Anda di halaman 1dari 14

GANGGUAN KEPRIBADIAN

Kepribadian dapat didefinisikan sebagai totalitas sifat emosional dan perilaku yang menandai
kehidupan seseorang dari hari ke hari dalam kondisi yang biasanya; kepribadian relatif stabil
dan dapat diramalkan. Gangguan kepribadian adalah suatu varian dari sifat karakter tersebut
yang diluar rentang yang ditemukan pada sebagian besar orang.
Gejala gangguan kepribadian adalah aloplastik (mampu mengadaptasi dan mengubah
lingkungan eksternal) dan ego-sintonik (dapat diterima oleh ego); mereka dengan gangguan
kepribadian tidak merasa cemas tentang perilaku maladaptifnya, karena orang tersebut tidak
secara rutin merasakan sakit dari apa yang dirasakan oleh masyarakat sebagai gejalanya,
mereka sering kali dianggap sebagai tidak bermotivasi untuk pengobatan dan tidak mempan
terhadap pemulihan.

Klasifikasi
Gangguan kepribadian dikelompokkan ke dalam tiga kelompok dalam DSM-IV. Kelompok A
terdiri dari gangguan kepribadian paranoid, skizoid, dan skizotipal; orang dengan gangguan
ini sering kali tampak aneh dan eksentrik. Kelompok B terdiri dari gangguan kepribadian
antisosial, ambang, histrionik, dan narsistik; orang dengan gangguan ini sering tampak
dramatik, emosional, dan tidak menentu. Kelompok C terdiri dari gangguan kepribadian
menghindar, dependen, dan obsesif-kompulsif dan satu kategori yang dinamakan gangguan
kepribadian yang tidak ditentukan (contohnya adalah gangguan kepribadian pasif-agresif dan
gangguan kepribadian depresif); orang dengan gangguan ini sering tampak cemas atau
ketakutan.
Gangguan kepribadian dikodekan dalam Aksis II menurut DSM-IV.

Etiologi
Faktor Genetika
Gangguan kepribadian kelompok A (paranoid, skizoid, dan skizotipal) adalah lebih sering
ditemukan pada sanak saudara biologis dari asien skizofrenik dibandingkan kelompok
kontrol.
Gangguan kepribadian kelompok B (antisosial, ambang, histrionik, dan narsistik) memiliki
suatu dasar genetika. Gangguan kepribadian antisosial adalah berhubungan dengan
gangguan penggunaan alkohol. Depresi adalah sering ditemukan pada latar belakang
keluarga pasien gangguan kepribadian ambang. Hubungan yang kuat ditemukan antara
gangguan kepribadian histrionik dan gangguan somatisasi (sindrom Briquet).
Gangguan kepribadian kelompok C (menghindar, dependen, obsesif-kompulsif, dan tidak
dietntukan) mungkin juga memiliki dasar genetika. Sifat obsesif-kompulsif adalah lebih
sering ditemukan pada kembar monozigotik dibandingkan diizgotik.

Faktor Temperamental
Faktor temperamental yang diidentifikasi pada masa anak-anak mungkin berhubungan
dengan gangguan kepribadian pada masa dewasa.
Difungsi sistem saraf pusat pada masa anak-anak berhubungan dengan tanda neurologis
lunak dan paling sering ditemukan pada gangguan kepribadian antisosial dan ambang.
Gangguan kepribadian tertentu mungkin berasal dari kesesuaian parental yang buruk, yaitu
ketidak sesuaian antara temperamen dan cara membesarkan anak. Kultur yang
memaksakan agresi mungkin secara tidak disadari mendorong dan dengan demikian
berperan dalam gangguan kepribadian paranoid dan antisosial. Lingkungan fisik mungkin
juga memiliki peranan.
Faktor Biologis
Hormon. Orang yang menunjukkan sifat impulsif sering kali juga menunjukkan
peningkatan kadat testoteron, 17-estradiol, dan estrone.
Kadar MAO trombosit yang rendah juga telah ditemukan pada beberapa pasien skizotipal.
Neurotransmitter. Kadar endorfin endogen yang tinggi mungkin berhubungan dengan
orang yang flegmatik-pasif. Kadar 5-hydroxyindoleacetic acid (5-HIAA), suatu metabolit
serotonin, adalah rendah pada orang yang berusaha bunuh diri dan pada pasien yang
impulsif dan agresif
Elektrofisiologi. Pada tipe antisosial dan ambang, di mana ditemukan aktivitas gelombang
lambat.
Faktor Psikoanalitik
Cap kepribadian yang unik pada masing-masing manusia adalah sangat ditentukan oleh
mekanisme pertahanan karakteristik orang tersebut.

