Anda di halaman 1dari 4

Toksikologi

Toksikologi a/
- Loomis (1978) ilmu yang mempelajari aksi zat kimia yg membahayakan
sistem biologi
- Doull and bruce ilmu yang mempelajari pengaruh zat kimia yang
merugikan sistem organ
- Timbrell interaksi zat kimia dan sistem biologi
Parameter toksisitas dan substan
Nilai ambang batas?
Perbedaan LD50&LC50:
- LD50 diartikan sebagai dosis yg dapat mengakibatkan kematian 50%
dari jumlah hewan uji setelah diberikan substansi/materi uji dengan
metode tertentu
- LC50 diartikan sebagai konsentrasi (mg/L udara atau air atau dlm satuan
ppm) senyawa kimia atau substan uji yg dapat menyebabkan kematian
50% subjek uji pada waktu tertentu.
Indeks terapi/ terapeutik indeks (TI)
- TI rasio dosis toksik terhadap respon yang di inginkan
- TI digunakan sebagai indeks perbandingan toksisitas dari 2
materi /substan yang berbeda, atau berupa pernyataan keamanan
relatif suatu senyawa obat. Semakin besar rasio, maka semakin
besar tingkat keamanannya.
Perbedaan chemical hazards dan biologikal hazards
- Chemical Hazard (bahaya kimia), adalah bahaya yang ditimbulkan
oleh bahan kimia seperti toksisitas bahan kimia, daya ledak bahan
kimia, penyebab kanker, oksidasi, bahan kimia mudah terbakar.
- Biological Hazard (bahaya biologi), yang termasuk kedalam
kategori ini antara lain, virus, jamur, bakteri, tanaman, burung,
binatang yang dapat menginfeksi atau memberikan reaksi
negatif kepada manusia.
hubungan farmakokinetik dengan toksikologi
xenobiotik
- Xenobiotik berasal dari bahasa Yunani: Xenos yang artinya asing. Xenobiotik
adalah zat asing yang masuk dalam tubuh manusia. Contoh: obat obatan,
insektisida, zat kimia tambahan pada makanan (pemanis, pewarna,
pengawet) dan zat karsinogen lainya. Xenobiotik umumnya tidak larut air,
sehingga kalau masuk tubuh tidak dapat diekskresi. Untuk dapat diekskresi
xenobiotik harus dimetabolisme menjadi zat yang larut, sehingga bisa
diekskresi. Organ yang paaling berperan dalam metabolisme xenobiotik
adalah hati. Ekskresi xenobiotik melalui empedu dan urine. Pada metabolisme
obat, pada obat yang sudah aktif metabolisme xenobiotik fase 1 berfungsi
mengubah obat aktif menjadi inaktif, sedang paa obat yang belum aktif
metabolisme xenobiotik fase 1 berfungsi mengubah obat inaktif menjadi aktif
tanda tanda keracunan
-tanda/gejala keracunan sangat tergantung kepada jenis dan kekuatan kerja
racun(potensi)serta tempat kerja(organ sasaran) dari zat racun tersbut.
Banyak racun yang tidak menimbulkan gejala spesifik, misalnya koma.
Dapat ditimbulkan oleh keracunan hipnotik, stimulansia, gol. Salisilat,
antidepresi dsb.,

