Anda di halaman 1dari 10

Pendahuluan

Sistem sirkulasi adalah sistem yang mengendalikan gerak kontinu seluruh cairan t
ubuh, dengan fungsi utama mengangkut oksigen dan nutrien ke jaringan dan karbon
dioksida dan produk limbah lainnya dari jaringan. Sistem sirkulasi juga terlibat
dalam pengaturan suhu dan distribusi molekul seperti hormon, dan sel seperti ya
ng dari sistem imun. Sistem sirkulasi mempunyai dua komponen fungsional: sistem
vaskular darah dan sistem vaskular limfe.
Sistem vaskular darah terdiri atas lingkaran pembuluh yang aliran darahn
ya dipertahankan oleh jantung yang memompa terus-menerus. Sistem arteri membentu
k jalinan yang menuju kapiler yang merupakan tempat utama pertukaran gas dan met
abolit antara jaringan dan darah. Sistem vena mengembalikan darah dari kapiler k
e jantung. Sebaliknya, sistem vaskular limfe semata-mata adalah sistem drainase
pasif untuk mengembalikan ciran ekstravaskular yang berlebihan yaitu limfe, ke d
alam sistem vaskular darah. Sistem vaskular limfe tidak mempunyai mekanisme pomp
a intrinsik.
Struktur Makroskopis Jantung
Jantung yang sedikit lebih besar dari kepalan tangan sang pemiliknya,adalah pomp
a muscular dengan fungsi ganda dan pengaturan diri sendiri secara otomatis,dan b
agian-bagiannya bekerja sama untuk mengalirkan darah ke berbagai bagian tubuh, s
isi kanan jantung menerima darah yang miskin akan oksigen dari tubuh melalui ven
a cava superior dan vena cava inferior dan memponya ke paru melalui truncus pulm
onalis untuk oksigenisasi, sedangkan sisi kiri menerima darah yang kaya akan oks
igen dari paru dan mempompanya ke dalam aorta untuk disalurkan ke seluruh bagian
tubuh. Jantung berpetak 4 yaitu atrium dexter,atrium sinister, ventrikel dexter
dan ventrikel sinister. Atrium adalah penerima yang memompa darah ke dalam vent
rikel, yang berfungsi sebagai penyalur darah keluar.2
Gambar 1. Jantung
Ada 3 lapisan jantung yaitu epikardium adalah lapisan jantung sebelah luar yang
merupakan selaput pembungkus.Terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan parietal dan v
isceral. Diantara kedua lapisan tersebutterdapat lender sebagai pelicin untuk me
njaga jantung dari gesekan. Miokardium adalah lapisan inti dari jantung yang ter
diri dari otot jantung. Endokardium adalah lapisan jantung yang paling dalam dan
terdiri dari jaringan endotel.2

Gambar 2. Lapisan janrung


Pada jantung terdapat 4 ruang:
1. Atrium dexter
2. Atrium dinister
3. Ventrikel sexter
4. Ventrikel siniter
Atrium dan Ventrikel Dexter-Sinister dibatasi oleh septum interventriculare dan
septum atrioale
1.
Atrium Dexter
Atrium ini agak besar dan dindingya mempunyai tebal kurang lebih 2 mm.Volumenya
kurang lebih 57cc.Terdiri atas 2 bagian:atrium propia(ruang atrium dexter yang s
ebenarnya) & auricular dexter.
Atrium propia(sinus venarum cavarum)
Merupakan ruang diantara dua vena cava dan ostium atrioventricularis,dimana dind
ingnya menjadi satu dengan dinding vena cava dan permukaan inferiornya halus.2

Auricular dexter
Berbentuk seperti daun telinga anjing,merupakan kantung di antara vena cava supe
rior dan ventrikel dexter.Batas antara auricular dengan atrium dari luar ditanda
i dengan sulcus terminalis yang berhubunga dengan bagian dalam yang berigi yang
disebut crista terminalis.Pada auricular dexter terdapat susunan otot yang seper
ti mata sisir yang disebut m. Pectinati.2
Dalam atrium dexter terdapat beberapa lubang, diantara lain:
Ostium vena cava superior
Vena cava superior bermuara pada bagian superoposterior dari sinus venarum,luban
gnya menghadap langsung ke inferoantero sehingga darah tidak akan langsung menuj
u ostium atrioventricularis dexter.2
Ostium vena cava inferior
Vena cava inferior bermuara [ada bagian inferior sinus venarum dekat septum inte
ratriorum.Ostium ini lebih besar dari yang superior dan menghadap ke superoposte
ro yang berfungsi mengarahkan darah ke fossa ovalis(pada sirkulasi darah janin).
Ostium ini mempunyai valvula yang disebut valvula vena cava inferior=valvula eus
tachii.2
Sinus coronaries
Bermuara pada atrium dexter diantara vena cava inferior dan foramen atrioventric
ularis dexter.Sinus ini mempunyai valvula yang disebut valvula thebessi.2
Fossa ovalis
Merupakan cekungan berbentuk lonjong pada dinding septum,terletak pada daerah se
gitiga yang dibentuk oleh muara kedua vena cava dan muar sinus coronaries
2.