Gangguan Kepribadian Paranoid


Orang dengan gangguan kepribadian paranoid ditandai oleh kecurigaan dan ketidakpercayaan
pada orang lain pada umumnya yang berlangsung lama. Mereka menolak tanggung jawab
atas perasaan mereka sendiri dan melemparkan tanggung jawab pada orang lain. Mereka
sering kali bersikap bermusuhan, mudah tersinggung, dan marah. Orang fanatik, pengumpul
ketidakadilan, pasanganyang cemburu secara patologis, dan orang yang aneh sering kali
memiliki gangguan kepribadian paranoid.
Epidemiologi
Prevalensi gangguan kepribadian paranoid adalah 0,5-2,5%. Orang dengan gangguan ini
jarang mencari pengobatan sendiri. Sanak saudara pasien skizofrenik menunjukkan insidensi

gangguan kepribadian paranoid yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Lebih
sering pada laki-laki dibandingkan wanita.
Diagnosis
Ketegangan otot, tidak dapat santai, dan kebutuhan untuk mencari petunjuk-petunjuk di
lingkungan mungkin ditemukan. Afek pasien seringkali tanpa humor dan serius. Kriteria
diagnosis:
A. Ketidakpercayaan dan kecurigaan yang pervasif kepada orang lain sehingga motif mereka
dianggap sebagai berhati dengki, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam
berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh empat (atau lebih) berikut:
1. Menduga, tanpa dasar yang cukup, bahwa orang lain memanfaatkan, membahayakan,
atau mengkhianati dirinya.
2. Preokupasi dengan keraguan yang tidak pada tempatnya tentang loyalitas atau
kejujuran teman atau rekan kerja.
3. Enggan untuk menceritakan rahasia orang lain karena rasa takut yang tidak perlu bahwa
informasi akan digunakan secara jahat melawan dirinya.
4. Membaca arti merendahkan atau mengancam yang tersembunyi dari ucapan atau
kejadian yang biasa.
5. Secara persisten menanggung dendam, yaitu, tidak memaafkan kerugian, cedera, atau
kelalaian.
6. Merasakan serangan terhadap karakter atau reputasinya yang tidak tampak bagi orang
lain dan dengan cepat bereaksi secara marah atau balas menyerang.
7. Memiliki kecurigaan yang berulang, tanpa pertimbangan, tentang kesetiaan pasangan
atau mitra seksual.
B. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skizofrenia, suatu gangguan mood dengan
ciri psikotik, atau gangguan psikotik lain dan bukan karena efek fisiologis langsung dari
kondisi medis umum.
Gambaran Klinis
Ciri penting dari gangguan kepribadian paranoid adalah kecenderungan yang pervasif dan
tidak diinginkan. Hampir selalu, orang dengan gangguan mengharapkan dieksploitasi atau
disakiti oleh orang lain dalam suatu cara.
Pasien mengeksternalisasikan emosinya sendiri dan menggunakan pertahanan proyeksi, yaitu
mereka menghubungkan kepada orang lain impuls dan pikiran yang tidak dapat diterimanya
sendiri.
Pasien dengan gangguan adalah terbatas secara afektif dan tampak tidak memiliki emosi.
Mereka menbanggakan dirinya sendiri karena mampu rasional dan objektif, tetapi sebenarnya
tidak. Dalam situasi sosial, orang dengan gangguan kepribadian paranoid mungkin tampak
seperti sibuk dan efisien, tetapi mereka sering kali menciptakan ketakutan atau konflik bagi
orang lain.

