Anda di halaman 1dari 8

Avatar Dalam Berbagai Agama (Hindu, Buddha, Zoroaster, Nasrani, Islam)

Wahai saudaraku. Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas tentang apa yang mungkin terjadi di
masa depan. Sebuah keadaan yang memang kita tidak bisa tahu pastinya, tapi atas izin-Nya kita
mampu memperkirakannya meskipun sedikit. Dan karena judul tulisan ini terkait dengan sang
Avatar (penegak keadilan dunia), maka tentunya berhubungan pula dengan sosok pemuda yang
selama ini dari zaman ke zaman telah dinanti-nantikan kehadirannya.
Avatar atau Awatara berarti titisan atau sebagai salah satu manifestasi kehendak Tuhan Yang Maha
Esa yang turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material guna menyelamatkan
dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan dharma (kebenaran) dan menyelamatkan
orang-orang yang melaksanakan dharma. Beberapa orang bahkan meyakini bahwa filsafat Dasa
Awatara menunjukkan perkembangan kehidupan dan peradaban manusia di muka bumi. Karena
setiap Awatara merupakan lambang dari setiap perkembangan zaman yang terjadi.
Awatara yang turun ke dunia juga memiliki makna-makna menurut zamannya. Misalnya pada masa
para raja meraih kejayaan dengan pemerintahan Rama Awatara pada masa Treta Yuga, dan
keadilan sosial dan Dharma dilindungi oleh Sri Kresna pada masa Dwapara Yuga, sedangkan
keluhuran budi pekerti dan tata susila dilindungi oleh Sang Buddha pada masa Kali Yuga. Makna
dari turunnya para Awatara selama masa Satya Yuga menuju Kali Yuga juga menunjukkan evolusi
makhluk hidup dan perkembangan peradaban manusia.
Lalu, filsafat Catur Yuga yang merupakan masa-masa yang menjadi latar belakang turunnya suatu
Awatara dideskripsikan sebagai berikut:
1. Satya Yuga dilambangkan dengan seseorang membawa sebuah kendi (kamandalu)
2. Treta Yuga dilambangkan dengan seseorang yang membawa sapi dan sauh
3. Dwapara Yuga dilambangkan dengan seseorang membawa busur panah dan kapak
4. Kali Yuga dilambangkan dengan seseorang yang sangat jelek, telanjang, dan melakukan
tindakan yang tidak senonoh.
Jika deskripsi di atas diamati dengan seksama, maka masing-masing zaman memiliki makna
tersendiri yang mewakili perkembangan peradaban masyarakat manusia. Pada masa pertama,
Satya Yuga, ada peradaban mengenai tembikar, bahasa, ritual (yajna), dan sebagainya. Pada masa
yang kedua, Treta Yuga, manusia memiliki kebudayaan bertani, bercocok tanam dan beternak.
Pada masa yang ketiga, manusia memiliki peradaban untuk membuat senjata karena bidang
pertanian dan kemakmuran perlu dijaga. Yuga yang terakhir merupakan puncak dari kekacauan,
dan akhir dari peradaban manusia.
Nah, Avatar yang kita bicarakan ini ternyata telah di kabarkan oleh berbagai agama besar di dunia.
Dan untuk lebih jelasnya lagi, maka kita harus memulai pembahasan ini dengan mencari sumbersumber nubuat (ramalan) yang sudah diberikan sejak dahulu kala, khususnya yang terdapat dalam
ajaran dari beberapa agama besar di dunia. Lalu dengan membuka rasa dan perasaan serta mata
hati, kita akan menemukan sesuatu yang luarbiasa. Yang sesungguhnya telah di kabarkan sejak
zaman dulu sebagai peringatan dan tuntunan. Dan tentang adanya sosok yang menawan ini, maka
mari kita memperhatikan dengan seksama penjelasannya sebagai berikut:
1. Agama Hindu
Sejak dulu, kaum Hindu sudah dikenal atas tindakan mereka yang mengagungkan pahlawan. Sikap
mereka ini, sesungguhnyalah kemudian menjadi salah satu bentuk di dalam ajaran agama mereka.
Terlebih memang di dalam kitab suci mereka terdapat penjelasan tentang beberapa sosok yang
luarbiasa, yang dikenal dengan pahlawan yang disebut sebagai Avatar.