Ventrikel dexter

Ventrikel ini menempati sebagian besar dari facies ventralis(sternocostalis).Bat


as-batas ventrikel dexter:
1.Ddexter: sulcus coronaries
2. Sinistra: sulcus longitudinalis anterior
3. Superior: conus arteriosus dengan truncus pulmonalis
4. Inferior: membentuk margo acutus
Pada ventrikel ini terdapat 2 lubang:
1. ostium atrioventricularis dexter
2. ostium truncus pulmonalis
Ostium atrioventricularis dexter
Merupakan aperture yang berbentuk oval dan dikelilingi cincin fibrosa dan padany
a melekat valvula tricuspidalis(valvula atrioventricularis dexter)2
valvula tricuspidalis ini mempunyai 3 cuspis(daun):
1. cuspis anterior/cuspis vantralis/cuspis infundibulum,melekat pada dinding ant
erior conus
arteriosus.
2. cuspis medialis/cuspis septalis,melekat pada dinding septum ventrikel
3. cuspis posterior/cuspis dorsalis/cuspis marginalis
Pada ventrikel ini juga terdapat suatu jaringa fibrosa yang kuat dan halus yang
disebut chorda tendinei.Pada umumnya chorda ini melekat pada trabecula yang dike
nal sebagai m.papillaris(hanya terdapat pada ventrikel dexter dan sinister).
Ostium truncus pulmonalis
Merupakan lubang yang bulat terdapat pada puncak conus arteriousus.Ostium ini te
rletak disebelah superior dan sinister dari ostium atrioventricularis dexter dan
menutupi septum interventricularis.Pada ostium ini terdapat valvula pulmonalis

Ada juga pada ventrikel ini terdapat trabeculla carnae yang merupakan kumpulan o
tot yang ireguler yang membentuk permukaan dalam ventricle,kecuali daerah conus
arteriosus.2
3.
Atrium sinister
Atrium ini ukurannya sedikit lebih kecil dari yang dexter.Atrium sinister memben
tuk basis dan facies dorso superior jantung,disebelah dorsal antara atrium dexte
r dan sinister tampak tidak jelas.Sedangkan disebelah ventral superior ini dilew
ati oleh aorta dan truncus pulmonalis.2
Atrium sinister terbagi atas 2 bagian:
1. Atrium proprium
2. Auricula
Atrium proprium
Pada atrium ini terdapat 4 muara Vv.pulmonalis,pada masing-masing sisi bermuara
2 vena pulmonalis(2 vena pulmonalis dexter & 2 vena pulmonalis sinistra).Muara V
v pulmonalis mempunyai katup.Ostium atrioventricularis sinister ukurannya lebih
kecil disbanding yang dextra dan dilekati valvula mitalis.2
Auricular sinister
Antara auricular sinster dan atrium sinister terdapat daerah penyempitan. Auricu
la ini berbentuk panjang,sempit dan lebih lengkung disbanding yang dextra.Permuk
aan dalam auricular sinistra juga terdapat rigi muscular yang disebut m.pectinat
i.2
4.
Ventrikel sinister
Ventrikel ini ikut membentuk sebagian kecil facies sternocostalis dan facies dia
phragmatica.Puncaknya membentuk apex codis.
Pada permukaan dalam ventrikel sinister dijumpai 2 lubang,yaitu:
1.ostium atrioventricularis sinistra
2.ostium aorticum
Ostium atrioventricularis sinister
Ostium ini berukuran lebih kecil dibanding dexter dan dikelilingi cincin fibrosa
. Pada ostium ini melekat pada valuvla bicuspidalis/valvula mitralis. Cuspis yan
g besar terletak disebelah ventral dan dextra berbatasan dengan ostium aorticum
disebut cuspis ventralis/cuspis anterior/cuspis aorticus. Cuspis yang kecil terl
etak disebelah dorsal disebut cuspis posterior/cuspis dorsalis.
Pada ventrikel ini terdapat 2 mm.papilaris:
M.papilaris anterior melekat pada dinding ventral jantung
M.papilaris posterior melekat disebelah dorsal.2
Ostium aorticum
merupakan lubang bulat disebelah ventral dan dextra dari ostium atrioventricular
is sinister, mempunyai valvula semiulnaris. bagian dari ventrikel yang letaknya
di inferior ostium aorticum disebut vestibulum aorticum
Valvula aorticus
valvula aorticus ini terdiri dari 3 cuspis semiulnaris yang serupa besar,lebih k
uat dan tebal.
Nama cuspis aorta berdasarkan posisi jantung didalam tubuh:
- Valvula anterior
- Valvula posterodextra (terdapat ostium a.coronaria cordis dexter)
- Valvual posterosinistra (terdapat ostium a.coronaria cordis sinistrer.2

