Anda di halaman 1dari 8

JAWABAN SOAL UTS

Mata Kuliah : Manajement Operasional


Nama

: Supriyadi

Npm

:14844056

1. Manajemen Berbasis Sekolah merupakan paradigma baru pendidikan, yang memberikan


otonomi luas pada tingkat sekolah dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional, dan
sebagai suatu proses kerja sama yang sistematik, sistemik, dan komprehensif dalam
rangka mewujudkan tujuan. Jelaskan yang dimaksud:
a. Sistematik
b. Sistemik
c. Komprehensif
Jawaban Soal No.1 :
a. Sistematik adalah tersusun secara teratur atau sesuai aturan
Sehingga secara sistematik melalui paradigma baru tersebut, dimaksudkan pendidikan
harus mampu melawan berbagai tantangan dan permasalahan yang terjadi dalam
lingkungan kehidupan. Pendidikan dan kehidupan telah menyatu, maka pendidikan
dapat dikatakan sebagai proses memanusiakan manusia.
Pembaharuan dalam bidang pendidikan harus dilakukakn karena mengingat zaman
kian hari kian berubah. Mewujudkan paradigma baru dalam manajemen pendidikan
merupakan salah satu langkah untuk mencetak generasi yang bermutu, sehingga dapat
mengantisipasi semua tantangan dan hambatan yang terjadi dalam lingkungan
kehidupan. Untuk melakukan rekonstruksi pendidikan dalam rangka membangun
paradigma baru sistem pendidikan nasional membutuhkan beberapa langkah yang
harus dilakukan dengan benar dan bertanggung jawab. Sebagai alternatif paradigma
baru adalah dengan adanya School Based Management (SBM).
Untuk mendukung paradigma baru manajemen pendidikan dibutuhkan seorang profil
manajer yang efektif dan bergaya kepemimpinan transformasional, sehingga semua
potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Dalam hal ini juga perlu
adanya pemahaman tentang perbedaan antara pemimpin dan boss.
b.

Sistemik adalah masalah yang terangkai dengan masalah lain,


Masalah pendidikan di Indonesia yang sistemik adalah masalah yang terangkai
oleh masalah lain. Artinya, tujuan pendidikan yang tidak tercapai tidak sematamata oleh kesalahan pendidikan.

Pertama ketika pendidikan dipandang sebagai komponen pendukung industri.


Terus menyeret kesemua arah terkait pendidikan. Lembaga pendidikan kemudian
praktis menjadi lembaga produksi sebagai penghasil bahan yang dituntut pasar.
Akhirnya, hasil pendidikan rawan lepas lepas sesuai amanat UU, tapi lebih
kepada tuntutan pasar. Hal ini tentu erat kaitannya dengan perekonomian dan
sistem yang berlaku di Indonesia. Tidak heran jika lembaga pendidikan sebagai
pabrik disambut antusias oleh banyak lembaga pendidikan.
Kedua: tantangan pendidikan formal versus pendidikan nonformal yang tidak
disengaja. Pendidikan nonformal yang tidak disengaja adalah sesuatu yang
menjadi konsumsi pelajar di luar sekolah, yang bisa dikata sulit untuk dihindari.
Dalam berbgaia contoh tulisan saya yang lalu, ketika media menjadi ujung
tombak pendidikan. Praktisnya sederhana pelajaran akhlak, etika, moral yang
butuh keteladanan di pendidikan formal, akhirnya harus runtuh dengan tontonan
tanpa filter di luar sekolah. Parahnya durasi waktu luar sekolah itu lebih banyak
dari waktu di sekolah.
Ketiga: ketika sistem pendidikan dan pola ajar berdasarkan paradigma bahwa
manusia tidak tahu apaapa.Ini terkait dengan cara/ model guru memberikan
arahan terhadap siswa. Otak siswa dipandang sebagai safe
c. Komprehensif adalah, a bersifat mampu menangkap (menerima) dengan baik b luas
dan lengkap (tentang ruang lingkup atau isi) c mempunyai dan memperlihatkan
wawasan yang luas.
Pendidikan Komprehensif adalah pembelajaran yang berkelanjutan mulai dari
PAUD/SD-SMP-SMA-PT. Pembelajaran yang meliputi banyak hal yaitu Ilmu
Pengetahuan, Budi Pekerti, Akhlak, Karakter, Kreativitas, Inovatif. Istilah
komprehensif yang digunakan dalam pendidikan karakter mencakup berbagai
aspek. Aspek yang pertama isinya harus komprehensif, meliputi suatu
permasalahan yang berkaitan dengan pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi
sampai kepada pertanyaan-pertanyaan mengenai etika secara umum. Kedua
metodenya harus komprehensif yang meliputi penanaman nilai, pemberian
teladan kepada peserta didik. Ketiga Pendidikan karakter hendaknya terjadi dalam
keseluruhan proses pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstrakulikuler, dalam
proses bimbingan dan penyuluhan. Yang terakhir, keempat, pendidikan karakter
hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat, karena peran serta
masyarakat atau lingkungan dapat mempengaruhi karakter peserta didik (generasi
muda).