Maharesi Vyasa adalah sosok yang sangat dihormati oleh umat Hindu sebagai resi agung dan
mendapat bimbingan langit. Beliau adalah sosok yang sangat alim, takut kepada Tuhan, dan
manusia yang berhati suci. Dialah pria yang menyusun kitab Weda dibawah berbagai tajuk. Dia
juga yang menulis kitab yang sangat berharga yang berhubungan dengan mistisisme. Bagawadgita
dan Mahabharata adalah hasil karya penanya yang sangat luar biasa. Begitu pun karya lainnya
yang luarbiasa yang terdiri dari 18 volume kitab Purana. Yang terutama di antara kitab Purana
adalah sebuah kitab yang dikenal dengan Bhavishya Puram dimana sang Maharesi melontarkan
pengamatan luarbiasa tentang berbagai kejadian pada masa depan. Kaum Hindu mengangap kitab
ini sebagai firman Tuhan, sama halnya dengan Weda. Maharesi Vyasa hanyalah orang yang
mengumpulkan dan menuliskan kitab ini. Pengarang sebenarnya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam agama Hindu khususnya pada aliran Vaisnava (Wisnu) dikenal adanya Dasa Awatara yang
sangat terkenal di antara Awatara-Awatara lainnya. Dasa Awatara adalah sepuluh Awatara yang
diyakini sebagai penjelmaan material Dewa Wisnu dalam misi menyelamatkan dunia. Dari sepuluh
Awatara, sembilan di antaranya diyakini sudah pernah menyelamatkan dunia, sedangkan satu di
antaranya, Awatara terakhir (Kalki Awatara), masih menunggu waktu yang tepat (konon pada akhir
Kali Yuga ini) untuk turun ke dunia. Kisah-kisah Awatara tersebut terangkum dalam sebuah kitab
yang disebut Purana.
Ya. Daca avatara atau dasa avatara atau ditulis juga dengan dasa awatara berarti sepuluh kali
penjelmaan Sang Wisnu ke dunia. Dalam kitab Bhagawadgita (Bhagavadgita), salah satu kitab suci
agama Hindu selain Weda, Kresna sebagai perantara Tuhan Yang Maha Esa bersabda (sebagaimana
yang saya kutip dari Wikipedia):
Yada yada hi dharmasya glanir bhavati bharata abhyutthanam adharmasya tadatmanam srjamy
aham paritranaya sadhunam vinasaya ca duskrtam dharma samsthapanarthaya sambavami yuge
yuge. (Bhagavad-gita, 4.7-8)
Artinya: Kepala tiap-tiap Awatara pada patung Dewa Wisnu. Manakala kebenaran merosot dan
kejahatan merajalela, pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia, wahai keturunan
Bharata (Arjuna). Untuk menyelamatkan orang-orang shaleh dan membinasakan orang jahat dan
menegakkan kembali kebenaran, aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.
Jadi, menurut ajaran Wisnu (Vaisnava), untuk memelihara dunia, Wisnu menjelma sepuluh kali.
Penjelmaan yang pertama sampai yang kesembilan sudah terjadi, sedangkan yang ke sepuluh
belum terjadi atau sudah terjadi tapi belum menunjukkan perannya di dunia ini. Berikut ini adalah
Dasa Awatara dari zaman ke zaman:
1. Matsya Awatara, sebagai ikan (matsya) Avatar menolong Manu (manusia pertama) untuk
menghindarkan air bah yang menelan dunia. Muncul saat Satya Yuga.
2. Kurma Awatara, kura-kura atau Kurma. Avatar berdiri di atas dasar laut menjadi alas gunung
Mandara yang di pakai oleh dewa laut untuk mengaduk laut dalam memperebutkan Amarta (air
kehidupan). Muncul saat Satya Yuga.
3. Waraha Awatara, Avatar menjelma sebagai babi hutan atau waraha. Muncul saat Satya Yuga.
4. Narasimha Awatara, Avatar menjelma menjadi singa manusia. Muncul saat Satya Yuga.
5. Wawana Awatara, Avatar menjadi seorang kerdil atau Wawana. Muncul saat Treta Yuga.
6. Parasurama Awatara, Avatar menjelma sebagai Rama bersenjatakan kapak atau parasu. Muncul
saat Treta Yuga.
7. Rama Awatara, Avatar menjelma sebagai Sri Rama. Muncul saat Treta Yuga.
8. Kresna Awatara, Avatar menjelma sebagai Sri Kresna. Muncul saat Dwapara Yuga.
9. Buddha Awatara, Avatar menjelma sebagai Buddha. Muncul saat Kali Yuga.
10. Kalki Awatara, Avatar menjelma sebagai kalki untuk menegakkan keadilan dunia. Muncul saat
akhir Kali Yuga (masa sekarang). Ia sudah terlahir tapi belum menunjukkan dirinya ke depan publik.