Gambar 3. Struktur jantung


Struktur Mikroskopis Jantung
1. Dinding jantung
Dinding jantung baik atrium dan ventrikulus terdiri atas 3 lapisan utama yaitu e
ndocardium, myocardium, dan epicardium. Endokardium, analog dengan tunika intima
, tersusun atas endotel dengan jaringan ikat longgar dan fibroblas. Di bawah end
okardium dapat ditemukan lapis subendokardium yang terususn atas jaringan ikat l
onggar. Lapis subendokardium memiliki serabut Purkinje yang membentuk sistem pen
ghantaran kelistrikan di jantung. Miokardium merupakan lapisan tengah yang palin
g tebal dari ketiga lapis jantung. Identik denagan tunika media. Miokardium memi
liki fungsi untuk menghasilkan kontraksi otot jantung yang mempoma arah. Beberap
a miokardium memiliki fungsi khusus, yakni mengandung granul sekretori seperti a
triopeptin, ANP, cardiodilatin, dan cardionatrin. Miokardium denganfungsi khusus
ini umumnya terletak di dinding atrium amupun di septum interventrikularis jant
ung. Epikardium merupakan lapis terluar dinding jantung yang memiliki nama lain
pars visceral perikardium parietal. Identik dengan tunika adventisia. Epiakardiu
m tersusun atas mesotel (sel epitel selapis). Lapis subepikardium banyak memilik
i pembuluh darahkoroner, saraf, dan ganglion. Lemak juga dapat ditimpun di lapis
an ini.3

Gambar 4. Lapisan jantung secara histologi


2. Rangka Jantung
Untuk tempat pelekatan valvula dan otot-otot jantung terdapat bangunan jaringan
pengikat padat yang disebut rangka jantung. Bagian-bagian utama : trigonum fibro
sum, annulus fibrosus yang melingkari lubang antara atrium dan ventriculus, dan
septum membranaceum. Tiap valvula atrioventricularis merupakan lembaran jaringan
pengikat yang berpangkal pada annulus fibrosus. Pada kedua permukaan katup dila
pisi oleh endocardium. Pada tepi valvula banyak sekali perlekatan berkas serabut
-serabut kolagen yang ditutup oleh endocardium tipis dan berpangkal pada ujung m
. pipillaris yang dinamakan chordar endinea.3
3. Katup jantung
Katup jantung adalah lempengan jaringan ikat yang berpangkal pada anulus fibrosu
s. Katub antioventrikular, katup ini terdiri dari katup mitral dan katup trikusp
id. Katup mitral menghubungkan atrium kiri dan ventrikel kiri. Katup trikuspid m
enghubungkan atrium kanan dengan ventrikel kanan.
4. Sistem hantar rangsang
Serat purkinnye mempunyai kecepatan hantar rangsang yang lebuh besar dari pada s
erat otot jantung biasa. Serat purkinye mempunyai banyak sakroplasma, miofibril
yang jumlahnya sedikit, dan terletak di tepi serat.3

Gambar 5. Serat purkinye


5. Pembuluh darah jantung
Dua arteri koronaria mensuplai darah ke jantung dan vena jantung mengalirkannya
kembali. Fungsi utama A. Koronaria dan arteriolnya adalah untuk menyediakan O2 s
ecukupnya sesuai kebutuhan miokard.3
Vaskular Ekstremitas Inferior
Perdarahan pada ektremitas inferior berasal dari aorta descendent yang bercabang
menjadi dua arteri yaitu arteri illiaca communis yang akan bercabang menjadi A.

