETISI SETENGAH (28 NOMOR PERTANDINGAN) DILAKSANAKAN SETIAP HARI
SABTU DAN MINGGU) :
NP.1 1 3 (SSB A SSB C)
NP.2 2 4 (SSB B SSB D)
NP.3 5 7 (SSB E SSB G)
NP.4 6 8 (SSB F SSB H)
NP.5 7 1 (SSB G SSB A)
NP.6 8 2 (SSB H SSB B)
NP.7 3 5 (SSB C - SSB E)
NP.8 4 6 (SSB D - SSB F)
NP.9 7 3 (SSB G - SSB C)
NP.10 8 4 (SSB H - SSB D)
NP.11 1 5 (SSB A - SSB E)
NP.12 2 6 (SSB B - SSB F)
NP.13 1 2 (SSB A SSB B)
NP.14 3 4 (SSB C SSB D)
NP.15 5 6 (SSB E SSB F)
NP.16 7 8 (SSB G SSB H)

14

NP.17
NP.18
NP.19
NP.20
NP.21
NP.22.
NP.23
NP.24
NP.25
NP.26
NP.27
NP.28

32
41
76
85
18
27
54
63
38
47
52
61

(SSB C SSB B)
(SSB D SSB A)
(SSB G - SSB F)
(SSB H - SSB E)
(SSB A SSB H)
(SSB B - SSB G)
(SSB E - SSB D)
(SSB F - SSB C)
(SSB C SSB H)
(SSB D SSB G)
(SSB E SSB B)
(SSB F SSB A)

32. DENGAN PENGATURAN KEGIATAN, KELOMPOK USIA, WAKTU, TEMPAT DAN PROGRAM :
FESTIVAL PELATIHAN (COACHING CLINIC) UNTUK USIA 12 TAHUNBILA DIIKUTI 4/8SSB :
PESERTA SELURUH PEMAIN DARI 4/8 SSB @ 18 ORANG = 72/144 ORANG.
DENGAN PEMANDU PELATIHAN, 4/8 ORANG PELATIH DARI SSB PESERTA.
SETIAP PELATIH PENDIDIK MEMANDU PELATIHAN 18 ORANG PEMAIN DARI SSB
BERBEDA (BERTUKAR DENGAN KOLEGA PELATIH LAINNYA, CONTOH PELATIH SSB A
MEMANDU PEMAIN SSB B, PELATIH SSB B MEMANDU PEMAIN SSB A, BEGITU JUGA
UNTUK PELATIH C DAN D DAN SETERUSNYA, BERTUKAR ANAK DIDIK SAAT MEMANDU
PELAKSANAAN PELATIHAN.

FESTIVAL PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U12 SEHARI :


PELATIHAN
08.00 LAPANGAN DIBAGI 4
09.00

MITRA LATIH
09.00 LAPANGAN DIBAGI 4
09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4)

TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA


MENGGIRING BOLA.
MENENDANG BOLA.
MENGONTROL BOLA.
(PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA)
DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 4 SSB PESERTA.
MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN
BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME)
DIBAGI 8 TIM @ 9 ORANG/9+9 ORANG.
BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT.
SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA.
MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI.

JADUAL MITRA LATIH :


K-L ; M-N ; O-P ; Q-R,
L-M ;N-K ; P-Q ; R-O.
PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT SSB ASAL.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------15

MITRA TANDING
BILA DIIKUTI 4 SSB
KOMPETISI PENUH
10.00
10.00 LAPANGAN DIBAGI 2
11.00 (LAPANGAN 1 DAN 2)
12.00
14.00
15.00
16.00

MITRA-TANDING (2 X 20 MENIT)
A-B
C-D
(PUTARAN 1)
D-A
B-C
D-B
C-A
B-A
D-C
(PUTARAN 2)
A-D
C-B
B-D
A-C
PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA
SEMUA DITURUNKAN BERMAIN.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------FESTIVAL PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U12
DUA HARI :
BILA DIIKUTI 8 SSB
PELATIHAN
08.00 LAPANGAN DIBAGI 4
TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA
09.00 (LAPANGAN 1,2,3,4)
MENGGIRING BOLA
MENENDANG BOLA
MENGONTROL BOLA
(PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA)
DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 8 SSB PESERTA
MITRA LATIH
09.00 LAPANGAN DIBAGI 4
09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4)

MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN


BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME)
DIBAGI 8 TIM @ 9+9 ORANG (DIBAGI 2 KELOMPOK)
BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT
PEMAIN BERGANTI SEMUA DI PARUH KEDUA
SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA
MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI
JADUAL MITRA LATIH :
K-L ; M-N ; O-P ; Q-R,
L-M ; N-K ; P-Q ; R-O.
PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT ASAL SSB.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------MITRA TANDING
KOMPETISI SETENGAH
HARI PERTAMA
10.00 LAPANGAN DIBAGI 2
11.00 (LAPANGAN 1 DAN 2)
12.00
13.00
14.00
15.00
16.00
17.00

A-C
E-G
C-E
G-A
A-H
E-D
A-B
E-F

B-D
F-H
D-F
H-B
B-G
F-C
C-D
G-H
16

HARI KEDUA
08.00 LAPANGAN DIBAGI 2
09.00 (LAPANGAN 1 DAN 2)
10.00
11.00
12.00
13.00

E-B
F-A
G-D
H-C
A-E
B-F
C-G
D-H
B-C
D-A
G-F
H-E
PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA
SEMUA DITURUNKAN BERMAIN.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

33. PELATIHAN (COACHING CLINIC) U14 TAHUN BILA DIIKUTI 4 SSB :


PESERTA SELURUH PEMAIN DARI 4 SSB @ 18 ORANG = 72 ORANG.
DENGAN PEMANDU PELATIHAN, 4 ORANG PELATIH DARI SSB PESERTA.
SETIAP PELATIH PENDIDIK MEMANDU PELATIHAN 18 ORANG PEMAIN DARI SSB
BERBEDA (BERTUKAR DENGAN KOLEGA PELATIH LAINNYA, CONTOH PELATIH SSB A
MEMANDU PEMAIN SSB B, PELATIH SSB B MEMANDU PEMAIN SSB A, BEGITU JUGA
UNTUK PELATIH C DAN D, BERTUKAR ANAK DIDIK SAAT MEMANDU PELAKSANAAN
PELATIHAN.

PROGRAM PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U14 SEHARI :


PELATIHAN
08.00 LAPANGAN DIBAGI 4
09.00 (LAPANGAN 1,2,3,4)

TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA


MENGGIRING BOLA.
MENENDANG BOLA.
MENGONTROL BOLA.
MENANDUK BOLA.
(PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA)
DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 4 SSB PESERTA.

MITRA LATIH
09.00 LAPANGAN DIBAGI 4
09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4)

MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN


BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME)
DIBAGI 8 TIM @ 9 ORANG.
BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT.
SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA.
MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI.
JADUAL MITRA LATIH :
K-L ; M-N ; O-P ; Q-R,
L-M ; N-K ; P-Q ; R-O.
PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT SSB ASAL.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

17

MITRA TANDING
DIANTARA 4 SSB
KOMPETISI SETENGAH
10.00
10.00 LAPANGAN DIBAGI 2
11.00 (LAPANGAN 1 DAN 2)
12.00
14.00
15.00
16.00

MITRA-TANDING (2 X 25 MENIT)
A-B
C-D
D-A
B-C
D-B
A-C
PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA
SEMUA DITURUNKAN BERMAIN.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------PROGRAM PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U14
DUA HARI :
BILA DIIKUTI 4 SSB
PELATIHAN
08.00 LAPANGAN DIBAGI 4
TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA
09.00 (LAPANGAN 1,2,3,4)
MENGGIRING BOLA.
MENENDANG BOLA.
MENGONTROL BOLA.
MENANDUK BOLA.
(PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA)
DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 4 SSB PESERTA.
MITRA LATIH
09.00 LAPANGAN DIBAGI 4
MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN
09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4)
BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME)
DIBAGI 8 TIM @ 9 ORANG.
BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT.
SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA.
MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI.
JADUAL MITRA LATIH :
K-L ; M-N ; O-P ; Q-R,
L-M ; N-K ; P-Q ; R-O.
PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT SSB ASAL.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------MITRA TANDING
KOMPETISI PENUH
HARI PERTAMA
10.00
11.00
12.00
13.00
14.00
15.00

A-B
C-D
D-A
B-C
D-B
A-C

18

HARI KEDUA
08.00
09.00
10.00
11.00
12.00
13.00

B-A
D-C
A-D
C-B
B-D
C-A
PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA
SEMUA DITURUNKAN BERMAIN.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SELESAI
TERIMA KASIH
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2014
FOTO : DOKUMEN FOTO PRIBADI

19

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

DESAIN MODEL PEMBINAAN


CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI

MEMBANGUN BASIS PEMBINAAN


SEPAKBOLA INDONESIA
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

20

DESAIN MODEL PEMBINAAN KOMPREHENSIF

MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL ADALAH SEBUAH KEGIATAN KOMPREHENSIF YANG


MEMADUKAN PELATIHAN DAN PERTANDINGAN SERTA KEGIATAN PENDUKUNG LAINNYA
DALAM SATU RANGKAIAN WAKTU DAN DI TEMPAT YANG SAMA, DENGAN TUJUAN UNTUK
MEMBANGUN DAN MENINGKATKAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA PEMAIN USIA DINI.

PESERTA DAN KEGIATAN

SSB YANG MENDAFTARKAN DIRI UNTUK IKUT SERTA CAMPFESTIVAL DAN MENDAFTARKAN
PEMAIN USIA 12 TAHUN.
MENGIKUTI PELATIHAN, PERTANDINGAN, KONTES, LOMBA DAN KEGIATAN SELENGKAPNYA.
UNTUK MEMATANGKAN PERSIAPAN DISELENGGARAKAN TERLEBIH DAHULU SEMINAR DAN
REFRESHING BAGI PENGURUS, OFISIAL DAN PELATIH SSB PESERTA, DENGAN MATERI
TENTANG PROGRAM GRASSROOTS DAN KEGIATAN PELATIHAN, PERTANDINGAN DAN
LAINNYA YANG AKAN DISELENGGARAKAN.

TEMA

BERKEMAH-BERMAIN-BELAJAR-BERLATIH- BERLOMBA-BERTANDING UNTUK MEMBANGUN


DAN MENINGKATKAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA.
UNTUK MENDUKUNG MENINGKATKAN PRESTASI SEPAKBOLA INDONESIA DI MASA DEPAN.
DENGAN AJAKAN BERSAMA MEMAJUKAN SEPAKBOLA USIA DINI.

RANGKAIAN KEGIATAN

SEMINAR-REFRESHING BAGI PENGURUS, OFISIAL DAN PELATIH SSB PESERTA.


PERTEMUAN MANAJER DAN UNDIAN GRUP.
SKRINING.
PELATIHAN WASIT REMAJA.
PERTEMUAN TEKNIK.
PELATIHAN ATAU COACHING CLINIC BAGI PARA PEMAIN SSB PESERTA.
PERTANDINGAN.
KONTES.
LOMBA.
DISKUSI PELATIH.
FILM TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA.
KUIZ SEPAKBOLA.
BAZAR.
KAMPANYE FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU.

21

DOKUMEN FOTO PRIBADI

WASIT MEMBERIKAN KARTU HIJAU KEPADA SEORANG PEMAIN YANG BERLAKU SPORTIF
SEMINAR DAN REFRESHING :
SEMINAR DAN REFRESHING PENGURUS, OFISIAL, PELATIH SSB PESERTA.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

22

PERTEMUAN MANAJER :
PERTEMUAN MANAJER SSB PESERTA, UNDIAN GRUP DAN TENTANG SKRINING.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

PERTEMUAN TEKNIK :
PERTEMUAN TEKNIK DENGAN MANAJER DAN PELATIH SSB PESERTA

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

23

PELATIHAN :
PELATIHAN (COACHING CLINIC) BAGI PEMAIN SSB PESERTA.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

FESTIVAL PERTANDINGAN :
FESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

24

KONTES :
KONTES JUGLING ATAU FREE STYLE.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

KONTES :
KONTES KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

LOMBA :
LOMBA 2 LAWAN 2 DAN 3 LAWAN 3 DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME)

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011


25

DISKUSI :
DISKUSI PELATIH SSB PESERTA.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011


PENYERAHAN TANDA PENGHARGAAN :
PENYERAHAN TANDA PENGHARGAAN KEPADA PEMAIN DAN TIM BERPRESTASI BERUPA
SOVENIR CAMPFESTIVAL.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

26

SUASANA :
CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

SUASANA :
CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB.

DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011

SELESAI, TERIMA KASIH


M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA, 2013
SUMBER
: DESAIN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA, M. ACHWANI, 2011
FOTO
: DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011
27

MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN


TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN
PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA
USIA DINI

DOKUMEN FOTO PRIBADI

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

28

MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN


TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN
SELAMA INI SETIAP SELESAI KEGIATAN PERTANDINGAN KEJUARAAN SEPAKBOLA KELOMPOK
USIA, UMUMNYA HANYA MENINGGALKAN JEJAK LAPORAN : URUTAN KEDUDUKAN
KEJUARAAN, PEMAIN TERBAIK, PENCETAK GOL TERBANYAK, TIM FAIR PLAY DAN BILA ADA
DATA STATISTIK.
DAN JARANG MENINGGALKAN JEJAK LAIN SEPERTI REKAM JEJAKLAPORAN TEKNIS, MISALNYA
CATATAN PENAMPILAN TEKNIS YANG DICAPAI SETIAP TIM PESERTA BAIK SECARA TIM MAUPUN
SECARA INDIVIDU DISETIAP PERTANDINGAN, SEBAGAI REFERENSI BERGUNA TENTUNYA BAGI
PERKEMBANGAN PEMBINAAN SELANJUTNYA.
CATATAN PENAMPILAN TEKNIS DALAM SEBUAH PERTANDINGAN BIASANYA DIBUAT OLEH TIM
TSG (TECHNICAL STUDY GROUP), YANG INSTRUMENNYA LEBIH RUMIT DAN HARUS
MELIBATKAN ANGGOTA TSG YANG TERLATIH. TAPI KALI INI KITA BUAT DENGAN CARA
SEDERHANA MELALUI INSTRUMEN FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH, YANG BISA DIISI
SEUSAI PERTANDINGAN PADA FORM YANG DISEDIAKAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN.
DAN SETELAH DIISI, FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH DIKEMBALIKAN SAAT ITU JUGA
KEPADA PENYELENGGARA PERTANDINGAN, UNTUK DIHIMPUN DAN DIOLAH SEBAGAI BAHAN
YANG SANGAT BERHARGA GUNA MEMBUAT ANALISA PERTANDINGAN.
DENGAN DEMIKIAN ANALISA PERTANDINGAN TERSEBUT BISA DIBUAT BERDASARKAN
PENGAMATAN SEMUA PELATIH, SEHINGGA SEMUA KENYATAAN YANG TERJADI DI LAPANGAN
PERMAINAN DAPAT TERCATAT DENGAN BAIK, SEPERTI PENAMPILAN TEKNIS DAN MENTAL APA
SAJA YANG TELAH DAN BELUM TERCAPAI, HAL ITU SEBENARNYA MERUPAKAN BAGIAN
PENTING BAHAN EVALUASI SETIAP PELATIH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DIDIKNYA.
FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH
FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH INI SANGAT SEDERHANA DAN MEMUAT 2 BAGIAN, YAITU
BAGIAN A MEMUAT PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI DAN BAGIAN B MEMUAT PENILAIAN
TERHADAP TIM LAWAN.
KEDUA BAGIAN TERSEBUT MEMUAT KOLOM SAMA UNTUK DIISI SECARA SINGKAT TAPI PADAT,
YAITU KOMENTAR TENTANG PENILAIAN TIM SENDIRI DAN PENILAIAN ATAS TIM LAWAN YANG
MELIPUTI :

PERMAINAN TIM
PERMAINAN INDIVIDU
PEMAIN MENONJOL
29

FORMASI TIM
PENERAPAN FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU

DENGAN DEMIKIAN SETIAP PELATIH DISAMPING DIMINTA KOMENTAR ATAU MEMBUAT


PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI, JUGA DIMINTA UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR ATAU
PENILAIAN TERHADAP TIM LAWANNYA SECARA FAIR DAN BERIMBANG DALAM BENTUK
ANALISA PERTANDINGAN SEDERHANA TETAPI DIHARAPKAN TAJAM ATAU MENGENA.
MAKSUD TUJUAN MENGISI FORM ADALAH SEBAGAI BAHAN BERHARGA UNTUK MEMBUAT
RANGKUMAN ANALISA PERTANDINGAN YANG AKAN DIBUAT OLEH PENYELENGGARA
KEJUARAAN, SEBAGAI BAGIAN PENTING PULA BILA PENYELENGGARA KEJUARAAN HENDAK
MEMBUAT LAPORAN TEKNIK, DISAMPING BAGIAN LAINNYA SEPERTI HASIL PERTANDINGAN,
KLASEMEN, DATA DAN STATISTIK PERTANDINGAN, ANALISA TAKTIK DAN STRATEGI, LAPORAN
OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, IW DAN PP), TENTANG PESERTA, TENTANG KEJUARAAN, DLL.
ISIAN KOMENTAR PERMAINAN TIM
MENULIS TENTANG PENAMPILAN ATAU PERMAINAN YANG DIPERLIHATKAN TIM SENDIRI
MAUPUN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, SEPERTI TAKTIK DAN STRATEGI, PENYERANGAN
DAN PERTAHANAN, TRANSISI, PENGUASAAN BOLA ATAU ALIRAN BOLA DARI KAKI KE KAKI,
DUKUNGAN TERHADAP KAWAN, INTERSEP, DUEL PEREBUTAN BOLA, TEMPO PERMAINAN, DLL.
ISIAN KOMENTAR PERMAINAN INDIVIDU
MENULIS TENTANG KEMAMPUAN BERMAIN PERSEORANGAN YANG DIPERLIHATKAN PEMAIN
TIM SENDIRI MAUPUN PEMAIN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, SEPERTI TEKNIK, SKILL,
KONTROL DAN PENGUASAAN BOLA, MENGGIRING, MENGUMPAN, MENEMBAK DAN
MENANDUK BOLA, KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG.
ISIAN KOMENTAR PEMAIN MENONJOL
MENULIS NOMOR PUNGGUNG (NPG) PEMAIN TIM SENDIRI MAUPUN PEMAIN TIM LAWAN
YANG BERMAIN MENONJOL DAN BESAR KONTRIBUSINYA BAGI TIMNYA SAAT PERTANDINGAN.
ISIAN KOMENTAR FORMASI TIM
MENULIS TENTANG FORMASI TIM SENDIRI MAUPUN FORMASI TIM LAWAN SAAT
PERTANDINGAN, PALING TIDAK POSISI STATIS PEMAIN SAAT START ATAU AKAN MEMULAI
PERTANDINGAN.
ISIAN KOMENTAR FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU
MENULIS TENTANG SIKAP FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU PEMAIN TIM SENDIRI
MAUPUN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN.
30

CONTOH PENGISIAN KOMENTAR PERMAINAN TIM


TIM SENDIRI : MISALNYA KERJASAMA ANTAR PEMAIN DAN ANTAR LINI CUKUP RAPIH,
MENGALIRKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI, JARANG TERSENDAT, DENGAN PENGUASAAN BOLA
YANG CUKUP BAIK, ALIRAN BOLA MERAMBAT DARI LINI KE LINI DI DALAM MELAKUKAN
SERANGAN, TETAPI PENYELESAIAN AKHIR BANYAK GAGAL SEHINGGA BANYAK PELUANG
TERBUANG. SAAT KEHILANGAN BOLA KURANG CEPAT MERUBAH DARI FORMASI MENYERANG
KE FORMASI BERTAHAN SEHINGGA LINI PERTAHANAN TERBUKA. BEGITU PULA SAAT SETELAH
BERHASIL MEREBUT BOLA DARI KAKI LAWAN KURANG CEPAT MERUBAH DARI FORMASI
BERTAHAN KE FORMASI MENYERANG, SEHINGGA KAWAN YANG BERADA DI LINI DEPAN
KURANG MENDAPAT DUKUNGAN DARI PEMAIN LINI TENGAH ATAU BELAKANG. MASIH
KURANG SIGAP DALAM MENGHADAPI SERANGAN BALIK LAWAN ATAU TIDAK MELAKUKAN
INTERSEP DENGAN BAIK, SEHINGGA DUEL PEREBUTAN BOLATIDAK SELALU DIMENANGKAN.
PARA PEMAIN KURANG PANDAI DALAM MEMAINKAN TEMPO PERMAINAN SEHINGGA TENAGA
KERAP TERKURAS DALAM PERMAINAN YANG KURANG EFEKTIF.
TIM LAWAN: MISALNYA KERJASAMA ANTAR PEMAIN DAN ANTAR LINI KURANG MULUS,
ALIRAN BOLA DARI KAKI KE KAKI KERAP TERSENDAT, KARENA SERING KEHILANGAN BOLA,
ALIRAN BOLA ANTAR LINI TERLIHAT KURANG BERJALAN, BANYAK KEHILANGAN PELUANG DI
DALAM MELAKUKAN PENYELESAIAN AKHIR, TRANSISI MASIH LEMAH, DUKUNGAN TERHADAP
KAWAN YANG MENGUASAI BOLA JARANG DILAKUKAN, DEMIKIAN PULA INTERSEP KURANG
TERLIHAT WALAU MEMPERLIHATKAN KEGIGIHAN SAAT DUEL PEREBUTAN BOLA. DAN
MEMAINKAN PERMAINAN TEMPO SEDANGKARENA KELIHATANNYA KURANG DI DUKUNG
KONDISI FISIK YANG CUKUP.
CONTOHPENGISIAN KOMENTAR PERMAINAN INDIVIDU
TIM SENDIRI : MISALNYATEKNIK DASAR DAN SKILL PEMAIN CUKUP BAIK DI BANDING PEMAIN
LAWAN BERTANDING, KONTROL BOLA MASIH PERLU DI PERBAIKI, PENGUASAAN BOLA JUGA
MASIH PERLU DI TINGKATKAN, KURANG BERANI MENGGIRING BOLA SAAT DIBUTUHKAN
UNTUK MELEWATI PEMAIN LAWAN, MENGUMPAN BOLA CUKUP BAGUS, MENEMBAK BOLA
KEARAH GAWANG LAWAN MASIH BANYAK TIDAK MENEMUI SASARAN KARENA SERING
DILAKUKAN SECARA TERGESA, MENANDUK BOLA DI UDARA MASIH DILAKUKAN KURANG
BERTENAGA. KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG CUKUP BAIK, BANYAK MELAKUKAN TINDAKAN
PENYELAMATAN.
TIM LAWAN :MISALNYA TEKNIK DASAR DAN SKILL PEMAIN MASIH KURANG. KONTROL,
PENGUASAAN, MENGGIRING, MENGUMPAN, BOLA MASIH KURANG BAGUS UNTUK
MEWUJUDKAN KERJA SAMA TIM YANG SOLID. MENEMBAK BOLA KE ARAH GAWANG MASIH
SERING TIDAK MENEMUI SASARAN. MENANDUK BOLA DILAKUKAN CUKUP BAGUS SAAT
MENJAGA DAERAH PERTAHANAN. KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG BAGUS BANYAK
MELAKUKAN TINDAKAN PENYELAMATAN YANG GEMILANG.

31

CONTOH PENGISIAN PEMAIN YANG MENONJOL


TIM SENDIRI : MISALNYANPG. 1, 3, 5, 7, 9.
TIM LAWAN : MISALNYA NPG. 1, 3, 5
CONTOH PENGISIAN FORMASI TIM
TIM SENDIRI : MISALNYA 1-2-1 KALAU 5 PEMAIN, 1-4-1 KALAU 7 PEMAIN, 1-4-3 KALAU 9
PEMAIN, 4-3-3 KALAU 11 PEMAIN.
TIM LAWAN : MISALNYA 1-2-1 KALAU 5 PEMAIN, 1-3-2 KALAU 7 PEMAIN, 1-3-4 KALAU 9
PEMAIN, 4-2-4 KALAU 11 PEMAIN.
CONTOH PENGISIAN PENERAPAN FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU
TIM SENDIRI : MISALNYA PARA PEMAIN MENERAPKAN FAIR PLAY DENGAN BAIK,
MENGHORMATI PERATURAN, MENTAATI KEPUTUSAN WASIT, BERSALAMAN DENGAN PEMAIN
LAWAN BILA TANPA SENGAJA MELAKUKAN PELANGGARAN SEBAGAI TANDA PENYESALAN DAN
MENINTA MAAF, DLL. MEMPEROLEH 3 KARTU HIJAU.
TIM LAWAN : MISALNYA PARA PEMAIN LAWAN MENERAPKAN FAIR PLAY DENGAN BAIK,
MENGHORMATI PERATURAN, MENTAATI KEPUTUSAN WASIT, BERSALAMAN DENGAN PEMAIN
LAWAN BILA TANPA SENGAJA MELAKUKAN PELANGGARAN SEBAGAAI TANDA PENYESALAN
DAN MEMINTA MAAF, DLL. MEMPEROLEH KARTU HIJAU 5.
JAKARTA, 2 JANUARI 2013.
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU)
DITERAPKAN PERTAMA KALI DI CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA ANTAR SSB U12 TAHUN 2011
FOTO : DOKUMEN FOTO PRIBADI

32

CONTOH MEMBUAT :
FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH
BAHAN LAPORAN TEKNIK
(BESARNYA KOLOM DISESUAIKAN MENURUT KEBUTUHAN)
PERTANDINGAN :
TANGGAL :
TEMPAT :
HASIL PERTANDINGAN :
A. PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI :
1. PERMAINAN TIM :
2. PERMAINAN INDIVIDU :
3. PEMAIN MENONJOL :
4. FORMASI TIM :
5. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU PEROLEHAN KARTU HIJAU :
B. PENILAIAN TERHADAP TIM LAWAN :
1. PERMAINAN TIM :
2. PERMAINAN INDIVIDU :
3. PEMAIN MENONJOL :
4. FORMASI TIM :
5. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU PEROLEHAN KARTU HIJAU :
TANGGAL :
PELATIH SSB :
NAMA :
TANDA TANGAN :

33

PROGRAM
DAN
JADWAL KEGIATAN
CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12
ANTAR SSB TAHUN 2011
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2011

34

CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB


TAHUN 2011

ADALAH SEBUAH PROGRAM PELATIHAN DAN PERTANDINGAN SECARA KOMPREHENSIF


MELIPUTI BANYAK ASPEK PEMBANGUNAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA
PEMAIN U12, TERMASUK PEMBEKALAN TEKNIS DAN ORGANISASI BAGI PEMBINA
SEKOLAH SEPAKBOLA MAUPUN AKADEMI SEPAKBOLA PESERTA CAMP & FESTIVAL.
UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PEMBINAAN USIA DINI DISEMUA ASCAB PSSI YANG
DIWAKILI OLEH SEKOLAH SEPAKBOLA MAUPUN AKADEMI SEPAKBOLA YANG IKUT SERTA
SEBAGAI PESERTA CAMP & FESTIVAL, GUNA MEMBANGUN SEPAKBOLA YANG BERBASIS
PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN SEPAKBOLA MASA
DEPAN YANG BERPRESTASI.
PENDAHULUAN

UNTUK MENGAPLIKASIKAN PROGRAM KOMPREHENSIF SECARA PROGRESIF, SEKOLAH


SEPAKBOLA BANDUNG (SSBB) BERSAMA MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU),
MENDISAIN PROGRAM KEGIATAN PEMBINAAN KOMPREHENSIF YANG MELIPUTI
BERBAGAI ASPEK PENDEKATAN PEMBINAAN, SEBAGAI CARA UNTUK MENGGALI DAN
MENEMUKAN PEMAIN USIA DINI BERTALENTA TINGGI CALON PEMAIN HANDAL DIMASA
DEPAN, MELALUI PENYELENGGARAAN CAMP & FESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR
SEKOLAH SEPAKBOLA TAHUN 2011.
PENYELENGGARAAN CAMP SEPAKBOLA SEMACAM INI PERTAMA DIGELAR, DAN
MERUPAKAN PERCONTOHAN UNTUK DILAKUKAN DI BERBAGAI DAERAH DIDALAM
RANGKA MENDUKUNG VISI DAN MISI PENGEMBANGAN SEPAKBOLA USIA MUDA PSSI,
YAITU FOOTBALL GROWTH FROM YOUNG AGE, COACHES DEVELOPMENT AND ELITE
FOOTBALL IN THE FUTURE.
LATAR BELAKANG

SEPAKBOLA INDONESIA BERPRESTASI DIARENA INTERNASIONAL DAN MENJADI PESERTA


PIALA DUNIA DISUATU SAAT ADALAH HARAPAN SEMUA PECINTA SEPAKBOLA
DISELURUH PENJURU TANAH AIR TERMASUK URANG BANDUNG.
NAMUN DEMIKIAN UNTUK MENCAPAI PRESTASI DUNIA, MASYARAKAT SEPAKBOLA
NASIONAL MAUPUN DAERAH HARUS MENINGKATKAN KERJA KERASNYA DAN BEKERJA
SECARA KOMPREHENSIF, DALAM MELAKUKAN PEMBINAAN SERIUS, TERATUR,
SISTEMIK, BERJENJANG, BERTAHAP DAN BERKESINAMBUNGAN HINGGA MENCAPAI
SASARAN YANG DIINGINKAN.
35

KEMUDIAN KEPEDULIAN TERHADAP PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI ATAU USIA MUDA
HARUS LEBIH MERATA DAN HARUS MERUPAKAN PRIORITAS UTAMA UNTUK
DIKERJAKAN SERIUS TANPA KENAL LELAH.
PROGRAM KEGIATAN

PROGRAM KEGIATAN CAMP & FESTIVAL INI ADALAH KEGIATAN SEPAKBOLA YANG
DIPERUNTUKAN BAGI PESEPAKBOLA U12, YANG TERBUKA DIIKUTI OLEH 32 SSB YANG
MENDAFTAR DARI DARI BERBAGAI ASCAB PSSI KOTA/KABUPATEN YANG MENDAFTAR
MENGIKUTI CAMP & FESTIVAL YANG BERASAL DARI BANTEN, DKI JAKARTA, JAWA
BARAT DAN JAWA TENGAH, UNTUK MENGUKUR HASIL PEMBINAAN YANG DIJALANKAN
DISEPANJANG TAHUN OLEH MASING-MASING SSB PESERTA CAMP & FESTIVAL (TITIK
KULMINASI PEMBINAAN).
PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN INI AKAN DILAKSANAKAN DIPENGHUJUNG TAHUN
PADA BULAN DESEMBER 2011 MENDATANG, SELAMA 4 HARI, TANGGAL 28-29-30-31
DESEMBER 2011, DIRENCANAKAN BERTEMPAT DI BUMI PERKEMAHAN KIARA PAYUNG
JATINANGOR SUMEDANG (PESERTA MENGINAP).
PROGRAM KOMPREHENSIF DAN TERINTEGRASI INI MELIPUTI BANYAK ASPEK
PEMBINAAN YANG HARUS (WAJIB) DIIKUTI SECARA KESELURUHAN OLEH SEMUA SSB
PESERTA YANG MENDAFTAR YAITU SEPERTI :

REFRESHING BAGI PELATIH SSB PESERTA :


DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL
DIMULAI, BERTEMPAT DI BANDUNG, INSTRUKTUR DARI PSSI.
DENGAN TUJUAN UNTUK MENYEGARKAN DAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN
SERTA KEMAMPUAN PARA PELATIH DIDALAM MEMBINA PARA PEMAIN USIA DINI
SESUAI METODA STANDAR PSSI, TERMASUK BERMAIN DI LAHAN TERBATAS
(SMALL SIDE GAME), DIDALAM UPAYA MEMBANGUN PRESTASI PESEPAKBOLA
USIA DINI.

SEMINAR BAGI PENGURUS DAN OFISIAL SSB PESERTA :


DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL
DIMULAI, BERTEMPAT DI BANDUNG, PEMBERI PRESENTASI DARI PSSI.
DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBERIKAN PENCERAHAN TENTANG BAGAIMANA
CARA MENGELOLA ORGANISASI DAN PEMBINAAN USIA DINI.

PERTEMUAN MANAJER DAN UNDIAN PEMBAGIAN GRUP :


DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL
DIMULAI BERTEMPAT DI BANDUNG. DIIKUTI OLEH PARA MANAJER PESERTA CAMP
& FESTIVAL. DENGAN TUJUAN UNTUK MENYAMAKAN PERSEPSI DIDALAM
36

MEMANDANG PERLUNYA MELAKSANAKAN PROGRAM KEGIATAN CAMP &


FESTIVAL, MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN YANG BERBASISKAN
FAIR PLAY UNTUK MENCAPAI PRESTASI SETINGGI-TINGGINYA, SERTA UNDIAN
PEMBAGIAN GRUP DAN JADWAL PERTANDINGAN.

REFRESHING WASIT REMAJA :


DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL
DIMULAI, INSTRUKTUR DARI ASCAB ATAU ASPROV PSSI SETEMPAT, BERTEMPAT DI
BANDUNG.
DENGAN TUJUAN MENYIAPKAN WASIT REMAJA U-18 YANG AKAN DITUGASKAN
MEMIMPIN PERTANDINGAN FESTIVAL SEPAKBOLA U12 TAHUN 2011.

PERTEMUAN TEKNIK :
DILAKSANAKAN 1 HARI SEBELUM CAMP & FESTIVAL DIMULAI BERTEMPAT DI
TEMPAT PERTANDINGAN.
DIIKUTI OLEH PARA MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN TIM PESERTA FESTIVAL.
DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI
SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN.

COACHING CLINIC :`
DILAKUKAN SEBELUM PERTANDINGAN FESTIVAL DIMULAI ATAU DILAKUKAN
DISELA JADWAL PERTANDINGAN.
DIIKUTI OLEH PARA PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL.
DENGAN TUJUAN UNTUK MENINGKATKAN SKILL PEMAIN USIA DINI.

PERTANDINGAN FESTIVAL SEPAKBOLA :


DILAKSANAKAN PADA HARI KAMIS, JUMAT, SABTU, MINGGU TANGGAL 28-29-3031 DESEMBER 2011 DI KIARA PAYUNG JATINAGOR KABUPATEN SUMEDANG.
PERTANDINGAN 7 LAWAN 7, 2 X 20 MENIT ISTIRAHAT 5 MENIT, UKURAN
LAPANGAN 60 X 40 METER, UKURAN GAWANG 2 X 5 METER.
DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) SEJUMLAH 18 ORANG PEMAIN TERMASUK
PESERTA KONTES/LOMBA, DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP) DISETIAP
PERTANDINGAN 10 ORANG PEMAIN, TURUN BERTANDING 7 ORANG PEMAIN DAN
3 ORANG PEMAIN CADANGAN.
DIIKUTI OLEH 32 TIM SSB PESERTA YANG MENDAFTARKAN DIRI.
DENGAN TUJUAN MEMPEREBUTKAN URUTAN TIM TERBAIK I-II-III-IV, SERTA
PEMAIN TERBAIK, PENJAGA GAWANG TERBAIK, PEMAIN BELAKANG TERBAIK,
PEMAIN TENGAH TERBAIK, PEMAIN DEPAN TERBAIK, PENCETAK GOL TERBANYAK,
TIM PALING BANYAK MEMASUKAN GOL, TIM PALING SEDIKIT KEMASUKAN GOL,
PEMAIN FAVORIT, TIM FAVORIT DAN TIM FAIR PLAY.

37

KONTES KETERAMPILAN SEPAKBOLA :


DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN.
DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT IKUT SERTA
DAN MENDAFTARKAN DIRI KE PANPEL.
KONTES TERDIRI DARI TENDANGAN PENALTI, TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN
SUDUT, MENGUMPAN BOLA, MENANDUK BOLA, MENGGIRING BOLA DAN
MENJAGA GAWANG.
DENGAN TUJUAN MENGASAH KETERAMPILAN SEPAKBOLA.
MEMPEREBUTKAN URUTAN TERBAIK I-II KETERAMPILAN SEPAKBOLA.

KONTES JUGLING ATAU FREE STYLE :


DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN.
DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT IKUT SERTA
DAN MENDAFTARKAN DIRI KE PANPEL.
KONTES TERDIRI DARI JUGLING ATAU FREE STYLE.
MEMPEREBUTKAN URUTAN TERBAIK I-II JUGLING/FREE STYLE.

LOMBA PERMAINAN SEPAKBOLA :


DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN.
DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT DAN
MENDAFTARKAN DIRI KEPADA PANPEL.
(LOMBA 2 LAWAN 2, 3 LAWAN 3, SEMUA TANPA PENJAGA GAWANG, 2 X 5/10
MENIT, UKURAN LAPANGAN 16 X 6 METER.
DENGAN TUJUAN UNTUK MENINGKATKAN SKILL PERMAINAN SEPAKBOLA
TERUTAMA MENGASAH KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA UNTUK MELEWATI
LAWAN BERMAIN DENGAN CEPAT DAN KERJASAMA 1-2 SENTUHAN DENGAN
KAWAN BERMAIN UNTUK MELEWATI LAWAN BERMAIN DENGAN CEPAT.
MEMPEREBUTKAN PERINGKAT I-II PERMAINAN SEPAKBOLA DI LAHAN TERBATAS
(SMALL SIDE GAME).

KUIZ SEPAKBOLA :
DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN.
DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT IKUT SERTA
DENGAN MENGISI FORMULIR KUIZ.
DENGAN TUJUAN UNTUK MELIHAT SEJAUH MANA PENGETAHUAN SEPAKBOLA
YANG DIMILIKI PEMAIN YANG MENGIKUTI KUIZ INI.

PEMUTARAN FILM SEPAKBOLA :


DILAKSANAKAN MALAM KEDUA SAAT PENYELENGGARAAN KEGIATAN CAMP &
FESTIVAL BERLANGSUNG.
DIIKUTI OLEH PEMAIN DAN OFISIAL PESERTA CAMP & FESTIVAL.

38

DENGAN TUJUAN UNTUK MENAMBAH BERBAGAI PENGETAHUAN, TEKNIK, TAKTIK,


STRATEGI, SERTA CARA BERMAIN SEPAKBOLA YANG BAIK DAN BENAR BAGI
PEMAIN DAN OFISIAL YANG MENYAKSIKAN PEMUTARAN FILM.

DISKUSI PELATIH :
DILAKSANAKAN SETIAP MALAM SELAMA KEGIATAN CAMP &
FESTIVAL
BERLANGSUNG.
DIIKUTI OLEH PELATIH SSB PESERTA CAMP & FESTIVAL.
DENGAN TUJUAN UNTUK MELAKUKAN EVALUASI PELAKSANAAN CAMP &
FESTIVAL, BERTUKAR FIKIRAN BERBAGI PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN.

KAMPANYE FAIR PLAY :


DILAKSANAKAN SELAMA CAMP & FESTIVAL BERLANGSUNG.
DENGAN TUJUAN UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN TENTANG FAIR PLAY DAN
KARTU HIJAU MELALUI MEDIA SPANDUK, POSTER, SELEBARAN, UNTUK MENJADI
PERHATIAN SELURUH INSAN SEPAKBOLA.
PESAN KHUSUS BAGI PEMAIN, BILA INGIN MAJU IA HARUS KONSENTRASI HANYA
KEPADA PERMAINAN SEPAKBOLA SEMATA, MEMATUHI PERATURAN DAN WASIT,
TIDAK BOLEH BERSIKAP DAN BERMAIN KASAR, MEMUKUL, MENGELUARKAN
PERKATAAN KOTOR (RESPEK TERHADAP LAWAN, PERATURAN DAN WASIT YANG
MEMIMPIN PERTANDINGAN).

BAZAR :
DILAKSANAKAN SELAMA KEGIATAN CAMP & fESTIVAL BERLANGSUNG.
DIIKUTI OLEH PERUSAHAAN ATAU PERORANGAN SIAPA SAJA YANG BERMINAT
BERPARTISIPASI MEMERIAHKAN CAMP & FESTIVAL, DENGAN MEMBUKA KANTER
UNTUK MEMPROMOSIKAN DAN MEMASARKAN PRODUKNYA.
DENGAN TUJUAN UNTUK MENDUKUNG KEBUTUHAN YANG DIPERLUKAN OLEH
PESERTA CAMP & FESTIVAL MAUPUN PENONTON ATAU PENGUNJUNG, SEPERTI
MENYEDIAKAN MAKANAN DAN MINUMAN SEHAT SERTA BERSIH, MAKANAN DAN
MINUMAN SUPLEMEN, VITAMIN DAN OBAT-OBATAN, SERTA PERLENGKAPAN DAN
PAKAIAN OLAHRAGA.
JADWAL PROGRAM KEGIATAN

REFRESHING PELATIH
SEMINAR PENGURUS
UNDIAN GRUP
PERTEMUAN MANAJER
KURSUS WASIT REMAJA
PERTEMUAN TEKNIK
COACHING CLINIC PEMAIN
PEMBUKAAN

:
:
:
:
:
:
:
:

11 DESEMBER 2011, 08.00-16.00.


11 DESEMBER 2011, 08.00-16.00.
11 DESEMBER 2011, 16.30-17.00.
11 DESEMBER 2011, 17.00-18.00.
11 17 DESEMBER 2011.
28 DESEMBER 2011, 10.00-11.00.
28 DESEMBER 2011, 10.00-11.30.
28 DESEMBER 2011, 15.00.
39

PERTANDINGAN
DISKUSI PELATIH
KONTES DAN LOMBA
KUIZ SEPAKBOLA
FILM SEPAKBOLA
KAMPANYE FAIR PLAY
BAZAR

:
:
:
:
:
:
:

28 S/D 31 DESEMBER 2011, (16/09).


28-29-30 DESEMBER 2011, 20.00.
29 DESEMBER 2011, 16.00.
29 DESEMBER 2011, 18.30.
29 DESEMBER 2011, 19.00.
28-29-30-31 DESEMBER 2011.
28-29-30-31 DESEMBER 2011.

JADWAL PERTANDINGAN
28-12-2011, BABAK PENYISIHAN
10.00
15.00

COACHING CLINIC PEMAIN


PEMBUKAAN

GRUP/LAPANG :

16.00 NP.1-8

1-2

1-2

1-2

1-2

1-2

1-2

1-2

1-2

17.00 NP.9-16

3-4

3-4

3-4

3-4

3-4

3-4

3-4

3-4

29-12-2011, BABAK PENYISIHAN


09.00 NP.17-24

4-1

4-1

4-1

4-1

4-1

4-1

4-1

4-1

10.00 NP.24-32

2-3

2-3

2-3

2-3

2-3

2-3

2-3

2-3

13.30 NP.33-40

4-2

4-2

4-2

4-2

4-2

4-2

4-2

4-2

14.30 NP.41-48

1-3

1-3

1-3

1-3

1-3

1-3

1-3

1-3

16.00

(KONTES DAN LOMBA)

30-12-2011, BABAK 16 BESAR


LAPANG

09.00 NP.49-52

UIGA-U2GB

UIGB-U2GA

UIGE-U2GF

UIGF-U2GE

10.00 NP.53-56

UIGC-U2GD

UIGD-U2GC

UIGG-U2GE

UIGH-U2GG

40

30-12-2011, BABAK 8 BESAR


LAPANG

15.00 NP.57-60

M49-M50

M51-M52

M53-M54

M55-M56

31-12-2011, BABAK SEMI FINAL


LAPANG

09.00 NP.61-62

M57-M58

M59-M60

31-12-2011, BABAK FINAL


LAPANG

15.00 NP.63

K61-K62

16.00 NP.64

M61-M62

17.00

PENUTUPAN

SELESAI
TERIMA KASIH
BANDUNG, 23 JANUARI 2011
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA

41

PENGANTAR FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA UDIN


(GRASSROOTS FOOTBALL
OOTBALL FESTIVAL INTRODUCTION
INTRODUCTION)

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE


GOOGLE IMAGES

UNTUK MEMAJUKANSEPAKBOLA INDONESIA


PRESENTASI : M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2012

42

FESTIVAL PELATIHAN GRASSROOTS


FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA UDIN DI PANDU OLEH PELATIH PENDIDIK (COACH
EDUCATOR), DI IKUTI PESEPAKBOLA USIA DINI, MULAI USIA 6 TAHUN SAMPAI USIA 12 TAHUN.
DENGAN KEGIATAN POKOK BELAJAR MELALUI LATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA
DAN DI LANJUTKAN DENGAN MITRA TANDING DIANTARA PESERTA DALAM SUASANA FUN.
DURASI KEGIATAN SESUAI USIANYA 1.5 S/D 2 JAM.

FILOSOFI GRASSROOTS
SEPAKBOLA UNTUK SEMUA ORANG, DAPAT DI MAINKAN DI MANA SAJA, TANPA
MEMBEDAKAN USIA, GENDER, KEPERCAYAAN, ETIKA, LATAR BELAKANG SOSIAL DAN
TINGKAT KEBUGARAN.
SEPAKBOLA USIA DINI UNTUK USIA 6 S/D 12 TAHUN.
SEPAKBOLA ADALAH SEKOLAH FAIR PLAY SEUMUR HIDUP, SEMANGAT BEKERJA SAMA,
PERTEMANAN SEDIKIT DARI BANYAK DI DAPAT DARI SEPAKBOLA.
UNTUK KESENANGAN MERUPAKAN TERPENTING DALAM PELATIHAN SEPAKBOLA,
MENGAJARKAN PERMAIAN BUKAN KEMENANGAN DALAM SEMUA TUJUAN.
BIARKAN ANAK2 DIBERI KEBEBASAN SAAT BERMAIN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA
DINI, AGAR BERGAIRAH, GEMBIRA DAN BISA MENDAPAT PENGHARGAAN.

SUASANA GEMBIRA

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES

43

BELAJAR BERMAIN SEPAKBOLA


TUJUAN :
BELAJAR-BERMAIN-BERGEMBIRA.
METODA :
BELAJAR BERMAIN SEPAKBOLA MELALUI PERMAINAN YANG MENYENANGKAN, DENGAN
MEMADUKAN LATIHAN DENGAN BERMAIN SEPAKBOLA, SESUAI TUJUAN YANG DI BUAT
PELATIH PENDIDIK, MUARA PELATIHAN ADALAH PERMAINAN DENGAN MEMBENTUK TIM-TIM
KECIL UNTUK BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME).

MEMPERKENALKAN PERMAINAN
MEMBERI KEGEMBIRAAN KEPADA ANAK2.
MENAMPILKAN SITUASI SEDERHANA NAMUN MENDASAR.
BISA DI LAKUKAN OLEH SEMUA ANAK UNTUK MEMBANGUN MOTIVASI MEREKA AGAR
MENYUKAI SEPAKBOLA.
PENDEKATAN GRASROOTS TERHADAP KARAKTERISTIK SEPAKBOLA YANG MEMPUNYAI
CIRI SBB :
SEBUAH PERMAINAN.
DI TAMPILKAN DALAM BENTUK BERLATIH DAN BERMAIN (MITRA TANDING
DIANTARA PESERTA PELATIHAN).
DI BUAT SEDERHANA DAN DI TERAPKAN SESUAI KARAKTERISTIK ANAK2 BAIK
SAAT BERLATI MAUPUN BERMAIN.
2 SITUASI MENDASAR DI SEPAKBOLA DI PERKENALKAN YAITU BERMAIN
BERSAMA KAWAN SATU TIM MENGHADAPI LAWAN TANDING YANG SAMA.

BERMAIN DI LAHAN TERBATAS

PERBANDINGAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS DENGAN 11 LWN 11


PEMAIN BISA MENYENTUH BOLA LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7, PADA 5 LWN 5
DAN PADA 4 LWN 4.
PEMAIN SERING MENGALAMI SITUASI 1 LWN 1, 3 KALI LEBIH BANYAK PADA 4
LWN 4 ATAU 5 LWN 5 DAN 2 KALI LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7.
GOL BISA TERCIPTA RATA-RATA PER MENIT LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7,
PADA 5 LWN 5 DAN PADA 4 LWN 4.
KIPER BISA BERAKSI 4 KALI LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7 .
BOLA KELUAR LAPANGAN LEBIH SEDIKIT PADA 7 LWN 7, 5 LWN 5 DAN PADA 4
LWN 4.

44

KHUSUS PADA CONTOH FOTO DIBAWAH INI, PERTANDINGAN 3 LAWAN 3

DOKUMEN FOTO PRIBADI

BOLA TIDAK PERNAH KELUAR,


PADA CONTOH PERTANDINGAN DI ATAS

3 LAWAN 3,
TIDAK ADA OUT,
BERMAIN DI LAHAN TERBATAS J23 BDG,
SENTUHAN JAUH LEBIH BANYAK ,
KIPER JAUH LEBIH AKTIF,
DALAM LAPANGAN UKURAN 16 X 6 M.

BERMAIN DI LAHAN TERBATAS


BERMAIN DI LAHAN TERBATAS,
DIATUR SESUAI USIANYA 6-8/9-10/11-12 TAHUN ,
4 LWN 4, 5 LWN 5, 7 LWN 7 DAN 9 LWN 9, LAPANGAN MENURUT UKURAN SEPERTI 12 X
20, 20 X 20, 30 X 45 DAN 45 X 60, DENGAN UKURAN GAWANG 3 X 2 DAN 5 X 2,
MENURUT FORMAT PERTANDINGAN BERBEDA.
KEKHASANNYA :

BISA BERMAIN SETIAP WAKTU.


MENYENTUH BOLA LEBIH SERING.
BISA MENCOBA MENCETAK GOL DI SETIAP SAAT.
SELALU DI DORONG OLEH PELATIH PENDIDIK.
SENANTIASA DI DUKUNG OLEH ORANG TUA.

45

PELATIHAN GRASSROOTS
PERENCANAAN PELATIHAN :

PROGRAM PELATIHAN,
PELATIH PENDIDIK,
SASARAN PELATIHAN,
JUMLAH ANAK PESERTA PELATIHAN,
LAPANGAN YANG AKAN DI PERGUNAKAN,
CARA PENILAIAN,
TINGKATAN KEMAMPUAN ANAK2 PESERTA,
PENJELASAN PROGRAM PELATIHAN,
PENGATURAN WAKTU DAN PENGGUNAAN LAPANGAN,
PERALATAN YANG DI PERGUNAKAN,
SAAT SESI BERMAIN MENYERTAKAN WASIT YANG BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK
MENANAMKAN PERATURAN PERMAINAN SEJAK DINI,
EVALUASI PELATIHAN,
SERTIFIKAT BUAT ANAK2 PESERTA PELATIHAN.
TEKNIK DASAR

3 BENTUK LATIHAN TEKNIK DASAR :

Menendang Bola

Mengontrol Bola

Menggiring Bola

DOKUMEN FOTO PRIBADI

46

CONTOH LATIHAN DAN BERMAIN


LATIHAN :
KONTROL BOLA MENGGUNAKAN DADA DAN BAGIAN KAKI,
DITERUSKAN DENGAN MENGUMPAN BOLA,
MENGGIRING BOLA,
MENENDANG BOLA KEARAH GAWANG,
PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA,
MEMAINKAN ATAU MENIMANG-NIMANG BOLA.
BERMAIN :
4 LWN 4, 5 LWN 5, 7 LWN 7 DAN 9 LWN 9

SUASANA PELATIHAN :

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES

GOOGLE IMAGES

47

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES


SELESAI
TERIMA KASIH
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2012
SUMBER
: FIFA GRASSROOTS, 2009
CATATAN GRASSROOTS M. ACHWANI, 2011
PRESENTASI GRASSROOTS YEYEN TUMENA, 2012
FOTO
: FIFA GRASSROOTS
GOOGLE IMAGES
DOKUMEN FOTO PRIBADI

48

FESTIVAL
IVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI
UNTUK MEMAJUK
MAJUKAN SEPAKBOLA INDONESIA

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE


GOOGLE IMAGES

Presentasi

: M.ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2012

49

FILOSOFI SEPAKBOLA USIA DINI


( PHILOSOPHY OF GRASSROOTS FOOTBALL )
1. Sepakbola untuk semua orang, Sepakbola dapat dimainkan
dimanasaja tanpa membedakan usia, gender, kepercayaan,
etika, latarbelakang sosial dan tingkat kebugaran.
2. Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa sepakbola dapat
dimainkan dimanasaja. Pogram usia dini FIFA membawa
sepakbola untuk usia 6 sampai 12 tahun diseluruh dunia.
3. Sepakbola adalah sebuah sekolah fairplay seumur hidup,
semangat bekerjasama, pertemanan hanyalah sedikit dari
banyak nilai yang didapatkan dari sepakbola
4. Hal tersebut juga untuk kesenangan yang merupakan hal
terpenting dalam pelatihan sepakbola, serta mengajarkan
permainan bukan kemenangan dalam semua tujuannya.
5. Biarkan

anak-anak

diberikan

kebebasan

saat

bermain

sepakbola yang diperuntukan bagi pesepakbola usia dini agar


bergairah dan mendapatkan penghargaan.

50

FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI 6 12 Tahun.


I.

TENTANG PERATURAN PERMAINAN


Bermain Di Lahan Terbatas (Small Side Game)

UKURAN LAPANGAN
1.
2.
3.
4.

4 Lawan 4
5 Lawan 5
7 Lawan 7
9 Lawan 9

12 x 20m
20 x 20m
30 x 45m
45 x 60 m

( 15 x 25m)
( 25 x 35m)
( 35 x 50 m)
(50 x 67 m)

FORMAT MITRA TANDING


No.

Usia

Format Mitra Tanding


Tergantung Usia

6 8 Th

8 10
Th

4 Lawan 4 Tanpa Penjaga Gawang


4 Lawan 4 Dengan Penjaga Gawang
(3 + 1)
5 Lawan 5
4 Lawan 4 Tanpa Penjaga Gawang
4 Lawan 4 Dengan Penjaga Gawang
(3 + 1)
5 Lawan 5
7 Lawan 7

10 12
Th

Ukuran
Lapang

12 x 20m
15 x 25m
20 x30 /
25x35m
12 x 20m
15 x 25m
20 x30 /
25x35m
20 x45 /
35x50m
4 Lawan 4 Tanpa Penjaga Gawang
12 x 20m
4 Lawan 4 Dengan Penjaga Gawang 15 x 25m
(3 + 1)
20 x30 /
5 Lawan 5
25x35m
7 Lawan 7
20 x45 /
9 Lawan 9
35x50m
45 x 60m/
50x67m

51

MODEL MITRA TANDING


3 TIM ( 2 Putaran )
PUTARAN

NP

MITRA TANDING

1
2
3

AB
C-A
BC

4
5
6

BA
A-C
CB

NP

MITRA TANDING

AB

CD

BC

DA

BD

AC

4 Pertandingan setiap Tim

4 TIM ( 1 Putaran )
RANGKAIAN
1

3 PERTANDINGAN SETIAP TIM

52

II.

PERLENGKAPAN
1. Tiang Gawang: 3 x 2m atau 5 x 2m
2. Bola
a. 6 10 Th > Ukuran Nomor 3
b. 11 12 Th > Ukuran Nomor 4.
3. GARIS LAPANGAN
a. Menggunakan garis tengah dan garis penalti, untuk mitra tanding 5
lawan 5, 7 lawan 7, 9 lawan 9.
b. Tanpa menggunakan garis penalti, untuk pertandingan
4 lawan 4

III.

TENTANG TEKNIK DASAR


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

IV.

Kontrol bola menggunakan dada, diteruskan dengan passing.


Kontrol bola menggunakan kaki bagian depan, diteruskan dengan
passing.
Kontrol bola menggunakan kaki bagian dalam, diteruskan dengan
passing.
Kontrol bola menggunakan paha, diteruskan dengan passing.
Kontrol bola menggunakan kaki bagian bawah, diteruskan dengan
passing.
Menimang-nimang bola.
Mengumpan bola, menggunakan kaki bagian dalam.
Menggiring bola, menggunakan kaki bagian dalam, lurus, berkelok.
Menendang bola ke arah Gawang, menggunakan kaki bagian dalam.
Tendangan voli ke arah Gawang.

PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR)


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Memberikan perhatian pada elemen permainan dan mengorganisir


banyak bermain di lahan terbatas (small matches).
Bertanggung jawab atas keselamatan dan memberikan pertolongan pada
kesempatan pertama.
Pendekatan terhadap semua aspek latihan.
Menyediakan sepenuh waktu ketika melaksanakan tugas melatih.
Mengingatkan apa yang harus di lakukan para pesepakbola usia dini
dengan orang tua di lingkungan Sekolah Sepakbola.
Melakukan aktifitas untuk memberikan instruksi dan latihan bagi
Pesepakbila Usia Dini.
Memberikan instruksi dengan melakukan adaptasi dengan Pesepakbola
Usia Dini di setiap jenjang.
53

8.
9.
10.

V.

Mendengarkan pendapat para Pesepakbola Usia Dini.


Membimbing para Pesepakbola Usia Dini dengan cara memperagakan
teknik dasar bermain sepakbola sebagai model dan contoh.
Membantu para Pesepakbola Usia Dini agar tumbuh secara alami.

PELAKSANAAN FESTIVAL
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.

Dapat dilaksanakan sehari.


Durasi waktu kegiatan keseluruhan 5 jam.
Mulai pada pukul 06.30 11.30.
Jadwal kegiatan :
06.30 - 07.00 : Registrasi peserta.
07.00- 07.30 : Persiapan, Pembukaan.
07.30- 09.00 : Pelatihan.
09.00- 11.00 : Mitra Tanding Antar Grup ( Fun Games ).
11.0 - 11.30 : Penutupan, Pemberian Sertifikat.
(Waktu berakhir Pelatihan dan Mitra Tanding setiap jenjang usia tidak
sama).
Tempat : Stadion Sepakbola ( yang memiliki Tribun ).
Ketentuan : Setiap peserta membawa bola sendiri, menggunakan kaos
seragam Festival dan menggunakan Sepatu Bola.

