Anda di halaman 1dari 30

REFLEKSI KASUS

DENGUE SHOCK SYNDROME

Pembimbing:
dr. Agustinawati Ulfah, Sp.A

Disusun oleh:
Citra Yekti Prabaswara
01.211.6355

IDENTITAS
Nama

: an. F
Umur
: 13 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Alamat
: Jl. Agus salim 3/6 Grobogan
Nama orangtua : Tn. S
Pekerjaan orangtua
: swasta
Tanggal dirawat : 22 Oktober 2015
Ruang perawatan : bangsal Bugenvil

ANAMNESIS

ANAMNESIS
Dilakukan di IGD pada tanggal 22 Oktober 2015 pukul 13.00 dengan orangtua pasien.

Keluhan utama
Kaki tangan dingin

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke IGD RSUD Purwodadi dengan keluhan kaki tangan dingin,
panas sudah 6 hari,
panas dirasakan naik turun disertai muntah, mencret (-), badan lemas, dan nafsu makan menurun.
Sebelum dibawa ke RSUD, pasien sudah terlebih dahulu dibawa periksa ke puskesmas dan praktek umum,
diberi obat namun jika obat habis, keluhan kembali dirasakan pasien.
Pasien juga mengeluhkan nyeri ulu hati, mual, dan tiap kali makan ataupun minum pasien muntah.
Tidak ada keluhan perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, maupun BAB hitam. Pasien belum pernah
sakit seperti ini sebelumnya.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat demam tinggi

: (-)

Riwayat sakit telinga

: (-)

Riwayat batuk pilek

: (-)

Riwayat alergi

: (-)

Riwayat radang tenggorokan

: (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Keluarga pasien saat ini tidak ada yang sakit seperti ini

Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien adalah anak pertama dari dua bersaudara dan hidup bersama kedua orangtuanya. Ayah bekerja
sebagai pekerja swasta dan ibu sebagai ibu rumah tangga.

Riwayat Kehamilan dan Prenatal Care

Perawatan ANC

: tidak rutin, dilakukan sebanyak 4 kali selama hamil dan

Tempat kelahiran : klinik bersalin

Penolong kelahiran: bidan

Cara persalinan

: Spontan, usia kehamilan 39 minggu

Keadaan bayi

: sehat, langsung menangis

BBL : 3500 gram

Kelainan bawaan : (-)

diperiksakan ke bidan.

Kesan: Neonatal Aterm

Riwayat ibu muntah berlebih (-), sakit kepala berat (-), riwayat jatuh saat kehamilan (-), riwayat minum
jamu dan pijat perut (-), selama hamil, ibu pasien hanya menerima dan mengkonsumsi vitamin penambah
darah yang diberikan oleh bidan.

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan

BB lahir

: 3000 gram

BB saat ini : 57kg

BB bulan lalu

TB saat ini : 155 cm

: 57 kg

Perkembangan

Mengangkat kepala

: 2 bulan

Memiringkan kepala

: 3 bulan

Tengkurap dan

: 5 bulan

mempertahankan posisi kepala

Duduk

: 7 bulan

Merangkak

: 8 bulan

Berdiri, bersuara

: 10 bulan

Berjalan, memanggil mama

: 11 bulan

Berbicara

: 18 bulan

Kesan: pertumbuhan dan perkembangan sesuai anak seusianya

ANTROPOMETRI
Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan

BB lahir

BB saat ini : 57 kg

BB bulan lalu :57 kg

TB saat ini : 155 cm

IMT

: 3500 gram

: BB/TB

= 57/2,4
= 23,75 ( >+1 SD sampai dengan +2 SD )
KESAN : Gemuk

Perkembangan

Mengangkat kepala

: 2 bulan

Memiringkan kepala

: 3 bulan

Tengkurap dan

: 5 bulan

mempertahankan posisi kepala

Duduk

Kesan: pertumbuhan dan perkembangan sesuai anak seusianya

Merangkak : 8 bulan

Berdiri, bersuara

Berjalan, memanggil mama

: 7 bulan

Berbicara

: 10 bulan
: 11 bulan
: 18 bulan

Riwayat Imunisasi Dasar

0-7 hari
2 bulan
3 bulan
4 bulan
9 bulan

: Hb O, Polio 1, BCG
: DPT 1, HB 1, Polio 2
: DPT 2, HB 2, Polio 3
: DPT 3, HB 3, Polio 4
: Campak

Kesan: imunisasi dasar lengkap

Riwayat Pemberian Makan dan Minum

ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, lalu ditambah susu formula sampai usia 1 tahun.

Nasi, sayur, buah, dan lauk di konsumsi setiap hari dengan baik serta dalam jumlah yang cukup.