illiaca communis dextra dan sinistra. A. illiaca communis dextra dan sinistra a
kan bercabang menjadi 2 bagian yaitu a. illiaca interna dan a. illiaca externa.1
A. illiaca interna akan mempercabangkan a. glutea superior dan inferior serta a.
pudenda interna. A. glutea superior dan inferior dipisahkan oleh m. piriformis.
Ketiga arteri ini akan memberi darah pada regio glutea.1
A. illiaca externa akan berlanjut menjadi a. femoralis yang akan dibedakan menja
di cabang dangkal dan cabang dalam. Cabang dangkal dari a. femoralis adalah a. e
pigastrica superficialis, a. pudenda externa, dan a. circumflexa illium superfic
ial. Cabang dalam a. femoralis adalah a. profunda femoralis dan a. genus descend
ens. A. profunda femoralis akan mempercabangkan a. circumflexa femoris medialis,
a. circumflexa femoris lateralis, dan aa. Perforantes. A. femoralis akan berjal
an kearah dorsal melalui canalis adductorius yang dibentuk oleh m. sartorius pad
a bagian atas dan otot-otot adductor. Di dorsal a. femoralis akan berubah menjad
i a.poplitea yang akan mempunyai cabang utama a. tibialis anterior dan a. tibial
is posterior.1
A. tibialis anterior akan berjalan kearah ventral menembus membrane interossea.
A. tibialis anterior bercabang menjadi a. tarsalis medialis dan lateralis, a. fi
bularis, serta a. dorsalis pedis. A. dorsalis pedis akan membentuk suatu lengkun
gan kearah lateral yang bernama a. arcuata. Selain itu a. dorsalis pedis akan be
rcabang menjadi aa. Metatarsales dorsales. A. fibularis bercabang menjadi a. mal
leolaris anterior lateralis dan medialis.1
A. tibialis posterior berjalan kearah kaudal dan pada plantar pedis bercabang me
njadi a. plantaris medialis dan a. plantaris lateralis. A. plantaris medialis ak
an membentuk lengkungan yang dinamakan arcus plantaris profundus. Selain itu a.
tibialis posterior juga bercabang menjadi a. fibularis yang berjalan sepanjang o
s. Fibula.1
A.plantaris medialis Berjalan ke distal melalui ligamentum laciniatum, berada di
sebelah lateral m.abductor hallucis, bercabang dua membentuk r.superficialis d
an r.profundus. Ramus superficialis menembusi m.abductor hallucis, berada pada s
isi medial pedis, dan melanjutkan diri sampai basis jari I. Ramus profundus berj
alan ke distal, mula-mula berada di antara m.abductor hallucis dan m.flexor digi
torum longus, lalu berada di antara m.abductor hallucis dan m.flexor digitorum b
revis, bermuara ke dalam a.metatarsea plantaris I. Sebelum bermuara kadang-kadan
g memberi cabang a.plantaris medialis proprii, berada di sebelah medial jari I.
1
A.plantaris lateralis berjalan melalui ligamentum laciniatum menuju ke arah late
ral, berada di sebelah lateral m.adductor hallucis, terus ke distal di antara m.
flexor digitorum brevis dan m.quadratus plantae, lalu berada di antara m.flexor
digitorum longus dan m.abductor digiti V, setinggi basis os matatarsal V membelo
k ke medial dan membentuk arcus plantaris, ditutupi oleh m.adductor hallucis, be
rada di antara m.adductor hallucis dan mm.interossei. Cabang lainnya menuju ke t
epi lateral jari V, disebut a.plantaris superficialis lateralis.Dari arcus plant
aris dipercabangkan aa.metatarseae plantares II III
IV. Setiap a.metatarsea plan
taris mempercabangkan dua buah aa.digitales plantares.1
A.dorsalis pedis merupakan lanjutan dari a.tibialis anterior. Berjalan ke arah a
nterior pada dorsum pedis, berada di sebelah dorsal talus, os naviculare, menuju
ke spatium intermetatarsalia I, lalu bercabang dua membentuk A.dorsalis halluci
s ( a.metatarsea dorsalis I ) dan ramus plantaris profundus. A.metatarseae dorsa
lis I berjalan ke distal menuju celah antara jari I dan jari ke II, mensuplai si
si lateral jari I dan sisi medial jari II.Arteri ini ditutupi oleh tendo m.exten
sor hallucis brevis.A.plantaris profundus berjalan ke arah planta pedis dengan m
enembusi m.interosseus dorsalis I, mengadakan hubungan dengan ujung terminal arc
us plantaris.1
Mikroskopis Vaskular
Pembuluh darah secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian, yaitu; arteri, vena,
dan kapiler. Tiga kategori utama arteri adalah arteri elastis, arteri muskular,
dan arteriol kecil. Diameter arteri secara berangsur mengecil setiap kali bercab
ang sampai pembuluh terkecil, yaitu kapiler.4
Arteri elastis adalah pembuluh paling besar di dalam tubuh. Di antaranya adalah
trunkus pulmonal dan aorta serta cabang-cabang utamanya. Dinding pembuluh ini te