Sehingga awatara-awatara dalam daftar di atas merupakan manifestasi dari kehendak Yang Kuasa,
yang mana dalam suatu filsafat merupakan lambang dari takaran dari nilai-nilai kemasyarakatan.
Pada masa yang ke sepuluh, sosok Avatar ini akan berupa Kalki Avatara (Kalki Awatara), yaitu
orang yang mengendarai kuda putih dan membawa pedang yang akan memerangi kejahatan dan
membawa kebaikan pada semua orang yang berbuat kebaikan. Penjelmaan Sang Wisnu tersebut
terjadi pada zaman yang disebut Kali Yuga masa kini, sebagaimana yang dituturkan dalam kitab
Wisnupurana (dikutip dari Wikipedia) berikut ini:
Pada masa Kali Yuga, ada banyak aturan yang saling bersaing satu sama lain. Mereka tidak akan
punya tabiat. Kekerasan, kepalsuan, dan tindak kejahatan akan menjadi santapan sehari-hari.
Kesucian dan tabiat baik perlahan-lahan akan merosot. Gairah dan nafsu menjadi pemuas hati di
antara pria dan wanita. Wanita akan menjadi objek yang memikat nafsu birahi. Kebohongan akan
digunakan untuk mencari nafkah. Orang-orang terpelajar kelihatan lucu dan aneh. Hanya orangorang kaya yang akan berkuasa
Bandingkan dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani yang terjemahannya
sebagai berikut: Telah bersabda Rasulullah saW: Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman
dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka

Allah SWT. akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku,
dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi
bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh
kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari
tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia
akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR. ath-Thabrani).
Lalu bagaimana dengan kepribadian dan apa yang akan di lakukan oleh sang Avatar ini saat ia
mulai menjalankan tugasnya di dunia ini? Itu telah dijelaskan pada ayat-ayat berikut ini:
Arthava meneguhkan dirinya, dan kealiman tampak di raut mukanya (Arthava Weda, V: 2-26)
Dia pergi di dataran yang luas. Itihasa dan Purana dan Gathas dan Narashansis mengikutinya
(Ibid, XV: 6, 12)
Kami nyanyikan pujaan bagi pahlawan agung dan dengan sebuah lagu yang menyenangkannya.
Terimalah pujaan ini dengan gembira wahai pahlawan, sehingga kejahatan tidak akan menguasai
kita (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab 20)
Inilah para pembebas kita, musim kering yang memberi kekuatan, bahagiakanlah hatimu ketika
berjuang di samping Vritra, pahlawan Tuhan. Masa mana yang Kau lambatkan untuk sang biduan
yang menyisir sepuluh ribu Vritras, engkau pantang menyerah (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab
20)
Kau terus berperang dengan berani menghancurkan berbagai benteng dengan keberanianmu,
bersama temanmu yang memuja Tuhan, telah menghancurkan dari jauh Namiuchi yang licik dan
pengkhianat (Arthava Weda XX: 21, 7). Weda menyebut bangsa ini sebagai Namiuchi. Yang dalam
tata bahasa Panini berarti orang yang berusaha menggenggam hujan. Arti lain dari kata ini
adalah patut dihukum.
Lantunkan pujian bagi raja dunia yang serupa cahaya semesta, laksana dewata dan terbaik di
antara manusia. Dialah penuntun bagi semua manusia dan memberi perlindungan kepada
manusia (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab 20)
Gandum ranum muncul dari rekahan tanah dan menjulang ke angkasa. Penduduknya hidup
makmur semasa kekuasaan sang raja yang melindungi semua (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab
20)
Sapi, kuda, dan manusia berkembang biak disini, karena disini berkuasa dia yang sangat
dermawan yang mendermakan dan mengorbankan ribuan (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab 20)
Kulihat bulan bergerak di kejauhan, di tepian sungai Ansumati, laksana awan hitam yang
tenggelam ke dalam air, pahlawan, ku utus kalian. Berjuanglah (Arthava Weda, Kuntap Sukt, Bab
20)
Menurut sudut pandang Hindu, seperti yang disebut oleh Syna Charya, seorang penafsir Weda,
bulan menjadi hitam kelam di akhir siklusnya dan setelah tenggelam ke dalam sungai antah
berantah bernama Ansumati, bulan bangkit kembali dengan rupa yang baru. Namun, mantra ini
berarti ketika agama dan dunia terjerat kemaksiatan dan kerusakan, Krishna Chandra datang ke
dunia dalamm wujud manusia dan memberi cahaya yang baru pada dunia.