PENGORGANISASIAN SESI LATIHAN


8-12 TAHUN DURASI 1.15 MENIT

FASE 1
LATIHAN PENDAHULUAN (PEMANASAN)

MULAI DARI :
10-15 MENIT

KEGIATAN PERMULAAN
PROGRAM : PENGENALAN BERBAGAI BENTUK LATIHAN
PELAKSANAAN :
PENGENALAN PERTANDINGAN
PENGENALAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS
PSYCHOMOTOR SKILL
PETUNJUK : MERUPAKAN LATIHAN PENDAHULUAN
INTI LATIHAN : MELAKUKAN KOORDINASI GERAKAN

54

FASE 2
PERHATIAN UNTUK LATIHAN, PENGENALAN LATIHAN DAN PERTANDINGAN

KEGIATAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS


15-20 MENIT

PROGRAM : PENGENALAN PERTANDINGAN


PELAKSANAAN : MEMPERKENALKAN BERMAIN 2 LAWAN 2, 3 LAWAN 3, DST
PETUNJUK : TANPA GAWANG
INTI LATIHAN : MEMBERIKAN BERBAGAI TEORI ASPEK PERMAINAN
DI LANJUTKAN >
KEGIATAN BELAJAR TEKNIK DASAR SEPAKBOLA
10-15 MENIT

PROGRAM : LATIHAN PERGERAKAN DENGAN DAN TANPA BOLA


PELAKSANAAN :
FOOTBALL RELAY CIRCUIT
(LATIHAN SEPAKBOLA SIRKUIT DAN ESTAFET)
DENGAN MEMBERIKAN LATIHAN KONTROL BOLA SERTA
BERGERAK DENGAN BOLA DAN MENEMBAK KE GAWANG
PETUNJUK : DI BAGI DALAM BEBERAPA TITIK TEMPAT LATIHAN
INTI LATIHAN : TEKNIK DENGAN SIMULASI

DI LANJUTKAN >
KEGIATAN BERTANDING DI LAHAN TERBATAS
15-20 MENIT

PROGRAM : PERTANDINGAN
PELAKSANAAN : BERTANDING 4 LAWAN 4 DENGAN PENJAGA GAWANG
DAN BERTANDING 5 LAWAN 5 DENGAN PENJAGA GAWANG
PETUNJUK : BERMAIN BEBAS
INTI LATIHAN : MEMBERIKAN PRAKTEK BERBAGAI ASPEK PERMAINAN

FASE 3
PENDINGINAN

KEGIATAN PENDINGINAN
5 MENIT

PROGRAM : RELAKSASI
PELAKSANAAN : RELAKSASI PER INDIVIDU
PETUNJUK : UNTUK PEMULIHAN
INTI LATIHAN : FISIK DAN MENTAL RELAKSASI

55

SELESAI
TERIMA KASIH
BANDUNG, 14 JANUARI 2012
SUMBER
: FIFA GRASSROOTS, 2009
FOTO
: FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES
PRESENTASI
: M. ACHWANI
KREASI
: MANAJEMEN SPORT UTAMA

56

BERMAIN DI LAHAN TERBATAS BAGI USIA DINI DAN MUDA


(SMALL SIDE GAME) DALAM 4 ZONA BERMAIN UNTUK MEMBANGUN FONDASI
M. ACHWANI, MANAJEMEN SPORT UTAMA, 2014

INSTRUKSI 1 S/D 8 DI SETIAP ZONA @ 5 MENIT :


ZONA A1
ZONA B1
ZONA B2
ZONA A2
1) KAKI KANAN
2) KAKI KIRI

KAKI KIRI
KAKI KANAN

KAKI KANAN
KAKIKIRI

KAKI KIRI
KAKI KANAN

3) 1 SENTUHAN
4) 2 SENTUHAN

2 SENTUHAN
1 SENTUHAN

1 SENTUHAN
2 SENTUHAN

2 SENTUHAN
1 SENTUHAN

5) BAGIAN DALAM
6) BAGIAN DEPAN

BAGIAN DEPAN
BAGIAN DALAM

BAGIAN LUAR
BAGIAN DEPAN

BAGIAN DALAM
BAGIAN LUAR

7) BEBAS TERBATAS
8) BEBAS

BEBAS TERBATAS
BEBAS

BEBAS TERBATAS
BEBAS

BEBAS TERBATAS
BEBAS

57

DESKRIPSI BERMAIN-BERLATIH DI LAHAN TERBATAS :

BERMAIN SEPAKBOLA DI LAHAN TERBATAS BERUKURAN 10 X 20 METER,


DIBAGI 4 ZONA, YAITU ZONA A1, ZONA B1, ZONA B2 DAN ZONA A2,
4 LAWAN 4, DIMANA SETIAP TIM MASING-MASING BERANGGOTAKAN 4 PEMAIN,
TERDIRI DARI 3 PEMAIN LAPANGAN DAN 1 PENJAGA GAWANG,
ATAU 3 LAWAN 3 TANPA PENJAGA GAWANG,
SEBAGAI CONTOH SALING BERHADAPAN ADALAH TIM UTAMA DAN TIM PRATAMA,
BAGI TIM UTAMA, ZONA A1 ADALAH ZONA BELAKANG (ZONA PERTAHANAN) DAN B1
ADALAH ZONA TENGAH DI DAERAH SENDIRI, ZONA B2 ADALAH ZONA TENGAH DI
DAERAH LAWAN DAN ZONA A2 ADALAH ZONA PERTAHANAN LAWAN
YANGMERUPAKAN ZONA DEPAN ATAU ZONA PENYERANGAN TIM UTAMA.
BAGI TIM PRATAMA, ZONA A2 ADALAH ZONA BELAKANG (ZONA PERTAHANAN) DAN B2
ADALAH ZONA TENGAH DI DAERAH SENDIRI, ZONA B1 ADALAH ZONA TENGAH DI
DAERAH LAWAN DAN ZONA A1 ADALAH ZONA PERTAHANAN LAWAN YANG
MERUPAKAN ZONA DEPAN ATAU ZONA PENYERANGAN TIM PRATAMA.
TUJUAN BERMAIN ATAU BERLATIH DI LAHAN TERBATAS ADALAH UNTUK MEMBANGUN
FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA,MENGASAH DAN MENINGKATKAN SKILL
BERMAIN SEPAKBOLA, SERTA AGAR PEMAIN BISA MENGGUNAKAN KEDUA BELAH
KAKINYA SAMA BAIK SAAT BERMAIN SEPAKBOLA.
DILAKUKAN DALAM SUASANA FUN (SENANG).
PARA PEMAIN YANG IKUT BERLATIH HARUS BERMAIN MENGIKUTI DAN MELAKSANAKAN
INSTRUKSI BERBEDA DI SETIAP ZONA, SESUAI TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA YANG
HARUS DILAKUKAN, ATAUSESUAI INTRUKSI MENGGUNAKAN KAKI BERBEDA (KAKI
KANAN DAN KIRI), MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, LUAR ATAU DEPAN (KURA
KAKI).
SETIAP JENIS INSTRUKSI ATAU BENTUK LATIHAN YANG HARUS DILAKUKAN DI SELURUH
ZONA ADALAH @ 5 MENIT, SETELAH ITU BERGANTI SESUAI INSTRUKSI ATAU BENTUK
LATIHAN BERIKUTNYA.
DI SETIAP ZONA, INSTRUKSI SATU DENGAN INSTRUKSI LAIN MERUPAKAN RANGKAIAN
BERSAMBUNG KE INSTRUKSI BERIKUTNYA (DAN BERUBAH DI SETIAP 5 MENIT).
YANG HARUS DIPERHATIKAN PELATIH ADALAH INSTRUKSI KESATU DAN KEDUA AKAN
MELEKAT ATAU TERBAWA KE INSTRUKSI BERIKUTNYA, YAITU INSTRUKSI KETIGA S/D
INSTRUKSI KETUJUH, DIMANA MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KAKI KIRI HARUS
DITERAPKAN SAAT MELAKUKAN INSTRUKSI BERMAIN DENGAN 1 DAN 2 SENTUHAN,
MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, LUAR DAN DEPAN, DENGAN MENGGUNAKAN
SEPARUH WAKTU DARI WAKTU MELAKSANAKAN SETIAP INSTRUKSI YANG BERDURASI
5 MENIT (DIBAGI DUA MENJADI @ 2.5 MENIT).
PELATIH HARUS MEMBERIKAN ABA-ABA SESUAI URUTAN INSTRUKSI, ATAU PELATIH
HARUS MEMBERIKAN ABA-ABA DISETIAP ADA PERUBAHAN INSTRUKSI YANG HARUS
DIJALANKAN PEMAIN DI LAPANGAN.
WAKTU BERMAIN 4 X 1O MENIT, TANPA OFSAID, TANPA PENGGANTIAN PEMAIN,
DENGAN JEDA DIANTARA 4 KALI WAKTU BERMAIN ADALAH 5 MENIT, UNTUK
58

MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA PELATIH UNTUK MEMBERIKAN EVALUASI DAN


PERBAIKAN KEPADA PARA PEMAIN YANG MENGIKUTI LATIHAN.
DIBAWAH INI DISAMPAIKAN LEBIH LANJUT URAIAN TENTANG BAGAIMANA CARANYA
UNTUK MELAKUKAN BERMAIN-BERLATIH DI LAHAN TERBATAS DAN BAGAIMANA
PELATIH K MEMBERIKAN INSTRUKSI TERSUSUN TERDIRI DARI 8 INSTRUKSI BERBEDA
YANG HARUS DILAKUKAN SEPERTI DI BAWAH INI :

URAIAN LANJUTAN BERMAIN-BERLATIH DI LAHAN TERBATAS:

LAPANGAN LAHAN TERBATAS UKURAN 10 X 20 METER, DAPAT DIBUAT SEKURANGNYA


9 LAPANGAN KECIL DI SEPARUH AREA LAPANGAN UKURAN NORMAL UKURAN 110 X 75
METER ATAU 100 X 64 METER.
BERMAIN 4 LAWAN 4 DENGAN PENJAGA GAWANG, UKURAN GAWANG 2 X 3 M.
ATAU TANPA PENJAGA GAWANG, 3 LAWAN 3, UKURAN GAWANG 1 X 1 M.
WAKTU BERMAIN 4 X 10 MENIT, DENGAN 2 INSTRUKSI BERBEDA (@ 5 MENIT) DI SETIAP
KALI BERMAIN YANG BERDURASI @ 10 MENIT, DISELINGI WAKTU ISTIRAHAT 5 MENIT
DIANTARA WAKTU 4 KALI BERMAIN TERSEBUT, UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN
SELAMA WAKTU TERSEBUT KEPADA PELATIH UNTUK MELAKUKAN EVALUASI DAN
KOREKSI KEPADA PARA PEMAIN YANG MENGIKUTI LATIHAN.
TUJUAN BERMAIN ATAU BERLATIH UNTUK MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR
BERMAIN SEPAKBOLA, MENGASAH DAN MENINGKATKAN SKILL SERTA AGAR BISA
MENGGUNAKAN KEDUA BELAH KAKINYA SAMA BAIK SAAT BERMAIN SEPAKBOLA.
MEMBERIKAN REWARD (PENGHARGAAN) KEPADA PEMAIN DAN TIM SEPERTI BILA
YANG BERSANGKUTANMELAKSANAKAN INSTRUKSI DENGAN BENAR ATAU BILA
MENCETAK GOL, MEMBERIKAN PUNISHMENT (HUKUMAN) KEPADA PEMAIN DAN TIM
BILA YANG BERSANGKUTAN TIDAK MELAKSANAKAN SESUAI INSTRUKSI ATAU
KEMASUKAN GOL MISALNYA.

8 INSTRUKSI BERBEDA DI SETIAP ZONA SEPERTI URAIAN DI BAWAH INI :

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------INSTRUKSI KESATU, BERMAIN DI ZONA A1 HARUS MENGGUNAKAN KAKI KIRI, DI ZONA


B1 MENGGUNAKAN KAKI KIRI, DI ZONA B2 MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN DI ZONA
A2 MENGGUNAKAN KAKI KIRI.
BERIKUTNYAINSTRUKSI KEDUA, BERMAIN DI ZONA A1 HARUS MENGGUNAKAN KAKI
KIRI, DI ZONA B1 MENGGUNAKAN KAKI KANAN, DI ZONA B2 MENGGUNAKAN KAKI KIRI
DAN DI ZONA A2 MENGGUNAKAN KAKI KANAN.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------INSTRUKSI KETIGA, BERMAIN DENGAN 1 SENTUHAN DI ZONA A1, BERMAIN 2
SENTUHAN DI ZONA B1, BERMAIN 2 SENTUHAN DI ZONA B2 DAN BERMAIN 1
SENTUHAN DI ZONA A2.
BERIKUTNYAINSTRUKSI KEEMPAT, BERMAIN 2 SENTUHAN DI ZONA A1, BERMAIN 1
SENTUHAN DI ZONA B1, BERMAIN 1 SENTUHAN DI ZONA B2 DAN BERMAIN
2 SENTUHAN DI ZONA A2.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------59

INSTRUKSI KELIMA, MENENDANG DENGAN BAGIAN DALAM DI ZONA A1, MENENDANG


DENGAN BAGIAN DEPAN (KURA) DI ZONA B1, MENENDANG DENGAN BAGIAN LUAR DI
ZONA B2 DAN MENENDANG DENGAN BAGIAN DALAM DI ZONA A2.
BERIKUTNYA INSTRUKSI KEENAM, MENENDANG DENGAN BAGIAN DEPAN DI ZONA A1,
MENENDANG DENGAN BAGIAN DALAM DI ZONA B1, MENENDANG DENGAN BAGIAN
DEPAN DI ZONA B2 DAN MENENDANG DENGAN BAGIAN LUAR DI ZONA A2.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------INSTRUKSI KETUJUH, BERMAIN BEBAS TERBATAS DI SEMUA ZONA, ATAU PEMAIN
KEDUA TIM MENGGUNAKAN KAKI BERBEDA, TIM YANG SATU MENGGUNAKAN KAKI
KANAN, TIM LAINNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU SEBALIKNYA BERGANTIAN.
INSTRUKSI KEDELAPAN, BERMAIN BEBAS DI SEMUA ZONA.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

UNTUK MENJADI PERHATIAN PELATIH :

------------------------------------------------------------------------------------

SETIAP INSTRUKSI DI SETIAP ZONA ITU BERBEDA, DISETIAP WAKTU BERMAIN


BERDURASI 10 MENIT DIBERIKAN 2 INSTRUKSI YANG HARUS DIJALANKAN PEMAIN
SESUAI URUTAN INSTRUKSI DIATAS BILA MEMASUKI SETIAP ZONA YANG ADA,
DITAMBAH SEHUBUNGAN DENGAN BAHWA INSTRUKSI KESATU DAN INSTRUKSI KEDUA
SEPERTI DISEBUT DIATAS HARUS MELEKAT KEPADA INSTRUKSI BERIKUTNYA, YAITU
INSTRUKSI NOMOR KETIGA S/D INSTRUKSI KETUJUH. MAKA BERGANTIAN
MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KAKI KIRI PADA SAAT MISALNYA SEDANG
MELAKUKAN INSTRUKSI 1-2 SENTUHAN, ITU HARUS DILAKUKAN DENGAN CARA
MEMBAGI WAKTU 5 MENIT MENJADI DIBAGI 2 YAITU @ 2.5 MENIT, UNTUK
MENGGUNAKAN KAKI YANG BERBEDA, JUGA PADA SAAT MELAKUKAN INSTRUKSI
LAINNYA S/D INSTRUKSI KETUJUH HARUS MELAKUKAN HAL SAMA. SELANJUTNYA
DISAMPAIKAN PENJELASAN SISTEMATIKA PER ZONA, TERMASUK PENGATURAN WAKTU
MELAKSANAKAN SETIAP INSTRUKSI YANG BERDURASI 5 MENIT, DIBAGI 2 MENJADI @
2.5 MENIT BILA HARUS MELAKUKAN BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN
KIRI SEPERTI DISAMPAIKAN DIBAWAH INI :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA A1,SAAT PEMAIN MENYENTUH BOLA
DISANAPERHATIKANINSTRUKSI PERTAMA ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN
KAKIKANAN, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI
KIRI,KEMUDIAN DIRANGKAIKAN DENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT
BERIKUTNYAYAITU BERMAIN 1 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT
BERIKUTNYA BERMAIN 2 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI
PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUAYAITU MENGGUNAKAN KAKI KANAN ATAU KAKI KIRI,
DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI
SELANJUTNYA JUGADEMIKIAN BERGANTI KAKI DI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, INSTRUKSI
KELIMA 5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, INSTRUKSI
KEENAM 5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DEPAN. JUGA PADA SAAT
INSTRUKSI KETUJUH 5 MENIT BERIKUTNYA BERMAIN BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK
60

DIBERIINSTRUKSI LAIN TETAPI TETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN


DAN KAKI KIRI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN TIM
YANG SATU MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKA TIM YANG LAINNYAMENGGUNAKAN
KAKIKIRI ATAU SEBALIKNYA. KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN 5 MENIT
BERIKUTNYA BERMAIN BEBAS, SEMUA PEMAIN DIBEBASKAN UNTUK MENGGUNAKAN
KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI SESUAI SITUASI YANG DIHADAPINYA.

---------------------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------------------

SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA B1,BILA PEMAIN MENYENTUH BOLA


DISANAPERHATIKAN INSTRUKSI KESATU ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN
KAKI KIRI, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI
KANAN,KEMUDIAN DIRANGKAIAN DENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT
BERIKUTNYAYAITU BERMAIN 1 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT
BERIKUTNYA BERMAIN 2 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI
PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUA YAITU MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU KAKI KANAN,
DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI SEKALI.
INSTRUKSISELANJUTNYA JUGA DEMIKIAN BERGANTIAN KAKI DI SETIAP 2.5 MENIT.
INSTRUKSI KELIMA 5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DEPAN,
INSTRUKSI KEENAM 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM. JUGA
PADA SAAT INSTRUKSI KETUJUH BERMAIN BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK DIBERI
INSTRUKSI LAIN TETAPITETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN
KAKI KIRI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN YANG SATU
MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKA TIM LAINNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU
SEBALIKNYA.KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN BERMAIN BEBAS, SEMUA PEMAIN
DIBEBASKAN UNTUK MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI SESUAI SITUASI
YANG DIHADAPINYA.
SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA B2, BILA PEMAIN MENYENTUH BOLA
DISANAPERHATIKAN INSTRUKSI PERTAMA ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN
KAKIKANAN, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI
KIRI,KEMUDIAN DIRANGKAIKANDENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT
BERIKUTNYAYAITU BERMAIN 1 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT
BERIKUTNYABERMAIN 2 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI
PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUA YAITU MENGGUNAKAN KAKI KANAN ATAU KAKI KIRI,
DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI
SELANJUTNYA JUGADEMIKIAN BERGANTI KAKI DISETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI
KELIMA5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN LUAR,INSTRUKSI KEENAM
5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DEPAN. JUGA PADA
SAATINSTRUKSI KETUJUH BERMAIN BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK DIBERIKAN
INSTRUKSI LAIN TETAPI TETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN
KAKI KIRI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN TIM YANG
SATU MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKA PEMAIN TIM LAINNYA MENGGUNAKAN
KAKIKIRI ATAUSEBALIKNYA. KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN BERMAIN BEBAS,
61

SEMUA PEMAIN DIBEBASKAN UNTUK MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI
SESUAI SITUASI YANG DIHADAPINYA.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA A2, BILA PEMAIN MENYENTUH BOLA
DISANAPERHATIKAN INSTRUKSI KESATU ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN
KAKI KIRI, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI
KANAN,KEMUDIAN DIRANGKAIKAN DENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT
BERIKUTNYAYAITU BERMAIN 2 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT
BERIKUTNYA BERMAIN 1 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI
PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUA YAITU MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU KAKI KANAN,
DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI
SELANJUTNYA JUGADEMIKIAN BERGANTIAN KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI
KELIMA 5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, INSTRUKSI
KEENAM 5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN LUAR. JUGA PADA SAAT
INSTRUKSI KETUJUH BERMAINA BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK DIBERIKAN INSTRUKSI
LAIN TETAPI TETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KIRI DAN KANAN SETIAP
2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN TIM YANG SATU
MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKAN PEMAIN TIM LAINNYA MENGGUNAKAN KAKIKIRI
ATAUSEBALIKNYA. KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN BERMAIN BEBAS, SEMUA
PEMAIN DIBEBASKAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI SESUAI SITUASI
YANG DIHADAPINYA.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------PARA PEMAIN DIARAHKAN AGAR BERMAIN SERIUS TAPI SANTAI (SERSAN) DAN
BERCIRIKAN BERMAIN FUN (SENANG), DIMANA SETIAP PEMAIN DAN TIM DIHARUSKAN
BERMAIN MENGIKUTI INSTRUKSI , BILA PEMAIN DAN TIM BISA BERMAIN SESUAI
INSTRUKSI MAKA PELATIH HARUS DIBERIKAN PENGHARGAAN DENGAN MEMBERIKAN
PENILAIAN BAGUS KEPADANYA, TAPI BAGI PEMAIN DAN TIM YANG MENYALAHI
INSTRUKSI YANG TELAH DITETAPKAN SEBELUMNYA, MAKA PELATIH HARUS
MEMBERIKAN HUKUMAN KEPADANYA, TETAPI BILA DIHUKUM PARA PEMAIN HARUS
MENJALANKANNYA DENGAN SENANG HATI. HUKUMAN BISA DIBERIKAN DALAM
BENTUK SEPERTI LONCAT2 TINGGI (JUMPING), PUSH UP, SIT UP ATAU CARA LAIN YANG
BILANGAN ULANGAN TIDAK LEBIH DARI 6 X, YANG MEMBERIKAN PILIHAN
HUKUMANNYA ADALAH LAWAN BERMAINNYA, DENGAN MAKSUD AGAR DAPAT
MENGUNDANG TAWA CANDA SEJENAK.

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2014
SUMBER :
CATATAN MELATIH M. ACHWANI, 1988
DISEMPURNAKAN 2001 DAN DISEMPURNAKAN KEMBALI 2014.
FOTO
: DOKUMEN FOTO PRIBADI

62

GOOGLE IMAGES

FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI


(GRASSROOTS FOOTBALL MATCH FESTIVAL)
PRESENTASI : M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2013

FOTO FIFA GRASSROOTS/FAIR PLAY-UEFA RESPECT-GOOGLE IMAGES

63

FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI

MENURUT PANDUANNYA ADALAH MERUPAKAN RANGKAIAN PERTANDINGAN


SEPAKBOLA YANG BERSIFAT TURNAMEN, DIPERUNTUKAN BAGI PEMAIN USIA 6 S/D 12
TAHUN, UNTUK MENDAPATKAN TIM TERBAIK.
PERTANDINGAN DILAKUKAN DALAM SUASANA GEMBIRA DAN UNTUK MEMPRAKTEKAN
HASIL LATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR, UNTUK
MEMBANGUN FONDASI BERMAIN SEPAKBOLA BAGI SETIAP ANAK-ANAK YANG
MENGIKUTINYA.
JADI TUJUAN SEBENARNYA ADALAH UNTUK MENILAI PERKEMBANGAN KEMAJUAN
KEMAMPUAN BERMAIN SEPAKBOLA BAGI SEMUA PEMAIN TIM PESERTA.
BERSAMAAN DENGAN ITU PARA PEMAIN DIPERKENALKAN UNTUK MEMAHAMI
PERATURAN PERMAINAN, FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN.

DOKUMEN FOTO PRIBADI

GREEN CARD PRESENTED BY AFC


KARTU HIJAU PERSEMBAHAN KONFEDERASI SEPAKBOLA ASIA
KARTU HIJAU
PERTANDINGAN KAMI ADALAH FAIR PLAY KARTU HIJAU
PERSEMBAHAN AFC

Sepakbola adalah sebuah Sekolah Seumur Hidup (School of Life), yang tidak hanya
kesenangan dan kenikmatan tapi juga untuk mengendalikan emosi.
Suka cita ketika melakukan seleberasi kemenangan dan kesedihan ketika mengalami
kekalahan.
Sepakbola adalah bak seorang Guru yang menghantarkan peluang bagi anak Pria dan
Wanita untuk belajar guna mendapatkan banyak kebajikan dan nilai tambah dari
kehidupan bagi siapa saja.
64

Bekerja sama dalam sebuah tim (team work).


Menolong setiap ada kejadian di Lapangan.
Mendemonstrasikan permainan Fair disepanjang waktu permainan.
Mendemonstrasikan semangat olahraga yang baik.
Menolong dan memberikan simpati kepada siapa yang cedera.
Memberikan applaus untuk menghormati terhadap Tim yang kalah dan Tim yang
menang.
Menghormati Pemain dan Ofisial Tim lawan dan Wasit.

INI ADALAH FILOSOFI BARU DARI KARTU HIJAU


BILAMANA KARTU HIJAU DIPERLIHATKAN

Menolong Pemain ketika terkena cedera.


Menendang bola keluar Lapangan permainan di area dimana Pemain lawan cedera
berada.
Menyesali, meminta maaf dan menyalami Pemain lawan bila berbuat khilaf atau tanpa
sengaja telah melakukan pelanggaran terhadapnya.
Menghormati lawan dengan memberikan bola kembali dari lemparan kedalam ke
Pemain lawan di tempat terjadinya Pemain lawan cedera.
Menenangkan bila ada kawan satu Tim yang bertindak emosional terhadap Pemain
lawan.
Tim termasuk Ofisial, bila semua berperilaku baik, tidak ada Pemainnya yang terkena
Peringatan (KK) atau Pengusiran (KM), memperlihatkan sikap positif terhadap
pertandingan. Maka Wasit akan mendatangi untuk memberikan Kartu Hijau di tempat
Bangku Cadangan setelah peluit panjang berbunyi tanda usainya pertandingan.

GOOGLE IMAGES

SEPAKBOLA ANAK-ANAK ADALAH PERUBAHAN ATAU MEMODIFIKASI


MENJADI LAPANGAN KECIL, GAWANG KECIL, TIM KECIL DAN ANAKANAK DALAM PERTANDINGAN KOMPETISI YANG BERSAHABAT.
65

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES

FILOSOFI GRASSROOTS
(1) SEMUA ORANG (ANAK-ANAK) PRIA DAN WANITA PUNYA KESEMPATAN SAMA UNTUK
BERMAIN DENGAN TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN LATAR BELAKANGNYA. (2) SEPAKBOLA UNTUK
ANAK-ANAK UMUR 6 S/D 12 TAHUN DI SELURUH DUNIA. (3) FAIR PLAY, SEMANGAT TIM,
PERTEMANAN SEBAGIAN DARI BANYAK NILAI DALAM BERMAIN SEPAKBOLA. (4) MEMBANGUN
KEGEMBIRAAN ADALAH PENTING BAGI PELATIH DALAM MELATIH BERMAIN SEPAKBOLA
BUKAN KEMENANGAN SEMATA TUJUANNYA. (5) SEPAKBOLA GRASSROOTS HARUS DIBERIKAN
DENGAN CARA SEDERHANA, MENGGAIRAHKAN DAN PENGHARGAAN BAGI ANAK-ANAK.

PANDUAN PERTANDINGAN USIA DINI

PERATURAN PERTANDINGAN DIBUAT SEDERHANA DAN MUDAH DIMENGERTI :


SEBUTAN PERTANDINGAN, FESTIVAL.
PESERTA.
BATASAN USIA PEMAIN.
SKRINING.
UKURAN LAPANGAN DAN GAWANG.
BOLA YANG DIPERGUNAKAN.
WAKTU BERMAIN.
BANYAKNYA PEMAIN YANG BERMAIN DAN PEMAIN CADANGAN YANG MASUK DSP
(DAFTAR SUSUNAN PEMAIN).
PENGGANTIAN PEMAIN.
LEMPARAN KEDALAM.
66

PELANGGARAN DAN PENGUSIRAN SEMENTARA.


FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN.
MEDIS DAN KEAMANAN.
SEBUTAN PERINGKAT TERTINGGI.
BENTUK PENGHARGAAN.

PANDUAN PEMBINAAN USIA DINI

MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA.


MEMBANGUN SUASANA GEMBIRA.
MEMPERLAKUKAN ANAK SESUAI USIANYA DAN JANGAN SAMAKAN DENGAN ORANG
DEWASA.
MEMBENTUK PEMAIN BUKAN TIM.
SEMUA HARUS DIBERI KESEMPATAN BERMAIN SEPAKBOLA.
BELUM DIARAHKAN UNTUK BERMAIN PADA SATU POSISI TERTENTU.
MEMBERIKAN KEBEBASAN DAN KELELUASAAN DALAM BERMAIN SEPAKBOLA.
MELAKUKAN KOMUNIKASI DUA ARAH.
BERLAKU SEBAGAI PELATIH PENDIDIK.
MODEL PEMANASAN DENGAN MENGGUNAKAN BOLA.
MENDORONG PEMAIN BERMAIN UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN BUKAN TUJUAN
SEMATA.
BERMAIN FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN.
WASIT PENDIDIK MENANAMKAN PERATURAN PERMAINAN.
PENGHAGAAN ATAS DUKUNGAN DAN PENGERTIAN ORANG TUA.

67

GOOGLE IMAGES

JAGA ARAH PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI SUPAYA TETAP SESUAI


DENGAN PANDUAN FIFA GRASSROOTS, AGAR SEPULUH TAHUN KEMUDIAN
SEPAKBOLA INDONESIA MENJADI LEBIH MAJU DARI SEKARANG, KARENA DI
MASA SEKARANG LATIHAN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA
BAGI ANAK-ANAK DIBERIKAN DENGAN BAIK DAN BENAR.
SELESAI
TERIMA KASIH
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013
SUMBER
: FIFA GRASSROOTS, 2009
FOTO
: FIFA GRASSROOTS
FIFA FAIR PLAY
UEFA RESPECT
GOOGLE IMAGES.
DOKUMEN FOTO PRIBADI.

68

PERENCANAAN PENYELENGGARAAN
FESTIVAL PERTANDINGAN
DAN
ORGANISASI PERTANDINGAN
SEPAKBOLA USIA DINI
(GRASSROOTS)

GOOGLE IMAGES

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

69

PENGANTAR
MEMBUAT SEBUAH PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL DAN MENYUSUN ORGANISASI
PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS) ADALAH MERUPAKAN HAL YANG PENTING DI
DALAM MEMPERSIAPKAN SEBUAH PERHELATAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI.
PERENCANAAN JELAS AKAN MEMUDAHKAN FESTIVAL DILAKSANAKAN DI SEBUAH TEMPAT SESUAI
DENGAN JADUAL PERTANDINGAN YANG TELAH DITETAPKAN SEBELUMNYA. DAN BEGITU PULA BILA
ORGANISASI PERTANDINGAN DISUSUN DISETIAP PERTANDINGAN DENGAN MENGGUNAKAN URUTAN
WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF,) AKAN MEMBUAT PERTANDINGAN DAPAT
DILAKSANAKAN TEPAT WAKTU DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR.
KEDUA HAL TERSEBUT BAIK PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL MAUPUN ORGANISASI
PERTANDINGAN ADALAH DUA HAL YANG SALING BERKAITAN KARENA MENATA FESTIVAL DAN MENATA
PERTANDINGAN DENGAN BAIK, DIMANA PERENCANAAN DIBUAT MATANG MEMBUAT SEMUA PIHAK
YANG TERKAIT PERTANDINGAN, AKAN TAHU KAPAN AKAN ADA PERTANDINGAN, DI LAPANGAN MANA
DAN SIAPA LAWAN SIAPA, BEGITU PULA DENGAN DIPANDU ORGANISASI PERTANDINGAN SEMUA PIHAK
MISALNYA AKAN TAHU KAPAN WAKTU PEMANASAN, KAPAN TIM HARUS BERSIAP DI PINGGIR
LAPANGAN DAN KAPAN AKAN MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN.
WALAU KEDUANYA BISA DIBEDAKAN TETAPI TIDAK BISA DIPISAHKAN SATU SAMA LAIN, PERENCANAAN
PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN MENENTUKAN ARAH DAN TUJUAN PERTANDINGAN AGAR BISA
TERCAPAI DAN ORGANISASI PERTANDINGAN MEMASTIKAN SEMUA KEGIATAN YANG TELAH
DIRENCANAKAN DAPAT DILAKSANAKAN SESUAI URUTAN KEGIATAN DAN SESUAI WAKTUNYA.
PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI ATAU USIA MUDA DANDEWASA,BILA PERTANDINGAN
DITATA BAIK ATAU BERKUALITAS MAKA AKAN MEMUNGKINKAN DITEMUKANYA PEMAIN BERTALENTA.
SYARAT SEBUAH ATAU RANGKAIAN PERTANDINGAN BERKUALITAS ADALAH BERCIRIKAN CUKUP WAKTU
UNTUK PEMULIHAN BAGI PEMAIN YANG BERTANDING DAN TERBUKANYA PELUANG BAGI PELATIH
UNTUK BISA MENGATUR PENAMPILAN PEMAINNYA PADA SETIAP PERTANDINGANSEHINGGA DAPAT
MENEMUKAN PUNCAK PERMAINANNYA PADA PERTANDINGAN YANG PENTING.
PEMAIN JANGAN DIEKSPLOITASI PADA SAAT FESTIVAL,PERHITUNGKAN WAKTU DAN LAPANGAN YANG
ADA, JANGAN MENERIMA PESERTA TERLALU BANYAK SEHINGGA DURASI PERTANDINGAN HANYA
SEBENTAR, PERTANDINGAN JADI KEBANYAKAN DALAM SATU HARI BAGI PEMAIN. TAPI SEBALIKNYA
PEMAIN BOLEH DIEKSPLORASI DENGAN MEMBERIKAN KEBEBASAN BERMAIN DALAM SUASANA FUN
UNTUK MENGEKPRESIKAN DIRI SEMUA KEMAMPUANNYA DISETIAP KALI BERMAIN TANPA DIINTERVENSI
SIAPAPUN TERMASUK INTERVENSI DARI PELATIH TIDAK BOLEH, SEMUA PEMAIN HARUS BERMAIN.
JARAK PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA MISALNYA 30 MENIT UNTUK
MEMBERIKAN KESEMPATAN CUKUP PEMANASAN BAGI TIM YANG AKAN BERTANDING, SEBAGAIMANA
DIATUR DALAM ORGANISASI PERTANDINGAN KHUSUSNYA DALAM PENGATURAN URUTAN WAKTU
MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF.)
SEMUA STANDAR DAN PERSYARATAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI SEPERTI UNTUK U12 YANG
SEMESTINYA ATAUIDEALNYA DITERAPKAN SEJAK SEKARANG, TETAPI BILA BELUM BISA DITERAPKAN
SEKARANG MISALNYA, AGAR BISA DIUSAHAKAN DITERAPKAN PADA KESEMPATAN MENDATANG.
70

PENDAHULUAN
PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN
SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), SECARA GARIS BESARNYA TERDIRI DARI 2 HAL, YAITU HAL
PERTAMA ADALAH TENTANG BAGAIMANA FESTIVAL DISELENGGARAKAN MULAI DARI PERENCANAAN
SAMPAI DILAKSANAKAN, HAL KEDUA ADALAH TENTANG TATA CARA MENGORGANISIR KEGIATAN PADA
HARI PERTANDINGAN PADA FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI DENGAN CONTOH UNTUK U12.
KEMUDIAAN PERENCANAAN INI DIBAGI DALAM 5 BAGIAN, YAITU BAGIAN SATU PERENCANAAN DAN
URUTAN KEGIATAN, BAGIAN DUA PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI, BAGIAN TIGA PERSIAPAN
TEKNIS DAN SDM, BAGIAN EMPAT PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN DAN BAGIAN LIMA
PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PERTANDINGAN.
BAGIAN SATU MENGENAI PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN, YANG MELIPUTIPERTAMA
PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN U12, KEDUA URUTAN KEGIATAN
PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN.
BAGIAN DUA MENGENAI PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI, YANG MELIPUTI PERTAMA
PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), KEDUA PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME),
KETIGA MENYIAPKAN LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN, KEEMPAT INSPEKSI LAPANGAN ATAU STADION
OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, KELIMA FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN, KEENAM
MENYIAPKAN AKREDITASI.
BAGIAN TIGA MENGENAI PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM,YANG MELIPUTI PERTAMA WORKSHOP ATAU
SEMINAR, KEDUA PERTEMUAN MANAJER, KETIGA UNDIAN GRUP, KEEMPAT SKRINING, KELIMA
PERTEMUAN TEKNIK, KEENAAM SUMBER DAYA MANUSIA (SDM), KETUJUH OFISIAL PERTANDINGAN,
KEDELAPAN PANITIA DISIPLIN.
BAGIAN EMPAT PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN, YANG MELIPUTI PERTAMA ORGANISASI
PERTANDINGAN, KEDUA DAERAH STERIL, KETIGA URUTAN WAKTU WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL
(KICK OFF), KEEMPAT PANDUAN UNTUK ANOUNCER, KELIMA INFORMASI PERTANDINGAN.
BAGIAN LIMA PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PERTANDINGAN, YANG MELIPUTI KESATU PENGATURAN
JADUAL PERTANDINGAN, KEDUA JADUAL PERTANDINGAN, KETIGA URUTAN KEDUDUKAN, KEEMPAT
PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG, KELIMA LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN.
KELIMA BAGIAN TERSEBUT DIATAS MERUPAKAN RANGKAIAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN YANG
BERKAITAN SATU SAMA LAIN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN
PELAPORAN SUATU PERHELATAN PERTANDINGAN YANG TERENCANA DENGAN BAIK DENGAN TUJUAN
AGAR PELAKSANAAN PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR.
SPESIAL MENGENAI PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), YANG DISAJIKAN PADA HALAMAN 74,
DARI 25 BUTIR PERATURAN TERSEBUT BISA DIPISAH MENJADI DUA KELOMPOK, YAITU KELOMPOK YANG
MENYANGKUT PANDUAN DAN MENYANGKUT PERATURAN KHUSUS. YANG MENYANGKUT PANDUAN
SEPERTI NAMA FESTIVAL, DASAR PERATURAN, PENDAFTAN PESERTA, PENDAFTARAN OFISIAL DLL,
KEMUDIAN YANG MENYANGKUT PERATURAN KHUSUS SEPERTI SISTEM PERTANDINGAN, PEMBAGIAN
GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, WAKTU ATAU LAMANYA PERTANDINGAN DLL.
71

BAGIAN SATU :
PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN
PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN U12
CONTOH : 8 SSB PESERTA DALAM WAKTU TERBATAS (SEHARI) DALAM SUASANA FUN
1. MODE PERTANDINGAN UNTUK USIA PEMAIN U12, 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, DI BAGI 2
GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), KEMUDIAN DI BAGI DALAM 2 BABAK. DAN
MEMBERIKAN KESEMPATAN BERMAIN 3 KALI BAGI TIM YANG TIDAK LOLOS KE BABAK KEDUA.
DAN 4 KALI BERTANDING BAGI SETIAP TIM PESERTA YANG BERHAK MAJU KE BABAK KEDUA.
2. JADWAL PERTANDINGAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN BERJARAK 30 MENIT, UNTUK
MEMBERIKAN KESEMPATAN PEMANASAN DENGAN WAKTU YANG CUKUP BAGI SETIAP TIM
PESERTA DAN JUGA UNTUK MEMBERIKAN WAKTU PEMULIHAN YANG CUKUP BAGI PEMAIN
DARI TIM YANG AKAN BERTANDING PADA JADUAL BERIKUTNYA.
3. BABAK PERTAMA DAN DILANJUTKAN KE BABAK KEDUA LANGSUNG PERTANDINGAN FINAL
UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, YAITU URUTAN 1 DARI KEDUA GRUP LANGSUNG
BERTANDING MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 1 FESTIVAL. DAN URUTAN 2 DARI KEDUA GRUP
LANGSUNG BERTANDING UNTUK MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 3 FESTIVAL, BEGITU
SETERUSNYA DENGAN PERTIMBANGAN UNTUK MENYESUAIKAN WAKTU YANG DIMILIKI DALAM
PERTANDINGAN SEHARI MEMANG TERBATAS.
4. DENGAN MODE PERTANDINGAN 2 BABAK DAN PEMBAGIAN GRUP HANYA 2, AKAN MEMBUAT
PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN AGAK LONGGAR, MEMBERIKAN WAKTU PEMANASAN
CUKUP, DURASI PERTANDINGAN JUGA CUKUP DAN TENTUNYA AKAN MEMBERIKAN MASA
PEMULIHAN YANG CUKUP PULA BAGI SETIAP PEMAIN.
5. PENGATURAN SEMACAM ITU AKAN MEMBUAT PEMAIN BISA MENAMPILKAN PERMAINAN
PUNCAK, KEMUDIAN PEMAIN MERASA TIDAK DIEKSPLOITIRTENAGANYA HABIS-HABISAN
SEPERTI SELAMA INI TERJADI DALAM MODEL PERTANDINGAN SEHARI DENGAN JUMLAH
PERTANDINGAN LEBIH DARI 6 KALI MISALNYA KARENA PESERTA LEBIH DARI 12JUMLAHNYA,
PEMBAGIAN GRUP YANG LEBIH BANYAK DAN BANYAKNYA BABAK LEBIH DARI 3 BABAK,
SEHINGGA SULIT UNTUK MENEMUKAN PENAMPILAN PUNCAK BAGI PEMAIN YANG IKUT SERTA.
6. APALAGI BILA DI DUKUNG DENGAN PERATURAN SEMUA PEMAIN HARUS DITURUNKAN
BERTANDING (PENGGANTINYA SEMUA PEMAIN CADANGAN DITURUNKAN PADA PARUH
KEDUA), HAL ITU AKAN MEMBUAT EKSPLORASI KEMAMPUAN TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA MASING-MASING PEMAIN MENJADI MAKSIMAL DAN MENGHINDARKAN EKPLOITASI
PEMAIN BERLEBIHAN YANG KESANNYA KURANG MANUSIAWI.
7. PERATURAN KHUSUS DIBUAT SEDERHANA TETAPI SEBAIKNYA TIDAK TERLALU SEDERHANA,
KARENA SESEDERHANA APAPUN, PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN HARUS BISA
MEMECAHKAN BANYAK PERSOALAN YANG TIMBUL PADA SAAT PERTANDINGAN BERLANGSUNG.
8. KEMUDIAN DIBUAT URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN YANG SISTEMIK,
MULAI DARI PERSIAPAN, DILANJUTKAN DENGAN PELAKSANAAN DAN DIAKHIRI DENGAN
PELAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN YANG LENGKAP, DENGAN TUJUAN AGAR
PELAKSANAAN PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR.
9. BILA INGIN MENGIKUT SERTAKAN PESERTA YANG LEBIH BANYAK, WAKTU BERMAIN BISA
DIKURANGI, LAPANGAN BISA DITAMBAH BILA PESERTANYA 16/32 MISALNYA, HARUS ADA 4/8
LAPANGAN, ATAU BILA LEBIH LAGI BISA DIBUAT 2/4 HARI, TAPI JANGAN LUPA PENGATURAN
WAKTU DIANTARA JADUAL PERTANDINGAN DAN PEMULIHAN TETAP DIPERHITUNGKAN.
72

URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN


PERSIAPAN-PELAKSANAAN-PELAPORAN
1. MEMBUAT PERENCANAAN AWAL YANG MENYANGKUT HAL ATAU TENTANG APA-BAGAIMANAKAPAN-DIMANA-SIAPA-BERAPA?.
2. MERANCANG PERTANDINGAN DENGAN 8/16/32 PESERTA.
3. MEMBAGI DALAM BERAPA GRUP (MASING-MASING TERDIRI DARI 4 PESERTA), MEMBUAT
PERTANDINGAN DALAM BERAPA BABAK DAN JADUAL PERTANDINGAN.
4. RAPAT INTERNAL MEMBAHAS PERENCANAAN DAN PERSIAPAN.
5. MENYIAPKAN SEMUA SARANA FASILITAS PERTANDINGAN DAN PERSONIL PANITIA PELAKSANA
PERTANDINGAN.
6. MEMBUAT PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP).
7. PEMBERITAHUAN ATAU UNDANGAN KEPADA 8/16/32 CALON PESERTA.
8. PENDAFTARAN PESERTA DAN PENDAFTARAN PEMAIN.
9. PENETAPAN 8/16/32PESERTA.
10. PUBLIKASI DAN PROMOSI FESTIVAL YANG HENDAK DISELENGGARAKAN.
11. WORKSHOP ATAU SEMINAR DILAKUKAN SEBELUM PERTEMUAN MANAJER, UNTUK
MENINGKATKAN DAN MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI
SERTA MENANGANI ORGANISASI DAN MEMBINA PEAIN USIA DINI
12. PERTEMUAN MANAJER DILAKUKAN JAUH SEBELUMNYA ATAU SETELAH JUMLAH PESERTA.
SUDAH FINAL (TETAP) BERJUMLAH 8/16/32 PESERTA.
a. UNTUK MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN PERATURAN LAINNYA
YANG ADA KAITANNYA DENGAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL.
b. UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PESERTA BENAR-BENAR MEMAHAMI PKP.
c. KEKHASAN PERTANDINGAN USIA DINI, TERUTAMA YANG MENYANGKUT SISTEM
PERTANDINGAN, MEMBERIKAN KESEMPATAN SEMUA PEMAIN TURUN BERTANDING,
MEMBANGUN SUASANA FUN ATAU GEMBIRA DLL.
d. ORGANISASI PERTANDINGAN, DENGAN PENGATURAN URUTAN WAKTU MENUJU
TENDANGAN AWAL, PENGATURAN DAERAH STERIL DLL.
13. SKRINING BAGI PEMAIN DARI 8/16/32 PESERTA, UNTUK MEMASTIKAN USIA PEMAIN BENAR
ADANYA, DILAKSANAKAN SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK.
14. UNDIAN GRUP DAN PENETAPAN JADUAL PERTANDINGAN.
15. PERTEMUAN TEKNIK, DILAKSANAKAN SEBELUM PERTANDINGAN DIMULAI, UNTUK
MEMPEROLEH PEMAHAMAN YANG SAMA ATAS SEMUA HAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN
PERTANDINGAN.
16. PEMBUKAAN FESTIVAL.
17. PERTANDINGAN, BABAK PERTAMA (PENYISIHAN) DI SETIAP GRUP, DILANJUTKAN KE BABAK
KEDUA DAN BABAK SELANJUTNYA ATAU LANGSUNG PERTANDINGAN BABAK FINALUNTUK
MENETAPKAN URUTAN KEDUDUKAN.
18. PENUTUPAN FESTIVAL, MENGUMUMKAN URUTAN KEDUDUKAN, MULAI DARI PERINGKAT 1
(TIM TERBAIK) SAMPAI KE PERINGKAT BERIKUTNYA DAN PARA PEMAIN BERPRESTASI.
19. MEMBUAT LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN BAGUSNYA DALAM BENTUK LAPORAN
TEKNIK.

73

BAGIAN DUA :
PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI
PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN> SEBUT NAMA FESTIVAL
SEKURANG-KURANGNYA MENCAKUP HAL-HAL DIBAWAH INI (MATERI PENYUSUNAN PKP)
1. NAMA FESTIVAL DAN PENJELASAN SINGKAT TENTANG
a. PERTANDINGAN ANTAR APA?,
b. PERTANDINGAN BERAPA PEMAIN LAWAN BERAPA PEMAIN?
c. KELOMPOK USIA BERAPA?
d. WAKTU PELAKSANAAN,
e. TEMPAT PELAKSANAAN.
2. DASAR PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP)
a. PERATURAN UMUM PERTANDINGAN PSSI (PUP PSSI),
b. PERATURAN PERMAINAN FIFA (LAW OF THE GAME) YANG DIMODIFIKASI UNTUK PEMAIN
USIA DINI, YAITU PERATURAN PERMAINAN KHUSUS PEMAIN BERUSIA 12 TAHUN 7 V 7
(SATU TIM 7 PEMAIN), DITERBITKAN PSSI TAHUN 2002. DAN DAPAT PULA MERUJUK
KEPADA MANUAL BPPUM PSSI YANG DITERBITKAN PSSI TAHUN 2011.
3. PENDAFTARAN PESERTA
a. PERSYARATAN PENDAFTARAN SSB PESERTA,
b. WAKTU PENDAFTARAN,
c. TEMPAT PENDAFTARAN.
4. PENDAFTARAN PEMAIN
a. PERSYARATAN PENDAFTARAN PEMAIN,
b. BATASAN USIA PEMAIN (TAHUN KELAHIRAN),
c. DOKUMEN BUKTI TANGGAL KELAHIRAN,
d. DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP)DAN JUMLAH PEMAIN YANG BISA DIDAFTARKAN, MISALNYA
14 UNTUK 7 LAWAN 7 ATAU 18 ORANG UNTUK 9 LAWAN 9.
5. PENDAFTARAN OFISIAL
a. DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO), MISALNYA TERDIRI DARI 3 ORANG,
b. MANAJER TIM,
c. PELATIH,
d. KESEHATAN.
6. PERTEMUAN MANAJER
a. DILAKSANAKAN SETELAH JUMLAH PESERTA TERPENUHI (8 PESERTA MISALNYA),
b. DILAKUKAN UNTUK MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN
MEMBAHAS HAL-HAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN,
c. UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN,
d. DIHADIRI OLEH MANAJER-MANAJER TIM PESERTA,
e. DIPIMPIN OLEH KETUA PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN ATAU KOMISI/SEKSI
PERTANDINGAN.
7. SKRINING
a. DILAKUKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN ATAU WAKTU LAIN YANG DITETAPKAN,
b. PERSYARATAN SKRINING, MEMBAWA DOKUMEN AKTE KELAHIRAN DAN RAPORT,
c. WAKTU SKRINING, DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN,
d. TEMPAT SKRINING, DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN,
74

8.

9.

10.

11.

e. DILAKSANAKAN OLEH TIM SKRINING YANG DITUNJUK OLEH PANITIA PELAKSANA


PERTANDINGAN.
f. SETIAP OFISIAL TIM PESERTA IKUT MENYAKSIKAN PELAKSANAAN SKRINING,
g. PEMAIN YANG LOLOS SKRINING DITUANGKAN DALAM BERITA ACARA YANG DITANDA
TANGANI OLEH TIM SKRINING DAN SEMUA MANAJER TIM PESERTA SERTA DIKETAHUI OLEH
PENGAWAS PERTANDINGAN.
PERTEMUAN TEKNIK
a. DILAKSANAKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN,
b. DILAKSANAKAN SETELAH SKRINING,
c. DAN DILAKSANAKAN SETELAH UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN PENETAPAN JADUAL
PERTANDINGAN A TAU BISA DILAKUKAN SAAT PERTEMUAN TEKNIK,
d. DIHADIRI OLEH MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN TIM PESERTA, KEMUDIAN PANITIA
PELAKSANA PERTANDINGAN TERMASUK KOORDINATOR KESEHATAN, KEAMANAN DAN
MEDIA (BILA ADA).
e. DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI HAL-HAL
YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN TERSEBUT.
f. BERDASARKAN AGENDA PERTEMUAN TEKNIK YANG DISUSUN OLEH PENGAWAS
PERTANDINGAN, YANG POKOK ADALAH MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN HASIL UNDIAN
PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, PENGESAHAN PEMAIN SESUAI BERITA
ACARA SKRINING PEMAIN, MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN WARNA KOSTIM DISETIAP
PERTANDINGAN.
g. HAL LAIN YANG POKOK ADALAH MENETAPKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN
AWAL (KICK OFF), SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN, PERTANDINGAN,
TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN, PENGATURAN PEMANASAN SAAT PERTANDINGAN,
PERTOLONGAN PEMAIN CEDERA, PEMBERIAN AIR MINUM, KEADAAN KAHAR (MEMAKSA)
DLL.
h. DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN,
i. HASIL PERTEMUAN TEKNIK DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA YANG DITANDA
TANGANI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN (PP).
LAPANGAN PERMAINAN
a. UKURAN LAPANGAN, 40 X 60 METER ATAU MAKSIMAL 50 X 70 METER,
b. GAWANG, 2 X 5 METER,
c. GARIS SAMPING, SEPANJANG 60 METER,
d. GARIS GAWANG, SEPANJANG 49 METER,
e. DAERAH GAWANG, 4 X 13 METER,
f. DAERAH PENALTI, 12 X 29 METER, DENGAN LINGKARAN 5 METER DARI TITIK PENALTI,
g. TITIK PENALTI, 9 METER,
h. TIANG BENDERA SUDUT, 1.5 METER, DENGAN BUSUR (LINGKARAN) SUDUT 75 CM,
i. LINGKARAN TENGAH, 5 METER.
BOLA
a. NOMOR BOLA, 4,
b. UKURAN LINGKARAN, TIDAK LEBIH DARI 64 CM DAN TIDAK KURANG DARI 62 CM,
c. BERAT, TIDAK LEBIH DARI 440 GRAM DAN TIDAK KURANG DARI 400 GRAM,
d. TEKANAN UDARA, O.4-O.6 ATMOSFIR (400/600 GRAM/CM2).
SISTEM PERTANDINGAN
a. KOMPETISI SETENGAH, UNTUK BABAK PERTAMA (PENYISIHAN),
b. DI BAGI 2 GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN),
c. DI BAGI 2 BABAK,
75

d. PERTANDINGAN DENGAN SISTEM GUGUR PADA BABAK KEDUA (FINAL).


12. PEMBAGIAN GRUP JADUAL PERTANDINGAN
a. DITETAPKAN SAAT PERTEMUAN MANAJER ,
b. PESERTA TERBAGI DALAM 2 GRUP, A DAN B, MASING-MASING TERDIRI DARI 4 TIM,
c. MENUNJUKAN NOMOR PERTANDINGAN (NP), HARI/TANGGAL, TEMPAT
DAN MENUNJUKAN LAWAN BERTANDING ANTARA SIAPA DENGAN SIAPA?
d. DIPUBLIKASIKAN SECARA LUAS UNTUK DIKETAHUI KEPADA SEMUA PIHAK YANG ADA
KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN DAN UNTUK MENARIK MINAT PENONTON.
13. WAKTU ATAU LAMANYA BERMAIN
a. 2 X 20 MENIT,
b. ISTIRAHAT 5 MENIT, DARI BUNYI PLUIT KE BUNYI PLUIT, ATAU 5 MENIT KEMUDIAN SETELAH
BUNYI PLUIT TANDA BERAKHIR PARUH PERTAMA, SUDAH DILAKUKAN KEMBALI
TENDANGAN AWAL DI PARUH KEDUA.
14. DAFTAR SUSUNAN PEMAIN( DSP)
a. SEMUA PEMAIN YANG MASUK DALAM DSP HARUS TERCANTUM DALAM DNP YANG
TELAH DISAHKAN DALAM PERTEMUAN TEKNIK OLEH PP.
b. JUMLAH PEMAIN YAN MASUK DSP 14 ORANG ATAU 18 ORANG.
c. JUMLAH PEMAIN YANG TURUN BERTANDING, 7 ORANG ATAU 9 ORANG SETIAP TIM.
d. PEMAIN CADANGAN, 7 ORANG ATAU 9 OANG SETIAP TIM.
e. SEMUA PEMAIN YANG DITURUNKAN BERTANDING HARUS TERCANTUM DALAM DSP.
14 PENGGANTIAN PEMAIN
a. DISETIAP PARUH PERMAINAN TIDAK BOLEH ADA PERGANTIAN PEMAIN KECUALI ADA YANG
CEDERA BERAT SESUAI PEMERIKSAAN DOKTER ATAU PETUGAS KESEHATAN PANITIA
PELAKSANA PERTANDINGAN,
b. MEMASUKI PARUH KEDUA SEMUA PEMAIN CADANGAN MASUK MENGGANTIKAN PEMAIN
YANG TELAH BERMAIN DI PARUH PERTAMA.
15 KOSTIM
a. WARNA KOSTIM UTAMA (TIM TUAN RUMAH),
b. WARNA KOSTIM CADANGAN (TIM TAMU),
c. PENJAGA GAWANG, WARNA MENYESUAIKAN.
d. WARNA KAOS KAKI DAN MENGGUNAKAN SKIN GUARD,
e. KAOS BERNOMOR PUNGGUNG, BERNOMOR DADA, BERNOMOR PADA CELANA (SEBELAH
KANAN).
16 TIDAK ADA OFSAID
17 LEMPARAN BOLA KEDALAM
a. HARUS DILAKUKAN DENGAN BENAR, BOLA DIAYUN KEBELAKANG KEPALA SEBELUM
DILEMPAR KEDALAM, KEMUDIAN KAKI TIDAK BOLEH MENGINJAK GARIS SAMPING DAN
KEDUA BELAH KAKI HARUS MENGINJAK TANAH,
b. JIKA PEMAIN YANG MELEMPAR BOLA KEDALAM MELAKUKAN KESALAHAN, WASIT BOLEH
MEMBERIKAN KESEMPATAN MELEMPAR BOLA KEMBALI DENGAN BENAR DENGAN DIBERI
CONTOH OLEH WASIT.
18 TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN DAN DAERAH TEKNIK
a. JUMLAH OFISIAL, 3 ORANG DENGAN MENGGUNAKAN KARTU TANDA PENGENAL.
b. JUMLAH PEMAIN CADANGAN, 7 ATAU 9 ORANG,
c. MENGGUNAKAN ROMPI WARNA TIDAK SAMA DENGAN KOSTIM PEMAIN DI LAPANGAN,
d. BERLAKU TERTIB, TIDAK MENINGGALKAN BANGKU CADANGAN, BERLAKU TERTIB DAN
SOPAN, YANG MEMBERIKAN PETUNJUK KEPADA PEMAIN HANYA SEORANG (PELATIH).