rutama terdiri atas serat elastis yang memberi kelenturan dan daya pegas selama
aliran darah. Arteri elastis bercabang menjadi arteri berukuran sedang yaitu art
eri muskular yang merupakan pembuluh darah terbanyak di tubuh. Arteri muskular m
engandung lebih banyak serat otot polos pada dindingnya. Arteriol adalah cabang
terkecil sistem arteri. Dindingnya terdiri atas satu-lima lapisan serat otot pol
os.4
Struktur dinding aorta mirip dengan struktur dinding arteri, namun serat-serat e
lastin coklat tua merupakan bagian terbesar tunika media, dengan sel-sel otot po
los tidak sebanyak pada arteri muskular. Jaringan lain di dalam dinding aorta te
tap tidak terpulas atau hanya terpulas lemah. Ukuran dan susunan lamina elastika
di tunika media jelas terlihat dengan pulasan elastin. Namun, sel-sel otot polo
s dan serabut el astin halus di antara lamina tetap tidak terpulas. Luasnya tuni
ka intima dapat ditetapkan, namun tetap tidak terpulas. Membran elastika pertama
adalah lamina elastika interna. Kadang-kadang lamina yang lebih kecil tampak pa
da jaringan ikat subendotel, dan berangsur beralih menjadi lamina yang lebih bes
ar pada tunika media. Tunika adventisia juga tidak terpulas adalah zona sempit s
erat kolagen. Di dalam aorta dan arteri pulmoner, tunika media yang mencakup seb
agian besar dinding pembuluh sedangkan tunika adventisia menipis.4
Dinding arteri secara khas mengandung tiga lapisan tunika konsentris. Lapisan te
rdalam adalah tunika intima terdiri atas endotel dan jaringan ikat subendotel di
bawahnya. Lapisan tengah adalah tunika media, terutama terdiri atas serat otot p
olos yang mengitari lumen pembuluh. Lapisan terluar adalah tunika adventisia, te
rutama terdiri atas serat-serat jaringan ikat. Arteri muskular berukuran sedang
juga memiliki sebuah pita berombak tipis dari serat elastis yang disebut lamina
elastika interna yang bersebelahan dengan tunika intima. Pita lain terdiri atas
serat-serat elastis berombak terdapat pada perifer tunika media, disebut juga se
bagai lamina elastika eksterna.5
Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dengan diameter rata-rata 8 m hampir sama
dengan diameter eritrosit. Terdapat tiga jenis kapiler yaitu kapiler kontinu, ka
piler bertingkap, dan sinusoid. Kapiler kontinu paling umum dan ditemukan pada k
ebanyakan organ dan jaringan. Pada kapiler ini, sel-sel endotel saling menyambun
g membentuk lapisan yang utuh. Sebaliknya, kapiler bertingkap memiliki lubang-lu
bang bulat atau fenestra (pori) pada sitoplasma sel endotel. Kapiler bertingkap
ditemukan dalam organ endokrin, usus halus, dan glomeruli ginjal. Sinusoid adala
h pembuluh darah yang berjalan berkelok-kelok, tidak teratur dengan diameter yan
g jauh lebih besar dari kapiler lain. Sinusoid ditemukan di dalam hati, limpa, d
an sumsum tulang. Tautan sel endotel jarang ada pada sinusoid, dan celah-celah l
ebar terdapat di antara sel endotel. Membran basaalnya juga tidak utuh bahkan ka
dang-kadang tidak ada pada sinusoid.5
Dinding pembuluh darah mengandung jaringan elastis dalam jumlah tertentu agar da
pat mengembang dan berkerut. Arteri dan vena muskular terpotong transversal dan
sediaan dibuat dengan pulasan elastin untuk memperlihatkan sebaran serat-serat e
lastin. Pada sediaan ini, serat elastin terpulas hitam dan serat kolagennya kuni
ng muda. Gambar ini menunjukkan bahwa dinding arteri jauh lebih tebal dan mengan
dung lebih banyak serat otot polos daripada dinding vena. Lapisan terdalam, tuni
ka intima arteri, terpulas gelap karena lamina elastika internanya tebal. Lapisa
n tengah arteri muskular yang tebal, tunika media terdiri atas beberapa lapis se
rat otot polos yang tersusun melingkari lumen, berkas tipis serat-serat elastin.
Pada bagian tepi tunika media, terdapat lamina elastika eksterna yang tidak beg
itu nyata. Di sekitar arteri terdapat jaringan ikat adventisia yang merupakan se
rat kolagen terpulas lemah dan serat elastin terpulas gelap. Pada dinding vena j
uga tampak lapisan tuniak intima, tunika media, dan tunika adventisia namun lapi
sannya jauh lebih tipis daripada dinding arteri. Di sekitar kedua pembuluh terda
pat kapiler, arteriol, venul, dan sel-sel jaringan lemak.4
Kapiler berangsur-angsur membentuk venul yang lebih besar, venul umumnya menyert
ai arteriol. Darah balik mula-mula mengalir ke dalam venul pascakapiler, kemudia
n ke dalam vena yang makin membesar. Untuk mudahnya, vena digolongkan sebagai ke
cil, sedang, dan besar. Dibandingkan arteri, vena lebih banyak, berdinding lebih
tipis, berdiameter lebih besar, dan struktur bervariasi lebih besar.4
Vena ukuran kecil dan sedang, terutama di ekstremitas, memiliki katup. Saat dara