Diagnosis banding
Gangguan kepribadian paranoid dapat dibedakan dari gangguan delusional karena waham
yang terpaku tidak ditemukan pada gangguan kepribadian paranoid. Keadaan ini dapat
dibedakan dari skizofrenia paranoid karena halusinasi dan pikiran formal tidak ditemukan
pada gangguan kepribadian paranoid. Gangguan kepribadian paranoid dapat dibedakan dari
gangguan kepribadian ambang karena pasien paranoid jarang mampu terlihat secara
berlebihan dan rusuh dalam persahabatan dengan orang lain seperti pasien ambang.
Perjalanan penyakit dan Prognosis
Pada umumnya, pasien dengan gangguan kepribadian paranoid memiliki masalah seumur
hidupnya dan tinggal bersama orang lain. Masalah pekerjaan dan perkawinan adalah sering
ditemukan.
Terapi
Psikoterapi. Ahli terapi harus langsung dalam menghadapi pasien. Pasien paranoid tidak
bekerja baik dalam psikoterapi kelompok, mereka juga tidak mungkin mentoleransi
intrusivitas terapi perilaku.
Terapi perilaku telah digunakan untuk meningkatkan keterampilan sosial dan untuk
menghilangkan kecurigaan terhadap permainan peran.
Farmakoterapi. Farmakoterapi adalah berguna dalam menghadapi agitasi dan kecemasan.
Obat ansietas seperti diazepam (Valium) adalah memadai. Mungkin perlu untuk
menggunakan suatu antipsikotik, seperti thioridazine (Mellaril) atau haloperidol (Haldol),
dalam dosis kecil dan dalam periode singkat untuk menangani agitasi parah atau pikiran yang
sangat delusional.
Obat antipsikotik pimozide (Orap) telah digunakan secara berhasil untuk menurukan gagasan
paranoid pada beberapa pasien.

Gangguan Kepribadian Skizoid


Gangguan kepribadian didiagnosis pada pasien yang menunjukkan pola penarikan yang lama.
Orang dengan gangguan kepribadian skizoid sering kali dipandang oleh orang lain sebagai
eksentrik, terisolasi, atau kesepian.
Epidemiologi
Prevalensi gangguan kepribadian skizoid tidak ditentukan secara jelas. Gangguan mungkin
mengenai 7,5% populasi umum. Beberapa penelitian melaporkan suatu rasio laki-laki
terhadap wanita adalah 2:1. Orang dengan gangguan cenderung mencari pekerjaan sendirian
yang melibatkan sedikit kontak atau tanpa kontak dengan orang lain.

Diagnosis
Pada pemeriksaan pskiatrik awal, pasien mungkin tampak sakit. Mereka jarang mentoleransi
kontak mata. Afek mungkin terbatas, mengucilkan diri, dan serius secara tidak sesuai. Pasien
merasa sukar untuk bertindak terang-terangan. Pembicaraan pasien adalah bertujuan, tetapi
mereka kemungkinan memberikan jawaban singkat terhadap pernyataan dan menhindari
percakapan spontan. Mereka mungkin merasa kagum akan benda mati dan konstruksi
metafisika. Sensorium pasien masih intak; daya ingat mereka berfungsi dengan baik dan
hubungan interpretasi ungkapan adalah abstrak. Kriteria diagnosis:
A. Pola pervasif pelepasan dari hubungan sosial dan rentang pengalaman emosi yang berbatas
dalam lingkungan interpersonal, dimulai pada masa dewasa awal dan ditemukan dalam
berbagai konteks, seperti yang dinyatakan oleh empat (atau lebih) berikut:
1. Tidak memiliki minat ataupun menikmati hubungan dekat, termasuk menjadi bagian
dari keluarga.
2. Hampir selalu memilih aktivitas sorang diri.
3. Memiliki sedikit, jika ada, minat mengalami pengalaman seksual degan orang lain.
4. Merasakan kesenangan dalam sedikit, jika ada, aktivitas.
5. Tidak memiliki teman dekat atau orang yang dipercaya selain sanak saudara derajat
pertama.
6. Tampak tidak acuh terhadap pujian atau kritik orang lain.
7. Menunjukkan kedinginan emosi, pelepasan, atau pendataran afektivitas.
B. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skizofrenia, suatu gangguan mood dengan
ciri psikotik, gangguan psikotik lain, atau suatu gangguan perkembangan pervasif, dan
bukan karena efek fisiologis langsung dari kondisi medis umum.
Gambaran Klinis
Orang dengan gangguan kepribadian skizoid memeberikan kesan dingin dan mengucilkan
diri, mereka tampak menjauhkan diri dan tidak ingin terlibat dengan peristiwa sehari-hari dan
permasalahan orang lain. Mereka tampak tenang, jauh, menutup diri, dan tidak dapat
bersosialisasi.
Walaupun orang dengan gangguan ini tampak teresap ke dalam diri sendiri dan terlibat dalam
mimpi di siang hari yang berlebihan, mereka tidak menunjukkan kehilangan kapasitas untu
mengenali realitas. Mereka sering kali terlihat sebagai mengucilkan diri; tetapi pada suatu
waktu, orang tersebut mampu menyusun, mengembangkan, dan memberikan pada dunia
suatu gagasan yang asli dan kreatif.
Diagnosis Banding
Pasien dengan gangguan ini tidak memiliki sanak saudara skizofrenik, dan mereka mungkin
memiliki riwayat pekerjaan yang berhasil, jika terisolasi. Walaupun mereka memiliki banyak
sifat yang sama dengan pasien ini, mereka dengan gangguan kepribadian paranoid lebihb
menunjukkan keterlibata sosial, riwayat perilaku verbal yang agresif, dan kecenderungan
yang lebih besar untuk memproyeksikan perasaan mereka kepada orang lain. Secara teoritis,
perbedaan utama antara pasien gangguan kepribadian skizotipal dan pasien gangguan