Bhagavata Purana (12.2.28) memperjelas sosok Kalki Avatara sebagai keturunan Brahmana yang
terkemuka, mempunyai nama Vishnuyasha yang akan muncul di sebuah tempat bernama
Shambhala: Cambhala-grma-mukhyasya brhmaasya mahtmana bhavane viuyaa-sa
kalki prdurbhaviyati.
Artinya: Sang Kalki akan muncul dalam keluarga seorang brahmana terkemuka, roh yang mulia
bernama Vishnuyasha, di desa Shambhala
Sehingga beliau akan terlahir dalam keluarga brahmana yang berkualifikasi. Hal ini berarti bahwa
meskipun jaman kali sedemikian merosotnya, masih akan ada keluarga keturunan brahmana yang
mampu bertahan dengan sifat-sifat kebrahmanaan sejati, yang akan menjadi leluhur atau garis
keturunan Kalki. Dan meskipun saat ini kita belum tahu pasti dimana keberadaan keluarga

brahmana ini, tapi jelaslah bahwa dari keturunan brahmana sejati inilah nantinya Kalki akan
dilahirkan. Saat ini, tak seorangpun yang tahu pasti dimana desa bernama Shambhala ini berada.
Ada yang berpendapat bahwa tempat itu belum ada, ada pula yang beranggapan bahwa desa itu
telah ada, namun keberadaannya masih terselubung misteri.
Bandingkan lagi dengan hadits Nabi berikut ini, yang terjemahannya berbunyi:
Telah bersabda Rasulullah SAW, Al-Mahdi berasal dari umatku, dari keturunan anak cucuku. (HR.
Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim)
Artinya, dalam ramalan agama Hindu tersebut sosok Sang Wisnu sebagai Kalki Avatar dengan
sosok Imam al-Mahdi sama-sama digambarkan sebagai anak keturunan orang shaleh yang
memiliki derajat dan martabat yang tinggi. Kepercayaan yang ada dalam agama Hindu tersebut
kalau kita sambungkan dengan kabar kedatangan Imam al-Mahdi di akhir zaman, kiranya dapat
dianggap sebagai kabar yang sebanding, kalau tidak disebut sebagai kabar yang paralel.
Berdasarkan semua kesebandingan kabar penyingkapan (apocalypse) tersebut, bisakah kita
menganggap dua kabar penyingkapan yang sebanding ini sebuah kebetulan ataukah ada makna
yang lebih mendalam yang belum diungkap?
image_t6
2. Agama Buddha
Dalam sumber-sumber yang terdapat di Burma/Myanmar, maka tertulis sabda dari Sang Buddha,
yaitu: Akulah sang Buddha Agung. Tetapi setelah aku, Metteyya tiba. Sementara hidup bahagia ini
terus bergulir, menyonsong bertahun-tahun kisahnya yang kan berlalu. Buddha ini yang kemudian
disebut Metteyya, begitu agung dan menjadi teladan umat manusia (Buddhism in Translation oleh
Warren, hh. 482)
Lalu di dalam The Gospel of Buddha oleh Carus, hh. 481-484, tertulis bahwa Ananda berkata
kepada yang diberkati: Siapa yang akan menuntun kami setelah kau tiada?
Dan yang diberkati menjawab: Bukanlah aku Buddha pertama yang dikirimkan ke atas dunia, dan
bukanlah aku yang terakhir. Pada saatnya, seorang Buddha lain akan datang ke atas dunia ini,
Buddha yang suci, yang sangat diberkati, diberi kebijaksanaan tindakan, keberhasilan, memahami
jagat raya, pemimpin yang tiada tara, pemimpin para malaikat dan umat manusia. Dia akan
memberimu kebenaran abadi yang sama seperti telah aku ajarkan kepadamu. Dia akan
menyebarkan pesan-pesannya, mulia asalnya, gemerlap puncaknya, dan penuh kemenangan
tujuannya. Dia akan mencanangkan kehidupan yang religius, sepenuhnya sempurna dan suci,
seperti yang sekarang aku canangkan
Ananda bertanya lagi: Bagaimana kami akan mengenalinya?