h mengalir ke arah jantung, katup terbuka. Saat akan mengalir balik, katup menut
up lumen dan mencegah aliran balik darah. Darah vena di antara katup pada ekstre
mitas mengalir ke arah jantung akibat kontraksi otot. Katup tidak terdapat pada
vena SSP, vena cava inferior atau superior, dan vena visera.4
Dinding vena juga terdiri atas tiga lapisan, namun lapisan ototnya jauh lebih ti
pis. Tunika intima pada vena besar terdiri atas endotel dan jaringan ikat subend
otel. Tunika media tipis dan tunika adventisia adalah lapisan paling tebal pada
dindingnya.4
Dinding arteri dan vena yang lebih besar terlalu tebal untuk menerima nutrien la
ngsung melalui difusi dari lumennya. Itulah sebabnya dinding pembuluh darah besa
r dipasok oleh pembuluh darahnya sendiri yang kecil, disebut vasa vasorum ( pemb
uluh darah pada pembuluh darah).5
Ciri yang mencolok pada vena besar adalah adventisia muskularnya tebal dengan se
rat-serat otot polosnya tersusun memanjang. Pada gambar potongan melintang sebua
h vena porta, tampak susunan khas dindingnya serat-serat otot polos tersusun dal
am berkas dan terutama tampak pada potongan melintang dengan sejumlah jaringan i
kat tunika adventisia yang tersebar di antaranya. Vasa vasorum terdapat di antar
a jaringan ikat. Berbeda dengan tunika adventisia yang tebal, tunika media adala
h lapisan yang lebih tipis, terdiri atas serat-serat otot polos melingkar dan se
dikit jaringan ikat yang lebih longgar. Pada vena besar lain, tunika media dapat
sangat tipis dan padat. Seperti terlihat pada pembuluh lain, tunika intima meru
pakan bagian endotel dengan sedikit jaringan penyokong. Selain itu, vena besar u
mumnya memiliki lamina elastika interna yang tidak bergitu berkembang seperti pa
da arteri.5
Tekanan Darah
Tekanan darah, gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding pembuluh, berga
ntung pada volume darah yang terkandung didalam pembuluh dan complience, atau di
stensibilitas dinding pembuluh (seberapa mudah pembuluh tersebut direganggangkan
). Jika volume darah yang masuk ke arteri sama dengan volume yang keluar dari ar
teri selama periode yang sama maka tekanan darah arteri akan konstan. Namun, pad
a kenyataannya tidaklah demikian. Sewaktu sistol ventrikal, satu sisi sekuncup d
arah masuk ke arteri dari ventrikal, sementara hanya sekitar sepertiga dari juml
ah tersebut yang meninggalkan arteri untuk masuk ke arteriol. Selama diastol, ti
dak ada darahn yang masuk ke arteri, sementara darah terus keluar dari arteri, d
idorong recoil elastik. Tekanan maksimal yang ditimbulkan pada arteri sewaktu da
rah disemprotkan kedalam pembuluh tersebut selama sistol disebut tekanan sistoli
k, rerata adalah 120 mmHg. Tekanan minimal didalam arteri ketika darah mengalir
keluar menuju kepembuluh yang lebih kecil dihilir sewaktu diastol disebut tekana
n diastolik, rerata adalah 80 mmHg. Meskipun tekanan ventrikel ke 0 mmHg sewaktu
diastol namun tekanan arteri tidak turun hingga 0 mmHg karena terjadi kontraksi
jantung dan mengisi kembali arteri sebelum semua darah keluar dari sistem arter
i.2
Perubahan tekanan arteri sepanjang siklus jantung dapat di ukur secara langsung
dengan menghubungkan suatu alat pengukur tekanan jarum yang dimasukan ke sebuah
arteri. Namun, tekana dapat diukur secara tak langsung dengan lebih mudah dan cu
kup akurat dengan sfigmomanometer, suatu manset yang dapat dikembungkan dan dipa
sang secara eksternal untuk mengukur tekanan. Ketika manset dilingkar disekitar
lengan atas dan kemudian dikembungkan dengan udara maka tekanan manset disalurka
n melalui jaringan kearteri brakhialis dibawahnya, pembuluh utama yang membawa k
e lengan bawah. Teknik ini memerlukan penyeimbangan antara tekanan di manset dan
di arteri. Ketika tekanan manset lebih besar dari tekanan di pembuluh tertekan
dan menutup sehingga tidak ada darah yang mengalirinya. Ketika tekanan darah leb
ih besar dari tekanan manset maka pembuluh terbuka dan darah mengalir melewatiny
a.2
Selama penentuan tekanan darah stetoskop diletakan diatas arteri brakhialis di s
isi dalam siku tepat dibawah manset.tidak terdengar suara ketika darah tidak men
galir melalui pembuluh ata ketika darah mengalir dalam aliran laminar normal. Se
baliknya, aliran darah turbulen menciptakan getaran yang dapat terdengan. Bunyi
yang terdengar ketika memeriksa tekanan darah, yang dikenal sebagai bunyi korotk