kepribadian skizoid adalahb bahwa pasien skizotipal menunjukkan kemiripan yang lebih
banyak dengan pasien skizofrenik dalam hal keanehan persepsi, pikiran, perilaku, dan
komunikasi. Pasien gangguan kepribadian menghindar adalah terisolasi tetapi memiliki
keinginan kuat untuk berperan serta dalam aktivitas.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Onset gangguan kepribadian skizoid biasanya pada masa anak-anak awal. Gangguan
kepribadian skizoid adalah berlangsung lama tetapi tidak selalu seumur hidup.
Terapi
Psikoterapi. Terapi pasien gangguan ini adalah mirip dengan terapi pasien gangguan
kepribadian paranoid.
Dalam lingkungan terapi kelompok, pasien gangguan ini mungkin diam dalam jangka waktu
yang lama; namun demikian mereka akhirnya menjadi terlibat.
Farmakoterapi. Anti psikotik dosis kecil, antidepresan, dan psikostimulan telah efektif pada
beberapa pasien.

Gangguan Kepribadian Skizotipal


Orang dengan gangguan kepribadian skizotipal adalah sangat aneh atau asing. Pikiran magis,
gagasan aneh menyangkut diri-sendiri, waham, dan derealisasi adalah bagian dari dunia
orang skizotipal setipa harinya.
Epidemiologi
Keadaan ini terjadi pada kira-kira 3 persen populasi. Terdapat hubungan kasus yang lebih
besar antara sanak saudara biologis pasien skizofrenik dibandingkan kontrol dan insidensi
yang lebih besar di antara kembar monozigot dibandingkan kembar dizigot.
Diagnosis
Gangguan kepribadian skizotipal didiagnosis berdasarkan keanehan pikiran, perilaku, dan
penampilan pasien. Kriteria diagnosis:
A. Pola pervasif defisit sosial dan interpersonal yang ditandai oleh ketidaksenangan akut
dengan, dan penurunan kapasitas untuk, hubungan erat dan juga oleh penyimpangan
kognitif atau persepsi dan perilaku eksentrik, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak
dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh lima (atau lebih) berikut:
1. Gagasan yang menyangkut diri sendir (ideas of reference) (kecuali waham yang
menyangkut diri sendiri).
2. Keyakinan aneh atau pikiran magis yang mempengaruhi perilaku dan tidak konsisten
dengan norma kultural (misalnya, percaya takhayul, percaya dapat melihat apa yang

