Anda di halaman 1dari 4

PENULISAN RESEP YANG BENAR PADA PEMBELAJARAN

DASAR,DIAGNOSTIK DAN TERAPI


Pendahuluan:
Dengan tulisan ini diharapkan para mahasiswa/calon dokter mempunyai
pengetahuan mengenai resep. Adapun yang dibahas adalah bagaimana
resep yang benar,penentuan dosis dan sediaan yang sesuai dengan keadaan
pasien.Resep yang benar harus lengkap sesuai peraturan menteri
Kesehatan ,oleh karena itu mempunyai aspek legal,hanya yang berkompeten
yang boleh menulis resep.Resep tidak boleh dilihat oleh orang yang tidak
berkepentingan karena dapat disalahgunakan.
Resep Adalah permintaan tertulis dari seorang dokter ,dokter gigi,dokter
hewan kepada Apoteker untuk menyerahkan obat keapad pasien
Resep ditulis oleh dokter setelah amanese .lalu member diagnosa .memilih
terapi yang tepat.
Terapi bisa dengan obat dan bisa tanpa obat.Apabila telah dipilih untuk
menggunakan obat
Lalu dibuat resep.
Resep yang benar apabila :
1.
2.
3.
4.

Obat yang diberikan sesuai dengan diagnosa yang tepat


Dosis yang diberikan tepat
Bentuk sediaan obat yang tepat
Cara pakai/menggunakan yang tepat

SK menteri Kesehatan 26/Menkes/Per/1981 bab III ps 10 menerangkan suatu


resep yang lengkap harus mencantumkan ;
Nama,alamat,dan nomor izin Praktek dokter
1.
2.
3.
4.

Tanggal penulisan resep


Nama setiap obat/komponen obat
Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
Tanda tangan/paraf dokter penulisan resep
Paraf untuk dosis obat lewat dosis lazim ,tanda tangan untuk obat
narkotik

Manurut Remington (USA) Suatu resep yang lengkap terdiri dari


1. Nama pasien ,alamat, dan tanggal penulisan

2. Superscription berupa tanda R/ (berarti recipe),bahasa latin recipio


3. Inscriptio meliputi nama obat dan jumlahnya
Nama obat ,bias nama generic maupun nama patent
4. Subscription berisi perintah/permintaan kepada Apoteker mengenai
cara membuat obat tersebut. Biasanya ditulis dalam singkatan bahasa
latin seperti M. , F. ,
5. Signa,disingkat S. artinya tandailah,cara memakai obat tersebut
seperti t.d.d.I cap.
6. Nama dokter,alamat dan izin prkatek
Perintah dalam resep biasanya dalam bahasa Latin untuk dapat dibaca di
Negara lain
Perintah perintah yang biasa digunakan terlampir dalam tulisan ini
Dosis obat :
Dosis obat dapat dilihat pada lampiran buku literature seperti farmakope
Indonesia,Farnakope Belanda ,United State Pharmacope dan buku literature
lainnya
Pada lampiran tersebut ada dosis untuk anak dan dosis dewasa . Pada
lampiran dosis anak yang tercantum hanya dosis lazim ,sedangkan lampiran
dosis dewasa ,ada dosis lazim dan dewasa
Misalnya pada farmakope Indonesia ,Ampislin untuk anak 50 -100 mg/kg
BB/hari dibagi 4 dosis
Ampislin untuk dewasa dosis lasim oral 250-500 mg 1 x pakai,1-2 gr satu
hari pakai, dosis maksimal 4 gr sehari.
Demikian pula nama obat paracemol tidak ada di Farmakope Indonesia ,yang
ada Acetaminophenum,sehingga perlu dikatahui nama lain dari setiap obat.
Biasanya pada sediaan pulvers/serbuk untuk anak perlu ditambah zat
penambah untuk memperbaiki rasa dan untuk obat yang volumenya kecil.
Zat penambah tersebut adalah saccharum lactis disingkat s.l
Bentuk Sediaan obat :
BSO. Konsistensi padat
BSO Konsistensi setengah padat
BSO konsistensi cair

1. Bentuk padat seperti pulveres/pulvis/serbuk


Tablet ,Kapsul.Suppositoria(anal,vaginal/ovula)
2. Bentuk setengah padat seperti unguenta (salep).krim,Pasta dan gel
3. Bentuk cair seperti Solutio/larutan, sirop, elixir, guttae(obat tetes)
missal guttae opthalmicae
Sediaan injeksi ,a. dapat berupa bubuk yang dilarutkan/disuspensi
Dalam sediaan ampul dan vial
b. Infus
Sediaan enema : larutan dimasukkan ke rectum dan kolon
Sediaan gargarisma : untuk kumur
Sediaan vaginal douche ; antiseptic vagina
Formula resep :
Formula Officinalis, Formula Magistralis, dan Formula specialistis
Formula officinale dikutip dari buku literatus seperti Potio Nigra contra
Tussim (OBH) dikutip dari Formularium Indonesia Unguentum 2,4 dikutip dari
farmakope Belanda
Formula magistralis dibuat berdasarkan kompsisi obat yang diingikan dokter
penulis resep,dicampurkan beberapa obat dan dikemas dalam bentuk serbuk
atau kapsul
Misalnya mencampur Ampisilin,parasetamol,dekstrometrophan dan
ephedrine menjadi satu kemasan.
Formula Specialistis ; adalah obat yang ditulis diresep dengan nama
paten/dagang seperti Amoxan 500 mg (Amoxicilin 500 mg)
Semua obat dapat diresepkan tetapi obat keras, obat psikotropik dan
narkotik tidak dapat diulangi tanpa resep baru.(misal dengan salinan resep
mau dtebus) Pembagian obat menurut undang undang adalah Obat
bebas,Obat bebas terbatas
Obat keras, Obat Psikotropik dan narkotik
Obat bebas seperti vitamin tertentu dan kemasan sediaan
tertentu,paracetamol tablet
Obat bebas terbatas,adalah obat keras dalam kemasan tertentu dapat
diperoleh tanpa resep misalnya bisacodyl 5 mg kemasan 2 tablet
Obat keras seperti Antalgin,Ampisilin, Piroxicam,Diclofenac
Obat psikotripik seperi diazepam,amitriptilin,haloperidol

Obat narkotik seperi codein,morphin dan pethidin


Jumlah pemberian harus sangat dibatasi untuk narkotik dan psikotropik
Resep yang telah dtebus di Apotek tidak dapat diperlihatkan kepada
umum.Yang dapat melihat resep tersebut adalah dokter penulis resep.Orang
yang merawat penderita,petugas Balai POM dan pasien itu sendiri
Daftar Pustaka :
1. Lestari S.Christina , Seni Menulis Resep, Teori dan Praktek.PT.Perca
,Jakarta,2002
2. Martin and Cook, RemingtonS,Practice of Pharmacy, Twenty
Edition,Mack Publishing Company ,Easton,Pennsylvania 2000
3. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga 1979,departemen Kesehatan
Repbulik Indonesia
4. Codex Medicamentorum Netherlandicum ,1978
5. Pharmacope Belanda edisi Lima ,1966