2. Menurut Peter Senge ada Lima disiplin (lima pilar) yang membuat suatu organisasi

menjadi organisasi pembelajar. Jelaskan makna yang terkandung dalam lima disiplin
tersebut dan bagaimana pengembangannya di instansi (lembaga) saudara dalam
menciptakan organisasi belajar dalam mencapai tujuan ?
Jawaban Soal No.2 :
Dalam bukunya The Fifth Discipline: The Art and Pratice of TheLearning
Organization, Peter M. Senge menyatakan bahwa organisasi adalah sebuah kesatuan yang
terpadu,

sehingga membutuhkan

sebuah

komitmen

yang

menyatu

pula

untuk

mengoperasionalisasikan dan mengefektifkannya. "Kita tidak bisa membuat orang menjadi


pintar dan terdongkrak kinerjanya hanya dengan main perintah," tulisnya. Belajar merupakan
syarat mutlak untuk mempertahankan eksistensi, sekaligus kunci untuk menaikkan
kualitas diri dan organisasi atau mendapatkan manfaat dari krisis ini. Belajar tanpa ada
keinginan untuk menerapkan apayang sudah dipelajari, tentu tak ada gunanya. Belajar
membutuhkan bukan sekedar komitmen yang kuat, tetapi juga intensitas yang tinggi untuk
tetap melaksanakannya dengan titik pencapaian yang jelas pada akhirnya. Satu-satunya hal
yang dapat dilakukan untuk bangkit dari krisis adalah kemauan dan kemampuan organisasi
untuk belajar! Namun dibutuhkanlima disiplin sebagai komponen utama dalam proses
pembelajaran.Adapun 5 disiplin sebagai komponen utama dalam proses pembelajaran adalah
sbb:
* Pengendalian Pribadi
Disiplin ini lebih membutuhkan kecakapan daripada kekuasaan. Kecakapan dalam
mengendalikan diri secara professional, selalu mempertegas tujuan dan memfokuskan diri
kepada tujuan tersebut. Untuk itu diperlukan EQ yang baik.
Emotional Quotient (EQ) adalah ketrampilan untuk mengenali dan mengelola emosi diri
sendiri maupun orang lain. Manusia dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan
bertanggung jawab penuh pada pekerjaan. Selain itu EQ membuat Kita mudah bersosialisasi,
mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen. Makanya,
orang yang EQ-nya bagus mampu mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik
(Professional).
* Model Mental

Disiplin kedua merupakan proses introspeksi untuk memahami asumsi, keyakinan,


prasangka, dan lain-lain. Proses ini membutuhkan kemauan dan kemampuan untuk
melakukan pembelajaran yang seimbang, dan jelas untuk menjadi model mental 'baru',
melalui proses pembelajaranyang intensif.
* Visi Bersama
Disiplin