akan terjadi, telepati, atau indera keenam, pada anak-anak dan remaja, khayalan atau
preokupasi yang kacau).
3. Pengalaman persepsi yang tidak lazim, termasuk ilusi tubuh.
4. Pikiran dan bicara yang aneh (misalnya, samar-samar, sirkumstansialitas, metaforik,
terlalu berbelit-belit, atau stereotipik).
5. Kecurigaan atau ide paranoid.
6. Afek yang tidak sesuai atau terbatas.
7. Perilaku atau penampilan yang aneh, eksentrik, atau janggal.
8. Tidak memiliki teman akrab atau orang yang dipercaya selain sanak saudara derajat
pertama.
9. Kecemasan sosial yang berlebihan yang tidak menghilang dengan keakraban dan
cenderung disertai dengan ketakutan paranoid ketimbang pertimbangan negatif tentang
diri sendiri.
B. Tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skizofrenia, suatu gangguan mood dengan
ciri psikotik, gangguan psikotik lain, atau suatu gangguan perkembangan pervasif.
Gambaran Klinis
Dalam gangguan kepribadian skizotipal, pikiran dan komunikasi adalah terganggu. Orang
dengan gangguan ini mungkin tidak mengetahui perasaan mereka sendiri; malah mereka
sangat peka dalam mendeteksi perasaan orang lain, khususnya afek negatif seperti
kemarahan. Walaupun tidak ada gangguan berpikir yang jelas, pembicaraan mereka sering
memerlukan interpretasi. Dibawah stres , pasien mungkin mengalami dekompensasi dan
memiliki gejala psikotik, tetapi gejala tersebut biasanya singkat. Pada kasus yang parah,
anhendonia dan depresi berat dapat ditemukan.
Diagnosis Banding
Gangguan kepribadian skizotipal dapat dibedakan dari pasien gangguan kepribadian skizoid
dan menghindar oleh adanya keanehan dalam perilaku, pikiran, persepsi, dan komunikasi
meraka dab kemungkinan oleh riwayat keluarga yang jelas adanya skizofrenia. Pasien
gangguan ini dapat dibedakan dari pasien skizofrenik oleh tidak adanya psikosis.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Penelitian jangka panjang oleh Thomas McGlashan melaporkan bahwa 10% orang dengan
gangguan kepribadian ini akhirnya bunuh diri. Tetapi, banyak pasien mempertahankan
kepribadian skizotipal sepanjang hidupnya dan menikah dan bekerja walaupun keanehan
mereka.

Terapi
Psikoterapi. Prinsip terapi gangguan kepribadian skizotipal harus tidak dibedakan dari
prinsip terapi untuk gangguan kepribadian skizoid. Tetapi, pikiran yang aneh dan ganjil dari
pasien gangguan kepribadian skizotipal harus ditangani dengan berhati-hati.
Farmakoterapi. Medikasi antipsikotik mungkin berguna dslam menghadapi gagasan
mengenai diri-sendiri, waham, dan gejala lain dari gangguan dan dapat digunakan bersamasama dengan psikoterapi. Antidepresan digunakan jika ditemukan suatu komponen depresif
dari kepribadian.

Gangguan Kepribadian Antisosial


Gangguan kepribadian antisosial ditandai oleh tindakan antisosial atau kriminal yang terus
menerus, tetapi tidak sinonim dengan kriminalitas. Gangguan ini adalah ketidakmampuan
untuk mematuhi norma sosial yang melibatkan banyak aspek perkembangan remaja dan
dewasa pasien.
Epidemiologi
Prevalensi gangguan kepribadian antisosia adalah 3% pada laki-laki dan 1% pada wanita.
Keadaan ini paling sering ditemukan pada daerah perkotaan yang miskin dan di antara
penduduk yang berpindah-pindah dalam daerah tersebut. Onset gangguan adalah usia
sebelum 15 tahun.
Diagnosis
Pasien mungkin tampak tenang dan dapat di percaya dalam wawancara. Tetapi, di balik
lapisan, terdapat ketegangan, permusuhan, sikap mudah tersinggung, dan kekerasan.
Suatu pemeriksaan diagnostik harus termasuk pemeriksaan neurologis yang lengkap. Karena
pasien sering kali menunjukkan hasil EEG yang abnormal dan tanda neurologis lunak yang
mengarahkan kerusakan otak minimal pada masa anak-anak. Kriteria diagnosis:
A. Terdapat pola pervasif tidak menghargai dan melanggar hak orang lainnterjadi sejak usia
15 tahun, seperti yang ditunjukkan oleh tiga (atau lebih) berikut:
1. Gagal untuk mematuhi norma sosial dengan menghormati perilaku sesuai hukum
seperti yang ditunjukkan dengan berulang kali melakukan tindakan yang menjadi dasar
penahanan.
2. Ketidakjujuran, seperti yang ditunjukkan oleh berulang kali berbohong, menggunakan
nama samaran, atau menipu orang lain untuk mendapatkan keuntungan atau
kesenangan pribadi.
3. Impulsivitas atau tidak dapat merencanakan masa depan.
4. Iritabilitas dan agresivitas, seperti yang ditunjukkan oleh perkelahian fisik atau
penyerangan yang berulang.