76

19 PEROLEHAN NILAI, MENENTUKAN PEMENANG DAN PERINGKAT


a. MENANG 3, SERI 1 DAN KALAH 0,
b. JIKA NILAI YANG DIDAPAT OLEH 2 TIM ATAU LEBIH, MAKA UNTUK UNTUK MENENTUKAN
PERINGKATNYA (SECARA BERURUTAN BILA MASIH TETAP SAMA) :
1) SELISIH GOL,
2) GOL MEMASUKAN LEBIH BANYAK,
3) PERTEMUAN DIANTARA KEDUANYA,
4) BILA HASILNYA MASIH SAMA MAKA DI UNDI DALAM PERTEMUAN DIANTARA KEDUA
TIM DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN,
5) BILA KEDUANYA BERTEMU DALAM PERTANDINGAN TERAKHIR, UNTUK MENGHASILKAN
PEMENANGNYA UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN DALAM GRUP PADA
BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), BISA DILAKUKAN PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT,
BILA HASILNYA MASIH SERI DILANJUTKAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, BILA JUGA
BELUM MENGHASILKAN PEMENANGNYA MAKA UNTUK MENGHASILKAN
PEMENANGNYA MELALUI UNDIAN OLEH WASIT.
6) DALAM PERTANDINGAN FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, BILA
PERTANDINGAN SAAT WAKTU NORMAL BERAKHIR DENGAN SERI, MAKA DILAKUKAN
PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT, BILA HASILNYA MASIH SERI DILANJUTKAN
DENGAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, BILA JUGA BELUM MENGHASILKAN
PEMENANGNYA MAKA UNTUK MENGHASILKAN PEMENANGNYA MELALUI UNDIAN
OLEH WASIT.
20 PELANGGARAN DAN SANKSI
a. MELAKUKAN PELANGGARAN SERIUS DI LAPANGAN PERMAINAN, BAIK SECARA FISIK,
KELAKUAN TIDAK SOPAN MAUPUN UCAPAN TIDAK SOPAN,
b. TIDAK HADIR DI LAPANGAN,DIBERI BATAS TOLERANSI MISALNYA 10 MENIT,
c. TIDAK MAU MELANJUTKAN PERTANDINGAN (MOGOK),DIBERI BATAS TOLERANSI MISALNYA
5 MENIT MISALNYA,
d. MENGUNDURKAN DIRI, DICABUT DARI KEPESERTAANYA DAN SEMUA NILAI YANG DI DAPAT
DIHAPUS.
e. KARTU KUNING (PERINGATAN) DAN KARTU MERAH (PENGUSIRAN), MENDAPAT
AKUMULASI KARTU KUNING DAN MENDAPAT 2 KARTU KUNING DALAM PERTANDINGAN
BERBEDA TIDAK DIPERKENANKAN BERMAIN 1 KALI PADA PERTANDINGAN BERIKUTNYA,
MENDAPAT KARTU MERAH TIDAK DIPERKENANKAN BERMAIN 1 KALI PADA PERTANDINGAN
BERIKUTNYA. KARTU KUNING (KK) BERLAKU UNTUK SETIAP BABAK DAN KARTU MERAH (KM)
BERLAKU DISEMUA BABAK.
f. SANKSI TERHADAP PEMAIN BERSIFAT MENDIDIK,
g. SANKSI TERHADAP OFISIAL TIM HARUS DIBERIKAN SECARA TEGAS SESUAI KETENTUAN
BERLAKU KARENA OFISIAL TIM ADALAH PANUTAN BAGI PEMAIN USIA DINI.
21 PANITIA DISIPLIN
a. MEWUJUDKAN DAN MEMELIHARA SUASANA TUNDUK DAN PATUH PADA PERATURANPERATURAN, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN DAN KETENTUAN-KETENTUAN YANG BERKAITAN
DENGAN PERTANDINGAN,
b. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENYELESAIKAN KASUS PELANGARAN DISIPLIN YANG
DILAKUKAN OLEH OFISIAL TIM DAN TIDAK UNTUK PELANGGARAN DISIPLIN YANG
DILAKUKAN PEMAIN KARENA HAL ITU MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA DARI
OFISIAL TIMNYA MASING-MASING.
c. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENEYELESAIKAN PROTES DALAM WAKTU SESINGKATSINGKATNYA,
77

22

23

24

24.

25.

d. MENCATAT DAN MEMBERITAHUKAN PEMAIN YANG TERKENA KARTU KUNING DAN KARTU
MERAH KEPADA TIM YANG BERSANGKUTAN,
e. SUSUNAN PANITIA DISIPLIN TERDIRI DARI SEORANG KETUA DAN SEKRETARIS DARI UNSUR
PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, SERTA MANAJER TIM YANG TIDAK BERTANDING,
FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU
a. SEMUA PEMAIN HARUS BERLAKU FAIR PLAY, MENTAATI PERATURAN DAN MENGHORMATI
PEMAIN DAN OFISIAL LAWAN SERTA MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT.
b. WASIT HARUS MEMBERIKAN KARTU HIJAU KEPADA PEMAIN YANG BERLAKU SPORTIF ATAU
PEMAIN YANG MENYADARI KEKELIRUANNYA JIKA MELAKUKAN PELANGGARAN TERHADAP
PEMAIN LAWAN, DENGAN MEMINTA MAAF ATAU MEYALAMI PEMAIN LAWANNYA, ATAU
JUGA MENOLONG MEMBANGUNKAN PEMAIN LAWAN YANG TERJATUH KARENA
BERTABRAKAN DENGANNYA, MEMBUANG BOLA SEGERA KELUAR LAPANGAN PERMAINAN
JIKA IA MELIHAT ADA PEMAIN LAWANNYA JATUH CEDERA MISALNYA, MELERAI KAWANNYA
YANG BERTENGKAR DENGA PEMAIN LAWAN. OFISIAL YANG BERBUAT SPORTIF
DISEPANJANG WAKTU BERTANDING JUGA BISA DIBERI KARTU HIJAU OLEH WASIT SEUSAI
PERTANDINGAN DENGAN MENDATANGINYA DI BANGKU CADANGAN YANG
BERSANGKUTAN,
KEADAAN KAHAR (KEADAAN MEMAKSA)
a. GANGGUAN CUACA, KARENA HUJAN LAPANGAN TERGENANG AIR BOLA TIDAK JALAN,
b. GANGGUAN PENONTON, MEMASUKI LAPANGAN,
c. GANGGUAN KEAMANAN,TERJADI KEKACAUAN KEAMANAN,
d. AKIBAT ADANYA GANGGUAN SEPERTI TERSEBUT DIATAS, PERTANDINGAN HARUS
DIHENTIKAN OLEH WASIT, PERTANDINGAN DAPAT DIMULAI BILA GANGGUAN DIMAKSUD
SUDAH DAPAT DIATASI, SEPERTI HUJAN SUDAH BERHENTI DAN AIR SUDAH TIDAK
MENGGENANGI LAPANGAN LAGI, KEMUDIAN BILA GANGGUAN PENONTON DAN
KEAMANAN SUDAH DIATASI OLEH PIHAK KEAMANAN, DENGAN BATAS WAKTU YANG
DITENTUKAN TIDAK LEBIH DARI 15 MENIT MISALNYA.
PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG
a. TIM TERBAIK,
b. TIM FAIR PLAY,
c. PENCETAK GOL TERBANYAK,
d. PEMAIN DEPAN TERBAIK,
e. PEMAIN BELAKANG TERBAIK,
f. PEMAIN BELAKANG TERBAIKDAN PENJAGA GAWANG TERBAIK (SEDIKIT MASUK GOL).
LAIN-LAIN
a. HAL-HAL YANG BELUM DIATUR DALAM PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN INI
AKAN DITETAPKAN KEMUDIAN OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, DENGAN
MERUJUK KEPADA PERATURAN UMUM PERTANDINGAN PSSI. PERATURAN
PERMAINAN FIFA DAN MANUAL BPPUM PSSI.
b. BILA TERJADI INTERPRETASI BERBEDA ATAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN
INI,MAKA YANG BERHAK MEMUTUSKAN DAN MEMBERIKAN INTERPRETASI RESMI ADALAH
PANTIA PELAKSANA PERTTANDINGAN FESTIVAL INI.
PENUTUP
PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN INI BERLAKU MULAI DI TANGGAL DITETAPKANNYA
SAMPAI DENGAN SELESAINYA FESTIVAL INI.

78

PERATURAN PERMAINAN (LAWS THE OF THE GAME)


YANG DIMODIFIKASI DISESUAIKAN UNTUK PEMAIN USIA DINI
1. PERATURAN PERMAINAN (FIFA LAWS OF THE GAME), YANG BERJUMLAH 17 PASAL.
SEBAGAIMANA KETENTUAN IFAB, PENERAPAN PERATURAN PERMAINAN INI DAPAT
DIMODIFIKASI UNTUK PELAKSANAAN PERTANDINGAN YANG PEMAINNYA BERUSIA DIBAWAH 16
TAHUN, SEPAKBOLA WANITA, SEPAKBOLA VETERAN (USIA DI ATAS 35 TAHUN) DAN PEMAIN
CACAT. PERUBAHAN YANG DIPERKENANKAN ADALAH TERHADAP :
a. UKURAN LAPANGAN PERMAINAN,
b. UKURAN, BERAT DAN BAHAN DASAR BOLA,
c. LEBAR GAWANGDAN TINGGI MISTAR/PALANG GAWANG DARI TANAH,
d. LAMA WAKTU PERMAINAN,
e. PERGANTIAN PEMAIN,
PERUBAHAN LAIN DARI YANG DISEBUT DIATAS HANYA DAPAT DILAKUKAN DENGAN
PERSETUJUAN IFAB (DEWAN ASOSIASI SEPAKBOLA INTERNASIONAL),
DALAM HAL INI PENYESUAIAN DAPAT DILAKUKAN SEBAGAIMANA DISAMPAIKAN DIBAWAH INI :
2. WAKTU BERMAIN, 2 X 20 MENIT ISTIRAHAT 5 MENIT.
3. UKURAN LAPANGAN PERMAINAN,
4. UKURAN GAWANG, 2 X 5 METER,
5. UKURAN BOLA, NOMOR 4,
6. DAERAH GAWANG, DAERAH PENALTI, UKURAN DISESUAIKAN,
a. DAERAH GAWANG, 4 X 13 METER,
b. DAERAH PENALTI, 12 X 29 METER, DENGAN LINGKARAN 5 METER DARI TITIK PENALTI,
7. TITIK PENALTI, 9 METER,
8. TIANG BENDERA SUDUT (TINGGI TIDAK BOLEH KURANG DARI 1.5 METER, DENGAN BUSUR
(LINGKARAN) SUDUT 75 CM,
9. LINGKARAN TENGAH LAPANGAN, 5 METER,
10. LEMPARAN KEDALAM, BOLEH DIULANG BILA PADA KESEMPATAN PERTAMA MELAKUKAN
KESALAHAN DI DALAM CARA MELEMPAR BOLA KEDALAM,
11. PENYESUAIAN PERATURAN LAINNYA SEPERTI JARAK PEMAIN LAWAN SAAT TENDANGAN SUDUT,
TENDANGAN BEBAS DAN TENDANGAN PENALTI, PERINGATAN, PENGUSIRAN SEMENTARA
SELAMA 2 MENIT, SETELAH ITU KEMBALI BISA BERMAIN. DLL.
12. WASIT, HARUS BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR), MEMBERITAHU
KESALAHANNYA KEPADA PARA PEMAIN BILA YANG BERSANGKUTAN MELAKUKAN
PELANGGARAN DAN DIINGATKAN AGAR TIDAK MENGULANGINYA KEMBALI.
13. MENYANGKUT PERATURAN LAINNYA SAMA, SEPERTI HANDS BALL, TENDANGAN SUDUT,
TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN PENALTI, CARA MENCETAK GOL, PERINGATAN DAN
PENGUSIRAN (TANPA MENGGUNAKAN KK DAN KM TAPI CUKUP DENGAN ISYARAT) DLL.

MENYIAPKAN LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN


LAPANGAN :
1.
2.
3.
4.

LAPANGAN PERMAINAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU.


GARIS LAPANGAN YANG TERDIRI DARI GARIS SAMPING DAN GARIS GAWANG.
TIANG GAWANG.
TIANG BENDERA SUDUT.
79

5. BANGKU CADANGAN DAN AREA TEKNIK.


6. MEJA DAN KURSI OFISIAL PERTANDINGAN.
7. PAPAN SKOR PERTANDINGAN. DLL.
PERLENGKAPAN :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.

23.
24.
25.

BOLA SEPAK.
POMPA.
PENTIL.
PENGUKUR TEKANAN BOLA.
BAN KAPTEN.
BILA PERLU MENYEDIAKAN PLUIT CADANGAN.
SISTIM SUARA (SOUND SYSTEM).
BENDERA FAIR PLAY.
CD FIFA ANTHEM.
CD INDONESIA RAYA.
LAGU BERSEMANGAT.
PAPAN SKOR PERTANDINGAN.
PAPAN PENGGANTI.
ROMPI UNTUK PEMAIN CADANGAN DAN OFISIAL TIM.
PAPAN INFORMASI,HASIL-HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN SEMENTARA ATAU KLASEMEN
AKHIR, PENCETAK GOL TERBANYAK.
SPANDUK MENANDAI NAMA LAPANGAN A DAN B.
BENDERA LIGA JIKA TERGABUNG DALAM SEBUAH LIGA ANAK-ANAK, BILA ADA.
BENDERA SSB PESERTA, DI PASANG DI TEMPAT PERTANDINGAN.
BENDERA PSSI (BILA PELAKSANAANNYA MENDAPAT REKOMENDASI DARI PSSI DAN ATAS SEIJIN
PSSI), DIPASANG DI TEMPAT PERTANDINGAN BILA ADA.
SPANDUK NAMA FESTIVAL DI TARUH DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, TEPAT DI
HADAPAN GARIS TENGAH LAPANGAN.
SPANDUK FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN.
SPANDUK KAMPANYE GRASSROOTS SEPERTI BERMAIN FUN, MEMBANGUN FONDASI TEKNIK
DASAR SEPAKBOLA BUKAN MEMBANGUN TIM SEMATA, BERUSAHA UNTUK MENANG TAPI
KEMENANGAN BUKAN TUJUAN SEMATA DLL.
SPANDUK LATAR BELAKANG NAMA DAN WAKTU FESTIVAL UNTUK BERFOTO, BAGI JUARA DAN
PESERTA.
PANGGUNG UNTUK UPACARA PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG.
MATERI SPONSOR, BILA ADA DIPASANG DISEKITAR LAPANGAN PERMAINAN. DLL.

INSPEKSI LAPANGANATAU STADION OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN (PP)


PADA GARIS BESARNYA
1.
2.
3.
4.
5.
6.

LAPANGAN PERMAINAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU.


GARIS LAPANGAN, GARIS SAMPING, GARIS GAWANG DAN TITIK PENALTI.
GAWANG, UKURAN TINGGI DAN LEBAR, LINGKARAN TIANG GAWANG.
TIANG DAN BENDER SUDUT.
PAPAN SKOR PERTANDINGAN.
PAPAN PENGGANTI PEMAIN.
80

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

BANGKU CADANGAN.
SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM).
MEJA DAN KURSI OFISIAL PERTANDINGAN.
TENDA UNTUK PANITIA PERTANDINGAN, OFISIAL PERTANDINGAN DAN BANGKU CADANGAN.
BENDERA FAIR PAY.
SPANDUK KAMPANYE FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN.
MATER SPONSOR.
BILA PERTANDINGAN DILAKUKAN DI STADION, RUANGAN-RUANGAN GANTI DI BAWAH TRIBUN.
PERLENGKAPAN DAN PERALATAN YANG AKAN DIPERGUNAKAN SAAT PERTANDINGAN.
DLL.

FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

FORMULIR RINGKASAN PERTANDINGAN,


FORMULIR LAPORAN HARIAN,
FORMULIR LAPORAN PERTANDINGAN,
LAPORAN PENGAWAS PERTANDINGAN,
LAPORAN WASIT,
FORMULIR PENILAIAN FAIR PLAY.

MENYIAPKAN AKREDITASI
(MENERBITKAN KARTU TANDA PENGENAL)
1. KARTU TANDA PENGENAL BAGI PEMAIN YANG SUDAH LOLOS SKRINING.
2. KARTU TANDA PENGENAL BAGI OFISIAL TIM MASING-MASING TIM YANG MENDAMPINGI
PEMAIN.
3. KARTU TANDA PENGENAL BAGI SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT PADA PERTANDINGAN, SEPERTI
PANPEL, PETUGAS PANPEL, MEDIA, KESEHATAN DAN KEAMANAN.
4. KHUSUS UNTUK FOTOGRAFER, BILA ADA BISA DIBERIKAN ROMPI BERWARNA DAN MEREKA
BERPOSISI DI BELAKANG GAWANG.
5. KARTU TANDA PENGENAL BISA DIBERI TANDA LAPANGAN BAGI PERSONIL YANG BISA MASUK KE
PINGGIR LAPANGAN (FOP/FIELD OF PLAY).
6. DAN JIKA PERTANDINGAN DILAKUKAN DI SEBUAH STADION, KARTU TANDA PENGENAL BISA
DITAMBAHKAN BAGI MEREKA YANG BERTUGAS DI RUANGAN-RUANGAN DI BAWAH TRIBUN,
DENGAN TANDA AREA RESMI (OA/OFFICIAL AREA).

81

BAGIAN TIGA :
PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM
WORKSHOP ATAU SEMINAR
DENGAN SPANDUK LATAR BELAKANG (BACKDROP)
1. WORKSHOP ATAU SEMINAR DILAKSANAKAN SEBELUM ATAU MENDAHULUI SEBELUM
PELAKSANAAN PERTEMUAN MANAJER.
2. WAJIB DIIKUTI OLEH MASING-MASING 3 ORANG DARI SETIAP TIM PESERTA, YANGBERASAL DARI
UNSUR PENGURUS, MANAJER DAN PELATIH TIM PESERTA.
3. DIIKUTI JUGA PARA WASIT YANG AKAN MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA.
4. ORANG TUA YANG BERMINAT IKUT SERTA, DIPERSILAKAN.
5. DILAKUKAN UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI
(GRASSROOTS), PERATURAN PERMAINAN DAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA
DINI SESUAI PANDUAN FIFA GRASSROOTS.
6. DAN UNTUK MEMBERIKAN PENCERAHAN TENTANG CARA MENGELOLA ORGANISASI DAN
MEMBINA PEMAIN USIA DINI.
7. KHUSUS BAGI WASIT AGAR LEBIH MEMAHAMI PERATURAN PERMAINAN DAN PERATURAN
PERTANDINGAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI.
8. MENGHADIRKAN NARA SUMBER TERUTAMA PAKAR SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS).
9. MATERI WORKSHOP ATAU SEMINAR YANG DISUSUN PARA NARA SUMBER DIBAGIKAN KEPADA
PARA PESERTA.
10. SEUSAI MENGIKUTI WORKSHOP ATAU SEMINAR SETIAP PESERTA MENDAPATKAN SERTIFIKAT
DAN BERHAK MENDAMPINGI TIMNYA MASING-MASING DISETIAP PERTANDINGAN (SERTIFIKASI
PERSYARATAN UNTUK MENGIKUTI FESTIVAL), SERTA BAGI WASIT MENJADI WASIT YANG
MEMENUHI PERSYARATAN UNTUK MEMIMPIN PERTANDNGAN.
11. KHUSUS BAGI PELATIH BISA MENDAPAT SEBUTAN SEBAGAI PELATIH PENDIDIK (COACH
EDUCATOR) DAN WASIT JUGA BISA MENDAPAT SEBUTAN SEBAGAI WASIT PENDIDIK (REFEREE
EDUCATOR).
12. HASIL-HASIL WORKSHOP ATAU SEMINAR DITERBITKAN DAN DIBAGIKAN KEPADA SEMUA
PESERTA UNTUK DIKETAHUI DAN MENAMBAH REFERENSI (RUJUKAN) BAGI PARA PESERTA.

PERTEMUAN MANAJER
DENGAN SPANDUK LATAR BELAKANG (BACKDROP)
1. DILAKUKAN UNTUK MENDAPATKAN PANDANGAN SAMA TENTANG SEMUA HAL YANG ADA
KAITANNYA DENGAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN YANG AKAN
DILAKSANAKAN, TERUTAMA MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN
BILA ADA MEMBAHAS PANDUAN FESTIVAL YANG DIBUAT OLEH PANITIA PELAKSANA
PERTANDINGAN.
2. PALING LAMBAT DILAKUKAN 2 MINGGU SEBELUM PERTANDINGAN ATAU SETELAH DITUTUP
PENDAFTARAN, DENGAN MENETAPKAN WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN.
3. ATAU DILAKSANAKAN SETELAH JUMLAH PESERTA TERPENUHI SESUAI PERENCANAAN
DAN HARUS DILAKSANAKAN JAUH SEBELUM WAKTU PELAKSANAAN SKRINING DAN
PERTEMUAN TEKNIK.

82

4. DIIKUTI OLEH PARA MANAJER TIM PESERTA DAN DIPANDU OLEH PIMPINAN PANITIA
PELAKSANA PERTANDINGAN ATAU KOMISI/SEKSI PERTANDINGAN.
5. SEHINGGA MEMILIKI WAKTU YANG CUKUP UNTUK PERSIAPAN BAGI PANITIA PELAKSANA
PERTANDINGAN DAN MEMPUBLIKASIKAN NAMA-NAMA TIM PESERTA YANG IKUT
MENJELANG PERTANDINGAN DILAKSANAKAN.
6. DIHARAPKAN SETELAH MENGIKUTI PERTEMUAN MANAJER SEMUA TIM PESERTA SUDAH
MEMAHAMI PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN MEMAHAMI PANDUAN YANG
MEMUAT SEMUA PERSYARATAN DAN STANDAR YANG HARUS DIIKUTI TIM PESERTA.
7. HASIL-HASIL PERTEMUAN MANAJER DITERBITKAN DAN DITANDA TANGANI OLEH PIMPINAN
PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, UNTUK DIKETAHUI, DITAATI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SEMUA PIHAK YANG ADA KAITANNYA DENGAN PELAKSANAAN FESTIVAL.

UNDIAN GRUP
1.
2.
3.
4.
5.

6.

7.
8.

9.

10.

11.

UNDIAN GRUP DILAKSANAKAN SESUDAH PERTEMUAN MANAJER.


UNDIAN DILAKUKAN UNTUK MENETAPKAN PEMBAGIAN GRUP.
DAN UNTUK MENETAPKAN JADUAL PERTANDINGAN.
DIHADIRI OLEH PARA MANAJER TIM ATAU YANG MEWAKILINYA.
UNDIAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENYIAPKAN TABUNG YANG DITARUH DIATAS SEBUAH
MEJA YANG DITEMPATKAN DI BAGIAN DEPAN MEJA PIMPINAN SIDANG, KEMUDIAN
MENYIAPKAN PAPAN TULIS (WHITE BOARD) UNTUK MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP.
DI DALAMNYA DITARUH GULUNGAN KERTAS YANG DIBERI INISIAL MISALNYA
A1,A2,A3,A4,B1,B2,B3,B4 DAN SETERUSNYA SESUAI NAMA GRUP DAN JUMLAH TIM PESERTA
YANG TERGABUNG DI DALAMNYA.
DIHADIRKAN TERLEBIH DAHULU SEORANG ATAU BEBERAPA ORANG SAKSI UNTUK MENGAWASI
PROSES UNDIAN GRUP.
PELAKSANAAN UNDIAN BISA DILAKUKAN DENGAN CARA SETIAP PERWAKILAN TIM PESERTA
DIPANGGIL KEDEPAN SATU PERSATU SESUAI URUTAN DAFTAR HADIR (ABSEN), UNTUK
MENGAMBIL DAN MEMBUKA GULUNGAN KERTAS UNDIAN DARI DALAM TABUNG, KEMUDIAN
DIPERLIHATKAN KEPADA SAKSI, KEPADA PESERTA ACARA UNDIAN GRUP DAN KEPADA PETUGAS
YANG MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP DI PAPAN TULIS ATAU KEPADA OPERATOR KOMPUTER
BILA MENGGUNAKAN LAYAR LCD.
SELAIN DENGAN CARA ITU BISA JUGA DILAKUKAN DENGAN CARA DUA TAHAP, YAITU TAHAP
PERTAMA MELAKUKAN UNDIAN UNTUK MENGAMBIL NOMOR URUT UNDIAN GRUP, PROSES
SAMA DENGAN DIATAS, SATU PERSATU PERWAKILAN TIM PESERTA DIPANGGIL KEDEPANSESUAI
URUTAN ABSENSI, MENGAMBIL DAN MEMBUKA GULUNGAN NOMOR URUTAN UNDIAN,
KEMUDIAN DIPERLIHATKAN KEPADA SAKSI, KEPADA PESERTA ACARA UNDIAN GRUP DAN
KEPADA PETUGAS YANG MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP DI PAPAN TULIS ATAU KEPADA
OPERATOR KOMPUTER BILA MENGGUNAKAN LAYAR LCD.
PROSES BERIKUTNYA PERWAKILAN TIM PESERTA DIPANGGIL KEMBALI SATU-PERSATU SESUAI
NOMOR URUT MASING-MASING UNTUK MENGAMBIL DAN MEMBUKA UNDIAN GRUP,
KEMUDIAN DIPERLIHATKAN KEPADA SAKSI, KEPADA PESERTA ACARA UNDIAN GRUP DAN
KEPADA PETUGAS YANG MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP DI PAPAN TULIS ATAU KEPADA
OPERATOR KOMPUTER BILA MENGGUNAKAN LAYAR LCD.
GUNAKAN PROGRAM MICROSOFT EXCEL, YANG LANGSUNG MENETAPKAN SECARA OTOMATIS
JADUAL PERTANDINGAN SETELAH HASIL UNDIAN GRUP SETIAP TIM PESERTA MUNCUL.

83

SKRINING
1. SKRINING DILAKSANAKAN SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK,
2. PROSES SKRINING, MENGHADIRKAN SEMUA PEMAIN DARI TIM PESERTA DENGAN DIDAMPINGI
OFISIAL TIM MASING-MASING,
3. TIM SKRINING, DIBENTUK OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DENGAN DIDAMPINGI
OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN,
4. DATA ATAU DOKUMEN YANG DIPERIKSA ADALAH BUKU ALBUM PEMAIN DENGAN LAMPIRAN
AKTA KELAHIRAN, RAPOR SEKOLAH DAN KARTU KELUARGA,
5. BERITA ACARA HASIL SKRINING, SETELAH DILAKUKAN SKRINING KEPADA SEMUA PEMAIN
PESERTA, MAKA HASIL SKRINING DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA, YANG DITANDA
TANGANI SELURUH ANGGOTA TIM SKRINING DAN BILA DIPERLUKAN SEMUA OFISIAL TIM IKUT
MENANDA TANGANI,
6. PEMAIN YANG SUDAH LOLOS SKRINING DAN NAMANYA TERCANTUM DALAM BERITA ACARA
HASIL SKRINING, KEMUDIAN DISAHKAN SAAT PERTEMUAN TEKNIK YANG DIPIMPIN OLEH
PENGAWAS PERTANDINGAN, DALAM BENTUK LEMBARAN DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) YANG
DISAHKAN DAN DITANDATANGANI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, SEBAGAI PEMAIN YANG
DAPAT DITURUNKAN BERTANDING OLEH TIMNYA MASING-MASING,
7. HASIL SKRINING PEMAIN YANG SUDAH DISAHKAN SAAT PERTEMUAN TEKNIK MENGIKAT SEMUA
PIHAK, PROTES MENGENAI HAL ITU TIDAK DIPERKENANKAN, KECUALI BILA ADA BUKTI BARU
YANG MENUNJUKAN BAHWA PEMAIN TERSEBUT SEBENARNYA TELAH MELAMPAUI USIA YANG
DIPERSYARATKAN, ATAU TERNYATA DOKUMEN YANG DIGUNAKAN MILIK ORANG LAIN.
8. BILA ADA PEMAIN YANG SUDAH DIMAINKAN DALAM PERTANDINGAN TERNYATA DIKETAHUI
KEMUDIAN DENGAN BUKTI BARU BAHWA YANG BERSANGKUTAN SEBENARNYA TELAH
MELAMPAUI USIA YANG DIPERSYARATKAN, ATAU TERNYATA DOKUMEN YANG DIGUNAKAN
MILIK ORANG LAIN, MAKA PEMAIN TERSEBUT DINYATAKAN SEBAGAI PEMAIN TIDAK SAH.

PERTEMUAN TEKNIK
DENGAN SPANDUK LATAR BELAKANG (BACKDROP)
1.
2.
3.
4.
5.

PERTEMUAN TEKNIK DILAKSANAKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN.


AGENDA DISUSUN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN.
DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN.
DIHADIRI OLEH SEMUA MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN DARI TIM PESERTA.
DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI HAL-HAL
YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN TERSEBUT.
6. PERTEMUAN TEKNIK DILAKSANAKAN BERDASARKAN AGENDA PERTEMUAN TEKNIK YANG
DISUSUN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, YANG POKOK ADALAH MENGESAHKAN DAN
MENETAPKAN HASIL UNDIAN HASIL PEBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN,
PENGESAHAN PEMAN SESUAI BERITA ACARA SKRINING PEMAIN MENGESAHKAN DAN
MENETAPKAN WARNA KOSTIM DISETIAP PERTANDINGAN.
7. BOLA YANG AKAN DIPERGUNAKAN DIPERLIHATKAN DAN DISIMPAN DI MEJA PIMPINAN
PERTEMUAN TEKNIK.
8. MASALAH KEAMANAN , RENCANA PENGAMANAN DAN JUMLAH PERSONIL KEAMANAN, SERTA
PENANGGUNG JAWAB KEAMANAN SETIAP ROMBONGAN PESERTA ADALAH MANAJER TIMNYA
MASING-MASING.

84

9. MASALAH KESEHATAN (TENAGA MEDIS, TANDU, AMBULANS, OBAT-OBATAN TERMASUK


TABUNG OKSIGEN).
10. HAL-HAL POKOK LAINNYA ADALAH MENETAPKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN
AWAL, SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN, TATA TERTIB DI BANGKU
CADANGAN, PEMANASAN SAAT PERTANDINGAN, PERTOLONGAN PEMAIN CEDERA, PEMBERIAN
AIR MINUM, KEADAAN KAHAR (MEMAKSA) DLL.
11. HASIL PERTEMUAN TEKNIK SEPERTI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MAUPUN KESEPAKATANKESEPAKATAN MENGIKAT SEMUA PIHAK YANG BERKAITAN DENGAN PERTANDINGAN,
12. HASIL PERTEMUAN TEKNIK DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA PERTEMUAN TEKNIK
YANG DITANDA TANGANI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN DAN BILA DIPERLUKAN DAPAT
DITANDA TANGANI OLEH PARA PIHAK YANG AKAN BERTANDING DAN HADIR PADA SAAT
PERTEMUAN TEKNIK, TERUTAMA SEMUA MANAJER TIM ATAU BISA DITAMBAH PIHAK PANITIA
PELAKSANA PERTANDINGAN TERMASUK KEAMANAN.

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)


1. ANGGOTA PANPEL, MEMILIKI PENGETAHUAN YANG CUKUP TENTANG CARA KERJA PANPEL DAN
TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS),
2. KETUA DAN SEKRETARIS PANITIA DISIPLIN, YANG MEMAHAMI BERBAGAI PERATURAN,
3. PETUGAS SEKRETARIAT (ADMIN), DEMIKIAN JUGA MEMILIKI PENGETAHUAN TENTANG CARA
KERJA PANPEL DAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), SERTA TENTU
PENGETAHUAN DAN KECAKAPAN MENGURUS ADMINISTRASI KEPANTIAAN DAN ADMINISTRASI
PERTANDINGAN,
4. PETUGAS PERLENGKAPAN, BERTANGGUNG JAWAB MENYIMPAN DAN MENYEDIAKAN SEMUA
PERLENGKAPAN MAUPUN PERALATAN SEPERTI BOLA, PAPAN PENGGANTI PEMAIN , POMPA,
PENTIL, ALAT PENGUKUR TEKANAN UDARA BOLA, BENDERA FAIR PLAY, CD FIFA ANTHEM DLL,
SUPAYA SEMUANYA TERSEDIA SAAT PERLENGKAPAN DAN PERALATAN DIPERLUKAN UNTUK
PERTANDINGAN,
5. PETUGAS LAPANGAN, MENYIAPKAN LAPANGAN PERMAINAN, GAWANG DAN JARINGNYA,
TIANG BENDERA SUDUT, PAPAN SKOR PERTANDINGAN,SISTIM SUARA (SOUND SYSTEM) DLL,
6. ANOUNCER, UNTUK MENGUMUMKAN HAL-HAL PENTING SEPERTI JADUAL PERTANDINGAN,
ATAU MENYEBUTKAN TIM YANG AKAN BERTANDING, ATAU TIM BERIKUTNYA YANG AKAN
BERTANDING, HASIL SKOR PERTANDINGAN DLL, MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI PANDUAN
BAGI ANOUNCER,
7. ANAK GAWANG, DIPERLUKAN, PALING TIDAK 4 ORANG BANYAK, DENGAN MENGAMBIL POSISI
DI KEEMPAT SUDUT LAPANGAN MISALNYA,

OFISIAL PERTANDINGAN
1. WASITYANG MEMIMPIN PERTANDINGAN, HARUS BERLAKU SEBAGAI WASIT GRASSROOTS, BILA
ADA PEMAIN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN IA HARUS MEMBERITAHU PEMAIN TERSEBUT
TENTANG KESALAHAN YANG DILAKUKANNYA DAN MENGINGATKAN SUPAYA HAL ITU TIDAK
DIULANGI KEMBALI, TERMASUK BILA MENEMUKAN ADA PEMAIN YANG MELAKUKAN
KESALAHAN DI DALAM MELEMPAR BOLA KEDALAM, IA HARUS MEMBERI KESEMPATAN KEPADA
YANG BERSANGKUTAN AGAR MELAKUKAN DENGAN BENAR DENGAN MEMBERIKAN CONTOH
CARA YANG BENAR DALAM MELAKUKAN LEMPARAN BOLA KEDALAM.
85

2. OFISIAL KEDUA, MEMBANTU WASIT UNTUK MEMERIKSA PERLENGKAPAN PEMAIN SEBELUM


BERTANDING, MENGAMATI JALANNYA PERTANDINGAN DAN MEMBERITAHU WASIT BILA ADA
PELANGGARAN YANG DILAKUKAN PEMAIN, MENGAWASI KETERTIBAN DI BANGKU CADANGAN,
MENGATUR PERGANTIAN PEMAIN, MEMBANTU MEMBERIKAN ABA-ABA BAGI PETUGAS MEDIS
UNTUK MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN BILA HENDAK MENOLONG PEMAIN YANG CEDERA,
3. IW (INSPEKTUR WASIT), BERTUGAS MENGATUR PENUGASAN WASIT DAN MENGEVALUASI
KINERJA WASIT SAAT MEMIMPIN PERTANDINGAN.
4. PENGAWAS PERTANDINGAN (PP), PENANGGUNG JAWAB TEKNIS PERSIAPAN, PENGAWASAN
PELAKSANAAN DAN MEMBUAT LAPORAN SEUSAI PERTANDINGAN (MEMBUAT LAPORAN
KHUSUS APABILA ADA KEJADIAN PELANGGARAN DISIPLIN DAN MELAPORKAN KEPADA PANITIA
DISIPLIN YANG DIBENTUK OLEH PENYELENGGARA PERTANDINGAN),
5. SEMUA OFISIAL PERTANDINGAN YANG TERLIBAT DALAM FESTIVAL, SEKURANG-KURANGNYA
BERKUALIFIKASI WASIT C-III, IW DAN PP ASCAB PSSI.
6. SEMUA OFISIAL PERTANDINGAN TERUTAMA WASIT HARUS BERTINDAK SEBAGAI WASIT
PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR), MENDIDIK ANAK-ANAK AGAR MENGERTI TENTANG
PERATURAN PERMAINAN DAN MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT SEJAK DINI.
7. PERSONIL OFISIAL PERTANDINGAN YANG BERTUGAS DALAM SEBUAH FESTIVAL HENDAKNYA
MENCERMINKAN BERASAL DARI KETIGA UNSUR, YAITU WASIT (TERMASUK OFISIAL KEDUA),
INSPEKTUR WASIT (IW) DAN PENGAWAS PERTANDINGAN (PP), JANGAN DIKURANGI DARI
KETIGA UNSUR TERSEBUT KARENA MASING-MASING MEMILIKI FUNGSI DAN TUGAS BERBEDA,
SEHINGGA BILA KETIGA UNSUR TERSEBUT DILIBATKAN AKAN BISA MENDUKUNG KELANCARAN
PELAKSANAAN PERTANDINGAN DISETIAP FESTIVAL.
8. TERUTAMA DI DALAM HAL MENANAMKAN EDUKASI PEMAHAMAN ATAS PERATURAN
PERMAINAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN SERTA MENGHORMATI DAN MENTAATI
KEPUTUSAN WASIT SEJAK DINI.

PANITIA DISIPLIN
1. SECARA UMUM MERUJUK KEPADA TUGAS KOMISI DISIPLIN DISIPLIN ADALAH MEWUJUDKAN
DAN MEMELIHARA SUASANA TUNDUK DAN PATUH KEPADA PERATURAN-PERATURAN,
KEPUTUSAN-KEPUTUSAN DAN KETENTUAN-KETENTUAN YANG TELAH DITETAPKAN OLEH PSSI,
SERTA BERPEDOMAN KEPADA PERATURAN-PERATURAN DARI FIFA/AFC.
2. SECARA KHUSUS PANITIA DISIPLIN BERTUGAS UNTUK MEMELIHARA SUASANA TUNDUK DAN
PATUH KEPADA PERATURAN PERTANDINGAN DAN PERATURAN PERMAINAN SERTA PERATURAN
LAINNYA YANG DIKELUARKAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN.
3. CONTOH KASUS PADA PELANGGARAN DISIPLIN PADA PERTANDINGAN FESTIVAL ADALAH
PELANGGARAN YANG DILAKUKAN OLEH TIM ATAU OFISIAL SEPERTI PROTES YANG DILAKUKAN
SECARA BERLEBIHAN, MELAKUKAN KEKERASAN FISIK ATAU PENGANIAYAAN, MENGELUARKAN
KATA-KATA KOTOR ATAU PENGHINAAN, MELANGGAR TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN,
MELAKUKAN PEMOGOKAN, MENGGUNAKAN PEMAIN TIDAK SAH, SERTA PELANGGARAN
LAINNYA.
4. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENYELESAIKAN BILA ADA PROTES YANG DIAJUKAN TIM
PESERTA, DENGAN KETENTUAN KAPTEN TIM MENULIS PROTES YANG DIMAKSUD PADA
FORMULIR PERTANDINGAN SAAT USAI PERTANDINGAN DAN DISUSUL DENGAN SURAT PROTES
YANG DITANDA TANGANI MANAJER TIM SEGERA SESUDAH PERTANDINGAN.

86

5. PANITIA DISIPLIN TERDIRI DARI KETUA DAN SEKRETARIS YANG BERASAL DARI UNSUR PANITIA
PELAKSANA PERTANDINGAN, SERTA ANGGOTA YANG TERDIRI DARI MANAJER TIM YANG TIDAK
BERTANDING.
6. SETIAP ANGGOTA PANITIA DISIPLIN SEKURANGNYA MENGUASAI PERATURAN KHUSUS
PERTANDINGAN (PKP) SERTA PERATURAN LAINNYA YANG DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA
PERTANDINGAN.
7. MEMBUAT SURAT PEMBERITAHUAN PEMAIN YANG TERKENA KARTU KUNING (KK) DAN KARTU
MERAH (KM) ATAU SANKSI DENDA BILA ADA KEPADA OFISIAL TIM PESERTA.
8. MENYIDANGKAN KASUS PELANGGARAN DISIPLIN YANG TERJADI SELAMA KEGIATAN
PERTANDINGAN BERLANGSUNG, YANG DILAKUKAN OLEH OFISIAL TIM DAN TIDAK UNTUK
PEMAIN PEMAIN, KARENA BILA PEMAIN MELAKUKAN KESALAHAN ATAU MELAKUKAN
PELANGGARAN DISIPLIN, HAL ITU SEPENUHNYA TANGGUNG JAWAB OFISIAL TIMNYA MASINGMASING.
9. KALAUPUN ADA SANKSI BAGI PEMAIN HAL ITU HARUS BERSIFAT MENDIDIK DAN BERSIFAT
SEMENTARA DIBERLAKUKANNYA, DENGAN MEMBERITAHUKAN BAHWA KESALAHAN ITU TIDAK
BOLEH DILAKUKAN DAN DIINGATKAN BAIK-BAIK AGAR TIDAK DIULANG KEMBALI, SAMA HALNYA
BILA DILAKUKAN SAAT PERTANDINGAN BILA TERKENA PENGUSIRAN OLEH WASIT , IA HANYA
DIKELUARKAN SEMENTARA 2 MENIT, UNTUK DIINGATKAN TIDAK BOLEH LAGI MELAKUKAN
PELANGGARAN DAN SETELAH ITU DIPERKENANKAN KEMBALI BERMAIN.
10. SEMUA SANKSI YANG DIJATUHKAN OLEH PANITIA DISIPLIN BERSIFAT FINAL DAN MENGIKAT
SELAMA FESTIVAL BERLANGSUNG.
11. SEMUA SANKSI YANG DIJATUHKAN OLEH PANITIA DISIPLIN HANYA BERLAKU DI FESTIVAL
TERSEBUTSAJA.

87

BAGIAN EMPAT :
PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN
ORGANISASI PERTANDINGAN
URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (UWMTA)
PADA PERTANDINGAN TURNAMEN KANDANG (HOME TOURNAMENT)
URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL ISINYA MELIPUTI :
1. URUTAN WAKTU SEBELUM PERTANDINGAN DIMULAI.
2. SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN.
3. TENDANGAN AWAL,
4. MASA ISTIRAHAT (DARI BUNYI PELUIT KE BUNYI PELUIT).
5. SEREMONI SESUDAH PERTANDINGAN.
(PERMASALAHAN PADA PERTANDINGAN YANG DILAKSANAKAN SATU HARI ADALAH KETERBATASAN
WAKTU, SEHINGGA PERTANDINGAN KEDUA DAN BERIKUTNYA SULIT DILAKUKAN PEMANASAN SEPERTI
SEBELUM PERTANDINGAN PERTAMA, KECUALI BILA DIBERI JARAK 30 MENIT DIANTARA SATU
PERTANDINGAN DENGAN YANG LAINNYA SEPERTI, CONTOH DIBAWAH INI).

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (UWMTA)


(PERTANDINGAN PERTAMA)
- 90 MENIT
- 60 MENIT
- 55 MENIT
- 50 MENIT
- 30 MENIT
- 25 MENIT
- 15 MENIT
- 14 MENIT
- 10 MENIT
- 7 MENIT
- 5 MENIT
- 4 MENIT

PENGAWAS PERTANDINGAN TIBA DI LAPANGAN (STADION).


KEDUA TIM YANG BERTANDING DAN WASIT TIBA DI LAPANGAN (STADION).
PP MENGUNJUNGI KEDUA TIM DI RUANG GANTI (BILA ADA), MENYERAHKAN DSP DAN
MEMERIKSA KELENGKAPAN PEMAIN.
PP MENGAMBIL KEMBALI DSP.
PEMANASAN PENJAGA GAWANG.
PEMANASAN PEMAIN LAPANGAN.
PEMANASAN PEMAIN DI LAPANGAN SELESAI.
PEMBACAAN DSP.
WASIT, PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY DAN PEMAIN BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN.
PEMERIKSAAN KELENGKAPAN PEMAIN.
PP, WASIT DAN PEMAIN MEMASUKI DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY
MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN, DIIRINGI FIFA ANTHEM.
SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN, BERJAJAR DI DALAM LAPANGAN, MENYANYIKAN
INDONESIA RAYA, BERSALAMAN DIANTARA PEMAIN KEDUA TIM (TIM B KE A) DAN
WASIT, FOTO KEDUA TIM, TOSS.
INDONESIA RAYA.
TENDANGAN AWAL (KICK OFF).

88

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (UWMTA)


PERTANDINGAN BERIKUTNYA IDEALNYA BERJARAK 30 MENIT UNTUK WAKTU PEMANASAN
- 60 MENIT
- 55 MENIT
- 50 MENIT
- 30 MENIT
- 25 MENIT
- 15 MENIT
- 14 MENIT
- 10 MENIT
- 7 MENIT
- 5 MENIT
- 4 MENIT

KEDUA TIM YANG BERTANDING DAN WASIT TIBA DI LAPANGAN (STADION).


PP MENGUNJUNGI KEDUA TIM, MENYERAHKAN DSP DAN MEMERIKSA KELENGKAPAN
PEMAIN.
PP MENGAMBIL KEMBALI DSP.
PEMANASAN PENJAGA GAWANG.
PEMANASAN PEMAIN LAPANGAN.
PEMANASAN PEMAIN DI LAPANGAN SELESAI.
PEMBACAAN DSP.
WASIT, PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY DAN PEMAIN BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN.
PEMERIKSAAN KELENGKAPAN PEMAIN
PP, WASIT DAN PEMAIN MEMASUKI LAPANGAN PERMEMASUKI LAPANGAN
PERMAINAN DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, DIIRINGI FIFA ANTHEM.
SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN, BERDIRI BERJAJAR DI DALAM LAPANGAN,
MENYANYIKAN INDONESIA RAYA, BERSALAMAN DIANTARA PEMAIN KEDUA TIM (TIM B
KE A) DAN WASIT, FOTO KEDUA TIM, TOSS.
TENDANGAN AWAL (KICK OFF)

DAERAH STERIL
1. HANYA PEMAIN, WASIT, IW DAN PP, SERTA OFISIAL TIM YANG MENDAMPINGI TIM SESUAI
JUMLAH YANG DITETAPKAN DAN PANPEL ATAU PETUGAS LAPANGAN YANG MENGGUNAKAN
TANDA PENGENAL LAPANGAN (FOP/FIELD OF PLAY) YANG DAPAT MEMASUKI LAPANGAN DAN
DISEKITARNYA.
2. ATAU BILA ADA RUANG GANTI HANYA PEMAIN, WASIT, IW DAN PP, TIM YANG MENDAMPINGI
TIM SESUAI JUMLAH YANG DITETAPKAN DAN PANPEL ATAU PETUGAS RUANGAN YANG
MENGGUNAKAN TANDA PENGENAL AREA RESMI (OA/OFFICIAL AREA) YANG DAPAT MEMASUKI
AREA KORIDOR RUANGAN-RUANGAN GANTI.
3. SELAIN OFISIAL PERTANDINGAN DAN PANITIA ATAU PETUGAS YANG MENGGUNAKAN KARTU
TANDA PENGENAL LAPANGAN, WARTAWAN FOTO DAPAT PULA MEMASUKI DAERAH STERIL,
DENGAN KETENTUAN DISAMPING MENGGUNAKAN KARTU TANDA PENGENAL WARTAWAN
FOTO JUGA SEBAIKNYA MENGGUNAKAN ROMPIBERWARNA CERAH DAN MENGAMBIL POSISI
DI BELAKANGGAWANG.

89

PANDUAN UNTUK ANOUNCER


UNTUK KEPERLUAN TERSEBUT HARUS DISEDIAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM)
1. MEMBACAKAN DSP SESUDAH SELESAI WAKTU PEMANASAN KEDUA TIM (-14 MENIT DARI
TENDANGAN AWAL).
2. MENGINFORMASIKAN KEDUA TIM YANG AKAN BERTANDING ADALAH TIM..(A) YANGDISEBUT
TERLEBIH DAHULU DAN TIM .. (B), MARI KITA SAMBUT KEDUA TIM YANG AKAN BERTANDING
(TEPUK TANGAN).
3. PENGGANTIAN PEMAIN, SEBUT NAMA DAN NOMOR PUNGGUNG PEMAIN YANG DIGANTIKAN
SERTA SEBUT NAMA DAN NOMOR PUNGGUNG PEMAIN YANG MENGGANTIKAN (SAAT BOLA
TIDAK DALAM PERMAINAN).
4. SEBUTKAN NAMA PEMAIN, NOMOR PUNGGUNG DARI TIM APA BILA ADA PEMAIN YANG
MENCETAK GOL.
5. DAN SEBUTKAN SKOR PERTANDINGAN SAAT ITU.
6. KARENA PERTANDINGAN USIA DINI WAKTU PERMAINAN MURNI SESUAI WAKTU LAMANYA
PERTANDINGAN DI SETIAP PARUH PERMAINAN, TIDAK ADA PENAMBAHAN WAKTU, JADI TIDAK
ADA PENYEBUTAN PENAMBAHAN WAKTU SEPERTI PADA PERTANDINGAN USIA MUDA ATAU
DEWASA (BOLEH SAAT BOLA DALAM PERMAINAN).
7. SELESAI PERTANDINGAN SEBUTKAN SKOR PERTANDINGAN DAN INFORMASIKAN JADUAL
PERTANDINGAN BERIKUTNYA.
8. SEMUA BENTUK PEMBERITAHUAN APAPUN YANG DILAKUKAN OLEH ANOUNCER HARUS
SEPENGETAHUAN PENGAWAS PERTANDINGAN, MAKSUDNYA AGAR TIDAK SEMBARANGAN
BERBICARA KAREN AKAN MENGGANGGU KONSENTRASI PEMAIN YANG SEDANG BERTANDING.

INFORMASI PERTANDINGAN
INFORMASI DISAMPAIKAN PADA HARI PERTANDINGAN
1. HARUS DISEDIAKAN DAN DISAMPAIKAN KEPADA KHALAYAK DAN SELALU DILAKUKAN
PEMUTAKHIRAN DATA,
2. KLASEMEN, KLASEMEN SEMENTARA DAN KLASEMEN AKHIR,
3. PENCETAK GOL,
4. YANG TERKENA KARTU KUNING (KK) DAN YANG TERKENA KARTU MERAH (KM) DLL,
5. YANG MENDAPAT PENGHARGAAN KARTU HIJAU,
6. DAN IFORMASI LAINNYA YANG DIANGGAP PENTING,
7. INFORMASI BISA DISAMPAIKAN MELALUI SISTEM SUARA ATAU DI TEMPEL DI PAPAN INFORMASI
YANG MUDAH DIBACA KHALAYAK,
8. CARA LAIN PENYAMPAIAN INFORMASI, MELALUI EDARAN ATAU IT ATAUPUN MELALUI MEDIA.

90

BAGIAN LIMA :
PELAKSANAAN DAN PELAPORAN
PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 1
BILA 8 PESERTA, SATU HARI PERTANDINGAN
1. 2 X 20 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT, PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT
2. JARAK DIANTARA PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA USAHAKAN
BERJARAK 30 MENIT UNTUK MEMBERIKAN WAKTU UNTUK PEMANASAN 15 MENIT,
3. JUMLAH PESERTA 8,
4. DIBAGI 2 GRUP (A DAN B),
5. MASING-MASING TERDIRI DARI 4 TIM DAN 6 KALI PERTANDINGAN DALAM 1 GRUP,
6. MEMPERGUNAKAN 2 LAPANGAN (LAPANGAN A DAN LAPANGAN B),
7. BERTANDING 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, (DENGAN PEMAIN SETIAP PARUH PERMAINAN
BERBEDA),
8. DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN UNTUK 7 LAWAN 7 DAN 18 ORANG UNTUK 9 LAWAN 9,
9. DIBAGI DALAM 2 BABAK, BABAK PERTAMA DAN BABAK KEDUA (FINAL), UNTUK
MEMPEREBUTKAN URUTAN KEDUDUKAN ATAU PERINGKAT 1 S/D 8,
10. SEHINGGA SEMUA TIM PESERTA MENJALANI JUMLAH PERTANDINGAN YANG SAMA YAITU
4 KALI PERTANDINGAN.
11. JUMLAH KESELURUHAN 16 PERTANDINGAN ATAU SESUAI NOMOR PERTANDINGAN (NP). 1 S/D
NP.16.

JADUAL PERTANDINGANCONTOH 1
BABAK PERTAMA (PENYISIHAN ) 2 X 20 MENIT
08.00
09.15
10.30
11.45
13.00
14.15

LAPANGAN A
NP.1 A1 A2
NP.3 A3 A4
NP.5 A4 A1
NP.7 A2 A3
NP.9 A4 A2
NP.11 A1 A3

LAPANGAN B
NP.2 B1 - B2
NP.4 B3 - B4
NP.6 B4 - B1
NP.8 B2 - B3
NP.10 B4 - B2
NP.12 B1 - B3

BABAK FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, 2 X 20 MENIT


LAPANGAN A
15.30 NP.13 U3GA-U3GB
16.45 NP.15 U1GA-U1GB

LAPANGAN B
NP.14 U4GA-U4GB
NP.16 U2GA-U2GB

91

URUTAN KEDUDUKAN CONTOH 1


SESUAI HASIL PERTANDINGAN
PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 15 MENDUDUKI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK).
PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 15 MENDUDUKI PERINGKAT 2.
PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 16 MENDUDUKI PERINGKAT 3.
PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 16 MENDUDUKI PERINGKAT 4.
PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 13 MENDUDUKI PERINGKAT 5.
PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 13 MENDUDUKI PERINGKAT 6.
PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 14 MENDUDUKI PERINGKAT7.
PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 14 MENDUDUKI PERINGKAT 8.

PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 2


BILA 16 PESERTA, 2 HARI PERTANDINGAN
1. 2 X 20 MENIT UNTUK BABAK PERTAMA, 2 X 15 MENIT UNTUK BABAK BERIKUT, ISTIRAHAT
5 MENIT, PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT,
2. JARAK DIANTARA PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA USAHAKAN
BERJARAK 30 MENIT UNTUK MEMBERIKAN WAKTU UNTUK PEMANASAN 15 MENIT, UNTUK
BABAK KEDUA DIANTARA PERTANDINGAN BABAK PERTAMA DAN KEDUA SERTA DIANTARA
BABAK SEMI FINAL DAN BABAK FINAL DIBERIKAN WAKTU ISTIRAHAT 1 JAM, DITAMBAH WAKTU
UNTUK PEMANASAN 15 MENIT.
3. JUMLAH PESERTA 16,
4. DIBAGI 4 GRUP (A, B, C, D),
5. MASING-MASING GRUP TERDIRI DARI 4 TIM DAN DAN 6 KALI PERTANDINGAN DALAM
1 GRUP,
6. MEMPERGUNAKAN 2 LAPANGAN (LAPANGAN A DAN B),
7. BERTANDING 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, (DENGAN PEMAIN SETIAP PARUH PERMAINAN
BERBEDA),
8. DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN UNTUK 7 LAWAN 7 DAN 18 PEMAIN UNTUK 9 LAWAN 9,
9. DIBAGI DALAM 4 BABAK, BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), BABAK 8 BESAR (+ BABAK 8 KECIL),
BABAK 4 BESAR (4 KECIL)/SEMI FINAL DAN BABAK FINAL (+ FINAL KECIL MEMPEREBUTKAN
PERINGKAT 8), DAN UNTUK KESELURUHANNYA MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 1 S/D 16.
10. SEMUA TIM PESERTA YANG MASUK KE BABAK KEDUAMENJALANI JUMLAH PERTANDINGAN
YANG SAMA YAITU 7 KALI PERTANDINGAN.
11. JUMLAH KESELURUHAN 34 PERTANDINGAN ATAU SESUAI NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 1 /D
NP. 34.

92

JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 2


HARI PERTAMA
BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), 2 X 20 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT.

08.00
09.15
10.30
11.45
13.00
14.15
15.30
16.45

LAPANGAN A
NP.1 A1-A2
NP.3 C1-C2
NP.5 A3-A4
NP.7 C3-C4
NP.9 A4-A1
NP.11 C4-C1
NP.13 A2-A3
NP.15 C2-C3

LAPANGAN B
NP.2 B1-B2
NP.4 D1-D2
NP.6 B3-B4
NP.8 D3-D4
NP.10 B4-B1
NP.12 D4-D1
NP.14 B2-B3
NP.16 D2-D3

HARI KEDUA
LANJUTAN BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), 2 X 20 MENIT

07.00
08.15
09.30
10.45

LAPANGAN A
NP.17 A4-A2
NP.19 C4-C2
NP.21 A1-A3
NP.23 C1-C3

LAPANGAN B
NP.18 B4-B2
NP.20 D4-D2
NP.22 B1-B3
NP.24 D1-D3

BABAK KEDUA
8 BESAR-4 BESAR/SEMI FINAL DAN BABAK FINAL, 2 X 15 MENIT.

12.00
13.15
13.50
15.05
15.40
17.05

LAPANGAN A
NP.25 U1GA-U2GB
NP.27 U1GC-U2GD
ISTIRAHAT
NP.31 M25-M26
ISTIRAHAT
NP.33 M31-M32

LAPANGAN B
NP.26. U1GB-U2GA
NP.28 U1GD-U2GC
ISTIRAHAT
NP.32 M27-M28
ISTIRAHAT
NP.34 K31-K32

URUTAN KEDUDUKAN CONTOH 2


SESUAI HASIL PERTANDINGAN
PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 33 MENDUDUKI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK)
PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 33 MENDUDUKI PERINGKAT 2.
PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 34 MENDUDUKI PERINGKAT 3.
PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 34 MENDUDUKI PERINGKAT 4.