PEMERIKSAAN FISIK

Dilakukan pemeriksaan fisik di IGD pada tanggal 22 Oktober 2015 pukul 13.00

Keadaan umum

Kesadaran : apatis

Tanda vital:

HR

: tampak sakit, pale appearence, lemes, tidak kebiruan, gelisah

: 160 x/menit
RR: 39 x/menit
T : 36.5oC
TD: 100/60 mmHg
Nadi tidak kuat angkat

Kepala

: mesocephal, rambut hitam kemerahan, tidak mudah dicabut.

Wajah: tampak kemerahan.

Mata : tidak cekung, konjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -/-, injeksi

Telinga

: otorhea -/-, hiperemis -/-

Hidung

: nafas cuping hidung -, epistaksis -, sekret

Mulut : bibir kering -, sianosis -, pucat -, perdarahan gusi -, mukosa

Leher : tidak ada pembesaran KGB

konjungtiva -/-, lakrimasi -/-

hiperemis -, tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis.

Abdomen:

Inspeksi: datar, tidak tampak gerakan peristaltik


Auskultasi
: BU (+) normal
Perkusi : timpani seluruh lapang abdomen
Palpasi : supel, turgor kembali cepat, tidak ada nyeri tekan,
hepar teraba 3 cm di bawah arcus costa.
Kesan : hepatomegali

Ekstremitas:

Akral dingin
Capillary refill
Sianosis
Ruam konvalescen

Superior

Inferior

+/+
> 2 detik
-/-/-

+/+
> 2 detik
-/-/-

Thorax:

Pulmo:

Inspeksi: simetris, retraksi costa -/ Palpasi : sterm fremitus kanan = kiri, krepitasi (-)
Perkusi : sonor seluruh lapang paru
Auskultasi
: suara dasar vesikuler (+/+), ronkhi -/-, wheezing -/

Cor:

Inspeksi: iktus kordis tak tampak


Palpasi : iktus kordis teraba pada ICS V linea midclavicula
sejajar

papilla mamae

Perkusi:
Batas kanan atas
: ICS II linea parasternal kanan
Batas kanan bawah : ICS III, linea parasternal kanan
batas kiri atas
: ICS II linea parasternal kiri
batas kiri bawah : ICS IV linea midclavicula kiri.
Auskultasi
:BJ I dan II regular,bising jantung (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tanggal 22 Oktober 2015 13.00

Hb :

16.3 g/dl (14 18)


Leukosit : 9300 / mm3 (4000 10.000)
BBS I/II : 2/3 mm3
(10 20)
Hitung Jenis:

Eosinofil

:1

(1 5)

Basofil

:0

(0 1)

Batang

:3

(3 5)

Segmen

: 33

(37 50)

Limfosit

: 51

(25 40)

Monosit

: 16

(1 6)

Eritrosit

: 5.940.000/ mm3
Trombosit
: 21000 / mm3
HT
: 52.0%
GDS : 86 g/dl (74 110)
Kesan : trombositopeni
hemokonsentrasi
Limfositosis
Monositosis

(4.5 5.5 juta)


(150.000 500.000)

Laboratorium Darah:

Tanggal 22 oktober 2015 15..00

Hb :

13.0 g/dl
HT
: 41.6 %
Trombosit
: 24000 / mm3

Tanggal 23 oktober 2015 jam 18.00

Hb :

12.8 g/dl
HT
: 39.6 %
Trombosit
: 26000/ mm3

Tanggal 24 oktober 2015

Hb :

13.8 g/dl
HT
: 42.9 %
Trombosit
: 38000/ mm3

Tanggal 25 September 2015

Hb :

12.4 g/dl
Trombosit
: 109000 / mm3

Tanggal 26 oktober 2015

Hb :

13.8 g/dl
Trombosit
: 120000/ mm3

DAFTAR MASALAH

Panas naik turun sejak 6 hari sebelum masuk rumah sakit

Nyeri ulu hati, mual-muntah tiap kali minum/makan

Takikardia, takipneu.

Hepatomegali

Akral dingin, capirally refill >2 detik

Hemokonsentrasi

Trombositopenia

Limfositosis

Monositosis

DIAGNOSIS BANDING
Dengue shock syndrome
Syok hipovolemia
Syok septic

Diagnosis Kerja
Dengue Shock Syndrome

INITIAL PLAN
Initial plan diagnosis
Tes serologis IgM dan IgG virus dengue
X-foto thoraks RLD
Initial plan therapy

O2 nasal kanul 2 4 liter/menit.


Bolus RL 20 ml/kg bb/jam secara cepat
30 menit, evaluasi syok.
bila syok (-), RL 140 tpm evaluasi 1 2 jam,
RL 100 tpm evaluasi 1 2 jam,
RL 71 tpm evaluasi 1-2 jam

untuk maintenance inf RL 42 tpm


Terapi simptomatik dengan memberikan Pamol 500 mg (1
tab) saat demam,max 4 jam sekali

Initial plan monitoring

Cek ulang lab darah (Hb, trombosit, HT) tiap 12 jam.