visi

bersama

menuntut

kemampuan

dan

ketrampilanuntuk

dapat

menggambarkan masa kini dan masa depan perusahaan serta bersama menjaga agar dapat
menguntungkan di masa kini dan masa depan.
* Belajar Sebagai Tim
Disiplin ini dapat dicapai apabila setiap individu yang tergabung dalam tim bersedia
meleburkan diri ke dalam ide pemikiran tim dan saling berkomunikasi secara terbuka
sehingga memungkinkan tercapainya tingkat penetrasi dan inovasi yang lebih baik.
* Berpikir Sistemik
Jika dicermati, inti dari konsep Peter F. Senge sebenarnya terletak pada disiplin
kelima yaitu berpikir sistemik. Dalam konteksnya sebagai disiplin dasar organisasi
pembelajar, berpikir sistemik merupakan sarana untuk membantu kita melihat sesuatu dengan
lebih efektif dan mengubah sesuatu pola yang tidak fungsional menjadi fungsional. Maka
kelima disiplin ini jangan dijalankan satu per satu karena hanya akan menghasilkan suatu
kebingungan. Tetapi bila dipraktekkan secara terpadu atau dalam suatu kesatuan, maka
dampaknya akan sangat positif.
3. Mengapa kelima dimensi dari Peter Senge tersebut perlu dipadukan secara utuh,
dikembangkan dan dihayati oleh setiap anggota organisasi, dan diwujudkan dalam
perilaku sehari-hari ?
Jawaban Soal No.3 : Karena Lima disiplin utama di atas, menurut Peter F. Senge sangat
dibutuhkan oleh setiap organisasi pembelajar. Karena setiap detik dari hidup ini penuh
dengan materi pelajaran. Tentu, dapat disimpulkan, bila Kita dan perusahaan Kita ingin tetap
eksis dan menjadi lebih baik serta mendapatkan manfaat dari krisis ini, tiada lagi yang dapat
dilakukan selain belajar dan belajar!

4. Apa Visi, Misi, dan tujuan dari Instasi saudara dan buatlah indikator pencapaian dari
Visi, Misi dan tujuan tersebut?
Jawaban Soal No.4 :
A. VISI
Berdasarkan analisis kondisi eksternal dan internal di Sekolah Dasar Negeri 002 Batam Kota
- Kota Batam maka ditetapkan Visi, sebagai berikut:
Membentuk sumber daya manusia yang beriman, berkualitas, Kreatif, dan Berbudi
Pekerti Mulia
Visi ini tentunya ingin menjadikan Sekolah Dasar Negeri 002 Batam Kota sebagai lembaga
pendidikan dasar yang profesional dan berkualitas melalui penerapan serta mengedepankan
mutu, kondusif dalam pembelajaran dengan Budaya Belajar berkarakter bangsa, Budaya
Religius serta Kerjasama Kemitraan dengan berbagai unsur dan elemen masyarakat sekitar
sekolah.
Adapun indikator ketercapaian visi adalah berorientasi ke depan dengan memperhatikan
potensi yang ada yaitu :
1) Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat serta kualitas pembelajaran (cinta tanah
air, kreatif, jujur, peduli sosial, mandiri, dan kerja keras)
2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui budaya akademis dan religius (rasa
ingin tahu, kreatif, mandiri, religius, ulet, dan inovatif)
3) Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah (semangat kebangsaan,
demokratis, menghargai prestasi, tanggung jawab, realistis, ulet, dan komunikatif)
4) Mendorong adanya perubahan yang lebih baik, kondusif, akademis demi berlangsungnya
KBM (inovatif, gemar membaca, rasa ingin tahu, mandiri, jujur, komitmen,
kepemimpinan, dan kerja sama)
B. MISI
1.
2.
3.
4.
5.

Menciptakan manusia yang beriman,taat beribadah sesuai dengan agama yang diyakini
Mengembangkan bakat dan kreatifitas yang dimiliki oleh siswa dan guru
Mengamalkan nilai kekeluargaan baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat
Menciptakan lingkungan yang hijau bersih dan indah
Melengkapi sarana dan prasarana Sekolah

C.TUJUAN
Searah dengan visi dan misi lembaga, maka tujuan pengelolaan Pendidikan di SD
002 Batam Kota adalah sebagai berikut :

Negeri

1
2

Menjadikan peserta didik yang mampu bersaing di jenjang yang lebih tinggi dengan
bekal ilmu dan budi pekerti yang mulia
Dapat melanjutkan kesekolah unggulan yang ada di kota batam
khususnya SMP negeri umumnya.