93

PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 3 (MODE CAMPFESTIVAL)


BILA DIIKUTI 32 PESERTA, 4 HARI PERTANDINGAN
1. 2 X 20 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT, PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT,
2. JARAK DIANTARA PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA USAHAKAN
BERJARAK UNTUK MEMBERIKAN WAKTU PEMANASAN 15 MENIT,
3. JUMLAH PESERTA 32,
4. DIBAGI 8 GRUP (A, B, C, D, E, F, G, H),
5. MASING-MASING TERDIRI DARI 4 TIM DAN 6 KALI PERTANDINGAN DALAM SATU GRUP.
6. MENGGUNAKAN 8 LAPANGAN (LAPANGAN A, B, C, D, E, F, G, H),
7. BERTANDING 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, (DENGAN PEMAIN SETIAP PARUH BERBEDA),
8. DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN UNTUK 7 LAWAN 7 DAN 18 PEMAIN UNTK 9 LAWAN 9,
9. DIBAGI DALAM DALAM 5 BABAK, BABAK PERTAMA (PENYISIHAN),
10. DIMANA URUTAN 1 DAN URUTAN 2 GRUP MAJU KE BABAK 16 BESAR, PEMENANGNYA MAJU
BABAK 8 BESAR, BABAK SEMI FINAL ATAS DAN BABAK FINAL ATAS, UNTUK MENCAPAI TANGGA
PERINGKAT TERATAS DAN PERINGKAT BERIKUTNYA, 1 S/D 16.
11. KEMUDIAN URUTAN 3 DAN URUTAN 4 GRUP MAJU KE BABAK 16 KECIL, PEMENANGNYA MAJU
KE BABAK 8 KECIL, BABAK SEMI FINAL BAWAH DAN BABAK FINAL BAWAH, UNTUK MENCAPAI
TANGGA PERINGKAT 17 S/D 32.
12. SEMUA TIM YANG MASUK KE BABAK 16 BESAR/KECIL, YANG MASUK 8 BESAR/KECIL, SAMPAI
YANG MASUK BABAK FINAL ATAS DAN BAWAH, JUMLAH PERTANDINGAN YANG DIJALANINYA
SAMA, TAITU 4/5/7 KALI PERTANDINGAN.
13. PAGI HARI SEBELUM PEMBUKAAN DIADAKAN TERLEBIH DAHULU COACHING CLINIC BAGI PARA
PEMAIN PESERTA,
14. PADA WAKTU SAMA DI PAGI HARI DILAKUKAN DILAKUKAN PERTEMUAN TEKNIK,
15. DISELA-SELA JADUAL PERTANDINGAN PADA HARI KEDUA DILAKUKAN KONTES DAN LOMBA
TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA.

JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 3 (MODE CAMPFESTIVAL)


HARI PERTAMA
10.00
10.00
14.00
15.00

COACHING CLINIC PEMAIN


PERTEMUAN TEKNIK
JUGLING BERSAMA
PEMBUKAAN FESTIVAL

BABAK PENYISIHAN
GRUP/LAPANGAN :

16.00 NP.1 S/D 8


17.00 NP.9 S/D 12

1-2
3-4

1-2
3-4

1-2
3-4

1-2
3-4

1-2
3-4

1-2
3-4

1-2
3-4

1-2
3-4

94

HARI KEDUA
09.00
10.00
13.30
14.30

NP.17 S/D 24
NP.25 S/D 32
NP.33 S/D 40
NP.41 S/D 48

4-1
2-3
4-2
1-3

4-1
2-3
4-2
1-3

4-1
2-3
4-2
1-3

4-1
2-3
4-2
1-3

4-1
2-3
4-2
1-3

4-1
2-3
4-2
1-3

4-1
2-3
4-2
1-3

4-1
2-3
4-2
1-3

16.00 KONTES DAN LOMBA TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA


HARI KETIGA
LAPANGAN
BABAK 16 BESAR

08.00 NP.49 S/D 52


09.00 NP.53 S/D 56

U1GA-U2GB
U1GE-U2GF

U1GB-U2GA
U1GF-U2GE

U1GC-U2GD
U1GG-U2GH

U1GD-U2GC
U1GH-U2GG

LAPANGAN
BABAK 16 KECIL

09.00 NP.57 S/D 60


10.00 NP.61 S/D 64

U3GA-U4GB
U3GE-U4GF

U3GB-U4GA
U3GF-U4GE

U3GC-U4GD
U3GG-U4GH

U3GD-U4GC
U3GH-U3GG

LAPANGAN
BABAK 8 BESAR

15.00 NP.65 S/D 68

M49-M50

M51-M52

M53-M54

M55-M56

M57-M58

M59-M60

M61-M62

M63-M64

HARI KEEMPAT
LAPANGAN
BABAK 4 BESAR/SEMI FINAL ATAS

08.00 NP.73
09.00 NP.74

M65-M66
M67-M68

BABAK 8 KECIL
16.00 NP.69 S/D 72

BABAK 4 KECIL/SEMI FINAL BAWAH


08.00 NP.75
09.00 NP.76

M69-M70
M71-M72

95

BABAK FINAL BAWAH


11.30 NP.77
12.30 NP.78

K75-K76
M75-M76

(PERINGKAT 19-20)
(PERINGKAT 17-18)

BABAK FINAL ATAS


11.30 NP.79
12.30 NP.80

K73-K74
M73-M74

(PERINGKAT 3-4)
(TIM TERBAIK-PERINGKAT 2)

URUTAN KEDUDUKAN CONTOH 3


SESUAI HASIL PERTANDINGAN
PEMENANG PERTANDINGAN NP.80 MENDUDUKI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK),
PENGALAH PERTANDINGAN NP.80 MENDUDUKI PERINGKAT 2,
PEMENANG PERTANDINGAN NP.79 MENDUDUKI PERINGKAT 3,
PENGALAH PERTANDINGAN NP.79 MENDUDUKI PERINGKAT 4,
YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP.65 S/D 68 MENDUDUKI PERINGKAT 5 S/D 8,
YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP. 49 S/D 56 MENDUDUKI PERINGKAT 9 S/D 16.
PEMENANG PERTANDINGAN NP.78 MENDUDUKI PERINGKAT 17,
PENGALAH PERTANDINGAN NP.78 MENDUDUKI PERINGKAT 18,
PEMENANG PERTANDINGAN NP.77 MENDUDUKI PERINGKAT 19,
PENGALAH PERTANDINGAN NP.77 MENDUDUKI PERINGKAT 20,
YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP.69 S/D 72 MENDUDUKI PERINGKAT 21 S/ 24,
YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP.57 S/D 64 MENDUDUKI PERINGKAT 25 S/D 32.
DENGAN KETENTUAN UNTUK MENENTUKAN PERINGKAT 5 S/D 16 DAN PERINGKAT 21 S/D 32, DAPAT
DILAKUKAN DENGAN MELIHAT PADA HASIL PERTANDINGAN SEBELUMNYA, NILAI, SELISIH DAN
PRODUKTIVITAS GOL, BILA SAMA DILAKUKAN UNDIAN, ATAU JUGA BILA CUKUP WAKTU BISA
DILAKUKAN PERTANDINGAN PENENTUAN PERINGKAT.

PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG


SESUAI HASIL PERTANDINGAN DAN TIM PENILAI

TIM TERBAIK
PERINGKAT 2
PERINGKAT 3
TIM FAIR PLAY
PENCETAK GOL TERBANYAK
PEMAIN DEPAN TERBAIK
PEMAIN TENGAH TERBAIK
PEMAIN BELAKANG TERBAIK
PENJAGA GAWANG TERBAIK
(MEMBERIKAN SERTIFIKAT UNTUK SEMUA TIM PESERTA, OFISIAL, PEMAIN DAN ORANG TUA).

96

LAPORAN PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN


DIBUAT LAPORAN TEKNIK YANG MENCAKUP :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

LAPORAN PENYELENGARAAN SECARA UMUM.


HASIL-HASIL PERTANDINGAN.
KLASEMEN AKHIR DAN URUTAN KEDUDUKAN.
DATA STATISTIK.
PROFIL DAN FOTO TIM.
PROFIL DAN FOTO PEMAIN.
PROFIL DAN FOTO PELATIH.
PROFIL DAN FOTO SERTA KINERJA WASIT,
PEMAHAMAN PERATURAN PERMAINAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN.
EVALUASI PENAMPILAN PEMAIN, PENAMPILAN TIM, TAKTIK STRATEGI, FORMASI TIM.
ALBUM FOTO PERTANDINGAN.
RENCANA PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN BERIKUT.

IDEALNYA AGAR LAPORAN TEKNIK DIBUAT LEBIH AKURAT, MAKA SEBAIKNYA DIBENTUK GRUP STUDI
TEKNIK ATAU DALAM BAHASA ASINGNYA DISEBUT TECHNICAL STUDY GROUP (TSG), YANG DITUGASKAN
MENGAMATI, MENCATAT ATAU MENDATA DENGAN MENGGUNAKAN FORM TSG DISETIAP
PERTANDINGAN, UNTUK MENGHIMPUN BAHAN GUNA MENYUSUN LAPORAN TEKNIK.
ATAU BISA JUGA DILAKUKAN DENGAN CARA SEDERHANA TAPI MAKSUDNYA SAMA SEBAGAI BAHAN
UNTUK MENYUSUN LAPORAN TEKNIK, YAITU MEMBUAT FORMULIR ISIAN BAGI KEDUA PELATIH YANG
TIMNYA BERTANDING, UNTUK MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIMNYA DAN TIM LAWAN
PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI, YANG MENCAKUP :
1. PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI
a. PERMAINAN TIM,
b. PERMAINAN INDIVIDU,
c. PEMAIN MENONJOL,
d. FORMASI TIM,
e. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU KARTU HIJAU.
2. PENILAIAN TERHADAP TIM LAWAN
a. PERMAINAN TIM,
b. PERMAINAN INDIVIDU,
c. PEMAIN MENONJOL,
d. FORMASI TIM.
e. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU KARTU HIJAU.

97

PENUTUP
DEMIKIANLAH PERENCANAAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN FESTIVAL DAN ORGANISASI
PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS) DISAMPAIKAN KEPADA KHALAYAK DENGAN
MAKSUD UNTUK MENAMBAH KHASANAH PENGETAHUAN SIAPAPUN YANG MEMBACANYA, ATAU
UNTUK DAPAT DIJADIKAN RUJUKAN ATAU PANDUAN BAGI YANG BERMINAT HENDAK MELAKUKAN
KEGIATAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS).
PANDUAN INI MEMANG DENGAN MENGAMBIL CONTOH BILA HENDAK MENYELENGGARAKAN FESTIVAL
PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA 12 TAHUN, TAPI SEBENARNYA DENGAN BEBERAPA PENYESUAIAN
DAPAT DIJADIKAN CONTOH UNTUK PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI BERBEDA TAHUN
KELAHIRAN ATAU USIANYA, SEPERTI UNTUK USIA 8 TAHUN ATAU USIA 10 TAHUN MISALNYA, DENGAN
BEBERAPA PENYESUAIAN.
PENYESUAIAN DIMAKSUD MELIPUTI SEPERTI DURASI PERTANDINGAN, UKURAN LAPANGAN,UKURAN
GAWANG, UKURAN BOLA, JUMLAH PEMAIN YANG BERTANDING MAPUN, JUMLAH DALAM DAFTAR
NAMA PEMAIN (DNP) YANG DI DAFTARKAN KEPADA PENYELENGGARA, JUMLAH DALAM DAFTAR
SUSUNAN PEMAIN (DSP) PADA SETIAP KALI PERTANDINGAN, PENGGANTIAN PEMAIN YANG PADA
INTINYA SAMA DENGAN USIA 12 TAHUN, SEMUA PEMAIN HARUS BERMAIN, ATAUPEMAIN YANG
BEMAIN DI PARUH PERTAMA DAN PADA PARUH KEDUA HARUS BERBEDA PEMAINNYA.
UNTUK KEPERLUAN TERSEBUT SEBAIKNYA DSP HARUS BERJUMLAH KELIPATAN DUA DARI JUMLAH
PEMAIN YANG BERMAIN DI LAPANGAN, BILA 5 LAWAN 5 BERARTI DSP BERJUMLAH 10 PEMAIN DAN
BILA 7 LAWAN 7 BERARTI DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN, SERTA BILA 9 LAWAN 9 BERARTI DSP
BERJUMLAH 18 ORANG, KHUSUS UNTUK USIA 8 TAHUN PENGGANTIAN BISA BEBAS KELUAR MASUK
MISALNYA.
DENGAN KETENTUAN SEMUA HARUS BERMAIN DAN PENGATURAN PENGGANTIAN PEMAIN DAPAT
DILAKUKAN DENGAN CARA, PEMAIN YANG BERMAIN DI PARUH SATU DAN PARUH DUA BERBEDA,
DIGANTIKAN SAAT MEMASUKI PARUH KEDUA ATAU TIDAK ADA PENGGANTIAN PEMAIN DISETIAP
PARUH PERMAINAN KECUALI BILA ADA PEMAIN CEDERA DINYATAKAN OLEH KESEHATAN PANITIA
PELAKSANA PERTANDINGAN TIDAK DAPAT MELANJUTKAN BERMAIN.
SEBAGAIMANA DISAMPAIKAN PADA BAGIAN PENDAHULUAN DIATAS, SPESIAL MENGENAI PERATURAN
KHSUSUS PERTANDINGAN (PKP) BISA DIBAGI DUA MENJADI PANDUAN DAN PERATURAN KHSUS
PERTANDINGAN TERSENDIRI SEHINGGA BISA MENJADI LEBIH RINGKAS TAMPAKNYA.
YANG MASUK BAGIAN PANDUAN SEPERTI TENTANG NAMA FESTIVAL, DASAR MEMBUAT PKP,
PENDAFTARAN PESERTA, PENDAFTARAN PEMAIN, PENDAFTARAN OFISIAL, PERTEMUAN MANAJER,
SKRINING, PERTEMUAN TEKNIK, LAPANGAN PERMAINAN DAN BOLA.
YANG MASUK PKP SEPERTI, SISTEM PERTANDINGAN, PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN,
WAKTU ATAU LAMANYA BERMAIN, DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP), PENGGANTIAN PEMAIN,
KOSTIM, TIDAK ADA OFSAID, LEMPARAN KEDALAM, TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN DAN DAERAH
TEKNIK, PEROLEHAN NILAI, MENENTUKAN PEMENANG DAN PERINGKAT, PELANGGARAN DAN SANKSI,
PANITIA DISIPLIN (SANKSI EDUKASI), FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU, KEADAAN KAHAR (KEADAAN
MEMAKSA), PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG, LAIN-LAIN DAN PENUTUP.
98

SEMUA HAL YANG TERMASUK DALAM KELIMA BAGIAN DIATAS SEBENARNYA HAL YANG STANDAR BILA
KITA HENDAK MENYIAPKAN DAN MELAKSANAKAN PERTANDINGAN YANG JUGA BERKUALITAS, DENGAN
CIRI PERTANDINGAN YANG TERORGANISIR DAN TERTATA RAPI, SEHINGGA DIDALAM PELAKSANANNYA
BISA BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR.
SPESIAL TENTANG PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), CONTOH DIATAS BARU TENTANG HALHAL YANG PERLU ATAU SEKURANG-KURANGNYA MENCAKUP HAL TERSEBUT SEBAGAI MATERI UNTUK
PENYUSUNAN PERATURAN KHUSUS (PKP), SELANJUTNYA BISA DIKEMBANGKAN DAN DILENGKAPI ISINYA
AGAR BISA MENJADI SEBUAH PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DISEBUAH FESTIVAL
PERTANDINGAN YANG HENDAK DISELENGGARAKAN.
DENGAN MENATA SEBUAH FESTIVAL LEBIH BAIK DAN DENGAN MENATA PERTANDINGAN LEBIH
BAIK,DIHARAPKAN BISA LEBIH MUDAH UNTUK MENEMUKAN PARA PEMAIN BERBAKAT DISAAT KITA
MENYELENGGARAKAN PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI, YANG BERSIFAT FUN SERTA LEBIH
MENGUTAMAKAN MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DAN BUKAN UNTUK
MEMBENTUK TIM.
UNTUK MELENGKAPI PEMAHAMAN ATAS PANDUAN PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL
PERTANDINGAN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS),
DIPERSILAKAN MEMPELAJARI PANDUAN LAINNYA YAITU TENTANG STANDAR MINIMAL TEKNIS
PELAKSANAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), 7 LAWAN 7 UNTUK U9 DAN U10
SERTA 9 LAWAN 9 UNTUK U11 DAN U12, YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN OLEH MANAJEMEN SPORT
UTAMA.
TERIMA KASIH ATAS SEMUA PERHATIANNYA.
JAKARTA, 23 NOVEMBER 2013,
M. ACHWANI,
MANAJEMEN SPORT UTAMA.
SUMBER
: DESAIN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA, M. ACHWANI, 2011
FOTO
: GOOGLE IMAGES

99

MITRA TANDING U12


8 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN
DAN ORGANISASI PERTANDINGAN
SEPAKBOLA USIA DINI
M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2013

FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES

100

PROGRAM MITRA TANDING

PROGRAM MITRA TANDING INI DIDAHULUI DENGAN KESEPAKATAN UNTUK


MEMBENTUK KELOMPOK MITRA TANDING YANG TERDIRI DARI 8 SSB YANG LETAK
SEKRETARIAT ATAU LAPANGAN LATIHANNYA BERDEKATAN DALAM SATU
KOTA/KABUPATEN.
PROGRAM MITRA TANDING MERUPAKAN ARENA BERTANDING SEPERTI FESTIVAL BAGI
ANAK-ANAK DALAM SUASANA FUN DENGAN MENGUTAMAKAN UNTUK MEMBANGUN
FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA (BUKAN MEMBANGUN TIM), DENGAN
MENYERTAKAN PEMAIN SEBANYAK 18 ORANG.
BERBEDA DENGAN PERTANDINGAN ANAK-ANAK BERLABEL FESTIVAL YANG
DILAKSANAKAN DENGAN BIAYA BESAR DAN UANG PENDAFTARAN TIDAK KECIL, MITRA
TANDING DILAKUKAN DENGAN CARA SEDERHANA DAN BERGOTONG ROYONG UNTUK
MERINGANKAN PEMBIAYAAN DIANTARA 8 SSB ANGGOTA KELOMPOKNYA.

MITRA TANDING U12 (8 TIM)

MITRA TANDING DIANTARA PESERTA 8 SSB, MENGORGANISIR MITRA TANDING


DIANTARA ANGGOTA KELOMPOKNYA, DIMANA BERGANTIAN SALAH SATU SSB
BERTINDAK SEBAGAI TUAN RUMAH, DILAKSANAKAN SEHARI, DILAKUKAN SECARA
BERKALA 2 BULAN SEKALI, DENGAN TUJUAN SEBAGAI KEGIATAN UNTUK MENGUKUR
HASIL LATIHAN 2 BULAN SEBELUMNYA. DENGAN KETENTUAN SEMUA PERATURAN
PERTANDINGAN DIBUAT STANDAR SEBAGAIMANA MENGIKUTI FESTIVAL YANG
SEBENARNYA SESUAI PANDUAN FIFA GRASSROOTS, DIKEMAS DALAM SUASANA
EDUKASI, FAIR PLAY, RESPEK TETAPI MEMILIKI UNSUR DISIPLIN. DENGAN SASARAN
UNTUK MENINGKATKAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA BAGI PARA PEMAIN
YANG MENGIKUTI MITRA TANDING.

MENYAMAKAN PEMAHAMAN
ATAS PEMBINAAN UDIN DAN UMUD

MENYAMAKAN PEMAHAMAN BAHWA PEMBINAAN USIA DINI ADALAH UNTUK


MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DAN BUKAN UNTUK
MEMBENTUK TIM, DENGAN PENDEKATAN SUASANA YANG FUN.
SEMUA ORANG YANG TERLIBAT TERMASUK ORANG TUA HARUS DIBEKALI TERLEBIH
DAHULU TENTANG PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI YANG SESUAI PANDUAN FIFA
GRASSROOTS.

101

PERSIAPAN
SDM OFISIAL PERTANDINGAN

SETIAP SSB ANGGOTA KELOMPOK MENYEDIAKAN 1 ORANG WASIT YANG BERASAL DARI
SSB YANG BERSANGKUTAN.
SSB TUAN RUMAH PENYELENGGRARA MITRA TANDING MENYIAPKAN JUGA 1 ORANG
INSPEKTUR WASIT (IW) DAN 1 ORANG PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) YANG BERASAL
DARI SSB YANG BERSANGKUTAN.
SETIAP WASIT YANG AKAN MEMIMPIN PERTANDINGAN DIBEKALI LEBIH DAHULU
TENTANG BAGAIMANA CARA MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA DINI DAN USIA MUDA.
DAN SETIAP WASIT JUGA DIBEKALI LEBIH DAHULU TENTANG PENERAPAN KARTU HIJAU
SEBAGAI BAGIAN DARI PENDIDIKAN FAIR PLAY.
SEHINGGA SEMUA WASIT ADALAH WASIT PENDIDIK , YANG MEMBIMBING PEMAIN
USIA DINI UNTUK MEMAHAMI PERATURAN PERMAINAN SEJAK AWAL.
SETIAP WASIT HARUS MEMBERITAHU KEPADA PEMAIN BILA IA MELAKUKAN
PELANGGARAN DAN AGAR IA TIDAK MENGULANGI KEMBALI MELAKUKAN
PELANGGARAN TERSEBUT.
SELAIN ITU SETIAP WASIT HARUS MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA PEMAIN BILA
ADA YANG MASIH SALAH MELAKUKAN LEMPARAN KEDALAM MISALNYA, YANG
BERSANGKUTAN BOLEH MENGULANGI DENGAN DISERTAI CONTOH UNTUK MELAKUKAN
YANG BENAR OLEH WASIT YANG BERTUGAS PADA PERTANDINGAN TERSEBUT.
SETIAP IW YANG AKAN DILIBATKAN HARUS DIBEKALI DAHULU PENGETAHUAN YANG
CUKUP UNTUK BISA MENJADI PEMBIMBING DAN MENGEVALUASI WASIT PENDIDIK
YANG BERTUGAS .
DEMIKIAN JUGA SETIAP PP YANG AKAN DILIBATKAN HARUS DIBEKALI DAHULU
INFORMASI YANG CUKUP TENTANG PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN, AGA IA BISA
MENGKOORDINIR TUGAS PARA OFISIAL PERTANDINGAN YANG BERTUGAS DAN BISA
MENJAGA ARAH PERTANDINGAN ATAU MEMASTIKAN SUPAYA SEMUANYA TETAP
SESUAI DENGAN PANDUAN FIFA GRASSROOTS.

PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN

MODE PERTANDINGAN.
JADUAL PERTANDINGAN.
UNTUK MENENTUKAN PEMENANG DAN MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN.
SARANA FASILITAS PERTANDINGAN.
PEMAIN.
OFISIAL TIM.
OFISIAL PERTANDINGAN.
TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN.
PELANGGARAN.
FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU.
102

PERTEMUAN TEKNIK.
SKRINING.
URUNAN DIANTARA SSB ANGGOTA KELOMPOK.
HASIL AKHIR MITRA TANDING.

MODE PERTANDINGAN

9 LAWAN 9.
8 PESERTA, DIBAGI 2 GRUP, YAITU GRUP A DAN B, MASING-MASING TERDIRI DARI 4
TIM.
DIBAGI 2 BABAK, BABAK PERTAMA (BABAK PENYISIHAN), BABAK KEDUA (BABAK FINAL).
SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH PADA BABAK PERTAMA, UNTUK
MENGHASILKAN PERINGKAT 1,2,3,4 DISETIAP GRUP A DAN B, SESUAI HASIL ATAU
URUTAN PERINGKAT KLASEMEN AKHIR BABAK PERTAMA.
BABAK KEDUA ATAU BABAK FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN
1,2,3,4,5,6,7,8 DENGAN MEMPERTANDINGKAN URUTAN 1,2,3,4 DARI KEDUA GRUP,
SETIAP BERTANDING HARUS ADA PEMENANGNYA.
BERTANDING DENGAN MENGGUNAKAN 2 LAPANGAN(A DAN B).

JADUAL PERTANDINGAN
BABAK PERTAMA (PENYISIHAN),

DENGAN DURASI MITRA TANDING,


2 X 20 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT, UNTUK USIA 12 TAHUN.

LAPANGAN A

- LAPANGAN B

O8.00 NP.1 A1-A2


09.15 NP.3 A3-A4
10.30 NP.5 A4-A1
11.45 NP.7 A2-A3
13.00 NP9 A4-A2
14.15 NP.11 A1-A3

NP.2 B1-B2
NP.4 B3-B4
NP.6 B4-B1
NP.8 B2-B3
NP.10 B4-B2
NP.12 B1-B3

(JARAK WAKTU AKHIR PERTANDINGAN KE PERMULAAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA


30 MENIT, DENGAN MEMPERHITUNGKAN WAKTU PEMANASAN BAGI TIM YANG AKAN
BERTANDING).

BABAK FINAL :
LAPANGAN A

15.30 NP.13 U3GA-U3GB


16.45 NP.15 U1GA-U1GB

LAPANGAN B
NP.14 U4GA-U4GB
NP.16 U2GA-U2GB

103

(BILA PERTANDINGAN BERAKHIR DENGAN SERI MAKA UNTUK MENENTUKAN PEMENANGNYA


DILAKUKAN MELALUI TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, MASING-MASING TIM MELAKUKAN 5
KALI TENDANGAN OLEH 5 ORANG PEMAIN, BILA HASILNYA MASIH SERI MAKA DILAKUKAN 4
KALI TENDANGAN OLEH 4 ORANG PEMAIN DAN BILA HASILNYA JUGA MASIH SERI MAKA
PEMENANGNYA DILAKUKAN UNDIAN OLEH WASIT). SEMUA PENENDANG HARUS DIAMBIL DARI
9 ORANG PEMAIN YANG BERMAIN PADA PARUH KEDUA).

UNTUK MENENTUKAN PEMENANG


DAN MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN

MENANG MENDAPAT NILAI 3.


SERI MENDAPAT NILAI 1.
KALAH TIDAK MENDAPAT NILAI.
BILA PADA KLASEMEN MENDAPAT NILAI SAMA, UNTUK MENENTUKAN PERINGKATNYA :
SELISIH GOL LEBIH BANYAK, LEBIH BANYAK
MEMASUKAN GOL, BILA ADA 2 TIM MASIH SAMA
LIHAT SIAPA YANG MENANG, BILA MASIH SAMA
JUGA LAKUKAN UNDIAN.
BILA KEDUA TIM SEDANG BERTANDING DENGAN HASIL SERI, MAKA UNTUK
MENENTUKAN PEMENANGNYA DILAKUKAN DENGAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI.

SARANA FASILITAS PERTANDINGAN

UKURAN LAPANGAN 40 X 60 METER.


UKURAN GAWANG 5 X 2
GARIS GAWANG 40 METER GARIS SAMPING 60 METER
LINGKARAN TIANG GAWANG 8 CM.
GARIS LAPANGAN DICAT DENGAN LEBAR 8 CM.
DIBUAT DAERAH GAWANG DAN DAERAH PENALTI.
DIBUAT LINGKARAN TENGAH.
BOLA UKURAN NOMOR 4
LINGKARAN BOLA, BERAT BOLA DAN TEKANAN UDARA.
PAPAN SKOR PERTANDINGAN.
TERBUAT DARI KAYU SETINGGI 2 METER.
PAPAN PENGGANTI.
(BILA DILAKUKAN PENGGANTIAN BEBAS SEKALIPUN).
PAPAN INFORMASI.
HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN DLL (TINGGI 2 M).
SPANDUK KECIL MENUNJUKAN LAPANGAN.
DISEBUT LAPANGAN A ATAU B.
TENDA OFISIAL PERTANDINGAN.
MEJA DAN BANGKU UNTUK OFISIAL PERTANDINGAN.
104

SISTIM SUARA (SOUND SYSTEM).


BANGKU CADANGAN.
GARIS TEKNIK.
DIBUAT GARIS TEPUTUS-PUTUS, MULAI DARIMEMBUAT GARIS DISAMPING BANGKU
CADANGAN (KIRI-KANAN) SEPANJANG 1 M, KEMUDIAN MENARIK GARIS LURUS
KEDEPANSAMPAI 1 M SEBELUM GARIS SAMPING.
TANDA-TANDA PENUNJUK (SIGNED).

OFISIAL TIM
OFISIAL TIM TERDIRI DARI 3 ORANG :

MANAJER TIM
PENANGGUNG JAWAB TIM DAN ROMBONGAN.
PELATIH TIM
BILA ADA SEKURANGNYA BERLISENSI D DAN/ATAU
PERNAH MENGIKUTI PELATIHAN PELATIH GRASSROOTS.
KESEHATAN TIM
MEMBAWA KOTAK/TAS P3K.
WASIT 8 ORANG.
INSPEKTUR WASIT (IW) 1 ORANG.
PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) 1ORANG.
SETIAP MITRA TANDING DIPIMPIN SEORANG WASIT DAN SEORANG OFISIAL KEDUA,
DENGAN TUGAS WASIT MEMIMPIN PERTANDINGAN DI LAPANGAN PERMAINAN.
OFISIAL KEDUA MEMBANTU WASIT, MEMERIKSA PERLENGKAPAN PEMAIN, MENGIKUTI
SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH MITRA TANDING, MENGATUR KETERTIBAN DISISI
LAPANGAN DAN DI BANGKU CADANGAN, MEMPERSILAKAN PETUGAS KESEHATAN TIM
MEMASUKI LAPANGAN, MEMBIMBING BILA ADA PEMAIN DIKELUARKAN SEMENTARA.
IW (INSPEKTUR WASIT) BERTUGAS MENGATUR PENUGASAN WASIT.
PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) BERTUGAS MEMIMPIN PERTEMUAN TEKNIK, SEBAGAI
PENANGGUNG JAWAB DAN MENGAWASI PERTANDINGAN, MENCATAT KEJADIAN
PENTING, MENANGANI DAN MENYELESAIKAN SEMUA PERMASALAHAN YANG TIMBUL
SEBELUM, SELAMA DAN SESUDAH MITRA TANDING, SERTA MEMASTIKAN SEMUA
SESUAI DENGAN PRINSIP PANDUAN FIFA GRASSROOTS.
KHUSUS UNTUK WASIT ATAU YANG AKAN BERTINDAK SEBAGAI WASIT, BERTUGAS
SEBAGAI WASIT YANG MEMIMPIN MITRA TANDING BAGI PEMAIN USIA DINI, ATAU
SEBAGAI WASIT PENDIDIK PADA PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI.

URUTAN KEDUDUKAN

PEMENANG NP.15 MENDUDUKI URUTAN 1.


PENGALAH NP.15 MENDUDUKI URUTAN 2.
PEMENANG NP.16 MENDUDUKI URUTAN 3.
PENGALAH NP.16 MENDUDUKI URUTAN4.
105

PEMENANG NP.13 MENDUDUKI URUTAN 5.


PENGALAH NP.13 MENDUDUKI URUTAN 6.
PEMENANG NP.14 MENDUDUKI URUTAN 7.
PENGALAH NP.14 MENDUDUKI URUTAN 8.

PEMAIN

PEMAIN PESERTA BERUSIA 12 TAHUN.


PEMAIN YANG DIDAFTARKAN (DNP) 18 ORANG PEMAIN, YANG SETIAP BERTANDING
MASUK DALAM DSP JUGA 18 ORANG PEMAIN (NAMA YANG SAMA DALAM DNP),
SEMUA PEMAIN HARUS BERMAIN.
PEMAIN YANG BERMAIN DI PARUH PERTAMA MAUPUN YANG BERMAIN DI PARUH
KEDUA TIDAK BOLEH DIGANTI KECUALI CEDERA BERAT YANG TIDAK MEMUNGKINKAN
MELANJUTKAN BERMAIN, DAPAT DIGANTI PEMAIN LAIN YANG TERCANTUM DALAM
DSP.
PENGGANTIAN PEMAIN DILAKUKAN SAAT JEDA, YANG BERMAIN DI PARUH PERTAMA
SEMUA DIGANTI OLEH 9 PEMAIN PENGGANTI YANG BERMAIN DI PARUH KEDUA.

TATA TERTIB BANGKU CADANGAN

YANG DUDUK DI BANGKU CADANGAN 9 ORANG PEMAIN CADANGAN DAN 3 ORANG


OFISIAL TIM.
SEMUA YANG DUDUK DI BANGKU CADANGAN HARUS BERLAKU TERTIB DAN SOPAN.
MENGGUNAKAN ROMPI DENGAN WARNA LAIN DENGAN WARNA KOSTIM.

PELANGGARAN

SETIAP PEMAIN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DIBERIKAN SANKSI :


TETAPI DISAMPAIKAN SECARA EDUKATIF
PERINGATAN.
DIBERIKAN PENGERTIAN BAHWA HAL ITUSALAH DAN SUPAYA TIDAK DIULANGI LAGI.
PENGUSIRAN SEMENTARA
(1-2 MENIT TIDAK BERMAIN)
DIBERIKAN PENGERTIAN SAMA SEPERTIMEMBERIKAN PERINGATAN.

106

FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU

FAIR PLAY :
MENANAMKAN SIKAP PERILAKU FAIR PLAY
SEJAK DINI.
KARTU HIJAU :
SEBAGAI PENGHARGAAN WASIT KEPADAPEMAIN YANG TELAH MEMPERLIHATKAN
SIKAP PERILAKU FAIR PLAY SELAMA BERMAIN,TERMASUK KEPADA PELATIH.

PERTEMUAN TEKNIK

DILAKUKAN SEBELUM MITRA TANDING.


DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN.
UNTUK MEWUJUDKAN KESERAGAMAN PENGERTIAN YANG SAMA ATAS SEMUA HAL
YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN.
UNTUK MENGHASILKAN KEPUTUSAN DAN KESEPAKATAN YANG DIJADIKAN PANDUAN
DIDALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN PROGRAM MITRA TANDING, SUPAYA BISA
BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR.

SKRINING

SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK DILAKUKAN SKRINING PEMAIN DENGAN CARA SALING


MEMERIKSA PEMAIN LAWAN MITRA TANDING BERIKUT KELENGKAPAN DOKUMEN
KELAHIRAN.
TIDAK BOLEH BERBOHONG DALAM SOAL USIA PEMAIN YANG DIBINANYA.
DIDASARI DENGAN KEJUJURAN DAN SALING PERCAYA.

URUNAN DIANTARA SSB KELOMPOK

TEMPAT MITRA TANDING DI TEMPAT LATIHAN SSB TUAN RUMAH.


OFISIAL PERTANDINGAN DIBAWA MASING-MASING SEORANG OLEH SETIAP SSB
TERGABUNG, SEORANG IW DAN PP OLEH SSB TUAN RUMAH.
BOLA SEPAK DISEDIAKAN BERSAMA OLEH SSB PESERTA.
GAWANG DISEDIAKAN SSB TUAN RUMAH ATAU MILIK SALAH SATU SSB PESERTA, ATAU
JUGA DIBUAT MENJADI MILIK BERSAMA,
PAPAN SKOR PERTANDINGAN, PAPAN PENGGANTI, PAPAN INFORMASI DAN SPANDUK
TANDA NAMA LAPANGAN (A DAN B), DISEDIAKAN SSB TUAN RUMAH ATAU MILIK SALAH
SSB PESERTA, ATAU JUGA DIBUAT MENJADI MILIK BERSAMA.
DEMIKIAN PULA SISTEM SUARA BISA DISEDIAKAN SSB TUAN RUMAH, ATAU PATUNGAN
DIANTARA SSB ANGGOTA KELOMPOK.
KONSUMSI UNTUK MASING-MASING SSB PESERTA DAPAT DISEDIAKAN OLEH ORANG
TUA SSB YANG BERSANGKUTAN.
107

HASIL AKHIR MITRA TANDING


DATA STATISTIK

URUTAN KEDUDUKAN SSB PESERTA MITRA TANDING.


PENCETAK GOL TERBANYAK.
PENJAGA GAWANG TERSEDIKIT KEMASUKAN GOL.
PEMAIN TERBAIK DISEMUA POSISI, PENJAGA GAWANG, PEMAIN BELAKANG, PEMAIN
TENGAH DAN PEMAIN DEPAN.
DIHIMPUN DALAM LAPORAN MITRA TANDING, DILENGKAPI DATA STATISTIK.

HASIL AKHIR MITRA TANDING


EVALUASI DAN PENILAIAN

EVALUASI DAN PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM MAUPUN PERSEORANGAN DARI


SEMUA SSB PESERTA MITRA TANDING.
EVALUASI DAN PENILAIAN KEGIATAN MITRA TANDING DIBUAT ATAS DASAR ISIAN FORM
PENILAIAN PELATIH, YANG DIMINTA KESEDIAANNYA UNTUK MELAKUKAN PENILAIAN
ATAS TIMNYA SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN.

SELESAI
TERIMA KASIH
JAKARTA, 23 OKTOBER 2013
M.ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
FOTO : GOOGLE IMAGES

108

MITRA TANDING U14


4 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN
DAN ORGANISASI PERTANDINGAN
SEPAKBOLA USIA MUDA
M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2013

GOOGLE IMAGES

109

PROGRAM MITRA TANDING

PROGRAM MITRA TANDING INI DIDAHULUI DENGAN KESEPAKATAN UNTUK


MEMBENTUK KELOMPOK MITRA TANDING YANG TERDIRI DARI 4 SSB YANG LETAK
SEKRETARIAT ATAU LAPANGAN LATIHANNYA BERDEKATAN DALAM SATU
KOTA/KABUPATEN.
PROGRAM MITRA TANDING MERUPAKAN ARENA BERTANDING FESTIVAL BAGI PEMAIN
USIA MUDA DALAM SUASANA BERSAHABAT DENGAN MENGUTAMAKAN UNTUK
MENINGKATKAN TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA (BUKAN HANYA MEMBANGUN TIM
SAJA), DENGAN MENYERTAKAN PEMAIN SEBANYAK 22 ORANG.
BERBEDA DENGAN PERTANDINGAN USIA MUDA BERLABEL TURNAMEN YANG
DILAKSANAKAN DENGAN BIAYA BESAR DAN UANG PENDAFTARAN TIDAK KECIL, MITRA
TANDING DILAKUKAN DENGAN CARA SEDERHANA DAN BERGOTONG ROYONG UNTUK
MERINGANKAN PEMBIAYAAN DIANTARA 4 SSB ANGGOTA KELOMPOKNYA.

MITRA TANDING U14 (4 KESEBELASAN)

MITRA TANDING DIANTARA PESERTA 4 SSB, MENGORGANISIR MITRA TANDING


DIANTARA ANGGOTA KELOMPOKNYA, DIMANA BERGANTIAN SALAH SATU SSB
BERTINDAK SEBAGAI TUAN RUMAH, DILAKSANAKAN SEHARI, DILAKUKAN SECARA
BERKALA 2 BULAN SEKALI, DENGAN TUJUAN SEBAGAI KEGIATAN UNTUK MENGUKUR
HASIL LATIHAN 2 BULAN SEBELUMNYA. DENGAN KETENTUAN SEMUA PERATURAN
PERTANDINGAN DIBUAT STANDAR SEBAGAIMANA MENGIKUTI TURNAMEN YANG
SEBENARNYA, DIKEMAS DALAM SUASANA EDUKASI, FAIR PLAY, RESPEK TETAPI
MEMILIKI UNSUR DISIPLIN. DENGAN SASARAN UNTUK MENINGKATKAN TEKNIK
BERMAIN SEPAKBOLA BAGI PARA PEMAIN YANG MENGIKUTI MITRA TANDING.

MENYAMAKAN PEMAHAMAN
ATAS PEMBINAAN UMUD

MENYAMAKAN PEMAHAMAN BAHWA PEMBINAAN USIA MUDA ADALAH UNTUK


MENINGKATKAN TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA, DENGAN PENDEKATAN SUASANA YANG
BERSAHABAT.
SEMUA ORANG YANG TERLIBAT DALAM PERTANDINGAN HARUS DIBEKALI TERLEBIH
DAHULU TENTANG PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA MUDA STANDAR.

110

PERSIAPAN
SDM OFISIAL PERTANDINGAN

SETIAP SSB ANGGOTA KELOMPOK MENYEDIAKAN 1 ORANG WASIT YANG BERASAL DARI
SSB YANG BERSANGKUTAN.
SSB TUAN RUMAH PENYELENGGRARA MITRA TANDING MENYIAPKAN JUGA 1 ORANG
INSPEKTUR WASIT (IW) DAN 1 ORANG PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) YANG BERASAL
DARI SSB YANG BERSANGKUTAN.
SETIAP WASIT YANG AKAN MEMIMPIN PERTANDINGAN DIBEKALI LEBIH DAHULU
TENTANG BAGAIMANA CARA MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA MUDA.
DAN SETIAP WASIT JUGA DIBEKALI LEBIH DAHULU TENTANG PENERAPAN KARTU HIJAU
SEBAGAI BAGIAN DARI PENDIDIKAN FAIR PLAY.
SEHINGGA SEMUA WASIT ADALAH WASIT PENDIDIK , YANG MEMBIMBING PEMAIN
USIA MUDA UNTUK MEMAHAMI PERATURAN PERMAINAN SEBENARNYA.
SETIAP WASIT HARUS MEMBERITAHU KEPADA PEMAIN BILA IA MELAKUKAN
PELANGGARAN DAN AGAR IA TIDAK MENGULANGI KEMBALI MELAKUKAN
PELANGGARAN TERSEBUT.
SETIAP IW YANG AKAN DILIBATKAN HARUS DIBEKALI DAHULU PENGETAHUAN YANG
CUKUP UNTUK BISA MENJADI PEMBIMBING DAN MENGEVALUASI WASIT PENDIDIK
YANG BERTUGAS .
DEMIKIAN JUGA SETIAP PP YANG AKAN DILIBATKAN HARUS DIBEKALI DAHULU
INFORMASI YANG CUKUP TENTANG PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN, AGA IA BISA
MENGKOORDINIR TUGAS PARA OFISIAL PERTANDINGAN YANG BERTUGAS DAN BISA
MENJAGA ARAH PERTANDINGAN ATAU MEMASTIKAN SUPAYA SEMUANYA TETAP
SESUAI DENGAN ARAH PEMBINAAN USIA MUDA.

PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN

MODE PERTANDINGAN.
JADUAL PERTANDINGAN.
UNTUK MENENTUKAN PEMENANG DAN MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN.
SARANA FASILITAS PERTANDINGAN.
PEMAIN.
OFISIAL KESEBELASAN.
OFISIAL PERTANDINGAN.
TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN.
PELANGGARAN.
FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU.
PERTEMUAN TEKNIK.
SKRINING.
URUNAN DIANTARA SSB ANGGOTA KELOMPOK.
HASIL AKHIR MITRA TANDING.
111

MODE PERTANDINGAN

11 LAWAN 11.
4 PESERTA.
DIBAGI 2 BABAK, BABAK PERTAMA (BABAK PENYISIHAN), BABAK KEDUA (GRAND FINAL).
SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH PADA BABAK PERTAMA, UNTUK
MENGHASILKAN PERINGKAT 1,2,3,4, SESUAI HASIL ATAU URUTAN PERINGKAT
KLASEMEN AKHIR BABAK PERTAMA.
BABAK KEDUA ATAU BABAK GRAND FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN
1,2,3,4 DENGAN MEMPERTANDINGKAN URUTAN 1 DAN 2, SERTA 3 DAN 4 KLASEMEN
AKHIR, SETIAP BERTANDING HARUS ADA PEMENANGNYA.
BERTANDING DENGAN MENGGUNAKAN 1 LAPANGAN.

JADUAL PERTANDINGAN
BABAK PERTAMA (PENYISIHAN),
DENGAN DURASI MITRA TANDING,
2 X 30 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT, UNTUK USIA 14 TAHUN.
SATU LAPANGAN
08.00 NP.1
A1-A2
09.15 NP2
A3-A4
10.25 NP.3
A4-A1
11.35 NP.4
A2-A3
12.45 NP.5
A4-A2
13. 55 NP.6 A1-A3
(JARAK WAKTU AKHIR PERTANDINGAN KE PERMULAAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA
10 MENIT, DENGAN MEMPERHITUNGKAN WAKTU PEMANASAN KILAT BAGI
KESEBELASAN YANG AKAN BERTANDING BERIKUTNYA).
BABAK KEDUA BABAK GRAND FINAL :
SATU LAPANGAN
15.30 NP.7 U3-U4
16.45 NP.8 U1-U2
(BILA PERTANDINGAN BERAKHIR DENGAN SERI MAKA UNTUK MENENTUKAN PEMENANGNYA
DILAKUKAN MELALUI TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, MASING-MASING KESEBELASAN
MELAKUKAN 5 KALI TENDANGAN OLEH 5 ORANG PEMAIN, BILA HASILNYA MASIH SERI MAKA
DILAKUKAN 4 KALI TENDANGAN OLEH 4 ORANG PEMAIN DAN BILA HASILNYA JUGA MASIH SERI
MAKA PEMENANGNYA DILAKUKAN UNDIAN OLEH WASIT. SEMUA PENENDANG HARUS
DIAMBIL DARI 11 ORANG PEMAIN YANG BERMAIN PADA PARUH KEDUA).

112

UNTUK MENENTUKAN PEMENANG


DAN MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN

MENANG MENDAPAT NILAI 3.


SERI MENDAPAT NILAI 1.
KALAH TIDAK MENDAPAT NILAI.
BILA PADA KLASEMEN MENDAPAT NILAI SAMA, UNTUK MENENTUKAN PERINGKATNYA :
SELISIH GOL LEBIH BANYAK, LEBIH BANYAK
MEMASUKAN GOL, BILA ADA 2 TIM MASIH SAMA
LIHAT SIAPA YANG MENANG SAAT PERTEMUAN DIANTARA KEDUA KESEBELASAN
TERSEBUT, BILA MASIH SAMA JUGA LAKUKAN UNDIAN DALAM SEBUAH PERTEMUAN
YANG DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN.
BILA KEDUA KESEBELASAN SEDANG BERTANDING DENGAN HASIL SERI, MAKA UNTUK
MENENTUKAN PEMENANGNYA DILAKUKAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, BILA
HASILNYA MASIH SERI MAKA DILAKUKAN UNDIAN OLEH WASIT.

SARANA FASILITAS PERTANDINGAN

UKURAN LAPANGAN 110 X 75 M ATAU 100 X 64 M.


GARIS GAWANG 75/64 M, GARIS SAMPING 110/100 M.
UKURAN GAWANG 7.32 X 2.44
LINGKARAN TIANG GAWANG 12 CM.
GARIS LAPANGAN DICAT DENGAN LEBAR 12 CM.
DIBUAT DAERAH GAWANG DAN DAERAH PENALTI.
DIBUAT LINGKARAN TENGAH.
BOLA UKURAN NOMOR 5
LINGKARAN BOLA, BERAT BOLA DAN TEKANAN UDARA.
PAPAN SKOR PERTANDINGAN.
TERBUAT DARI KAYU SETINGGI 2 METER.
PAPAN PENGGANTI.
(BILA DILAKUKAN PENGGANTIAN TERBATAS MAUPUN BEBAS).
PAPAN INFORMASI.
HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN DLL (TINGGI 2 M).
SPANDUK KECIL MENUNJUKAN LAPANGAN.
DISEBUT LAPANGAN A ATAU B.
TENDA OFISIAL PERTANDINGAN.
MEJA DAN BANGKU UNTUK OFISIAL PERTANDINGAN.
SISTIM SUARA (SOUND SYSTEM).
BANGKU CADANGAN.
GARIS TEKNIK.
DIBUAT GARIS TEPUTUS-PUTUS, MULAI DARIMEMBUAT GARIS DISAMPING BANGKU

113

CADANGAN (KIRI-KANAN) SEPANJANG 1 M, KEMUDIAN MENARIK GARIS LURUS


KEDEPANSAMPAI 1 M SEBELUM GARIS SAMPING.
TANDA-TANDA PENUNJUK (SIGNED).

OFISIAL KESEBELASAN
OFISIAL KESEBELASAN TERDIRI DARI 7 ORANG :

MANAJER KESEBELASAN
PENANGGUNG JAWAB TIM DAN ROMBONGAN.
PELATIH KESEBELASAN
BILA ADA SEKURANGNYA BERLISENSI D DAN/ATAU
PERNAH MENGIKUTI PELATIHAN PELATIH USIA MUDA
KESEHATAN KESEBELASAN
MEMBAWA KOTAK/TAS P3K.
DAN 4 OFISIAL LAINNYA.

OFISIAL PERTANDINGAN

WASIT 8 ORANG.
INSPEKTUR WASIT (IW) 1 ORANG.
PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) 1ORANG.
SETIAP MITRA TANDING DIPIMPIN SEORANG WASIT DAN SEORANG OFISIAL KEDUA,
DENGAN TUGAS WASIT MEMIMPIN PERTANDINGAN DI LAPANGAN PERMAINAN.
OFISIAL KEDUA MEMBANTU WASIT, MEMERIKSA PERLENGKAPAN PEMAIN, MENGIKUTI
SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH MITRA TANDING, MENGATUR KETERTIBAN DISISI
LAPANGAN DAN DI BANGKU CADANGAN, MEMPERSILAKAN PETUGAS KESEHATAN
KESEBELASAN MEMASUKI LAPANGAN, MEMBIMBING BILA ADA PEMAIN DIKELUARKAN.
IW (INSPEKTUR WASIT) BERTUGAS MENGATUR PENUGASAN WASIT.
PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) BERTUGAS MEMIMPIN PERTEMUAN TEKNIK, SEBAGAI
PENANGGUNG JAWAB DAN MENGAWASI PERTANDINGAN, MENCATAT KEJADIAN
PENTING, MENANGANI DAN MENYELESAIKAN SEMUA PERMASALAHAN YANG TIMBUL
SEBELUM, SELAMA DAN SESUDAH MITRA TANDING, SERTA MEMASTIKAN SEMUA
SESUAI DENGAN PERATURAN.
KHUSUS UNTUK WASIT ATAU YANG AKAN BERTINDAK SEBAGAI WASIT, BERTUGAS
SEBAGAI WASIT YANG MEMIMPIN MITRA TANDING BAGI PEMAIN USIA MUDA, ATAU
SEBAGAI WASIT PENDIDIK PADA PEMBINAAN PEMAIN MUDA. IA HARUS MEMANDU
PARAPEMAIN AGAR MEMBIASAKAN DARI SEJAKMUDA MENGHORMATI PERATURAN
DANMENTATI KEPUTUSAN WASIT.

114

URUTAN KEDUDUKAN

PEMENANG NP.7
PENGALAH NP.8
PENGALAH NP.7
PENGALAH NP.8

MENDUDUKI PERINGKAT 3.
MEN DUDUKI PERINGKAT 1.
MENDUDUKI PERINGKAT 4.
MENDUDUKI PERINGKAT 2.

PEMAIN

PEMAIN PESERTA BERUSIA 14 TAHUN.


PEMAIN YANG DIDAFTARKAN (DNP) 22 ORANG PEMAIN, YANG SETIAP BERTANDING
MASUK DALAM DSP JUGA 22 ORANG PEMAIN (NAMA YANG SAMA DALAM DNP),
SEMUA PEMAIN HARUS BERMAIN.
PEMAIN YANG BERMAIN DI PARUH PERTAMA MAUPUN YANG BERMAIN DI PARUH
KEDUA TIDAK BOLEH DIGANTI KECUALI CEDERA BERAT YANG TIDAK MEMUNGKINKAN
MELANJUTKAN BERMAIN, DAPAT DIGANTI PEMAIN LAIN YANG TERCANTUM DALAM
DSP.
PENGGANTIAN PEMAIN DILAKUKAN SAAT JEDA, YANG BERMAIN DI PARUH PERTAMA
SEMUA DIGANTI OLEH 11 PEMAIN PENGGANTI YANG BERMAIN DI PARUH KEDUA.

TATA TERTIB BANGKU CADANGAN

YANG DUDUK DI BANGKU CADANGAN 11 ORANG PEMAIN CADANGAN DAN 7 ORANG


OFISIAL TIM.
SEMUA YANG DUDUK DI BANGKU CADANGAN HARUS BERLAKU TERTIB DAN SOPAN.
MENGGUNAKAN ROMPI DENGAN WARNA LAIN DENGAN WARNA KOSTIM.

PELANGGARAN

SETIAP PEMAIN YANG MELAKUKANPELANGGARAN DIBERIKAN SANKSI :


TETAPI DISAMPAIKAN SECARA EDUKATIF
PERINGATAN
DIBERIKAN PENGERTIAN BAHWA HAL ITU SALAH DAN SUPAYA TIDAK DIULANGI LAGI.
PENGUSIRAN
TIDAK DIPERKENANKAN BERMAIN KEMBALI PADA PERTANDINGAN YANG SAMA DAN
SATUKALI PERTANDINGAN BERIKUTNYA.

115

FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU


FAIR PLAY :
MENANAMKAN SIKAP PERILAKU FAIR PLAY SEJAK DINI.
KARTU HIJAU :
SEBAGAI PENGHARGAAN WASIT KEPADAPEMAIN YANG TELAH MEMPERLIHATKAN
SIKAP PERILAKU FAIR PLAY SELAMA BERMAIN,TERMASUK KEPADA PELATIH.

PERTEMUAN TEKNIK

DILAKUKAN SEBELUM MITRA TANDING.


DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN.
UNTUK MEWUJUDKAN KESERAGAMAN PENGERTIAN YANG SAMA ATAS SEMUA HAL
YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN.
UNTUK MENGHASILKAN KEPUTUSAN DAN KESEPAKATAN YANG DIJADIKAN PANDUAN
DIDALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN PROGRAM MITRA TANDING, SUPAYA BISA
BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR.

SKRINING

SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK DILAKUKAN SKRINING PEMAIN DENGAN CARA SALING


MEMERIKSA PEMAIN LAWAN MITRA TANDING BERIKUT KELENGKAPAN DOKUMEN
KELAHIRAN.
TIDAK BOLEH BERBOHONG DALAM SOAL USIA PEMAIN YANG DIBINANYA.
DIDASARI DENGAN KEJUJURAN DAN SALING PERCAYA.

URUNAN DIANTARA SSB SATU KELOMPOK

TEMPAT MITRA TANDING DI TEMPAT LATIHAN SSB TUAN RUMAH.


OFISIAL PERTANDINGAN DIBAWA MASING-MASING SEORANG OLEH SETIAP SSB
TERGABUNG, SEORANG IW DAN PP OLEH SSB TUAN RUMAH.
BOLA SEPAK DISEDIAKAN BERSAMA OLEH SSB PESERTA.
GAWANG DISEDIAKAN SSB TUAN RUMAH ATAU MILIK SALAH SATU SSB PESERTA, ATAU
JUGA DIBUAT MENJADI MILIK BERSAMA,
PAPAN SKOR PERTANDINGAN, PAPAN PENGGANTI, PAPAN INFORMASI DAN SPANDUK
TANDA NAMA LAPANGAN (A DAN B), DISEDIAKAN SSB TUAN RUMAH ATAU MILIK SALAH
SSB PESERTA, ATAU JUGA DIBUAT MENJADI MILIK BERSAMA.
DEMIKIAN PULA SISTEM SUARA BISA DISEDIAKAN SSB TUAN RUMAH, ATAU PATUNGAN
DIANTARA SSB ANGGOTA KELOMPOK.
KONSUMSI UNTUK MASING-MASING SSB PESERTA DAPAT DISEDIAKAN OLEH ORANG
TUA SSB YANG BERSANGKUTAN.
116

HASIL AKHIR MITRA TANDING


DATA STATISTIK

URUTAN KEDUDUKAN SSB PESERTA MITRA TANDING.


PENCETAK GOL TERBANYAK.
PENJAGA GAWANG TERSEDIKIT KEMASUKAN GOL.
PEMAIN TERBAIK DISEMUA POSISI, PENJAGA GAWANG, PEMAIN BELAKANG, PEMAIN
TENGAH DAN PEMAIN DEPAN.
DIHIMPUN DALAM LAPORAN MITRA TANDING, DILENGKAPI DATA STATISTIK.

HASIL AKHIR MITRA TANDING


EVALUASI DAN PENILAIAN

EVALUASI DAN PENILAIAN ATAS PENAMPILAN KESEBELASAN MAUPUN PERSEORANGAN


DARI SEMUA SSB PESERTA MITRA TANDING.
EVALUASI DAN PENILAIAN KEGIATAN MITRA TANDING DIBUAT ATAS DASAR ISIAN FORM
PENILAIAN PELATIH, YANG DIMINTA KESEDIAANNYA UNTUK MELAKUKAN PENILAIAN
ATAS KESEBELASANNYA SENDIRI MAUPUN KESEBELASAN LAWANNYA.

SELESAI
TERIMA KASIH
JAKARTA, 23 OKTOBER 2013
M.ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
FOTO : GOOGLE IMAGES

117

MERANCANG JADUAL PERTANDINGAN


LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA
12 PESERTA

GOOGLE IMAGES

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

118

PERTANDINGAN
LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA 12 PESERTA

CONTOH BILA DIIKUTI 12 SSB.