off, berbeda dari bunyi yang berkaitan dengan penutupan katup ketika kita menden
gan jantung dengan stetoskop.
Pada permulaan penentuan tekanan darah, manset di kembungkan ke tekanan yang leb
ih besar dari tekana sehingga arteri brakhialis kolaps. Karena tekana eksternal
ini lebih besar dari puncak tekanan internal maka arteri trjepit total desepanja
ng siklus jantung; tidak terdengan bunyi apapun, karena tidak ada darah yang men
galir. Sewaktu udara di manset secara perlahan dikeluarkan, maka tekanan dimanse
t secara perlahan juga berkurang. Ketika tekanan manset turun tepat dibawah teka
nan sistolik puncak, arteri secara transien terbuka sedikit saat tekanan darah m
encapai puncak. Darah sesaat lolos melalui arteri yang tertutup parsial sebelum
tekanan arteri turun dibawah tekanan manset dan arteri kembali kolaps. Semburan
darah ini turbulen sehingga dapat terdengar. Karena itu tekanan manset tertinggi
saat bunyi pertama dapat didengar menunjukan tekanan sistolik. Sewaktu tekanan
manset turun, darah secara intermiten menyembur melewati arteri dan menghasilkan
suara seiring dengan siklus jantung setiap kali tekanan arteri melebihi tekanan
manset.
Ketika tekanan manset akhirnya turun dibawah tekanan diastol, arteri brakhialis
tidak lagi terjepit sepanjang siklus jantung, dan darah dapat mengalir tanpa ter
hambat melalui pembuluh. Dengan pulihnya aliran darah nonturbulen ini maka tidak
ada suara yang terdengar. Karena itu, tekanan manset tertinggi saat bunyi terak
hir terdengan menunjukan tekanan diastol.
Tekanan Nadi
Denyut yang dapat dirasakan disebuah arteri yang terletak dekat dengan permukaan
kulit disebabkan oleh perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik. Perbedaa
n tekanan ini dikenal sebagai tekanan nadi. Ktika tekanan darah 120/80 mmHg, tek
anan nadi adalah 40 mmHg (120 mmHg
80 mmHg).2
Tekanan arteri rerata adalah tekanan rerata yang mendorong darah maju menuju jar
ingan sepanjang siklus jantung. Berbeda dari apa yang anda harapkan tekanan arte
ri rerata bukan nilai tengah antara tekanan sistolik dan diastolik (misalnya, de
ngan tekanan darah 120/80 mmHg, tekanan rerata bukan 100 mmHg). Penyebabnya adal
ah bahwa dalam setiap siklus jantung tekanan arteri lebih dekat dengan tekanan d
iastolik daripada tekana sistolik untuk periode yang lebih lama. Pada kecepatan
jantung istirahat, sekitar 2/3 dari siklus jantung di habiskan dalam diastol dan
hany 1/3 dalam sistol.3
Demikian juga, perkiraan tekanan arteri rerata dengan menggunkan rumus berikut:
Tekanan arteri rerata = tekanan diastolik + 1/3 tekanan nadi
Pada 120/80, tekanan arteriu rerata = 80 mmHg + (1/3) 40 mmHg = 93 mmHg
Tekanan arteri rerata, bukan tekana sistolik atau diastolik, dipantau dan diatur
refleks refleks tekanan darah yang di jelaskan di bab ini.2
Karena arteri tidak banyak menimbulkan resistensi terhadap aliran maka hanya sed
ikit energi yang lenyap di pembuluh ini akibat gesekan. Karena itu, tekanan arte
ri sistol, diastol, nadi, atau rerata
pada hakkikatnya sama diseluruh percabanga
n arteri.
Tekanan darah terdapat diseluruh pohon vaskular, tetapi kita membahas tekanan dar
ah seseorang tanpa kualifikasi jenis pembuluh darah apa yang sedang di bicarakan,
maka istilah tersebut menunjukan tekanan di arteri.2
Aliran balik vena
Istilah aliran balik vena merujuk kepada volume darah yang masuk ke masing-masin
g atrium per menit dari vena. Ingatlah bahwa besar aliran melalui suatu pembuluh
berbanding lurus dengan gradien tekanan. Banyak tekanan pendorong yang diterima
darah karena kontraksi jantung telah hilang pada saat darah mencapai sistem ven
a karena gesekan sepanjang perjalanan, terutama sewaktu melalui arteiol beresist
ensi tinggi. Pada saat darah masuk ke sistem vena, tekanan darah hanya sekitar 1
7 mmHg. Namun, karena tekanan atrium mendekati 0 mmHg maka tetap terdapat tekana
n pendorong yang meskipun kecil tetapi memadai untuk mengalirkan darah melewati
vena-vena bergaris tengah besar dan bertahanan rendah.2
Selain tekanan pendorong yang ditimbulkan oleh kontraksi jantung, terdap
at lima faktor lain yang meningkatkan aliran balik vena: vasokonstriksi vena yan