Yang diberkati berkata: Dia akan dikenal sebagai Metteyya, namanya berarti kebaikan
Di dalam Cakkavati-Sihanada Suttanta, The Mahaboddhi Society, Sang Buddha berkata: Pada
masa itu, wahai saudaraku, akan datang ke atas dunia dia yang di agungkan yang bernama
Metteyya, Arahat, yang terbangkitkan secara sempurna, dipenuhi kebijaksanaan dan kebaikan,
gembira (murah tersenyum), memahami dunia, pemimpin manusia tiada tanding, guru bagi semua
dewa dan manusia, yang memahami banyak hal seakan-akan dia berhadapan dengan semesta
raya, dunia ini, Brahmana yang ada di atasnya, dan para Mara, tempat-tempat yang tersembunyi
dan para Brahmin, tentang para pengeran dan rakyat biasa, sebagaimana aku sendiri yang
mengenal mereka sekarang. Kebenaran (norma) indah asalnya, indah perkembangannya, indah
kesempurnaannya, dia akan wujudkan, baik dalam jiwa maupun dalam perkataan: kehidupan yang
lebih tinggi akan dia kumandangkan, dengan segala kesempurnaannya dan kesuciannya, seperti
yang aku lakukan sekarang. Dia akan ditemani ribuan sahabatnya seperti aku sekarang ditemani
beberapa ratus orang sahabatku
Ya. Pada masa lalu ketika Tathagata (sang Buddha) hidup di Rajagriha (Weng-she), di pegunungan
Grindhra-kuta (atau Benares), dia berkata demikian kepada para bhikshu: Pada masa depan,
ketika negara Jambudvipa (daratan India) ini hidup aman dan tenteram, dan umur manusia
mencapai 80.000 tahun, akan ada seorang Brahman yang disebut Maitreya (Sse-che). Tubuhnya
akan semurni emas, terang dan benderang suci. Dia akan menjadi Buddha sempurna setelah
meninggalkan rumahnya, dan menyiarkan hukum tiga lapis (di ulang tiga kali) demi kebaikan

semua makhluk. Mereka yang diselamatkan adalah mereka yang hidup, di tempat akar kebaikan
telah tertanam melalui hukum amalku. Semua ini bisa dicerna oleh akal mereka berdasarkan tiga
objek ibadah yang sangat berharga. baik mereka yang mengakuinya maupun tidak, baik yang
patuh maupun tidak, akan dipimpin oleh kekuatan ajarannya yang mengubah untuk menjangkau
buah (Bodhi) dan keselamatan sejati. Ketika mendeklarasikan hukum tiga lapis untuk mengubah
mereka yang terpengaruh oleh hukum amalku, ini juga berarti bahwa orang-orang lain pada masa
depan juga akan diubah (Si-Yu-Ki. Vol. 2, hh. 46-47)
Matahari bersinar pada siang hari, bulan bersinar pada malam hari, batu besi sang kesatria
bersinar; para pemikir bersinar dalam pemikiran mereka. Namun dari semuanya, yang paling
bersinar adalah sang Buddha yang dibangkitkan, yang suci, yang dirahmati (M. Vol. II, h, 35)
Dari nubuat/ramalan di atas jelas sudah, bahwa nanti tidak lama lagi akan hadir seorang
pemuda yang bisa menegakkan kembali aturan kuno yang berasal dari Tuhan di dunia ini. Dia
adalah sosok pribadi yang sempurna dan penuh kebijaksanaan dalam mengajak manusia pada
jalan kebenaran yang diberkati. Dengan begitu, maka kehidupan di atas dunia ini akan kembali
sesuai dengan apa yang diinginak oleh setiap orang, yaitu kedamaian, keadilan dan kesejahteraan.
3. Agama Zoroaster
Zoroastrianisme yang secara umum dikenal sebagai Parsi-isme adalah agama kuno bangsa Persia.
Ini adalah agama yang dianut bangsa Iran jauh sebelum kemunculan Islam di tanah Arab. Agama
ini juga disebut sebagai agama para penyembah api atau Magianisme. Berbagai kita suci mereka
bisa ditemukan dalam dua bahasa, Zendi dan Pahlawi. Selain kedua bahasa itu, terdapat juga
beberapa kitab yang menggunakan aksara Cuneiform. Kitab berbahasa Pahlawi menyerupai
literatur Persia masa sekarang, tetapi Zendi dan Cuneiform sangat jauh berbeda. Dua bagian kitab
Iran kuno ini sangatlah penting satu dikenal sebagai Dasatir dan yang lainnya sebagai Vesta atau
Zend Avesta. Setiap bagian kitab itu terbagi dua yaitu Khurada Dasatir dan Kalan Dasatir. Khurda
Avesta dan Kalan Avesta juga dikenal sebagai Zend atau Maha Zend.