SISTIM PERTANDINGAN KOMPETISI PENUH,
2 PUTARAN, UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
PESEPAKBOLA SSB PESERTA.
DENGAN JUMLAH PERTANDINGAN SEBANYAK 66 DI SETIAP PUTARAN ATAU JUMLAH
PERTANDINGAN KESELURUHAN 132 PERTANDINGAN.
PERTANDINGAN SETIAP HARI 2 KALI = 33 HARI PERTANDINGAN DALAM 1 PUTARAN
DAN 66 HARIPERTANDINGAN DALAM 2 PUTARAN.
DI 1 ATAU 2 TEMPAT BERBEDA DISETIAP PUTARAN.
DENGAN POLA JADUAL PERTANDINGAN SEBAGAI BERIKUT :

POLA JADUAL PERTANDINGAN


CONTOH RUMUS INISIAL ANGKA

1-2
3-4
5-6
7-8
9-10
11-12
5-1
6-2
7-11
8-12
9-3
10-4

1-6
2-5
11-8
12-7
3-10
4-9
9-1
10-2
5-11
6-12
7-3
8-4

1-10
2-9
11-6
12-5
3-8
4-7
9-5
10-6
3-11
4-12
7-1
8-2

5-10
6-9
11-4
12-3
1-8
2-7
9-7
10-8
11-1
12-2
3-5
4-6

7-10
8-9
1-12
2-11
5-4
6-3
7-5
8-6
3-1
4-2
9-11
10-12

5-8
6-7
1-4
2-3
11-10
12-9

POLA JADUAL PERTANDINGAN


CONTOH INISIAL ANGKA = CONTOH INISIAL HURUF

KM1
2
3
4
5
6
7
8

=
=
=
=
=
=
=
=

A
B
C
D
E
F
G
H

(ALFA)
(BRAVO)
(CHARLIE)
(DELTA
(ECHO)
(FOXTROTH)
(GOLF)
(HOTEL)
119

9
10
11
12

=
=
=
=

I
J
K
L

(INDIA)
(JULIET)
(KILO)
(LIMA)

CONTOH JADUAL PERTANDINGAN


APLIKASI INISIAL HURUF
PUTARAN SATU :
HARI PERTAMA :
NP.1
NP.2

SSB ALFA LWN SSB BRAVO


SSB CHARLIE LWN SSB DELTA

HARI KEDUA :
NP.3
NP.4

SSB ECHO LWN SSB FOXTROTH


SSB GOLF LWN SSB HOTEL

HARI KETIGA :
NP.5
NP.6

SSB INDIA LWN SSB JULIET


SSB KILO LWN SSB LIMA

HARI KEEMPAT :
NP.7
NP.8

SSB ECHO LWN SSB ALFA


SSB FOXTROTH LWN SSB BRAVO

HARI KELIMA :
NP.9 SSB GOLF LWN SSB KILO
NP.10 SSB HOTEL LWN SSB LIMA

HARI KEENAM :
NP.11 SSB INDIA LWN SSB CHARLIE
NP.12 SSB JULIET LWN SSB LIMA

HARI KETUJUH :
NP.13 SSB ALFA LWN SSB FOXTROTH
NP.14 SSB BRAVO LWN SSB ECHO

HARI KEDELAPAN :
NP.15 SSB KILO LWN SSB HOTEL
NP.16 SSB LIMA LWN SSB GOLF

HARI KESEMBILAN :
NP.17 SSB CHARLIE LWN SSB JULIET
NP.18 SSB DELTA LWN SSB INDIA

HARI KESEPULUH :
NP.19 SSB INDIA LWN SSB ALFA
NP.20 SSB JULIET LWN SSB BRAVO

120

HARI KESEBELAS :
NP.21 SSB ECHO LWN SSB KILO
NP.22 SSB FOXTROTH LWN SSB LIMA

HARI KEDUABELAS :
NP.23 SSB GOLF LWN SSB CHARLIE
NP.24 SSB HOTEL LWN SSB DELTA

HARI KETIGABELAS :
NP.25 SSB ALFA LWN SSB JULIET
NP.26 SSB BRAVO LWN SSB INDIA

HARI KEEMPATBELAS :
NP.27 SSB KILO LWN SSB FOXTROTH
NP.28 SSB LIMA LWN SSB ECHO

HARI KELIMABELAS :
NP.29 SSB CHARLE LWN SSB HOTEL
NP.30 SSB DELTA LWN SSB GOLF

HARI KEENAMBELAS :
NP.31 SSB INDIA LWN SSB ECHO
NP.32 SSB JULIET LWN SSB FOXTROTH

HARI KETUJUHBELAS :
NP.33 SSB CHARLIE LWN SSB KILO
NP.34 SSB DELTA LWN SSB LIMA

HARI KEDELAPANBELAS :
NP.35 SSB GOLF LWN KLUB SSB ALFA
NP.36 SSB HOTEL LWN SSB BRAVO

HARI KESEMBILANBELAS :
NP.37 SSSB ECHO LWN SSB JULIET
NP.38 SSB FOXTROTH LWN SSB INDIA

HARI KEDUAPULUH :
NP.39 SSB KILO LWN SSB DELTA
NP.40 SSB LIMA LWN SSB CHARLIE

HARI KEDUAPULUHSATU :
NP.41 SSB ALAFA LWN SSB HOTEL
NP.42 SSB BRAVO LWN SSB GOLF

HARI KEDUAPULUHDUA :
NP.43 SSB INDIA LWN SSB GOLF
NP.44 SSB JULIET LWN SSB HOTEL

HARI KEDUAPULUHTIGA :
NP.45 SSB KILO LWN SSB ALFA
NP.46 SSB LIMA LWN SSB BRAVO

121

HARI KEDUAPULUHEMPAT :
NP.47 SSB CHARLIE LWN SSB ECHO
NP.48 SSB DELTA LWN SSB FOXTROTH

HARI KEDUAPULUHLIMA :
NP.49 SSB GOLF LWN SSB JULIET
NP.50 SSB HOTEL LWN SSB INDIA

HARI KEDUAPULUHENAM :
NP.51 SSB ALFA LWN SSB LIMA
NP.52 SSB BRAVO LWN SSB KILO

HARI KEDUA PULUHTUJUH :


NP.53 SSB ECHO LWN SSB DELTA
NP.54 SSB FOXTROTH LWN SSB CHARLIE

HARI KEDUAPULUHDELAPAN :
NP.55 SSB GOLF LWN SSB ECHO
NP.56 SSB HOTEL LWN SSB FOXTROTH

HARI KEDUAPULUHSEMBILAN :
NP.57 SSB CHARLIE LWN SSB ALFA
NP.58 SSB DELTA LWN SSB BRAVO

HARI KETIGAPULUH :
NP.59 SSB INDIA LWN SSB KILO
NP.60 SSB JULIET LWN SSB LIMA

HARI KETIGAPULUHSATU :
NP.61 SSB ECHO LWN SSB HOTEL
NP.62 SSB FOXTROTH LWN SSB GOLF

HARI KETIGAPULUHDUA :
NP.63 SSB ALFA LWN SSB DELTA
NP.64 SSB BRAVO LWN SSB CHARLIE

HARI KETIGAPULUHTIGA :
NP.65 SSB KILO LWN SSB JULIET
NP.66 SSB LIMA LWN SSB INDIA

JADUAL PERTANDINGAN BERIKUT

PUTARAN DUA
NOMOR PERTANDINGAN 67 S/D 132.
HARI PERTAMA SAMPAI HARI KE TIGA PULUH TIGA, BILA PERTANDINGAN 2 KALI SEHARI.
JADUAL PERTANDINGAN TINGGAL DIBALIK DARI JADUAL PERTANDINGAN PUTARAN
SATU.
CONTOH BILA PADA PUTARAN SATU, ALFA LAWAN BRAVO, CHARLIE LAWAN DELTA
DAN ECHO LAWANFOXTROTH, PADA PUTARAN DUA DIBALIK MENJADIBRAVO LAWAN
ALFA, DELTA LAWAN CHARLIE DAN FOXTROTH LAWAN ECHO.

(M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA-2013, FOTO : GOOGLE IMAGES)


122

MENDUKUNG PESEPAKBOLA ANAK2


PADA USIA DINI (GRASSROOTS)
M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2015

DOKUMEN FOTO SSB ASAD

123

SEPAKBOLA ANAK2 USIA DINI

SEPAKBOLA ANAK2 ATAU SEPAKBOLA USIA DINI S/D USIA 12 TAHUN ADALAH
SEPAKBOLA YANG HARUS DI TANGANI HATI2, ATAU HARUS MEMPERLAKUKAN ANAK2
SESUAI USIANYA DAN IA TIDAK BOLEH DI PERLAKUKAN SAMA DENGAN PEMAIN USIA
MUDA APALAGI PEMAIN DEWASA.
ORANG TUA, PELATIH DAN PENGURUS HARUS BEKERJA SAMA MENDUKUNG ANAK2
DALAM BERMAIN SEPAKBOLA, DORONG MEREKA UNTUK BELAJAR MANDIRI.
PEMBINAAN DI SEGMEN INI HARUS SESUAI JUGA DENGAN PANDUAN FIFA
GRASSROOTS.

PANDUAN FIFA GRASSROOTS, TENTANG 5 FILOSOFIS GRASSROOTS

SEPAKBOLA UNTUK SEMUA ORANG, DAPAT DI MAINKAN DI MANA SAJA, TANPA


MEMBEDAKAN USIA, KEPERCAYAAN, ETIKA, LATAR BELAKANG SOSIAL DAN
KEBUGARAN.
PROGRAM INI MEMBAWA SEPAKBOLA KE SELURUH DUNIA UNTUK USIA 6 S/D 12 TH.
SEPAKBOLA ADALAH SEKOLAH FAIR PLAY SEUMUR HIDUP, SEMANGAT BEKERJA SAMA,
PERTEMANAN HANYA SEDIKIT DARI BANYAK NILAI YANG DI DAPAT DARI SEPAKBOLA.
UNTUK KESENANGAN YANG MERUPAKAN HAL TERPENTING DALAM PELATIHAN
SEPAKBOLA, MENGAJARKAN PERMAINAN DAN BUKAN KEMENANGAN SEMATA DALAM
SEMUA TUJUANNYA.
BIARKAN ANAK-ANAK DI BERIKAN KEBEBASAN SAAT BERMAIN SEPAKBOLA YANG DI
PERUNTUKAN BAGI PESEPAKBOLA USIA DINI AGAR BERGAIRAH DAN MEMBERIKAN
PENGHARGAAN BAGINYA.

ORANG TUA, PELATIH DAN PENGURUS


BERSAMA MENDUKUNG PESEPAKBOLA CILIK
(BERKAIT DGN PANDUAN FIFA GRASSROOTS)

ORANG TUA AGAR SENANTIASA MEMBERI DUKUNGAN DAN PERHATIAN TERHADAP


ANAK YANG MEMILIKI KEGEMARAN BERMAIN SEPAKBOLA.
PELATIH PESEPAKBOLA GRASSROOTS LEBIH MENGUTAMAKAN MEMBERIKAN
BIMBINGAN PADA SAAT ANAK-ANAK BERMAIN SEPAKBOLA DARIPADA MEMBERIKAN
INSTRUKSI, IA ADALAH PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR).
PENGURUS LEBIH MENGEDEPANKAN CARA PEMBINAAN YANG BERSIFAT PARENTING.

SEMUA PIHAK HARUS MEMBUAT MEREKA SENANG

BUAT ANAK2 MAKIN MENYENANGI SEPAKBOLA.


ORANG TUA DI HARAPKAN SELALU SIAP MENDUKUNG KEINGINAN ANAK2 UNTUK
BERMAIN SEPAKBOLA.
124

PELATIH BEKERJA UNTUK MEMPERKENALKAN DAN MEMBANGUN FONDASI PEMAIN


DENGAN MEMBERIKAN ASUPAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK
DAN BENAR DENGAN CARA YANG MENYENANGKAN.
PENGURUS BERPERAN MENYIAPKAN FASILITAS DAN MEMBANGUN SUASANA AGAR
ANAK2 DAPAT SENANG BERLATIH, MELAKUKAN KOMUNIKASI DENGAN PARA ORANG
TUA, MENUNJANG KERJA PELATIH AGAR DAPAT MELAKSANAKAN TUGAS POKOK
MELATIH DENGAN BAIK, SUPAYA BISA MENGHASILKAN BINAANNYA MENJADI SEORANG
PEMAIN BERKUALITAS.

PENDEKATAN PELATIH USIA DINI

HARUS SELALU MEMBERIKAN PERHATIAN KEPADA SEMUA ANAK DIDIKNYA, MENJALIN


KOMUNIKASI HANGAT, MEMBANGUN SUASANA GEMBIRA, BAIK SAAT BERLATIH
MAUPUN SAAT BERTANDING.
MEMBERIKAN KESEMPATAN BERMAIN DALAM BERBAGAI POSISI.
MEMBERIKAN KELELUASAAN BERMAIN KEPADA SEMUA PEMAINNYA, TIDAK MEMAKSA
ANAK UNTUK BERMAIN DALAM CARA TERTENTU ATAU HARUS MEMENANGKAN
PERTANDINGAN DENGAN SEGALA CARA.
BERMAIN UNTUK MENANG TETAPI KEMENANGAN BUKAN TUJUAN SEMATA.
MEMBERIKAN KESEMPATAN BERMAIN KEPADA SEMUA PEMAIN SAAT MENGIKUTI
PERTANDINGAN.

BERI DUKUNGAN TERHADAP ANAK

GOOGLE IMAGES

125

BERSIAP MENUJU KE LAPANGAN

GOOGLE IMAGES

ANTAR ANAK KE LAPANGAN

GOOGLE IMAGES

126

MENDUKUNG ANAK

GOOGLE IMAGES

AYAH BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN ANAK DI HALAMAN

GOOGLE IMAGES

UNTUK MENAMBAH LATIHAN SEPAKBOLA DI LUAR JADUAL LATIHAN DI SEKOLAH SEPAKBOLA,


SANG AYAH BISA BERTINDAK SEBAGAI PELATIH DI HALAMAN RUMAH SENDIRI, DENGAN
MEMBERIKAN LATIHAN MENIMANG-NIMANG BOLA (JUGLING).

127

AYAH MENGIKUTI ANAK BERLATIH MENGGIRING BOLA

GOOGLE IMAGES

SANG AYAH MENGIKUTI ANAKNYA YANG SEDANG BERLATIH MENGGIRING BOLA DI LAPANGAN
TERBUKA, SANG AYAH MENCOBA MEREBUT BOLA YANG DI KUASAI ANAKNYA DENGAN CARA
MENGEJAR SANG ANAK UNTUK BERUSAHA MEREBUT BOLA DAN ANAKNYA BERUSAHA
MENJAUH AGAR BOLANYA TIDAK BISA DI REBUT SANG AYAH.

AYAH MELATIH ANAKNYA AGAR BISA MEREBUT BOLA DARI KAKINYA

GOOGLE IMAGES

SANG AYAH DI LAPANGAN TERBUKA MELATIH ANAKNYA AGAR BISA MEREBUT BOLA DARI
KAKINYA DALAM SUASANA FUN ATAU GEMBIRA.

128

AYAH MEMBERIKAN BIMBINGAN CARA MELINDUNGI BOLA

GOOGLE IMAGES

SANG AYAH MEMBERIKAN BIMBINGAN BAGAIMANA CARANYA MENGGIRING DAN


MELINDUNGI BOLA (SCREEN BALL), PADA SANG ANAK DI LAPANG TERBUKA.

ANAK WANITA BERLATIH MELINDUNGI BOLA AYAH COBA MEREBUT BOLA

GOOGLE IMAGES

ANAK WANITA BERLATIH MELINDUNGI BOLA DI LAPANGAN TERBUKA, SANG AYAH MENCOBA
MENGGANGGU DAN MEREBUT BOLA DARI KAKI ANAK WANITANYA.

ANAK WANITA BERLATIH MENGONTROL BOLA DI BAWAH PERHATIAN AYAH

GOOGLE IMAGES

ANAK WANITA BERLATIH MENGONTROL BOLA DI LAPANGAN PINGGIR SUNGAI, SANG AYAH
MEMPERHATIKAN CARA SANG ANAK MENGONTROL BOLA DENGAN MEMPERGUNAKAN KAKI
BAGIAN BAWAH.
129

AYAH BERLOMBA DENGAN ANAKNYA UNTUK BERUSAHA MENGUASAI BOLA

GOOGLE IMAGES

SANG AYAH DI LAPANGAN TERBUKA BERLOMBA DENGAN ANAKNYA UNTUK BERUSAHA


MENGUASAI BOLA, SAMBIL BERGEMBIRA SIAPA CEPAT DIA DAPAT.

AYAH MEMBERIKAN BIMBINGAN CARA MENENDANG BOLA

GOOGLE IMAGES

SANG AYAH MEMBERIKAN BIMBINGAN CARA MENENDANG BOLA KEPADA ANAKNYA, AGAR
DAPAT MENENDANG DENGAN BAGIAN KAKI YANG BENAR, KAKI YANG MENJADI TUMPUAN,
ANCANG-ANCANG DAN AYUNAN KAKI.

IBU DAN ANAKNYA SALING BEREBUT BOLA DALAM SUASANA FUN

GOOGLE MAGES

130

GILIRAN SANG IBU BERMAIN BOLA DENGAN ANAKNYA DI HALAMAN BELAKANG RUMAHNYA,
KEDUANYA SALING BEREBUT BOLA DALAM SUASANA GEMBIRA.
IBU DAN DUA ANAK WANITANYA SALING BEREBUT BOLA

GOOGLE IMAGES

KEMBALI GILIRAN SANG IBU BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN DUA ANAKNYA, BERTIGA SALING
BEREBUT BOLA, YANG LEBIH CEPAT IA YANG AKAN MENGUASAI BOLA TERSEBUT.
IBU, KAKAK PEREMPUAN, ANAK LELAKI DAN AYAH BERMAIN SEPAKBOLA

GOOGLE IMAGES

KINI GILIRAN SATU KELUARGA BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BERGEMBIRA DI LAPANGAN TERBUKA,
SANG IBU, SANG KAKAK PEREMPUAN DAN SANG AYAH MENGEJAR SANG ANAK LELAKINYA, YANG
SEDANG BERLARI MENGGIRING BOLA DENGAN CEPAT SUPAYA TIDAK BISA DI REBUT DARI KAKINYA.

PELATIH MEMBERIKAN GAMBARAN APA YANG HARUS DI LAKUKAN PEMAIN

GOOGLE IMAGES

PELATIH BERSAMA ANAK DIDIKNYA, MEMBIMBING DENGAN MEMBERIKAN GAMBARAN APA YANG
HARUS DILAKUKAN PARA PEMAIN SAAT DI DALAM LAPANGAN PERMAINAN MENGHADAPI LAWAN

131

BERMAINNYA, DENGAN CARA SEDERHANA DAN TETAP DALAM SUASANA FUN ATAU BERGEMBIRA
SETIAP KALI BERTEMU DENGAN ANAK DIDIKNYA.

PELATIH BERKOMUNIKASI DENGAN PARA PEMAINNYA MENJELANG BERMAIN

GOOGLE IMAGES

PELATIH SEPAKBOLA GRASSROOTS HARUS MELAKUKAN KOMUNIKASI DUA ARAH DENGAN


ANAK-ANAK DIDIKNYA DAN DALAM BAHASA SEDERHANA YANG MUDAH DI PAHAMI ANAKANAK, MENJELANG WAKTU BERMAIN SEPAKBOLA.
KOMUNIKASI AKRAB HARUS DI JALIN ANTARA PELATIH DENGAN PEMAIN DIDIKNYA

GOOGLE IMAGES

KOMUNIKASI AKRAB HARUS DI JALIN ANTARA PELATIH DENGAN PEMAIN DIDIKNYA, DI


LAKUKAN DENGAN CARA KOMUNKASI DUA ARAH ATAU TIMBAL BALIK DI ANTARA DUA PIHAK,
AGAR PELATIH DAPAT MENGETAHUI DAYA SERAP PARA PEMAIN CILIK TERHADAP PETUNJUKPETUNJUK YANG DI BERIKAN KEPADANYA DAN SEKALIGUS BISA MENGETAHUI JUGA APA SAJA
YANG DI INGINKAN ANAK2 SAAT AKAN BERMAIN SEPAKBOLA.

132

PELATIH MEMBERIKAN PETUNJUK KHUSUS TERHADAP SEORANG PEMAIN

GOOGLE IMAGES

PELATIH MEMBERIKAN PETUNJUK KHUSUS SEBELUM BERMAIN SEPAKBOLA TERHADAP


SEORANG PEMAIN, MENGINGATKAN PEMAIN TERSEBUT TENTANG HAL-HAL YANG PERNAH DI
LATIHKAN KEPADA YANG BERSANGKUTAN. DAN KAITANNYA DENGAN ITU, PELATIH
MEYAKINKAN BAHWA IA MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK ITU, LAKUKANLAH NAK DENGAN
PENUH PERCAYA DIRI.
PELATIH MEMBERIKAN PETUNJUK DAN DORONGAN SEMANGAT KEPADA PEMAIN

GOOGLE IMAGES

PELATIH DENGAN PENUH KEHANGATAN SEDANG MEMBERIKAN PETUNJUK DAN DORONGAN


SEMANGAT KEPADA PEMAIN DI DEPANNYA, AGAR IA DAPAT BERMAIN LEBIH BAIK DARI
SEBELUMNYA.

133

PELATIH SEDANG MEMPERHATIKAN ANAK2 YANG SEDANG BERLATIH

GOOGLE IMAGES

SEORANG PELATIH HARUS MEMPERHATIKAN DENGAN BAIK KETIKA ANAK DIDIKNYA SEDANG
BERLATIH TEKNIK DASAR, AMBIL POSISI YANG TEPAT UNTUK MEMBERITAHU DAN
MEMPERBAIKI CARA MENENDANG ATAU MENGONTROL BOLA, IA HARUS BERKELILING
MENGAMBIL POSISI MENDEKATI ANAK DIDIKNYA SATU PERSATU.
PELATIH MEMBERI CONTOH MENGGIRING BOLA KEPADA ANAK DIDIKNYA

GOOGLE IMAGES

PELATIH SEDANG MEMBERIKAN CONTOH MENGGIRING BOLA ATAU MEMPERAGAKAN TEKNIK


DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR KEPADA ANAK DIDIKNYA, BUAT
MEREKA SENANG SAAT BERMAIN SEPAKOLA (FUN FOOTBALL).

134

PELATIH HARUS SELALU DEKAT POSISINYA DENGAN PEMAIN YANG SEDANG BERLATIH
MEMAINKAN BOLA

GOOGLE IMAGES

PELATIH MEMPERHATIKAN PEMAIN YANG SEDANG MENGGIRING BOLA SECARA ZIG-ZAG


MELALUI KONE-KONE YANG DI PASANG. PELATIH HARUS SELALU BERPOSISI MENDEKAT KE
TITIK LATIHAN. SEHINGGA MEMUDAHKAN KERJANYA SAAT HARUS MENGOREKSI GERAKAN
YANG SALAH DAN SEKALIGUS MEMPERBAIKI DENGAN PETUNJUK DAN CONTOH YANG BENAR.
PELATIH MEMBERIKAN DORONGAN SEMANGAT, IKUT BERMAIN BERSAMA PARA PEMAIN

GOOGLE IMAGES

PELATIH BISA IKUT BERMAIN BERSAMA PEMAIN DIDIKNYA, UNTUK MEMBERIKAN DORONGAN
KEPADA PARA PEMAIN AGAR LEBIH BERSEMANGAT LAGI SAAT SEDANG BERMAIN SEPAKBOLA,
KHUSUSNYA KETIKA MELAKUKAN MITRA LATIHAN INTERNAL DENGAN SESAMA PEMAIN DI
LINGKUNGAN TEMPAT IA MELATIH.

135

PELATIH BISA BERTINDAK SEBAGAI KIPER SAAT PEMAIN BERLATIH MENEMBAK KE GAWANG

GOOGLE IMAGES

PELATIH JUGA BISA BERTINDAK SEBAGAI KIPER SAAT PEMAIN BERLATIH MENEMBAK KE
GAWANG, HAL INI BISA MENYENANGKAN ANAK DIDIK, SEKALIGUS MENGASAH KEMAMPUAN
MENEMBAK DAN MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRINYA, MANAKALA BOLA YANG DI
TENDANGNYA BISA MASUK KE GAWANG YANG DI JAGA OLEH SANG PELATIHNYA.
PELATIH DENGAN SENANG HATI IKUT BERGABUNG MEMAINKAN BOLA DENGAN ANAK DIDIK

GOOGLE IMAGES

PELATIH DENGAN SENANG HATI BISA IKUT BERGABUNG MEMAINKAN BOLA DENGAN ANAK
DIDIKNYA BERLATIH DI LAPANGAN. MENGOLAH, MEMAINKAN DAN MENJINAKAN BOLA.
BERBAGAI AKSI FUN PEMAIN

GOOGLE IMAGES
136

BERBAGAI AKSI MELATIH FONDASI PEMAIN

GOOGLE IMAGES

SELESAI.
TERIMA KASIH.
JAKARTA, 1 JANUARI 2015.
M. ACHWANI.
MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU).
SUMBER :
1. PANDUAN FIFA GRASSROOTS.
2. CATATAN M. ACHWANI TENTANG GRASSROOTS & YOUTH FOOTBALL
DEVELOPMENT, 2014.
3. FOTO :
DOKUMEN FOTO SSB ASAD
GOOGLE IMAGES.
DOKUMEN FOTO PRIBADI

137

PROGRAM PENGEMBANGAN BOLA UDIN DAN BOLA UMUD

DOKUMEN FOTO SSB YOUNG TIGERS

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2014

138

PROGRAM PENGEMBANGAN BOLA UDIN DAN BOLA UMUD

MEMBANGUN JARINGAN DAN MEMBANGUN KOMUNITAS


MENYELENGGARAKAN FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI
MENYELENGGARAKAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI
MENYELENGGARAKAN TURNAMEN SEPAKBOLA USIA MUDA
MENYELENGGARAKAN INVITASI SEPAKBOLA USIA DINI
MENYELENGGARAKAN INVITASI SEPAKBOLA USIA MUDA
MENYELENGGARAKAN LIGA SEPAKBOLA USIA DINI
MENYELENGGARAKAN LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA
MENGHASILKAN TIM TERBAIK FESTIVAL DAN LIGA USIA DINI
MENGHASILKAN JUARA TURNAMEN DAN LIGA USIA MUDA
PEMILIHAN PEMAIN TERBAIK
MENYELENGGARAKAN KAMP LATIHAN
MENDIRIKAN AKADEMI SEPAKBOLA
MENDIRIKAN SEKOLAH SEPAKBOLA UNGGULAN

MEMBANGUN JARINGAN DAN KOMUNITAS


MEMBANGUN JARINGAN DAN KOMUNITAS SEPAKBOLA PEMBINAN USIA DINI DAN PEMBINAAN
USIA MUDA SANGATLAH DI PERLUKAN SEBAGAI LANGKAH AWAL SEBELUM KITA
MENYELENGGARAKAN BERBAGAI KEGIATAN PEMBINAAN ATAUPUN KEGIATAN PERTANDINGAN
SEPAKBOLA DI SEGMEN USIA TERSEBUT.
SEHINGGA MEMUDAHKAN KITA KETIKA HENDAK MENYELENGGARAKAN SEBUAH KEGIATAN
YANG MEMERLUKAN JUMLAH TIM PESERTA YANG DI BUTUHKAN DAPAT TERCAPAI SESUAI
RENCANA, DI KARENAKAN KITA MEMILIKI JARINGAN DAN KOMUNITAS YANG JUMLAHNYA
DAPAT DI ANDALKAN.
DAN SEBELUMNYA JUGA BISA MEMUDAHKAN KITA BILA HENDAK MEMPROMOSIKAN ATAU
MENSOSIALISASIKAN RENCANA PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN SEPERTI FESTIVAL ATAU
TURNAMEN KE KE BANYAK TEMPAT PUSAT JARINGAN KOMUNITAS KITA MELALUI ACARA
DISKUSI, SEMINAR/WORKSHOP, PELATIHAN DAN ACARA SERUPA LAINNYA, AGAR PADA
WAKTUNYA KEGIATAN PERTANDINGAN YANG DI RENCANAKAN DI BERBAGAI TEMPAT DAPAT
TERLAKSANA DENGAN BAIK DAN LANCAR.

MENYELENGGARAKAN FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI


KEGIATAN MENYELENGGARAKAN FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI YANG
BERTUJUAN UNTUK MEMBANGUN FONDASI TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA, DENGAN
MEMBERIKAN ASUPAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, SEPERTI TEKNIK MENGGIRING
BOLA, MENENDANG BOLA DAN MENGONTROL BOLA, BISA DI IKUTI ANAK-ANAK UDIN ATAU DI
PERUNTUKAN BAGI PEMAIN KELOMPOK USIA, 8-10-12 TAHUN, PELATIHAN BERDURASI ANTARA
1 S/D 2 JAM SESUAI KELOMPOK USIA MASING-MASING, BERTEMPAT DI STADION YANG
MEMILIKI TRIBUN TEMPAT DUDUK PARA ORANG TUA YANG MENGANTAR PUTRANYA BERLATIH
SEPAKBOLA.

139

DI PANDU OLEH PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR) YANG MENANGANI PELATIHAN TEKNIK
DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DAN BISA DI AKHIRI DENGAN MITRA TANDING (GAMES) DI
ANTARA PESERTA PELATIHAN, DENGAN MEMBENTUK TIM-TIM SESUAI KELOMPOK USIANYA
UNTUK DI PERTEMUKAN SATU SAMA LAINNYA SESUAI JADUAL YANG DI SUSUN SEBELUMNYA,
SETIAP TIM BISA MELAKUKAN SEKURANGNYA 2 KALI MITRA TANDING SUDAH CUKUP (TIDAK
HARUS DI PERTEMUKAN SEMUA).

MENYELENGGARAKAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI


KEGIATAN MENYELENGGARAKAN FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH KEGIATAN
LANJUTAN UNTUK MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DALAM
BENTUK PRAKTEK , ATAU UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN BAGI PARA PEMAIN YANG IKUT
SERTA MENGEKPRESIKAN DIRINYA GUNA MENAMPILKAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA
YANG SUDAH DI KUASAINYA, BERMAIN FUN (GEMBIRA) , DI BERI KELELUASAAN UNTUK
BERMAIN SEPAKBOLA TANPA MENDAPAT TEKANAN UNTUK BERMAIN DENGAN CARA
TERTENTU ATAU UNTUK MEMENANGKAN PERTANDINGAN DENGAN SEGALA CARA.
BANYAKNYA TIM PESERTA FESTIVAL SESUAI DENGAN JUMLAH PENDAFTAR ATAU SEBELUMNYA
SUDAH DI TENTUKAN KUOTA JUMLAH TIM PESERTA YANG DI INGINKAN, SEBAGAI BAHAN
UNTUK MEMBAGI GRUP DAN SISTEM PERTANDINGAN YANG DI PILIH.

MENYELENGGARAKAN TURNAMEN SEPAKBOLA USIA MUDA


KEGIATAN MENYELENGGARAKAN TURNAMEN SEPAKBOLA ADALAH BERTUJUAN (FASE)
PEMBENTUKAN TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA BAGI PARA PEMAIN USIA MUDA.
BANYAKNYA TIM PESERTA TURNAMEN SEPAKBOLA SESUAI DENGAN JUMLAH PENDAFTAR
ATAU SEBELUMNYA SUDAH DI TENTUKAN KUOTA JUMLAH TIM PESERTA YANG DI INGINKAN,
SEBAGAI BAHAN UNTUK MEMBAGI GRUP DAN SISTEM PERTANDINGAN YANG DI PILIH.

MENYELENGGARAKAN INVITASI SEPAKBOLA USIA DINI


KEGIATAN MENYELENGGARAKAN INVITASI SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH SEBUAH KEGIATAN
FESTIVAL TERBATAS HANYA BAGI TIM PESERTA KELOMPOK USIA DINI TERTENTU, YANG DI
UNDANG KHUSUS OLEH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, ATAU NAMA TIMNYA SUDAH
TERCANTUM SEBAGAI TIM PESERTA, KEMUDIAN PESERTANYA TERBATAS DALAM JUMLAH
TERTENTU DALAM INVITASI SEPAKBOLA USIA DINI YANG AKAN DI SELENGGARAKAN TERSEBUT
(KEBALIKAN DARI KEGIATAN INI ADALAH FESTIVAL TERBUKA).
BANYAKNYA TIM PESERTA INVITASI SEPAKBOLA SESUAI DENGAN JUMLAH TIM YANG DI
TETAPKAN DAN DI UNDANG SEBELUMNYA, SEBAGAI BAHAN UNTUK MEMBAGI GRUP DAN
SISTEM PERTANDINGAN.

MENYELENGGARAKAAN INVITASI SEPAKBOLA USIA MUDA


KEGIATAN MENYELENGGARAKAN INVITASI SEPAKBOLA USIA MUDA ADALAH SEBUAH
KEGIATAN TURNAMEN TERBATAS HANYA BAGI TIM PESERTA KELOMPOK USIA MUDA
TERTENTU, YANG DI UNDANG KHUSUS OLEH PENYELENGGARA PERTANDINGAN, ATAU NAMA
TIMNYA SUDAH TERCANTUM SEBAGAI TIM PESERTA, KEMUDIAN PESERTANYA TERBATAS
DALAM JUMLAH TERTENTU DALAM INVITASI DALAM INVITASI SEPAKBOLA USIA MUDA YANG
140

AKAN DI SELENGGARAKAN TERSEBUT (KEBALIKAN DARI KEGIATAN INI ADALAH TURNAMEN


TERBUKA).
BANYAKNYA TIM PESERTA INVITASI SEPAKBOLA SESUAI DENGAN JUMLAH TIM YANG DI
TETAPKAN DAN DI UNDANG SEBELUMNYA, SEBAGAI BAHAN UNTUK MEMBAGI GRUP DAN
SISTEM PERTANDINGAN.

MENYELENGGARAKAN LIGA SEPAKBOLA USIA DINI


MENYELENGGARAKAN LIGA SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH SEBUAH RANGKAIAN
PERTANDINGAN YANG DI PERUNTUKAN BAGI PEMAIN USIA DINI. YANG DI PUTAR SECARA
REGULER DI SETIAP TAHUN, DENGAN PERTANDINGAN KOMPETISI PENUH ATAU KOMPETISI
SETENGAH TURNAMEN KANDANG, DI BAGI DALAM GRUP, DI IKUTI OLEH TIM PESERTANYA
SECARA TETAP (PESERTA ANGGOTA LIGA).
ADA YANG MELAKUKANNYA DENGAN CARA PROMOSI DAN DEGRADASI DI SETIAP TAHUNNYA
DENGAN JENJANG DIVISI MAUPUN TANPA JENJANG DIVISI UNTUK MENGHASILKAN TIM
TERBAIK, ATAU ADA YANG HANYA MELAKUKAN DEGRADASI SAJA (KARENA HANYA SATU
JENJANG), KEMUDIAN DI BUKA PELUANG BAIK BAGI YANG TERKENA DEGRADASI MAUPUN BAGI
CALON TIM PESERTA BARU UNTUK MELAKUKAN PERTANDINGAN PLAY OFF, SUPAYA BISA
MENGIKUTI KEGIATAN LIGA DI MUSIM TAHUN BERJALAN.
PEMBAGIAN GRUP DAN SISTEM PERTANDINGAN DI SESUAIKAN DENGAN JUMLAH TIM PESERTA
YANG DI TETAPKAN SEBELUMNYA OLEH PENYELENGGARA LIGA.

MENYELENGGARAKAN LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA


KEGIATAN MENYELENGGARAKAN LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA ADALAH SEBUAH RANGKAIAN
FESTIVAL PERTANDINGAN YANG DI PERUNTUKAN BAGI PEMAIN USIA MUDA. YANG DI PUTAR
SECARA REGULER DI SETIAP TAHUN, DENGAN SISTIM PERTANDINGAN KOMPETISI PENUH
KANDANG TANDANG ATAU TURNAMEN KANDANG MAUPUN KOMPETISI SETENGAH
TURNAMEN KANDANG, DALAM JUMLAH TIM PESERTA TERTENTU (8-10-12 DST) ATAU DI BAGI
GRUP, DI IKUTI OLEH TIM PESERTANYA SECARA TETAP (PESERTA ANGGOTA LIGA), ADA YANG
MELAKUKANNYA DENGAN CARA PROMOSI DAN DEGRADASI DI SETIAP TAHUNNYA DENGAN
JENJANG DIVISI MAUPUN TANPA JENJANG DIVISI UNTUK MENGHASILKAN JUARA, ATAU ADA
YANG MELAKUKAN DEGRADASI SAJA (KARENA SATU JENJANG), KEMUDIAN DI BUKA PELUANG
BAGI YANG TERKENA DEGRADASI MAUPUN BAGI CALON TIM PESERTA BARU UNTUK
MELAKUKAN PERTANDINGAN PLAY OFF, SUPAYA BISA MENGIKUTI KEGIATAN LIGA DI MUSIM
TAHUN BERJALAN.
PEMBAGIAN GRUP DAN SISTEM PERTANDINGAN DI SESUAIKAN DENGAN JUMLAH TIM PESERTA
YANG DI TETAPKAN SEBELUMNYA OLEH PENYELENGGARA LIGA.

MENGHASILKAN TIM TERBAIK FESTIVAL DAN LIGA USIA DINI


SEBUAH FESTIVAL DAN LIGA USIA DINI ADA YANG MEMILIKI SASARAN PROGRAMNYA HANYA
UNTUK MENGHASILKAN TIM TERBAIK SAJA, UNTUK KEMUDIAN MENGHANTARKAN ATAU
MENCARIKAN KELANJUTAN SANG TIM TERBAIK FESTIVALNYA UNTUK MENGIKUTI FESTIVAL
DAN LIGA USIA DINI YANG LEBIH TINGGI KELASNYA BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUARNEGERI.
141

MENGHASILKAN JUARA TURNAMEN DAN LIGA USIA MUDA


SEBUAH TURNAMEN DAN LIGA USIA MUDA ADA YANG MEMILIKI SASARAN PROGRAMNYA
HANYA UNTUK MENGHASILKAN JUARA SAJA UNTUK KEMUDIAN MENGHANTARKAN ATAU
MENCARIKAN KELANJUTAN SANG JUARA TURNAMEN DAN LIGA USIA MUDA UNTUK
MENGIKUTI TURNAMEN DAN LIGA USIA MUDA YANG LEBIH TINGGI KELASNYA BAIK DI DALAM
MAUPUN DI LUAR NEGERI.

KOMPETISI LIGA USIA MUDA


KOMPETISI LIGA USIA MUDA DI PUTAR DI LINGKUNGAN RESMI PSSI SEPERTI DI LINGKUNGAN
ASCAB PSSI KOTA/KABUPATEN, ASPROV PSSI DAN PSSI, SESUAI KELOMPOK USIANYA.
DI LINGKUNGAN PSSI DI KENAL KOMPETISI LIGA REMAJA PIALA HAORNAS (DI BAWAH USIA
15 TAHUN), LIGA REMAJA PIALA SURATIN (DIBAWAH USIA 17/18 TAHUN).

PEMILIHAN PEMAIN TERBAIK


KEGIATAN SEBUAH FESTIVAL, TURNAMEN DAN KOMPETISI ADA YANG MEMILIKI SASARAN
PROGRAMNYA LEBIH MELIHAT KE PEMILIHAN PEMAIN USIA DINI MAUPUN USIA MUDA
TERBAIK DARI PADA HANYA SEKEDAR MENGHASILKAN TIM TERBAIK FESTIVAL ATAU
MENGHASILKAN TIM JUARA TURNAMEN DAN KOMPETISI, DENGAN MEMUSATKAN
PERHATIANNYA UNTUK MEMILIH PEMAIN-PEMAIN TERBAIK DALAM JUMLAH TERTENTU UNTUK
DI IKUT SERTAKAN MENGIKUTI LATIHAN INTENSIF DI TINGKAT YANG LEBIH TINGGI BAIK DI
DALAM MAUPUN DI LUAR NEGERI DENGAN SASARAN UNTUK MENCIPTAKAN PEMAIN UNGGUL
BAGI MASA DEPAN SEPAKBOLA YANG LEBIH BERKUALITAS DAN BERPRESTASI.

MENYELENGGARAKAN KAMP LATIHAN


KEGIATAN MENYELENGGARAKAN KAMP LATIHAN ADALAH UNTUK MENGGODOK PEMAINPEMAIN USIA DINI MAUPUN USIA MUDA PILIHAN BERTALENTA HASIL PEMANTAUAN DALAM
FESTIVAL, TURNAMEN DAN KOMPETISI YANG DI SELENGGARAKAN SEBELUMNYA UNTUK DI
ARAHKAN MENJADI PEMAIN UNGGULAN DAN HANDAL UNTUK MASA DEPAN SEPAKBOLA YANG
LEBIH BERKUALITAS DAN BERPRESTASI.

MENDIRIKAN AKADEMI SEPAKBOLA


TUJUAN MENDIRIKAN AKADEMI SEPAKBOLA YANG MEMENUHI PERSYARATAN DAN BOBOT
TINGGI ADALAH UNTUK MENGGEMBLENG PEMAIN DALAM JANGKA PANJANG DENGAN
PROGRAM LATIHAN KUALITAS TINGGI DENGAN PENDEKATAN SAINS SPORT DAN DI DUKUNG
SARANA FASILITAS MODERN, PEMAIN YANG DI BINA ADALAH HASIL PEMILIHAN SECARA KETAT
MELALUI TES ATAUPUN HASIL PEMANTAUAN DARI FESTIVAL, TURNAMEN MAUPUN KOMPETISI
KELOMPOK USIA DAN YANG MENANGANINYA TERDIRI DARI PARA AKHLI DI BIDANGNYA
MASING-MASING, BEKERJA DENGAN WAKTU PENUH (FULL TIME), DENGAN TARGET GUNA
MENGHASILKAN PEMAIN UNGGULAN DAN HANDAL UNTUK MASA DEPAN SEPAKBOLA YANG
LEBIH BERKUALITAS DAN BERPRESTASI.

142

MENDIRIKAN SEKOLAH SEPAKBOLA UNGGULAN


TUJUAN MENDIRIKAN SEKOLAH SEPAKBOLA UNGGULAN SAMA HALNYA DENGAN TUJUAN
MENDIRIKAN AKADEMI SEPAKBOLA WALAU SARANA FASILITAS TAK SELENGKAP AKADEMI
SEPAKBOLA TETAPI BOBOT PEMBINAANNYA SAMA DENGAN YANG DI LAKUKAN DI AKADEMI
SEPAKBOLA, PEMAIN YANG DI BINA JUGA DARI HASIL PEMILIHAN SECARA KETAT, MELALUI
SELEKSI ATAUPUN HASIL PEMANTAUAN DARI FESTIVAL, TURNAMEN MAUPUN KOMPETISI
KELOMPOK USIA, TUJUANNYA JUGA SAMA UNTUK MENGGEMBLENG PEMAIN DALAM JANGKA
WAKTU MENENGAH ATAU PANJANG, DI TANGANI PULA PARA AKHLI DI BIDANGNYA MASINGMASING, BEKERJA DALAM WAKTU PENUH (FULL TIME) MAUPUN PARUH WAKTU (PART TIMER),
DENGAN TARGET SAMA DENGAN AKADEMI SEPAKBOLA GUNA MENGHASILKAN PEMAIN
UNGGULAN DAN HANDAL UNTUK MASA DEPAN SEPAKBOLA YANG LEBIH BERKUALITAS DAN
BERPRESTASI.

SELESAI
TERIMA KASIH
JAKARTA, 23 MARET 2014.
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA.
FOTO : DOKUMEN FOTO SSB YOUNG TIGERS

143

PEMBINAAN USIA DINI (GRASSROOTS)


INVESTASI MASA DEPAN SEPAKBOLA INDONESIA
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA.
2014

DOKUMEN FOTO PRIBADI

144

PEMAHAMAN YANG SAMA

MEMBANGUN PEMAHAMAN SAMA TERHADAP PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI


(GRASSROOTS) MERUPAKAN LANGKAH AWAL KEBERSAMAAN MENUJU KEMAJUAN.
DENGAN PANDUAN 5 FILOSOFI GRASSROOTS DAN 10 GOLDEN RULE FAIR PLAY, SEMUA
INSAN YANG PEDULI TERHADAP PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DI INDONESIA
HARUS BEKERJA SAMA DAN SAMA-SAMA BEKERJA MEMBANGUN FONDASI SEPAKBOLA
NASIONAL.

5 FILOSOFI GRASSROOTS

SEPAKBOLA UNTUK SEMUA ORANG, SEPAKBOLA DAPAT DI MAINKAN DI MANA SAJA,


TANPA MEMBEDAKAN USIA, GENDER, KEPERCAYAAN, ETIKA, LATAR BELAKANG SOSIAL
DAN TINGKAT KEBUGARAN.
PROGRAM USIA DINI FIFA MEMBAWA SEPAKBOLA UNTUK USIA 6 SAMPAI 12 TAHUN KE
SELURUH DUNIA.
SEPAKBOLA ADALAH SEBUAH SEKOLAH FAIR PLAY SEUMUR HIDUP, SEMANGAT
KERJASAMA, PERTEMANAN, HANYALAH SEDIKIT DARI BANYAK HAL YANG DI DAPAT
DARI SEPAKBOLA.
UNTUK KESENANGAN YANG MERUPAKAN HAL TERPENTING DALAM PELATIHAN
SEPAKBOLA, SERTA MENGAJARKAN PERMAINAN BUKAN KEMENANGAN DALAM SEMUA
TUJUANNYA.
BIARKAN ANAK-ANAK DI BERIKAN KEBEBASAN SAAT BERMAIN SEPAKBOLA USIA DINI
AGAR BERGAIRAH DAN MENDAPAT PENGHARGAAN.

10 GOLDEN RULE FAIR PLAY

JANGAN BERMAIN MEMBAHAYAKAN PEMAIN LAWAN.


HORMATI ATURAN MAIN DAN JALANKAN DENGAN BAIK SEMUA INSTRUKSI OFISIAL.
HORMATI LAWAN SEPERTI LAYAKNYA KOLEGA KITA DI SEPAKBOLA.
TETAP MAMPU MEMPERLIHATKAN SIKAP MENJUNJUNG TINGGI DISIPLIN, WALAUPUN
DALAM SITUASI YANG SULIT DAN TIDAK MENGENAKAN.
BERIKAN DUKUNGAN TERHADAP SIAPAPUN YANG BERUPAYA MENGENYAHKAN
TINDAKAN CURANG DALAM PERTANDINGAN.
TUNJUKAN PERHATIAN BESAR TERHADAP PEMAIN YANG CEDERA DENGAN SEGERA
MENGHENTIKAN PERTANDINGAN DALAM SITUASI APAPUN.
JANGAN PERNAH PUNYA NIAT UNTUK BALAS DENDAM TERHADAP KESALAHAN YANG
DILAKUKAN PEMAIN LAIN.
MAIN SESUAI DENGAN PERINTAH TIUPAN PELUIT DARI WASIT.
RENDAH HATI SAAT MERAYAKAN KEMENANGAN, SERTA BERJIWA BESAR DALAM
MENERIMA KEKALAHAN.
MEMBERIKAN PENGHARGAAN TERHADAP INDIVIDU ATAU LEMBAGA YANG SECARA
LUAR BIASA TELAH MENJUNJUNG TINGGI SIKAP-SIKAP FAIR PLAY.
145

GRASSROOTS INVESTASI AWAL

PERLAKUKAN DENGAN BAIK ANAK-ANAK USIA DINI KARENA PEMILIK MASA DEPAN
SEPAKBOLA KITA ADALAH MEREKA.
SEPULUH TAHUN KE DEPAN BANYAK DI ANTARA MEREKA ADALAH PEMAIN-PEMAIN
TOP DI INDONESIA.
SEKURANGNYA 11 PEMAIN DI ANTARANYA BUKAN TIDAK MUNGKIN ADALAH BINTANG
SEPAKBOLA INDONESIA YANG AKAN BERSINAR DAN MEMBAWA SEPAKBOLA NEGARA
KITA MENJADI SALAH SATU MACAN ASIA YANG DI SEGANI.

BERI MEREKA ASUPAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA BAIK DAN BENAR

SAAT USIA 6 S/D 12 TAHUN SEBAGAIMANA DI SEBUTKAN DALAM PANDUAN FIFA


GRASSROOTS, ADALAH FASE USIA EMAS (GOLDEN AGE), YANG SANGAT BAIK UNTUK
MEMPERKENALKAN SEPAKBOLA KEPADA MEREKA PADA PARUH PERTAMA PADA USIA
TERSEBUT DI ATAS.
DAN PADA PARUH KEDUA MASIH PADA KURUN USIA TERSEBUT DIATAS ADALAH USIA
YANG SANGAT BAIK UNTUK MEMBANGUN FONDASI PEMAIN.

PERIODESASI PEMBINAAN

PERIODESASI PEMBINAAN ATAU RANGKAIAN PEMBINAAN JANGKA PANJANG ADALAH


UNTUK 12 TAHUN, DI MANA SETIAP PERIODE BERJANGKA WAKTU 4 TAHUN.
PERIODE PEMBINAAN 4 TAHUN PERTAMA, ADALAH LATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA. 4 TAHUN KEDUA ADALAH PERIODE PEMBENTUKAN, 4 TAHUN KETIGA
ADALAH PERIODE PRESTASI.
BILA SEORANG ANAK DI BINA MULAI USIA 8 TAHUN MISALNYA, MAKA PADA USIA 20
TAHUN IA SUDAH MENJADI PEMAIN MATANG.

PERIODE DI MANA PELATIH BOLA UDIN MEMILIKI PERANAN PENTING

DALAM PEMBINAAN SEPAKBOLA JANGKA PANJANG PELATIH BOLA UDIN (USIA DINI)
MEMILIKI PERANAN PENTING DALAM PERIODE PERTAMA, KARENA DIALAH YANG
MEMPERKENALKAN SEPAKBOLA UNTUK PERTAMA KALINYA KEPADA ANAK-ANAK,
KEMUDIAN DIA JUGA YANG HARUS MEMBERIKAN BANYAK LATIHAN DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR.
DIA TIDAK BOLEH MELAKUKAN KESALAHAN MEMBERIKAN TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA, KARENA KESALAHAN DI PERIODE INI BIASANYA AKAN TERBAWA TERUS
SAMPAI PEMAIN YANG DI DIDIKNYA MENJADI PEMAIN DEWASA.

146

ASUPAN YANG DI BERIKAN KEPADA MEREKA

TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA YANG HARUS DI BERIKAN SESUAI PANDUAN FIFA
GRASSROOTS ADALAH MENENDANG BOLA, MENGGIRING BOLA DAN MENGONTROL
BOLA, ITU MERUPAKAN ASUPAN UTAMA BAGI MEREKA UNTUK MEMBANGUN FONDASI
BERMAIN SEPAKBOLA, SEBAGAI MODAL UTAMA KETIKA MEREKA SUDAH BERMAIN DI
USIA MUDA DAN USIA DEWASA KELAK.
BERIKAN CARA BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR SESUAI USIA MEREKA,
JANGAN BERIKAN DULU TEKNIK TINGGI YANG BIASA DI LAKUKAN PEMAIN DEWASA,
BILA ANAK DIDIKNA INGIN MENIRU-NIRU GAYA PEMAIN TOP BOLEHLAH, ASAL JANGAN
BERLEBIHAN.

TUGAS PELATIH BOLA UDIN

TUGAS PELATIH BOLA UDIN ADALAH MEMPERKENALKAN SEPAKBOLA KEPADA ANAKANAK DALAM SUASANA FUN DAN MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA.
OLEH KARENA ITU KETIKA MEMBAWA ANAK DIDIKNYA MENGIKUTI FESTIVAL
PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI, FOKUSNYA TETAP MEMBENTUK PEMAIN DAN
BUKAN UNTUK MEMBENTUK TIM APALAGI UNTUK MENGEJAR KEMENANGAN SEMATA.
FESTIVAL PERTANDINGAN HARUS DI MANFAATKAN SEBAGAI MEDIA UNTUK
MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERMAIN SEPAKBOLA BAGI ANAK DIDIKNYA, WALAU
DEMIKIAN PEMAIN ASUHANNYA TETAP BERMAIN UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN
BUKAN TUJUAN SEMATA DAN BUAT SEGERA EVALUASI SETIAP SELESAI MENGIKUTI
FESTIVAL.

FESTIVAL PERTANDINGAN GRASSROOTS U12

SELALU MENGIRINGI FESTIVAL PERTANDINGAN GRASSROOTS ADALAH KAMPANYE FAIR


PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN, SERTA DI DUKUNG OLEH PROGRAM AFC UNTUK
MEMPERKENALKAN PENGGUNAAN KARTU HIJAU.
DALAM APLIKASINYA SEMUA PEMBINA SEPAKBOLA YANG TERLIBAT DALAM
PERTANDINGAN HARUS BISA MENJADI PANUTAN BAGI PARA PEMAIN ASUHANNYA.

ATURAN MAIN GRASSROOTS DALAM FESTIVAL U12

PERTANDINGAN 9 LAWAN 9 DENGAN CADANGAN 5 ORANG PEMAIN.


SEMUA PEMAIN BERHAK DI TURUNKAN BERTANDING.
SIRKULASI PENGGANTIAN PEMAIN, DI MANA SEMUA PEMAIN CADANGAN WAJIB DI
TURUNKAN BERTANDING PADA PARUH KEDUA.
PERGANTIAN PEMAIN PADA SAAT PERTANDINGAN BERJALAN TIDAK DI PERKENANKAN,
KECUALI BILA ADA PEMAIN CEDERA BERAT DAN MENURUT KESEHATAN PANITIA
147

PERTANDINGAN, YANG BERSANGKUTAN TIDAK DAPAT MELANJUTKAN PERTANDINGAN,


IA BOLEH DI GANTI OLEH PEMAIN CADANGAN.
HUKUMAN PERINGATAN DAN PENGUSIRAN TIDAK MENGGUNAKAN KARTU KUNING
DAN KARTU MERAH, TETAPI CUKUP MENGGUNAKAN ISYARAT DAN LISAN DARI WASIT.
PENGUSIRAN PEMAIN KARENA MELAKUKAN PELANGGARAN BERAT BERSIFAT
SEMENTARA, SELAMA 2 MENIT, SETELAH ITU YANG BERSANGKUTAN BISA BERMAIN
KEMBALI, KECUALI BILA BERKELAHI DI KELUARKAN SECARA PERMANEN.
PEMAIN DAN OFISIAL YANG BERLAKU SPORTIF DI BERI PENGHARGAAN KARTU HIJAU
OLEH WASIT.
TIM PERINGKAT TERATAS DI SEBUT TIM TERBAIK BUKAN JUARA.

KARTU HIJAU

KARTU HIJAU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN YANG DI BERIKAN WASIT KEPADA


PEMAIN YAANG BERLAKU SPORTIF, SETELAH MELAKUKAN PELANGGARAN KEPADA
PEMAIN LAWAN KEMUDIAN IA MEMINTA MAAF ATAU BERSALAMAN DENGAN PEMAIN
LAWANNYA TERSEBUT, ATAU MEMBANGUNKAN PEMAIN LAWAN YANG TERJATUH
AKIBAT KONTAK BADAN DENGANNYA, MENSEGERAKAN MEMBUANG BOLA KE LUAR
LAPANGAN SEJAJAR DI MANA IA BERADA, BILA MELIHAT PEMAIN LAWAN ADA YANG
CEDERA, ATAU JUGA MELERAI KAWANNYA YANG BERTENGKAR DENGAN PEMAIN
LAWAN.
OFISIAL TIM JUGA BISA MENDAPAT PENGHARGAAN KARTU HIJAU DARI WASIT SEUSAI
PERTANDINGAN, BILA DI SEPANJANG WAKTU PERTANDINGAN BERLAKU SPORTIF DAN
PEMAINNYA TIDAK ADA YANG MENDAPAT PERINGATAN MAUPUN PENGUSIRAN.

148

SELESAI
TERIMA KASIH
JAKARTA, 23 APRIL 2014
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA

GERAK TIPU TERHADAP PEMAIN LAWAN

GOOGLE IMAGES

SUMBER :
1. FIFA GRASSROOTS, 2009
2. FIFA FAIR PLAY, 1993
3. CATATAN M. ACHWANI
TTG GRASSROOTS & YOUTH FOOTBALL DEVELOPMENT, 2014
4. FOTO :
DOKUMEN FOTO PRIBADI
GOOGLE IMAGES

149

GOOGLE IMAGES

STANDAR MINIMAL TEKNIS


PELAKSANAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA
USIA DINI (GRASSROOTS)
7 LAWAN 7 UNTUK U9 DAN U10
9 LAWAN 9 UNTUK U11 DAN U12
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

150

STANDAR MINIMAL TEKNIS


PELAKSANAAN PERTANDINGANSEPAKBOLAUSIA DINI (GRASSROOTS)
7 LAWAN 7 UNTUK U9 DAN 10/9 LAWAN 9 UNTUK U11 DAN U12

STANDAR MINIMAL INI DIBUAT DENGAN TUJUAN AGAR PERSIAPAN, PELAKSANAAN


DAN PELAPORAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN DAPAT DILAKUKAN SECARA
TERPROGRAM MERUJUK KEPADA PANDUAN ORGANISASI PERTANDINGAN (MATCH
ORGANISATION) DAN MANAJEMEN EVEN (EVENT MANAGEMENT) YANG BAIK, AGAR
SEMUANYA DAPAT DILAKUKAN DENGAN TERATUR, TERARAH, SERTA TEPAT WAKTU
SEBAGAIMANA STANDAR MINIMAL SEPERTI SEBAGAI BERIKUT.

1. LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PERMUKAAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU


BERUKURAN 20 X 40 METER UNTUK USIA 9-10 TAHUN DAN UKURAN 40 X 60 METER
UNTUK USIA 11-12 TAHUN.
2. GAWANG UKURAN 1.5 X 3 METER ATAU 2 X 3 METER UNTUK USIA 9-10 TAHUN DAN
UKURAN 2 X 5 METER UNTUK USIA 11-12 TAHUN.
3. LINGKARAN TIANG GAWANG 8 CM.
4. GARIS LAPANGAN PERMAINAN DICAT WARNA PUTIH, UNTUK GARIS GAWANG DAN
GARIS SAMPING DENGAN LEBAR 8 CM.
5. MEMILIKI DAERAH GAWANG 4 X 13 METER (U11-12) DAN TANPA DAERAH GAWANG
(U9-10)SERTA DAERAH PENALTI 4 X 13 (U9-10) DAN 12 X 29 METER (U11-12), SERTA
TITIK PENALTI 6 METER (U9-10) DAN
9 METER (U11-12).
6. KHUSUS UNTUK U11-12 MEMILIKI GARIS BUSUR LINGKARAN DAERAH PENALTI, DIBUAT
5 METER MASING-MASING DARI TITIK PENALTI DI LUAR DAERAH PENALTI.
7. TIANG DAN BENDERA SUDUT DITEMPATKAN DISETIAP SUDUT LAPANGAN DENGAN
TINGGI TIDAK KURANG DARI 1.5 METER, DENGAN BUSUR LINGKARAN 0.50 CM (U9-10)
DAN 0.75 CM (U11-12).
8. LINGKARAN TENGAH DENGAN RADIUS 3 METER (U9-10) DAN 5 METER (U11-12).
9. BANGKU CADANGAN DENGAN TENDA DI TEMPATKAN DI SISI LAPANGAN SEBELAH
BARAT, SATU DI BAGIAN UTARA UNTUK TIM A DAN SATU DI BAGIAN SELATAN UNTUK
TIM A.
10. DIBUAT DAERAH TEKNIK DISEKITAR BANGKU CADANGAN, DENGAN MEMBUAT TANDA
DARI CAT WARNA PUTIH, DIBUAT SEJAJAR DI KIRI MAUPUN DI KANAN BANGKU
CADANGAN SEPANJANG 1 METER KESAMPING, KEMUDIAN DITARIK GARIS TEGAK LURUS
SAMPAI 1 METER SEBELUM GARIS SAMPING.
11. TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN DAN DI DAERAH TEKNIK, YANG BOLEH DUDUK
ADALAH OFISIAL SEJUMLAH 3 ORANG, YANG NAMANYA TERCANTUM DALAM DAFTAR
NAMA OFISIAL (DNO), MENGGUNAKAN KARTU TANDA PENGENAL YANG DITERBITKAN
PANITIA PERTANDINGAN, MENGGUNAKAN SERAGAM BERBEDA WARNA DENGAN
TIMNYA. SEMUA HARUS BERLAKU SOPAN, PEMBERI INSTRUKSI HANYA SATU ORANG,
151

TIDAK BOLEH MENINGGALKAN BANGKU CADANGAN ATAU DAERAH TEKNIK TANPA


SEIJIN OFISIAL KEDUA.
12. MEJA DAN KURSI DENGAN TENDA UNTUK OFISIAL PERTANDINGAN (OFISIAL KEDUA DAN
PENGAWAS PERTANDINGAN).
13. PAPAN PENGGANTIAN PEMAIN.
14. PAPAN SKOR PERTANDINGAN (SCORING BOARD).
15. PAPAN INFORMASI UNTUK MEMUAT JADUAL PERTANDINGAN, HASIL PERTANDINGAN
DAN KLASEMEN SEMENTARA DAN KLASEMEN AKKHIR, BERIKUT INFORMASI PENCETAK
GOAL TERBANYAK DLL.
16. TENDA PANITIA PERTANDINGAN.
17. SPANDUK INFORMASIDISEPUTAR LAPANGAN PERMAINAN, BERTULISKAN NAMA
EVENDAN BERTULISKANPETUNJUK LAPANGAN : LAPANGAN A DAN B, DST BILA
LAPANGAN JUMLAHNYA LEBIH DARI 2.
18. SPANDUK KAMPANYE SPORTIFITASYANG BERTULISKAN : FAIR PLAY, RESPEK DAN
DISIPLIN.
19. SPANDUK KAMPANYE GRASSROOTS YANG BERTULISKAN SEPERTI :
1) GRASSROOTS UTAMAKAN BANGUN FONDASI PEMAIN DAN BUKAN
MEMBENTUK TIM SEMATA.
2) BERMAIN FUN DAN SEMUA PEMAIN HARUS TURUN BERTANDING.
3)BERIKAN KARTU HIJAU KEPADA PEMAIN SPORTIF.
4) PERTANDINGAN GRASSROOTS ADALAH ARENA EDUKASI.
5)TAMPILKAN SEMUA KEMAMPUAN YANG KAMU MILIKI.
6)RAIH KEMENANGAN DENGAN PERMAINAN SPORTIF
7)BERUSAHA MENANG TAPI KEMENANGAN BUKAN
TUJUAN SEMATA.
8) KARTU HIJAU UNTUK PEMAIN SPORTIF.
20. SPANDUK LARANGAN SEPERTI :
1) KHUSUS TIM YANG BERTANDING DAN MEMILIKI TANDA PENGENAL.
2) DILARANG MEROKOK.
21. SPANDUK, UMBUL-UMBUL DISEPUTAR TEMPAT PERTANDINGAN BERTULISKAN NAMA
EVEN
22. KARTU TANDA PENGENAL BAGI PEMAIN DAN OFISIAL PESERTA.
23. MENYEDIAKAN BOLA SEPAK UKURAN NOMOR 4 SEDIKITNYA 4 BOLA UNTUK SETIAP
LAPANGAN TEMPAT PERTANDINGAN.
24. MENYEDIAKAN ROMPI UNTUK PEMAIN CADANGAN DAN OFISIAL TIM.
25. MENYEDIAKAN BENDERA FAIR PLAY.
26. MENYEDIAKAN KARTU HIJAU UNTUK DIPERGUNAKAN OLEH WASIT DISETIAP LAPANGAN
TEMPAT PERTANDINGAN.
27. MENYEDIAKAN POMPA DAN UKURAN TEKANAN UDARA BOLA.
28. MENYEDIAKAN BAN TANDA KAPTEN UNTUK KEDUA TIM YANG BERTANDING.
29. MENYEDIAKAN PLUIT CADANGAN (MASIH BARU).
30. MENYEDIAKAN OBAT-OBATAN TERMASUK TABUNG OKSIGEN UNTUK PERTOLONGAN
PERTAMA.
152

31. MENYEDIAKAN TENAGA MEDIS UNTUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA BAGI


YANG MEMERLUKAN (DISAMPING TENAGA MEDIS YANG DIWAJIBKAN DARI SETIAP
TIM).
32. MENYEDIAKAN AMBULANS DAN MENUNJUK RUMAH SAKIT RUJUKAN.
33. MENYEDIAKAN PEMUNGUT BOLA DISETIAP LAPANGAN SESUAI JUMLAH YANG
DIBUTUHKAN, SEKURANG-KURANGNYA 4 ORANG YANG TERSEBAR DI SETIAP SUDUT
LAPANGAN.
34. MENYEDIAKAN TENAGA KEAMANAN UNTUK MENJAGA KETERTIBAN DISEPUTAR
LAPANGAN TEMPAT PERTANDINGAN (DISAMPING MANAJER SETIAP TIM YANG
BERTINDAK SEBAGAI PENANGGUNG JAWAB KEAMANAN DALAM ROMBONGAN TIMNYA
MASING-MASING).
35. MENYEDIAKAN TENAGA ANOUNCER UNTUK MEMBACAKAN JADUAL PERTANDINGAN,
DSP, PENGGANTIAN PEMAIN (HANYA UNTUK DUA LAPANGAN), GOL DAN PENCETAK
GOL, SERTA HASIL-HASIL PERTANDINGAN DAN KLASEMEN SEMENTARA DAN AKHIR.
36. MENYEDIAKAN PETUGAS MEDIA UNTUK MENYAMPAIKAN SEGALA INFORMASI HASILHASIL PERTANDINGAN DAN LAINNYA BILA ADA PELIPUTAN MEDIA, TERMASUK
MENYIAPKAN TEMPAT DAN MENGATUR PELAKSANAAN KONPRENSI PERS.
37. MENYEDIAKAN FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN.
38. MENYEDIAKAN TENAGA ADMINISTRASI PERTANDINGAN UNTUK MEMBANTU TUGAS
PENGAWAS PERTANDINGAN(PP) DISETIAP LAPANGAN TEMPAT PERTANDINGAN.
39. MENYIAPKAN WASIT UNTUK MEMIMPIN PERTANDINGAN DAN OFISIAL KEDUA UNTUK
MEMBANTU WASIT MENGAMATI SITUASI DI LAPANGAN PERMAINAN, MENGATUR
KELUAR-MASUK PEMAIN KE LAPANGAN PERMAINAN DAN MENJAGA KETERTIBAN DI
KEDUA BANGKU CADANGAN SELAMA BERLANGSUNGNYA PERTANDINGAN.
40. SETIAP WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS),
HARUS BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR) DAN MEMBAWA
KARTU HIJAU UNTUK MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA PEMAIN MAUPUN OFISIAL
YANG BERLAKU SPORTIF.
41. PERTANDINGAN DILAKSANAKAN 2 X 10 MENIT UNTUK USIA 9-10 TAHUN DAN 2 X 15
MENIT UNTUK USIA 11-12 TAHUN, ISTIRAHAT 5 MENIT.
42. MEMPERTANDINGKAN 7 LAWAN 7 UNTUK USIA 9-10 TAHUN, DENGAN PEMAIN
CADANGAN 7 ORANG MISALNYA DAN 9 LAWAN 9 UNTUK USIA 11-12 TAHUN, DENGAN
PEMAIN CADANGAN 9 ORANG MISALNYA. JUMLAH CADANGAN TERGANTUNG DAFTAR
SUSUNAN PEMAIN (DSP) DAN SEMUA PEMAIN YANG MASUK DSP HARUS BERDASARKAN
DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) YANG DI DAFTARKAN SEBELUMNYA PADA PANITIA
PERTANDINGAN.
43. PENGGANTIAN PEMAIN DILAKUKAN PADA PARUH KEDUA, DENGAN MEMAINKAN
SEMUA PEMAIN CADANGAN PADA PARUH PERTAMA, ATAU DISETIAP PARUH
PERMAINAN BERJALAN TIDAK ADA PERGANTIAN PEMAIN, KECUALI ADA PEMAIN
CEDERA BERAT, ATAU DITENTUKAN LAIN SESUAI DENGAN PERATURAN KHUSUS
PERTANDINGAN YANG DIBUAT DAN BERLAKU PADA PERTANDINGAN TERSEBUT.
44. BILA PERTANDINGAN HARUS ADA PEMENANGNYA, MAKA UNTUK MENENTUKAN
PEMENANGNYA DILAKUKAN PERPANJANGAN WAKTU (EKSTRA TIME) 2 X 5 MENIT, BILA
MASIH BELUM DITEMUKAN PEMENANGNYA MAKA DILAKUKAN TENDANGAN DARI TITIK
153

PENALTI MASING-MASING DIBERI KESEMPATAN 5 KALI TENDANGAN, BILA MASIH


BELUM JUGA DITEMUKAN PEMENANGNYA DILAKUKAN2 KALI TENDANGAN LAGI, BILA
MASIH BELUM JUGA DITEMUKAN PEMENANGNYA, MAKA UNTUK MENENTUKAN
PEMENANGANYA DILAKUKAN UNDIAN OLEH WASIT.
45. MEMBUAT URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), TERUTAMA
UNTUK PERTANDINGAN PERTAMA, DALAM KAITANNYA DENGAN PENYEDIAAN WAKTU
PEMANASAN BAGI KEDUA TIM YANG AKAN BERTANDING SEPERTI CONTOH SBB :
-

35 MENIT > DSP KEDUA TIM SUDAH DITERIMA PP.


30 MENIT > PEMANASAN PENJAGA GAWANG.
25 MENIT > PEMANASAN PEMAIN LAPANGAN.
25 MENIT > PEMANASAN WASIT.
15 MENIT > PEMANASAN SELESAI.
14 MENIT > PEMBACAAN DSP.
11 MENIT > PEMAIN KEDUA TIM DAN PEMBAWA BENDERA
FAIR PLAY SUDAH SIAP DI PINGGIR LAPANGAN.
- 10 MENIT > PENGECEKAN IDENTITAS PEMAIN OLEH PP.
- 7 MENIT > PENGECEKAN PERLENGKAPAN PEMAIN OLEH WASIT.
- 4MENIT > DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, PP DAN
WASIT, DIIKUTI PEMAIN KEDUA TIM MEMASUKI
LAPANGAN PERMAINAN, DIIRINGI LAGU FIFA ANTHEM
MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN.
> PEMAIN KEDUA TIM DAN WASIT BERJAJAR DI LAPANGAN.
- 3 MENIT > PEMAIN KEDUA TIM DAN WASIT BERSALAMAN.
- 2 MENIT > FOTO TIM MASING-MASING.
- 1 MENIT > TOSS.
0
> TENDANGAN AWAL (KICK OFF)
ISTIRAHAT 5 MENIT DARI BUNYI PLUIT KE PLUIT.
SELESAI PERTANDINGAN PEMAIN KEDUA TIM DAN WASIT BERSALAMAN
DI TENGAH LAPANGAN.
UNTUK TATA TERTIB DI TEMPAT PERTANDINGAN BISA DITUNJUK KOORDINATOR
PERTANDINGAN.
46.

MEMBUAT URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL


PERTANDINGAN BERIKUTNYA SEPERTI CONTOH SBB :
30 MENIT > DSP KEDUA TIM SUDAH DITERIMA PP.
25 MENIT > PEMERIKSAAN IDENTITAS PEMAIN OLEH PP.
20 MENIT > PEMERIKSAAN PERLENGKAPAN PEMAIN OLEH WASIT.
10 MENIT > PEMANASAN PENJAGA GAWANG DAN PEMAIN LAPANGAN.
10 MENIT > PEMANASAN WASIT.
5 MENIT > PEMANASAN SELESAI.
4 MENIT > DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, PP DAN
154

WASIT, DIIKUTI PEMAIN KEDUA TIM DIIRINGI LAGU


FIFA ANTHEM MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN.
> PEMAIN KEDUA TIM DAN WASIT BERJAJAR DI LAPANGAN.
- 3 MENIT > PEMAIN KEDUA TIM DAN WASIT BERSALAMAN.
- 2 MENIT > FOTO MASING-MASING TIM.
- 1 MENIT > TOSS.
1.
> TENDANGAN AWAL (KICK OFF).
47. DENGAN DEMIKIAN SEKURANG-KURANGNYA ATAU MINIMAL JARAK SATU
PERTANDINGAN KE PERTANDINGAN BERIKUTNYA 10 MENIT, SEHINGGA BISA
DILAKUKAN SETIDAKNYA PEMANASAN KILAT BAGI ANAK-ANAK DI LAPANGAN
PERMAINAN SEBELUM PERTANDINGAN BERLANGSUNG, BERDASARKAN PENGATURAN
WAKTU DIATAS DAN DIATUR OLEH KOORDINATOR PERTANDINGAN YANG DITUNJUK.
48. PERTOLONGAN PEMAIN CEDERA, DILAKUKAN OLEH TIM MEDIS YANG DISEDIAKAN
PANITIA PERTANDINGAN ATAU PETUGAS MEDIS DARI TIM YANG BERSANGKUTAN,
SETELAH MENDAPAT ABA-ABA DARI WASIT BATU DIPERBOLEHKAN MEMASUKI
LAPANGAN PERMAINAN (DIPANDU OLEH OFISIAL KEDUA).
49. PEMBERIAN AIR MINUM BAGI PEMAIN DISEDIAKAN DI PINGGIR LAPANGAN, PEMAIN
TIDAK BOLEH KELUAR DARI LAPANGAN PERMAINAN, AIR MINUM BISA DISIMPAN DI
PINGGIR LAPANGAN (GARIS SAMPING), DI DEPAN BANGKU CADANGAN TIM A DAN
TIM B.
50. KONPRENSI PERS BILA ADA PELIPUTAN MEDIA, DILAKUKAN SETELAH 10 MENIT
PERTANDINGAN SELESAI ATAU SETELAH UPACARA PENYERAHAN PENGHARGAAN BAGI
TIM TERBAIK, TIM FAIR PLAY DLL PADA PERTANDINGAN FINAL, DENGAN
MENGHADIRKAN MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN TIM MASING-MASING, SECARA
TERPISAH KEDUA TIM DIBERI KESEMPATAN 10-20 MENIT, WAWANCARA DI PINGGIR
LAPANGAN TIDAK DIPERKENANKAN. BILA DIPERLUKAN DIBUAT ALUR MIXED ZONE,
UNTUK WAWANCARA KILAT, DISEPANJANG ALUR TERSEBUT BISA DI BUAT DENGAN
TANDA MENGGUNAKAN TALI PELASTIK BERWARNA, UNTUK MEMISAHKAN ANTARA
ALUR BERJALAN PEMAIN DAN MEDIA MENUJU KELUAR AREA TEMPAT PERTANDINGAN.
51. STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI INI,
PADA PRAKTEKNYA BILA BILA SUDAH BISA DILAKUKAN LAKUKANLAH SEMUANYA,
TETAPI BILA BELUM BISA SEMUANYA, USAHAKAN YANG BISA DILAKUKAN TERLEBIH
DAHULU.
52. STANDAR ITU SECARA BERTAHAP PADA WAKTUNYA HARUS BISA DICAPAI WALAU
STANDAR MINIMAL SEKALIPUN, KARENA KITA HARUS SEGERA MEMBANGUN
PERTANDINGAN, TURNAMEN DAN KOMPETISI YANG BERKUALITAS, BILA KITA INGIN
ATAU MENGHENDAKI DITEMUKAN PEMAIN BERKELAS TINGGI CALON PEMAIN
NASIONAL INDONESIA DI MASA DEPAN, SALAH SATUNYA DENGAN CARA MENATA
PERTANDINGAN DENGAN APIKDAN MEMILIKI STANDAR TINGGI. KARENA BILA
PERTANDINGAN TIDAK DITATA DENGAN APIK ATAU DILAKUKAN DENGAN SEKENANYA
TENTU AKAN SULIT MENEMUKAN PEMAIN-PEMAIN YANG BERBAKAT.

155

SELESAI
TERIMA KASIH
JAKARTA, 14 NOVEMBER 2013
M. ACHWANI
SUMBER :
1. CATATAN SEPAKBOLA USIA DINI M. ACHWANI.
2. PANDUAN FIFA GRASSROOTS, 2009.
3. PERATURAN PERMAINAN KHUSUS PEMAIN BERUSIA 10 DAN 12 ,
PSSI 2002.
4. MANUAL BPPUM PSSI 2011.
5. FOTO : GOOGLE IMAGES.

156

STANDAR MINIMAL TEKNIS


PELAKSANAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA
USIA MUDA

GOOGLE IMAGES

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

157

STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN USIA MUDA


(TEMPAT PERTANDINGAN BUKAN STADION)
STANDAR MINIMAL INI DIBUAT DENGAN TUJUAN AGAR PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN
PELAPORAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN DAPAT DILAKUKAN SECARA TERPROGRAM
MERUJUK KEPADA PANDUAN ORGANISASI PERTANDINGAN (MATCH ORGANISATION) DAN
MANAJEMEN EVEN (EVENT MANAGEMENT) YANG BAIK, AGAR SEMUANYA DAPAT
DILAKUKAN DENGAN TERATUR, TERARAH, SERTA TEPAT WAKTU SEBAGAIMANA STANDAR
MINIMAL SEPERTI SEBAGAI BERIKUT.
1. LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PERMUKAAN LAPANGAN YANG RATA DAN
BERUMPUT HIJAU, BERUKURAN 110 X 75 METER ATAU 100 X 64 METER.
2. GAWANG UKURAN 7.32 X 2.44 METER, DENGAN LINGKARAN TIANG GAWANG 12 CM.
3. GARIS LAPANGAN PERMAINAN DICAT WARNA PUTIH, UNTUK GARIS GAWANG DAN
GARIS SAMPING DENGAN LEBAR 12 CM.
4. DAERAH GAWANG, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG
DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 5.5 METER DIUKUR DARI
BAGIAN DALAM TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM LAPANGAN
PERMAINAN DENGAN PANJANG 5.5 METER DAN DIHUBUNGKAN DENGAN GARIS
SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 18.32 METER. DAERAH YANG DIBATASI
OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH GAWANG.
5. DAERAH PENALTI, DIMANA DUA BUAH GARIS TEGAK LURUS DENGAN GARIS GAWANG
DIBUAT PADA SISI KIRI DAN KANAN GAWANG, DENGAN JARAK 16.5 METER DIUKUR
DARI BAGIAN SEBELAH TIANG GAWANG. KEDUA GARIS INI DITARIK KE DALAM
LAPANGAN PERMAINAN DENGAN PANJANG 16.5 METER DAN DIHUBUNGKAN DENGAN
GARIS SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG SEPANJANG 40.32 METER. DAERAH YANG
DIBATASI OLEH GARIS-GARIS INI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH PENALTI.
6. PADA SETIAP DAERAH PENALTI DIBUAT SEBUAH TITIK PENALTI YANG BERJARAK 11
METER DARI TITIK TENGAH ANTARA KEDUA TIANG GAWANG DAN SAMA JARAKNYA
DENGAN TIANG GAWANG TERSEBUT.
7. DI LUAR DAERAH PENALTI DIBUAT SUATU GARIS BUSUR/LINGKARAN DENGAN RADIUS
9.15 METER DARI TITIK PENALTI.
8. GARIS TENGAH, DIMANA LAPANGAN PERMAINAN DIBAGI DALAM DUA BAGIAN OLEH
SEBUAH GARIS TENGAH YANG BERTEMU DENGAN TITIK TENGAH DARI KEDUA GARIS
SAMPING.
9. LINGKARAN TENGAH, DENGAN TITIK TENGAH TERDAPAT PADA PERTENGAHAN GARIS
TENGAH, DIMANA LINGKARAN DENGAN RADIUS 9.15 METER MENANDAI DI
SEKELILINGNYA.
10. EMPAT TIANG DAN BENDERA SUDUT YANG DITEMPAT DISETIAP SUDUT LAPANGAN
DENGAN TINGGI TIDAK KURANG DARI 1.5 METER, DENGAN BUSUR/LINGKARAN DI TITIK
DIMANA TIANG BENDERA BERDIRI BERADIUS 1 METER.
11. MEMBUAT TANDA DI LUAR LAPANGAN PERMAINAN SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG
BERJARAK 9.15 METER DARI TITIK PERTEMUAN GARIS GAWANG DAN GARIS SAMPING
158

ATAU DARI LETAK TIANG BENDERA SUDUT, UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PEMAIN
BERTAHAN MUNDUR SAMPAI JARAK INI KETIKA TENDANGAN SUDUT DILAKUKAN.
12. BANGKU CADANGAN DENGAN TENDA DI TEMPATKAN DI SISI LAPANGAN SEBELAH
BARAT, SATU DI BAGIAN SELATAN UNTUK KESEBELASAN B DAN SATU DI BAGIAN UTARA
UNTUK KESEBELASAN A.
13. DIBUAT DAERAH TEKNIK DISEKITAR BANGKU CADANGAN, DENGAN MEMBUAT TANDA
DARI CAT WARNA PUTIH YANG TERPUTUS-PUTUS, DIBUAT SEJAJAR DI KIRI MAUPUN DI
KANAN BANGKU CADANGAN MASING-MASING SEPANJANG 1 METER KESAMPING,
KEMUDIAN DITARIK GARIS TEGAK LURUS SAMPAI 1 METER SEBELUM GARIS SAMPING.
14. TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN DAN DI DAERAH TEKNIK, YANG BOLEH DUDUK DI
BANGKU CADANGAN ADALAH OFISIAL SEJUMLAH 7 ORANG, YANG NAMANYA
TERCANTUM DALAM DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO), MENGGUNAKAN KARTU TANDA
PENGENAL YANG DITERBITKAN OLEH PANITIA PERTANDINGAN, MENGGUNAKAN
SERAGAM BERBEDA WARNA DENGAN KOSTIM KESEBELASANNYA, 7 ATAU 11 ORANG
PEMAIN CADANGAN (TERGANTUNG DSP) MENGGUNAKAN JACKET ATAU ROMPI
BERWARNA BERBEDA DENGAN WARNA KOSTIM. SEMUA HARUS BERLAKU SOPAN,
PEMBERI INSTRUKSI HANYA SATU ORANG, TIDAK BOLEH MENINGGALKAN BANGKU
CADANGAN DAN DAERAH TEKNIK KECUALI SEIJIN OFISIAL KEEMPAT.
15. MEJA DAN KURSI DENGAN TENDA UNTUK OFISIAL PERTANDINGAN (OFISIAL KEEMPAT
DAN PENGAWAS PERTANDINGAN).
16. BANGKU UNTUK TENAGA MEDIS YANG DITEMPATKAN DIKEDUA SEBELAH LUAR DARI
BANGKU CADANGAN ATAU DISEBELAH KIRI DAN KANAN MEJA DAN KURSI OFISIAL
PERTANDINGAN.
17. PAPAN PENGGANTIAN PEMAIN.
18. PAPAN SKOR PERTANDINGAN (SCORING BOARD).
19. PAPAN INFORMASI UNTUK MEMUAT JADUAL PERTANDINGAN, HASIL PERTANDINGAN
DAN KLASEMEN SEMENTARA DAN KLASEMEN AKHIR, BERIKUT INFORMASI PENCETAK
GOL TERBANYAK DLL (PADA PERTANDINGAN TURNAMEN KANDANG).
20. TENDA PANITIA PERTANDINGAN.
21. SPANDUK DISEPUTAR LAPANGAN PERMAINAN, BERTULISKAN NAMA PERTANDINGAN,
TURNAMEN ATAU KOMPETISI YANG DITARUH DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR
TEPAT 1 METER DIUJUNG GARIS TENGAH, DI KEDUA SAMPINGNYA DI TEMPATKAN
SPANDUK KAMPANYE YANG BERTULISKAN FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN.
22. SPANDUK ATAU A-BOARD SPONSOR BILA ADA, DITEMPATKAN DI PINGGIR GARIS
SAMPING ATAU DI BELAKANG GAWANG DENGAN JARAKSEKURANG-KURANGNYA
1 METER.
23. SPANDUK, UMBUL-UMBUL DISEPUTAR TEMPAT PERTANDINGAN BERTULISKAN NAMA
PERTANDINGAN, TURNAMEN ATAU KOMPETISI, NAMA KESEBELASAN PESERTA,
TANGGAL PELAKSANAAN NAMA LAPANGAN TEMPAT PERTANDINGAN DAN SPONSOR
BILA ADA.
24. MENYEDIAKAN BOLA SEPAK UKURAN NOMOR 5, SEBAIKNYA MENYEDIAKAN 8 BOLA
UNTUK SETIAP LAPANGAN TEMPAT PERTANDINGAN, DENGAN LINGKARAN BOLA TIDAK
LEBIH DARI 70 CM DAN TIDAK KURANG DARI 68 CM, BERAT BOLA TIDAK LEBIH 450 GR
DAN TIDAK KURANG DARI 410 GR, SERTA TEKANAN BOLA SAMA DENGAN 0.6 1.1 ATM.
159

25. MENYEDIAKAN ROMPI UNTUK PEMAIN CADANGAN DAN OFISIAL.


26. MENYEDIAKAN BENDERA FAIR PLAY.
27. MENYEDIAKAN CD FIFA ANTHEM.
28. MENYEDIAKAN KARTU HIJAU UNTUK DIPERGUNAKAN OLEH WASIT SEBAGAI
PENGHARGAAN KEPADA PEMAIN ATAUPUN OFISIAL YANG BERLAKU SPORTIF.
29. MENYEDIAKAN POMPA DAN UKURAN TEKANAN UDARA BOLA.
30. MENYEDIAKAN TEMPAT UNTUK BOLA CADANGAN YANG DISIMPAN DIDEKAT MEJA
OFISIAL KEEMPAT.
31. MENYEDIAKAN BAN TANDA KAPTEN UNTUK KEDUA KESEBELASAN YANG BERTANDING.
32. MENYEDIAKAN PLUIT CADANGAN (MASIH BARU).
33. MENYEDIAKAN TENAGA MEDIS BERIKUT TANDU, OBAT-OBATAN TERMASUK TABUNG
OKSIGEN UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA.
34. MENYEDIAKAN TENAGA MEDIS DAN TANDU UNTUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN
PERTAMA BAGI YANG MEMERLUKAN (DISAMPING TENAGA MEDIS YANG DIWAJIBKAN
DARI SETIAP KESEBELASAN).
35. MENYEDIAKAN AMBULANS DAN MENUNJUK RUMAH SAKIT RUJUKAN.
36. MENYEDIAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM).
37. MENYEDIAKAN 6 ORANG PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY.
38. MENYEDIAKAN PEMUNGUT BOLA DISETIAP LAPANGAN SESUAI JUMLAH YANG
DIBUTUHKAN, SEKURANG-KURANGNYA 12 ORANG DAN MENYEBAR DI SETIAP SUDUT
LAPANGAN DAN BELAKANG PENJAGA GAWANG. DENGAN POSISI 4 DI SISI BARAT, 4 DI
SISI TIMUR, 2 DI BELAKANG GAWANG UTARA DAN 2 DI BELAKANG GAWANG SELATAN.
39. BILA ADA MENYEDIAKAN 22 ANAK-ANAK KECIL PENGIRING PEMAIN (KIDS ESCORT).
40. MENYEDIAKAN TENAGA KEAMANAN UNTUK MENJAGA KETERTIBAN DISEPUTAR
LAPANGAN TEMPAT PERTANDINGAN (DISAMPING MANAJER SETIAP KESEBELASAN
YANG BERTINDAK SEBAGAI PENANGGUNG JAWAB KEAMANAN DALAM ROMBONGAN
KESEBELASANNYA MASING-MASING).
41. MENYEDIAKAN TENAGA ANOUNCER UNTUK MEMBACAKAN DSP, PENGGANTIAN
PEMAIN, GOL DAN PENCETAK GOL, PENAMBAHAN WAKTU PENGGANTI WAKTU YANG
HILANG. DAN SETELAH SELESAI PERTANDINGAN MENYAMPAIKAN HASIL
PERTANDINGAN DAN JADUAL PERTANDINGAN BERIKUTNYA.
42. MENYEDIAKAN PETUGAS MEDIA UNTUK MENYAMPAIKAN SEGALA INFORMASI HASILHASIL PERTANDINGAN DAN LAINNYA BILA ADA PELIPUTAN MEDIA, TERMASUK
MENYIAPKAN TEMPAT DAN MENGATUR PELAKSANAAN KONPRENSI PERS.
43. MENYEDIAKAN FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN.
44. MENYEDIAKAN TENAGA ADMINISTRASI PERTANDINGAN UNTUK MEMBANTU
PENGAWAS PERTANDINGAN.
45. MENYIAPKAN PENGAWAS PERTANDINGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS
KELANCARAN JALANNYA PERTANDINGAN, BERTUGAS MENGAWASI MULAI DARI
PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN PEMBUATAN LAPORAN PERTANDINGAN
46. MENYIAPKAN WASIT UNTUK MEMIMPIN PERTANDINGAN, DIBANTU ASISTEN WASIT
(AW) 1 DAN 2 YANG BERTUGAS DI KEDUA SISI GARIS SAMPING (TIMUR-SELATAN DAN
BARAT-UTARA LAPANGAN), SERTA OFISIAL KEEMPAT YANG BERTUGAS MEMBANTU
WASIT, MENCATAT KEJADIAN PENTING, MENGATUR KETERTIBAN DI BANGKU
160

CADANGAN BERSAMA PENGAWAS PERTANDINGAN, MENGATUR KELUAR-MASUK


PEMAIN KE LAPANGAN PERMAINAN, MENGATUR KELUAR-MASUKNYA TENAGA MEDIS
KE LAPANGAN PERMAINAN.
47. PERTANDINGAN DILAKSANAKAN UNTUK PEMAIN USIA DIBAWAH 15 TAHUN 2 X 40
MENIT ISTIRAHAT 10 MENIT DARI BUNYI PLUIT KE BUNYI PLUIT DAN UNTUK PEMAIN
USIA DIBAWAH 18 TAHUN 2 X 45 MENIT ISTIRAHAT 15 MENIT DARI BUNYI PLUIT KE
BUNYI PLUIT.
48. MEMPERTANDINGKAN 11 LAWAN 11 ORANG PEMAIN, DENGAN JUMLAH PEMAIN
CADANGAN 7 ATAU 11 ORANG PEMAIN TERGANTUNG DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP)
DAN SEMUA PEMAIN YANG MASUK DSP HARUS BERDASARKAN DAFTAR NAMA PEMAIN
(DNP) YANG DI DAFTARKAN SEBELUMNYA PADA PANITIA PERTANDINGAN.
49. PENGGANTIAN PEMAIN 5 ORANG ATAU BEBAS TERGANTUNG PERATURAN KHUSUS
PERTANDINGAN (PKP) YANG BERLAKU PADA PERTANDINGAN TERSEBUT.
50. UNTUK KETERTIBAN DI LAPANGAN TEMPAT PERTANDINGAN, ANTARA LAPANGAN
PERMAINAN DENGAN PENONTON DIBERI TANDA BATAS, SEPERTI PAGAR PEMBATAS
BILA ADA, ATAU MATERI PUBLIKASI/SPONSOR BISA DALAM BENTUK SPANDUK MAUPUN
A-BOARD, ATAU KALAU TIDAK ADA BISA JUGA MENGGUNAKAN TALI PLASTIK
BERWARNA UNTUK MEMBATASINYA, DENGAN JARAK 1-3 METER SEBAGAI LARANGAN
AGAR PENONTON TIDAK MENDEKATI ATAU MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN.
51. PERTANDINGAN DI MENEJ DENGAN ORGANISASI PERTANDINGAN YANG RAPIH,
MELALUI PENGATURAN URUTAN WAKTU DAN URUTAN KEGIATAN, MELALUI SEBUAH
URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), DENGAN TUJUAN AGAR
PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR.
52. DIBAWAH INI DISAMPAIKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF)
SECARA GARIS BESARNYA, BILA PERTANDINGAN DILAKUKAN SEHARI SATU KALI, BILA
DILAKUKAN DUA KALI PERTANDINGAN DALAM SATU HARI, SEKURANG-KURANGNYA
BERJARAK CUKUP UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN PEMAIN KEDUA KESEBELASAN
YANG AKAN BERTANDING, BISA MELAKUKAN PEMANASAN KILAT SEDIKITNYA 15 MENIT
MISALNYA, SEBAGAIMANA CONTOH DIBAWAH INI.
URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF)
SECARA GARIS BESARNYA, DISUSUN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN
- 1.5 JAM
- 1

JAM

- 55
- 50
- 45
- 20
- 19

MENIT
MENIT
MENIT/
MENIT
MENIT

PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) TIBA DI TEMPAT


PERTANDINGAN.
WASIT, IW DAN KESEBELASAN YANG AKAN BERTANDING,
PETUGAS MEDIA DAN KESEHATAN TIBA DI STADION.
PENYERAHAN DSP KEPADA KEDUA KESEBELASAN.
PENGAMBILAN KEMBALI DSP DARI KEDUA KESEBELASAN.
PEMANASAN PENJAGA GAWANG (5 MENIT MENDAHULUI).
PEMANASAN PEMAIN LAPANGAN (5 MENIT KEMUDIAN).
PEMBACAAN DSP
161

- 10 MENIT

PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, WASIT, PP DAN PEMAIN


KEDUA KEDUA KESEBELASAN BERSIAP DI PINGGIR
LAPANGAN,
PEMERIKSAAN PERLENGKAPAN PEMAIN OLEH WASIT.
- 7 MENIT
PEMAIN KEDUA KESEBELASAN, WASIT DAN PP MEMASUKI
LAPANGAN PERMAINAN DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA
FAIR PLAY.
- 5 MENIT
PEMAIN KEDUA KESEBELASAN DAN WASIT BERBARIS
BERBANJAR MENGHADAP TRIBUN BARAT,
MENGHORMAT DAN SALAM KE PENONTON,
BERSALAMAN DIANTARA PEMAIN KEDUA KESEBELASAN
DAN WASIT,
KEDUA KESEBELASAN BERFOTO,
DAN TOSS.
0
TENDANGAN AWAL (KICK OFF).
53. PERTOLONGAN PEMAIN CEDERA, DILAKUKAN OLEH TIM MEDIS
YANG DISEDIAKAN PANITIA PERTANDINGAN ATAU TIM MEDIS
KESEBELASAN YANG BERSANGKUTAN, SETELAH MENDAPAT ABA-ABA
DARI WASIT BARU DIPERBOLEHKAN MEMASUKI LAPANGAN
PERMAINAN (DIPANDU OLEH OFISIAL KEEMPAT).
54. PEMBERIAN AIR MINUM BAGI PEMAIN, DISEDIAKAN DI PINGGIR
LAPANGAN, PEMAIN TIDAK BOLEH KELUAR DARI LAPANGAN
PERMAINAN, AIR MINUM BISA DISIMPAN DI PINGGIR LAPANGAN DI LUAR
GARIS SAMPING, TETAPI TIDAK BOLEH MENGGANGGU ALUR AW 1
DI DEPAN BANGKU CADANGAN KESEBELASAN B (DI SEBELAH BARATSELATAN LAPANGAN PERMAINAN).
55. PEMANASAN SAAT PERTANDINGAN BERLANGSUNG, PALING
BANYAK DIIKUTI 6 PEMAIN DAN 2 OFISIAL TANPA BOLA,
KECUALI PENJAGA GAWANG BOLEH MENGGUNAKAN BOLA,
MENGENAKAN ROMPI BERBEDA WARNA DENGAN KOSTIM,
DILAKUKAN DISISI ATAU DI BELAKANG BANGKU CADANGAN
ATAU JUGA DI BELAKANG GAWANG MASING-MASING.
56. ISTIRAHAT 10/15 MENIT DARI BUNYI PLUIT KE BUNYI PLUIT.
57. SELESAI PERTANDINGAN PEMAIN KEDUA KESEBELASAN DAN WASIT
BERKUMPUL DI TENGAH LAPANGAN UNTUK BERSALAMAN DAN
HORMAT KE PENONTON.
58. BILA ADA PERTANDINGAN KEDUA (BERIKUTNYA), PALING TIDAK
MEMILIKI WAKTU UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA PEMAIN
KEDUA KESEBELASAN UNTUK MELAKUKAN PEMANASAN KILAT, 15 MENIT
MISALNYA, IDEALNYA SAMA SEPERTI YANG DIATUR DALAM URUTAN
WAKTU MENUJU TENDANGAAN AWAL (KICK OFF) DIATAS.
59. PANDUAN UNTUK ANOUNCER
a. PEMBACAAN DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP) DILAKUKAN 19 MENIT SEBELUM
TENDANGAN AWAL.
162

b. SEBELUM KEDUA KESEBELASAN MEMASUKI LAPANGAN SEMENIT SEBELUMNYA


SAMPAIKAN MISALNYA : KITA SAMBUT KEDUA KESEBELASAN YANG AKAN
BERTANDING SORE INI YAITU DARI KESEBELASAN A DAN DARI KESEBELASAN B(BERI
TEPUK TANGAN),
c. DISAMBUNG MEMPERDENGARKAN FIFA ANTHEM DAN KEDUA KESEBELASAN,
WASIT, PENGAWAS PERTANDINGAN DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY
MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN.
d. PEMBACAAN PENGGANTIAN PEMAIN SAAT BOLA TIDAK DALAM PERMAINAN (BOLA
MATI).
e. TIDAK BOLEH MENYAMPAIKAN SESUATU PADA SAAT BOLA DALAM PERMAINAN
KECUALI BILA ADA PENAMBAHAN WAKTU.
f. SELESAI PERTANDINGAN SEBUTKAN SKOR PERTANDINGAN DAN JADWAL
PERTANDINGAN BERIKUTNYA.
60. KONPRENSI PERS BILA ADA PELIPUTAN MEDIA, DILAKUKAN SETELAH
10 MENIT PERTANDINGAN SELESAI, ATAU SETELAH UPACARA PENYERAHAN
PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG PADA PERTANDINGAN FINAL, BERTEMPAT DI
RUANGAN KONPRENSI PERS DENGAN MENGHADIRKAN MANAJER, PELATIH DAN
KAPTEN ATAU BINTANG KESEBELASAN, MASING-MASING, SECARA TERPISAH KEDUA
KESEBELASAN DIBERI KESEMPATAN 10-20 MENIT, WAWANCARA DI PINGGIR
LAPANGAN TIDAK DIPERKENANKAN, WAWANCARA KILAT MEDIA BISA DILAKUKAN DI
SEPANJANG AREA MIXED ZONE (BISA DIBUAT DENGAN TANDA MENGGUNAKAN TALI
PLASTIK BERWARNA), UNTUK MEMISAHKAN ANTARA PEMAIN DAN MEDIA YANG SAMASAMA BERJALAN KE LUAR DARI TEMPAT PERTANDINGAN.
61. STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA
USIA MUDA INI, PADA PRAKTEKNYA BILA SUDAH BISA DILAKUKAN LAKUKANLAH
SEMUANYA, TETAPI BILA BELUM BISA SEMUANYA, USAHAKAN YANG BISA DILAKUKAN
TERLEBIH DAHULU.
62. STANDAR ITU SECARA BERTAHAP PADA WAKTUNYA HARUS BISA DICAPAI
WALAU STANDAR MINIMAL SEKALIPUN, KARENA KITA HARUS SEGERA
MEMBANGUN PERTANDINGAN, TURNAMEN DAN KOMPETISI YANG
BERKUALITAS, BILA KITA INGIN ATAU MENGHENDAKI DITEMUKAN
PEMAIN BERKELAS TINGGI CALON PEMAIN NASIONAL INDONESIA
DI MASA DEPAN, SALAH SATUNYA DENGAN CARA MENATA
PERTANDINGAN DENGAN APIK DAN MEMILIKI STANDAR TINGGI.
KARENA BILA PERTANDINGAN TIDAK DITATA DENGAN APIK ATAU
DILAKUKAN DENGAN SEKENANYA TENTU AKAN SULIT MENEMUKAN
PEMAIN-PEMAIN YANG BERBAKAT.
JAKARTA, 14 NOVEMBER 2013, M. ACHWANI, MANAJEMEN SPORT UTAMA.
SUMBER :
1. CATATAN SEPAKBOLA USIA MUDA M. ACHWANI.
2. PERATURAN PERMAINAN FIFA.
3. BUKU PANDUAN PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) PSSI, ACHWANI, 2005.
4. BUKU AFC/AFF MATCH ORGANISATION AND EVENT MANAGEMENT, 2002.
5. FOTO : GOOGLE IMAGES.
163

MENYIAPKAN,
MELAKSANAKAN,
MENGEVALUASI
DAN MENYUSUN LAPORAN
LIGA SEPAKBOLA ANAK
PADA KEGIATAN LAN 2013
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

164

PENDAHULUAN
PEKERJAAN MENYIAPKAN, MELAKSANAKAN, MENGEVALUASI DAN MENYUSUN LAPORAN
KEGIATAN PERTANDINGAN SEBUAH LIGA SEPAKBOLA ANAK ADALAH SEBUAH RANGKAIAN
ATAU MATA RANTAI PEKERJAAN YANG BERKAITAN SATU SAMA LAIN, BERHUBUNGAN DAN
TIDAK BOLEH TERPUTUS BILA INGIN MENYELENGGARAKAN SELURUH RANGKAIAN
PERTANDINGAN DENGAN LANCAR, TERTIB DAN AMAN,
KARENA SATU SAMA LAINNYA BERKAITAN DAN BERHUBUNGAN ERAT, PEKERJAAN EMPAT
PENTAHAPAN TERSEBUT HARUS DILAKUKAN SAMA BAIKNYA, SATU SAJA DIANTARA TAHAP
TERSEBUT TIMPANG, ITU AKAN MEMPENGARUHI TAHAP BERIKUTNYA.
SEBAGAI CONTOH, MULAI DARI PERENCANAAN HARUS JELAS DAN MUDAH DILAKSANAKAN,
EVALUASI HARUS DILAKUKAN AGAR ARAH PERENCANAN TETAP TERJAGA DALAM
PELAKSANAANYA,
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN DISUSUN SESUAI DENGAN KENYATAAN DI LAPANGAN
DENGAN MEMPERHATIKAN EVALUASI YANG TELAH DILAKUKAN SEBELUMNYA DAN TENTU
HARUS DILIHAT SESUAI TIDAK DENGAN PERENCANAAN SEMULA.
JANGAN SAMPAI KEBALIKANNYA, MISALNYA PERENCANAAN YANG TIDAK JELAS AKAN
MEMBUAT KESULITAN DISANA-SINI DI DALAM PELAKSANAAN, TIDAK MELAKUKAN EVALUASI
AKAN MEMBUAT ARAH PELAKSANAAN MENJADI TIDAK SESUAI DENGAN PERENCANAAN DAN
LAPORAN YANG DISUSUNPUN MENJADI MELENCENG ARAHNYA.

MENYIAPKAN
1.
2.
3.

4.

5.
6.

MEMBENTUK STRUKTUR DAN PERSONALIA KEPENGURUSAN LIGA PUSAT YANG


BERFUNGSI SEBAGAI PENGELOLA KOMPETISI PADA LIGA SEPAKBOLA ANAK DI PUSAT.
MEMBENTUK STRUKTUR DAN PERSONALIA KEPENGURUSAN LIGA DAERAH YANG
BERFUNGSI SEBAGAI PENGELOLA PERTANDINGAN DI DAERAH-DAERAH.
PENGELOLA KOMPETISI DI PUSAT MAUPUN PENGELOLA PERTANDINGAN DI DAERAHDAERAH, KEDUANYA HARUS MAMPU MENGERJAKAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN
PERTANDINGAN DI TEMPAT MASING-MASING NAMUN TERINTERGRASIKAN DENGAN
BAIK.
MEMBUAT PERENCANAAN SECARA SEDERHANA DAN JELAS, MULAI DARI MENYIAPKAN
PERENCANAAN DAN MEMBUAT PEMBERITAHUAN KEPADA SEMUA PIHAK TERKAIT
TENTANG AKAN DISELENGGARAKANNYA LIGA SEPAKBOLA ANAK, YANG MEMUAT
KEGIATAN APA YANG AKAN DILAKUKAN, BENTUK ATAU FORMAT, SISTEM DAN
PERATURAN PERTANDINGANNYA SEPERTI APA, KAPAN DAN DIMANA AKAN
DILAKUKANNYA, PESERTANYA BISA DIIKUTI OLEH SIAPA SAJA. TERMASUK PERSYARATAN
UNTUK BISA MENGIKUTI DAN MENYELENGGARAKAN DI DAERAH.
MEMBUAT KALENDER PERTANDINGAN TAHUNAN, TERUTAMA BILA
MENYELENGGARAKAN PERTANDINGAN LEBIH DARI SATU KELOMPOK USIA,
MEMBUAT PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), DENGAN SISTEM
PERTANDINGAN KOMPETISI PENUH ATAU KOMPETISI SETENGAH, PEMBAGIAN WILAYAH
ATAU GRUP DAN JADWAL PERTANDINGAN BAGI PESERTANYA. PERINGKAT WILAYAH

165

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

ATAU GRUP YANG BERHAK MAJU KE BABAK BERIKUTNYA SAMPAI KE PUNCAKNYA


DENGAN URUTAN KEDUDUKAN KEJUARAAN LIGA SEPAKBOLA ANAK.
MENGINGAT MENYELENGARAKAN KEGIATAN YANG TIDAK HANYA DILAKUKAN DI SEBUAH
TEMPAT TENTU MEMERLUKAN SEBUAH PANDUAN ATAU MANUAL SEDERHANA UNTUK
MELENGKAPI PKP YANG BISA MENJADI ACUAN BAGI SEMUA PENGELOLA PERTANDINGAN
(PANPEL) DAN SEMUA PESERTA LIGA.
PANDUAN ATAU MANUAL LIGA DIMAKSUD MEMUAT HAL-HAL PENTING ATAU DIANGGAP
PERLU TENTANG LIGA SEPAKBOLA ANAK YANG BERSANGKUTAN, TERUTAMA LATAR
BELAKANG DIDIRIKANNYA, MAKSUD DAN TUJUAN SERTA SASARAN PEMBINAAN YANG
HENDAK DICAPAINYA, ISI SELENGKAPNYA MENGENAI PANDUAL ATAU MANUAL :
MEMUAT PKP BERBAGAI JENJANG. STANDAR SSB PESERTA/ ANGGOTA LIGA,
PERSYARATAN PEMAIN DAN OFISIAL TIM (PROSEDUR PENDAFTARAN, SKRINING DAN
PENGESAHAN PEMAIN), STANDAR PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN (SUSUNAN
PANPEL, SERTA SARANA FASILITAS PERTANDINGAN). TENTANG ORGANISASI
PERTANDINGAN (MATCH ORGANISATION), TENTANG OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, IW
DAN PP). MASALAH DISIPLIN DAN BANDING. AKREDITASI-TANDA PENGENAL PEMAINOFISIAL TIM-PANPEL-OFISIAL PERTANDINGAN, MEMBENTUK PANDIS TINGKAT PUSAT
MAUPUN DAERAH DAN IDEALNYA MEMBENTUK PANDING TINGKAT PUSAT. JUGA TSG.
MEMBUAT SURAT PERMOHONAN REKOMENDASI PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN
KEPADA PSSI MENURUT TINGKAT KEWENANGANNYA, MEMBUAT SURAT PERMOHONAN
BANTUAN OFISIAL PERTANDINGAN DAN SURAT PERMOHONAN IJIN DARI KEPOLISIAN
MENURUT TINGKAT KEWENANGANNYA.
MENGADAKAN WORKSHOP, TUTORIAL ATAU PELATIHAN. DAN PERTEMUAN MANAJER
MENJELANG BERGULIRNYA LIGA SEPAKBOLA ANAK DISETIAP TAHUN, UNTUK
MENDALAMI DAN MEMAHAMI SEMUA MATERI YANG DIMUAT DI DALAM PANDUAN
ATAU MANUAL LIGA, YANG DIIKUTI PANPEL, SSB PESERTA (MANAJER- PELATIH-ADMIN).
IDEALNYA DILAKUKAN TERLEBIH DAHULU PEMBEKALAN ATAU PENYEGARAN BAGI OFISIAL
PERTANDINGAN YANG AKAN DITUGASKAN MEMIMPIN SEMUA PERTANDINGAN LIGA
SEPAKBOLA ANAK DI TEMPAT PERTANDINGAN MASING-MASING. TERMASUK PANDIS
DAN PANDING.
MENGADAKAN PERTEMUAN TEKNIK DI SEMUA TEMPAT PERTANDINGAN SEHARI
SEBELUM DILAKSANAKAN PERTANDINGAN PERTAMA, DIPIMPIN PP YANG WAJIB DIHADIRI
MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN TIM (BAGI USIA MUDA). KEMUDIAN PANPEL LENGKAP
BERSAMA STAF TERKAIT DENGAN PERTANDINGAN TERMASUK KEAMANAN.
PP MEMIMPIN PERTEMUAN TEKNIK BERDASARKAN AGENDA YANG DISUSUNNYA
DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI HALHAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN YANG AKAN DILAKSANAKAN. SETIAP
SSB PESERTA HARUS MEMBAWA 2 (DUA) SET KOSTIM YANG DIPUNYAI. DAN PANPEL
HARUS MEMPERLIHATKAN BOLA YANG AKAN DIPERGUNAKAN PADA PERTANDINGAN.
BENTUK PANDIS.
AGENDA PERTEMUAN TEKNIK : JADWAL DAN TEMPAT PERTANDINGAN. PERATURAN
PERTANDINGAN DAN PERATURAN PERMAINAN. FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU.
REGISTRASI PEMAIN. REGISTRASI WARNA KOSTIM. DLL.
166

MELAKSANAKAN
1.

2.

3.

4.

5.
6.

7.
8.
9.
10.

11.
12.

MELAKSANAKAN PERTANDINGAN SESUAI JADWAL PERTANDINGAN YANG TELAH


DITETAPKAN SEBELUMNYA OLEH PENGURUS LIGA MENURUT TINGKAT
KEWENANGANNYA.
PERTANDINGAN HARUS DIPIMPIN OLEH OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, IW, PP) YANG
MEMILIKI SERTIFIKASI PSSI SERTA PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN MEMIMPIN
PERTANDINGAN USIA DINI DAN USIA MUDA. SETIAP USAI TUGAS YANG BERSANGKUTAN
WAJIB MEMBUAT LAPORAN PERTANDINGAN DALAM FORM STANDAR PSSI.
MENGHIMPUN HASIL PERTANDINGAN, MEMBUAT KLASEMEN SMENTARA DAN
KLASEMEN AKHIR BERDASARKAN LAPORAN OFISIAL PERTANDINGAN DAN
MENYAMPAIKANNYA SECARA BERKALA KEPADA PESERTA.
MEMBUAT DATA STATISTIK PERTANDINGAN YANG MEMUAT JUMLAH GOL YANG
DICETAK.RATA-RATA GOL YANG DICETAK DSETIAP PERTANDINGAN. DAFTAR PENCETAK
GOL. PENERIMA KARTU MERAH-KARTU KUNING-KARTU HIJAU. PENILAIAN PENAMPILAN
TIM.
LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS PANPEL DISETIAP USAI MELAKSANAKAN PERTANDINGAN
GRUP.
BILA ADA KEJADIAN KHUSUS DIKARENAKAN ADANYA PELANGGARAN DISIPLIN PADA SAAT
PERTANDINGAN SEPERTI ADA KERUSUHAN, PENGANIAYAAN.PENGHINAAN.PROTES DLL.
MAKA PP BERSAMA WASIT HARUS MEMBUAT LAPORAN KHUSUS YANG DITUJUKAN
KEPADA PANPEL SETEMPAT.
PANPEL HARUS SEGERA MALAM ITU JUGA MENYIAPKAN SIDANG PANDIS UNTUK
MEMBAHAS PELANGGARAN DISIPLIN DAN MENJATUHKAN SANKSI DISIPLIN.
KEPUTUSAN SANKSI DISIPLIN HARUS SEGERA DISAMPAIKAN KEESOKAN HARINYA KEPADA
YBS.
BILA ADA KETIDAK PUASAN ATAS KEPUTUSAN PANDIS YBS BISA MELAKUKAN BANDING
KEPADA PANDING TINGKAT PUSAT LIGA SEPAKBOLA ANAK.
BILA ADA YANG MENGAJUKAN BANDING MAKA PANDING HARUS MELAKUKAN SIDANG
UNTUK MEMPROSES DAN MEMUTUSKAN BANDING TERSEBUT, APAKAH DITERIMA ATAU
DITOLAK.
KEPUTUSAN BANDING HARUS SEGERA DISAMPAIKAN KEPADA YBS DALAM KESEMPATAN
PERTAMA.
BAIK PANDIS MAUPUN PANDING HARUS SEGERA MEMUTUSKAN SEBELUM KEDUA TIM
TERSEBUT MELAKUKAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA.

MENGEVALUASI
1.

2.

MEMBUAT EVALUASI DISETIAP USAI PERTANDINGAN APAKAH SEMUA PELAKSANAAN


PERTANDINGAN SUDAH BERJALAN DENGAN BAIK SESUAI RENCANA? BILA SUDAH BAIK
HARUS LEBIH DITINGKATKAN LAGI, BILA BELUM BAIK TENTU HARUS DIPERBAIKI.
SEMUA HASIL EVALUASI HARUS MENJADI BAHAN PERTIMBANGAN DALAM MENGAMBIL
SEGALA KEBIJAKAN YANG ADA KAITANNYA DENGAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN
BERIKUTNYA.

167

3.

DENGAN DEMIKIAN ARAH PERENCANAAN YANG DIBUAT SEBELUMNYA TETAP TERJAGA


ATAU TIDAK MELENCENG.

MENYUSUN LAPORAN
1.

2.
3.

4.

USAI MELAKSANAKAN SELURUH RANGKAIAN PERTANDINGAN LIGA SEPAKBOLA ANAK


MAKA BAIK PENGURUS LIGA DI TINGKAT PUSAT MAUPUN PANPEL DI TINGKAT DAERAH
HARUS MENYUSUN ATAU MEMBUAT LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN SECARA
LENGKAP DAN UNTUK DILAPORKAN KEPADA PENGURUS PSSI MENURUT TINGKAT
KEWENANGANNYA.
IDEALNYA JUGA MEMBUAT LAPORAN TEKNIK AGAR PERTANDINGAN YANG TELAH
DILAKSANAKAN ITU MEMILIKI REKAM JEJAK PRESTASI.
REKAM JEJAK PRESTASI TERSEBUT SANGAT BERGUNA UNTUK BAHAN KAJIAN, PERBAIKAN
DAN PENGEMBANGAN PRESTASI BAIK SECARA TIM MAUPUN PERSEORANGAN DI MASA
BERIKUTNYA.
REKAM JEJAK TERSEBUT BERISIKAN : PENGANTAR (SEPUTAR PEMBUATAN LAPORAN
TEKNIK). PENDAHULUAN (MENCERMINKAN ISI LAPORAN TEKNIK). PROFIL PANPEL.
PROFIL OFISIAL PERTANDINGAN. PROFIL TIM PESERTA (TERMASUK PENILAIAN
PENAMPILAN DISETIAP PERTANDINGAN BERIKUT STATISTIK TIM UNTUK SEMUA TIM
PESERTA. DAN PHOTO TIM SERTA PHOTO PEMAIN ANDALAN TIM MASING-MASING).
RINGKASAN LAPORAN TIAP PERTANDINGAN (JADWAL DAN HASIL PERTANDINGAN,
KLASEMEN, DSP. PENCETAK GOL. KM-KK-KH. PP-IW-WASIT YANG BERTUGAS MEMIMPIN
PERTANDINGAN. MANAJER DAN PELATIH YANG MEMIMPIN DAN MENANGANI TIM
MASING-MASING).
DATA STATISTIK (JUMLAH PERTANDINGAN, JUMLAH GOL YANG DICETAK. NAMA-NAMA
SEMUA PENCETAK GOL DAN JUMLAH GOL MASING-MASING YANG DIPEROLEHNYA. RATARATA GOL YANG DICETAK DISETIAP PERTANDINGAN. JUMLAH SELURUH KM-KK-KH
DISELURUH PERTANDINGAN DAN RATA-RATA DISETIAP PERTANDINGAN. DLL).
ANALISA PERTANDINGAN (ANALISA SETIAP PERTANDINGAN DAN ANALISA SELURUH
PERTANDINGAN, BISA BERDASARKAN HASIL CATATAN TSG ATAU BERDASARKAN FORM
ISIAN KOMENTAR SINGKAT KEDUA PELATIH YANG BERTANDING).
KINERJA KEPEMIMPINAN WASIT ( MENILAI PENAMPILAN PARA WASIT YANG BERTUGAS
MEMIMPIN PERTANDINGAN).
TENTANG RIWAYAT LIGA PENYELENGARA PERTANDINGAN (SEJAK BERDIRI DAN BERBAGAI
KEGIATAN YANG DILAKUKAN).

PENUTUP
DEMIKIANLAH TELAH DISAMPAIKAN HAL-HAL YANG MENYANGKUT BAGAIMANA CARA-CARA
SEDERHANA MENYIAPKAN, MELAKSANAKAN. MENGEVALUASI DAN MENYUSUN LAPORAN
PERTANDINGAN LIGA SEPAKBOLA ANAK, MUDAH-MUDAHAN DAPAT DIJADIKAN REFERENSI
BERGUNA KHUSUSNYA REFERENSI YANG MUDAH DITERAPKAN DAN DILAKSANAKAN PADA
KEGIATAN LAN 2013.