g dipicu oleh saraf simpatis, aktivitas otot rangka, efek katup vena, aktivitas
pernapasan, dan efek penghisapan oleh jantung. Sebagian besar dari faktor sekund
er ini mempengaruhi aliran balik vena dengan mempengaruhi gradien tekanan antara
vena dan jantung.2
1.
Pengaruh aktivitas simpatis pada aliran balik
Vena tidak memiliki banyak otot dan tonus inherennya rendah, tetapi otot polos v
ena menerima banyak serat saraf simpatis. Stamulasi simpatis menyababkan vasokon
striksi vena, yang secara moderat meningkatkan tekanan vena; hal ini pada gilira
nnya meningkatkan gradien tekanan untuk mendorong lebih bnyak darah yang tersimp
an di vena kedalam atrium kanan sehingga aliran balik vena meningkat. Dalam kead
aan normal vena memiliki jari
jari yang sedemikian besar sehingga vasokonstriksi
moderat akibat stimulasi simpatis tidak banyak berefek pada resistensi terhadap
aliran. Bahkan jika berkontriksi, vena masih tetap memiliki jari
jari yang rela
tif besar sehingga tetap merupakan pembuluh beresistensi rendah.2
Selain mobilisasi darah yang tersimpan, vasokonstriksi vena juga meningkatkan al
iran balik vena dengan mengurangi kapasitas vena. Dengan berkurangnya kapasitas
vena maka lebih sedikit darah yang mengalir dari kapiler tetap berada di vena, k
arena berlanjut mengalir ke jantung. Meningkatnya aliran balik vena yang ditimbu
lkan oleh rangksangan simpatis menyebabkan peningkatan curah jantung karena bert
ambahnya volume diastolik akhir.2
Stimulasi simpatis pada jantung juga meningkatkan curah jantung dengan meningkat
kan kecepatan dan kontraktilitas jantung. Selama aktifitas simpatis tetap tinggi
, seperti ketika berolahraga, curah jantung yang meningkat pada gilirannya akan
membantu mempertahankan peningkatan aliran balik vena yang mula mula dipicu oleh
vasokonstriksi vena akibat rangsangan simpatis. Lebih banyak darah yang dipompa
keluar jantung berarti lebih banyak darah mengalir kembali ke jantung, karena v
ena, yang kapasitasnya telah berkurang, tidak menyimpan darah tambahan yang dipo
mpa kedalam sistem pembuluh darah.2
Perlu diketahui perbedaan akibat vasokonstriksi di arteriol dan vena. Vasokonstr
iksi arteriol segera mengurangi aliran melalui pembuluh ini karena meningkatkan
resistensi (darah yang masuk dan mengalir melalui arteriol yang menyempit menjad
i lebih sedikit), sementara vasokonstriksi vena segera meningkatkan aliran melal
ui pembuluh ini karena berkurangnya kapasitas vena (penyempitan vena memeras kel
uar lebih banyak darahyang sudah ada di vena, menigkatkan aliran darah melalui p
embuluh ini).2
2.
Pengaruh aktifitas otot rangka pada aliran balik vena
Banyak vena besar di ekstremitas terletak diantara otot otot rangka sehingga kon
traksi otot menekan vena. Kompresi vena eksternal ini mengurangi kapasitas vena
dan meningkatan tekanan vena, sehingga memeras cairan di vena agar mengalir ke j
antung.
Efek pompa ini, yang dikenal sebagai pompa otot rangka, adalah salahsatu cara pe
ngembalian darah tambahan dari vena ke jantung selama berolahraga. Meningkatnya
aktifitas otot mendorong lebih banyak darah keluar vena dan masuk ke jantung. Me
ningkatnya aktifitas simpatis dan vasokonstriksi vena yang ditimbulkannya pada s
aat berolahraga semakin meningkatkan aliran balik vena. Pompa otot rangka juga m
elawan efek gravitasi pada sistim vena.2
3.
Pengaruh katup vena pada aliran balik vena
Vasokonstriksi vena dan kompresi vena eksternal mendororng darah menuju jantung.
Darah hanya terdorong maju karena vena- vena besar dilengkapi oleh katup
katup
satu arah yang berjarak 2 4 cm satu sama lain; katup ini memungkin darah mengali
r maju menuju jantung tetapi menghambatnya mengalir balik ke jaringan. Katup kat
up vena ini juga melawan efek gravitasi pada posisi tegak dengan membantu memini
malkan aliran balik darah yang cenderung terjadi ketika seseorang berdiri dan se
cara temporer menunjang bagian bagian dari kolom darah ketika otot rangka melema
s.2
4.

Pengaruh aktifitas pernapasan pada aliran balik vena

Akibat aktifitas bernapas, tekanan didalam rongga dada rata


rata 5 mmHg lebih re
ndah daripada tekanan atmosfer.dalam mengembalikan darah ke jantung dari bagian
bagian bawah tubuh, sistem vena berjalan melewati rongga dada, tempat pembuluh i
ni mendapat tekanan subatmosfer tersebut. Karena sistem vena di tungkai abdomen
mendapat tekanan atmosfer normal maka terbentuk gradien tekanan eksternal antara
vena vena bawah ( pada tekanan atmosfer) dan vena vena bawah (5 mmHg lebih rend
ah daripada tekanan atmosfer). Perbedaan tekanan ini memeras darah dari vena
ven
a bawah ke vena
vena dada, meningkatkan aliran balik vena. Mekanisme fasilitasi
aliran balik vena ini disebut pompa respirasi, karena terjadi akibat aktifitas b
ernapas. Peningkatan aktifitas bernapas serta efek pompa otot rangka dan vasokon
striksi vena meningkatkan aliran balik vena sewaktu olahraga.2
5.
Pengaruh penghisapan jantung pada aliran balik vena.
Tingkat pengisian jantung tidak semata mata bergantung pada faktor
faktor yang m
emepengaruhi vena. Jantung juga berperan dalam proses pengisian dirirnya. Selam
konstraksi ventrikel, katup AV tertarik kebawah, memperbesar rongga atrium.akiba
tnya, tekanan atrium secara transienturun dibawah 0 mmHg sehingga gradien tekana
n vena terhadapa atrium meningkat dan aliran balik vena bertambah. Selain itu, e
kspansi cepat rongga ventrikal selama relaksasi ventrikal menciptakan tekanan ne
gatif sesaat di ventrikal sehingga darah tersedot dari atrium dan vena; jadi, teka
nan negatif di ventrikal meningkatkan gradien tekanan vena terhadap atrium dan t
erhadap ventrikel sehingga aliran balik vena semakin meningkat. Karena itu, jant
ung berfungsi sebagai pompa hisap untuk mempermudah pengisian jantung.2