5. Secara sembrono mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain.


6. Terus-menerus tidak bertanggung jawab, seperti ditunjukkan oleh kegagalan berulang
kali untuk mempertahankan perilaku kerja atau menghormati kewajiban finansial.
7. Tidak adanya penyesalan, seperti yang ditunjukkan oleh acuh tak acuh terhadap atau
mencari-cari alasan telah disakiti, dianiaya, atau dicuri oleh orang lain.
B. Individu sekurangnya berusia 18 tahun.
C. Terdapat gangguan konduksi dengan onset sebelum usia 15 tahun.
D. Terjadinya perilaku antisosial tidak semata-mata selama perjalanan skizofrenia atau suatu
episode manik.
Gambaran Klinis
Pasie dengan gangguan kepribadian antisosial sering kali menunjukkan kesan luar yang
normal. Membohong, membolos, melarikan diri dari rumah, mencuri, berkelahi,
penyalahgunaan zat, dan aktivitas ilegal adalah pengalaman tipikal yang dilaporkan pasien
berawal sejak masa anak-anak. Isi mental pasien mengungkapkan sama sekali tidak ada
waham dan tanda lain pikiran irasional. Pasien tidak menceritakan kebenaran dan tidak dapat
dipercaya untuk menjalankan suatu tugas atau terlibat dalam standar moralitas yang
konvensional. Suatu temuan yang jelas adalah tidak adanya penyesalan akan tindakan
tersebut.
Diagnosis Banding
Gangguan ini dapat dibedakan dari perilaku ilegal di mana gangguan ini melibatkan banyak
bidang dalam kehidupan seseorang. Lebih sukar adalah membedakan antara gangguan
kepribadian antisosial dari penyalahgunaan zat.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Jika gangguan kepribadian antisosial berkembang, perjalanan penyakitnya tidak mengalami
remisi, dan puncak perilaku antisosial biasanya terjadi pada remaja akhir. Prognosisnya
adalah bervariasi. Beberapa laporan menyatakan bahwa gejala menurun saat pasien menjadi
semakin bertambah umur.
Terapi
Psikoterapi. Jika pasien gangguan ini diimobilisasi, mereka sering kali menjadi mampu
menjalani psikoterapi.
Farmakoterapi. Jika pasien menunjukkan bukti-bukti adanya gangguan defisitatensi/hiperaktivitas, psikostimulan, seperti methylphenidate (Ritalin). Harus dilakukan usaha
untuk mengubah metabolisme katekolamin dengan obat-obatan dan untuk mengendalikan
perilaku impulsif dengan obat antiepileptik, khususnya jika bentuk gelombang abnormal
ditemukan pada EEG.

Gangguan Kepribadian Ambang


Pasien gangguan kepribadian ambang berada pada perbatasan antara neurosis dan psikosis
dan ditandai oleh afek, mood, perilaku, hubungan objek, dan citra diri yang sangat tidak
stabil.
Epidemiologi
Gangguan kepribadian ambang diperkirakan ada pada kira-kira 1-2% populasi dan 2x lebih
sering pada wanita dibandingkan laki-laki.
Diagnosis
Beberapa pasien gangguan kepribadian ambang menunjukkan penurunan latensi tidur REM
(rapid eye movement) dan gangguan kontinuitas tidur, hasil tes supresi deksametason yang
abnormal, dan hasil tes thyrotropin-releasing hormone yang abnormal. Kriteria diagnosis:
Pola pervasif ketidakstabilan hubungan interpersonal, citra diri, dan afek, dan impulsivitas
yang jelas pada masa dewasa awal dan ditemukan dalam berbagai konteks, seperti yang
ditunjukkan oleh lima (atau lebih) berikut:
1. Usaha mati-matian untuk menghindari ketinggalan yang nyata atau khayalan. Catatan:
tidak termasuk perilaku bunuh diri atau mutilasi diri yang ditemukan dalam kriteria 5.
2. Pola hubungan interpersonal yang tidak stabil dan kuat yang ditandai oleh perubahan
antara ekstrem-ekstrem idealisasi dan devaluasi.
3. Gangguan identitas: citra diri atau perasaan diri sendiri yang tidak stabil secara jelas dan
persisten.
4. Impulsivitas pada sekurangnya dua bidang yang potensial membahayakan diri sendiri
(misalnya, berbelanja, seks, penyalahgunaan zat, ngebut gila-gilaan, pesta makan).
Catatan: tidak termasuk perilaku bunuh diri atau mutilasi diri yang ditemukan dalam
kriteria 5.
5. Perilaku, isyarat, atau ancaman bunuh diri yang berulang kali, atau perilaku mutilasi diri.
6. Ketidakstabilan afektif karena raktivitas mood yang jelas (misalnya, disforia episodik
kuat, iritabilitas, atau kecemasan biasanya berlangsung beberapa jam dan jarang lebih dari
beberapa hari).
7. Perasaan kekosongan yang kronis.
8. Kemarahan yang kuat dan tidak pada tempatnya atau kesulitan dalam mengendalikan
kemarahan (misalnya, sering menunjukkan temper, marah terus-menerus, perkelahian fisik
berulang kali).
9. Ide paranoid yang transien dan berhubungan dengan stres, atau gejala disosiatif yang
parah.