Ada juga beberapa bahan kimia yang memberikan tanda/gejala khusus bila
terjadi keracunan, misalnya: gol.hipnotik, menimbulkan koma dengan tonus
dan refleks otot menurun
Gol. Antikolinergik: menimbulkan gejala midriasis, takikardia, retensi urin,
halusinasi kulit merah dan panas
- yang perludiperhatikan pada permulaan keracunan
1. kesadaran
2. respirasi
3. tekanan darah
4. kejang
5. pupil mata
6. jantung
7. bising usus
8. dll
perbedaan toksisitas akut dan kronik
-akut segera dan dalam waktu yg sangat singkat ex/gigitan
serangga
-kronik dosis kecil berulang dalam jangka panjang ex/meroko dlm
waktu lama
- Toksisitas Akut Terjadi setelah pajanan singkat terhadap suatu bahan kimia.
Efek biasanya timbul cepat setelah pajanan tunggal atau multipel ;
Pajanan akut dapat pula menimbulkan delayed toxicity.
Cth. Inhalasi dosis letal HCN menyebabkan kematian kurang dari 1
menit
Toksisitas Kronik Timbul setelah pajanan berulang; banyak bahan kimia
membutuhkan
waktu pajanan terus menerus beberapa bulan untuk menimbulkan
gangguan kesehatan
Sering efek kronis bahan kimia berbeda dari efek pajanan akut
Cth. Inhalasi chloroform untuk periode singkat menyebabkan
anestesi;
inhalasi jangka panjang konsentrasi yang lebih rendah menyebabkan
kerusakan hati
Efek karsinogenik bahan kimia biasanya mempunyai periode laten
yang
panjang ; tumor diamati bertahun-tahun (pada tikus) atau berpuluh
tahun
(pada manusia) setelah pajanan.
Mekanisme efek toksik dalam tubuh
- Bahan asing yang berasal dari luar tubuh khususnya zat kimia
dapat menimbulkan efek toksik ketika masuk kedalam tubuh.
Mekanismenya melalui 2 cara yaitu, secaralangsung (toksik intra
sel) dan secara tidak langsung (toksik ekstra sel). Toksik intra sel
adalah toksisitas yang dimulai dengan interaksi langsung antara
zat kimia atau metabolitnya dengan reseptornya ex/ tetrasiklin
/kloramfenikol meningkatkan ribosom sel. Toksisitas ekstra sel
terjadi secara tidak langsung dengan mempengaruhi lingkungan
sel sasaran tetapi dapat berpengaruh pada sel sasaran .
Faktor yg mempengaruhi kerja racun
- Jalur paparan

- Lama/kerapatan paparan
- Waktu paparan
- Dosis/takaran paparan
- Jenis paparan (akut/kronis)
Racun dapat dikelompokkan atas dasar organ yang diserangnya,
sebutkan!
- Hepatotoksik atau beracun bagi hepar/hati
- Nefrotoksik atau beracun bagi nefron/ginjal
- Neurotoksik atau beracun bagi neuron/saraf
- Hermatotoksik atau beracun bagi darah/sistem pembentukan sel
darah
- Pneumotoksik atau beracun bagi pneumon/paru-paru
Hati
- Merupakan jalur eliminasi penting, khususnya untuk molekul
besar
- Bahan yang dieksresikan melalui empedu akan di eliminasi
melalui feses
- Bahan yg memapar di saluran cerna, seringkali termetabolisme
oleh mikroflora
Ginjal
- Molekul kecil dan larut air, dikeluarkan melalui urin
- Molekul besar seperti protein tidak dapat melalui glomerulus
- Bahan larut lemak di absorbsi melalui tubulus
- Sebagian cardiac output dilewatkan melalui ginjal
Alkohol
- Alkohol/etanol masuk kedalam tubuh dipecah oleh enzim alkohol
dehidrogenase menjadi asetaldehid dan dipecah oleh aldehid
dehidrogenase menjadi asetat kemudian masuk kedalam siklus krebs.
Interaksi farmakodinamika
- Efek aditif
1+1=2
Berupa faktor penjumlahan masing2 efek obat dan tidak saling
ketergantungan
Ex/ parasetamol + kafein
- Efek sinergisme
1+1=4
Efek yang ditimbulkan melebihi jumlah efek masing2 obat
Ex/ Sulfonamid mencegah bakteri untuk mensintesa dihidrofolat,
sedangkan trimetoprim menghambat reduksi dihidrofolat menjadi
tetrahidrofolat. Kedua obat ini bila diberikan bersama-sama akan
memiliki efek sinergistik yang kuat sebagai obat anti bakteri.
- Efek potensiasi
0+1=2
Salah satu obat tidak saling ketergantungan dan tidak saling
membahayakan, tetapi menguatkan efek lainnya.
Ex/ banyak diuretika yang menurunkan kadar kalium plasma, dan
yang akan memperkuat efek glikosid jantung yang mempermudah
timbulnya toksisitas glikosid.
- Efek antagonisme
1+1=0
Interaksi dimana efek suatu obat di ubah oleh obat lain pada
tempat aksi.

Antagonisme terjadi apabila obat 1 dikurangi/ditiadakan oleh obat


2yg memiliki efek farmakologis yg berbeda.
Ex/ fenobarbital + striknin
radiasi adalah salah satu bentuk energy yg berasal dari suatu
sumber yang bergerak melalui materi atau udara. Ex/ cahaya, panas,
x-ray
ionizing radiasi a/radiasi yang dihasilkan dari atom tidak stabil yg
memiliki kelebihan energy, massa, dan atau keduanya yg dapat
menyebabkan ionisasi dari materi yg di laluinya