168

SELESAI
TERIMA KASIH.
JAKARTA, 8 APRIL 2013.
M.ACHWANI.
MANAJEMEN SPORT UTAMA

169

EVERY SUNDAY PROGRAMME FOR GRASSROOTS


PROGRAM SETIAP HARI MINGGU UNTUK PEMAIN CILIK
SETIAP HARI MINGGU BERTANDING DI IKUTI 32 (16-8) SSB, SESUAI
JUMLAH SSB DI DAERAH MASING-MASING, SECARA BERKALA
PACU TINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAIN USIA DINI.

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013

170

RANCANGAN
JADUAL PERTANDINGAN 32 TIM GRASSROOTS
DENGAN JUMLAH PERTANDINGAN BERIMBANG

PESERTA 32 TIM KU, DI BAGI 8 GRUP PADA BABAK PENYISIHAN, GRUP A, B, C, D, E, F, G,


H DAN SETIAP GRUP DI HUNI 4 TIM.
DI BAGI DALAM 5 BABAK, BABAK PENYISIHAN, 32 BESAR, 16 BESAR, 8 BESAR, SEMI
FINAL DAN FINAL UNTUK GRUP ATAS GUNA MENENTUKAN URUTAN PERINGKAT 1, 2, 3,
4. DAN UNTUK GRUP BAWAH, 16 KECIL, 8 KECIL, 4 KECIL GUNA MENETAPKAN
PERINGKAT 17, 18, 19, 20.
SISTIM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH PADA BABAK PENYISIHAN DAN SISTIM
GUGUR BERLANJUT PADA BABAK SELANJUTNYA.
JUMLAH PERTANDINGAN TIM PESERTA YANG LOLOS KE BABAK 16 BESAR DENGAN
YANG BERLANJUT KE BABAK 16 KECIL AKAN BERIMBANG JUMLAHNYA.

RANCANGAN
JADUAL PERTANDINGAN 32 TIM GRASSROOTS
MINGGU PERTAMA

07.00
08.00
09.00
10.00
11.00
14.00
15.00
16.00

NP.1
NP.2
NP.3
NP.4
NP.5
NP.6
NP.7
NP.8

A1-A2
B1-B2
C1-C2
D1-D2
E1-E2
F1-F2
G1-G2
H1-H2

MINGGU KETIGA

07.00
08.00
09.00
10.00
11.00
14.00
15.00
16.00

NP.17
NP.18
NP.19
NP.20
NP.21
NP.22
NP.23
NP.24

A4-A1
B4-B1
C4-C1
D4-D1
E4-E1
F4-F1
G4-G1
H4-H1

MINGGU KEDUA
07.00
08.00
09.00
10.00
11.00
14.00
15.00
16.00

NP.9
NP.10
NP.11
NP.12
NP.13
NP.14
NP.15
NP.16

A3-A4
B3-B4
C3-C4
D3-D4
E3-E4
F3-F4
G3-G4
H3-H4

MINGGU KEEMPAT
07.00
08.00
09.00
10.00
11.00
14.00
15.00
16.00

NP.25 A2-A3
NP.26 B2-B3
NP.27 C2-C3
NP.28 D2-D3
NP.29 E2-E3
NP.30 F2-F3
NP.31 G2-B3
NP.32 H2-H3

171

MINGGU KELIMA

07.00
08.00
09.00
10.00
11.00
14.00
15.00
16.00

NP.33
NP.34
NP.35
NP.36
NP.37
NP.38
NP.39
NP.40

A4-A2
B4-B2
C4-C2
D4-C2
E4-E2
F4-F2
G4-G2
H4-H2

MINGGU KETUJUH
16 BESAR

07.00
08.00
09.00
10.00
11.00
14.00
15.00
16.00

NP.49 U1GA-U2GB
NP.50 U1GB-U2GA
NP.51 U1GC-U2GD
NP.52 UIGD-U2GC
NP.53 U1GE-U2GF
NP.54 U1GF-U2GE
NP.55 UIGG-U2GH
NP.56 UIGH-U2GG

MINGGU KESEMBILAN
8 BESAR

07.00
08.00
09.00
10.00

NP.65
NP.66
NP.67
NP.68

M49-M50
M51-M52
M53-M54
M55-M56

8 KECIL

11.00 NP.69 M57-M58

15.00 NP.70 M59-M60


16.00 NP.71 M61-M62
17.00 NP.72 M63-M64

MINGGU KEENAM
07.00
08.00
09.00
10.00
11.00
14.00
15.00
16.00

NP.41
NP.42
NP.43
NP.44
NP.45
NP.46
NP.47
NP.48

A1-A3
B1-B3
C1-C3
D1-D3
E1-E3
F1-F3
G1-G3
H1-H3

MINGGU KEDELAPAN
16 KECIL
07.00 NP.57 U3GA-U4GB
08.00 NP.58 U3GB-U4GA
09.00 N P.59 U3GC-U4GD
10.00 NP.60 U3GD-U4GC
11.00 NP.61 U3GE-U4GF
14.00 NP.62 U3GF-U4GE
15.00 NP.63 U3GG-U4GH
16.00 NP.64 U3GH-U4GG
(Untuk menetapkan Peringkat 17, 18, 19, 20)

MINGGU KESEPULUH
4 BESAR/SEMI FINAL
07.00 NP.73 M65-M66
08.00 NP.74 M67-M68
4 KECIL/SEMI FINAL
09.00 NP.75 M69-M70
10.00 NP.76 M71-M72

FINAL KECIL
14.00 NP.77 K75-K76
15.00 NP.78 M75-M76

FINAL BESAR
16.00 NP.79 K73-K74
17.00 NP.80 M73-M74

(SUMBER : CATATAN RJP M. ACHWANI-MSU) 2013

172

PERTEMUAN MANAJER
FESTIVAL SEPAKBOLA U11
CALCI JUNIOR CUP TAHUN
2014

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2014

173

AGENDA
PERTEMUAN MANAJER
PRA PERTEMUAN

ABSENSI.
PEMBAGIAN MATERI PERTEMUAN MANAJER.
PENYELESAIAN MASALAH ADMINISTRASI.
KONSULTASI DENGAN DIREKTUR TEKNIK FCJC DAN KOORDINATOR PERTANDINGAN
ZONA KOTA.

PERTEMUAN MANAJER

PEMBUKAAN.
WORKSHOP PENCERAHAN TENTANG GRASSROOTS.
UNDIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN.
PENJELASAN PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN.
PENJELASAN TEKNIS SKRINING PEMAIN DAN PERTEMUAN TEKNIK.

WORKSHOP
PENCERAHAN TENTANG GRASSROOTS

BASIS PEMBINAAN SEPAKBOLA JANGKA PANJANG ADALAH DIMULAI DARI PEMBINAAN


SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), YANG MERUPAKAN USIA EMAS (GOLDEN AGE)
UNTUK MEMBUAT FONDASI YANG KUAT GUNA MEMBANGUN STRUKTUR SEPAKBOLA
YANG TANGGUH DI MASA DEPAN.
TANGGUNG JAWAB PEMBINAAN DI SEGMEN INI BEGITU BESAR, JANGAN PERLAKUKAN
MEREKA SEPERTI ORANG DEWASA, ATAU JANGAN MEMBUAT PROGRAM LATIHAN BAGI
ANAK DIDIK KITA SEPERTI PROGRAM LATIHAN BAGI ORANG DEWASA, DENGAN LATIHAN
PORSI YANG BERAT BAGI MEREKA MISALNYA.
BERIKAN PROGRAM LATIHAN SESUAI UNTUK USIANYA, SEPERTI YANG DI MAKSUDKAN
PANDUAN FIFA GRASSROOTS, FILOSOFIS GRASSROOTS DAN FAIR PLAY.

5 FILOSOFI GRASSROOTS

SEPAKBOLA UNTUK SEMUA ORANG, SEPAKBOLA DAPAT DI MAINKAN DI MANA SAJA,


TANPA MEMBEDAKAN USIA, GENDER, KEPERCAYAAN, ETIKA, LATAR BELAKANG SOSIAL
DAN TINGKAT KEBUGARAN.
PROGRAM USIA DINI FIFA MEMBAWA SEPAKBOLA UNTUK USIA 6 SAMPAI 12 TAHUN KE
SELURUH DUNIA.
174

SEPAKBOLA ADALAH SEBUAH SEKOLAH FAIR PLAY SEUMUR HIDUP, SEMANGAT


KERJASAMA, PERTEMANAN, HANYALAH SEDIKIT DARI BANYAK HAL YAANG DI DAPAT DARI
SEPAKBOLA.

10 GOLDEN RULE FAIR PLAY

JANGAN BERMAIN MEMBAHAYAKAN PEMAIN LAWAN.


HORMATI ATURAN MAIN DAN JALANKAN DENGAN BAIK SEMUA INSTRUKSI OFISIAL.
HORMATI LAWAN SEPERTI LAYAKNYA KOLEGA KITA DI SEPAKBOLA.
TETAP MAMPU MEMPERLIHATKAN SIKAP MENJUNJUNG TINGGI DISIPLIN, WALAU
DALAM SITUASI YANG SULIT DAN TIDAK MENGENAKAN .
BERIKAN DUKUNGAN TERHADAP SIAPAPUN YANG BERUPAYA MENGENYAHKAN
TINDAKAN CURANG DALAM PERTANDINGAN.
TUNJUKAN PERHATIAN BESAR TERHADAP PEMAIN YANG CEDERA DENGAN SEGERA
MENGHENTIKAN PERTANDINGAN DALAM SITUASI APAPUN.
JANGAN PERNAH PUNYA NIAT UNTUK BALAS DENDAM TERHADAP KESALAHAN YANG DI
LAKUKAN PEMAIN LAIN.
MAIN SESUAI PERINTAH TIUPAN PELUIT DARI WASIT.
RENDAH HATI SAAT MERAYAKAN KEMENANGAN, SERTA BERJIWA BESAR DALAM
MENERIMA KEKALAHAN.
MEMBERIKAN PENGHARGAAN TERHADAP INDIVIDU ATAU LEMBAGA YANG SECARA
LUAR BIASA TELAH MENJUNJUNG TINGGI SIKAP-SIKAP FARI PLAY.

INVESTASI MASA DEPAN SEPAKBOLA INDONESIA

LAKUKAN SEJAK SEKARANG, SEBAGAI LANGKAH PERMULAAN, TINGGALKAN CARA LAMA


MEMBINA PEMAIN SSB DENGAN MENGUTAMAKAN MEMBENTUK TIM, KARENA
KEWAJIBAN KITA TERHADAP MEREKA ADALAH MEBANGUN FONDASI BERMAIN
SEPAKBOLA ANAK DIDIK KITA, DENGAN MEMBERIKAN ASUPAN BELAJAR TEKNIK DASAR
BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR DALAM SUASANA FUN, SEPULUH
TAHUN KEMUDIAN HASILNYA BISA DI PETIK, SETINGGI APA PRESTASI MEREKA NANTI
SEJAUH USAHA KITA SEKARANG.

PEMAHAMAN SAMA

MASIH DALAM LANGKAH PERMULAAN, KITA HARUS MELANGKAH BERSAMA DENGAN


BERUSAHA MEMBANGUN PEMAHAMAN SAMA TERHADAP PEMBINAAN SEPAKBOLA
USIA DINI ALIAS GRASSROOTS BILA KITA INGIN MENUAI KEMAJUAN SEPAKBOLA DI
INDONESIA KELAK.
KITA SEMUA HARUS BEKERJA UNTUK MEMBANGUN FONDASI SEPAKBOLA INDONESIA,
INGAT PEKERJAAN KITA ADALAH MENCETAK PEMAIN, BUKAN MENGEJAR-NGEJAR
KEMENANGAN SEBAGAI TUJUAN UTAMA, BERMAIN UNTUK MENANG YA, TAPI ITU
175

HARUS MERUPAKAN BUAH HASIL LATIHAN PERSEORANGAN YANG TERPROGRAMKAN


DENGAN BAIK.

BERI MEREKA ASUPAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA

SAAT USIA 6 S/D 12 TAHUN SEBAGAIMANA DI SEBUTKAN DALAM PANDUAN FIFA


GRASSROOTS, ADALAH FASE USIA EMAS, YANG SANGAT BAIK UNTUK
MEMPERKENALKAN SEPAKBOLA KEPADA MEREKA PADA PARUH PERTAMA PADA USIA
TERSEBUT DI ATAS.
DAN PADA PARUH KEDUA MASIH PADA USIA TERSEBUT DIATAS ADALAH USIA YANG
SANGAT BAIK UNTUK MEMBANGUN FONDASI PEMAIN.

PERIODESASI PEMBINAAN

PERIODESASI PEMBINAAN ATAU RANGKAIAN PEMBINAAN JANGKA PANJANG ADALAH


UNTUK 12 TAHUN, DI MANA SETIAP PERIODE BERJANGKA WAKTU 4 TAHUN.
PERIODE PEMBINAAN 4 TAHUN PERTAMA, ADALAH LATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA. 4 TAHUN KEDUA ADALAH PERIODE PEMBENTUKAN, 4 TAHUN KETIGA
ADALAH PERIODE PRESTASI.
BILA SEORANG ANAK DI BINA MULAI USIA 8 TAHUN MISALNYA, MAKA PADA USIA 20
TAHUN IA SUDAH MENJADI PEMAIN MATANG.

PERIODE DI MANA PELATIH BOLA UDIN MEMILIKI PERANAN PENTING

DALAM PEMBINAAN SEPAKBOLA JANGKA PANJANG PELATIH BOLA UDIN (USIA DINI)
MEMILIKI PERANAN PENTING DALAM PERIODE PERTAMA, KARENA DIALAH YANG
MEMPERKENALKAN SEPAKBOLA UNTUK PERTAMA KALINYA KEPADA ANAK-ANAK,
KEMUDIAN DIA JUGA YANG HARUS MEMBERIKAN LATIHAN DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR, PREDIKATNYA ADALAH PELATIH PENDIDIK
(COACH EDUCATOR).
DIA TIDAK BOLEH MELAKUKAN KESALAHAN MEMBERIKAN TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA, KARENA KESALAHAN DI PERIODE INI BIASANYA AKAN TERBAWA TERUS
SAMPAI PEMAIN YANG DI DIDIKNYA MENJADI PEMAIN DEWASA.

ASUPAN UTAMA BAGI ANAK DIDIK

TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA YANG HARUS DI BERIKAN SESUAI PANDUAN FIFA
GRASSROOTS ADALAH MENENDANG BOLA, MENGGIRING BOLA DAN MENGONTROL
BOLA, ITU ADALAH ASUPAN UTAMA BAGI MEREKA UNTUK MEMBANGUN FONDASI
BERMAIN SEPAKBOLA, SEBAGAI MODAL PENTING KETIKA MEREKA SUDAH BERMAIN DI
USIA MUDA DAN USIA DEWASA KELAK.

176

BERIKAN CARA BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR SESUAI USIA MEREKA,
JANGAN BERIKAN DULU TEKNIK TINGGI YANG BIASA DI LAKUKAN PEMAIN DEWASA,
BILA ANAK DIDIKNA INGIN MENIRU-NIRU GAYA PEMAIN TOP BOLEHLAH, ASAL JANGAN
BERLEBIHAN.

TUGAS UTAMA PELATIH BOLA UDIN

TUGAS PELATIH BOLA UDIN ADALAH MEMPERKENALKAN SEPAKBOLA KEPADA ANAKANAK DALAM SUASANA FUN DAN MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA.
OLEH KARENA ITU KETIKA MEMBAWA ANAK DIDIKNYA MENGIKUTI FESTIVAL
PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI, FOKUSNYA TETAP MEMBENTUK PEMAIN DAN
BUKAN UNTUK MEMBENTUK TIM APALAGI UNTUK MENGEJAR KEMENANGAN SEMATA.
FESTIVAL PERTANDINGAN HARUS DI MANFAATKAN SEBAGAI MEDIA UNTUK
MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERMAIN SEPAKBOLA BAGI ANAK DIDIKNYA, WALAU
DEMIKIAN PEMAIN ASUHANNYA TETAP BERMAIN UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN
BUKAN TUJUAN SEMATA DAN BUAT SEGERA EVALUASI SETIAP SELESAI MENGIKUTI
FESTIVAL.

FESTIVAL PERTANDINGAN

SELALU MENGIRINGI FESTIVAL PERTANDINGAN GRASSROOTS ADALAH KAMPANYE FAIR


PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN, SERTA DI DUKUNG OLEH PROGRAM AFC UNTUK
MEMPERKENALKAN PENGGUNAAN KARTU HIJAU.
DALAM APLIKASINYA SEMUA PEMBINA SEPAKBOLA YANG TERLIBAT DALAM
PERTANDINGAN HARUS BISA MENJADI PANUTAN BAGI PARA PEMAIN ASUHANNYA.

ATURAN MAIN GRASSROOTS

MENGGUNAKAN PERTANDINGAN 9 LAWAN 9 DENGAN CADANGAN 5 ORANG PEMAIN.


SEMUA PEMAIN BERHAK DI TURUNKAN BERTANDING.
SIRKULASI PENGGANTIAN PEMAIN, DI MANA SEMUA PEMAIN CADANGAN WAJIB DI
TURUNKAN BERTANDING PADA PARUH KEDUA.
PERGANTIAN PEMAIN PADA SAAT PERTANDINGAN BERJALAN TIDAK DI PERKENANKAN,
KECUALI BILA ADA PEMAIN CEDERA BERAT DAN MENURUT KESEHATAN PANITIA
PERTANDINGAN, YANG BERSANGKUTAN TIDAK DAPAT MELANJUTKAN PERTANDINGAN,
IA BOLEH DI GANTI OLEH PEMAIN CADANGAN.
HUKUMAN PERINGATAN DAN PENGUSIRAN TIDAK MENGGUNAKAN KARTU KUNING
DAN KARTU MERAH, TETAPI CUKUP MENGGUNAKAN ISYARAT DAN LISAN DARI WASIT.
PENGUSIRAN PEMAIN KARENA MELAKUKAN PELANGGARAN BERAT BERSIFAT
SEMENTARA, SELAMA 2 MENIT, SETELAH ITU YANG BERSANGKUTAN BISA BERMAIN
KEMBALI, KECUALI BILA BERKELAHI DI KELUARKAN SECARA PERMANEN.
177

PEMAIN DAN OFISIAL YANG BERLAKU SPORTIF DI BERI PENGHARGAAN KARTU HIJAU
OLEH WASIT.
TIM PERINGKAT TERATAS DI SEBUT TIM TERBAIK BUKAN JUARA.

KARTU HIJAU

KARTU HIJAU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN YANG DI BERIKAN WASIT KEPADA


PEMAIN YAANG BERLAKU SPORTIF, SETELAH MELAKUKAN PELANGGARAN KEPADA
PEMAIN LAWAN KEMUDIAN IA MEMINTA MAAF ATAU BERSALAMAN DENGAN PEMAIN
LAWANNYA TERSEBUT, ATAU MEMBANGUNKAN PEMAIN LAWAN YANG TERJATUH
AKIBAT KONTAK BADAN DENGANNYA, MENSEGERAKAN MEMBUANG BOLA KE LUAR
LAPANGAN SEJAJAR DI MANA IA BERADA, BILA MELIHAT PEMAIN LAWAN ADA YANG
CEDERA, ATAU JUGA MELERAI KAWANNYA YANG BERTENGKAR DENGAN PEMAIN
LAWAN.
OFISIAL TIM JUGA BISA MENDAPAT PENGHARGAAN KARTU HIJAU DARI WASIT SEUSAI
PERTANDINGAN, BILA DI SEPANJANG WAKTU PERTANDINGAN BERLAKU SPORTIF DAN
PEMAINNYA TIDAK ADA YANG MENDAPAT PERINGATAN MAUPUN PENGUSIRAN.

BUKAN HANYA PERTANDINGAN

BUKAN HANYA PERTANDINGAN PERTANDINGAN SEMATA (NOT ONLY THE


GAME), TAPI ADA UNSUR PELATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA,
FILOSOFI GRASSROOTS, FAIR PLAY, RESPEK, DISIPLIN, ADA KARTU HIJAU,
MENTAATI PERATURAN DAN MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT.

178

SELESAI
TERIMA KASIH
PRESENTASI M. ACHWANI, DIREKTUR TEKNIK FCJC 2014
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2014
DESAIN POSTER : DINNIE KIRANA

179

BAGAIMANA
MENYUSUN JADWAL
DENGAN
JUMLAH BERTANDING SAMA ANTARA
TIM MENANG DAN TIM KALAH
DI BABAK PENYISIHAN
DALAM SEBUAH
TURNAMEN ATAU FESTIVAL BOLA
M. ACHWANI

DOKUMEN FOTO PRIBADI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2013
180

BAGAIMANA MENYUSUN JADWAL DENGAN JUMLAH BERTANDING


SAMA ANTARA TIM MENANG DAN TIM KALAH DI BABAK PENYISIHAN
DALAM SEBUAH TURNAMEN ATAU FESTIVAL BOLA.
OLEH : M. ACHWANI
DALAMMODEL PERTANDINGAN PADA TURNAMEN ATAU FESTIVAL YANG BISA DIIKUTI OLEH 816-32 PESERTA, ATAU YANGKALI INI DISAJIKAN CONTOH BILA DIIKUTI 32 PESERTA,DIBAGI
DALAM 8 GRUP PADA BABAK PENYISIHANNYA, DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI
SETENGAH. DIMANA 2 URUTAN TERATAS SETIAP GRUP MAJU KE BABAK BERIKUTNYA DALAM
BAGAN ATAS, SEDANGKAN 2 URUTAN TERBAWAH SETIAP GRUP WALAU TIDAK LOLOS DALAM
BABAK PENYISIHAN, TETAPI MASIH BISA IKUT BERTANDING LAGI KE BABAKBERIKUTNYA
NAMUNDALAM BAGAN BAWAH.
BABAK KEDUA BAGAN ATAS MAUPUN BAGAN BAWAH DAN BABAK SETERUSNYA
DILAKUKANDENGAN PERTANDINGAN SISTEM GUGUR (GUGUR-LANJUT), SEBAGAIMANA
PENJELASAN DIBAWAH INI :
1. BABAK PENYISIHAN YANG DIIKUTI 32 TIM DIBAGI 8 GRUP, TERDIRI DARI GRUP A, B, C,
D, E, F, G, H. SETIAP GRUP DI HUNI MASING-MASING 4 TIM YANG BERTANDING
DENGAN SISTEM KOMPETISI SETENGAH.
2. TIM YANG BERTANDING DALAM SETIAP GRUP DIBERI INISIAL, MISALNYA TIM YANG
TERGABUNG DALAM GRUP A : A1, A2, A3, A4 ; GRUP B : B1, B2, B3, B4 ; GRUP C : C1,
C2, C3, C4 ; GRUP D : D1, D2, D3, D4 ; GRUP E : E1, E2, E3, E4 ; GRUP F : F1, F2, F3, F4
; GRUP G : G1, G2, G3, G4 ;
GRUP H : H1, H2, H3, H4. DAN INISIAL U 1-2-3-4- UNTUK PERINGKAT, G UNTUK GRUP,
M UNTUK MENANG PERTANDINGAN, SERTA K UNTUK KALAH PERTANDINGAN.
3. MEMPERGUNAKAN 8 LAPANGAN (1 GRUP 1 LAPANGAN), JUMLAH
PERTANDINGANPADA BABAK PENYISIHAN 48, BABAK KEDUA DST BAGAN ATAS, 32
PERTANDINGAN,BABAK 16 KECIL DST BAGAN BAWAH,
32 PERTANDINGAN, ATAU JUMLAH KESELURUHAN BABAK, 112 PERTANDINGAN. SETIAP
TIM BERTANDING 2 KALI DALAM SEHARI, JADI MEMERLUKAN WAKTU 3 HARI
PERTANDINGAN.
4. URUTAN 1 DAN 2 SETIAP GRUP LOLOS DARI BABAK PENYISIHAN DAN BERHAK MAJU KE
BABAK KEDUA/16 BESAR DAN BABAK SETERUSNYA, UNTUK BISA MERAIH PELUANG
SAMPAI KE BABAK FINAL TURNAMEN ATAU FESTIVAL.
5. URUTAN 3 DAN 4 SETIAP GRUP WALAU TIDAK LOLOS DARI BABAK PENYISIHAN, TETAPI
IA BISA BERLANJUT MENGIKUTI BABAK 16 KECIL TURNAMEN ATAU FESTIVAL, UNTUK
BISA MERAIH PELUANG MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 17 S/D 32.
6. DENGAN DEMIKIAN JUMLAH BERTANDING SETIAP PESERTA TURNAMEN ATAU FESTIVAL
YANG DIIKUTI 32 TIM INI AKAN SAMA, BAIK PESERTA BABAK 16 BESAR ATAU PESERTA
BABAK 16 KECIL, MENGIKUTI 7 PERTANDINGAN. PADA BABAKPENYISIHAN 3

181

PERTANDINGAN, 16 BESAR-KECIL 1 PERTANDINGAN, 8 BESAR-KECIL 1 PERTANDINGAN


DAN 4 BESAR-KECIL 2 PERTANDINGAN.
7. SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN DISETIAP GRUP PADA BABAK PENYISIHAN DAN
BABAK BERIKUTNYA DISUSUN DENGAN NOMOR PERTANDINGAN (NP),NP.1 S/D NP.48,
NP.49 S/D NP.80 DAN NP.81 S/D NP.112,SECARA SIMULTAN SBB :

BABAK PERTAMA/BABAK PENYISIHAN


SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PERTAMA SETIAP GRUP
NP. 1 : A1-A2 ; NP.2 : B1-B2 ; NP.3 : C1-C2 ; NP4. : D1-D2 ;
NP.5 : E1-E2 ; NP.6 : F1-F2 ; NP.7 : G1-G2 ; NP.8 : H1-H2.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN KEDUA SETIAP GRUP


NP.9 : A3-A4 ; NP.10 : B3-B4 ; NP.11 : C3-C4 ; NP.12 : D3-D4 ;
NP.13 : E3-E4 ; NP. 14. : F3-F4 ; NP.15 : G3-G4 ; NP.16 : H3-H4.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN KETIGA SETIAP GRUP


NP.17 : A4-A1 ; NP.18 : B4-B1 ; NP.19 : C4-C1 ; NP.20 : D4-D1 ;
NP.21 : E4-E1 ; NP. 22 : F4-F1 ; NP.23 : G4-G1 ; NP.24 : H4-H1.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN KEEMPAT SETIAP GRUP


NP.25 : A2-A3 ; NP.26 : B2-B3 ; NP.27 : C2-C3 ; NP.28 : D2-D3 ;
NP.29 : E2-E3 ; NP.30 : F2-F3 ; NP.31 : G2-G3 : NP.32 : H2-H3.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN KELIMA SETIAP GRUP


NP.33 : A4-A2 ; NP.34 : B4-B2 ;NP.35 : C4-C2 ; NP.36 : D4-D2 ;
NP.37 : E4-E2 ; NP.38 : F4-F2 ; NP.39 : G4-G2 ; NP.40 : H4-H2.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN KEENAAM SETIAP GRUP


NP.41 : A1-A3 ; NP.42 : B1-B3 ; NP.43 : C1-C3 ; NP.44 : D1-D3 ;
NP.45 : E1-E3 ; NP.46 : F1-F3 ; NP.47 : G1-G3 ; NP.48 : H1-H3.
8. URUTAN 1 DAN 2 SETIAP GRUP LOLOS DARI BABAK PENYISIHAN DAN BERHAK MAJUKE
BABAK KEDUA/16 BESAR DALAM BAGAN ATAS. DAN URUTAN 3 DAN 4 SETIAP GRUP
WALAU TIDAK LOLOS ATAU TIDAK MAJU KE BABAK KEDUA, TETAPI TETAP
DAPATBERTANDING PADA BABAK 16 KECILDAN SETERUSNYA DALAM BAGAN BAWAH.
YANG MAJU KE BABAK KEDUA DALAM BAGAN ATAS BERPELUANG UNTUK BERTANDING
SAMPAI BABAK FINAL DAN SEKALIGUS UNTUK BISABERPELUANG MERAIH POSISI
PERINGKAT 1 S/D 16.
BAGI YANG TIDAK MAJU KE BABAK KEDUA, DIBERI KESEMPATAN UNTUK
MENGIKUTIBABAK 16 KECIL DALAM BAGAN BAWAH DAN UNTUK BISA BERPELUANG
MERAIH POSISI PERINGKAT 17 S/D 32.

BAGAN ATAS
BABAK KEDUA 16 BESAR :
8 PERTANDINGAN, DIIKUTI 16 TIM URUTAN 1 DAN 2 SETIAP GRUP PADA BABAK
PENYISIHAN, 8 PASANG TIM SALING BERHADAPAN BERTANDING,NP.49 S/D NP.56.
182

DIMANA PEMENANGNYA BERHAK MAJU KE BABAK 8 BESAR, BERPELUANG UNTUK BISA


MERAIH POSISI PERINGKAT 1 S/D 8 DAN YANG KALAH PADA BABAK INI BERTANDING,
BERPELUANG UNTUK BISA MERAIH POSISI PERINGKAT 9 S/D 16.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN


BABAK 16 BESAR
NP.49 : U1GA-U2GB NP.52 : U1GD-U2GC NP.55 : U1GG-U2GH
NP.50 : U1GB-U2GA NP.53 : U1GE-U2GF NP.56 : U1GH-U2GG
NP.51 : U1GC-U2GD NP.54 : U1GF-U2GE

BABAK KETIGA 8 BESAR


4 PERTANDINGAN, DIIKUTI 8 TIM PEMENANG PERTANDINGAN PADA BABAK KEDUA 16
BESAR, 4 PASANG TIM SALING BERHADAPAN BERTANDING, NP.57 S/D NP.60, DIMANA
PEMENANGNYA BERHAK MAJU KE BABAK 4 BESAR/SEMI FINAL,BERPELUANG UNTUK
BISA MERAIH POSISI PERINGKAT 1 S/D 4.
DAN YANG KALAH PADA BABAK 8 BESAR, JUGA KEMBALI BERTANDING,UNTUK BISA
MERAIH POSISI PERINGKAT 5 S/D 8.
BERSAMAAN DENGAN PERTANDINGAN BABAK 8 BESAR, BERTANDING JUGA TIM-TIM
YANG KALAH PADA BABAK 16 BESAR, 4 PERTANDINGAN,
4 PASANG TIM SALING BERHADAPAN BERTANDING,NP.61 S/D NP.64, UNTUK BISA
MERAIH POSISI PERINGKAT 9 S/D 16.
DIMANA PEMENANGNYA AKAN KEMBALI BERTANDING UNTUKBISA MERAIH POSISI
PERINGKAT 9 S/D 12 DAN YANG KALAH JUGA AKAN KEMBALI BERTANDING, UNTUK BISA
MERAIH POSISI PERINGKAT 13 S/D 16.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN BABAK 8 BESAR


(PEMENANG BABAK 16 BESAR) (KALAH DI BABAK 16 BESAR)
NP.57
NP.58
NP.59
NP.60

:
:
:
:

M49-M50
M51-M52
M53-M54
M55-P56

NP.61
NP.62
NP.63
NP.64

:
:
:
:

K49-K50
K51-K52
K53-K54
K55-K56

BABAK KEEMPAT/BABAK 4 BESAR/BABAK SEMI FINAL


2 PERTANDINGAN, DIIKUTI 4 TIM PEMENANG PERTANDINGAN PADA BABAK 8 BESAR, 2
PASANG TIM SALING BERHADAPAN BERTANDING, NP.65-NP.66, DIMANA
PEMENANGNYA BERHAK MAJU KE BABAK FINAL, UNTUK MEMPEREBUTKAN URUTAN
KEDUDUKAN PERINGKAT PERTAMA (NP.68). DAN YANG KALAH DI BABAK SEMI FINAL,
183

KEMBALI BERTANDING UNTUK MEMPEREBUTKAN URUTAN KEDUDUKAN PERINGKAT


KETIGA (NP.67).

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN BABAK SEMI FINAL


NP.65 : M57-M58
NP.66 : M59-M60

BABAK KELIMA/BABAK FINAL


2 TIM YANG KALAH DI BABAK SEMI FINAL, BERTANDING, NP.67, UNTUK
MEMPEREBUTKAN URUTAN KEDUDUKAN PERINGKAT KETIGA.
2 TIM PEMENANG BABAK SEMI FINAL, BERTANDING, NP.68, UNTUK MEMPEREBUTKAN
URUTAN KEDUDUKAN PERINGKAT PERTAMA.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN BABAK FINAL


NP.67 : K65-K66 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 3-4)
NP.68 : M65-M66 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 1-2).

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 5 S/D 8


NP.69 : K57-K58
NP.70 : K59-K60
NP.71 : M69-M70 (MENANG-KALAH>PERINGKAT 5-6)
NP.72 : K69K70 (MENANG-KALAH >PERINGKAT 7-8)

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 9 S/D 12


NP.73 : M61-M62
NP.74 : M63-M64
NP.75 : M73-M74 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 9-10)
NP.76 : K73-K74 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 11-12)

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 13 S/D 16


NP.77 : K61-K62
NP.78 : K63-K64
NP.79 : M77-M78 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 13-14)
NP.80 : K77 -K78 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 15-16)
DAN BERIKUTNYA BISA DIIKUTI SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN BAGANBAWAH,
MULAI BABAK 16 KECIL, BABAK 8 KECIL, DAN BABAK 4 KECIL (SEMI PUNCAK
DANPUNCAK),SERTA UNTUK MENENTUKAN PERINGKAT AKHIR
17 S/D 32SAMA DENGAN BAGAN ATAS TERSUSUN PERINGKAT 1 S/D 16.

184

BAGAN BAWAH
BABAK 16 KECIL
8 PERTANDINGAN, DIIKUTI 16 TIM URUTAN 3 DAN 4 SETIAP GRUP PADA BABAK
PENYISIHAN, 8 PASANG TIM SALING BERHADAPAN BERTANDING,NP.81 S/D NP.88,
DIMANA PEMENANGNYA MAJU KE BABAK 8 KECIL, BERPELUANG UNTUK MERAIH
PERINGKAT 17 S/D 24 DAN YANG KALAH PADA BABAK INI KEMBALI
BERTANDING,BERPELUANG UNTUK BISA MERAIH PERINGKAT 25 S/D 32.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN BABAK 16 KECIL


NP.81 : U3GA-U4GB NP.84 : U3GD-U4GC NP.87 : U3GG-U4GH
NP.82 : U3GB-U4GA NP.85 : U3GE-U4GF NP.88 : U3GH-U4GG
NP.83 : U3GC-U4GD NP.86 : U3GF-U4GE

BABAK 8 KECIL
4 PERTANDINGAN, DIIKUTI 8 TIM PEMENANG PADA BABAK 16 KECIL,
4 PASANG TIM SALING BERHADAPAN BERTANDING, NP.89 S/D NP.92, DIMANA
PEMENANGNYA MAJU KE BABAK 4 KECIL, BERPELUANG UNTUK BISA MERAIH
PERINGKAT 17 S/D 20.
DAN YANG KALAH PADA BABAK INI KEMBALI BERTANDING UNTUK BISA MERAIH
PERINGKAT 21 S/D 24.
BERSAMAAN DENGAN PERTANDINGAN 8 KECIL, BERTANDING JUGA TIM-TIM YANG
KALAH PADA BABAK 16 KECIL, 4 PERTANDINGAN, NP.93 S/D NP.96, 4 PASANG TIM
SALING BERHADAPAN BERTANDING UNTUK BISA MERAIH POSISI PERINGKAT 25 S/D 32.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN BABAK 8 KECIL


(PEMENANG BABAK 16 KECIL)
(KALAH DI BABAK 16 KECIL)
NP.89
NP.90
NP.91
NP.92

:
:
:
:

M81-M82
M83-M84
M85-M86
M87-M88

NP.93
NP.94
NP.95
NP.96

:
:
:
:

K81-K82
K83-K84
K85-K86
K87-K88

BABAK 4 KECIL (SEMI PUNCAK) *


SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN BABAK 4 KECIL
NP.97 : M89-M90
NP.98 : M91-M92

BABAK 4 KECIL (PUNCAK) *


SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 19 (20)
NP.99: K93-K94
185

JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 17 (18)


NP.100 : M93-M94.

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 21 S/D 24


NP.101 : K89-K90
NP.102 : K91-K92
NP.103 : K101 -K102 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 21-22)
NP.104 : M101-M102 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 23-24)

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 25 S/D 28)


NP.105 : M93-M94
NP.106 : M95-M96
NP.107 : K105-K106 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 27-28)
NP.108 : M105-M106 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 25-26)

SUSUNAN JADWAL PERTANDINGAN PEREBUTAN PERINGKAT 29 S/D 32)


NP.109 : K93-K94
NP.110 : K95-K96
NP.111 : K109 -K110 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 31-32)
NP.112 : M109-M110 (MENANG-KALAH > PERINGKAT 29-30)

M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2013
SUMBER
: DESAIN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA, M. ACHWANI, 2011
FOTO
: DOKUMEN FOTO PRIBADI

186

CONTOH
PROGRAM PEMUSATAN LATIHAN
PEMAIN USIA DINI U12
M. ACHWANI

GOOGLE IMAGES

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2014
187

CONTOH PROGRAM PEMUSATAN LATIHAN PEMAIN USIA DINI U12


45 HARI
KEBERSAMAAN DALAM KESEHARIAN DAN KESEHARIAN DALAM KEBERSAMAAN BAGI PARA PEMAIN
BERSAMA DENGAN PELATIH, OFISIAL DAN PENGURUS

PENGANTAR :
CONTOH PROGRAM PEMUSATAN LATIHAN DALAM SUASANA FUN SELAMA L/K 45 HARI, YANG MEMILIKI
SASARAN AKSELARASI (PERCEPATAN) PENINGKATAN PRESTASI PEMAIN, MENCAPAI JENJANG PRESTASI
TIM TERTINGGI PADA EVEN YANG AKAN DI IKUTI, MEMUAT HAL-HAL YANG HARUS DI SIAPKAN, CONTOH
GARIS BESAR PROGRAM LATIHAN MENGHADAPI EVEN YANG AKAN DI IKUTI, DI BAGI DALAM 3 FASE
LATIHAN DAN DI TAMBAH 1 FASE PEMELIHARAAN KONDISI MENJELANG PERTANDINGAN, DENGAN
TETAP MENGUTAMAKAN UNTUK MEMBANGUN FONDASI PEMAIN, MELATIH TEKNIK DASAR BERMAIN
SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR.

SASARAN :
1. MEMBANGUN AKSELERASI (PERCEPATAN) PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAIN.
2. MEMBANGUN KEBERSAMAAN DAN KEKOMPAKAN PEMAIN DI DALAM DAN DI LUAR LAPANGAN.
3. MEMBANGUN KEINGINAN KUAT (WILL POWER) PARA PEMAIN UNTUK MEMAJUKAN PRESTASI
MASING-MASING DAN MEMAJUKAN PRESTASI SECARA TIM UNTUK MENCAPAI PRESTASI
TERTINGGI.
4. MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH DENGAN PARA PEMAIN ATAU UMPAN BALI, TERMASUK
MENDENGARKAN PENDAPATNYA TENTANG PROGRAM KEGIATAN YANG DI IKUTINYA.
5. PUNCAKNYA, MEMBANGUN TEKNIK BERMAIN PERSEORANGAN YANG TINGGI DAN YANG
MEMILIKI CIRI KHAS BERMAIN TIM TERSENDIRI (WARNA BERMAIN TIM), YANG MERUPAKAN
KEKUATAN TIM YANG MAMPU MENGALAHKAN SEMUA LAWAN BERTANDING YANG DI HADAPI,
MENCAPAI JENJANG PRESTASI TIM TERTINGGI PADA EVEN YANG AKAN DI IKUTI, MENJADI TIM
TERBAIK TINGKAT NASIONAL DAN MENJADI TIM WAKIL INDONESIA KE EVEN TINGKAT DUNIA.

YANG HARUS DI SIAPKAN :


1. MENYIAPKAN NAMA-NAMA PARA PEMAIN YANG AKAN DI SERTAKAN MENGIKUTI PEMUSATAN
LATIHAN.
2. MENYUSUN NAMA-NAMA OFISIAL TIM YANG BERTUGAS MENDAMPINGI PELATIH DALAM
PEMUSATAN LATIHAN.
3. SARANA FASILITAS PENAMPUNGAN (AKOMODASI) BAGI PARA PEMAIN YANG MENGIKUTI
PEMUSATAN LATIHAN, TERMASUK PENGATURAN PENGELOMPOKAN PEMAIN DALAM
RUANGAN TIDUR, SEPERTI PENGELOMPOKAN PENJAGA GAWANG, PEMAIN BELAKANG, PEMAIN
TENGAH DAN PEMAIN DEPAN.
4. MENYIAPKAN LAPANGAN LATIHAN TERBUKA DAN TERTUTUP, BERIKUT SEMUA PERALATAN
LATIHAN SEPAKBOLA YANG DIPERLUKAN,TERMASUK KOSTIM LATIHAN MAUPUN KOSTIM
PERTANDINGAN SERTA SEMUA PERLENGKAPAN PEMAIN.
188

5. MENYIAPKAN JURU MASAK YANG MENGIKUTI REFERENSI NUTRISI DAN GIZI SERTA
MENYIAPKAN VARIASI MASAKAN YANG MENGUNDANG SELERA MAKAN PARA PEMAIN DI
SETIAP HARINYA.
6. MENYIAPKAN DAFTAR MENU UNTUK SETIAP HARI TERMASUK EKSTRA FOODING DAN
SUPLEMEN VITAMIN.
7. AGENDA PEMERIKSAAN MEDIS (SPORT MEDICINE) UNTUK PEMAIN DAN PENDEKATAN
PSIKOLOGI DENGAN PEMAIN (SPORT PSYCHOLOGY).
8. MENYIAPKAN TATA TERTIB BAGI PEMAIN PESERTA PEMUSATAN LATIHAN.
9. MENYIAPKAN MATERI PENDATAAN PEMAIN UNTUK MEMBANGUN DATA BASE PEMAIN.
10. MENYIAPKAN MATERI KUISENER UNTUK MENGETAHUI KONDISI DAN POTENSI PEMAIN.
11. MENYUSUN PROGRAM KEGIATAN HARIAN YANG BERVARIASI DAN MENJAUHKAN DARI
KEBOSANAN DAN KEJENUHAN, YANG MELIPUTI KEGIATAN MULAI BANGUN TIDUR DI PAGI HARI
SAMPAI SAATNYA ISTIRAHAT TIDUR DI MALAM HARI.
12. MENYUSUN PROGRAM LATIHAN DAN UJI COBA, TERMASUK PRE TES, TES LANJUTAN DAN TES
AKHIR, BERIKUT EVALUASI DAN PENYEMPURNAAN ATAU PENYESUAIAN PROGRAM BILA DI
PERLUKAN PADA SAAT PELAKSANAAN PEMUSATAN LATIHAN TERUTAMA BILA MENGHADAPI
PERUBAHAN SITUASI TERMASUK SESUAI HASIL PENGAMATAN KEKUATAN-KEKUATAN LAWAN
SEBAGAI KOMPETITOR.
13. DENGAN MEMPERHATIKAN KESELARASAN ANTARA PROGRAM KEGIATAN HARIAN DAN
PEROGRAM LATIHAN YANG DI SUSUN, AGAR HASIL PEMUSATAN LATIHAN MENCAPAI HASIL
YANG DI INGINKAN, TERMASUK MEMASUKAN UNSUR VARIASI KEGIATAN YANG SEBANDING
DENGAN UNSUR VARIASI LATIHAN YANG MENYENANGKAN BAGI PARA PEMAIN DAN
MENYEIMBANGKAN KEGIATAN DI TEMPAT PENAMPUNGAN, LATIHAN, PEMULIHAN KONDISI,
REKREASI, TERMASUK KEGIATAN SEKOLAH DAN BELAJAR BAGI PARA PEMAIN.
14. MENDISKUSIKAN TERLEBIH DAHULU SECARA MATANG SEMUA HAL YANG HARUS DI SIAPKAN
SEPERTI TERSEBUT DI ATAS DENGAN SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM KEGIATAN
PEMUSATAN LATIHAN, TERMASUK MENUNJUK PEMBINA PEMUSATAN LATIHAN UNTUK
MENDAMPINGI PELATIH.

CONTOH GARIS BESAR PROGRAM LATIHAN MENGHADAPI EVEN :


(SESUAI HASIL EVALUASI EVEN TERAKHIR YANG DI IKUTI, PERBAIKAN DARI KEKURANGAN YANG ADA)
1. PERSIAPAN MENGHADAPI EVEN SEPERTI PERSIAPAN YANG MENYANGKUT ADMINISTRASI,
TEKNIS, MENYIAPKAN SEMUA HAL TERMASUK SARANA FASILITAS SEPERTI DI SEBUT DI ATAS
SEBELUM PEMUSATAN LATIHAN DI MULAI.
2. PRE TES (UNTUK MENGETAHUI KONDISI AWAL PEMAIN SEBELUM MENGIKUTI PEMUSATAN
LATIHAN).
3. FASE PERTAMA (15 HARI PERTAMA) ADALAH FASE PENDAHULUAN :
a. LATIHAN TEKNIK PERSEORANGAN : LATIHAN MEMAINKAN, MENGOLAH DAN MENJINAKAN
BOLA, LATIHAN BERBAGAI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, LATIHAN PENJAGA
GAWANG.
b. LATIHAN TAKTIK BERMAIN PERSEORANGAN.
c. LATIHAN TAKTIK BERMAIN LINI.
d. LATIHAN TAKTIK BERMAIN TIM.
e. LATIHAN BOLA MATI, SEPERTI TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN SUDUT DAN TENDANGAN
PENALTI.
f. LATIHAN DALAM BENTUK SMALL SIDE GAME (20 X 20 M).
189

4.

5.

6.

7.
8.

g. LATIHAN DALAM BENTUK MITRA LATIH INTERNAL DALAM UKURAN LAPANGAN


GRASSROOTS.
h. TES PERTAMA (TES PENDAHULUAN).
i. EVALUASI HASIL LATIHA FASE PERTAMA.
FASE KEDUA (15 HARI KE DUA) ADALAH FASE LANJUTAN :
a. UJI COBA DENGAN TIM YANG DI PERKIRAKAN LEBIH LEMAH KEKUATANNYA.
b. UJI COBA DENGAN TIM YANG DI PERKIRAKAN SEPADAN KEKUATANNYA.
c. UJI COBA DENGAN TIM YANG DI PERKIRAKAN LEBIH KUAT.
(DI LAKSANAKAN DI KANDANG SENDIRI/DI LAPANGAN SENDIRI DAN BERTANDANG KE LUAR).
d. MELAKSANAKAN LATIHAN SAMA DENGAN FASE PERTAMA SEPERTI DI ATAS, YANG SUDAH DI
SESUAIKAN DENGAN EVALUASI HASIL UJI COBA SEBELUMNYA DAN UNTUK MENYIAPKAN
UJI COBA BERIKUTNYA.
e. TES KEDUA (TES LANJUTAN).
f. EVALUASI HASIL LATIHAN FASE KEDUA.
FASE KETIGA (15 HARI KE TIGA) ADALAH FASE PENINGKATAN SEBAGAI FASE PUNCAK :
a. PROGRAM LATIHAN YANG SUDAH DI SAMPAIKAN SEPERTI DI ATAS DI TINGKATKAN
BOBOTNYA.
b. DENGAN MENITIK BERATKAN KEPADA TAKTIK DAN STRATEGI BERMAIN, DENGAN
PENDEKATAN SUASANA PERTANDINGAN (GAME SITUATION) DAN YANG ADA
HUBUNGANNYA DENGAN PERTANDINGAN (GAMES RELATED).
c. DI SESUAIKAN DENGAN KONDISI PERTANDINGAN ATAU LAWAN-LAWAN YANG AKAN DI
HADAPI, BERDASARKAN EVALUASI SELURUH HASIL UJI COBA DAN PENGAMATAN TERAKHIR.
d. DI PERBANYAK MITRA LATIH INTERNAL UNTUK MEMATANGKAN TAKTIK DAN STRATEGI
BERMAIN.
e. TES KETIGA (TES PUNCAK).
f. EVALUASI HASIL LATIHAN FASE KE TIGA.
FASE KE EMPAT (MENJELANG PERTANDINGAN)
a. LATIHAN PEMELIHARAAN KONDISI MENJELANG PERTANDINGAN.
b. LATIHAN RINGAN DENGAN BERBAGAI SIMULASI TEKNIK BERMAIN PERSEORANGAN, LINI
DAN TIM.
c. MENGHASILKAN TEKNIK BERMAIN PERSEORANGAN YANG TINGGI DAN MEMILKI CIRI
BERMAIN YANG KHAS TERSENDIRI (WARNA BERMAIN), MERUPAKAN KEKUATAN TIM YANG
MAMPU MENGALAHKAN SEMUA LAWAN BERTANDING YANG DI HADAPINYA.
d. MELAKUKAN REKREASI YANG MENYENANGKAN UNTUK MENGHILANGKAN KETEGANGAN
MENJELANG PERTANDINGAN.
SELANJUTNYA KEGIATAN MENYESUAIKAN DENGAN JADUAL PERTANDINGAN.
PROGRAM LATIHAN DI BUAT SESUAI KEBUTUHAN UNTUK MENYIAPKAN MENGHADAPI DAN
SESUDAH PERTANDINGAN.

JAKARTA, 5 DESEMBER 2014.


M. ACHWANI.
MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU).
FOTO : GOOGLE IMAGES

190

CONTOH

JADUAL DAN PROGRAM KEGIATAN PEMUSATAN LATIHAN PEMAIN USIA DINI U12
45 HARI
HARI KE 0
HARI KE 1-45
04.30
05.00
05.30
06.00
06.30
07.00
13.00
14.30
15.00
15.15
18.00
18.30
19.00
19.30
20.00
21.00

MENYAMPAIKAN MAKSUD DAN TUJUANJ MELAKUKAN PEMUSATAN LATIHAN


KEGIATAN RUTIN HARIAN BAGI PARA PEMAIN
(1) BANGUN PAGI, MANDI
(2) SHOLAT SUBUH, SNACK
(3) LATIHAN RINGAN
(4) MAKAN PAGI, BRIFING PAGI
(5) BERANGKAT SEKOLAH
(6) SEKOLAH
(7) KEMBALI DARI SEKOLAH, SHOLAT DZUHUR, MAKAN SIANG, ISTIRAHAT
(8) BRIFING SIANG
(9) SHOLAT ASHAR
(10) LATIHAN(SELESAI LATIHAN PEMAIN DI BERI EKSTRA FOODING)
(11) SHOLAT MAGHRIB
(12) MAKAN MALAM
(13) SHOLAT ISYA
(14) BRIFING MALAM
(15) BELAJAR
(16) ISTIRAHAT, TIDUR MALAM

BRIFING DI SAMPAIKAN OLEH PELATIH, KHUSUS BRIFING MALAM WAKTUNYA BERBAGI, PELATIH 10
MENIT DAN NARA SUMBER (PENCERAMAH) 20 MENIT.
KETERANGAN :
LATIHAN RINGAN
BRIFING PAGI
BRIFING SIANG
LATIHAN

:
:
:
:

BRIFING MALAM

PENAYANGAN FILM
PENCERAHAN
SIRAMAN ROKHANI

:
:
:

HIBURAN

SENAM, MEMAINKAN, MENGOLAH DAN MENJINAKAN BOLA, 30 MENIT.


MEMBERITAHU KEGIATAN HARI ITU SECARA GARIS BESARNYA, 5 MENIT.
MEMBERITAHU MATERI PROGRAM LATIHAN SORE HARI ITU, 10 MENIT.
SESUAI PROGRAM LATIHAN, 90 MENITATAU DI TENTUKAN LAIN.
DI BAGI 5 KOMPONEN LATIHAN, YAITU KOMPONEN PERTAMA LATIHAN
TEKNIK PERSEORANGAN (YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN
PERTANDINGAN), KOMPONEN KE DUA TAKTIK BERMAIN (SEPERTI
SITUASI PERTANDINGAN), KOMPONEN KE TIGA LATIHAN BOLA MATI,
KOMPONEN KE EMPAT BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME)
KOMPONEN KE LIMA BERMAIN DI LAPANGAN UKURAN GRASSROOTS.
KOMPONEN KE DUA TAKTIK BERMAIN (SITUASI PERTANDINGAN),
MENYAMPAIKAN EVALUASI HASIL LATIHAN HARI ITU DAN MEMBERITAHU
GARIS BESAR RENCANA LATIHAN ESOK HARI, 10 MENIT.
PENAYANGAN FILM SEPAKBOLA, ATAU PENCERAHAN, ATAU SIRAMAN
ROKHANI, ATAU HIBURAN, 20 MENIT.
MENGGUNAKAN DVD PLAYER DAN INFOKUS PADA LAYAR LEBAR.
TENTANG PEMAHAMAN BERMAIN SEPAKBOLA, ROKHANI DAN HIBURAN.
MEMBANGUN PRIBADI YANG BERIMAN SESUAI AJARAN AGAMA YANG
DI ANUTNYA.
MENAYANGKAN FILM HIBURAN UNTUK ANAK-ANAK, ATAU HIBURAN
LAINNYA.
191

MATERI PENCERAHAN : DENGAN MENGHADIRKAN NARA SUMBER, CERAMAH 20 MENIT


(DI SAMPAIKAN DALAM BAHASA SEDERHANA YANG DI FAHAMI ANAK2)
HARI KE 1
HARI KE 2
HARI KE 3
HARI KE 4

HARI KE 5

HARI KE 6
HARI KE 7
HARI KE 8
HARI KE 9
HARI KE 10
HARI KE 11
HARI KE 12
HARI KE 13
HARI KE 14
HARI KE 15

: MENGISI KUISENER, UNTUK MENGETAHUI KONDISI PSIKOLOGI PEMAIN.


: MEMBANGUN KEMAMPUAN INDIVIDU YANG MENDUKUNG PERMAINAN
TIM.
: MEMBANGUN KERJA SAMA TIM DALAM FORMASI BERMAIN, MISAL 3-2-3.
: MEMBANGUN KERJASAMA DALAM LINI (BLOK), PERTAHANAN,
BELAKANG.
TENGAH DAN DEPAN UNTUK MENDUKUNG KERJA SAMA TIM.
: SUPPORTING BALL (MENDUKUNG KAWAN YANG SEDANG MENGUASAI
BOLA) DAN DOUBLE COVER (UNTUK MELAPIS KAWAN YANG SEDANG
BERUSAHA MEREBUT BOLA DARI LAWAN).
: PENAYANGAN FILM/VIDEO SEPAKBOLA (BERIKUT PENJELASAN).
: TRANSISI.
: BALL POSSESSION (MENGUASAI BOLA SELAMA MUNGKIN).
: MEMANFAATKAN LEBAR LAPANGAN.
: SIRAMAN ROKHANI.
: HIBURAN PENYEGAR.
: MEMBANGUN SIKAP SPORTIF, YANG MELIPUTI RESPEK, DISIPLIN, DAN
FAIR PLAY.
: MENGALIRKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI.
: KOMBINASI BERMAIN PENDEK DAN PANJANG.
: MEMBANGUN CIRI KHAS BERMAIN TIM.

DAN SETERUSNYA HARI KE 16 FASE KE DUA MATERI PENCERAHANYA KEMBALI KE HARI KE 1 DAN
SETERUSNYA SAMA, BEGITU JUGA BILA SUDAH MEMASUKI HARI KE 31 FASE KE TIGA, MATERI
PENCERAHANNYA KEMBALI KE HARI KE 1 DAN SETERUSNYA SAMA.
KEGIATAN PROGRAM KEGIATAN RUTIN TERSEBUT UNTUK FASE PERTAMA SELAMA 15 HARI PERTAMA,
YANG DAPAT DI ULANG DAN DI SESUAIKAN PADA FASE KE DUA, HARI KE 16 S/D HARI KE 30 DAN FASE
KETIGA, HARI KE 31 S/D HARI KE 45. SERTA DAPAT JUGA MENYISIPKAN AGENDA LAINNYA SEPERTI
PEMERIKSAAN MEDIS, SEBELUM DI MULAI PEMUSATAN LATIHAN, DI LANJUTKAN PADA PERTENGAHAN
ATAU FASE KE DUA KEMUDIAN DI AKHIR FASE KE TIGA JELANG PERTANDINGAN DI MULAI.
MATERI PENCERAHAN TERSEBUT PADA HARI KE 1 S/ D HARI KE 15 FASE PERTAMA, BERULANG SAMA
MATERINYA UNTUK FASE KE DUA SESUAI URUTANNYA MENJADI HARI KE 16 S/D HARI KE 30, ATAU
PERSAMAANNYA HARI KE 1 SAMA DENGAN HARI KE 16, HARI KE 2 SAMA DENGAN HARI KE 17, HARI KE 3
SAMA DENGAN HARI KE 18 DAN SETERUSNYA SAMA. JUGA BERULANG SAMA MATERI UNTUK FASE KE
TIGA SESUAI URUTANNYA MENJADI HARI KE 31 S/D HARI KE 45, ATAU PERSAMAANNYA HARI KE 1 SAMA
DENGAN HARI KE 31, HARI KE 2 SAMA DENGAN HARI KE 32, HARI KE 3 SAMA DENGAN HARI KE 33 DAN
SETERUSNYA SAMA SPERTI CONTOH PENGULANGAN TERSEBUT.