Perlu diketahui bahwa Zoroastrianisme adalah sebuah agama dan ajaran filosofi yang didasari oleh
ajaran Zarathustra yang dalam bahasa Yunani disebut Zoroaster. Di Iran, Zoroastrianisme dikenal
dengan sebutan Mazdayasna yaitu kepercayaan yang menyembah kepada Ahura Mazda atau
Tuhan yang bijaksana. Jadi para penganut Zoroaster menyebut diri mereka sebagai pemeluk
agama monoteistis, tetapi orang lain meyakini kalau mereka percaya kepada dua tuhan.
Zarathustra atau Zoroaster adalah pelopor berdirinya Zoroastrianisme di Iran (Persia). Ia hidup
sekitar abad ke-6 SM. Zarathustra berasal dari keturunan suku Media. Ia adalah seorang imam
yang dididik dalam tradisi Indo-Iran. Sebelumnya, agama yang ada di Iran (Persia) bersumber pada
macam-macam ajaran seperti politeisme, paganisme, dan animisme. Zarathustra yang merasa
tidak puas dengan ajaran-ajaran yang berkembang di Iran pada waktu itu berusaha membawa
pembaruan. Oleh sebab itu, oleh para ahli ia kemudian dianggap sebagai salah satu tokoh
pembaru agama tradisional. Dan Zarathustra dikenal sebagai nabi yang mempunyai karunia untuk
menyembuhkan dan sanggup melakukan berbagai mujizat. Selama bertahun-tahun ia juga
berusaha menemukan penyingkapan-penyingkapan dari kebenaran spiritual.
Sama seperti Isa Al-Masih dan nabi-nabi lainnya yang mengabarkan berita akan tibanya orang
yang dijanjikan, Zoroaster pun bernubuat tentang datangnya orang seperti itu. Nama orang itu
dikenal sebagai Soeshyant yang berarti yang menang atau sang penolong dunia. Ciri dari orang
ini adalah ia akan menjadi Asvat-ereta atau penyangga dan pengumpul semua bangsa manusia.
Dia akan diturunkan untuk membimbing dan mereformasi manusia. Nubuat ini tidak hanya
ditemukan di dalam Zend Avesta tetapi juga disebut oleh berbagai cendikiawan dari banyak agama
dalam berbagai riset mereka. Contohnya H.P. Blavatsky mengungkapkan hal ini dalam bukunya
Isis Univeiled Vol. II, h. 236.
Berikut ini ayat-ayat yang terkait dengan sosok pemimpin agung dunia:
Namanya bermakna yang menang, Soeshyant dan yang namanya akan berarti Asvat-ereta. Dia
akan menjadi Soeshyant (sang penolong) karena dia akan bermanfaat bagi seluruh dunia. Dia akan
menjadi Asvat-ereta (dia yang membantu umat bangkit) karena sebagai makhluk, dia akan berdiri
menentang penghancuran yang dilancarkan mereka yang menyembah berhala dan kelompoknya
dan kesalahan orang-orang Mazdaynians (Farvadin Yasht, XXVIII: 129)

Dan sahabatnya akan maju di hadapannya, para sahabat Asvat-ereta, yang sanggup menghantam
kebatilan, berpikir jernih, berbicara jelas, berlaku jujur, taat hukum dan yang lidahnya tidak pernah
berdusta (Zamyad Yasht: 95)
Yang paling perkasa di antara umat manusia, wahai Zaratushtra, adalah mereka-mereka yang
memegang teguh hukum kuno, atau mereka-mereka yang Soeshyant (belum dilahirkan), yang
akan memulihkan dunia (Farvadin Yasht, XIII: 17)
Nubuat berikut ini juga sangat mengusik dan patut dipikirkan oleh setiap pembelajar yang serius.
Zarathustra berkata: Semoga kau terbakar di dalam rumah ini! Semga kau pernah terbakar di
dalam rumah ini! Semoga kau terbakar dalam terang di dalam rumah ini! Semoga kau berkembang
di dalam rumah ini! Bahkan dalam waktu yang sangat lama, sampai masa pemulihan dunia,
sampai masa pemulihan dunia yang efektif dan baik (Atash Nyayish: 9)
Ayat di atas (Atash Nyayish: 9) sangatlah jelas dan tidak membutuhkan komentar panjang lebar.