Gambaran Klinis
Pasie dengan gangguan ini selalu tampak berada dalam keadaan krisis. Pergeseran mood
sering dijumpai.
Pasien mungkin memiliki episode psikiatrik singkat, dan gejala psikotik pada pasien
gangguan ini hampir selalu terbatas, cepat, atau meragukan. Perilaku pasien sangat tidak
dapat diramalkan. Sifat menyakitkan dari kehidupan mereka dicerminkan oleh tindakan
merusam diri sendir yang berulang.
Karena mereka merasakan ketergantungan dan permusuhan, pasien gangguan ini memiliki
hubungan interpersonal yang rusuh. Pasien gangguan ini tidak dapat metolerir keadaan
sendirian, dan mereka lebih senang mencari teman secara mati-matian.
Diagnosis Banding
Perbedaan dari skizofrenia dilakukan berdasarkan tidak adanya episode psikotik, gangguan
pikiran, atau tanda skizofrenia klasik lainnya yang berkepanjangn. Pasien gangguan
kepribadia histrionik dan antisosial sukar untuk dibedakan dari pasien gangguan kepribadian
ambang.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Gangguan ini cukup stabil di mana pasien mengalami sedikit perubahan dengan berjalannya
waktu.
Terapi
Psikoterapi. Psikoterapi untuk pasien ini adalah dalam penelitian intensif dan telah menjadi
terapi yang terpilih. Terapi perilaku telah digunakan pada pasien gangguan kepribadian
ambang untuk mengendalikan impuls dan ledakan kemarahan dan untuk menurunkan
kepekaan terhadap kritik dan penolakan.
Farmakoterapi. Antipsikotik dapat digunakan untuk mengendalikan kemarahan,
permusuhan, dan episode psikotik singkat. Anti depresan memperbaiki mood yang terdepresi
yang sering ditemukan pada pasien. MAO inhibitor adalah efektif dalam memodulasi
perilaku impulsif pada beberapa pasien. Benzodiazepine, khususnya alprazolam (Xanax),
membantu kecemasan dan depresi. Antikonvulsan, seperti carbamazepine (Tegretol), dapat
meningkatkan fungsi global pada beberapa pasien.

Gangguan Kepribadian Histrionik


Gangguan kepribadian histrionik ditandai oleh perilaku yang bermacam-macam, dramatik,
ekstrovert pada orang yang meluap-luap dan emosional.

Epidemiologi
Prevalensi gangguan kepribadian histrionik kira-kira 2-3%. Keadaan ini sering didiagnosis
pada wanita dibandingkan laki-laki. Beberapa penelitian telah menemukan adanya suatu
hubungan dengan gangguan somatisasi dan gangguan penggunaan alkohol.
Diagnosis
Dalam wawancara, pasien gangguan ini biasanya dapat bekerja sama dan mau memberikan
riwayat penyakit yang terinci. Gerak isyarat dan penekanan yang dramatik dalam percakapan
mereka sering ditemukan. Mereka mungkin sering membuat plesetan, dan bahasa mereja
bermacan-macam. Pertunjukkan afektif adalah sering, tetapi jika dipaksa untuk
mengungkapkan perasaan tertentu. Kriteria diagnosis:
Pola pervasif emosionalitas dan mencari perhatian yang berlebihan, dimulai pada masa
dewasa muda dan tampak dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh lima (atau
lebih) berikut:
1. Tidak merasa nyaman dalam situasi di mana ia tidak merupakan pusat perhatian.
2. Interaksi dengan orang lain sering ditandai oleh godaan seksual yang tidak pada tempatnya
atau perilaku provokatif.
3. Menunjukkan pergeseran emosi yang cepat dan ekspresi emosi yang dangkal.
4. Secara terus-menerus menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian kepada
dirinya.
5. Memiliki gaya bicara yang sangat impresionistik dan tidak memiliki perincian.
6. Menunjukkan dramatisasi diri, teatrikal, dan ekspresi emosi yang berlebihan.
7. Mudah disugesti, yaitu, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau situasi.
8. Menganggap hubungan menjadi lebih intim ketimbang keadaan sebenarnya.
Gambaran Klinis
Pasien dengan gangguan ini menunjukkan perilaku mencari perhatian yang tinggi. Mereke
cenderung memperbesar pikiran dan perasaan mereka, membuat segalanya terdengar lebih
penting dibandingkan kenyataannya. Mereka menunjukkaj temper tantrum, ketakutan, dan
tuduhan jika mereka bukan pusat perhatian atau tidak mendapatkan pujian atau penghargaan.
Pada kenyataannya, pasien ini mungkin memiliki disfungsi psikoseksual. Mereka mungkin
melakukan impuls seksual mereka untuk menentramkan diri mereka bahwa mereka menarik
bagi jenis kelamin lain.
Ketergantungan mereka yang kuat menyebabkan mereka sangat mempercayai dan mudah
tertipu.