Prediksi perkembangan pendidikan di SD Negeri 002 Batam Kota dapat dilihat dari beberapa
aspek antara lain sebagai berikut :
1. Standart isi kurikulum
Menghasilkan perangkat KTSP lengkap dengan pengembangan silabus kelas I s.d
VI semua mata pelajaran.
2. Standart Proses PBM
Menghasilkan RPP dan pengembangan model-model pembelajaran kelas I s.d VI
semua mata pelajaran.
3. Standart Kelulusan
a.
b.
c.
d.

Pencapaian standart ketuntasan KD, SK dan SKL.


Nilai Ujian Nasional mencapai 8,50 dan nilai rata-rata KKM 100%.
Nilai Ujian Sekolah mencapai 80 dan nilai rata-rata KKM 100%.
Prestasi non akademik mengalami peningkatan yang pesat dengan diraihnya
beberapa kejuaraan baik tingkat kabupaten dan provinsi.
e. Menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang IPTEK dan IMTAQ
4. Standart Pendidik dan Kependidikan.
a.Pencapaian standart pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualifikasi dan
berloyalitas tinggi.
b.Tenaga pendidik 90 % memenuhi standart nasional.
1. Standart Sarana dan Prasarana.
Pencapaian standart sarana dan prasarana serta fasilitas sekolah yang memenuhi SPM.
2.

Standart Pengelolaan
Pencapaian standart pengelolaan 100 % dari aspek pembelajaran, kurikulum, sarana
prasarana, SDM, kesiswaanan dan administrasi sehingga memenuhi SNP.
3. Standart Pembiayaan
Ketercukupan dana untuk menunjang PBM, kegiatan non akademik, kesiswaan,
sarana prasarana, kesejahteraan dan administrasi.

4.

Standart Penilaian.
Menghasilkan sistim dan perangkat penilaian yang otentik dan sesuai dengan
Standart Nasional Pendidikan

5. Pengendalian mutu baik ditingkat barang dan jasa juga meliputi manajemen sumber daya
manusia. Itulah yang disebut sebagai pengorganisasian sistem produksi pada manajemen
operasional, dari kalimat di atas coba jelaskan bagaimana pengendalian mutu yang
diterapkan di instansi saudara.
Jawaban Soal No.5 :
Pengendalian mutu ini harus dilakukan dan disadari oleh semua pihak baik yang terjun
langsung maupun sebagai Pembina/pengendali dalam hal ini Kepala Sekolah , Tenaga
Pendidik dan Kependidikan. Pengendalian yang dilakukan dapat memberikan manfaat untuk
peningkatan mutu, jika pengendalian tersebut mengacu pada aspek input-proses-output
pendidikan yang benar.
Pengendalian mutu merupakan suatu tindakan yang berisi kegiatan pengukuran atau penilaian
dan perbaikan. Pengendalian merupakan suatu proses yang terdiri dari perencanaan
(menyusun tujuan dan standar performansi), pengukuran performansi nyata, membandingkan
performansi dan melakukan perbaikan.
Ada 5 Konsep Pengendalian mutu SDN002 Batam Kota yakni:
1.

Konsep dasar pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan
pengaturan lingkungan sebagai sumber belajar yang diarahkan untuk mengubah
perilaku siswa ke arah yang positif dan lebih baik sesuai dengan potensi dan
perbedaan yang dimiliki siswa.

2.

Standar mutu pembelajaran adalah sesuai dengan standar proses yang telah diatur
dalam PP No. 19 tahun 2005. Standar proses adalah standar nasional pendidikan
yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk
mencapai kompetensi lulusan.

3.

Penyusunan instrumen mutu pembalajaran dibuat kisi-kisi yang bersumber dari


Permendiknas No. 41 tahun 2007 yang menyatakan bahwa standar proses meliputi
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil
pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses
pembelajaran yang efektif dan efisien.

4.

Adapun teknik pengendalian mutu pembelajaran adalah dengan cara mengadakan


pengawasan proses pembelajaran dan supervisi yang dilakukan oleh kepala dan
pengawas satuan pendidikan.

5.

Evaluasi

mutu

pembelajaran

proses
secara

pembelajaran
keseluruhan,

dilakukan

untuk

menentukan

kualitas

mencakup

tahap

perencanaan

proses

pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

Anda mungkin juga menyukai