Ayat tersebut meramalkan bahwa api (pertikaian dan peperangan) akan berhenti menjilat ketika
restorasi dunia mulai terjadi. Nabi agama Zoroastrianisme telah mengambil janji dari para
pengikutnya untuk menyalakan api di dalam Rumah Tuhan sebagai sebuah simbol adanya cahaya
langit dan mereka harus tetap menjaga nyala api itu sampai sang pemimpin yang dijanjikan, yang
akan membawa restorasi penuh di dunia ini muncul. Dan dunia menjadi saksi bahwa ketika sang
pemimpin agung itu (Avatar) muncul di atas dunia ini, maka api (amarah dan kerusakan akhlak) di
berbagai tempat akan padam.
4. Agama Nasrani
Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan dibawah semesta langit
akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Maha Tinggi; pemerintahan mereka adalah
pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka (Kitab
Daniel vii: 22 dan 27)
Nubuat di atas mengabarkan bahwa nanti tidak lama lagi akan ada satu tatanan pemerintahan
yang teratur dan sesuai dengan kebutuhan semua manusia. Keadilan bukan lagi sesuatu yang
semu, begitu pula kesejahteraan dan kedamaian bukan lagi sesuatu yang menjadi khayalan
belaka. Tapi semua itu akan nyata dan dirasakan langsung oleh setiap pribadi, entah ia beriman
kepada Tuhan atau tidak. Yang semuanya akan digagas dan diwujudkan bersama sang Avatar
pilihan Tuhan di zaman Kali Yuga ini.
5. Agama Islam
Tentang hal ini, maka terdapat beberapa hadits (sabda Nabi Muhammad SAW) yang
menjelaskannya, yaitu:
Pada akhir zaman (Kali Yuga) akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan
melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitunghitungnya (HR. Muslim dan Ahmad)
Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila
kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang lakilaki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama
bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi)
telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan
menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari
tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9
tahun (HR. ath-Thabrani).
Bersabda Rasulullah Muhammad SAW, Akan muncul seorang lelaki dari ahlulbaitku (keturunanku),
namanya seperti namaku, karakter wajahnya seperti aku, dia akan memenuhi bumi dengan
kebenaran dan keadilan (Sunan al-Muqri: Aqd ad-Durar, Bab 2)
Atau tentang kekhalifahan:
Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan
mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti
manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya

jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia
juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia
berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang
menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang
mengikuti manhaj kenabian, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)
Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al-Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil
tangan Ali dan bersabda:
Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana
kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang
dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa
oleh Imam Sayuti)
Dari Tsauban R.A, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW,; akan datang Panji Panji Hitam dari
sebelah Timur, seolah olah hati mereka kepingan kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang
mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak
diatas salju. (dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Al hafiz Abu Nuaim) (dari kitab Al Hawi lil
fatawa oleh Imam Sayuti)
Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan, terdapat umat yang memimpin dengan kebenaran
dan dengan itu mereka berlaku adil (QS. Al Araaf [07] :181)
Apa yang dikabarkan oleh hadits dan Al-Qur`an di atas menjelaskan bahwa nanti tidak lama lagi
akan datang seorang pemuda yang nantinya bisa membawa pada keadilan, kedamaian dan
kesejahteraan bagi dunia. Dialah sosok yang sama dengan yang disebutkan dalam agama lainnya
sebagai Avatar, Asvat-erata, dan Metteyya. Dia akan menyampaikan petunjuk Tuhan bagi
kehidupan dunia yang sebelumnya telah carut marut dalam kesesatan. Dia juga akan mengajar
manusia untuk memasuki kehidupan yang lebih tinggi dan mulia, yang tentunya akan membawa
pada kebahagiaan yang sejati. Tidak semua seperti yang terjadi sekarang ini.
*****
Wahai saudaraku. Setelah memperhatikan uraian di atas, maka dengan melihat apa yang sudah
terjadi di dunia saat ini, yaitu berbagai bencana alam (gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir,
angin topan, badai, gunung meletus, dll), pertikaian (peperangan dan pembantaian massa),
kerusakan moral dan akhlak, hilangnya jati diri manusia sebagai hamba Tuhan, penistaan agama
dan sikap yang penuh dengan kemunafikan dan keserakahan, maka tidak salah bila apa yang telah
dikabarkan dalam berbagai nubuat di atas sudah sangat dekat terjadinya. Dimana akan ada
waktunya dalam waktu dekat seorang tokoh pemimpin yang bisa mengubah tatanan dunia
dengan mengambalikan aturan kuno yang pernah ada. Ia adalah sosok pemuda yang beriman dan
mengikuti petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Ia adalah sosok yang akan berjuang dengan gigih demi
meninggikan kembali derajat manusia.