Diagnosis Banding
Perbedaan antara gangguan kepribadian histrionik dan gangguan kepribadian ambang adalah
sukar. Pada ambang, usaha bunuh diri, difusi identitas, dan episode psikotik singkat adalah
lebih sering.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Dengan bertambahnya usia, pasien dengan gangguan kepribadian ini cenderung menunjukkan
gejala yang lebih sedikit.
Terapi
Psikoterapi. Psikoterapi berorientasi psikoanalisis.
Farmakoterapi. Dapat ditambahkan jika gejala menjadi sasarannya.

Gangguan Kepribadian Narsistik


Orang dengan gangguan ini ditandai oleh meningkatnya rasa kepentingan diri dan perasaan
kebesaran yang unik.
Epidemiologi
Prevalensi gangguan ini terentang antara 2-16% dalam populasi klinis dan kurang dari 1%
dalam populasi umum.
Diagnosis
Pola pervasif kebesaran (dalam khayalan atau perilaku), membutuhkan kebanggaan, dan tidak
ada empati, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks, seperti
yang ditunjukkan oleh lima (atau lebih) berikut:
1. Memiliki rasa kepentingan diri yang besar (misalnya pencapaian dan bakat yang dilebihlebihkan, berharap terkenal sebagai superior tanpa usaha yang sepadan).
2. Preokupasi dengan khayalan akan keberhasilan, kekuatan, kecerdasan, kecantikan, atau
cinta ideal yang tidak terbatas.
3. Yakin bahwa ia adalah khusus dan unik dan dapat dimengerti hanya oleh, atau harus
berhubungan dengan, orang lain (atau institusi) yang khusus atau memiliki status tinggi.
4. Membutuhkan kebanggaan yang berlebihan.
5. Memiliki perasaan bernaman besar, yaitu, harapan yang tidak beralasan akan perlakuan
khusus atau kepatuhan otomatis sesuai harapannya.
6. Eksploitatif secara interpersonal, yaitu, mengambil keuntungan dari orang lain untuk
mencapai tujuannya sendiri.

7. Tidak memiliki empati: tidak mau mengenali atau mengetahui perasaan dan kebutuhan
orang lain.
8. Sering merasa iri dengan orang lain atau yakin bahwa orang lain iri kepada dirinya.
9. Menunjukkan perilaku atau sikap yang congkak dan sombong.
Gambaran Klinis
Orang dengan gangguan ini mungkin memiliki perasaan kebesaran akan kepentingan dirinya.
Mereka menganggap dirinya khusus dan mengharapkan terapi yang khusus. Mereka
menanggapi kritik secara buruk. Perasaan kebesaran mereka adalah mencolok. Mereka tidak
mampu menunjukkan empati, dan mereka berpura-pura simpati hanya untuk mencapai
kepentingan mereka sendiri.
Diagnosis Banding
Pasien dengan gangguan ini memiliki kecemasan yang lebih kecil daripada pasien dengan
gangguan ambang, dan kehidupan mereka cenderung kurang kacau.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Gangguan ini adalah kronis dan sukar diobati.
Terapi
Psikoterapi. Pengobatan gangguan ini adalah sukar, karena pasien harus meninggalkan
narsisismenya jika ingin mendapatkan kemajuan.
Farmakoterapi. Lithium (Eskalith) telah digunakan pada pasien yang memiliki pergeseran
mood sebagai bagian dari gambaran klinis.