PROGRAM KEGIATAN LATIHAN SETIAP HARI


DALAM GARIS BESARNYA SECARA SISTEMIK, KONTEN KOMPONEN DAN WAKTUNYA,
DENGAN TETAP MENGUTAMAKAN MEMBANGUN FONDASI PEMAIN, DALAM SUASANA FUN, TANPA
LATIHAN FISIK. RINCIAN PROGRAM LATIHAN DI BUAT PELATIH, DI SESUAIKAN DENGAN MATERI
LATIHAN DAN WAKTU YANG ADA, DI TAMBAH WAKTU PRA LATIHAN (PERSIAPAN) DAN POST LATIHAN
(SEUSAI LATIHAN), UNTUK MEMANASKAN DAN MENDINGINKAN FISIK SERTA BRIFING.
192

DIDAHULUI PRE TES, SEBELUM PROGRAM LATIHAN FASE PERTAMA DI LAKUKAN

FASE PERTAMA (15 HARI PERTAMA), FASE PENDAHULUAN

KOMPONEN PERTAMA : (YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN PERTANDINGAN)


LATIHAN TEKNIK PERSEORANGAN, (LATIHAN BOLA HIDUP)
MEMAINKAN, MENGOLAH, DAN MENJINAKAN BOLA, 10 MENIT.
TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA,MENGGIRING, MENGUMPAN-MENGONTROL BOLA, 20 MENIT,
MENENDANG KE GAWANG, 10 MENIT = (40 MENIT).
LATIHAN TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG, BERSAMAAN WAKTUNYA,
LATIHAN MENANGKAP BOLA BAWAH, 10 MENIT, LATIHAN MENANGKAP BOLA SEDANG, 10 MENIT,
LATIHAN MENANGKAP BOLA ATAS 10 MENIT DAN LATIHAN MENJAGA GAWANG (MENANGKAP
TENDANGAN PEMAIN LAPANGAN), 10 MENIT = 40 MENIT.
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KOMPONEN PERTAMA = 40 MENIT.
KOMPONEN KEDUA : (SITUASI PERTANDINGAN)
LATIHAN TAKTIK BERMAIN
PERSEORANGAN, LINI DAN TIM, BESERTA PENJAGA GAWANG, 15 MENIT.
KOMPONEN KETIGA
LATIHAN BOLA MATI : TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN SUDUT, TENDANGAN PENALTI,
LEMPARAN KE DALAM DAN TENDANGAN GAWANG (KHUSUS PENJAGA GAWANG), 10 MENIT.
KOMPONEN KE EMPAT
BERMAIN DALAM LAHAN TERBATAS (20 X 20 METER), 10 MENIT.
KOMPONEN KE LIMA
BERMAIN DALAM LAHAN UKURAN LAPANGAN GRASSROOTS (50 X 70 METER), DALAM BENTUK MITRA
LATIHAN INTERNAL, 15 MENIT.
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KESELURUHAN KOMPONEN LATIHAN = 90 MENIT.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------SETELAH SELESAI MENJALANKAN PROGRAM LATIHAN PADA FASE PERTAMA INI, DI PENGHUJUNGNYA
ATAU DI HARI KE LIMA BELAS DI LAKUKAN :
TES PERTAMA (TES PENDAHULUAN).
EVALUASI HASIL LATIHAN FASE PERTAMA.

193

FASE KE DUA (15 HARI KEDUA), FASE LANJUTAN

KOMPONEN PERTAMA
LATIHAN TEKNIK PERSEORANGAN, (LATIHAN BOLA HIDUP)
MEMAINKAN, MENGOLAH, DAN MENJINAKAN BOLA, 10 MENIT.
TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA,MENGGIRING, MENGUMPAN-MENGONTROL BOLA, 20 MENIT,
MENENDANG KE GAWANG, 5 MENIT = (35 MENIT).
LATIHAN TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG, BERSAMAAN WAKTUNYA,
LATIHAN MENANGKAP BOLA BAWAH, 10 MENIT, LATIHAN MENANGKAP BOLA SEDANG, 10 MENIT,
LATIHAN MENANGKAP BOLA ATAS 10 MENIT DAN LATIHAN MENJAGA GAWANG (MENANGKAP
TENDANGAN PEMAIN LAPANGAN), 5 MENIT = (35 MENIT).
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KOMPONEN PERTAMA =35 MENIT.
KOMPONEN KEDUA : (SITUASI PERTANDINGAN)
LATIHAN TAKTIK BERMAIN
PERSEORANGAN, LINI DAN TIM, BESERTA PENJAGA GAWANG, 20 MENIT.
KOMPONEN KETIGA
LATIHAN BOLA MATI : TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN SUDUT, TENDANGAN PENALTI,
LEMPARAN KE DALAM DAN TENDANGAN GAWANG (KHUSUS PENJAGA GAWANG), 10 MENIT.
KOMPONEN KE EMPAT
BERMAIN DALAM LAHAN YANG TERBATAS (20 X 20 METER), 10 MENIT.
KOMPONEN KE LIMA
BERMAIN DALAM LAHAN UKURAN LAPANGAN GRASSROOTS (50 X 70 METER), 15 MENIT.
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KESELURUHAN KOMPONEN LATIHAN = 90 MENIT.
PADA FASE KE DUA INI LATIHAN TAKTIK BERMAIN SEBAGAIMANA DI SEBUT PADA KOMPONEN KE DUA
DI ATAS WAKTUNYA DI TINGKATKAN MENJADI 20 MENIT, SEBELUMNYA PADA FASE PERTAMA 15
MENIT, DI KARENAKAN SUDAH MEMASUKI PROGRAM UJI COBA, OLEH KARENA ITU PADA HARI-HARI
TERTENTU LATIHAN RUTIN DI GANTI MENJADI PERTANDINGAN UJI COBA, DI PERLUKAN 3 KALI UJI COBA
DALAM FASE INI DENGAN SELANG WAKTU 4 HARI SEKALI.
PROGRAM UJI COBA COBA :(DI LAPANGAN SENDIRI ATAU BERTANDANG KE LUAR)
UJI COBA PERTAMA MENGHADAPI TIM YANG DI PERKIRAKAN LEBIH LEMAH KEKUATANNYA.
UJI COBA KE DUA MENGHADAPI TIM YANG DI PERKIRAKAN SEIMBANG KEKUATANNYA.
UJI COBA KE TIGA MENGHADAPI TIM YANG DI PERKIRAKAN LEBIH KUAT.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------SETELAH SELESAI MENJALANKAN PROGRAM LATIHAN PADA FASE KE DUA INI, DI PENGHUJUNGNYA
ATAU DI HARI KE TIGA PULUH DI LAKUKAN :
TES KE DUA (TES LANJUTAN).
EVALUASI HASIL LATIHAN FASE KE DUA.
194

FASE KE TIGA (15 HARI KE TIGA), FASE PENINGKATAN

KOMPONEN PERTAMA
LATIHAN TEKNIK PERSEORANGAN, (LATIHAN BOLA HIDUP)
MEMAINKAN, MENGOLAH, DAN MENJINAKAN BOLA, 10 MENIT.
TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA,MENGGIRING, MENGUMPAN-MENGONTROL BOLA, 20 MENIT,
MENENDANG KE GAWANG, 5 MENIT = (35MENIT).
LATIHAN TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG, BERSAMAAN WAKTUNYA,
LATIHAN MENANGKAP BOLA BAWAH, 10 MENIT, LATIHAN MENANGKAP BOLA SEDANG, 10 MENIT,
LATIHAN MENANGKAP BOLA ATAS 10 MENIT DAN LATIHAN MENJAGA GAWANG (MENANGKAP
TENDANGAN PEMAIN LAPANGAN), 5 MENIT = (35 MENIT).
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KOMPONEN PERTAMA = 35 MENIT.
KOMPONEN KEDUA : (SITUASI PERTANDINGAN)
LATIHAN TAKTIK BERMAIN
PERSEORANGAN, LINI DAN TIM, BESERTA PENJAGA GAWANG, 20 MENIT.
KOMPONEN KETIGA
LATIHAN BOLA MATI : TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN SUDUT, TENDANGAN PENALTI,
LEMPARAN KE DALAM DAN TENDANGAN GAWANG (KHUSUS PENJAGA GAWANG), 10 MENIT.
KOMPONEN KE EMPAT
BERMAIN DALAM LAHAN YANG TERBATAS (20 X 20 METER), 10 MENIT.
KOMPONEN KE LIMA
BERMAIN DALAM LAHAN UKURAN LAPANGAN GRASSROOTS (50 X 70 METER), 15 MENIT.
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KESELURUHAN KOMPONEN LATIHAN = 90 MENIT.
PADA FASE KE TIGA INI LATIHAN DI KARENAKAN SUDAH MEMASUKI PROGRAM LATIHAN PENINGKATAN
ATAU PUNCAK UNTUK MEMATANGKAN TAKTIK BERMAIN SEPAKBOLA SESUAI EVALUASI HASIL UJI COBA
PADA FASE KE DUA. UNTUK KEPERLUAN TERSEBUT SAAT MITRA LATIH INTERNAL HARUS DI HADAPKAN
DENGAN TIM YANG PARA PEMAINNYA BERUSIA DI ATASNYA, DENGAN SIMULASI PERMAINAN SEPERTI
SITUASI PERTANDINGAN SEBENARNYA, YANG HARUS MENCIPTAKAN TIM BERADA DALAM TEKANAN
LAWAN DAN BELAJAR CARA MELEPASKAN DIRI ATAU KELUAR DARI TEKANAN DAN HARUS BISA
MENJADI BALIK MENEKAN LAWAN.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------SETELAH SELESAI MENJALANKAN PROGRAM LATIHAN PADA FASE KE KETIGA ATAU FASE PENINGKATAN
INI, DI PENGHUJUNGNYA DI HARI KE EMPAT PULUH LIMA DI LAKUKAN :
TES KE TIGA (TES PUNCAK).
EVALUASI HASIL LATIHAN FASE KE TIGA.

195

FASE KE EMPAT (SETELAH 45 HARI), JELANG PERTANDINGAN, FASE PEMELIHARAAN

KOMPONEN PERTAMA
LATIHAN TEKNIK PERSEORANGAN, (LATIHAN BOLA HIDUP)
MEMAINKAN, MENGOLAH, DAN MENJINAKAN BOLA, 5 MENIT.
TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA,MENGGIRING, MENGUMPAN-MENGONTROL BOLA, 10 MENIT,
MENENDANG KE GAWANG, 5 MENIT = (20MENIT).
LATIHAN TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG, BERSAMAAN WAKTUNYA,
LATIHAN MENANGKAP BOLA BAWAH, 5 MENIT, LATIHAN MENANGKAP BOLA SEDANG, 5 MENIT,
LATIHAN MENANGKAP BOLA ATAS 5 MENIT DAN LATIHAN MENJAGA GAWANG (MENANGKAP
TENDANGAN PEMAIN LAPANGAN), 5 MENIT = (20 MENIT).
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KOMPONEN PERTAMA = 20 MENIT.
KOMPONEN KEDUA : (SITUASI PERTANDINGAN)
LATIHAN TAKTIK BERMAIN
PERSEORANGAN, LINI DAN TIM, BESERTA PENJAGA GAWANG, 10 MENIT.
KOMPONEN KETIGA
LATIHAN BOLA MATI : TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN SUDUT, TENDANGAN PENALTI,
LEMPARAN KE DALAM DAN TENDANGAN GAWANG, 5 MENIT.
KOMPONEN KE EMPAT
BERMAIN DALAM LAHAN YANG TERBATAS (20 X 20 METER), 5 MENIT.
KOMPONEN KE LIMA
BERMAIN DALAM LAHAN UKURAN LAPANGAN GRASSROOTS (50 X 70 METER), 5 MENIT
JUMLAH PENGGUNAAN WAKTU KESELURUHAN KOMPONEN LATIHAN = 45 MENIT.
PADA FASE KE EMPAT INI KARENA SUDAH MEMASUKI JELANG PERTANDINGAN, MAKA FASE INI ADALAH
FASE PEMELIHARAAN, YAITU MEMELIHARA SEMUA HASIL YANG DI DAPAT, INTENSITAS LATIHAN DI
TURUNKAN NAMUN TETAP DALAM BOBOT YANG TINGGI, LATIHAN SE HARI SEBELUM BERTANDING 45
MENIT, TETAPI HARI LAINNYA TETAP SAMA SEBAGAIMANA WAKTU LATIHAN FASE PERTAMA, FASE KE
DUA DAN FASE KE TIGA 90 MENIT, INTENSITAS LATIHAN DI NAIKAN KEMBALI.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------MEMASUKI FASE KE EMPAT ATAU FASE PEMELIHARAAN INI SEMUA PEMAIN SUDAH DALAM KONDISI
SIAP TEMPUR, MEMILIKI PERCAYA DIRI TINGGI, SUDAH MEMILIKI TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA
PERSEORANGAN YANG TINGGI, MEMILIKI KERJASAMA TIM YANG KOMPAK DAN SUDAH MEMILIKI CIRI
KHAS BERMAIN TERSENDIRI SEBAGAI KEKUATAN UNTUK MENGHADAPI DAN MENGALAHKAN LAWAN
BERTANDINGNYA.

JAKARTA, 7 DESEMBER 2014.


M. ACHWANI, MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU).
196

NUTRISI DAN GIZI


MAKANAN SEHAT YANG DAPAT MEMBANTU STAMINA TUBUH

MAKANAN BAIK UNTUK PESEPAKBOLA

BUAH-BUAHAN YANG MENGANDUNG VITAMIN A, C, ATAU POTASIUM, SEPERTI :


- JERUK;
- ANGGUR;
- BLEWAH;
- PISANG;
- STROBERI;
- KIWI;
- MANGGA.

SAYUR-SAYURAN YANG BANYAK MENGANDUNG VITAMIN A DAN C, SEPERTI :


- BROKOLI;
- BAYAM;
- PAPRIKA HIJAU DAN PAPRIKA MERAH;
- TOMAT,
- WORTEL;
- KENTANG MANIS.

MINUMAN DAN MAKANAN YANG MENGANDUNG KALSIUM UNTUK MENGUATKAN TULANG,


SEPERTI :
- SUSU RENDAH LEMAK;
- YOGURT;
- KEJU;
- JUS JERUK;
- SUSU KEDELAI.

MAKANAN YANG BANYAK MENGANDUNG PROTEIN UNTUK MENGUATKAN DAN MENJAGA


KEBUGARAN OTOT, SEPERTI :
- DAGING SAPI;
- IKAN TUNA;
- IKAN SALMON;
- KEJU.

TAKARAN DAN PILIHAN


-

MAKANLAH PALING TIDAK 2 (DUA) MANGKUK BUAH PER HARI.


MAKANLAH PALING TIDAK 2,5 (DUA SETENGAH) MANGKUK SAYURAN PER HARI.
PILIH VARIASI WARNA BUAH DAN SAYURAN TIAP HARINYA, SEPERTI APEL MERAH, WORTEL,
KENTANG PUTIH.
MAKAN LAH PALING TIDAK 2 KALI SEHARI, SEPERTI DAGING, 1 KALI PADA SAAT MAKAN PAGI
DAN 1 KALI PADA SAAT MAKAN SIANG.
MINUMLAH PALING TIDAK 3 GELAS, SEPERTI SUSU ATAU YOGURT DALAM SETIAP HARINYA.
YANG PERLU DI INGAT ADALAH KETIKA MEMAKAN DAGING, PILIH SELALU YANG RENDAH
LEMAK.

197

MENU SEBELUM PERTANDINGAN


FAKTA DALAM PERTANDINGAN PENTING PADA PERTANDINGAN INTERNASIONAL, GOL SERING DI BUAT
PADA 5 MENIT TERAKHIR, MENANDAKAN PADA MENIT-MENIT TERAKHIR FOKUS PERMAINAN MAKIN
EFEKTIF, ITU BERARTI STAMINA PEMAIN PADA TIM TERSEBUT SANGAT MENENTUKAN DALAM SEBUAH
PERTANDINGAN. OLEH KARENA ITU, BERIKUT INI ADALAH MAKAN WAJIB DI KONSUMSI SEBELUM
PERTANDINGAN TERMASUK EKSTRA FOODING, DENGAN STRUKTUR MENU PALING TIDAK SEBAGAI
CONTOH SEPERTI :

MENU MAKAN PAGI


- NASI;
- (ROTI);
- SAYURAN;
- SEREAL;
- DAGING;
- KUE;
- MADU;
- BUAH-BUAHAN;
- JUS.

MENU MAKAN SIANG


- NASI;
- (ROTI);
- SAYURAN;
- DAGING;
- SUP DAGING;
- BUAH-BUAHAN.

MENU MAKAN MALAM


- NASI;
- (ROTI);
- SAYURAN;
- KENTANG;
- PASTA;
- JUS;
- BUAH-BUAHAN.

MENU MAKANAN-MINUMAN RINGAN


YOGURT;
SEREAL KERING;
BISKUIT;
BUAH SEGAR;
JUS.
MENU SELAMA LATIHAN
SEPAKBOLA ADALAH PERMAINAN YANG MEMERLUKAN BANYAK PERGERAKAN. UNTUK BISA
MEMPUNYAI STAMINA YANG BAGUS, PEMAIN MEMBUTUHKAN NUTRISI YANG TEPAT. BERIKUT
INI ADALAH MENU YANG PERLU DI KONSUMSI KETIKA MASA LATIHAN, SEPERTI :
198

MINUMAN SEGAR;
AGAR-AGAR;
AIR SARI PISANG;
SEMANGKA;
ANGGUR;
BEBERAPA IRIS JERUK.
MENU UNTUK PEMULIHAN
SETELAH LATIHAN ATAU PERTANDINGAN YANG MELELAHKAN, TUBUH MEMBUTUHKAN
PEMULIHAN KONDISI, HAL ITU BISA DI LAKUKAN DENGAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG
TEPAT. BERIKUT INI MAKANAN DAN MINUMAN YANG DI ANJURKAN UNTUK MEMULIHKAN
KONDISI/STAMINA SETELAH LATIHAN ATAU PERTANDINGAN, SEPERTI :

YOGURT BUAH;
SUSU COKELAT;
SEREAL DENGAN SUSU;
KEJU RENDAH LEMAK;
MAKAN MALAM DENGAN MENU NASI DAN LAUK AYAM.

(SUMBER : FOOD GUIDE FOR SOCCER, GLORIA AVERBUCH DAN NANCY CLARK, UK MEYER & MEYER
SPORT, 2010, YANG DI SESUAIKAN DENGAN BERBAGAI SUMBER LAIN TENTANG NUTRISI DAN GIZI).
JAKARTA, 7 DESEMBER 2014.
M. ACHWANI.
MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU).
FOTO : GOOGLE IMAGES

199

WASIT PENDIDIK
(REFEREE EDUCATOR)
M. ACHWANI

DOKUMEN FOTO PRIBADI

MANAJEMEN SPORT UTAMA


2015

200

WASIT PENDIDIK
PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA

WASIT PENDIDIK PEMAIN USIA DINI (GRASSROOTS) DAN USIA MUDA (YOUTH) ADALAH
WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN SEPAKBOLA GRASSROOTS DAN YOUTH.
TIDAKLAH SAMA DENGAN WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN SEPAKBOLA
DEWASA, YANG CUKUP MEMBERIKAN ISYARAT ATAU SINYAL SAJA ATAU MENJELASKAN
SEPERLUNYA BILA ADA PELANGGARAN SAAT MEMIMPIN PERTANDINGAN, KEMUDIAN
MEMBERIKAN HUKUMAN KEPADA PEMAIN ATAU TIM, DENGAN TENDANGAN BEBAS
ATAU TENDANGAN PENALTI.
WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN GRASSROOTS DAN YOUTH HARUS
MEMBIMBING DAN MENDIDIK PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA MENGENAL LEBIH
AWAL TENTANG PERATURAN PERMAINAN, FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU.

SAAT MEMIMPIN PERTANDINGAN


SAMA HALNYA KETIKA MEMIMPIN PERTANDINGAN BAGI PEMAIN DEWASA, SEORANG WASIT
PENDIDIK JUGA HARUS SELALU DEKAT DENGAN LINGKARAN BOLA YANG SEDANG DI MAINKAN
PEMAIN DALAM POSISI BAGUS, ATAU TIDAK TERLALU JAUH UNTUK MENJAGA KONTROL GAME
DENGAN BAIK, SEHINGGA IA BISA MELIHAT PERGERAKAN PEMAIN DAN BILA ADA
PELANGGARAN PEMAIN IA BISA CEPAT MENGETAHUI DAN SEGERA MENEGAKAN PERATURAN,
KEMUDIAN MEMBERITAHU PEMAIN YANG BERSANGKUTAN APA KESALAHANNYA DAN DI
INGATKAN SUPAYA TIDAK MENGULANGI LAGI KESALAHAN SERUPA, BARU SETELAH ITU BOLA
DI MAINKAN KEMBALI (PLAY ON).

MEMPERKENALKAN
PERATURAN PERMAINAN
WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR) SAMA SEPERTI PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR)
YANG MEMPERKENALKAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA KEPADA PEMAIN USIA DINI,
WASIT PENDIDIK JUGA MEMBIMBING PARA PEMAIN USIA DINI DENGAN MEMPERKENALKAN
PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME) SEJAK AWAL, AGAR MEREKA MENGERTI SERTA
MENTAATI PERATURAN DAN MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT.

MENANAMKAN TAAT PERATURAN DAN MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT


DEMIKIAN PULA SAAT MEMIMPIN PERTANDINGAN SEPAKBOLA YANG DI IKUTI PEMAIN MUDA,
WASIT PENDIDIK HARUS MENANAMKAN KETAATAN LEBIH TEGAS LAGI KEPADA PARA PEMAIN
USIA MUDA TERHADAP PERATURAN PERMAINAN DAN JUGA MEWUJUDKAN SIKAP
MENGHORMATI TERHADAP SEMUA KEPUTUSAN WASIT.

201

INFORMASIKAN TERLEBIH DAHULU

SEBELUM PERTANDINGAN INFORMASIKAN TERLEBIH DAHULU KEPADA SEGENAP


PEMAIN ANAK KECIL MAUPUN ANAK MUDA YANG AKAN BERMAIN, TENTANG
PERATURAN APA SAJA YANG HARUS DI TAATI.
DAN APA SAJA YANG HARUS DI HINDARI DAN TIDAK BOLEH, SERTA YANG PATUT DI
LAKUKAN SEMUA PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA TERSEBUT.
WASIT PENDIDIK HARUS BISA MENJAGA DAN MENGAPRESIASI AGAR MEREKA BISA
MELAKUKAN SEMUA PETUNJUK YANG DI BERIKAN TERSEBUT DI SEPANJANG WAKTU
PERTANDINGAN.

BERITAHU DAN INGATKAN

SETIAP ADA PELANGGARAN YANG DI LAKUKAN PEMAIN BERITAHU DAN INGATKAN


TERLEBIH DAHULU, BAHWA HAL ITU SALAH DAN AGAR JANGAN DI ULANGI KEMBALI.
JADI JANGAN LANGSUNG HANYA MEMBERIKAN ISYARAT TELAH TERJADI PELANGGARAN
DAN MEMBERIKAN TENDANGAN BEBAS KEPADA LAWAN MISALNYA.
ATAU JANGAN LANGSUNG MEMAINKAN KEMBALI BOLA (PLAY ON), SEBELUM PEMAIN
YANG BERSANGKUTAN DI BERI TAHU ATAU DI INGATKAN.

FAIR PLAY
WASIT PENDIDIK HARUS BERUSAHA MENANAMKAN FAIR PLAY SEJAK AWAL KEPADA PEMAIN
USIA DINI DAN USIA MUDA, SEPERTI JANGAN BERMAIN MEMBAHAYAKAN PEMAIN LAWAN,
MENGHORMATI ATURAN MAIN, HORMATI LAWAN, MENDUKUNG MENGENYAHKAN
PERMAINAN CURANG, MENJUNJUNG DISIPLIN, MEMBERIKAN PERHATIAN TERHADAP PEMAIN
CEDERA DENGAN SEGERA MENGHENTIKAN PERMAINAN, JANGAN MEMBALAS DENDAM
TERHADAP LAWAN, MAIN SESUAI PERINTAH TIUPAN PELUIT WASIT, RENDAH HATI SAAT
MERAYAKAN KEMENANGAN DAN BERJIWA BESAR MENERIMA KEKALAHAN, MEMBERIKAN
PENGHARGAAN TERHADAP SESEORANG BERLAKU FAIR PLAY (TEN GOLDEN RULE).

KARTU HIJAU
(GREEN CARD)
PERTANDINGAN KAMI ADALAH FAIR PLAY
KARTU HIJAU PERSEMBAHAN AFC :

SEPAKBOLA ADALAH SEBUAH SEKOLAH SEUMUR HIDUP (SCHOOL OF LIFE), YANG TIDAK
HANYA KESENANGAN DAN KENIKMATAN TAPI JUGA UNTUK MENGENDALIKAN EMOSI.
SUKA CITA KETIKA MELAKUKAN SELEBRASI KEMENANGAN DAN KESEDIHAN KETIKA
MENGALAMI KEKALAHAN.
202

SEPAKBOLA ADALAH BAK SEORANG GURU YANG MENGHANTARKAN PELUANG BAGI


ANAK PRIA DAN WANITA UNTUK BELAJAR GUNA MENDAPATKAN BANYAK KEBAJIKAN
DAN NILAI TAMBAH DARI KEHIDUPAN BAGI SIAPA SAJA.
BEKERJA SAMA DALAM SEBUAH TIM (TEAM WORK).
MENOLONG SETIAP ADA KEJADIAN DI LAPANGAN.
MENDEMONSTRASIKAN PERMAINAN FAIR DI SEPANJANG WAKTU PERMAINAN.
MENDEMONSTRASIKAN SEMANGAT OLAHRAGA YANG BAIK.
MENOLONG DAN MEMBERIKAN SIMPATI KEPADA SIAPA YANG CEDERA.
MEMBERIKAN APLAUS UNTUK MENGHORMATI TERHADAP TIM YANG KALAH DAN TIM
YANG MENANG.
MENGHORMATI PEMAIN DAN OFISIAL TIM LAWAN DAN WASIT.

INI ADALAH FILOSOFI BARU


DARI KARTU HIJAU
BILAMANA KARTU HIJAU DI PERLIHATKAN
JIKA PEMAIN :

MENOLONG PEMAIN KETIKA TERKENA CEDERA.


MENENDANG BOLA KE LUAR LAPANGAN PERMAINAN DI AREA DI MANA PEMAIN
LAWAN CEDERA BERADA.
MENYESALI, MEMINTA MAAF DAN MENYALAMI PEMAIN LAWAN BILA BERBUAT KHILAF
ATAU TANPA SENGAJA TELAH MELAKUKAN PELANGGARAN TERHADAPNYA.
MENGHORMATI LAWAN DENGAN MEMBERIKAN BOLA KEMBALI DARI LEMPARAN KE
DALAM KE PEMAIN LAWAN DI TEMPAT TERJADINYA PEMAIN LAWAN CEDERA.
MENENANGKAN BILA ADA KAWAN SATU TIM YANG BERTINDAK EMOSIONAL TERHADAP
PEMAIN LAWAN.
TERMASUK OFISIAL TIM, BILA SEMUA BERPERILAKU BAIK, TIDAK ADA PEMAINNYA YANG
TERKENA PERINGATAN (KARTU KUNING) MAUPUN PENGUSIRAN (KARTU MERAH),
MEMPERLIHATKAN SIKAP POSITIF TERHADAP PERTANDINGAN. MAKA WASIT AKAN
MENDATANGI UNTUK MEMBERIKAN KARTU HIJAU DI TEMPAT BANGKU CADANGAN
SETELAH PELUIT PANJANG BERBUNYI TANDA USAINYA PERTANDINGAN.

203

WASIT MEMPERHATIKAN BOLA DALAM PERMAINAN

DOKUMEN FOTO PRIBADI

SELESAI
TERIMA KASIH
JAKARTA, 26 JANUARI 2015.
M. ACHWANI.
MANAJEMEN SPORT UTAMA.
SUMBER :
FIFA FAIR PLAY, 1993.
KARTU HIJAU PERSEMBAHAN AFC.
CATATAN PERWASITAN M. ACHWANI.
FOTO : DOKUMEN FOTO PRIBADI

204

COACH EDUCATOR
(PELATIH PENDIDIK)
PANDUAN FIFA GRASSROOTS

GOOGLE IMAGES

OLEH : M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA
2014

205

PELATIH PENDIDIK

MEMBERIKAN PERHATIAN PADA ELEMEN PERMAINAN DAN MENGORGANISIR BANYAK


BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL MATCHES/SMALL SIDE GAME).
BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESELAMATAN DAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN PADA
KESEMPATAN PERTAMA.
PENDEKATAN TERHADAP SEMUA ASPEK LATIHAN.
MENYEDIAKAN SEPENUH WAKTU KETIKA MELAKSANAKAN TUGAS MELATIH.
MENGINGATKAN APA YANG HARUS DI LAKUKAN PARA PESEPAKBOLA USIA DINI KEPADA
ORANG TUA DI LINGKUNGAN SEKOLAH SEPAKBOLA.
MELAKUKAN AKTIFITAS UNTUK MEMBERIKAN INSTRUKSI DAN LATIHAN BAGI
PESEPAKBOLA USIA DINI.
MEMBERIKAN INSTRUKSI MELALUI UPAYA ADAPTASI DENGAN PESEPAKBOLA USIA DINI
DI SETIAP JENJANG.
MENDENGARKAN PENDAPAT PARA PESEPAKBOLA USIA DINI.
MEMBIMBING PARA PESEPAKBOLA USIA DINI DENGAN CARA. MEMPERAGAKAN TEKNIK
DASAR BERMAIN SEPAKBOLA SEBAGAI MODEL
DENGAN MEMBERIKAN CONTOH.
MEMBANTU PARA PESEPAKBOLA USIA DINI TUMBUH SECARA ALAMI.

SEPULUH TUGAS PENTING


PELATIH PENDIDIK

MENYIAPKAN LINGKUNGAN TEMPAT LATIHAN YANG AMAN.


FASILITAS DAN PERLENGKAPAN OLAHRAGA YANG COCOK DAN AMAN.
MEMBUAT PERENCANAAN AKTIFITAS.
MEMANTAU PEMAIN BILA ADA YANG CEDERA ATAU SEWAKTU-WAKTU ADA YANG
TURUN DAYA TAHAN TUBUHNYA (KELELAHAN)
BERMAIN DALAM ATAU SESUAI KATAGORI USIANYA.
BERITAHU ANAK-ANAK DAN ORANG TUA TENTANG MENGHINDARI RESIKO DALAM
OLAHRAGA.
MEMANTAU AKTIFITAS DARI DEKAT.
MENGUTAMAKAN BANTUAN PENGETAHUAN.
MEMBUAT KETENTUAN YANG JELAS UNTUK AKTIFITAS DAN BAGAIMANA CARA
MEREKA MELAKUKAN.
MENGUMPULKAN INFORMASI PENTING KESEHATAN ANAK-ANAK.

PERANAN PELATIH PENDIDIK

MEMILIKI METODOLOGI DAN TEKNIK MENGAJAR (MELATIH).


MEMBANGUN SEMANGAT GRUP (TIM).
MENANAMKAN PERILAKU YANG BAIK.
MEMBERIKAN PENGETAHUAN SEPAKBOLA.
206

MENYAMPAIKAN DENGAN BAHASA TEKNIS.


MENGAJARKAN LANGSUNG BERMAIN.
MEMBERIKAN MOTIVASI SECARA TIM.
MENDEMONSTRASIKAN, MENERAPKAN DAN MEMBERIKAN KOREKSI.
MENGAJARKAN DENGAN DORONGAN SEMANGAT.

KARAKTERISTIK ANAK-ANAK

HAUS UNTUK BELAJAR.


ADANYA PENINGKATAN KOORDINASI GERAKAN.
ADANYA PERUBAHAN FISIK.
SEMANGAT UNTUK BERSAING.
MEMILIKI KEBANGGAAN.
MEMILIKI MEMORI PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN.
SEMANGAT BEKERJA SAMA.
PENINGKATAN PERHATIAN.
BERKEINGINAN BERDISKUSI TENTANG KECAKAPAN (SKILL).

MATERI LATIHAN UNTUK ANAK2

KOORDINASI GERAKAN.
KECEPATAN, ENERGI (KEKUATAN) DAN REAKSI.
PRINSIP UMUM BERMAIN SEPAKBOLA DAN MOTIVASI.
DASAR BERMAIN SEPAKBOLA.
MEMPROMOSIKAN KREATIFITAS.
DASAR ORGANISASI TIM (3-2-3).
MENDORONG SEMANGAT INDIVIDU UNTUK MENGAMBIL INISIATIF.
KONTROL RUANG TERBUKA DAN PERGERAKAN DI LAPANGAN.
BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME), 5-5, 7-7, 9-9.

UNIT LATIHAN UNTUK ANAK2

TAHAP 1
TAHAP 2

: PEMANASAN (DENGAN BOLA)


: GLOBAL
BERMAIN
MELAKUKAN PENGAMATAN PERMAINAN (IDENTIFIKASI)
FORMAT BERMAIN
FORMAT PERTANDINGAN
ANALISIS
ADAPTASI
LATIHAN (MENGGIRING, MENGONTROL, MENENDANG
BOLA (+PG)
PENGULANGAN
207

TAHAP 3

BELAJAR
GLOBAL
BERMAIN
FORMAT BERMAIN
FORMAT PERTANDINGAN
: PENDINGINAN

SATU ORANG SATU BOLA

PENGORGANISASIAN
FESTIVAL PELATIHAN DAN
BERMAIN DI LAHAN TERBATAS
UNTUK PENGORGANISASIAN 16 TIM, 5 LAWAN 5, DALAM 8 LAPANGAN
(MODIFIKASI : MA) UNTUK MEMBANGUN FONDASI PEMAIN

LAPANGAN A
LAPANGAN B
LAPANGAN C
LAPANGAN D
LAPANGAN E
LAPANGAN F
LAPANGAN G
LAPANGAN H

:
:
:
:
:
:
:
:

PERTANDINGAN
WORKSHOP (LATIHAN TEKNIS/EVALUASI DANPERBAIKAN)
WORKSHOP (LATIHAN TEKNIS/EVALUASI DAN PERBAIKAN)
PERTANDINGAN
PERTANDINGAN
WORKSHOP (LATIHAN TEKNIS/EVALUASI DAN PERBAIKAN)
WORKSHOP (LATIHAN TEKNIS/EVALUASI DAN PERBAIKAN)
PERTANDINGAN

208

PENGATURAN LAPANGAN

LAPANGAN BESAR DI BAGI 8 @ 20 X 20 METER, LAPANGAN A,B,C,D,E,F,G,H.


POSISI PASANGAN LAPANGAN LATIHAN : LAPANGAN A,B,C,D DI LAPANGAN SEBELAH
UTARA DAN E,F,G,H DI LAPANGAN SEBELAH SELATAN.
A
C

PERTANDINGAN
LATIHAN

B
D

LATIHAN
PERTANDINGAN

E
G

PERTANDINGAN
LATIHAN

F
H

LATIHAN
PERTANDINGAN

SIRKULASI LATIHAN

PUTARAN PERTAMA DAN KEDUA


DARI LAPANGAN A KE LAPANGAN B DAN DARI LAPANGAN B KE LAPANGAN A; DARI
LAPANGAN C KE LAPANGAN D DAN DARI LAPANGAN D KE LAPANGAN C; DARI
LAPANGAN E KE LAPANGAN F DAN DARI LAPANGAN F KE LAPANGAN E;
DARI LAPANGAN G KE LAPANGAN H DAN DARI LAPANGAN H KE LAPANGAN G;
PUTARAN KETIGA DAN KEEMPAT
DARI LAPANGAN A KE LAPANGAN C DAN DARI LAPANGAN C KE LAPANGAN A;
DARI LAPANGAN B KE LAPANGAN D DAN DARI LAPANGAN D KE LAPANGAN B;
DARI LAPANGAN E KE LAPANGAN G DAN DARI LAPANGAN G KE LAPANGAN E;
DARI LAPANGAN F KE LAPANGAN H DAN DARI LAPANGAN H KE LAPANGAN F;
DAN SETERUSNYA, ATAU JUGA BISA VARIASI LAIN SEPERTI MEMINDAHKAN PASANGAN
TIMNYA SAJA, SEPERTI CONTOH BERIKUT D-A; C-B; E-H; F-G.

LATIHAN SETIAP 5 MENIT BERGANTI

5 MENIT PERTAMA
LAPANGAN A : MITRA TANDING TIM 1 LAWAN TIM 2
LAPANGAN B : LATIHAN TEKNIS TIM 3 DAN TIM 4
LAPANGAN C : LATIHAN TEKNIS TIM 5 DAN TIM 6
LAPANGAN D : MITRA TANDING TIM 7 LAWAN TIM 8
LAPANGAN E : MITRA TANDING TIM 9 LAWAN TIM 10
LAPANGAN F : LATIHAN TEKNIS TIM 11 DAN TIM `12
LAPANGAN G : LATIHAN TEKNIS TIM 13 DAN TIM 14
LAPANGAN H : MITRA TANDING TIM 15 LAWAN TIM 16
5 MENIT KEDUA
LAPANGAN A : MITRA TANDING TIM 3 LAWAN TIM 4
LAPANGAN B : LATIHAN TEKNIS TIM 1 DAN TIM 2
209

LAPANGAN C
LAPANGAN D
LAPANGAN E
LAPANGAN F
LAPANGAN G
LAPANGAN H

:
:
:
:
:
:

LATIHAN TEKNIS TIM 7 DAN TIM 8


MITRA TANDING TIM 5 LAWAN TIM 6
MITRA TANDING TIM 11 LAWAN TIM 12
LATIHAN TEKNIS TIM 9 DAN TIM 10
LATIHAN TEKNIS TIM 15 DAN TIM 16
MITRA TANDING TIM 13 LAWAN TIM 14

MENCOBA MELEWATI LAWAN


YANG MENGHADANGNYA

GOOGLE IMAGES

LANJUTAN
LATIHAN SETIAP 5 MENIT BERGANTI

5 MENIT KE TIGA
LAPANGAN A : MITRA TANDING TIM 8 LAWAN TIM 1
LAPANGAN B : LATIHAN TEKNIS TIM 6 DAN TIM 3
LAPANGAN C : LATIHAN TEKNIS TIM 4 DAN TIM 5
LAPANGAN D : MITRA TANDING TIM 2 LAWAN TIM 7
LAPANGAN E : MITRA TANDING TIM 10 LAWAN TIM 15
LAPANGAN F : LATIHAN TEKNIS TIM 12 DAN TIM 13
LAPANGAN G : LATIHAN TEKNIS TIM 14 DAN TIM 11
LAPANGAN H : MITRA TANDING TIM 16 LAWAN TIM 9
210

5 MENIT KEEMPAT

LAPANGAN A : MITRA TANDING TIM 6 LAWAN TIM 3


LAPANGAN B : LATIHAN TEKNIS TIM 8 DAN TIM 1
LAPANGAN C : LATIHAN TEKNIS TIM 2 DAN TIM 7
LAPANGAN D : MITRA TANDING TIM 4 LAWAN TIM 5
LAPANGAN E : MITRA TANDING TIM 12 LAWAN TIM 13
LAPANGAN F : LATIHAN TEKNIS TIM 10 DAN TIM 15
LAPANGAN G : LATIHAN TEKNIS TIM 16 DAN TIM 9
LAPANGAN H : MITRA TANDING TIM 14 LAWAN 11
DAN SETERUSNYA.

FESTIVAL PELATIHAN GRASSROOTS


MEMBANGUN FONDASI PEMAIN
LATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, MENGONTROL, MENGGIRING DAN
MENENDANG
KONTROL BOLA MENGGUNAKAN DADA, DI TERUSKAN DENGAN MENGUMPAN BOLA.
KONTROL BOLA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DEPAN, DI TERUSKAN DENGAN
MENGUMPAN BOLA.
KONTROL BOLA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, DI TERUSKAN DENGAN
MENGUMPAN BOLA.
KONTROL BOLA MENGGUNAKAN PAHA, DI TERUSKAN DENGAN MENGUMPAN BOLA.
KONTROL BOLA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN BAWAH, DI TERUSKAN DENGAN
MENGUMPAN BOLA.
MENIMANG-NIMANG BOLA
MENGUMPAN BOLA, MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM.
MENGGIRING BOLA, MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, LURUS, BERKELOK.
MENENDANG BOLA KE ARAH GAWANG, MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM.
TENDANGAN VOLI KE ARAH GAWANG.

PENGORGANISASIAN
FESTIVAL PELATIHAN

PROGRAM FESTIVAL TERSEBUT DI PERUNTUKAN BAGI USIA 6 S/D 12 TAHUN, GUNA


MENGIKUTI FESTIVAL BERDURASI 90 MENIT.
DI BAGI DALAM KELOMPOK LATIHAN SESUAI USIANYA, SEPERTI
6-8 TAHUN, 9-10 TAHUN, 11-12 TAHUN, DALAM SUASANA FUN.
MENGGUNAKAN LAPANGAN SEPAKBOLA DI BAGI 3 BAGIAN, MASING-MASING BAGIAN
UNTUK 3 KELOMPOK USIA DI MAKSUD.

211

PROGRAM LATIHAN SEBAGAIMANA DI SEBUT DI ATAS, YAITU MENGONTROL,


MENGGIRING DAN MENENDANG BOLA, BERDURASI UNTUK MASING-MASING
KELOMPOK USIA, IALAH 30, 40, 50 MENIT.
DI TUTUP DENGAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME), 20 X 30 METER,
5 LAWAN 5, DENGAN MENGGUNAKAN GAWANG 2 X 3 METER DAN PENJAGA GAWANG,
DI BAGIAN LAPANGAN YANG DI PERUNTUKAN BAGI KELOMPOK USIANYA.
UNTUK MASING-MASING KELOMPOK USIA BERGILIRAN 2 KALI BERMAIN, BERDURASI @
10, 15, 20 MENIT.

PENGORGANISASIAN
FESTIVAL PELATIHAN

PROGRAM FESTIVAL TERSEBUT DI PERUNTUKAN BAGI USIA 6 S/D 12 TAHUN, GUNA


MENGIKUTI FESTIVAL BERDURASI 90 MENIT.
DI BAGI DALAM KELOMPOK LATIHAN SESUAI USIANYA, SEPERTI
6-8 TAHUN, 9-10 TAHUN, 11-12 TAHUN, DALAM SUASANA FUN.
MENGGUNAKAN LAPANGAN SEPAKBOLA DI BAGI 3 BAGIAN, MASING-MASING BAGIAN
UNTUK 3 KELOMPOK USIA DI MAKSUD.
PROGRAM LATIHAN SEBAGAIMANA DI SEBUT DI ATAS, YAITU MENGONTROL,
MENGGIRING DAN MENENDANG BOLA, BERDURASI UNTUK MASING-MASING
KELOMPOK USIA, IALAH 30, 40, 50 MENIT.
DI TUTUP DENGAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME), 20 X 30 METER,
5 LAWAN 5, DENGAN MENGGUNAKAN GAWANG 2 X 3 METER DAN PENJAGA GAWANG,
DI BAGIAN LAPANGAN YANG DI PERUNTUKAN BAGI KELOMPOK USIANYA.
UNTUK MASING-MASING KELOMPOK USIA BERGILIRAN 2 KALI BERMAIN, BERDURASI @
10, 15, 20 MENIT.

COACH EDUCATOR MENGAWASI LATIHAN

GOOGLE IMAGES

212

SELESAI
TERIMA KASIH
BANDUNG, 23 AGUSTUS 2014
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU)
SUMBER :
PANDUANFIFA GRASSROOTS, 2009
(KHUSUS PENGORGANISASIAN FESTIVAL PELATIHAN GRASSROOTS,
RANCANGAN LATIHAN TEKNIS DAN MITRA TANDING ADALAH HASIL
MODIFIKASI : M. ACHWANI).
FOTO : GOOGLE IMAGES.

213

KALAM PENUTUP
USAI SUDAH MENYAMPAIKAN TIDAK KURANG DARI 25 KUMPULAN PRESENTASI DAN TULISAN
TERHIMPUN DALAM BUKU INI, YANG TELAH MENGEKPLORASI BERAGAM PENDEKATAN, CARA
DAN VARIAN DALAM MELAKUKAN BERBAGAI UPAYA PEMBINAAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN
USIA DINI MAUPUN PEMAIN USIA MUDA, KHUSUSNYA DALAM MENGEKPLORASI PROGRAM
PELATIHAN DAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN MUDA (GRASSROOTS & YOUTH
FOOTBALL DEVELOPMENT) SEBAGAIMANA JUDUL BUKU INI.
DI HARAPKAN SETELAH BERBAGI PENGETAHUAN INI MAKA PENGEMBANGAN ATAS PROGRAM
PELATIHAN DALAM BENTUK FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI ATAU GRASSROOTS
FOOTBALL FESTIVAL, PELAKSANAANNYA BISA SAMA BANYAKNYA DENGAN PELAKSANAAN
FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI ATAU GRASSROOTS FOOTBALL MATCH
FESTIVAL, KARENA SELAMA INI PELAKSANAAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI
JUMLAHNYA LEBIH BANYAK, SEDANGKAN FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI SANGAT
JARANG, HANYA SESEKALI SAJA DI LAKSANAKAN OLEH PEMBINA-PEMBINAA TERTENTU SAJA
ITUPUN DENGAN LABELING COACHING CLINIC UNTUK PEMAIN USIA DINI.
DALAM FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI SESUAI PANDUAN FIFA GRASSROOTS,
PROGRAM LATIHANNYA DI SUSUN PELATIH PENDIDIK SEMATA UNTUK MEMBANGUN FONDASI
KETERAMPILAN TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA PEMAIN USIA DINI. YAITU DENGAN
MENGUTAMAKAN MEMBERIKAN ASUPAN LEBIH INTENSIF ATAS TEKNIK DASAR MENENDANG
BOLA, MENGONTROL BOLA DAN MENGGIRING BOLA SAMPAI MEREKA MAHIR DAN
MENGUASAI TEKNIK DASAR TERSEBUT, TERUTAMA PADA TAHAP PUNCAK PEMBINAN PEMAIN
USIA DINI SAAT MEREKABERUSIA 12 TAHUN, SEBAGAI MASA USIA STRATEGIS DALAM FASE
PEMBINAAN PEMAIN USIA EMAS (GOLDEN AGE).
KEMUDIAN UNTUK MENGEKPLORASI LEBIH MELUAS LAGI DALAM MELAKUKAN PEMBINAAN
SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI MAUPUN PEMAIN USIA MUDA, MAKA DI HARAPKAN PULA
BILA MELAKUKAN FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI MAUPUN TURNAMEN DAN KOMPETISI
SEPAKBOLA USIA MUDA, JANGAN HANYA SEKEDAR MELAKUKAN PERTANDINGAN TETAPI JUGA
DI LAKUKAN KONTES KETERAMPILAN TEKNIS BERMAIN SEPAKBOLA MISALNYA, KEMUDIAN
SEBELUM PERTANDINGAN BERLANGSUNG SEBAIKNYA PELATIHNYA JUGA DI MINTA UNTUK
MEMPRESENTASIKAN TERLEBIH DAHULU PROGRAM LATIHAN YANG DI LAKUKAN DALAM
RANGKA MENGHADAPI FESTIVAL, TURNAMEN DAN KOMPETISI YANG AKAN DI IKUTINYA, YANG
DI LAKUKAN DI DEPAN FORUM PENYELENGGARA FESTIVAL, TURNAMEN DAN KOMPETISI YANG
BERSANGKUTAN.
CARA LAIN DI LUAR MELAKUKAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI YANG BIASA
DI LAKUKAN UMUMNYA 2 HARI DAN DI IKUTI OLEH 32 SSB TIM PESERTA, SERTA TURNAMEN
SEPAKBOLA USIA MUDA YANG BIASA DI LAKUKAN UMUMNYA BISA SAMPAI 15 HARI LEBIH DAN
DI IKUTI OLEH 16 SSB TIM PESERTA, JUGA ADA BAIKNYA DI LAKUKAN DENGAN CARA SEPERTI 8
SSB BERHIMPUN UNTUK PEMAIN USIA DINI DAN 4 SSB BERHIMPUN UNTUK PEMAIN USIA
MUDA DAN MELAKUKAN MITRA TANDING PADA HARI MINGGU TERTENTU MISALNYA, ATAU
214

DAPAT JUGA DI LAKUKAN SECARA BERKALA SETIAP MINGGU UNTUK MENAMBAH JAM
TERBANG BERTANDING PARA PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA SECARA EFEKTIF UNTUK
LEBIH MEMATANGKAN KEMAMPUAN MEREKA BERMAIN SEPAKBOLA DAN BERBIAYA LEBIH
MURAH KARENA BISA DI LAKUKAN SECARA PATUNGAN.
FASE PEMBINAAN JUGA HARUS DI LAKUKAN DENGAN BENAR OLEH SETIAP PELATIH PENDIDIK
YANG MENANANGANI PEMAIN USIA DINI YAITU MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR
BERMAIN SEPAKBOLA BUKAN MEMBENTUK TIM SEMATA ATAU MENCARI KEMENANGAN
SEMATA, DALAM FASE INI PELATIH DI TUNTUT UNTUK MEMBANGUN FONDASI PEMAIN BUKAN
YANG LAIN, SEMUA PEMAINPUN HARUS DI TURUNKAN BERMAIN SEKURANGNYA MASINGMASING DI BERI KESEMPATAN BERMAIN SEKURANGNYA SEPARUH PERMAINAN. BARU PADA
FASE PEMBINAAN AWAL USIA MUDA KETIKA USIA PEMAIN MEMASUKI 14TAHUN, PENEKANAN
PELATIH ADALAH UNTUK MEMBENTUK TIM TANGGUH, SERTA UNTUK MENCAPAI TARGET
JUARA DALAM BERBAGAI TURNAMEN DAN KOMPETISI YANG DI IKUTINYA. OLEH KARENA ITU
DALAM FASE INI PEMAIN DI LATIH UNTUK MENGUASAI SATU ATAU DUA POSISI DAN
MENGUASAI BERBAGAI FORMASI BERMAIN SEBAGAI UPAYA PELATIH UNTUK MEMBENTUK
PEMAIN HANDAL DAN TIMNYA MENJADI JUARA.
DALAM FASE PEMBINAAN BAGI PEMAIN USIA DINI MAUPUN USIA MUDA MAKA MEMBUAT
PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN ADALAH MERUPAKAN HAL
PENTING UNTUK DI LAKUKAN, KARENA DENGAN DEMIKIAN DI SETIAP PERTANDINGAN
SEORANG PELATIH DAPAT MEMBUAT CATATAN SECARA EKSAK PENAMPILAN SETIAP PEMAIN
YANG DI ASUHNYA DAN JUGA PENAMPILAN TIMNYA SECARA KESELURUHAN, DENGAN FORMAT
SEDERHANA BILA TIDAK ADA TEAM STUDY GROUP (TSG), SEHINGGA DAPAT MEMUDAHKAN
SETIAP PELATIH UNTUK MEMBUAT ANALISA DAN EVALUASI TEKNIS SEBAGAI BAHAN
PERBAIKAN UNTUK PENAMPILAN PEMAIN DAN TIMNYA DI PERTANDINGAN BERIKUTNYA,
SEKALIGUS UNTUK MEMBUAT REKAM JEJAK (TRACK RECORD) SETIAP PEMAIN DAN TIM YANG
DI BINANYA.
BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) BAGI PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA
JUGA SANGAT PERLU DI LAKUKAN KARENA DI SAMPING AKAN MEMPERBANYAK JUMLAH
SENTUHAN BOLA YANG BISA MEMBUAT PEMAIN BERTAMBAH MAHIR MEMAINKAN BOLA,
KARENA SAAT BERMAIN DI LAHAN TERBATAS PARA PEMAIN AKAN DI ASAH KETERAMPILAN
DALAM MEMAINKAN BOLA, BAIK DENGAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI
SAMA BAIKNYA, DENGAN MENGGUNAKAN SEMUA BAGIAN KAKI DAN BAGIAN BADAN YANG
DAPAT DI PERGUNAKAN UNTUK MENJINAKAN, MENGOLAH DAN MEMAINKAN BOLA SAAT
BERMAIN SEPAKBOLA.
SELAIN ITU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESENANGAN TERHADAP SEPAKBOLA YANG
SUDAH MENJADI HOBI PARA PEMAIN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA SEMUA PIHAK
HARUS BISA MENDUKUNG MEREKA DENGAN TOTAL, DUKUNGAN PERTAMA YANG SANGAT DI
PERLUKAN MEREKA ADALAH TENTU DARI ORANG TUA, PELATIH YANG BERTINDAK SEBAGAI
PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR), PENGURUS DAN OFISIAL TEMPAT DI MANA MEREKA
215

BERGABUNG SEPERTI DARI SEKOLAH-SEKOLAH SEPAKBOLA, AKADEMI-AKADEMI SEPAKBOLA,


PUSDIKLAT SEPAKBOLA DAN PUSAT PEMBINAAN SEPAKBOLA LAINNYA.
TERMASUK DUKUNGAN HARUS DATANG PULA DARI PARA WASIT YANG KHUSUS MEMIMPIN
PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA MUDA MAUPUN USIA MUDA, YANG BERTINDAK SEBAGAI
WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR) MEMPERKENALKAN LAWS OF THE GAME SEJAK AWAL,
AGAR PARA PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA BISA SELALU MENTAATI PERATURAN DAN
MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT. DAN WASIT DI SETIAP MEMIMPIN PERTANDINGAN HARUS
DI BEKALI KARTU HIJAU SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK MENGHARGAI PEMAIN YANG BERLAKU
SPORTIF.
SELANJUTNYA YANG PALING IDEAL UNTUK DI KEMBANGKAN DALAM PEMBINAAN PEMAIN USIA
DINI ADALAH MODE PEMBINAAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI, KARENA MODE INI
ADALAH SEBUAH MODE YANG KOMPREHENSIF, YANG MEMADUKAN KEGIATAN PELATIHAN
DAN PERTANDINGAN SEKALIGUS DALAM WAKTU DAN TEMPAT YANG SAMA, BISA DI LAKUKAN
DI PENGHUJUNG TAHUN SEBAGAI TITIK KULMINASI PEMBINAAN, KARENA DI LAKUKAN DI
UJUNG TAHUN UNTUK MENILAI HASIL PROGRAM PEMBINAAN SETIAP PELATIH KEPADA PARA
PEMAINNYA MASING-MASING DI SEPANJANG TAHUN TERSEBUT. SELAIN DARI PADA ITU DI
DALAM PELAKSANAAN CAMPFESTIVAL DI MAKSUD DI SIMPANG DI LAKSANAKAN PELATIHAN
DAN PERTANDINGAN JUGA DI LAKUKAN KONTES KETERAMPILAN TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA
DAN LOMBA BERMAIN DALAM LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) SEPERTI LOMBA 2
LAWAN 2, 3 LAWAN 3 MISALNYA DAN BANYAK KEGIATAN LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN
PEMBINAAN PEMAIN SEPAKBOLA USIA DINI SEBAGAIMANA DI SAMPAIKAN DALAM MATERI
PRESENTASI TENTANG DAN YANG BERKAITAN DENGAN CAMPFESTIVAL DALAM BUKU INI.
KEMUDIAN DALAM PEMBINAAN PEMAIN USIA MUDA YANG PALING IDEAL DILAKUKAN ADALAH
MELAKUKAN TURNAMEN ATAU KOMPETISI LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA YANG DI IKUTI OLEH
12 TIM PESERTA YANG DI SELENGGARAKAN DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI
PENUH DUA PUTARAN UNTUK LEBIH MEMATANGKAN PERMAINAN DAN MENINGKATKAN
PRESTASI PEMAIN USIA MUDA DENGAN JUMLAH PERTANDINGAN BANYAK, SEBAGAIMANA DI
SAMPAIKAN DALAM MATERI PRESENTASI YANG BERJUDUL DAN BERKAITAN DENGAN TENTANG
MERANCANG JADUAL PERTANDINGAN LIGA SEPAKBOLA 12 PESERTA DALAM BUKU INI.
UNTUK MENUNJANG DARI SEGI TEKNIS PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN-PERTANDINGAN
SUPAYA BISA BERJALAN DENGAN RAPIH, TERATUR, TERARAH, AMAN, TERTIB DAN LANCAR
MAKA PERTANDINGAN APAPUN HARUS MEMILIKI STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN
PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN JUGA UNTUK PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA
MUDA, GUNA MEMASTIKAN SEMUA ASPEK PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN PELAPORAN USAI
PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, MAKA HARUS DI TUGASKAN DI SANA
PENGAWAS PERTANDINGAN YANG MEMILIKI KOMPETENSI UNTUK MENATA PERTANDINGAN.
KARENA HANYA PERTANDINGAN YANG TERTATA RAPIH SAJA YANG AKAN MENGHASILKAN
PEMAIN UNGGULAN MASA DEPAN DAN BERKELAS YANG BISA MENJADI CALON PEMAIN
TIMNAS INDONESIA YANG BISA BERPRESTASI DI ARENA PERTANDINGAN INTERNASIONAL,
216

SEBALIKNYA TIDAK MUNGKIN MENGHASILKAN PEMAIN BERKELAS DARI PERTANDINGANPERTANDINGAN YANG TIDAK DI TATA RAPIH ALIAS BERJALAN SEADANYA.
SEBAGAI PENUTUP MUDAH-MUDAHAN BUKU INI DAPAT BERMANFAAT DAN DAPAT DI JADIKAN
RUJUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA
YANG LEBIH KOMPREHENSIF DAN LEBIH BERVARIASI, UNTUK BISA MENDUKUNG INVESTASI
BESAR SEPAKBOLA YANG DI HARAPKAN BISA BERBUAH PRESTASI SEPAKBOLA INDONESIA YANG
LEBIH MAJU LAGI DI MASA MENDATANG BERKAT PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI DAN USIA
MUDA YANG JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUM INI, BERKAT PENANGANAN PEMBINAAN YANG
MEMILIKI DESAIN, STANDAR DAN TERPROGRAM DENGAN BAIK, YANG DI LAKUKAN SECARA
TERUS MENERUS ATAU BERKESINAMBUNGAN DAN DI TANGANI PELATIH PENDIDIK.
JAKARTA, 23 JANUARI 2016
M. ACHWANI
MANAJEMEN SPORT UTAMA

217