Sungguh, ketika sang Avatar ini telah muncul ke hadapan publik, maka di saat itulah dunia
khususnya Nusantara akan beranjak sejahtera, hilang segala penyakit dunia, karena datangnya
maharaja yang gaib (misterius), yaitu keturunan utama (sebagai) Ratu Tedak Amisan (karena
asalnya sangat hina dan miskin menurut pandangan masyarakat umum). Berdirinya tanpa syarat
sedikitpun, bijaksanalah sang pemimpin. Kratonnya Sunyaruri (kosong tapi ada, hanya dapat
dijumpai oleh mereka yang telah mengosongkan keegoannya). Waktunya memang masih
dirahasiakan tapi sudah sangat dekat, karena beliau sudah hadir di tengah-tengah kita namun
belum dikenali dengan jelas. Beliau selalu tersembunyi dan menyembunyikan dirinya tapi bisa
dirasakan, namun hanya dengan batin yang hening dan telah melepaskan beban materi duniawi.
Tuhan pun akan membuat kebalikan keadaan dan beliau bisa menjadi raja bagaikan Wali atau Resi,
adil, menjauhi harta kekayaan, sehingga disebut juga dengan Sultan Herucakra.
Ya. Datangnya sang pemimpin agung ini tanpa asal (yang jelas) tapi ia berasal dari keturunan rajaraja yang agung di masa lalu. Ia tidak suka mengadu bala manusia (peperangan yang
menumpahkan darah) tapi jika diperlukan maka ia tidak akan segan-segan untuk mengibarkan
perang, karena ia adalah sosok kesatria dan panglima yang sangat sakti juga perkasa.
Keagungannya dengan terus berdzikir, namun musuhnya akan ketakutan, karena pasukannya
bahkan tidak hanya yang berasal dari alam nyata dunia ini, tetapi juga yang berasal dari alam gaib

(malaikat, jin, peri, naga, dll). Yang memusuhi pun dapat dikalahkan, sebab sang pemimpin selalu
menghendaki kesejahteraan rakyat dan keselamatan dunia seluruhnya. Ia pun tidak berjuang
hanya untuk satu agama atau bangsa, tetapi untuk semua umat manusia yang ada di dunia.
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amalamal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi,
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia
akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar
akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.
Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan
barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik
(QS. An Nuur [24] :55)
Jadi, Kanjeng Ratu Adil, Satrio Piningit atau Imam Mahdi/Khalifah utama atau Avatar/Awatara atau
Soeshyant dan Asvat-ereta atau Metteyya, yang disebutkan pada semua nubuat di atas
berkemungkinan besar adalah satu sosok yang sama, tidak berbeda dalam hal dimensi fisik dan
waktu, karena merupakan sosok utusan Tuhan dengan tugas besar yaitu sebagai pemimpin umat
manusia pada akhir zaman ini (Kali Yuga). Dan pada masanya nanti, semua aturan keadilan dan
ketertiban dunia yang telah lama ditinggalkan akan kembali ditegakkan. Semua orang, khususnya
yang mengikutinya, akan selamat dan menikmati hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan.
Untuk itu saudaraku, sosok pemuda pilihan ini entah apa gelar dan istilahnya adalah penghulu
di atas penghulu para aulia, panglima di atas panglima, raja di atas para raja, karena ia adalah
pemimpin tertinggi yang welas asih namun tegas dalam menegakkan hukum Tuhan. Pada saatnya,
beliau akan hadir dengan Trisula Weda (bukan merajuk secara harfiah sebagai suatu senjata atau
agama, karena hanya dipahami oleh beliau beserta para sahabat terdekatnya) dan mengenakan
pakaian takwa untuk memimpin dengan adil, bijaksana dan mengayomi alam semesta sesuai
dengan petunjuk dan kehendak dari Sang Maha Pencipta. Sehingga persiapkan dirimu dan jangan
pernah meninggalkan budi pekerti yang luhur, yang diwariskan oleh leluhur kita sejak dulu kala.
Semoga kita bisa menyaksikannya dan mengikutinya nanti.