Monitoring suhu, frekuensi jantung, frekuensi pernapasan, dan
tekanan darah,BAK
Monitoring sesak nafas

Initial

plan edukasi

Menjelaskan kepada keluarga pasien dan pasien sendiri


tentang perjalanan penyakit dan penatalaksanaannya
terutama agar pasien dan keluarganya mengerti bahwa
tidak ada medikamentosa pada penanganan DBD, terapi
hanya bersifat imunosuportif dan pencegahan perburukan
penyakit sedini mungkin. Sedangkan penyakit akan
sembuh sendiri sesuai perjalanan alamiah penyakit.
Menjelaskan pada keluarga pasien dan pasien sendiri
untuk merubah gaya hidup menjadi lebih bersih.
Menyarankan pasien dan keluarganya agar melakukan
kegiatan 3M: menguras bak penampungan air minimal 3
kali seminggu, mengubur barang-barang bekas yang dapat
menampung air agar tidak menjadi sarang nyamuk, dan
menutup tempat penampungan air.
Memotivasi pasien dan keluarganya agar mengkonsumsi
makanan bergizi supaya meningkatkan daya tahan tubuh.

PROGNOSIS
QUO AD VITAM : DUBIA AD BONAM
QUO AD FUNGSIONAM : DUBIA AD BONAM
QUO AD SANAM : DUBIA AD BONAM

PEMBAHASAN

DEFINISI
Dengue Haemoragic Fever (DHF) adalah penyakit
demam akut yang disertai dengan adanya
manifestasi
perdarahan,
yang
bertendensi
mengakibatkan
renjatan
yang
dapat
menyebabkan kematian.
Dengue Syok Sindrom (DSS) adalah kasus demam
berdarah dengue disertai dengan manifestasi
kegagalan sirkulasi/ syok/ renjatan. Dengue Syok
Syndrome (DSS) adalah sindroma syok yang
terjadi pada penderita Dengue Hemorrhagic Fever
(DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD).

ETIOLOGI
Virus

dengue

Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini


termasuk ke dalam Arbovirus (Arthropodborn
virus) group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus
dengue tipe 1, 2, 3 dan 4 keempat tipe virus dengue
tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan
satu dari yang lainnya, secara serologis virus
dengue yang termasuk dalam genus flavivirus ini
berdiameter 40 nonometer dapat berkembang biak
dengan baik pada berbagai macam kultur jaringan
baik yang berasal dari sel-sel mamalia misalnya sel
BHK (Babby Homster Kidney) maupun sel-sel
Arthropoda misalnya sel aedes Albopictus

PATOFISIOLOGI

KRITERIA WHO

Klinis :
Demam 2 7 hari
( riwayat demam )
Perdarahan : uji RL
(+)/spontan
Pembesaran hati
Syok
2 klinis +lab
Laboratorium :
Trombositopenia
(<100.000 /ul)
Hemokonsentrasi (.>20%)

Atau Tanda kebocoran


plasma (efusi
pleura,ascites,
hipoproteinemia)
Penurunan hematokrit
setelah resusitasi.

Derajat I
Demam dengan uji
bendung positif
Derajat II
Demam dengan
perdarahan spontan
Derajat III
Anak gelisah,biru sekitar
mulut, kaki tangan
dingin,tekanan darah
turun,nadi lemah
Derajat IV
Anak syok berat, diam
saja,tekanan darah tidak
terukur,nadi tak teraba

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Laboratorium

SEROLOGI
SEROLOGI

Radiologi
Hemokonsentrasi
Lekopeni
Trombositopeni

IgG dan IgM virus


dengue

RLD Thorax :
Efusi Pleura

INTERPRETASI HASIL
PEMERIKSAAN IGM DAN IGG
IgM

IgG

Interpretasi

(+)

(-)

Infeksi primer

(+)

(+)

Infeksi sekunder

(-)

(+)

Tersangka infeksi sekunder

(-)

(-)

Tidak ada infeksi

Pemeriksaan dilakukan pada hari ke4 dan 5

FOTO RONTGEN TORAKS


RLD ( Right Lateral Decubitus)

Posisi anak saat

Hasil yang didapat

pengambilan foto

Efusi pleura pada


hemitoraks kanan

Diafragma kanan >


tinggi dari pada kiri

Vascular marking
hemitoraks kanan
bertambah

KRITERIA PEMULANGAN PASIEN


Tidak demam dalam 24 jam tanpa
antipiretik
Nafsu makan membaik
Tampak perbaikan klinis
HT stabil
3 hari setelah syok teratasi
Trombosit >50.000 dan cenderung
meningkat
Tidak ada distress pernafasan